Pengajian Tawakal Spi

Pengajian Tawakal Spi
  • Pengajian Tawakal Spi

  • Views 9

  • Downloads 1

  • File size 3MB
  • Author/Uploader: bayuad

EVOLUSI KEBERAGAMAAN Dr H MAMAN SW SpOG Di edit 16-Februari-2016 PERKEMBANGAN ZAMAN : 

Zaman purba-zaman batu… serba sedikit..

Ilmunya sedikit.. Agamanya sedikit

Mulai beternak… bertani… kepemilikan tanah

Zaman perunggu…

Zaman industri…

Zaman IPTEK… INTERNET…

 Kembali ke Zaman BATU-AKIK… Umat manusia adalah mahluk sosial.. yang tidak bisa hidup sendirisendiri…Manusia hidupnya berkelompok, bersuku-suku kemudian berkembang menjadi suatu bangsa.. Ilmu pengetahuannya juga berkembang…Kebutuhannya juga berkembang…Agamanya juga berkembang…ITULAH EVOLUSI… BUDAYA DAN AGAMA… Kebutuhan dasar manusia : Kebutuhan fisik dan kebutuhan psikologis Kebutuhan fisik : Sandang-pangan-papan dan pasangan Kebutuhan psikologis : Rasa aman-nyaman-tenang-tentram-DAMAI… Untuk memenuhi kebutuhan psikologis ini …Manusia mencari sesuatu yang bisa menimbulkan rasa aman dan nyaman. Sesuatu itu kemudian dipuja-dipuji-disembah. Sesuatu yang disembah menurut bahasa Arab disebutnya AL ILAH… muncul kata ALLAH. Jadi ALLAH itu bukan nama. Nama Tuhan yang sebenarnya kita tidak tau.. Mereka (KITA SEMUA) TIDAK MENGENAL Allah dengan sebenar-benarnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kuat lagi Maha Perkasa ( ALHAJJ 22 : 74 ) Kamu (KITA SEMUA) tidak menyembah yang selain Allah KECUALI HANYA NAMA-NAMA yang kamu dan nenek moyangmu membuat-buatnya, Allah tidak menurunkan suatu keteranganpun tentang nama-nama itu ( YUSUF 12 : 40 )

Itu tidak lain hanyalah nama-nama yang kamu (KITA) dan bapak-bapakmu (BAPAK-BAPAK KITA) mengada-adakannya, Allah tidak menurunkan suatu keteranganpun untuknya (nama-namanya), mereka (KITA) tidak lain hanyalah mengikuti sangkaan-sangkaan dan hawa nafsunya ( AN NAJM 53 : 23 ). Menurut gramatika Arab : Kata ALLAH bentuknya maskulin, laki-laki, BAPA… Kata AL DZAT menurut gramatika Arab bentuknya feminine, perempuan, BUNDA… Berarti kita boleh memanggil nama Tuhan dengan sebutan BAPA atau BUNDA… Bagi Tuhan ngga masalah… BRO…!!! Mungkin masalah buat lo…!!! Tuhan tidak pernah menyusahkan kita. Tuhan tidak pernah mempermasalahkan nama-Nya. Dia mengizinkan kita menyebut-Nya dengan nama apa saja yang kita suka, sesuai dengan sifat-sifat-Nya… Tuhan memperbolehkan kita memanggil NAMANYA berdasarkan SIFATSIFATNYA yang disebut ASMA’UL HUSNA dan ISMU AZOM… Itu solusi dari Tuhan … Tuhan menyatakan diriNYA sebagai AKU-INGSUN-ANA sesuai bahasa kaumnya.. AKU adalah Allah ( AL ILAH-Yang Disembah ), tiada Tuhan selain AKU, oleh karena itu sembahlah AKU .. (THOHA 20 : 14). ALLAH dari kata AL ILAH artinya yang disembah… Nama Tuhan yang sebenarnya tidak bisa kita tuliskan dan tidak bisa kita sebutkan….Ketemu aja belum… apalagi kenal namanya.. Tak jumpa maka tak kenal. Tak kenal maka tak iman… Katakanlah : serulah ALLAH atau serulah AR-RAHMAN dengan nama yang mana saja kamu seru, dia mempunyai nama ASMA’UL HUSNA…(AL-ISRA 17:110) Hanya milik ALLAH, ASMA’UL HUSNA, maka mohonlah kepada-Nya dengan menyebut ASMA’UL HUSNA itu… (AL-A’RAF 7:180) Orang Sunda-Jawa menyebut nama Tuhannya : Gusti-Pangeran… Hyang Widi-Hyang Manon. Orang Hindu menyebutnya : Radha Swami .. Ruh Yang Maha Tinggi Orang Budha menyebutnya : Amitaba .. Cahaya Tanpa Batas Yang disembah bukan namanya…tapi ESSENSI DZAT-NYA…yang berada di dalam setiap ciptaan-NYA. FIRMAN ALLAH : Setelah sempurna kejadiannya AKU hembuskan RUHKU kedalamnya ( AL HIJR 15 : 29 dan ASH-SHAD 38 : 72 ) HADITS QUDSI : 

Di dalam setiap rongga anak Adam Aku ciptakan suatu mahligai yang disebut dada, dalam dada ada kolbu, dalam kolbu ada fuad ( hati yang bersih ), dalam fuad ada syagofa, di dalam syagofa ada Sir, di dalam Sir ada AKU …. AKU hembuskan RUH-KU ke dalamnya.. Berarti ESSENSI DZAT ALLAH berada di dalam setiap ciptaan-NYA… di alam semesta… di dalam atom, di dalam debu, di dalam patung, di dalam diri kita semua.. Sebagai sumber energi.. Bila Atom bergetar.. Hirosima-Nagasaki pun hancur. Allah ada dimana-mana namun dalam ke-ESA-annya DIA tidak kemana-mana…. 

Kata AL GHAZALI : Tauhid murni adalah penglihatan atas Tuhan dalam semua benda. Bila kita tidak menyadari adanya Unsur-Unsur Ketuhanan yang tersembunyi di dalam setiap ciptaan-Nya berarti islamnya adalah islam semu.. Islam-islaman… Kata AS SYIBLI : Aku tidak melihat segala sesuatu kecuali Allah… Kata MUHAMMAD BIN WASI : Aku tidak melihat segala sesuatu tanpa Allah di dalamnya… FIRMAN ALLAH : Tanda-tanda Kami disegenap penjuru, dan didalam diri mereka sendiri, sehingga jelas bagi mereka bahwa Al Qur’an itu benar… ( FUSHSHILAT 41 : 53 ) … …di dalam dirimu, apakah engkau tidak memperhatikan ( ADZDZARIYAT 51 : 21 ). Kami telah mengutus seorang utusan dalam diri-mu ( AT-TAUBAH 9 : 128) Tuhan menempatkan diri antara manusia dengan kolbunya ( AL-ANFAL 8:24 ) Di dalam diri manusia ada Cahaya Yang Maha Melihat ( AL QIYAMAH 75 : 14 ) Allah akan membimbing dengan Cahayanya kepada Cahayanya bagi siapa yang Dia kehendaki (AN NUUR 24 : 35). Barang siapa yang hatinya dibuka oleh Allah kepada Islam ( fitrah ), maka dia itu mendapat Nur dari Tuhan-nya (AZ-ZUMAR 39 : 22 ) Kemudian … dibuat aturan penyembahan..yang disebut AGAMA.. yang berasal dari Bahasa Sansakerta : A artinya tidak … GAMA artinya kacau. AGAMA artinya : Aturan agar kehidupan umat manusia di dunia tidak kacau… Aman-nyaman-tenang-tentram-damai… Semua Ilmu, termasuk ILMU AGAMA berasal dari Allah Allah menciptakan manusia sebagai mahluk yang paling sempurna.. Diberi mata dan telinga.. Diberi otak untuk berpikir .. Diberi hati untuk merasakan, bukan tanpa maksud… tapi UNTUK DIUJI… Namun Allahpun memberi ATURAN dan JALAN YANG TERANG… agar umat-NYA selamat, lulus ujian dan naik tingkat… Ujian dari Allah terus berlangsung sampai saat kita meregang nyawa… untuk kembali kepada Allah…

Sesungguhnya telah Kami ciptakan manusia dari setetes mani yang bercampur yang Kami hendak mengujinya, karena itu Kami jadikan dia mendengar dan melihat. Sesungguhnya Kami telah menunjukinya jalan yang lurus, ada yang bersyukur dan ada pula yang kafir ( AL INSAN 76 : 2-3 )… Apakah manusia mengira cukup dengan berkata : kami telah beriman, dan mereka tiada di uji …??? ( AL ANKABUT 29 : 2 ) Kami pasti akan menguji kamu sekalian dengan sesuatu berupa ketakutan dan kelaparan, kekurangan harta benda, jiwa dan buahbuahan, tapi sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar, yang bila bencana menimpa dirinya dia berkata : sesungguhnya kita adalah milik Allah dan kepada Allah kita akan kembali ( AL BAQARAH 2 : 155-156 ) Pada hari saat harta benda dan anak-anak tidak berguna, kecuali orangorang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih ( ASYSYU’ARA : 26 : 88-89 ) Inilah jalan yang lurus menuju kepada-Ku ( AL HIJR 15 : 41 ) Jangan ikuti jalan-jalan lain ( AL AN’AM 6 : 153 ) Allah menciptakan umat manusia berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar saling mengenal.. Saling bersilaturahmi.. Untuk setiap umat Allah telah memberikan ATURAN dan JALAN YANG TERANG ( JALAN SPIRITUAL ) melalui para Rosul agar saling berlomba-lomba untuk berbuat kebaikan… Bukan untuk saling cakar-cakaran dan gontok-gontokan karena merasa tata cara penyembahan-nya yang paling benar…. Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang lakilaki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling mengenal-bersilaturahmi. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah adalah orang yang paling taqwa diantara kalian…Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal ( AL HUJURAT 47:13 ). Mereka akan mendapat kehinaan dimanapun mereka berada, kecuali mereka menjaga hubungan ( silaturahmi ) dengan Allah dan hubungan dengan manusia ( ALI IMRAN 3 : 112 ). Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya adalah penciptaan langit dan bumi, adanya aneka bahasa dan warna kulitmu ( AR-RUM 30 : 22 ) Kami turunkan KITAB ( Al Qur’an ) kepadamu dengan membawa kebenaran untuk membenarkan-mengoreksi kitab-kitab sebelumnya dan menjaganya…. Untuk setiap umat diantara kamu, Kami berikan ATURAN ( SYARIAT ) dan JALAN YANG TERANG ( JALAN SPIRITUAL-AGAMA ) .. Bila Allah menghendaki, pasti kamu dijadikan satu umat ( saja ), tetapi

Allah hendak menguji kamu terhadap karunia yang diberikan-Nya kepada kamu, maka berlomba lombalah berbuat kebajikan …( AL MAIDAH 5 : 48 )… Al Maidah artinya hidangan … Semoga kita tidak berebut hidangan… TUHAN MAHA ADIL… tidak pilih kasih. Tuhan menyayangi semua umatNYA…Untuk setiap umat, Allah kirimkan seorang Rosul serta KITABNYA… dalam bahasa kaumnya agar umatNYA selamat di dunia dan akhirat…Para Rosul itu ada yang dikisahkan dan ada yang tidak dikisahkan di dalam Al Qur’an… Tentang beberapa Rosul telah kami kisahkan kepadamu sebelumnya, tentang beberapa Rosul tiada kami kisahkan kepadamu ( AN NISA 4 : 164 ) Para Rosul yang tidak dikisahkan di dalam Al Qur’an mungkin itu bukan dari golongan Arab, mungkin itu para Rosul yang berada di Tibet, Cina dan juga yang berada di NUSANTARA… Semua Rosul itu sudah muslim, sudah berserah diri kepada Allah.. Untuk setiap masa ada KITAB ALLAH.. Berarti Kitab Allah banyak .. Tidak hanya : ZABUR-TAURAT-INJIL-QUR’AN … Setiap Rosul mengajarkan tentang kesucian, kedamaian, keselamatan, kasih-sayang, kesabaran, keikhlasan dan berserah diri kepada Tuhan melalui keimanan dan ketaqwaan. Itulah aturan dan jalan yang terang dari Allah. ITULAH AGAMA FITRAH… Itulah Agama yang diridhoi Allah. Itulah ISLAM UNIVERSAL yang dianut semua umat. . Hadapkan wajahmu pada Agama FITRAH… Allah yang telah menciptakan manusia menurut Fitrah itu, Tidak ada perubahan pada Fitrah Allah … ( AR-RUM 30 : 30 )… Sesungguhnya agama kamu ini satu ( AL ANBIYA 21 : 92 ) Agama di sisi Allah adalah Islam-Fitrah ( ALI IMRON 3: 19 ) Aku ridhoi Islam (fitrah) sebagai agama bagimu ( AL MAIDAH 5 : 3 ) Sesungguhnya ini adalah agama kamu semua, agama yang satu dan AKU adalah Tuham-mu, maka bertaqwalah kepada-KU ( AL MU’MINUN 23 : 52 ) Kemudian mereka menjadikan agama mereka terpecah-belah menjadi beberapa pecahan. Tiap-tiap golongan merasa bangga ( EGO ) dengan apa yang ada pada sisi mereka ( masing-masing ). Maka biarkanlah mereka dalam kesesatannya sampai suatu waktu ( AL MU’MINUN 23 : 53-54 ) Bagi setiap umat ada Rosul, ( YUNUS 10 : 47 ). Bagi tiap-tiap masa ada kitab (AR RAD 13 : 38) Kami tidak mengutus seorang Rosulpun, melainkan dengan bahasa kaumnya, supaya ia dapat memberikan penjelasan dengan terang kepada mereka ( IBRAHIM 14 : 4 ).

Hai orang yang beriman !!! Berimanlah kepada Allah dan Rosul-Nya, kepada kitab yang diturunkan-Nya, kepada Rosul dan kitab yang diturunkan sebelumnya ( AN NISA 4 : 136 ) Perintah Allah… Kita harus mengimani semua Rosul Allah dan Kitab-Kitab Allah sebelum ada Rosulullah saw dan Al Qur’an…Tidak sekedar Rosul dan Kitab yang ada di Arab…. Tapi semua Rosul dan Kitab Allah.. yang ada di dunia…. Tentang beberapa Rosul telah kami kisahkan kepadamu sebelumnya, tentang beberapa Rosul tiada kami kisahkan kepadamu ( AN NISA 4 : 164 ) Sesungguhnya Al Qur’an ( KITAB ALLAH ) benar-benar dalam kitab-kitab orang-orang terdahulu. ( ASY SYUARA 26 : 196 )… Orang-orang terdahulu di seluruh dunia… Dan kalau Al Qur’an ( KITAB ALLAH ) itu kami turunkan kepada salah seorang dari golongan bukan Arab lalu dibacakan kepada mereka niscaya mereka tidak akan percaya kepadanya… ( ASY SYUARA 26 : 198-199 ) Berarti para Rosul dan Kitab Allah tidak hanya di Arab…!!! Dan juga tidak harus berbahasa Arab…!!! SESUAI BAHASA KAUMNYA…!!! WAHYU yang diturunkan ke Rosul sebelumnya ke Rosul berikutnya itu berkesinambungan, saling melengkapi, ada revisi dan koreksi, ada proses penyempurnaan disesuaikan situasi dan kondisi umatnya… disesuaikan dengan bahasa kaumnya… Proses penyempurnaan itu tidak dihilangkan seluruhnya, namun diganti dengan yang lebih baik atau yang sepadan dengan itu, disesuaikan situasi dan kondisi saat itu. Essensi dan substansi Agama Fitrah tidak pernah berubah… Tidak Kami rubah jiwa hukum dari suatu ayat atau Kami lenyapkan dari ingatan Rasul, melainkan kami ganti dengan yang lebih baik dari itu atau yang sepadan dengan itu … (AL BAQARAH 2 : 106) Dan Kami teruskan jejak mereka dengan mengutus Isa putera Maryam, … Dan Kami menurunkan Injil kepada Isa …Yang membenarkan-mengoreksi Kitab sebelumnya , yaitu Taurat sebagai petunjuk dan pengajaran bagi orang-orang yang bertakwa ( AL MAIDAH 5 : 46 ) Dan tidaklah Kami mengutus engkau ( hai Muhammad ) melainkan sebagai Rahmat untuk seluruh alam ( AL ANBIYA 21 : 107 ) Pada hari ini telah Aku sempurnakan agamamu, telah Aku cukupkan nikmatKU dan Aku ridhoi Islam ( FITRAH ) sebagai agama bagimu ( AL MAIDAH 5 : 3 )

Kami turunkan KITAB ( Al Qur’an ) kepadamu dengan membawa kebenaran untuk membenarkan-mengoreksi kitab-kitab sebelumnya dan menjaganya…. Untuk setiap umat diantara kamu, Kami berikan ATURAN ( SYARIAT ) dan JALAN YANG TERANG ( JALAN SPIRITUAL-AGAMA ) .. Bila Allah menghendaki, pasti kamu dijadikan satu umat ( saja ), tetapi Allah hendak menguji kamu terhadap karunia yang diberikan-Nya kepada kamu, maka berlomba lombalah berbuat kebajikan …( AL MAIDAH 5 : 48 )… Al Qur’an merupakan puncak pelajaran tentang aturan dan jalan yang terang dari Allah yang telah disempurnakan … Mudah di cerna.. dan menarik minat orang-orang jahiliyah… sehingga perilakunya berubah menjadi perilaku yang islami .. Allah Maha Adil, serta menyayangi semua umatnya… Allah tidak mungkin membiarkan umatnya yang berada di Timur menjadi terbenam.. Setelah Agama Fitrah disempurnakan maka dikembalikan lagi ke Timur…ke Nusantara… Tanpa pertumpahan darah.. Karena essensi dan substansinya sudah ada dan mengakar di Timur.. sebagai ISLAM NUSANTARA… HANYA GANTI CASING… Allah tidak menilai umatnya dari tata caranya beribadah…Yang dinilai Allah adalah HATINYA… Yang dinilai Allah.. adalah kadar keimanan dan ketaqwaannya…apapun nama agamanya… …. Orang yang paling mulia di sisi Allah adalah dia yang paling takwa diantara kalian… ( AL HUJURAT 49 : 13 ) Sesungguhnya orang-orang beriman dan mereka penganut agama Yahudi, Nasrani, Shabiin serta siapa saja yang beriman kepada Allah, hari kemudian serta berbuat kebajikan, mereka akan mendapat pahala dari Tuhan-nya, dan mereka tidak merasa ketakutan dan duka cita ( AL BAQARAH 2 : 62 ) Timur dan Barat milik Allah. Kemanapun engkau menghadap disanalah Wajah Allah, sesungguhnya Allah meliputi segala sesuatu dan mengetahui segala sesuatu ( AL BAQARAH 2 : 115 ). Dan bagi setiap umat ada kiblatnya ( sendiri ) yang ia menghadap kepada-Nya. Maka berlomba-lombalah kamu ( dalam berbuat ) kebaikan. ….. ( AL BAQARAH 2 : 148 ). Bukanlah suatu kesolehan bahwa kamu sekalian memalingkan mukamu ke arah timur dan barat, tetapi adalah kesolehan bahwa kamu sekalian beriman kepada Allah dan hari akhirat, kepada para malaikat, kepada kitab-kitab Allah dan para nabi dan memberikan harta benda betapapun disayangi, kepada kerabat, anak yatim, dan orang-orang miskin, kepada orang dalam perjalanan dan peminta-minta, mendirikan sholat dan membayar zakat. ….. Orang-orang yang memenuhi perjanjian bila mereka

membuat perjanjian dan orang yang sabar dalam bencana, dalam kesukaran dan semasa peperangan, merekalah orang yang benar, merekalah orang yang takwa (AL BAQARAH 2 : 177) .. Melalui para Rosul, Allah memberikan aturan dan jalan yang terang bagi semua umat manusia di dunia sejak manusia itu diciptakan. Ibarat Allah memberi kita beras… agar mudah dicerna dan enak rasanya maka kita olah jadi nasi kebuli, nasi goreng, nasi rames, bubur ayam… Namanya jadi berbeda, sesuai bahasa kaumnya, tapi bahan dasarnya tetap beras… Allah murka bila kita ngga pake otak ( YUNUS 10 : 100 ). Demikian juga dengan Agama Fitrah…Bagi setiap umat Allah menurunkan seorang Rosul yang mengajarkan Agama Fitrah dalam bahasa kaumnya… sehingga nama Agama Fitrah jadi berbeda sesuai bahasa kaumnya… Hindu-Budha-Nasrani-Islam.. Namun essensi dan substansi Agama Fitrah tetap tidak berubah… Jangan lupa .. Matahari terbit dari Timur..Di Timur sudah tandur… di Barat masih tidur.. Di Indonesia sudah ada Borobudur…Di Arab masih ngawur… masih zaman jahiliyah Peradaban umat manusia diawali di Timur…Berdasarkan penelitian SANTOS DAN OPPENHEIMER, Benua Atlantis yang hilang itu adalah Paparan Sunda Land sebagai pusat peradaban dan sudah ada agama… Rosulullah saw bersabda : Belajarlah sampai ke negeri Cina …!!! Ada apa di negeri Cina : Di negeri Cina ada dongeng SUN GO KONG dewa kera yang melawat ke Barat mencari kitab suci… Berarti para tokoh spiritual di Cina sudah meramalkan akan muncul Kitab Suci di wilayah Barat… Namun mereka tidak mengetahui dimana..?? Sebagaimana sabda Nabi ISA as : aku adalah utusan Allah kepadamu, membenarkan kitab sebelumku yaitu Taurat dan memberi kabar gembira dengan seorang Rosul yang akan datang setelah-ku yang bernama Ahmad ( AS SAFF 61:6 )… Namun Nabi Isa as pun tidak mengetahui siapa AHMAD itu …??? Ternyata kehadiran Rosulullah saw sudah diramalkan tidak hanya dalam kitab Injil tapi juga di dalam KITAB SUCI HINDU dan BUDHA… Bahkan ada di dalam kitab ZOROASTER agama kuno orang PERSIA… sudah ada nubuat tentang nabi Muhammad saw. Prof. PANDIT VEDAPRAKASH UPADHAI dari Universitas Allahabad meneliti Kitab Suci Hindu yang ternyata kehadiran Nabi Muhammad sebagai nabi terakhir di dunia sudah diramalkan di dalam Kitab Suci Hindu… Di negeri Cina juga ada pelajaran MEDITASI…. Gue pernah baca bahwa NABI ISA AS pernah mukim di TIBET cukup lama. Apa iya…!!!??? Konon kabarnya Nabi Isa as pun pernah melakukan

meditasi selama 40 malam…. Kemudian apa yang dilakukan Rosulullah di Guha Hiro..? Kata kuncinya adalah DZIKIR-MEDITASI… Apapun nama agamanya, untuk mencapai puncak spiritual.. harus melalui dzikirmeditasi… Ketika Rosulullah saw berniaga ke wilayah Timur membawa sutera…Bukan suatu hal yang mustahil bila Tuhan berkehendak… beliau dipertemukan dengan Tokoh Spiritual di negeri Cina … yang memberikan pelajaran tentang meditasi.. Kemudian beliau melakukannya di Guha Hiro..sampai akhirnya beliau menerima wahyu… Mungkin itu sebabnya kenapa Rosulullah saw menganjurkan belajar sampai ke negeri Cina…. Adakah perintah DZIKIR-MEDITASI di dalam Al Qur’an…??? FIRMAN ALLAH : Ingatlah kepada-Ku niscaya Akupun akan ingat kepadamu, bersyukurlah kepada-Ku dan jangan mengingkari ( AL BAQARAH 2 : 152 ) Apabila kamu telah menyelesaikan ibadah hajimu, maka berdzikirlah (dengan menyebut) Allah, sebagaimana kamu menyebut-nyebut nenek moyang kamu atau berdzikirlah lebih banyak dari itu ( AL BAQARAH 2 : 200 ) Apabila kamu telah selesai sholat, ingatlah Allah disaat berdiri, disaat duduk dan ketika berbaring ( AN-NISA 4 : 103 ) Sesungguhnya sholat itu menjauhkan perbuatan keji dan munkar, namun dzikir lebih utama dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan (AL ANKABUT 29 : 45) Hai orang-orang yang beriman berdzikirlah (menyebut nama Allah), berdzikirlah sebanyak-banyaknya dan bertasbihlah kepada-Nya diwaktu pagi dan petang … Dia akan mengeluarkan kamu dari kegelapan kepada Cahaya yang terang, dan Dia Maha Penyayang kepada orang-orang yang beriman ( AL AHZAB 33 : 41-42-43 ) Selesai sholat, maka bertebaranlah kamu dimuka bumi, carilah karunia Allah, berdzikirlah sebanyak-banyaknya agar kamu sukses ( AL JUMU’AH 62 : 10 ). Allah akan memudahkan segala urusan, diberi kecukupan, diberi rizki yang tak terduga, diampuni segala kesalahan, pahalanya berlipat ganda… ( AT THOLAK 65 : 2-3-4-5 ). Sabda Rosulullah saw : 

Berpeganglah pada Al Qur’an dan Sunnah … BUKAN KEPADA GURU MURSID.

Pembersih qolbu adalah DZIKIR

DZIKIR jalan terdekat menuju Allah

Urusan dunia engkau lebih tahu, tata cara beribadah ikutilah caraku….

 Tidak ada kewajiban bai’at bagi seorang muslim… Pegangan kita jelas Al Qur’an dan Sunnah bukan Guru Mursid. Jadi jangan terpaku pada Guru Mursid.. Ingat guru tinggal guru, tapi murid bisa jadi presiden.. Bila hati bersih.. jalan menuju Allah terbuka lebar, bebas hambatan …!!! ALLAH ADALAH AL BATHIN… Perjalanan menuju Allah adalah perjalanan dari alam lahiriyah menuju alam bathiniyah… BUKAN PERLALANAN KE MEKAH… Ikuti tata cara Rosulullah ketika di Guha Hiro yaitu DZIKIR-MEDITASI. Kata Jalaluddin Rumi : Apapun nama agamanya, hasil akhir dari sebuah keimanan sama… Bila makrifat kepada Dzat ingin kau dapat, lepas aksara, galilah makna. Katupkan bibirmu, tutup matamu, sumbat telingamu, tertawakan aku manakala engkau tidak MELIHAT RAHASIA AL HAQ… Berarti kita harus dzikir-meditasi… Menurut Al Ghazali : Bersihkan hati, dzikir-meditasi atau kontemplasi untuk mencapai fana, lebur dan larut, tenggelam dalam lautan Ahadiyah, baqo dalam Tuhan dan akhirnya kasyap… terbukanya hijab… MELIHAT RAHASIA AL HAQ Perhatikan beberapa Firman Allah : 

Al Hijr 15 : 9 : … Telah Aku turunkan Adz-Dzikir

Yang dimaksud ayat ini, Adz-Dzikir adalah Al Quran.

Asu-Syura 42 : 52 :…Aku jadikan Al Quran itu Cahaya… An Nuur…

 An-Nuur 24 : 35 : … Allah adalah Cahaya… An Nuur adalah Allah… Bila kita rangkum dan kita simpulkan dari ketiga ayat tersebut maka : 

Adz-Dzikir adalah Allah… Allah adalah AN NUUR…

Laa ilaha ilallah adalah pernyataan … Essensinya adalah Allah…

Dzikir cukup dengan mengucapkan Asma Allah…di dalam hati…!!!

Semakin pendek yang kita ucapkan di dalam hati, semakin cepat kontemplasi terjadi….Maka Allah akan memperlihatkan CAHAYANYA… Seandainya internet sudah ada sejak jaman purba, mungkin kita bisa internetan dan facebookan dengan para Rosul di seluruh dunia.. Ternyata apapun nama agamanya para Rosul itu mengajarkan hal yang sama yaitu 

tentang Agama Fitrah.. Mungkin kita tidak akan berselisih, tidak akan bertengkar karena nama agama kita yang berbeda… Yang satu menyebutnya kates, yang lain bilang gedang dan ada yang bilang papaya… Ternyata setelah dikupas isinya sama…Ketika dimakan rasanya sama… Hasil akhirnya juga sama, jadi tinja Bro…!!! Sesungguhnya agama di dunia hanya satu… yaitu agama Fitrah yang tidak pernah berubah… Apapun nama Agamanya… Tata cara untuk mencapai puncakpun sama, harus melalui DZIKIR-MEDITASI… HASIL AKHIRNYA JUGA SAMA… Gitu BRO… Baik secara fisik maupun secara spiritual… Secara fisik : diperiksa darahnya, direkam gelombang otaknya, difoto cahaya auramya. Secara spiritual : Mencapai tingkat ikhsan menjadi insan kamil… JADI KENAPA KITA HARUS BERTENGKAR…??? BUKA KERUDUNG AKAL KITA…!!! EEEGGGOOO… PENYEBAB PERPECAHAN UMAT …!!! KENAPA KITA HARUS MENEBAR KEBENCIAN…??? APAPUN YANG KITA BENCI DI DALAMNYA ADA RAHASIA ALLAH…!!! Coba lihat air coberan kotor dan busuk, namun di dalamnya ada milyaran kehidupan… Kata Sufi : Firaun sahabatku, iblis guruku.. Aku tidak menyisakan ruang kebencian dihatiku…sekalipun itu terhadap iblis… Kata Qur’an : syaeton dan iblis musuh yang nyata Kata jago samurai : Musuh adalah guru yang sedang menyamar, pelajari jurus-jurusnya.. JURUS SYAETON-IBLIS ITU APA BRO…??? HAWA NAFSU KALIEEE…!!!??? Hindari Syaeton dan Iblis dengan kebersihan hati… sabar, tulus dan ikhlas …. Bukan dengan hawa nafsu.. Bila kita melakukan apapun dengan hawa nafsu.. Berarti kita sudah terperangkap jurus Iblis…kita sudah keok… Maka disebabkan rahmat Allahlah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu, karena itu maafkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka dan bermusyawarahlah dengan mereka …( ALI IMRAN 3 : 159 ) sungguh yang demikian itu termasuk perbuatan yang mulia ( ASYSYURA 42 : 43 ) Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal saleh, kelak Allah akan menanamkan dalam (hati ) mereka rasa kasih sayang ( MARYAM19 : 96 )

Allah akan membimbing dengan Cahayanya kepada Cahayanya bagi siapa yang Dia kehendaki (AN NUUR 24 : 35). Barang siapa yang hatinya dibuka oleh Allah kepada Islam ( FITRAH ), maka dia itu mendapat Nur dari Tuhan-nya ( AZ-ZUMAR 39 : 22 ) Bila kita belum memilik sifat-sifat yang LEMBUT, PENUH KASIH SAYANG, PEMAAF, belum tawadu berarti HATI kita masih GELAP… Hati kita belum dibuka kepada islam… Hati kita belum disinari CAHAYA ALLAH…Belum mendapat RAHMAT ALLAH… EGO nya masih tinggi… sehingga BELUM BISA DIKATAKAN BERIMAN …BELUM MUSLIM. Islamnya masih ISLAM SEMU.. ISLAMnya masih ISLAM-ISLAMAN… CAPE DEH…!!!

ISLAM SEMU — ISLAM-ISLAMAN. 19 MARET 2016

ISLAM SEMU .. ISLAM-ISLAMAN… Dr H MAMAN SW SpOG

Kata Al GHAZALI … Tauhid murni adalah penglihatan atas Tuhan dalam semua benda …Bila kita tidak menyadari adanya Unsur-Unsur Ketuhanan yang tersembunyi di dalam setiap ciptaan-Nya berarti islamnya adalah islam semu… AS SYIBLI : Aku tidak melihat segala sesuatu kecuali Allah… MUHAMMAD BIN WASI : Aku tidak melihat segala sesuatu tanpa Allah di dalamnya… Mas BRO… Kenapa yah Al Ghazali dan sufi-sufi lain ngomongnya kaya gitu…Apa ngga musrik…??? Berarti Allah itu ada dimana-mana… di dalam debu.. di dalam batu.. di dalam patung…!!! Makanya baca Al Qur’an KUDU WERUH ING MAKNANE… itu kata lagu TOMBO ATI Baca Qur’an harus mengerti dan memahami maknanya kemudian diamalkan… Kata Qur’an : AKU mudahkan Al Qur’an dalam bahasamu…!!! Maka baca tafsirnya… Kata Qur’an Allah itu ada dimana…??? Apakah ada di Mekah…!!!??? Tanya sama AYU TINGTING dimana alamatnya…!!! Jangan-jangan alamat palsu…!!!

Tanda-tanda Kami disegenap penjuru, dan didalam diri mereka sendiri, sehingga jelas bagi mereka bahwa Al Qur’an itu benar… ( FUSHSHILAT 41 : 53 ) … …di dalam dirimu, apakah engkau tidak memperhatikan ( ADZ-DZARIYAT 51 : 21 ). Kami telah mengutus seorang utusan dalam diri-mu ( AT-TAUBAH 9 : 128) Tuhan menempatkan diri antara manusia dengan kolbunya ( AL-ANFAL 8:24 ) Di dalam diri manusia ada Cahaya Yang Maha Melihat ( AL QIYAMAH 75 : 14 ) Allah akan membimbing dengan Cahayanya kepada Cahayanya bagi siapa yang Dia kehendaki (AN NUUR 24 : 35). HADITS QUDSI : Di dalam setiap rongga anak Adam Aku ciptakan suatu mahligai yang disebut dada, dalam dada ada kolbu, dalam kolbu ada fuad ( hati yang bersih ), dalam fuad ada syagofa, di dalam syagofa ada Sir, di dalam Sir ada AKU …. Oleh karena itu wajar bila para sufi mengatakan : QOLBU MUKMIN BAITULLAH… Ternyata ngga ada satu ayatpun yang menyatakan Allah ada di MEKAH. Allah berada dimana-mana. Allah berada di dalam semua ciptaanNYA, di dalam debu bahkan di dalam atom.. Allah sebagai sumber energi… Bila atom meledak Hirosima dan Nagasaki pun hancur… Allah berada di dalam diri semua umatNYA.. Allah berada di dalam diri kita semua… Allah adalah AL BATHIN… Kolbu mukmin baitullah… Perjalanan menuju Allah adalah perjalanan dari alam lahiriyah menuju alam bathiniyah… Bukan perjalanan ke Mekah ataupun ke Cina… Allah menciptakan manusia sebagai mahluk yang paling sempurna, bahan dasarnya juga harus sempurna … yaitu dari DZAT ALLAH itu sendiri… Sesungguhnya telah Kami ciptakan manusia dengan cara yang sempurna, kemudian kami jerumuskan dia ketempat yang serendah-rendahnya, kecuali mereka yang beriman dan melakukan amal kebaikan, mereka akan mendapat pahala yang tiada habis-habisnya ( AT-TIN 95 : 4-5-6 ) … Setelah Aku sempurnakan kejadiannya, Aku tiupkan Ruh-Ku kepadanya ( AL HIJR 15 : 29 ) Ruh adalah ESSENSI Dzat Illahiah yang bersemayam di dalam setiap ciptaanNYA.. DIA berada dimana-mana…namun dalam Ke-ESA-annya DIA tidak kemana-mana. DIA berada di dalam debu, di dalam batu, di dalam patung, di dalam tumbuh-tumbuhan, di dalam hewan dan di dalam diri manusia sebagai

RUH, sebagai ESSENSI DZAT ILAHIAH, sebagai sumber Energi…di alam semesta… Jangan berburuk sangka menganggap orang lain sesat karena menyembah batu atau menyembah patung, yang disembah bukan batunya, bukan pula patungnya. Yang disembah bukan Namanya, karena Nama Allah yang sebenarnya kita tidak tahu… Nama Allah yang sebenarnya tidak bisa kita ucapkan dan tidak bisa kita tuliskan, karena berjumpa pun belum apalagi mengenalnya. Yang kita sembah adalah DZAT ILAHIAH YANG ADA DI DALAMNYA.. Perilaku islami itu terbentuk melalui suatu proses perjalanan dan pengalaman spiritual…yang tidak bisa kita peroleh dari bangku sekolah atau pesantren…itu kata Jalaluddin Rumi Manusia sebagai mahluk yang paling sempurna memiliki Jasmani, Ruhani dan Nafsu… Ketika masih di dalam kandungan, kita sudah hidup karena sudah diberi Ruh, tapi belum bernafas, belum diberi nafsu.. Setelah lahir kedunia baru kita bernafas yang keluar masuk melalui lubang hidung. Setelah bernafas barulah ada nafsu… Nafas berasal dari kata NAFS.. Oleh karena itu NAFSU bisa dikendalikan dengan cara mengatur pernafasan melalui dzikirmeditasi Sabda Rosulullah saw : Segala sesuatu ada pembersihnya, pembersih qolbu adalah DZIKIR Jalan terdekat menuju Allah adal DZIKIR Berpeganglah pada Al Qur’an dan Sunnah… Urusan dunia engkau lebih tahu, namun tata cara beribadah ikuti-lah caraku… Kenapa kita tidak melakukan tata cara Rosulullah saw ketika di Guha Hiro…??? Apa yang beliau lakukan di Guha Hiro…??? Kata kuncinya adalah DZIKIR-MEDITASI…!!! Wa iz akhaza Robbuka min bani adama min zuhurihim zurriyyatahum wa asyhadahum ala anfusihim alastu birobbikum, qolu bala syahidna… Dan (ingatlah) ketika Tuhan-mu mengeluarkan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap mereka ( seraya berfirman ) : Bukankah AKU TUHANMU…??? Semua jiwa ( anfusihim ) menjawab benar kami bersaksi (Surat Al A’raaf 7 : 172)… ANFUSIHIM adalah bentuk jamak dari NAFS.. NAFSU.. namun ada yang mengartikan NAFS sebagai JIWA dan ada juga yang mentafsirkannya sebagai RUH… Secara logika yang diberi amanah, yang bersyahadat, yang bersaksi, yang dibai’at itu NAFSNYA, jiwanya, agar NAFS TERKENDALI, bukan jasmaninya…!!! JIWA ini benar-benar bersaksi dihadapan Allah… Lalu bagaimana dengan orang-orang yang merasa dirinya sudah bersaksi, merasa dirinya sudah bersyahadat…??? Apakah mereka itu sudah berhadap-hadapan dengan Allah. Kata sesepuh bersaksi itu harus melihat

dengan mata kepala sendiri… Oleh karena itu kita harus mengenal JATI DIRI kita…melalui DZIKIR-MEDITASI.. Karena RUH berasal dari Dzat Allah, maka RUH tetap suci, tidak akan tercemar, tidak akan kena polusi.. Ruh berada dalam SIR sebagai AKU yang bertugas mengendalikan nafsu yang bersarang di dalam kolbu setiap manusia… Melalui Dzikir-meditasi EGO-NAFS dimatikan agar KESADARAN RUHNYA bangkit sehingga bisa berkomunikasi dengan Allah… Maka disebabkan rahmat Allahlah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu, karena itu maafkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka dan bermusyawarahlah dengan mereka …( ALI IMRAN 3 : 159 ) Barang siapa bersabar dan memaafkan, sungguh yang demikian itu termasuk perbuatan yang mulia ( ASY-SYURA 42 : 43 ) Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal saleh, kelak Allah akan menanamkan dalam (hati ) mereka rasa kasih sayang ( Maryam 19 : 96 ) Allah akan membimbing dengan Cahayanya kepada Cahayanya bagi siapa yang Dia kehendaki (AN NUUR 24 : 35). Barang siapa yang hatinya dibuka oleh Allah kepada Islam (fitrah), maka dia itu mendapat Nur dari Tuhan-nya (AZ-ZUMAR 39 : 22) Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan (Al Qashash 28 : 77) Sabda Rosulullah saw : DZIKIR selain sebagai pembersih qolbu juga sebagai jalan terdekat menuju Allah, dzikir sebagai pembuka jalan menuju Allah… Bila hati kita bersih, jalan menuju Allah terbuka lebar dan Allahpun akan mendekat. Allah akan memberikan taufik dan hidayahnya kepada kita sehingga keimanan kita pun akan meningkat.. Saat Allah mendekat rasakan getaran ENERGINYA.. bergetar hatinya (Al Anfal 8 : 2 ), merinding kulitnya ( Az- Zumar 39 : 23 ), menyungkur dan menangis ( Maryam 19 : 58 )… ITULAH YANG DISEBUT SUJUD IMAN… Bila kita berdzikir dengan penuh keikhlasan dan keridhoan, insya Allah suatu saat Allah akan memperlihatkan Cahayanya… NUR MUHAMMAD.. Apakah kita pernah mengalaminya…??? Bila belum janganlah merasa diri paling beriman…!!! Allah juga akan menurunkan rahmatnya kepada mereka yang beriman sehingga perilakunya berubah menjadi lemah-lembut, penyabar disertai rasa kasih sayang terhadap semua mahluk ciptaan Allah…tawadu .. karena CAHAYA ALLAH sudah menerangi hatinya…

Bila kita belum memilik sifat-sifat tersebut, belum tawadu berarti HATI kita masih GELAP… Hatinya belum dibuka kepada Islam sehingga hatinya belum disinari CAHAYA ALLAH… EGO kita masih tinggi… sehingga BELUM BISA DIKATAKAN BERIMAN … BELUM MUSLIM. Islamnya masih ISLAM SEMU.. islamnya masih ISLAMISLAMAN Menurut lo gimana BRO kalo ada orang yang menganggap agama Islam aliran merekalah yang paling yang paling benar, ajaran yang tidak sesuai dengan mereka itu bid’ah bahkan dianggap kafir…dan dihalalkan darahnya untuk dibunuh…??? Apakah EGO-NAFSnya yang bicara ataukah mereka benar-benar muslim yang beriman….??? Kalo mereka merasa paling benar, kenapa mereka tidak mengikuti tata cara Rosulullah saw ketika di guha Hiro…??? Mungkin kita masih teringat patung-patung wayang di Purwakarta yang dibuat PEMDA untuk mempercantik kotanya DIHANCURKAN sekelompok orang pada BULAN SEPTEMBER 2011… Kenapa yah ko BULAN SEPTEMBER… ??? G30S juga SEPTEMBER… Peristiwa gedung WTC di Amerika juga bulan SEPTEMBER… Mungkin kita masih ingat siaran di TV saat patung-patung itu dihancurkan… Tampak di TV betapa AROGANNYA para pelaku yang menghancurkan patung-patung tersebut. Kata berita TV.. Propokatornya dari sebuah PESANTREN yang dipimpin oleh USTADNYA…. Menurut ente BRO… APAKAH ITU PERILAKU YANG ISLAMI…???? Menurut ente BRO … apakah itu ISLAM BENERAN ataukah ISLAM SEMU…??? Kalo kita SEBAGAI USTAD MENGAJARKAN HAL YANG KELIRU.. LALU DIGUGU DAN DITIRU… DOSANYA GIMANA..??? CAPE DEH…!!! EGP AJA LAGI…!!! BRO… kata seorang sufi : Fir’aon sahabatku, iblis guruku.. Aku tidak menyisakan ruang kebencian di hatiku sekalipun itu terhadap iblis…. Menurut lo gimana BRO…Sufi ini sesat ngga..??? Syaeton dan iblis kan musuh yang nyata…!!! Jangan ada kebencian.. Apapun yang kita benci di dalamnya ada rahasia Allah … Lihat air comberan, kotor dan busuk namun di dalamnya ada milyaran kehidupan, di dalamnya ada Rahasia Allah Kata Rosulullah belajarlah sampai ke negeri Cina… Kita belajar juga ke Jepang… Kata MUSASI jago samurai : Musuh adalah guru yang sedang menyamar..Pelajari jurus-jurusnya… Jurus syaeton-iblis adalah HAWA NAFSU. Bila kita menghadapi iblis dengan hawa nafsu, maka kita sudah keok… terperangkap jurus iblis. Hindari syaeton dan iblis dengan kebersihan hati, sabar, tulus dan ikhlas….

Islam itu FITRAH… yang mengajarkan tentang kesucian, kedamaian, keselamatan, kasih-sayang, kesabaran, keikhlasan serta berserah diri kepada Allah melalui keimanan dan ketakwaan…Itulah ISLAM SEJATI .. ISLAM UNIVERSAL…yang dianut semua umat… Hadapkan wajahmu pada Agama FITRAH… Allah yang telah menciptakan manusia menurut Fitrah itu, Tidak ada perubahan pada Fitrah Allah … ( AR-RUM 30 : 30 )… Sesungguhnya agama kamu ini satu ( AL ANBIYA 21 : 92 ) Agama di sisi Allah adalah Islam-Fitrah ( ALI IMRON 3: 19 ) Aku ridhoi Islam (fitrah) sebagai agama bagimu ( AL MAIDAH 5 : 3 ) Sesungguhnya ini adalah agama kamu semua, agama yang satu dan AKU adalah Tuham-mu, maka bertaqwalah kepada-KU ( AL MU’MINUN 23 : 52 ) Kemudian mereka menjadikan agama mereka terpecah-belah menjadi beberapa pecahan. Tiap-tiap golongan merasa bangga ( EGO ) dengan apa yang ada pada sisi mereka ( masing-masing ). Maka biarkanlah mereka dalam kesesatannya sampai suatu waktu ( AL MU’MINUN 23 : 53-54 ) Perintah AL QUR’AN jelas bahwa kita harus menghadapkan diri pada agama FITRAH.. Semua agama mengajarkan tentang FITRAH.. Namun terserah lo juga BRO…. mau pilih menghadapkan wajahmu pada SUNI-WAHABI- atau SYIAH…??? GUE PILIH ATAU AJE DEH…!!! YANG JELAS GUE NGGA MAU JADI ISLAM-ISLAMAN… Gue suka Islam ajaran Rosulullah saw .. Islam yang lembut, pemaaf, penuh kasih sayang dan tidak merusak… gitu loh….!!!

PENYEBAB PERPECAHAN ANTAR UMAT EGO …EGO SEKALI LAGI … EEEGGGOOO…!!! Dr Maman SW. SpOG

Itullah yang menyebabkan perpecahan antar umat… Karena EGO mata hati tertutup… Buta di dunia maka buta juga di akhirat…itu kata Qur’an bukan kata gue BRO..

Hadapkan wajahmu pada Agama Fitrah, Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu, tidak ada perubahan pada fitrah Allah ( ARRUM 30:30 ).. Sesungguhnya ini adalah agama kamu semua, agama yang satu dan AKU adalah Tuhan-mu, maka bertaqwalah kepada-KU ( AL MU’MINUN 23 : 52 ) Kemudian MEREKA MENJADIKAN AGAMA MEREKA TERPECAH-BELAH menjadi beberapa pecahan. TIAP-TIAP GOLONGAN MERASA BANGGA ( EEEGGGOOO…!!! ) dengan apa yang ada pada sisi mereka ( masingmasing ). Maka biarkanlah mereka dalam kesesatannya sampai suatu waktu ( AL MU’MINUN 23 : 53-54 ) ALLAH ADALAH AL BATHIN… Perjalanan menuju Allah adalah perjalanan dari alam lahiriyah menuju alam bathiniyah… BUKAN PERLALANAN KE MEKAH… Tanda-tanda Kami disegenap penjuru, dan didalam diri mereka sendiri, sehingga jelas bagi mereka bahwa Al Qur’an itu benar… ( FUSHSHILAT 41 : 53 ) … …di dalam dirimu, apakah engkau tidak memperhatikan ( ADZDZARIYAT 51 : 21 ). Kami telah mengutus seorang utusan dalam diri-mu ( AT-TAUBAH 9 : 128) Tuhan menempatkan diri antara manusia dengan kolbunya ( AL-ANFAL 8:24 ) HADITS QUDSI : Di dalam setiap rongga anak Adam Aku ciptakan suatu mahligai yang disebut dada, dalam dada ada kolbu, dalam kolbu ada fuad ( hati yang bersih ), dalam fuad ada syagofa, di dalam syagofa ada Sir, di dalam Sir ada AKU …. AKU tidak berada di bumi, AKU tidak berada di langit, namun AKU berada di dalam hati orang-orang yang beriman Fuad adalah hati yang bersih. Syagofa artinya yang lebih dalam… Jadi beralasan bila para sufi mengatakan : KOLBU MUKMIN BAITULLAH Itulah BAITULLAH YANG HAKIKI yang harus dibersihkan dari EGO agar tidak menjadi sarang syaeton dan iblis…!!! … di dalamnya Allah berkenan untuk dimuliakan dan disebut Namanya serta bertasbih pagi dan petang… ( AN NUUR 24 : 36 ) Di dalam diri manusia ada Cahaya Yang Maha Melihat ( AL QIYAMAH 75 : 14 ) Allah akan membimbing dengan Cahayanya kepada Cahayanya bagi siapa yang Dia kehendaki (AN NUUR 24 : 35). Setelah Aku sempurnakan kejadiannya, Aku tiupkan Ruh-Ku kepadanya ( AL HIJR 15 : 29 )

Setiap manusia itu ada jasmaninya, ada Ruhnya dan ada nafsunya… Sejak di dalam kandungan ibu, bayi sudah hidup karena sudah dihembuskan Ruh Allah… walaupun belum bernafas, belum ada nafsunya. Setelah dilahirkan baru diberi nafas… Kata nafas berasal dari kata NAFS.. yang artinya NAFSU-JIWA- EGO….YANG BISA DIKENDALIKAN MELALUI PENGATURAN NAFAS… MELALUI DZIKIR-MEDITASI.. Tata cara atau metoda dzikir-meditasi itu banyak sekali… Carilah metoda yang sederhana dan mampu laksana. Sebagaimana kita belajar bacatulis, bila kita tidak punya computer ya bisa pakai areng… yang penting bisa baca-tulis… Setelah itu silahkan baca buku apa saja.. Di akhir Tahun ini AYO .. KITA BELAJAR MENGHILANGKAN EGO sejenak saja agar kita bisa merasakan bagaimana rasanya berdekatan dengan Allah.. BERGETAR HATINYA.. MERINDING KULITNYA.. MENYUNGKUR DAN MENAGIS Orang beriman saat mendengar Asma Allah akan bergetar hatinya (AL ANFAL 8 : 2 ) Merinding kulit orang-orang yang takut kepada Tuhannya, kemudian menjadi tenang kulit dan hati mereka diwaktu mengingat Allah ( AZZUMAR 39 : 23 ) Apabila dibacakan ayat-ayat Allah kepada mereka, maka mereka akan menyungkur , bersujud dan menangis ( MARYAM 19 : 58 ) Silahkan duduk santai di atas kursi atau dilantai dengan alas yang empuk… Duduk setegak mungkin,, Siapkan aqua di gelas tertutup, diminum sedikit untuk merasakan air aqua seperti apa. Setelah selesai berlatih aqua nya diminum.. rasanya biasanya akan berubah menjadi pahit… ITU sebagai bukti adanya Energi Ilahi yang memberkati kita…. Putarkan musik lembut.. Bagi yang beragama Nasrani putarkan lagu malam kudus… Bagi yang beragama Islam putar musik yang islami minimal kita membayangkan seolah-olah kita mendengar lagu salawat untuk menyambut kedatangan Rosulullah saw.. ketika pertama kali beliau hijrah ke Madinah… Pejamkan mata… ujung lidah menyentuh langit-langit… yang akan merangsang otak sehingga mengeluarkan hormone pertumbuhan (HGH), daya kekebalan tubuh, sel anti kanker , hormon endomorhin dan melatonin… sehingga hati kta menjadi tenang… Bila otaknya direkam akan muncul gelombang Alfa dan Teta… Bila Cahaya Auranya difoto akan muncul cahaya merah-kuning-hijau-biru-ungu dan puncak meditasi keluar cahaya putih Sesungguhnya ORANG YANG PALING MULIA diantara kamu DISISI ALLAH adalah ORANG YANG PALING TAQWA DIANTARA KALIAN… Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal ( AL HUJURAT 47:13 ).

Saat berdzikir-meditasi sambil menempelkan ujung lidah ke langit-langit… secara hakikinya kita mengukir Asma Allah dengan ujung lidah pada langit- langit… Bila suatu saat kita tidak sanggup lagi untuk mengucapkan Asma Allah.. Cukup dengan menempelkan ujung lidah pada ukiran tersebut… maka kita mati dalam keadaan beriman, mati sebagai muslim… Tarik nafas perlahan-lahan tidak tampak gerakan menarik nafas sambil dalam hati ucapkan HUUUUUU… sampai rongga dada terasa penuh.. Tahan nafas sambil dalam hati ucapkan nama ALLAH berulang-ulang minimal 7 kali… kemudian keluarkan nafas perlahan-lahan… sambil dalam hati ucapkan Allaaaaaaahhhh…. LAKUKAN MINIMAL 7X – 9X PERNAFASAN SAJA… ATAU BERLATIH 10 MENIT SAJA… KEMUDIAN BACA TULISAN DI BAWAH INI : Ya Allah …Ya Robbi … rahmatilah aku dengan Kitab-Mu Jadikanlah ia sebagai pemimpin, cahaya, petunjuk dan rahmat bagiku Ya Allah ingatkanlah aku apa yang aku lupa dari padanya Berikanlah aku ilmu apa yang belum aku ketahui mengenainya Anugerahkanlah kepadaku untuk membacanya Di tengah malam dan di penghujung siang Jadikanlah ia sebagai pegangan bagiku wahai Tuhan Sekalian Alam Ya Allah … Ya Robbi… Di kaki-MU … aku bersimpuh Ya Allah … Ya Robbi… Sesungguhnya … Aku … tidak pernah merasa bahwa … diriku bersih Aku … tidak pernah merasa bahwa … diriku suci Aku … tidak ingin menjadi orang yang munafik Aku … tidak ingin menjadi orang … yang sok moralis Di usia yang tersisa ini … Aku sekedar ingin jujur … terhadap diriku sendiri Aku sadar … bahwa selama darah ini masih merah Omong kosong …bila diri ini tidak pernah berbuat salah Aku tidak tahu lagi … Berapa banyak … kebodohan …kebatilan … dan kedzoliman yang aku lakukan Betapa tebalnya … noda dan dosa … yang meliputi … dinding hati ini Yang aku tahu … Baju keimananku compang-camping.. Baju taqwaku porak poranda Namun tak henti-hentinya aku berharap… kepada-Mu … Ya Allah Engkaulah Lautan Ampunan…Engkaulah Lautan Kasih Sayang Di Pantai-Mu …Aku hanya sebutir pasir yang tersingkir Dalam Laut-Mu …Aku hanya sekedar buih yang tersisih Namun kurentangkan juga sayapku menuju kepada-Mu dengan hati merunduk dan sujud Ya Allah … Ya Robbi … Maha Suci Engkau

Sesungguhnya aku orang yang dzolim Ampunilah hamba-Mu ini … Ya Allah Dengan izin dan keridoan-Mu Masukkanlah aku kedalam golongan orang-orang yang bersyukur dan berserah diri Cabutlah … nyawaku … kala aku sedang menyebut Nama-Mu Terimalah aku …dalam naungan kasih-sayang-Mu sebagaimana … dan … sebagai apa adanya Amin… amin… Ya Robbal alamin Getar rasa tanpa swara …APAPUN NAMA AGAMANYA… Dalam hening… Rasakan kehadiran-NYA… Rasakan Getaran Energi-Nya … Melalui nurani yang bening…Dia menyapa hamba-Nya … Wahai hamba-hamba-Ku yang telah melampaui batas terhadap diri sendiri, janganlah kamu berputus asa atas Rahmat Allah yang akan mengampuni semua dosa, sesungguhnya Dia Maha Pengampun lagi Maha Penyayang ( AZ-ZUMAR 39 : 53) Sesungguhnya Allah tidak mengampuni dosa syirik, tetapi Dia mengampuni dosa-dosa selain itu terhadap orang-orang yang diridhoinya ( AN-NISAA 4 : 48 ) Untuk merasakan kehadiran-Nya… Untuk merasakan Getaran EnergiNya… BUKAN MELALUI GOLOK DAN PARANG… BUKAN MELALUI PERANG… BUKAN MERASA DIRI HARUS JADI PEMENANG … NAMUN EGO KITA HARUS HILANG…!!! Semua agama apapun nama agamanya, mengajarkan hal yang sama, yaitu tentang kesucian, kedamaian, kasih sayang, kesabaran, keikhlasan dan berserah diri kepada Allah… melalui keimanan dan ketakwaan. Itulah Agama Fitrah…Ajaran Allah yang tidak pernah berubah… Itulah Islam sejati yang diridhoi Allah. Itulah Islam universal yang dianut semua umat Allah.. Bukan Islam Arabi ajaran WAHABI-SUNI dan yang lain lagi… Namun Ajaran Islami dari HYANG WIDI… Melalui wahyu para Nabi… Disempurnakan Nabi yang umi ….turun ke para sufi … kemudian diajarkan para wali… di negri ini… Dihadapan Allah kita harus merunduk … dan… sujud.. . Ego kita harus dihilangkan…!!! Semoga siapapun yang membaca tulisan ini bisa merasakan dan membuktikan kebenaran Kitab Allah … Bergetar hatinya … Merinding kulitnya … Menyungkur menangis

dan

Semoga Allah memberkati kita semua … May God bless you and bless all of us… Amin … amin … Yaa Robbal alami CIREBON, AKHIR DESEMBER 2015

Diposkan oleh Spiritual di 09.09 Tidak ada komentar: Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest

TwitterBerbagi

ke

ISLAM NUSANTARA SIAPA TAKUT. 19 MARET 2016

ISLAM NUSANTARA NNUUSSSAANNTTAAARRRAAA SIAPA TAKUT…!!! Dr H Maman sw SpOG Menurut lo gimana Bro… lu kan mesantren gua mah ngga… Gue ngga bisa ngaji Qur’an… dengan baik dan benar Gue bukan ahli tafsir… tapi gue seneng baca tafsir… Orang Sunda biasanya ngga bisa nyebut F.. FANTA .. selalu dibacanya P.. PANTA. Masih bagus ngga dibaca PANTAT.. Ternyata Rosulullah juga ngga marah waktu BILAL ngga bisa bilang SY… bisanya S.. Apalagi Allah YANG MAHA PENGAMPUN… Maha Pengasih dan Penyayang… Gue belum ngomong Allah udah ngerti… yang ngga ngerti omongan gue mah orang Arab…

Contohnya kalo ada orang yang bibirnya sumbing sampai tulang rahang atasnya juga belah, pasti ngomongnya jadi bindeng… Kalo dia memperkenalkan namanya MEMET NURHIKMAT… Pasti kedengerannya jadi MEMEK NU NIKMAT… hehehe…ngga marah kan…!!!??? Masalah ISLAM NUSANTARA… ISLAM SUNI.. SYIAH… WAHABI.. dsb… Menurut lo gimana…??? Menurut Qur’annya yang harus kita pilih yang mana…??? Hadapkan wajahmu pada AGAMA FITRAH, Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu, TIDAK ADA PERUBAHAN pada fitrah Allah ( AR-RUM 30:30 ).. Sesungguhnya ini adalah agama kamu semua, agama yang satu dan AKU adalah Tuhan-mu, maka bertaqwalah kepada-KU ( AL MU’MINUN 23 : 52 ) Kemudian MEREKA MENJADIKAN AGAMA MEREKA TERPECAH-BELAH menjadi beberapa pecahan. TIAP-TIAP GOLONGAN MERASA BANGGA ( EEEGGGOOO…!!! ) dengan apa yang ada pada sisi mereka ( masingmasing ). Maka biarkanlah mereka dalam kesesatannya sampai suatu waktu ( AL MU’MINUN 23 : 53-54 ) Hehehe … otak gue memang nyeleneh Bro… Ternyata ngga ada yang kepilih tuh…!!! Allah menyayangi semua umat ciptaan-NYA.. Allah tidak pilih kasih.. Allah tidak membeda-bedakan umat-NYA dari tata caranya beribadah, tapi yang dilihat Allah adalah kadar keimanan dan ketaqwaann… Yang dilihat Allah adalah hatinya… Sesungguhnya orang-orang beriman dan mereka penganut agama Yahudi, Nasrani, Shabiin serta siapa saja yang beriman kepada Allah, hari kemudian serta berbuat kebajikan, mereka akan mendapat pahala dari Tuhan-nya, dan mereka tidak merasa ketakutan dan duka cita ( AL BAQARAH 2 : 62 ) Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang lakilaki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu BERBANGSA-BANGSA dan BERSUKU-SUKU supaya kamu saling bersilaturahmi Sesungguhnya ORANG YANG PALING MULIA diantara kamu DISISI ALLAH adalah ORANG YANG PALING TAQWA DIANTARA KALIAN… Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal ( AL HUJURAT 47:13 ). ….. Untuk setiap umat diantara kamu, Kami berikan ATURAN ( SYARIAT ) dan JALAN YANG TERANG ( JALAN SPIRITUAL-AGAMA )… Bila Allah menghendaki, pasti kamu dijadikan satu umat ( saja ), tetapi Allah hendak menguji kamu terhadap karunia yang diberikan-Nya kepada kamu, maka BERLOMBA-LOMBALAH berbuat kebajikan … ( AL MAIDAH 5 : 48 ) Bagi setiap umat ada Rosul, ( YUNUS 10 : 47 ).

Kami tidak mengutus seorang Rosulpun, melainkan dengan bahasa kaumnya, supaya ia dapat memberikan penjelasan dengan terang kepada mereka ( IBRAHIM 14 : 4 ). Bagi tiap-tiap masa ada kitab ( AR-RAD 13 : 38 ) Sejak umat manusia diciptakan, Allah telah memberikan ATURAN dan JALAN YANG TERANG bagi semua umatnya di dunia agar selamat di dunia dan ahirat melalui para Rosulnya… Bagi setiap umat Allah mengirimkan seorang Rosul dalam bahasa kaumnya… Bagi setiap masa ada kitab yang mengajarkan tentang AGAMA FITRAH….yang mengajarkan tentang kesucian kedamaian, keselamatan, kasih-sayang, kesabaran, keikhlasan serta berserah diri kepada Allah melalui keimanan dan ketaqwaan… Muslim artinya berserah diri… Seperti halnya Allah memberi beras kepada setiap umatnya… Agar mudah dicerna dan enak dimakannya maka beras itu di olah jadi nasi kebul, jadi nasi padang jadi nasi lengko bagi yang sehat. Bagi yang sakit dibuatkan bubur ayam… setelah diolah namanya jadi berbeda.. Demikian juga Agama Fitrah disesuaikan dengan situasi dan kondisi umatnya… jadi HINDU, BUDHA, NASRANI, ISLAM, SUNDA WIWITAN, ILMU SEJATI SANGKAN PARANING DUMADI, ISLAM NUSANTARA …dsb INGAT MATAHARI TERBIT DARI TIMUR… Awal mula kehidupan di awali di wilayah Timur… Gue yakin Allah pernah menurunkan Rosul-NYA di WILAYAH NUSANTARA untuk mengajarkan Agama Fitrah sehingga perilaku umat di wilayah NUSANTARA sudah sangat manusiawi… Peradabannya sudah tinggi karena sudah menganut Agama Fitrah….sebelum turun di Arab… Berbeda dengan di Arab… di Indonesia sudah ada Borobudur di Arab masih ngawaur, masih zaman jahiliyah, masih biadab, masih sadis, bayi perempuan dibunuh, dikubur hidup-hidup… Oleh karena itu Allah mengutus Rosulullah saw di wilayah Arab…. Rosulullah saw mengoreksi serta menyempurnakan Agama Fitrah agar mudah dicerna dan mudah dilaksanakan oleh bangsa Arab Jahiliyah, sehingga perilakunya berubah sesuai FITRAH… Namun setelah Rosulullah saw tiada… Prilaku di Timur Tengah PERANG TERUS… karena EEEGGGOOO Sabda Rosulullah perang yang paling hebat adalah perang melawan EGO… hawa nafsu… Gue yakin Allah Maha Adil, tidak mungkin Allah membiarkan umatnya yang di Timur menjadi terbelakang… Oleh karena itu Allah mengembalikan Agama Fitrah yang telah disempurnakan ke Wilayah Nusantara… Itu sebagai bukti Allah Maha Adil… Oleh karena itu Ajaran Rosulullah saw langsung diterima oleh umat di Wilayah Nusantara tanpa pertumpahan darah… Karena essensi dan substansinya sudah mengakar di Wilayah Nusantara… JADI HANYA GANTI CASING…

Wajar bila Rosulullah saw berkata : Belajarlah sampai ke negeri CINA…. Urusan Dunia engkau lebih tau, tata cara beribadah ikutilah caraku…!!!! Ada pelajaran apa di Cina…??? Apa yang dilakukan Rosulullah di guha Hiro…??? Waktu itu belum ada Al Qur’an dan tata cara Sholat seperti sekarang namun Rosulullah saw bisa mendapatkan wahyu … Kata kuncinya DZIKIR-MEDITASI…itu sudah ada di Cina .. di Timur… Kenapa kita tidak mengikuti tata cara Beliau di Guha Hiro…??? Dengan Al Qur’an dan Sunnah kita bersyareat, memiliki landasan hukum sebagai aturan dalam kehidupan kita bermasyarakat… Jangan terpaku hanya pada syareat.. Raihlah haqeqat untuk mencapai ma’ripat, untuk mencapai tingkat ikhsan dan menjadi insan kamil. Karena Allah adalah AL BATHIN. Perjalanan menuju Allah adalah berjalanan ke alam bathiniyah… Ayat-ayat Al Qur’an TIDAK BOLEH DIRUBAH namun untuk urusan duniawi, implementasi, penerapan dan penjabarannya BISA DIAMANDEMEN disesuaikan dengan situasi dan kondisi yang berkembang dimasyarakat. ITULAH YANG DISEBUT MAZHAB… MAZHAB ALA INDONESIA.. ISLAM NUSANTARA SIAPA TAKUT… HEHEHE… Lembut-damai-ngga egois… toleran… bergotong-royong… NGGA ADA PERANG… MASALAH BUAT LOH….!!! INGAT SABDA ROSULULLAH SAW : Urusan dunia engkau lebih tahu, namun tata cara beribadah ikutilah caraku… Mintalah fatwa pada hati nuranimu setelah orang lain memberimu fatwa, setelah orang lain memberimu fatwa, setelah orang lain memberimu fatwa…sebagai acuan untuk studi banding… KATA ALM. GUS DUR : Umat Islam saat kini berpandangan sempit dan sangat ekslusif, sehingga tidak mampu mengambil bagian dalam kebangkitan peradaban pada masa perkembangan IPTEK, dogmatis dan tidak kreatif karena terpaku pada hukum fiqih. Ilmu Fiqih sebagai teori hukum sebenarnya merupakan proses kreatif yang dapat mempertemukan antara kebutuhan zaman dan norma agama …Bila ilmu Fiqih tidak dipergunakan secara kreatif maka akan berubah fungsi menjadi alat seleksi yang sangat normative. Ilmu fiqih yang kaku tidak fleksible akan mematikan kreativitas… mematikan semangat jiwa transformatif…mengkerdilkan pola pikir umat Islam. Pada akhirnya pola pikir umat Islam jadi TERPASUNG…!!! CAPE DEH…!!! Pada akhirnya umat Islam hanya akan menjadi objek perkembangan sejarah, bukan sebagai pelaku yang bermartabat… Oleh karena itu kata Gus Dur, perlu dikembangkan agenda baru yang menampilkan universalisme dan kosmopolitanisme baru dalam ajaran Islam… ITULAH ISLAM UNIVERSAL… ITULAH ISLAM FITRAH YANG DIANUT SEMUA UMAT…

Demikian Prolog Gus Dur dalam buku Nurcholis Majid dkk : ISLAM UNIVERSAL… ITULAH ISLAM NUSANTARA… sesuai Agama Fitrah… Gitu aja kok repot…!!! Kata Kahlil Gibran : Tuhan telah memasang pelita di dalam setiap hati kita yang menyinarkan pengetahuan dan keindahan, dosa lah yang mematikan pelita itu dan menguburkannya dalam abu… Tuhan telah menciptakan jiwa-jiwa kamu dengan sayap-sayap untuk terbang di langit Cinta dan Kebebasan yang luas. Alangkah sayangnya kalau kamu tebas sayapmu dengan tanganmu sendiri dan memaksa jiwamu merangkak-rangkak bagaikan kutu di atas tanah… Cape deh… Menurut lo gimana Bro… ada ngga islamisasi di Nusantara…??? ISLAMISASI ataukah ARABISASI budaya Arab…MELALUI DANA BEA SISWA…??? BUDAYA merupakan JATI DIRI suatu bangsa…Untuk menghancurkan, menguasai, menjajah suatu bangsa tidak harus pakai senjata.. Cukup dengan menghancurkan budayanya saja dengan mengatasnamakan agama… maka pola pikir jadi terpasung….tanpa sadar kita sudah terjajah… Indonesia sangat kaya Sumber Daya Alam.. termasuk minyak bumi… Konon kabarnya cadangan minyak bumi di Arab Saudi sudah semakin menipis… Bukan suatu hal yang mustahil bila Arab Saudi pun MUNGKIN mengincar Sumber Daya Alam Indonesia.. Sesungguhnya ISLAMISASI ITU TIDAK ADA… Karena semua umat manusia itu sudah muslim. Semua umat manusia di dunia itu sudah berserah diri kepada Allah…sesuai Agama Fitrah… Ketika Allah berfirman : Bukankah AKU Tuhan-mu.. Semua JIWA-RUH menjawab : Benar kami bersaksi ( AL A’RAAF 7 : 172 ) Cirebon, 04 Januari 2016

SAMPURASUN … MAZHAB ALA SUNDA. REVISI 09-JANUARI2016

SAMPURASUN … SAMPURNA NING INGSUN MAZHAB ALA SUNDA SIAPA TAKUT MASALAH BUAT LO…!!! REVISI 09-JANUARI-2016 Dr H MAMAN SW SpOG Tuhan menyatakan diriNYA sebagai AKU-INGSUN-ANA sesuai bahasa kaumnya..

AKU adalah Allah ( AL ILAH-Yang Disembah ), tiada Tuhan selain AKU (THOHA 20 : 14). ALLAH dari kata AL ILAH artinya yang disembah… Nama Tuhan yang sebenarnya tidak bisa kita tuliskan dan tidak bisa kita sebutkan…. Mereka (KITA SEMUA) TIDAK MENGENAL Allah dengan sebenar-benarnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kuat lagi Maha Perkasa ( ALHAJJ 22 : 74 ) Kamu (KITA SEMUA) tidak menyembah yang selain Allah KECUALI HANYA NAMA-NAMA yang kamu dan nenek moyangmu membuat-buatnya, Allah tidak menurunkan suatu keteranganpun tentang nama-nama itu ( YUSUF 12 : 40 ) Itu tidak lain hanyalah nama-nama yang kamu (KITA SEMUA) dan bapakbapakmu (BAPAK-BAPAK KITA) mengada-adakannya, Allah tidak menurunkan suatu keteranganpun untuknya (nama-namanya), mereka tidak lain hanyalah mengikuti sangkaan-sangkaan dan hawa nafsunya ( AN NAJM 53 : 23 ). Orang Jawa dan Sunda menyebut nama Tuhannya GUSTI PANGERAN. Orang Hindu menyebutnya RADHA SWAMI.. Radha artinya RUH dan Swami artinya YANG MAHA TINGGI.. Orang Budha menyebutnya AMITABA artinya CAHAYA TANPA BATAS… Kata ALLAH menurut gramatika Arab bentuknya maskulin, laki-laki, BAPA..sedangkan kata AL DZAT menurut gramatika Arab bentuknya feminine, perempuan, BUNDA… Berarti kita boleh memanggil nama Tuhan dengan sebutan BAPA atau BUNDA… Tuhan engga akan marah… Ngga masalah…Mungkin masalah buat lo bro…!!! NGGA USAH SEWOT COY… GITU AJA KO REPOT…!!! Tuhan tidak pernah menyusahkan kita. Tuhan tidak pernah mempermasalahkan nama-Nya. Dia mengizinkan kita menyebut-Nya dengan nama apa saja yang kita suka, sesuai dengan sifat-sifat-Nya… Tuhan memperbolehkan kita memanggil NAMANYA berdasarkan SIFATSIFATNYA yang disebut ASMA’UL HUSNA dan ISMU AZOM… Itu solusi dari Tuhan … Katakanlah : serulah ALLAH atau serulah AR-RAHMAN dengan nama yang mana saja kamu seru, dia mempunyai nama ASMA’UL HUSNA…(AL-ISRA 17:110) Hanya milik ALLAH, ASMA’UL HUSNA, maka mohonlah kepada-Nya dengan menyebut ASMA’UL HUSNA itu..(AL-A’RAF 7:180) SAMPURNA NING INGSUN.. artinya SEMPURNA DALAM TUHAN.. Sempurna bersama Tuhan.. karena TUHAN MELIPUTI SEGALANYA DIJAWAB RAMPES…SAMA-SAMA SEMPURNA DALAM TUHAN…

SUNDA… YA INGSUN YA ANDA… YAH APA BEDANYA DENGAN ASSALAMU-ALAIKUM WA ROHMATULLAH… SEJAK ZAMAN PRABU SILIWANGI .. SUNDA SUDAH SANGAT ISLAMI … Lemah lembut.. penuh kasih sayang .. hidup bergotong-royong dan… pemaaf… SILIH ASIH-SILIH ASAH-SILIH ASUH… NAMUN TIDAK PERNAH MERASA DIRI PALING ISLAMI…. Sekarang ini karena kita terbiasa menghadap ke Barat… Lupa Cahaya dari TIMUR.. Lupa matahari terbit dari Timur… Lupa kehidupan mahluk di awali di wilayah timur Di Timur sudah tandur.. di barat masih tidur Di Indonesia sudah ada Borobudur .. di Arab masih ngawur.. MASIH ZAMAN JAHILIYAH.. KITA LUPA … ADA EVOLUSI PERADABAN DAN EVOLUSI KEBUDAYAAN SECARA LOGIKA …ADA EVOLUSI KEBERAGAMAAN YANG DIMULAI DARI TIMUR… Sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu BERBANGSA-BANGSA dan BERSUKU-SUKU agar kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya ORANG YANG PALING MULIA diantara kamu di sisi Allah adalah dia YANG PALING TAQWA diantara kamu. ( AL HUJURAT 49 : 13 ) Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya adalah penciptaan langit dan bumi, adanya ANEKA BAHASA dan WARNA KULITMU ( AR-RUM 30 : 22 ) UNTUK SETIAP UMAT diantara kamu, Kami berikan ATURAN ( SYARIAT ) dan JALAN YANG TERANG (JALAN SPIRITUAL) .. Bila Allah menghendaki, pasti kamu dijadikan satu umat (saja), tetapi Allah hendak menguji kamu terhadap karunia yang diberikan-Nya kepada kamu, maka berlomba lombalah berbuat kebajikan …( AL MAIDAH 5 : 48 ) Hadapkan wajahmu pada Agama Fitrah, Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu, tidak ada perubahan pada fitrah Allah ( ARRUM 30:30 ).. Allah mengajarkan AGAMA FITRAH melalui para Rosul dalam bahasa kaumnya kepada semua umatnya di seluruh dunia sebagai ATURAN dan JALAN YANG TERANG bagi kehidupan umat manusia di dunia dan akhirat… AGAMA FITRAH adalah AGAMA yang mengajarkan tentang kesucian, kedamaian, keselamatan, kasih-sayang, kesabaran, keikhlasan serta berserah diri kepada Tuhan melalui keimanan dan ketaqwaan. Apapun YG DIAJARKAN ALLAH pasti SEMPURNA, tidak mungkin manusia bisa merubahnya.. FITRAH itulah RUH ISLAMI sebagai ATURAN dan JALAN YANG TERANG apapun nama agamanya…!!! Itulah ISLAM SEJATI yang diajarkan Allah

melalui para Rosul kepada semua umatnya di dunia sesuai bahasa-budaya kaumnya HINDU-BUDHA-NASRANI-ISLAM… Pelajaran Agama Fitrah dari Rosul pertama ke Rosul berikutnya berkesimambungan, saling melengkapi ada revisi dan koreksi ada proses penyempurnaan, disesuaikan dengan situasi dan kondisi peradaban kaumnya… Mulai dari Timur menyebar ke Barat… Bro… Gue pernah baca bahwa NABI ISA AS dalam perjalanan spiritualnya, pernah mukim di TIBET cukup lama dan pernah MEDITASI selama 40 malam… Demikian juga dengan ROSULULLAH SAW.. pernah berniaga ke wilayah Timur dan membawa SUTRA dari Timur… Secara logika penghasil sutra di wilayah Timur adalah Negara CINA. ROSULULLAH SAW BERSABDA : Belajarlah sampai ke negeri Cina… Harus belajar mati sebelum mati… TATA CARA BERIBADAH IKUTILAH CARA-KU…urusan dunia engkau lebih tahu,,, Ada pelajaran apa di CINA..!!!??? Di Cina sudah ada TATA CARA MEDITASI…BELAJAR MATI SEBELUM MATI…!!! Bukan suatu hal yang mustahil bila Allah menghendaki, Rosulullah saw dipertemukan dengan TOKOH SPIRITUAL CINA yang mengajarkan meditasi kepada Rosulullah saw.., kemudian beliau melakukannya di GUHA HIRO. Konon kabarnya Rosulullah saw meditasi di Guha Hiro selama 40 malam berturut-turut .. sampai turun WAHYU pertama… Proses penyempurnaan agama Fitrah mulai dari Timur ke Barat itu tidak dihilangkan seluruhnya, hanya ada ada bagian-bagian yang diganti dengan yang lebih baik atau yang sepadan dengan itu… Tidak Kami rubah jiwa hukum dari suatu ayat atau Kami lenyapkan dari ingatan Rasul, melainkan kami ganti dengan yang lebih baik dari itu atau yang sepadan dengan itu … (AL BAQARAH 2 : 106) Tidak ada hak bagi seorang rasul mendatangkan suatu ayat, melainkan atas izin Allah. Bagi tiap-tiap masa ada kitab ( AR-RAD 13 : 38 ) Dan Kami teruskan jejak mereka dengan mengutus Isa putera Maryam, … Dan Kami menurunkan Injil kepada Isa …Yang membenarkan-mengoreksi Kitab sebelumnya, yaitu Taurat sebagai petunjuk dan pengajaran bagi orang-orang yang bertakwa ( Al MAIDAH 5 : 46 ) Kami turunkan Al Qur’an kepadamu dengan membawa kebenaran untuk MEMBENARKAN-MENGOREKSI kitab-kitab sebelumnya ( AL MAIDAH 5 : 48 )… Setelah DISEMPURNAKAN dikembalikan lagi ke Timur, agar AGAMA FITRAH di wilayah Timur-pun menjadi sempurna… JADI HANYA SEKEDAR GANTI CASING…

ITU SEBAGAI BUKTI BAHWA ALLAH TIDAK PILIH KASIH. ALLAH TIDAK HANYA MENYAYANGI BANGSA ARAB SAJA Allah tidak melihat umatnya dari tata cara beribadahnya, namun yang dilihat Allah adalah hatinya, yang dilihat Allah adalah kadar keimanan dan ketaqwaannya… Sesungguhnya orang-orang mukmin ( beriman ) dan mereka penganut agama Yahudi, Nasrani, Shabiin serta siapa saja yang beriman kepada Allah, hari kemudian serta berbuat kebajikan, mereka akan mendapat pahala dari Tuhan-nya, dan mereka tidak merasa ketakutan dan duka cita ( AL BAQARAH 2 : 62 ) Hai anak Adam, sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutupi auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan dan PAKAIAN TAQWA itulah yang paling baik, yang demikian itu adalah sebagian dari tanda-tanda kekuasaan Allah, mudah-mudahan mereka selalu ingat ( AL A’RAF 7 : 26 ) … BUKAN BAJU GAMIS.. BUKAN JILBAB Sesungguhnya sebaik-baiknya bekal adalah TAQWA dan bertaqwalah kepada-Ku hai orang-orang yang berakal ( AL BAQARAH 2 : 197 )… bukan BAJU GAMIS…BUKAN JILBAB.. Bagi setiap umat ada Rosulnya, mereka diutus dengan bahasa kaumnya. Para Nabi-Rosul Allah ada yang dikisahkan ( tercatat ) di dalam Al Qur’an dan ada yang tidak dikisahkan ( tidak tercatat ). Para Nabi yang tidak dikisahkan ( tidak tercatat ) di dalam Al Qur’an mungkin saja dia berasal dari bangsa lain yang bukan bangsa Arab dan bukan pula Bani Israil, dan merekapun mengajarkan agama kepada kaumnya dengan bahasa kaumnya, bukan bahasa arab, seperti di Cina, di Tibet atau di Indonesia ORANG SUNDA DI JAWA BARAT… Bagi setiap umat ada Rosul, ( YUNUS 10 : 47 ). Bagi tiap-tiap masa ada kitab ( AR RAD 13 : 38 ) Kami tidak mengutus seorang Rosulpun, melainkan dengan bahasa kaumnya, supaya ia dapat memberikan penjelasan dengan terang kepada mereka ( IBRAHIM 14 : 4 ). Dan sesungguhnya Al Qur’an ( AL KITAB ) benar-benar BERADA dalam kitab-kitab orang-orang terdahulu ( ASY SYUARA 26 : 196 )… di seluruh dunia, tidak hanya di Arab… Dan kalau Al Qur’an ( AL KITAB ) itu kami turunkan kepada salah seorang dari GOLONGAN BUKAN ARAB lalu dibacakan kepada mereka niscaya mereka tidak akan percaya kepadanya ( ASY SYUARA 26 : 198-199 ) Tentang beberapa Rosul telah Kami kisahkan (TERCATAT) kepadamu sebelumnya, tentang beberapa Rosul tiada Kami kisahkan (TIDAK TERCATAT) kepadamu ( AN NISA 4 : 164 ) Seperti hasil dari penelitian Santos dan Oppenheimer, walaupun berbeda cara, namun mereka menyimpulkan bahwa Benua Atlantis yang hilang adalah Paparan Sundaland Indonesia, pusat peradaban dunia dan sudah ada agama…!!!

AGAMA sebagai ilmu pengetahuan dari Allah sudah ada di dalam kitab “Qur’an” ( bacaan ) mereka yang bukan golongan Arab dan tidak berbahasa Arab… Berarti kitab Allah itu sesungguhnya banyak sekali, tidak hanya sekedar di wilayah Arab, tidak hanya sekedar Jabur, Taurat, Injil dan Qur’an saja… tetapi di Tibet, di Cina bahkan di Indonesia juga mungkin ada Kitab Allah…BAHKAN DI JAWA BARAT MELALUI TEMBANGTEMBANG SUNDA…!!!??? Agama Fitrah di-ibaratkan Allah memberi kita beras, supaya mudah dicerna dan enak rasanya, maka kita olah jadi nasi kebuli, jadi nasi goreng, jadi nasi rames, jadi nasi padang itu semua bagi yang sehat, untuk yang sakit kita buatkan bubur ayam, namun bahan dasarnya TETAP BERAS… Allah murka bila kita ngga pake otak ( YUNUS 10 : 100 ). Demikian juga dengan Agama Fitrah setelah dioalah namanya jadi berbeda,…Hindu-Budha-Nasrani-Islam… Orang JAWA menyebutnya.. ILMU SEJATI SANGKAN PARANING DUMADI Orang SUNDA menyebutnya.. AGAMA SUNDA WIWITAN… SESUNGGUHNYA AGAMA DI MUKA BUMI CUMA SATU …YAITU AGAMA FITRAH… Walaupun beda bahasa…namun ESSENSI dan SUBSTANSINYA tetap sama, tidak pernah berubah… Hadapkan wajahmu pada Agama Fitrah, karena Fitrah Allah tidak pernah berubah. KENAPA KITA HARUS BERTENGKAR…??? KENAPA SAMPURASUN DIPERMASAHKAN…??? BAGI YANG MEMPERSALAHKAN SAMPURASUN, ITU HANYA MEMPERMALUKAN DIRINYA SENDIRI….MERASA WUUAAHHH…JADI BUMERANG… KASIHAN DEH LU…!!! Mereka akan mendapat kehinaan dimanapun mereka berada, kecuali mereka menjaga hubungan dengan Allah dan hubungan ( silaturahmi ) dengan manusia ( ALI IMRAN 3 : 112 ). Sesungguhnya agama kamu ini satu ( AL ANBIYA 21 : 92 ) Agama di sisi Allah adalah Islam-Fitrah ( ALI IMRON 3: 19 ) Aku ridhoi Islam ( Fitrah ) sebagai agama bagimu ( AL MAIDAH 5 : 3 ) Hadapkan wajahmu pada Agama Fitrah, Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu, tidak ada perubahan pada fitrah Allah ( ARRUM 30:30 ).. Sesungguhnya ini adalah agama kamu semua, agama yang satu dan AKU adalah Tuhan-mu, maka bertaqwalah kepada-KU ( AL MU’MINUN 23 : 52 ) Kemudian MEREKA menjadikan agama mereka TERPECAH BELAH menjadi beberapa pecahan. Tiap-tiap golongan MERASA BANGGA DENGAN APA YANG ADA PADA SISI MEREKA ( masing-masing ). Maka biarkanlah mereka dalam kesesatannya sampai suatu waktu ( AL MU’MINUN 23 : 53-54 ) PERHATIKAN TEMBANG SUNDA KLASIK … Kemana dan bagaimana Sunda mencari jati dirnya…!!!??? Nyungsi harti wangsit Siliwangi.. pelajari petuah Siliwangi…

Maca rasa uga dina waruga… MEMBACA PERASAAN dan TULISAN DI DALAM DIRI… Binarung Rancage hate… disertai hati yang istikomah Weruh wawuh ka kujur… mengetahui dan mengenal jati diri Ngarasa bari rumangsa…merasakan dan menyadari… Boga ajeg tangtung… memiliki keyakinan…JATI DIRI Adat basa jeung budaya… tradisi, bahasa dan budaya.. Geus pinasti Ki Sunda Wibawa Mukti.. Sudah Takdir Ki Sunda punya pamor Jembar wibawa raharja…LEGOWO-BERWAWASAN, PUNYA PAMOR… MAPAN BRO… TULISAN DI DALAM DIRI…BANDINGKAN DENGAN AJARAN AL QUR’AN Dialah Jibril yang telah menurunkan Al Qur’an ke dalam qolbumu… ( AL BAQARAH 2 : 97 ) ( Al Qur’an ) ini adalah ayat-ayat yang nyata di dalam hati orang-orang yang diberi ilmu dan hanya orang-orang durjana yang mengingkari ayatayat Kami ( AL ANKABUT 29 : 49 .) Dia (Allah) akan memberi petunjuk kepada Hatinya ( AT-TAGABUN 64 : 11 ) Sesungguhnya Al Qur’an yang mulia berada pada kitab yang terpelihara dan tidak tersentuh kecuali oleh mereka yang di sucikan ( AL WAQI’AH 56 : 77-78-79 ).. Itulah Al Qur’an sejati… KATA ROSULULLAH SAW : Bacalah kitab yang kekal yang berada di dalam diri kalian sendiri…!!! Itulah AL QUR’AN SEJATI YANG ADA DI DALAM DIRI… HADITS QUDSI : Dalam setiap rongga anak Adam AKU ciptakan mahligai yang disebut dada, dalam dada ada qolbu, dalam qolbu ada FUAD, dalam fuad ada SYAGOFA, dalam syagofa ada SIR, dalam SIR ada AKU… AKU sebagai SUMBER FIRMAN… AKU SEBAGAI AL QUR’AN SEJATI DI DALAM DIRI… Itulah AKU GURU SEJATI yang ada di dalam diri, di tempat yang terpelihara, di hati yang suci.. ITU SEJAK ZAMAN SILIWANGI SUDAH DI BAHAS OLEH ORANG SUNDA… Para sufi mengatakan bahwa seorang arif adalah dia yang melihat Tuhan dalam semua benda atau makhluk. Dia tidak hanya melihat Tuhan dari semua benda atau makhluk, akan tetapi dia juga melihat semua makhluk adalah merupakan realitas dari pada Tuhan.. Tanda-tanda Kami disegenap penjuru, dan didalam diri mereka sendiri, sehingga jelas bagi mereka bahwa Al Qur’an itu benar… ( FUSHSHILAT 41 : 53 ) … …di dalam dirimu, apakah engkau tidak memperhatikan ( ADZ-DZARIYAT 51 : 21 ). Setelah Aku sempurnakan kejadiannya, Aku tiupkan Ruh-Ku kepadanya ( AL HIJR 15 : 29 ) Berarti ESSENSI DZAT ILAHIAH berada di dalam semua CIPTAAN-NYA…

Oleh karena itu, kata Al Ghazali : Tauhid murni adalah penglihatan atas Tuhan dalam semua benda …Bila kita tidak menyadari adanya unsur-unsur keillahian yang tersembunyi di dalam setiap ciptaan-Nya berarti islamnya adalah ISLAM SEMU… Barang siapa mengenal dirinya maka dia mengenal Tuhannya. Barang siapa mencari Tuhan keluar dari dirinya maka dia akan tersesat semakin jauh… APAKAH KE MEKAH TERSESAT…??? AS SYIBLI berkata :Aku tidak melihat segala sesuatu kecuali Allah… MUHAMMAD BIN WASI berkata :Aku tidak melihat segala sesuatu tanpa Allah di dalamnya… Mereka yang menghancurkan patung-patung di Purwakarta… berarti mereka itu BELUM MEMAHAMI ESSENSI DZAT ILAHIAH yang berada DI DALAM SETIAP CIPTAANNYA.. Mereka itu belum memahami keberagamaan… ISLAMNYA.. ISLAMISLAMAN… ISLAMNYA… ISLAM SEMU KALIIEEE YEEE..!!! KATA PARA SUFI : Awal mula beragama adalah mengenal Allah.. Tak jumpa maka tak kenal, tak kenal maka tak iman… Apakah orang-orang yang MEMPERMASALAHKAN SAMPURASUN sudah berjumpa dengan Tuhannya… ??? APAKAH MEREKA SUDAH MENGENAL TUHANNYA…??? MERASA DIRI PALING ISLAMI … WUUAAHHH… HEHEHE… MPREEETTTT…!!! Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal saleh, kelak Allah akan menanamkan dalam (hati ) mereka rasa kasih sayang ( Maryam 19 : 96 ) Maka disebabkan rahmat Allahlah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu, karena itu maafkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka dan bermusyawarahlah dengan mereka …( ALI IMRAN 3 : 159 ) BILA KITA BELUM MEMILIKI RASA KASIH SAYANG, BELUM BERSIFAT LEMAH LEMBUT, TIDAK PEMAAF…EGONYA MASIH TINGGI….Sebaiknya jangan MERASA DIRI PALING BERIMAN… Jangan merasa DIRI PALING ISLAMI… Jangan merasa DIRI PALING MUSLIM… Menganggap orang lain kafir… menganggap orang lain bid’ah… Lebih baik seperti CAK NUN… yang tidak merasa dirinya menjadi MUSLIM… Kata Cak Nun itu Hak Prerogatif Tuhan… Cak Nun juga tidak sependapat dengan orang-orang yang sedikit-sedikit mengatakan itu bida’ah…sedikit-sedikit menganggap orang lain kafir…

Tanpa kita sadari dokrin bid’ah itu akan memasung pola pikir umat Islam… cuci otak mengatas namakan agama… PENJAJAHAN GAYA BARU dengan mengatasnamakan agama FIRMAN ALLAH : Barang siapa bersabar dan memaafkan, sungguh yang demikian itu termasuk perbuatan yang mulia ( ASY-SYURA 42 : 43 ) Allah akan membimbing dengan Cahayanya kepada Cahayanya bagi siapa yang Dia kehendaki (AN NUUR 24 : 35). Barang siapa yang hatinya dibuka oleh Allah kepada Islam ( fitrah ), maka dia itu mendapat Nur dari Tuhan-nya ( AZ-ZUMAR 39 : 22 ) Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan (Al Qashash 28 : 77) SABDA ROSULULLAH SAW : Berpeganglah pada Al Qur’an dan Sunnah agar selamat. Dengan Al Qur’an dan Sunnah kita bersyareat, memiliki landasan hukum sebagai aturan dalam kehidupan kita bermasyarakat… Jangan terpaku hanya pada syareat.. Raihlah haqeqat untuk mencapai ma’ripat, untuk mencapai tingkat ikhsan dan menjadi insan kamil. Karena Allah adalah AL BATHIN. Perjalanan menuju Allah adalah berjalanan ke alam bathiniyah… AYAT-AYAT AL QUR’AN TIDAK BOLEH DIRUBAH namun untuk urusan duniawi, implementasi, penerapan dan penjabarannya BISA DIAMANDEMEN disesuaikan dengan situasi dan kondisi yang berkembang dimasyarakat. ITULAH YANG DISEBUT MAZHAB… MAZHAB ALA INDONESIA.. MAZHAB ALA SUNDA SIAPA TAKUT… HEHEHEH MASALAH BUAT LOH….!!! INGAT SABDA ROSULULLAH SAW : Urusan dunia engkau lebih tahu, namun tata cara beribadah ikutilah caraku… Pembersih qolbu adalah Dzikir… dan Dzikir adalah jalan terdekat menuju Allah… Urusan dunia itu apa…!!! Itulah urusan mulut, urusan perut dan urusan di bawah perut…. Kenapa kita tidak mengikuti TATA CARA ROSULULLAH DI GUHA HIRO…!!!??? Apa yang dilakukan Rosulullah di Guha Hiro… ??? Kata kuncinya adalah.. DZIKIR-MEDITASI… untuk mencapai tingkat IKHSAN dan menjadi INSAN KAMIL… MANUSIA MULIA …!!! Dzikir-meditasi ini dilakukan oleh semua agama apapun nama agamanya… Hasil akhirnyapun sama dilihat dari segi FISIK maupun METAFISIK… Dzikir-meditasi adalah mengingat Allah tanpa mengingat yang lain, MENGOSONGKAN PIKIRAN-EGO sambil mengulang-ngulang nama Allah…

EGO ITU NAFS… NAFSU… NAFAS… Oleh karena itu EGO-NAFSU bisa dikendalikan dengan cara PENGATURAN NAFAS… melalui DZIKIRMEDITASI.. Maka Allahpun akan mendekat, kita akan merasakan kehadiranNYA…Kita akan merasakan Getaran Energi-NYA… Bergetar hatinya.. Merinding kulitnya .. Bergetar seluruh anggota badan… seperti ada yang mendorong kepala sampai MENYUNGKUR SUJUD DAN MENANGIS… Itulah yang disebut SUJUD IMAN… PERNAHKAN KITA MENGALAMINYA…??? Bila BELUM… Masihkah kita merasa diri paling beriman…??? Orang beriman saat mendengar Asma Allah akan bergetar hatinya (AL ANFAL 8 : 2 ) Merinding kulit orang-orang yang takut kepada Tuhannya, kemudian menjadi tenang kulit dan hati mereka diwaktu mengingat Allah ( AZZUMAR 39 : 23 ) Apabila dibacakan ayat-ayat Allah kepada mereka, maka mereka akan menyungkur , bersujud dan menangis ( MARYAM 19 : 58 ) Dari segi FISIK.. bila diperiksa darahnya, Hormon Pertumbuhannya meningkat, daya kekebalan tubuh dan sel anti kanker meningkat, kadar endomorphin dan melatonin meningkat sehingga terjadi ekstase, perilaku menjadi terkendali… Rekaman gelombang otak akan mencapai gelombag Alfa dan Teta… Itulah yang disebut KHUSUK… Bila cahaya auranya direkam maka akan muncul berturut-turut cahaya gelombang ELEKTROMAGNETIK, merah-kuning-hijau-biru-ungu selanjutnya pada puncak meditasi akan muncul Cahaya Putih disekeliling tubuh kita… Sesungguhnya ORANG YANG PALING MULIA diantara kalian di sisi Allah adalah dia YANG PALING TAQWA diantara kalian. ( AL HUJURAT 49 : 13 )… CAHAYANYA PUTIH…!!! Dari segi metafisik akan mencapai tingkat IKHSAN menjadi INSAN KAMILMANUSIA MULIA Rosulullah saw.. menjadi insan KAMIL MUKAMIL… MULIA DAN TERPUJI… LUAR BIASA… JADI KENAPA HARUS BERTENGKAR… ??? CAPE DEH….!!! Kata Rosulullah saw : mintalah fatwa pada hati nuranimu sendiri setelah orang lain memberimu fatwa, setelah orang lain memberimu fatwa, setelah orang lain memberimu fatwa… KATA ALM. GUS DUR : Umat Islam saat kini berpandangan sempit dan sangat ekslusif, sehingga tidak mampu mengambil bagian dalam kebangkitan peradaban pada masa perkembangan IPTEK, dogmatis dan tidak kreatif karena terpaku pada hukum fiqih. Ilmu Fiqih sebagai teori hukum sebenarnya merupakan proses kreatif yang dapat mempertemukan antara kebutuhan zaman dan norma

agama …Bila ilmu Fiqih tidak dipergunakan secara kreatif maka akan berubah fungsi menjadi alat seleksi yang sangat normative. Ilmu fiqih yang kaku tidak fleksible akan mematikan kreativitas… mematikan semangat jiwa transformatif…mengkerdilkan pola pikir umat Islam. Pada akhirnya pola pikir umat Islam jadi TERPASUNG…!!! CAPE DEH…!!! Pada akhirnya umat Islam hanya akan menjadi objek perkembangan sejarah, bukan sebagai pelaku yang bermartabat… Oleh karena itu kata Gus Dur, perlu dikembangkan agenda baru yang menampilkan universalisme dan kosmopolitanisme baru dalam ajaran Islam… ITULAH ISLAM UNIVERSAL YANG DIANUT SEMUA UMAT… Demikian Prolog Gus Dur dalam buku Nurcholis Majid dkk : ISLAM UNIVERSAL… Gitu aja kok repot…!!! Kata Kahlil Gibran : Tuhan telah memasang pelita di dalam setiap hati kita yang menyinarkan pengetahuan dan keindahan, dosa lah yang mematikan pelita itu dan menguburkannya dalam abu… Tuhan telah menciptakan jiwa-jiwa kamu dengan sayap-sayap untuk terbang di langit Cinta dan Kebebasan yang luas. Alangkah sayangnya kalau kamu tebas sayapmu dengan tanganmu sendiri dan memaksa jiwamu merangkak-rangkak bagaikan kutu di atas tanah… Cape deh… SILAHKAN CARI DI MBAH GOOGLE : Evolusi Keberagamaan/drmaman Bila Ka’bah Tenggelam Kiblat Umat Islam Kemana/drmaman Islamisasi/drmaman Syahadat/drmaman Apakah Umat Islam Terkecoh/drmaman Jalan sufi/drmaman Getar Rasa Tanpa Swara/drmaman

BILA KA’BAH TENGGELAM KIBLAT UMAT ISLAM KEMANA.. REVISI 21-NOVEMBER-2015 BILA KA’BAH KIBLAT UMAT ISLAM KEMANA…???

TENGGELAM…

Dr H MAMAN SW SpOG 21-NOVEMBER-2015

Konon kabarnya bahwa suatu saat Ka’bah akan tenggelam. Sekarangpun Ka’bah sudah tenggelam di hutan beton. Secara logika itu mungkin saja

bisa terjadi, mengingat di dekat Ka’bah ada sumber mata air ZAM-ZAM… Dengan adanya bangunan-bangunan bertingkat yang luar biasa tingginya, lapisan tanah di atas sumber mata air ZAM-ZAM mungkin tidak kuat menahan beban, sehingga amblaasss blasss– blasss .. Atau mungkin juga perang di timur tengah merembet ke ARAB… Bukan suatu hal yang mustahil bila suatu saat perseteruan antara Syi’ah dan Arab Saudi semakin parah. Ka’bah kena BOM…wuahhhh…

Mas BRO… Gue pernah baca nubuat dari Syayidina ALI ra bahwa di wilayah Arab akan terjadi perang yang dasyat disertai api yang berkobar… Nahhh itu mungkin perang BOM NUKLIR…efek radiasinya luar biasa…lebih parah dari kobaran api… Ada seorang sesepuh yang sudah almarhum pernah mengatakan bahwa bila Ka’bah tenggelam, maka pusat Islam akan berpindah ke Indonesia… APA IYAH…??? Sekarang di JAWA BARAT ada satu Yayasan yang merencanakan membangun miniatur masjid-masjid yang terkenal diseluruh dunia sebagai obyek wisata Islam bagi seluruh umat Islam didunia… LLLUUUAAARRRR BIASA… Allah adalah AL BATHIN. Perjalanan menuju Allah adalah perjalanan dari alam lahiriyah menuju alam bathiniyah. Perjalanan yang tidak masuk akal dan pikiran kita… Timur dan Barat milik Allah. Kemanapun engkau menghadap disanalah Wajah Allah, sesungguhnya Allah meliputi segala sesuatu dan mengetahui segala sesuatu (AL BAQARAH 2 : 115). Segala sesuatu akan musnah kecuali Wajahnya ( AL QASHASH 28 : 88 ) Bukanlah suatu kesolehan bahwa kamu sekalian memalingkan mukamu ke arah timur dan barat, tetapi adalah kesolehan bahwa kamu sekalian beriman kepada Allah dan hari akhirat, kepada para malaikat, kepada kitab-kitab Allah dan para nabi dan memberikan harta benda betapapun disayangi, kepada kerabat, anak yatim, dan orang-orang miskin, kepada orang dalam perjalanan dan peminta-minta, mendirikan sholat dan membayar zakat. Orang-orang yang memenuhi perjanjian bila mereka membuat perjanjian dan orang yang sabar dalam bencana, dalam kesukaran dan semasa peperangan, merekalah orang yang benar, merekalah orang yang takwa (AL BAQARAH 2 : 177) Sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu BERBANGSA-BANGSA dan BERSUKU-SUKU agar kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu di sisi Allah dialah orang yang paling takwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal ( AL HUJURAT 49 : 13 ) Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya adalah penciptaan langit dan bumi, adanya aneka bahasa dan warna kulitmu ( ARRUM 30 : 22 )

UNTUK SETIAP UMAT diantara kamu, Kami berikan ATURAN ( SYARIAT ) dan JALAN YANG TERANG (JALAN SPIRITUAL) .. Bila Allah menghendaki, pasti kamu dijadikan satu umat ( saja ), tetapi Allah hendak menguji kamu terhadap karunia yang diberikan-Nya kepada kamu, maka berlomba lombalah berbuat kebajikan …( AL MAIDAH 5 : 48 ) Hadapkan wajahmu pada Agama Fitrah, Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu, tidak ada perubahan pada fitrah Allah ( ArRUM 30:30 ).. Allah mengajarkan tentang AGAMA FITRAH… kepada semua umatnya di

seluruh dunia sebagai ATURAN dan JALAN YANG TERANG bagi kehidupan umat manusia di dunia dan akhirat… AGAMA FITRAH adalah AGAMA yang

mengajarkan tentang kesucian, kedamaian, keselamatan, kasih-sayang, kesabaran, keikhlasan serta berserah diri kepada Tuhan melalui keimanan dan ketaqwaan. Apapun YANG DIAJARKAN ALLAH pasti SEMPURNA, tidak mungkin manusia bisa merubahnya.. FITRAH itulah RUH ISLAMI sebagai ATURAN dan JALAN YANG TERANG apapun nama agamanya…!!! Itulah ISLAM SEJATI yang diajarkan Allah melalui para Rosul kepada semua umatnya diseluruh dunia…sesuai bahasa kaumnya…HINDU-BUDHA-NASRANI-ISLAM… Bagi setiap umat ada Rosul, ( YUNUS 10 : 47 ). Bagi tiap-tiap masa ada kitab ( AR RAD 13 : 38 ) Kami tidak mengutus seorang Rosulpun, melainkan dengan bahasa kaumnya, supaya ia dapat memberikan penjelasan dengan terang kepada mereka ( IBRAHIM 14 : 4 ). Di ibaratkan Allah memberi kita beras, supaya mudah dicerna dan enak rasanya, maka kita olah jadi nasi kebuli, jadi nasi goreng, jadi nasi rames, jadi nasi padang itu semua bagi yang sehat, untuk yang sakit kita buatkan bubur ayam.. Setelah dioalah namanya jadi berbeda, namun bahan dasarnya TETAP BERAS… Allah akan murka bila otak kita ngga di pake…Allah menimpakan kemurkaan kepada orang-orang yang tidak mempergunakan akalnya ( Yunus 10 : 100 ) Demikian juga agama Fitrah…setelah diolah ada yang menyebutnya PEPAYA, ada yang bilang KATES, ada yang bilang GEDANG… setelah dikupas isinya sama, ketika dimakan rasanya sama dan hasil akhirnya juga sama. karena untuk mencapai puncak spiritual tata caranya juga sama harus melalui DZIKIR-MEDITASI sehingga bisa mencapai tingkat IKHSAN dan menjadi INSAN KAMIL…. Orang JAWA menyebutnya.. ILMU SEJATI SANGKAN PARANING DUMADI Orang SUNDA menyebutnya.. AGAMA SUNDA WIWITAN… Wajar bila kang Aqil S. dan pentolan-pentolan NU menutup buku masalah perbedaan agama… AGAMA DI MUKA BUMI CUMA SATU …YAITU AGAMA FITRAH…

Walaupun beda bahasa…namun ESSENSI dan SUBSTANSINYA tetap sama, tidak pernah berubah… KENAPA KITA HARUS BERTENGKAR…??? Mereka akan mendapat kehinaan dimanapun mereka berada, kecuali mereka menjaga hubungan dengan Allah dan hubungan-silaturahmi dengan manusia (ALI IMRAN 3 : 112). Sesungguhnya agama kamu ini satu( Al Anbiya 21 : 92 ) Agama di sisi Allah adalah Islam-Fitrah ( Ali Imron 3: 19 ) Aku ridhoi Islam (fitrah) sebagai agama bagimu ( Al Maidah 5 : 3 ) Sesungguhnya ini adalah agama kamu semua, agama yang satu dan AKU adalah Tuhan-mu, maka bertaqwalah kepada-KU ( AL MU’MINUN 23 : 52 ) Kemudian mereka menjadikan agama mereka terpecah-belah menjadi beberapa pecahan. Tiap-tiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada sisi mereka ( masing-masing ). Maka biarkanlah mereka dalam kesesatannya sampai suatu waktu ( AL MU’MINUN 23 : 53-54 ) HADITS QUDSI : Di dalam setiap rongga anak Adam Aku ciptakan suatu mahligai yang disebut dada, dalam dada ada kolbu, dalam kolbu ada fuad, dalam fuad ada syagofa, di dalam syagofa ada Sir, di dalam Sir ada AKU …. Fuad adalah hati yang bersih. Syagofa artinya yang lebih dalam… Jadi beralasan bila para sufi mengatakan : QOLBU MUKMIN BAITULLAH di dalamnya Allah berkenan untuk dimuliakan dan disebut Namanya serta bertasbih pagi dan petang ( AN NUUR 24 : 36 ) Di dalam diri manusia ada Cahaya Yang Maha Melihat ( AL QIYAMAH 75 : 14 ) Allah akan membimbing dengan Cahayanya kepada Cahayanya bagi siapa yang Dia kehendaki (AN NUUR 24 : 35). QOLBU MUKMIN BAITULLAH… ITULAH KIBLAT KITA YANG SEJATI.. SAAT DZIKIR-MEDITASI … HADAPKAN DIRIMU PADA DIRIMU SENDIRI.. DISANALAH AKU… Hamba niat berdzikir Ya Allah … Badan hamba menghadap ke hati, hati hamba menghadap ke Ruh dan Ruh hamba menghadap kepada-MU Ya Allah… ALLAHU AKBAR… Tanda-tanda Kami disegenap penjuru, dan didalam diri mereka sendiri ( FUSHSHILAT 41 : 53 ) …di dalam dirimu, apakah engkau tidak memperhatikan ( ADZDZARIYAT 51 : 21 ). Kami telah mengutus seorang utusan dalam diri-mu ( AT-TAUBAH 9 : 128) Tuhan menempatkan diri antara manusia dengan kolbunya ( AL-ANFAL 8:24 ) Sucikanlah rumahku bagi mereka yang thowaf, itikaf, yang ruku dan sujud ( AL BAQARAH 2 : 125 ).

Janganlah kamu mempersekutukan Aku dengan apapun, sucikanlah rumahku bagi mereka yang thowaf, mendirikan dan ruku bersujud ( AL HAJJ 22 : 26 ) RUMAH-KU yang mana yang harus disucikan…??? BAITULLAH yang mana yang harus disucikan…??? APAKAH BAITULLAH ITU BUATAN MANUSIA YANG ADA DI MEKAH…??? Qolbu mukmin baitullah … itulah yang harus disucikan agar tidak menjadi sarang syaeton dan iblis… Di dalamnya Ruh bersujud kepada Allah sejak hari pertama Ruh dihembuskan ke janin dalam kandungan ibu, di dalamnya Ruh sudah bertakwa sejak hari pertama Ruh dilahirkan… bahkan sejak di alam arwah pun Ruh sudah bertakwa kepada Allah, Ruh sudah bersyahadat, Ruh sudah berserah diri kepada Allah… Berarti semua Ruh sudah Muslim… Allah berfirman : Bukankah Aku Tuhanmu ??? Semua JIWA-RUH menjawab : Benar kami bersaksi ( AL A’RAAF 7 : 172 )

Kata sesepuh saya, BERSYAHADAT di Surat Al A’raf 7:172 inilah JIWA-RUH benarbenar BERSAKSI DIHADAPAN ALLAH. Sedangkan semua manusia yang hidup di dunia ini BELUM PERNAH BERTEMU, BELUM PERNAH MELIHAT ALLAH, jadi belum benar-benar bersaksi. Karena yang dikatakan bersaksi itu harus melihat dengan mata kepala sendiri… … Surat Al A’raf 7 : 172 ini juga sebagai bukti bahwa

yang bisa berkomunikasi jasmaninya…

dengan

Allah

adalah

JIWA-RUH…

bukan

Qolbu mukmin itulah RumahNya, itulah Masjidnya Yang Hakiki… buatan Allah sendiri… tidak dibuat dari batu bata, tapi dari kesucian, kedamaian, keselamatan, kasih-sayang , kesabaran dan keikhlasan serta berserah diri kepada Allah melalui keimanan dan ketakwaan… itulah agama fitrah. Itulah Islam yang diridhoi Allah. Itulah Islam Sejati yang dianut semua umat… Bila rumah Allah dibuat dari batu bata, lalu Allahnya seperti apa…?? APAKAH TIDAK MUSRIK…??? Ikhlas kepada Allah, jangan mempersekutukan DIA dengan apapun ( AL HAJJ 22:31 ) LALU BAGAIMANA DENGAN MASJIDIL HAROM …??? INI YANG BIKIN GUE BINGUNG BRO… Pernah ada sesepuh gue yg sudah almarhum membahas masalah MASJIDIL HAROM serta kaitannya dengan Surat AT TAUBAH 9 : 107-108 Dan ada yang mendirikan masjid untuk menimbulkan bencana, untuk kekafiran dan untuk memecah belah…, untuk menunggu kedatangan orang-orang yang telah memerangi Allah dan RosulNya sejak dahulu. Mereka dengan pasti bersumpah : Kami hanya menghendaki kebaikan. Dan Allah menjadi saksi bahwa mereka itu pendusta ( AT-TAUBAH 9 : 107 ) Janganlah engkau melaksanakan sholat dalam mesjid itu selamalamanya. Sungguh mesjid yang didirikan atas dasar takwa sejak hari

pertama adalah lebih pantas engkau melaksanakan sholat di dalamnya … ( AT-TAUBAH 9 : 108 ) BENARKAH ALLAH MELARANG SHOLAT DI MASJIDIL HAROM…??? Bro… bagi gue itu pertanyaan yang sulit… gue ngga bisa jawab…!!! Waktu gue baca catatan kaki di buku Al Qur’an dan Terjemahannya, yang dimaksud menunggu kedatangan orang-orang yang telah memerangi Allah dan Rosulnya sejak dahulu adalah menunggu pendeta Nasrani yang bernama Abu ‘Amir bersama tentara Romawi dari Syria… untuk bersembahyang di masjid yang mereka dirikan. Akan tetapi Abu ‘Amir tidak jadi datang karena ia mati di Syria…dan masjid yang didirikan kaum munafik itu dihancurkan atas perintah Rosulullah… ANEH JUGA ORANG JAHILIYAH … SEMBAHYANG…!!!??? Masalah surat At Taubah ini menurut gue yang jiwa dan pikirannye parah, secara keseluruhan, menceriterakan kemunafikan dan kemusrikan orangorang Arab Jahiliyah… yang masih menyembah berhala… tidak menceriterakan orang-orang Nasrani yang sudah menyembah Allah walaupun Nabinya adalah Nabi Isa a.s… Sewaktu Rosulullah hijrah ke Medinah, para pendeta Nasrani di Madinah sudah mengakui kerasulan Rosulullah Muhammad saw. Di Madinah konon kabarnya kaum Yahudi, Nasrani dan Islam hidup berdampingan. Oleh karena itu kotanya disebut Madinah artinya madani.. artinya mapan… Apakah mungkin terjadi persekutuan antara penyembah Allah dan penyembah berhala…??? Seandainya benar terjadi persekutuan antara golongan Nasrani yang dipimpin Abu ‘Amir dan golongan orang-orang Arab Jahiliyah, namun Abu ‘Amirnya tidak jadi datang karena dia mati… jadi tidak sempat terjadi peperangan… Menurut gue yang pikirannya ngelantur… Konon kabarnya bangunan utama di pusat kota Mekah pada zaman itu, adalah Masjidil Harom… yang sering dipergunakan untuk berbagai macam kegiatan oleh masyarakat Arab jahiliyah… Perang yang pertama antara Arab jahiliyah dengan kaum muslimin yang dipimpin Rosulullah Muhammad saw adalah PERANG BADAR… Wajar dan masuk diakal bila Masjidil Harom dipergunakan sebagai markas untuk menghimpun kekuatan dan untuk menunggu orang-orang Arab Jahiliyah yang memerangi Allah dan Rosulnya… Janganlah engkau melaksanakan sholat dalam mesjid itu selamalamanya. Sungguh MASJID YANG DIDIRIKAN ATAS DASAR TAKWA SEJAK HARI PERTAMA ( bukan dibuat dari BATU BATA ) adalah lebih pantas engkau melaksanakan sholat di dalamnya …( AT-TAUBAH 9 : 108 )… Itulah QOLBU MUKMIN..Itulah Baitullah buatan Allah sendiri, di dalamnya RUH-JIWA bersujud.. menyebut namanya, bertasbih pagi dan petang.. ( AN NUUR 24 : 36 )

SEJAK HARI PERTAMA DIHEMBUSKAN KE JANIN dalam kandungan ibu… BERDASARKAN SURAT AT TAUBAH 9 : 107-108 : APAKAH BENAR ALLAH MELARANG SHOLAT DI MASJIDIL HAROM… ??? Terus terang gue ngga bisa jawab Bro… Kalo sampe bener Allah melarang sholat di Masjidil Harom, berarti selama ini gue – kita semua terkecoh…!!! Karena gue ke Mekah tahun 1989… Gue jadi takut bro…takut kena laknat Allah.. NGERI BANGET… Katakanlah : Bagaimana pendapatmu jika itu datang dari sisi Allah, kemudian kamu MENGINGKARI. Siapakah yang lebih sesat daripada orang yang selalu berada dalam penyimpangan yang jauh ( FUSHSHILAT 41 : 52 ) Maka siapakah yang lebih jahat dari orang-orang yang MENDUSTAKAN ayat-ayat Allah dan berpaling dari pada-nya ??? Akan Kami beri ganjaran mereka yang berpaling dari ayat-ayat Kami dengan seburuk-buruknya siksaan ( AL AN’AM 6 : 157 ) Dan kamu pasti akan mengetahui ( kebenaran ) keterangan ( Al Qur’an ) setelah beberapa waktu lagi ( SHAD 38 : 88 ) TANPA DISADARI KITA UMAT ISLAM SUDAH MENGINGKARI DAN MENDUSTAKAN AYAT-AYAT ALLAH….!!!???? GUE JADI KHAWATIR ALLAH AKAN MEMBUKTIKAN KEBENARAN Al QUR’AN DI ARAB SAUDI MELALUI SEBURUK-BURUKNYA SIKSAAN.. YAITU WABAH.. VIRUS MERS.. MUSIBAH BADAI PASIR-BADAI SALJU.. MUSIBAH CRANE – MUSIBAH MINA DAN MUNGKIN SUATU SAAT MELALUI PERTUMPAHAN DARAH.. PERANG BOM… Sekarang di Arab Saudi sudah ada lambang-lambang DAJAL…tanduk setan dan mata satu… Sabda Rosulullah saw : Ya Allah berilah keberkatan kepada kami, pada Syam kami dan pada Yaman kami… Para sahabat berkata : dan juga NAJD (ARAB) kami …??? Kemudian Beliau bersabda : Disana akan muncul kegoncangan dan fitnah, dan disanalah akan muncul TANDUK SETAN…!!! ( shahih Bukhari 2/33 no 1037 ). Luuuaaarrr biasa…!!! ROSULULLAH PUN BERSABDA : AKAN MUNCUL CAHAYA DARI TIMUR…!!! MUNGKINKAH MUNCULNYA DI INDONESIA…??? Seperti ramalan para sesepuh bahwa bila Ka’bah tenggelam maka pusat Islam akan berpindah ke Indonesia….SEMOGA….

ISLAMISASI 13-DESEMBER-2015

Dr H MAMAN SW SpOG http://www.drmamanspot.blogspot.com

APA SIH ISLAMISASI…???

Sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu BERBANGSA-BANGSA dan BERSUKU-SUKU agar kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu di sisi Allah dialah orang yang paling takwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal ( AL HUJURAT 49 : 13 ) UNTUK SETIAP UMAT diantara kamu, Kami berikan ATURAN ( SYARIAT ) dan JALAN YANG TERANG (JALAN SPIRITUAL) .. Bila Allah menghendaki, pasti kamu dijadikan satu umat (saja), tetapi Allah hendak menguji kamu terhadap karunia yang diberikan-Nya kepada kamu, maka berlomba lombalah berbuat kebajikan …( AL MAIDAH 5 : 48 ) Allah menciptakan bermacam-macam umat, berbangsa-bangsa dan bersuku-suku.. Tentu saja Allah tidak akan pilih kasih terhadap umat yang Dia ciptakan. Oleh karena itu untuk setiap umat Allahpun telah menurunkan seorang Rosul serta KitabNYA dalam bahasa kaumnya. Semua Rosul itu sudah muslim, sudah berserah diri kepada Allah…Para Rosul itu mengajarkan ATURAN dan JALAN YANG TERANG dari Allah bagi kehidupan lahir dan bathin umatnya… Allah mengajarkan tentang AGAMA FITRAH melalui Rosul-Rosul-NYA kepada semua umatnya di seluruh dunia sebagai ATURAN dan JALAN YANG TERANG bagi kehidupan umat manusia di dunia dan akhirat… Agama FITRAH itulah yang mengajarkan tentang kesucian, kedamaian, keselamatan, kasih saying, kesabaran, keikhlasan serta berserah diri

kepada Tuhan melalui keimanan dan ketakwaan.. Semua agama HINDU, BUDHA, NASRANI DAN ISLAM mengajarkan tentang FITRAH karena FIRAH ALLAH TIDAK PERNAH BERUBAH…apapun nama agamanya disesuaikan dengan bahasa kaumnya… Bagi setiap umat ada Rosul, ( YUNUS 10 : 47 ). Bagi tiap-tiap masa ada kitab ( AR RAD 13 : 38 ) Kami tidak mengutus seorang Rosulpun, melainkan dengan bahasa kaumnya, supaya ia dapat memberikan penjelasan dengan terang kepada mereka ( IBRAHIM 14 : 4 ). Hadapkan wajahmu pada Agama Fitrah, Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu, tidak ada perubahan pada fitrah Allah ( ARRUM 30:30 ).. Sesungguhnya ini adalah agama kamu semua, agama yang satu dan AKU adalah Tuham-mu, maka bertaqwalah kepada-KU ( AL MU’MINUN 23 : 52 ) Kemudian mereka menjadikan agama mereka terpecah-belah menjadi beberapa pecahan. Tiap-tiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada sisi mereka ( masing-masing ). Maka biarkanlah mereka dalam kesesatannya sampai suatu waktu ( AL MU’MINUN 23 : 53-54 ) Kata Qur’an : Sesungguhnya telah kami mudahkan Al Aqur’an ( KITAB ALLAH ) dalam bahasa-mu… ( MARYAM 19 : 97 , AD-DUKHAN 44 : 58 ) Pada saat pertama kali Islam masuk ke wilayah Indonesia, para wali mengajarkan tentang Islam melalui bahasa dan budaya kaumnya.. agar mudah dicerna, jadi tidak pake bahasa Arab.. Di Aceh melalui bahasa dan budaya Aceh… Di SumBar melalui bahasa dan budaya minang … Di pulau Jawa melalui bahasa dan budaya Jawa-Sunda… Ketika para Wali menyebarkan agama Islam di pulau Jawa tentu saja memakai bahasa Jawa atau bahasa Sunda agar mudah dicerna, agar mudah dipahami sambil diselaraskan dengan budaya Jawa-Sunda.. Kemudian muncul tembang-tembang Jawa-Sunda yang di dalamnya berisikan ajaran-ajaran dari Rosulullah saw…seperti halnya kita mengaji dilagukan dengan langgam Timur Tengah… Allah adalah Tuhan alam semesta, bukan milik orang Arab… Secara minimal mungkin itulah yang disebut Islamisasi…hanya ESSENSI dan SUBSTANSI ISLAM saja yang disosialisasikan oleh para wali. Ajaran Islam melebur, berassimilasi dan bersinergi dengan kearifan local, namun Ruh Islami tetap hidup di dalamnya.. Rosulullah saw pun tidak mengharamkan kearifan local. Ketika Rosulullah saw mengajarkan Islam di Mekah, beliaupun merangkul kearifan local. Beliau tidak mengharamkan kearifan local. Hal ini bisa kita lihat dalam Rukun Islam. Masalah Haji sudah ada sejak

jaman Nabi Ibrahim, puasa, sholat dan zakat pun sudah ada sejak sebelum Rosulullah saw dilahirkan… Dari Rosulullah saw hanya dua kalimah Syahadat… Kita semua tidak mengetahui tata cara berpuasa dan tata cara sholat sebelum Rosulullah dilahirkan itu seperti apa… Apakah seperti puasa Nabi Daud as..??? Sholatnya bagaimana..??? …diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orangorang sebelum kamu … ( AL BAQARAH 2 : 183 )… Nabi Isa berkata : Dia ( Allah ) memerintahkan aku sholat dan ( menunaikan ) zakat selama aku hidup ( MARYAM 19 : 31 ) Tidak Kami rubah jiwa hukum dari suatu ayat atau Kami lenyapkan dari ingatan Rasul, melainkan kami ganti dengan yang lebih baik dari itu atau yang sepadan dengan itu … (AL BAQARAH 2 : 106) Demikian juga ketika Islam keluar dari Jajirah Arab memasuki Spanyol. Turki, India, Pakistan dan Indonesia melebur, berassimilasi, bersinergi dengan kearifan local, namun RUH ISLAMI yaitu ESSENSI dan SUBSTANSI-nya tetap hidup di dalamnya… ITULAH ISLAMISASI.. BUKAN ARABISASI BUDAYA ARAB…!!! Para Wali serta para sesepuh kita juga melakukan ISLAMISASI bukan melakukan ARABISASI budaya Arab…ESSENSI DAN SUBSTANSI ajaran Rosulullah saw larut, lebur, membaur, berasimilasi dan bersinergi dengan kearifan lokal Nusantara… Mata hari terbit dari Timur. Awal mula kehidupan mulai dari Timur… Peradababan dan kebudayaan serta keberagamaan umat manusia dimulai dari timur… Untuk setiap masa ada kitab, disesuaikan dengan situasi dan kondisi umatnya saat itu. Sesungguhnya Al Qur’an ( KITAB ALLAH ) benar-benar dalam kitab-kitab orang-orang terdahulu. ( ASY SYUARA 26 : 196 )… di seluruh dunia tidak hanya sekedar di Arab…. Dan Kami teruskan jejak mereka dengan mengutus Isa putera Maryam, … Dan Kami menurunkan Injil kepada Isa …Yang membenarkan-mengoreksi Kitab sebelumnya , yaitu Taurat sebagai petunjuk dan pengajaran bagi orang-orang yang bertakwa ( AL MAIDAH 5 : 46 ) Kami turunkan Al Qur’an kepadamu dengan membawa kebenaran untuk mengoreksi-membenarkan kitab-kitab sebelumnya ( AL MAIDAH 5 : 48 )… Demikian pula masalah keberagamaan muncul mulai dari Timur, menyebar ke wilayah Barat disertai revisi dan koreksi, ada proses penyempurnaan, disesuaikan dengan situasi dan kondisi yang terjadi saat itu. Setelah disempurnakan, ISLAM-FITRAH yang diajarkan Rosulullah saw menjadi lebih jelas dan gamblang serta mudah dipahami oleh setiap umat dimanapun, terutama bagi umat yang sudah memiliki dasar-dasar Agama Fitrah di wilayah Nusantara… yang sekarang disebut ISLAM NUSANTARA… Setelah disempurnakan maka AGAMA FITRAH menyebar kembali ke Timur tanpa pertumpahan darah, karena dasar-dasar Agama Fitrah di wilayah Timur sudah ada sejak dahulu. Kata orang Sunda : Kebo pulang kandang. Itu sebagai bukti Allah Maha Adil, tidak mungkin Allah membiarkan umatnya yang diwilayah timur menjadi terbelakang.

Contohnya bisa kita lihat dari cara sesepuh Cirebon menjelaskan ajaran Rosulullah saw : Asyhadu syahadat geseng. Kat malekat komala urip Ingsun sadurunge ana jagat. Kat malekat komala urip Ingsun sadurunge ana Allah… Laa ilaha ilallah.. YA INGSUN SEJATINE DEWEK… ALLAH berasal dari kata AL-ILAH.. menurut bahasa Arab artinya yang disembah, apapun yang disembahnya. Jadi Allah itu bukan nama. Kemudian muncul kata Allah.. sejak zaman sebelum Rosulullah saw dilahirkan… Contohnya ayahnya Rosulullah saw bernama ABDULLAH… Nama Tuhan yang sebenarnya tidak bisa kita ucapkan dan tidak bisa kita tuliskan, karena berjumpa pun belum apalagi kenal namanya… Orang Jawa dan Sunda menyebut nama Tuhannya GUSTI PANGERAN. Orang Hindu menyebutnya RADHA SWAMI.. Radha artinya RUH dan Swami artinya YANG MAHA TINGGI.. Orang Budha menyebutnya AMITABA artinya CAHAYA TANPA BATAS… Aku adalah Yang Disembah (ALLAH) dan tiada Tuhan selain AKU, karena itu sembahlah AKU dan dirikan sholat untuk mengingat-KU ( THAHA 20 : 14 ) Mereka (KITA SEMUA) TIDAK MENGENAL Allah dengan sebenar-benarnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kuat lagi Maha Perkasa ( ALHAJJ 22 : 74 ) Kamu (KITA SEMUA) tidak menyembah yang selain Allah KECUALI HANYA NAMA-NAMA yang kamu dan nenek moyangmu membuat-buatnya, Allah tidak menurunkan suatu keteranganpun tentang nama-nama itu ( YUSUF 12 : 40 ) Itu tidak lain hanyalah nama-nama yang kamu ( KITA SEMUA ) dan bapakbapakmu ( BAPAK-BAPAK KITA SEMUA ) mengada-adakannya, Allah tidak menurunkan suatu keteranganpun untuknya (nama-namanya), mereka tidak lain hanyalah mengikuti sangkaan-sangkaan dan hawa nafsunya ( AN NAJM 53 : 23 ). Kata ALLAH menurut gramatika Arab bentuknya maskulin, laki-laki, BAPA..sedangkan kata AL DZAT menurut gramatika Arab bentuknya feminine, perempuan, BUNDA… Berarti kita boleh memanggil nama Tuhan dengan sebutan BAPA atau BUNDA… Tuhan engga akan marah… Ngga masalah…Mungkin masalah buat lo bro…!!! NGGA USAH SEWOT COY… GITU AJA KO REPOT…!!! Tuhan tidak pernah menyusahkan kita. Tuhan tidak pernah mempermasalahkan nama-Nya. Dia mengizinkan kita menyebut-Nya dengan nama apa saja yang kita suka. Tuhan memperbolehkan kita memanggil NAMANYA berdasarkan SIFAT-SIFATNYA yang disebut ASMA’UL HUSNA dan ISMU AZOM…

Itu solusi dari Tuhan … Katakanlah : serulah ALLAH atau serulah AR-RAHMAN dengan nama yang mana saja kamu seru, dia mempunyai nama ASMA’UL HUSNA…(AL-ISRA 17:110) milik ALLAH, ASMA’UL HUSNA, maka mohonlah kepada-Nya dengan menyebut ASMA’UL HUSNA itu..(AL-A’RAF 7:180) Syahadat Geseng Itu adalah cara orang Jawa Cirebon menjelaskan keberadaan Tuhan ketika segalanya masih geseng-gelap, ketika jagat raya belum ada, sebelum ada kata Allah… namun INGSUN ( AKU ) YANG SEJATI SUDAH ADA…Tiada Tuhan selain Allah..( Yang Disembah )… Ya AKUlah DIA..yang sejati… Bandingkan dengan Hadits Qudsi : Aku adalah perbendaharaan yang tersembunyi, maka oleh sebab cinta maka AKU ciptakan mahluk ( NUR MUHAMMAD ) agar ia mengenal akan AKU.. Dari Nur Muhammad ini alam semesta dan segala isinya diciptakan… Kata AL GHAZALI : Barang siapa mengenal dirinya maka dia mengenal Tuhannya Barang siap mengenal Tuhannya maka dia merasa dirinya bodoh. Barang siapa mencari Tuhan keluar dari dirinya maka dia akan tersesat semakin jauh… Kata para sufi awal mula beragama adalah mengenal Allah. Tak jumpa maka tak kenal. Tak kenal maka tak iman Bandingkan dengan ajaran sesepuh Sunda dalam rangka mengenal jati diri…disajikan dalam tembang Sunda diiiringi KECAPI-SULING, KECAPI ( SETIAP UCAPAN ) DI SUSUL ELING.. Oleh karena itu lubang suling ada 6 sebagai symbol dari Rukun Iman… Narangtang nyawang waruga. Nilik titis tulis diri….Kita menukik ke dalam diri Ebreh sapangreretan, atra raga kanti sukma… sekilas tampak jelas raga dan sukma Jung nangtung wawuh ka kujur, ajeg tenget ka pangadeg… bangkit-sadar mengenali jatidiri.. Hurip Insun hurip ing wong.. keberadaan AKU (Allah ) dalam diri manusia… jirim jisim pangancikan Roh… raga-jasmani tempat bersemayam RUH Hurip nyawa lan sukma gumulung sabudeur awun…Nyawa-jiwa dan Sukma manunggal Gelar patarema .. rasa sampurna.. jatining sunda…sempurna RASA SEJATI di dalam DZAT. ( Ya Ingsun Ya Anda… manunggal ) Tembang berikutnya… dengan irama yang penuh semangat… Bray siang alam padang narawangan tatapakan pangapungan .. ajeg…

Alam ieu anu KULA… ANU KULA MATA HOLANG Raga Sukma.. Surya medal kula datang.. surya surup kula mulang… Datang ti dieu mulang ka dieu.. ( inna lillahi wa inna ilaihi rojiun ) Kula Sunda keur Ki Sunda..Kula Sunda keur Ki Sunda… Pada saat dzikir meditasi terjadi out of body, mi’raj melalui Cahaya, melesat menembus Arasy.. Apa yang ada di alam semesta milik KULA-AKU-ALLAH.. Termasuk ESSENSI DZAT ( MATA HOLANG ) di dalam raga-sukma… Di dalam diri manusia ada YANG MAHA MELIHAT ( AL QIYAMAH 75 : 14 ) Pagi-pagi pergi ke ladang… petang pulang… itulah kehidupan kita didunia…akhirnya.. Dari Allah kembali kepada Allah.. manunggal YA INGSUN .. YA ANDA… Manunggal, bukan kembali ke sisiNYA.. karena Allah tidak memiliki ruang dan waktu.. Dari Cahaya kembali kepada CahayaNYA…mencapai SWARGA… SWAR artinya Cahaya… Dan GA artinya kembali…kepada CahayaNYA… Sesuai theory EINSTAIN bahwa setiap benda di dunia berasal dari ENERGI QUWANTA ( CAHAYA ) yang akan lebur kembali menjadi cahaya… Setelah Aku sempurnakan kejadiannya, Aku tiupkan Ruh-Ku kepadanya ( Al Hijr 15 : 29 ) Berarti Ruh adalah ESSENSI Dzat Illahiah yang bersemayam di dalam setiap ciptaanNYA.. Sebagai MATA HOLANG.. DIA berada dimana-mana, di dalam diri manusia, di dalam debu, di dalam atom sekalipun sebagai RUH, sebagai Essensi, sebagai sumber Energi…di alam semesta…Namun dalam Ke-ESA-annya DIA tidak kemana-mana. Bila inti atom bergetar… bisa meledak.. Hirosima dan Nagasaki pun hancur… Tanda-tanda Kami disegenap penjuru, dan didalam diri mereka sendiri, sehingga jelas bagi mereka bahwa Al Qur’an itu benar… ( FUSHSHILAT 41 : 53 ) … …di dalam dirimu, apakah engkau tidak memperhatikan ( ADZDZARIYAT 51 : 21 ). Kami telah mengutus seorang utusan dalam diri-mu ( AT-TAUBAH 9 : 128) Tuhan menempatkan diri antara manusia dengan kolbunya ( AL-ANFAL 8:24 ) Kata Al GHAZALI … • Tauhid murni adalah penglihatan atas Tuhan dalam semua benda …Bila kita tidak menyadari adanya Unsur-Unsur Ketuhanan yang tersembunyi di dalam setiap ciptaan-Nya berarti islamnya adalah islam semu… AS SYIBLI berkata : Aku tidak melihat segala sesuatu kecuali Allah… MUHAMMAD BIN WASI berkata : Aku tidak melihat segala sesuatu tanpa Allah di dalamnya…

Oleh karena itulah sesepuh kita tempo dulu bila bangun pagi sebelum menginjak bumi, atau sebelum menebang pohon, minta izin dan berdo’a untuk bumi dan pohon itu.. Karena beliau-beliau itu menyadari bahwa semua itu mahluk Allah yang di dalamnya ada Ruh Allah…. Apakah para sesepuh kita sesat…??? Justru para sesepuh kita itu sangat islami…Islamnya bukan Islam semu seperti kita-kita ini… Kebiasaan acara sukuran bagi wanita hamil 4 bulan, hamil 7 bulan atau acara tahlilan bila ada yang meninggal hari 1 sampai hari ke 7, kemudian acara tahlilan 40 hari, 100 hari, acara mendak tahun…mungkin itu budaya Hindu yang dikemas dengan do’a cara islami… Mungkin itulah yang disebut Islamisasi… tidak sekedar budaya Arabnya yang diserap… Tapi merealisaskan essensi dan substansi Islam…di dalam kehidupan kita sehari-hari… Islam yang lembut, damai, sabar dan ikhlas, penuh rasa kasih-sayang serta berserah diri kepada Allah melalui keimanan dan ketaqwaan kepada Allah swt .. Itulah agama fitrah … Hadapkan wajahmu pada Agama Fitrah, Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu, tidak ada perubahan pada fitrah Allah ( ArRUM 30:30 ).. Sesungguhnya ini adalah agama kamu semua, agama yang satu dan AKU adalah Tuham-mu, maka bertaqwalah kepada-KU ( AL MU’MINUN 23 : 52 ) Kemudian mereka menjadikan agama mereka terpecah-belah menjadi beberapa pecahan. Tiap-tiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada sisi mereka ( masing-masing ). Maka biarkanlah mereka dalam kesesatannya sampai suatu waktu ( AL MU’MINUN 23 : 53-54 ) FITRAH itulah RUH ISLAMI apapun nama agamanya…!!! Itulah ISLAM SEJATI yang diajarkan Allah melalui para Rosul kepada semua umatnya di dunia sesuai bahasa kaumnya HINDU-BUDHA-NASRANI-ISLAM…Orang JAWA menyebutnya.. ILMU SEJATI SANGKAN PARANING DUMADI… Orang SUNDA menyebutnya.. AGAMA SUNDA WIWITAN… Ada yang mengatakan ISLAM NUSANTARA namun apapun namanya ESSENSI dan SUBSTANSINYA tetap sama, TENTANG FITRAH… tidak pernah berubah… KENAPA KITA HARUS BERTENGKAR…??? Di ibaratkan Allah memberi kita beras, supaya mudah dicerna dan enak dimakannya, maka kita olah jadi nasi kebuli, jadi nasi goreng, jadi nasi rames, jadi nasi padang itu semua bagi yang sehat, untuk yang sakit kita buatkan bubur ayam…. Setelah dioalah namanya jadi berbeda, namun bahan dasarnya TETAP BERAS… Allah akan murka bila kita ngga pake otak….

Allah menimpakan kemurkaan kepada orang-orang yang tidak mempergunakan akalnya ( YUNUS 10 : 100 ) Untuk mencapai puncak spiritual yaitu mencapai Tingkat IKHSAN menjadi INSAN KAMIL ternyata tata caranya juga sama, yaitu harus melalui DZIKIR-MEDITASI Agama Fitrah sudah ada di wilayah Nusantara jauh sebelum Islam-Fitrah ajaran Rosulullah saw muncul… Mungkin itulah yang dimaksud ISLAM NUSANTARA sebagai Agama Fitrah yang tidak pernah berubah… Hanya GANTI CASING…!!! Agama Fitrah yang diajarkan Rosulullah saw telah mengalami proses penyempurnaan sehingga lebih jelas dan gamblang sehingga mudah dicerna serta mudah dipahami oleh siapapun, terutama bagi masyarakat yang sudah memiliki dasar-dasar Agama Fitrah… sehingga cepat berkembang tanpa pertumpahan darah… Begitulah proses Islamisasi di Indonesia.. Bukan Arabisasi budaya Arab….!!! BUDAYA adalah symbol JATI DIRI suatu bangsa…sebagai kekuatan suatu bangsa… Untuk menghancurkan, menguasai, menjajah suatu bangsa tidak harus pakai senjata.. Cukup dengan menghancurkan budayanya saja dengan mengatasnamakan agama… maka pola pikir jadi terpasung….tanpa sadar kita sudah terjajah… BUDAYA berasal dari kata BUDI dan DAYA… BUDI diolah melalui RASA dalam qolbu-fuad dan otak kanan maka muncullah PERILAKU. DAYA diolah melalui KARSA didominasi otak kiri… muncul KARYA… dan PANGAWASA.. Bila kerja otak kiri terlalu dominan, maka akan muncul EGO.. Perilaku menjadi tidak terkendali. BUDI tidak BERDAYA hanya NAFSU yang ada. Silahkan nonton film Jepang : THE LAST SAMURAI… Bagaimana Jepang mempertahankan budayanya… Apa daya Budaya Indonesia sudah tergerus … sehingga tidak memiliki jatidiri… MELAS PISAN CUNG… WIS BENERAN DADI KACUNG… REVOLUSI MENTAL … DIDIKANE PETRUK… NAFSU bisa dikendalikan dengan cara PENGATURAN NAFAS melalui DZIKIR-MEDITASI… INGAT : 

Hadapkan wajahmu pada agama FITRAH…

FITRAH ALLAH TIDAK PERNAH BERUBAH..

Semua agama mengajarkan tentang FITRAH

ISLAM FITRAH yang DIRIDHOI ALLAH

EGO penyebab umat beragama TERPECAH-BELAH

Sesungguhnya ISLAMISASI ITU TIDAK ADA, karena semua JIWA-RUH sudah MUSLIM… SUDAH BERSYAHADAT… Ketika Allah berfirman : Bukankah AKU Tuhan-mu…??? Semua Jiwa-Ruh menjawab : Benar Kami bersaksi ( AL A’RAAF 7 : 172 )…

SYAHADAT REVISI 11-NOVEMBER-2015

Dr H Maman SW SpOG http://www.drmamanspog.blogspot.com

SYAHADAT … apa-an tuh …??? Aku bersaksi tiada Tuhan selain Allah… Kata sesepuh saya : Maman, kamu itu bohong…!!! Bersaksi itu kamu harus menyaksikan dan melihat dengan mata kepala sendiri. Apakah kamu pernah melihat Allah…??? Maman kamu itu baru katanya dan katanya, persis seperti orang buta bernyanyi .. burung nuri katanya, terbang tinggi katanya…karena si buta belum pernah melihat burung nuri seperti apa… Tuhan ada, DIA berdiri dengan sendirinya, tidak ada apa–apa di sisi-Nya. Kemudian Dia ciptakan makhluk : “ Aku adalah perbendaharaan yang tersembunyi, oleh sebab cinta maka Aku ciptakan makhluk ( Nur Muhammad ) agar dia mengenal akan Aku “. (Hadist Qudsi) Hadist Rosululloh Aku berasal dari Cahaya Allah, seluruh alam semesta berasal dari cahayaKu… Yang mula-mula dijadikan Allah adalah Nur Nabi-mu ya Jabir, dan Allah jadikan dari Nur itu segala sesuatu, dan engkau wahai Jabir termasuk sesuatu itu. Aku adalah bapak dari segala ruh dan Adam bapak dari segala jasad. Berarti RUH BERASAL DARI NUR MUHAMMAD, RUH BERASAL DARI CAHAYA ALLAH

Oleh karena itu Ruh tetap suci, tidak pernah kena polusi duniawi… Kemudian Allah menciptakan manusia sebagai mahluk yang luar biasa. Manusia diberi mata dan telinga, diberi otak untuk berfikir, diberi hati dan perasaan yang didalamnya ada nafsu .. Manusia diciptakan Allah berbangsa-bangsa dan bersuku-suku diberi petunjuk, diberi jalan yang terang dan juga diberi nafsu untuk diuji kadar keimanan dan ketakwaannya. Apakah manusia mengira cukup dengan berkata : kami telah beriman, dan mereka tiada di uji …??? ( AL ANKABUT 29 : 2 ) Kami pasti akan menguji kamu sekalian dengan sesuatu berupa ketakutan dan kelaparan, kekurangan harta benda, jiwa dan buahbuahan, tapi sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar, yang bila bencana menimpa dirinya dia berkata : sesungguhnya kita adalah milik Allah dan kepada Allah kita akan kembali ( AL BAQARAH 2 : 155-156 ) Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari setetes mani yang bercampur , Kami hendak mengujinya karena itu Kami jadikan dia mendengar dan melihat (AL INSAN 76 : 2). Setelah aku sempurnakan kejadiannya aku hembuskan ruh KU kepadanya ( AL HIJR 15 : 29 dan ASH-SHAD 38 : 72 ) Berarti Ruh adalah ESSENSI Dzat Illahiah yang bersemayam di dalam setiap ciptaanNYA.. DIA berada dimana-mana, di dalam diri manusia, di dalam debu, di dalam atom sekalipun. Sebagai RUH, sebagai Essensi, sebagai sumber Energi…di alam semesta… DIA berada dimana-mana… Namun dalam Ke-ESA-annya DIA tidak kemana-mana. Tanda-tanda Kami disegenap penjuru, dan didalam diri mereka sendiri, sehingga jelas bagi mereka bahwa Al Qur’an itu benar… ( FUSHSHILAT 41 : 53 ) … …di dalam dirimu, apakah engkau tidak memperhatikan ( ADZDZARIYAT 51 : 21 ). Kami telah mengutus seorang utusan dalam diri-mu ( AT-TAUBAH 9 : 128) Tuhan menempatkan diri antara manusia dengan kolbunya ( AL-ANFAL 8:24 ) HADITS QUDSI : 

Di dalam setiap rongga anak Adam Aku ciptakan suatu mahligai yang disebut dada, dalam dada ada kolbu, dalam kolbu ada fuad ( hati yang bersih ), dalam fuad ada syagofa, di dalam syagofa ada Sir, di dalam Sir ada AKU ….

Ruh masuk kedalam jasmani manusia sambil membawa amanah : Sesungguhnya telah kami tawarkan amanah kepada langit, bumi dan gunung-gunung, akan tetapi mereka semua enggan memikulnya, karena takut menghianatinya, namun manusia bersedia memikulnya, karena manusia sungguh zalim dan bodoh (AL AHZAB 33 : 72) Namun tidak dikatakan amanahnya itu apa, apakah agama ataukah tugas hidup di dunia sebagai apa …??? Apakah sebagai penjahat yang kemudian insaf ataukah sebagai alim ulama yang berbuat maksiat …??? Tuhan telah memberikan petunjuknya, namun manusia pun diberi kebebasan memilih, karena Tuhan menciptakan manusia untuk diuji… Setelah di dunia amanah tersebut dilalaikan, karena ada nafsu. Oleh karena itu manusia disebut insan yang artinya lalai. Wa iz akhaza Robbuka min bani adama min zuhurihim zurriyyatahum wa asyhadahum ala anfusihim alastu birobbikum, qolu bala syahidna… Dan (ingatlah) ketika Tuhan-mu mengeluarkan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap mereka ( seraya berfirman ) : Bukankah AKU TUHANMU…??? Semua jiwa ( anfusihim ) menjawab benar kami bersaksi (Surat Al A’raaf 7 : 172)… ANFUSIHIM adalah bentuk jamak dari NAFS.. NAFSU.. namun ada yang mengartikan NAFS sebagai JIWA dan ada juga yang mentafsirkannya sebagai RUH… Secara logika yang diberi amanah, yang bersyahadat, yang bersaksi, yang dibai’at itu NAFSNYA, jiwanya, bukan jasmaninya dan bukan pula Ruhnya…!!! Kata sesepuh saya, bersyahadat di Surat Al A’raf 7:172 inilah JIWA-RUH benar-benar bersaksi dihadapan Allah. Sedangkan semua manusia yang hidup di dunia ini belum pernah bertatap muka dengan Allah, jadi belum benar-benar bersaksi, karena yang dikatakan bersaksi itu harus melihat dengan mata kepala sendiri… Surat Al A’raf 7 : 172 ini juga sebagai bukti bahwa yang bisa berkomunikasi dengan Allah adalah JIWA-RUH… bukan jasmaninya… Karena RUH berasal dari Dzat Allah, maka RUH tetap suci, tidak akan tercemar, tidak akan kena polusi.. Ruh berada dalam SIR sebagai AKU yang bertugas mengendalikan nafsu yang bersarang di dalam kolbu setiap manusia… Di dalam diri manusia ada Cahaya Yang Maha Melihat ( AL QIYAMAH 75 : 14 ) Allah akan membimbing dengan Cahayanya kepada Cahayanya bagi siapa yang Dia kehendaki (AN NUUR 24 : 35). …. mereka mempunyai hati ( qolbu ) untuk memahami ( merasakan ) atau mempunyai telinga yang dengan itu mereka mendengar, karena sesungguhnya bukan matanya yang buta, tetapi hatinya yang ada di dalam dada ( AL HAJJ 22 : 46 ) Dia memberi petunjuk kepada hati ( qolbu )-nya ( AT-TAGABUN 64 : 11 )

Dialah Jibril yang menurunkan Al Qur’an kedalam qolbumu (AL BAQARAH 2 : 97) ( Al Qur’an ) ini adalah ayat-ayat yang nyata dalam hati ( qolbu ) orangorang yang diberi ilmu ( AL ANKABUT 29 : 49 ) Janganlah engkau mengikuti hawa nafsu, karena ia akan menyesatkanmu dari jalan Allah (SHAAD 38 : 26) Sesungguhnya nafsu itu selalu menyuruh kepada kejahatan, kecuali nafsu yang diberi Rahmat oleh Tuhan-ku, sesungguhnya Tuhan-ku Maha Pengampun lagi Maha Penyayang (YUSUF 12 : 53) Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang mensucikan jiwaya dan sesungguhnya merugilah orang-orang yang mengotorinya ( ASY-SYAM 91 : 9-10 ) Wahai nafsu mutmainah ( jiwa yang tenang ), datanglah kepada Tuhanmu dengan rasa suka cita dan penuh keridhoan, dan diridho’iNYA, masuklah ke dalam golongan hamba-hamba-Ku dan masuklah kedalam surga-Ku ( AL FAJR 89 : 27 – 30 ) Mereka itulah orang-orang yang dibalasi dengan martabat yang tinggi karena kesabarannya dan mereka disambut dengan penghormatan dan ucapan selamat di dalamnya. Mereka kekal di dalamnya. Surga itu sebaik-baiknya tempat menetap dan tempat kediaman ( AL FURQON 25 : 75 – 76 ) Ucapan selamat dari Tuhan. Salaamun qaulam mirobbirahiim ( YAASSIIN 36 : 58 ) Kolbu berfungsi untuk memahami sesuatu, untuk mempelajari sesuatu melalui logika yang berpusat di otak kiri sehingga menghasilkan karya.. Jadi jiwa melalui rasa dan karsa akan menghasilkan karya dan pangawasa, kekuasaan. Kolbu ini dalam memahami sesuatu dipengaruhi oleh hawa nafsu yang menghasilkan perilaku budi pekerti. Oleh karena nafsu harus dikendalikan maka Allah memberi amanah dan membai’at NAFS melalui syahadat. . Sedangkan FUAD artinya HATI YANG BERSIH.. Melalui FUAD inilah manusia berkomunikasi dengan Allah sehingga bisa memasuki SYAGOFA.. mencapai SIR… menjumpai AKU… Itulah yang disebut makripat… Dia memberimu pendengaran, penglihatan dan hati ( fuad ) agar kamu bersyukur ( AN NAHL 16 : 78 ). Dia-lah yang telah menciptakan bagi kamu sekalian, pendengaran, penglihatan dan hati (fuad). Namun sedikit saja kamu bersyukur ( AL MU’MINUN 23 : 78 )

Sabda Rosulullah saw : Manusia itu dalam keadaan tidur, ketika mati barulah dia bangkit.. Kita harus belajar mati sebelum mati…agar kesadaran Ruhnya bangkit. Kesadaran Ruh adalah KESADARAN SEJATI untuk berkomunikasi dengan Allah. Karena RUH berasal dari Dzat Allah… RUH berasal dari DZAT YANG MAHA SUCI… RUH berasal dari SANG AKU… Berarti AKU dan AKU yang laesa kamislihi syaeun..saling berkomunikasi… SANG AKU akan menggerakan SIR.. dan Sir akan menggerakan FUAD.. dan Fuad akan menggerakan OTAK, kemudian otak akan menggerakan TUBUH, maka muncul budi pekerti yang baik…perilaku yang terkendali.. Innalillahi wa inna ilaihi roojiuun… Dari Cahaya kembali kepada Cahaya.. Dari AKU kembali kepada AKU… Itulah yang disebut SWARGA.. yang berasal dari kata SWAR artinya CAHAYA dan GA artinya KEMBALI… Sesuai dengan teori EINSTAIN bahwa semua benda di alam semesta berasal dari ENERGI QWANTA-ENERGI CAHAYA. Bila benda-benda itu hancur, maka akan kembali lagi menjadi Energi Qwanta, kembali lagi menjadi Cahaya… Kata orang Cirebon manunggal lan INGSUN…tidak ada jarak, MENEMBUS RUANG DAN WAKTU…Manusia mengenal siapa JATI DIRINYA yang laesa kamislihi syaeun..tidak serupa dengan apapun, sekalipun anak kembar, garis nasibnya berbeda…. Kata Al GHAZALI … • Tauhid murni adalah penglihatan atas Tuhan dalam semua benda …Bila kita tidak menyadari adanya Unsur-Unsur Ketuhanan yang tersembunyi di dalam setiap ciptaan-Nya berarti islamnya adalah islam semu… AS SYIBLI berkata : Aku tidak melihat segala sesuatu kecuali Allah… MUHAMMAD BIN WASI berkata : Aku tidak melihat segala sesuatu tanpa Allah di dalamnya… Oleh karena itulah sesepuh kita tempo dulu bila bangun pagi sebelum menginjak bumi, atau sebelum menebang pohon, minta izin dan berdo’a untuk bumi dan pohon itu.. Karena beliau-beliau itu menyadari bahwa semua itu mahluk Allah yang di dalamnya ada Ruh Allah… Apakah para sesepuh kita sesat…??? Justru para sesepuh kita itu sangat islami, Islamnya bukan Islam semu seperti kita-kita ini… Sesepuh kita mengajarkan bahwa AWAL MULA BERAGAMA ADALAH MENGENAL ALLAH… Tak jumpa maka tak kenal. Tak kenal maka tak sayang. Tak sayang maka tak iman. Oleh karena RUH itu adalah ESSENSI DZAT ALLAH… maka kita harus mengenal jati diri kita.. Ketika masih di dalam kandungan, kita sudah hidup karena sudah diberi Ruh, tapi belum bernafas…nafsunya belum muncul. Setelah lahir kedunia baru kita bernafas yang keluar masuk melalui lubang hidung. Nafas

berasal dari kata NAFS..artinya NAFSU yang bisa dikendalikan dengan cara MENGATUR PERNAFASAN melalui DZIKIR QOLBU…. Manusia adalah mahluk yang paling sempurna. Otaknya juga sempurna sebagai hasil evolusi otak selama jutaan tahun yang lalu. Otak tua adalah sistim limbik sebagai pusat emosi, pusat segala nafsu manusia. Didalamnya ada struktur amigdala seperti buah almon. Struktur lain yang penting adalah hippocampus yang menyimpan data-data rasional untuk mengenali perbedaan makna yang mengandung tata nilai universal sebagai fitrah manusia yang kemudian disimpan secara permanen di daerah kulit otak yang disebut korteks serebri… Bila hippocampus memunculkan suatu fakta, maka amigdala akan mengingatkan apakah ada hubungan emosional dengan fakta tersebut. Sedangkan thalamus, berfungsi sebagai station relay dan juga bersama hypothalamus, hipofisis dan kelenjar pineal bekerja mengatur siklus hormonal. Bagian otak untuk berpikir adalah korteks serebri yang menerima informasi dari panca indera. Korteks serebri otak kiri untuk berpikir analitis, matematis, logika, bahasa dan aksara, sedangkan otak kanan untuk berpikir secara holistik, intuisi, kreasi, imaginasi, seni, dan spiritual. Pada bagian otak kanan ada yang disebut God Spot yang akan bercahaya pada saat kita melakukan aktivitas spiritual, berdo’a, berdzikir atau bermeditasi. Otak kiri untuk Kecerdasan Intelektual ( IQ ), sistim limbik untuk Kecerdasan Emotional ( EQ ), dan otak kanan untuk Kecerdasan Spiritual ( SQ ). Dengan demikian manusia memiliki Kesadaran Fisik, Kesadaran Jiwa-Nafs dan Kesadaran Ruh…. Tiap bagian otak manusia tidak berdiri sendiri, namun saling berhubungan satu sama lain secara terintegrasi dan terkoordinasi melalui korteks asosiasi. Dengan adanya korteks asosiasi maka korteks serebri berfungsi untuk mengetahui, untuk berpikir, menerima dan mengolah data, menyimpulkan dan mengembangkan sebagai aktivitas intelektual manusia. Melalui korteks serebri inilah peradaban, budaya dan agama lahir. Sebagai contoh kerja asosiasi otak : bila kita melihat seseorang yang kita benci, informasi masuk ke korteks serebri diteruskan ke thalamus, kemudian bila langsung ke amigdala maka memori emosi negatif bergolak merangsang sistim hormonal adrenalin dan sistim sarap motorik, ada perintah ke otot wajah menjadi tegang dan otot anggota gerak untuk memukul. Juga ada perintah ke sistim sarap otonom, sehingga jantung berdebar-debar, napas memburu. Reaksi tersebut terjadi karena hippocampus sebagai pusat data-data rasional tidak bekerja dengan baik atau datanya minim, kurang lengkap

sehingga kebobolan. Bila data dari hippokampus lengkap bahwa orang tersebut hanya mirip dengan orang yang kita benci mungkin reaksinya akan lain. Menurut penelitian para ahli, dengan cara dzikir-meditasi bisa mengatasi masalah tersebut, sehingga reaksi spontan dari amigdala dan reaksi hormonal bisa terkendali. Pada saat kita berdzikir-bermeditasi.. santai, senyum dan pasrah kepada Allah. Mata dipejamkan, ujung lidah menyentuh langit-langit. Setiap keluar masuk nafas kita mengucapkan Asma Allah dalam hati. Ujung lidah yang menyentuh langit-langit menimbulkan rangsangan yang akan diteruskan ke otak, maka otak akan bereaksi mengeluarkan HCG ( Hormon Pertumbuhan ) yang berfungsi untuk peremajaan sel-sel di tubuh kita, sehingga aura kita jadi bagus. Kemudian daya kekebalan tubuh, sel anti kanker serta endomorphin dan melatonin juga akan meningkat… NAHHH ENDOMORPHIN inilah yang menyebabkan kita ekstase, rileks, emosi terkendali… Karena rileks, pembuluh darahnya melebar, sirkulasi ke otak meningkat, nutrisi dan oksigenisasi ke otak meningkat, sehingga sel otak yang aktifpun meningkat.. maka wajar bila Kecerdasan Intelektual (IQ), Kecerdasan Emosional (EQ) dan Kecerdasan Spiritualnya (SQ) juga meningkat… Kerja otak kiri dan otak kanan serasi, selaras dan seimbang… Sesuai Firman Allah : Dengan berdzikrillah hati menjadi tenang dan tentram ( AR-RAD 13 : 28 ). Bila sistim limbik otak manusia sebagai pusat nafsu, apakah mungkin yang disebut hati atau qolbu menurut Al Qur’an untuk merasakan atau untuk memahami sesuatu adalah sistim limbik di otak bukan di dalam dada …??? Perlu penelitian lebih lanjut…. Manusia memiliki tiga unsur yaitu jasmani, ruhani dan nafsu… Bila manusia itu dalam keadaan tidur, pingsan atau koma maka nafsunya tidak ada, yang ada hanya jasmani dan ruhaninya… Ruh tidak terikat pada Jasmani. Bila jasmaninya rusak maka Ruh bersama nafsunya akan meninggalkan jasmani. Itulah yang disebut kematian… Ketika manusia masih hidup, Ruh itu tidak larut di dalam jasmani… Kata sesepuh seperti tangan memegang anak kunci. Tangan yang menggerakan anak kunci. Seperti mengendarai kuda… Kata sesepuh Cirebon seperti NUNGGANG KUDA JARAN NAFAS. Kuda atau bahasa jawanya JARAN… Ruh menunggangi nafas…Ruh menunggangi nafsu… Ruh itulah yang mengendalikan nafsu manusia.. Oleh karena itu kenapa kita harus DZIKIR QOLBU SAMBIL MENGATUR PERNAFASAN..

Perintah berdzikir di dalam Al Qur’an cukup banyak, ada sekitar sepuluh ayat.. Silahkan cari..!!! Telah Aku turunkan Adz Dzikir ( Al Hijr 15 : 9 ). Berarti Adz Dzikir adalah Al Qur’an… Aku jadikan Al Qur’an itu Cahaya…( Asy Syura 42 : 52 ).. Allah adalah Cahaya… An Nuur adalah Allah… ( An Nuur 24 : 35 ) Bila Surat Al Hijr 15 : 9, Asy Syura 42 : 52 dan Surat An Nuur 24 : 35 kita rangkum dan kita simpulkan maka kesimpulannya : Adz-Dzikir adalah Allah… Semakin pendek Asma Allah yang kita dzikirkan, semakin kita cepat terfokus. Wajar bila ada sesepuh yang mengatakan : Dengan berdzikir Allah..Allah..Allah.. maka insya Allah, Tuhan akan memperlihatkan Cahayanya. Amin..Amin..Ya Robbal alamin..  

       

Kata sesepuh perhatikan lafad ALLAH.. !!!

ALIF LAM LAM HA : sebagai simbol jasmani yang berasal dari unsur tanah-apiair-angin… sebagai simbol ilmu syareat, thareqat, haqeqat dan ma’rifat. Sebagai simbol amarah, luwamah, sofiyah dan mutmainah TASYDID : disebut juga titik tiga yaitu SIR-RASA-PIKIR.. RASA-KARSAPANGAWASA. Pusat rasa adanya di ujung lidah. Oleh karena itu untuk memanunggalkan rasa pada saat berdzikir ujung lidahnya harus menyentuh langit-langit… ALIF DIATAS TASDID : SIMBOL AHADIYAT.. keluar masuk nafas diisi Ashma Allah.. ALIF berasal dari TITIK yang menjadi titik huruf B dalam Basmallah… sebagai sumber segala sumber yang disebut NUR MUHAMMAD… Dengan dzikir Ashma Allah… maka NUR-MUHAMMAD akan muncul…

Sabda Rosulullah saw :

Berpeganglah pada Al Qur’an dan Sunnah agar selamat Urusan dunia engkau lebih tahu, tata cara beribadah ikutilah caraku Pembersih qolbu adalah DZIKIR Jalan terdekat menuju Allah adalah DZIKIR Harus bisa mati sebelum mati

Dengan Al Qur’an dan Sunnah kita bersyareat, memiliki landasan hukum sebagai aturan dalam kehidupan kita bermasyarakat… Jangan terpaku hanya pada syareat.. Raihlah haqeqat untuk mencapai ma’ripat, untuk mencapai tingkat ikhsan dan menjadi insan kamil.

Kata Junaed al Bagdadi : Syareat tanpa haqikat fasik. Haqikat tanpa syariat zindik. Bila seseorang melakukan kedua-duanya maka sempurnalah kebenaran orang itu.

Tata cara beribadah ikutilah tata cara Rosulullah saw. Jangan lupa tata cara beliau sewaktu di guha Hiro… Apa yang beliau lakukan di Guha Hiro sehingga Allah mendekat dan memberikan wahyu kepada Rosulullah saw. Kata kuncinya DZIKIR-MEDITASI…. Dzikirnya dzikir kolbu.. karena yang bisa berkomunikasi dengan Allah adalah Ruhnya, bukan jasmaninya… Sabda Rosulullah saw kita harus bisa mati sebelum mati. Jasmaninya dan EGO-nya dimatikan agar kesadaran Ruhnya bangkit untuk berkomunikasi dengan Allah… Jangan mengharapkan apapun, jangan mengharapkan surga.. tapi harapkanlah keridhoan Allah.. Karena keridho’an Allah jauh lebih besar. Saat Allah mendekat rasakan getaran ENERGINYA.. bergetar hatinya (Al Anfal 8 : 2 ), merinding kulitnya ( Az- Zumar 39 : 23 ), menyungkur dan menangis ( Maryam 19 : 58 )… Bila kita berdzikir dengan penuh keikhlasan dan keridhoan, insya Allah suatu saat Allah akan memperlihatkan Cahayanya… NUR MUHAMMAD.. Dengan Dzikir hati akan menjadi tenang dan tenteram ( AR- RAD 13 : 28 ) Barang siapa menyerahkan seluruh dirinya kepada Allah dan berbuat kebaikan, baginya pahala pada Tuhan-nya, tiada mereka ketakutan dan tiada mereka bersedih hati ( Al BAQARAH 2 : 112 ) Dan keridhoan Allah adalah lebih besar, itu adalah keberuntungan yang besar ( AT TAUBAH 9 : 72 ) Wahai nafsu mutmainah ( jiwa yang tenang ), datanglah kepada Tuhan-mu dengan rasa suka cita dan penuh keridhoan, masuklah ke dalam golongan hamba-hamba-Ku dan masuklah kedalam surga-Ku ( AL FAJR 89 : 27 – 30 ) Mereka itulah orang-orang yang dibalasi dengan martabat yang tinggi karena kesabarannya dan mereka disambut dengan penghormatan dan ucapan selamat di dalamnya. Mereka kekal di dalamnya. Surga itu sebaik-baiknya tempat menetap dan tempat kediaman ( AL FURQON 25 : 75 – 76 ) Ucapan selamat dari Tuhan. Salaamun qaulam mirobbirahiim ( YAASSIIN 36 : 58 ) Maka disebabkan rahmat Allahlah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu, karena itu maafkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka dan bermusyawarahlah dengan mereka …( ALI IMRAN 3 : 159 )

Barang siapa bersabar dan memaafkan, sungguh yang demikian itu termasuk perbuatan yang mulia ( ASY-SYURA 42 : 43 ) Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal saleh, kelak Allah akan menanamkan dalam (hati ) mereka rasa kasih sayang ( Maryam 19 : 96 ) Allah akan membimbing dengan Cahayanya kepada Cahayanya bagi siapa yang Dia kehendaki (AN NUUR 24 : 35). Barang siapa yang hatinya dibuka oleh Allah kepada Islam ( fitrah ), maka dia itu mendapat Nur dari Tuhan-nya ( AZ-ZUMAR 39 : 22 ) Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan (Al Qashash 28 : 77) DZIKIR selain sebagai pembersih qolbu juga sebagai pembuka jalan menuju Allah… Bila hati kita bersih, jalan menuju Allah terbuka lebar dan Allahpun akan mendekat. Allah akan memberikan taufik dan hidayahnya kepada kita sehingga keimanan kita pun akan meningkat.. Allah juga akan menurunkan rahmatnya kepada mereka yang beriman sehingga perilakunya berubah menjadi lemah-lembut, penyabar disertai rasa kasih sayang terhadap semua mahluk ciptaan Allah…tawadu .. karena CAHAYA ALLAH sudah menerangi hatinya… Bila kita belum memilik sifat-sifat tersebut, belum tawadu berarti HATI kita masih GELAP… EGO kita masih tinggi… sehingga BELUM BISA DIKATAKAN BERIMAN … BELUM MUSLIM… Iman gue juga BRO…masih jjjaaauuuhhh… Gue juga ngerasa diri gue belum muslim…Gue belum ngerasa berserah diri sepenuhnya kepada Allah… Menurut lo gimana BRO kalo ada orang yang menganggap orang lain kafir…dan menghalalkan darahnya untuk dibunuh…??? Apakah dia sudah beriman ataukah EGOnya yang bicara…??? Firman Allah : Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat pelajaran bagi orangorang yang mempunyai mata hati ( ALI IMRAN 3 : 13 ) Dia akan memberi petunjuk kepada hatinya ( AT-TAGABUN 64 : 11 ) Di dalam diri manusia ada Cahaya Yang Maha Melihat ( AL QIYAMAH 75 : 14 ) Allah akan membimbing dengan Cahayanya kepada Cahayanya bagi siapa yang Dia kehendaki (AN NUUR 24 : 35). Tiadakah mereka melakukan perjalanan di muka bumi, sehingga mereka mempunyai hati, yang dengan itu mereka memahami ( merasa ) dan

mempunyai telinga, yang dengan itu mereka mendengar. Sungguh bukanlah matanya yang buta, tetapi yang buta adalah hatinya yang ada di dalam dada ( AL HAJJ 22 : 46 ) Barang siapa yang mengharapkan perjumpaan dengan Tuhan-nya, hendaklah ia berbuat kebaikan dan jangan mempersekutukan Tuhan-nya dengan apapun ( AL KAHFI 18 : 110 ). Sesepuh mengajarkan tentang syahadat mulai dari syahadat syareat, syahadat thareqat, syahadat haqikat, syahadat ma’rifat dan tata cara untuk bisa melihat jati diri melalui dzikir-meditasi…Karena sesepuh saya orang Cirebon, wajar bila beliau mengajarkan kepada saya dalam bahasa Cirebon.. bahasa Jawa campur Sunda… 1. Syahadat Syareat :

Ashadu anlaa ilaaha illallaah wa ashadu ana Muhammadarrosulullah Ingsun angaweruhi satuhune ora ana pangeran kang wajib disembah anging Allah, lan ingsun angaweruhi Nabi Muhammad iku utusane Allah. 2. Syahadat Thareqat : Ashadu anlaa illaaha ilallaah : Tunggale ingsun lan pangeran ingsun. Anane wujud ingsun iki angaweruhi ingsun ing satingkah polahe wujud ingsun dewe. Wa ashadu ana Muhammadarosulullah : Anane sifat wujud ingsun iki angaweruhi ingsun, satuhune Muhammad iku uripe wujud ingsun iki.. 3. Syahadat Hakekat : Ashadu anlaa illaaha ilallaah : Sategese tunggal eneng ingsun lan Pangeran ingsun. Wa ashadu ana Muhammadarosulullah : Tunggal usik ingsun kang dadi utusan pangeran ingsun 4. Syahadat ma’rifat : Ashadu anlaa ilaaha illallaah : Tunggal eneng ingsun lan tunggal Dzat ingsun Wa ashadu ana Muhammadarosulullah : Tunggal usik ingsun lan tunggal sifat ingsun. Laesa kamislihi syaeun fil ardi wa lafissamawati

Apa yang saya tulis, semuanya itu adalah ajaran dari para sesepuh.. Saya hanya sekedar mencoba mengungkapkannya berdasarkan Al Qur’an melalui bahasa Indonesia Gaul.. Untuk selanjutnya silahkan bertanya kepada ahlinya agar kita mengerti tentang masalah ISLAMISASI dan apa itu ARABISASI… Saya mah ngga pernah mesantren.. SAYA BUKAN AHLINYA… Maaf bila tulisan saya memakai bahasa gaul yang terasa nyeleneh dan terasa kurang sopan… Kata Qur’an : Aku mudahkan Al Qur’an dalam

bahasamu… Bahasa generasi sekarang adalah bahasa Indonesia Gaul.. Karena saya merasa yang sering buka internet itu bukan generasi saya tapi generasi gaul… Tulisan saya pun bukan DESERTASI ILMIAH… Kita jangan terpaku hanya menunggu untuk mendapatkan guru mursid. Sampai kapan…??? Sekarang zaman IPTEK, silahkan buka MBAH GOOGLE untuk menambah wawasan. Bukan mencari ilmu dari si Mbah yang ada di kuburan…atau menunggu untuk dibai’at guru mursid… Sabda Rosulullah saw : Tidak ada kewajiban bai’at bagi seorang muslim…. Pesan dari sesepuh saya : Kita semua sudah dibai’at Allah ketika masih di alam ruh : Bukankah Aku Tuhan-mu…??? Semua jiwa menjawab : Benar kami bersaksi… Rosulullah saw tidak mempunyai guru mursid… Beliau sering menyendiri dan berdzikir di Guha Hiro, sehingga Allah mendekat dan menurunkan wahyu kepada beliau .. Oleh karena itu jangan terpaku pada guru mursid… Jangan Takut kepada manusia… Takutlah kepada Allah.. Jangan menjadi hamba manusia. Jadilah hamba Allah…GURU SEJATI ADA DI DALAM DIRI.. Belajar agama awalnya dipikir pake otak kemudian berdzikir untuk menyeimbangkan serta menyelaraskan kerja otak kiri dan otak kanan. Berdzikir adalah sebagai pembersih hati, sehingga hati pun akan menjadi lembut, penuh kasih-sayang, sabar, tulus dan ikhlas…!!! Dengan berdzikir maka Allah-pun akan membimbing dengan Cahaya-Nya menuju Cahaya-Nya…sehingga sampailah kita kepada makripat… Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu ( AL BAQARAH 2 : 185 ). Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat pelajaran bagi orangorang yang mempunyai mata hati ( ALI IMRAN 3 : 13 ) Allah menimpakan kemurkaan kepada orang-orang yang tidak mempergunakan akalnya ( YUNUS 10 : 100 ) Sesungguhnya telah kami mudahkan Al Aqur’an dalam bahasa-mu… BAHASA INDONESIA…. ( MARYAM 19 : 97 , AD-DUKHAN 44 : 58 ) PELAJARI AL QUR;AN DAN PAHAMI TAFSIRNYA KEMUDIAN AMALKAN…!!! Agar otak kita tidak terpasung baca tulisannye Kahlil Gibran : Tuhan telah memasang pelita di dalam setiap hati kita yang menyinarkan pengetahuan dan keindahan, dosa lah yang mematikan pelita itu dan menguburkannya dalam abu… Tuhan telah menciptakan jiwa-jiwa kamu dengan sayap-sayap untuk terbang di langit Cinta dan Kebebasan yang luas. Alangkah sayangnya

kalau kamu tebas sayapmu dengan tanganmu sendiri dan memaksa jiwamu merangkak-rangkak bagaikan kutu di atas tanah… Cape deh…

SURGA DAN NERAKA DIMANAKAH DIKAU REVISI 22-JULI-2015 Dr H Maman SW SpOG

SURGA-NERAKA DIMANAKAH DIKAU…??? Apakah surga dan neraka itu hanya sekedar bahasa kiasan…??? Yang masuk surga atau neraka itu Ruhnya, jasmaninya nafsunya…????

atau…

Hadits Qudsi : Aku adalah perbendaharaan yang tersembunyi, oleh sebab cinta, Aku ingin dikenal, maka Aku jadikan makhluk ( Nur Muhammad ) agar ia mengenal akan Aku. Hadits Rosulullah SAW : Aku adalah bapak dari segala ruh. Aku berasal dari Cahaya Allah, semua yang ada di alam ini berasal dari cahaya ku. Yang mula-mula dijadikan Allah adalah Nur Nabimu ya Jabir dan Allah jadikan dari Nur itu segala sesuatu dan engkau wahai Jabir adalah termasuk sesuatu itu. BERARTI RUH BERASAL DARI CAHAYA ALLAH Selanjutnya bila kita perhatikan Firman Allah : Setelah sempurna kejadiannya, Aku hembuskan Ruh-Ku kepadanya ( AL HIJR 15 : 29 ). Berarti setiap ruh itu merupakan Essensi Dzat Allah, dimana Dzat Allah akan tetap suci dan tetap bersih tidak kena polusi duniawi. Demikian juga Ruh, dimana Ruh pun akan tetap suci, karena Ruh berasal dari Dzat Allah. Oleh karena itu apakah mungkin ruh mendapatkan siksa kubur…??? Sebelum masuk kedalam jasmani Ruh sudah bersyahadat, semua Ruh sudah berserah diri kepada Allah, semua Ruh sudah muslim, ketika Allah

berfirman : Bukankah aku Tuhanmu. Para Ruh menjawab : Benar kami bersaksi ( Al A’raf 7 : 172 ). Kemudian Ruh masuk ke dalam jasmani. Ruh sudah bertaqwa kepada Allah sejak hari pertama dalam kandungan Ibu dan Ruh juga sudah mengemban amanah… Namun di dalam Al Qur’an tidak dikatakan amanah itu apa… Apakah berupa tugas hidup di dunia sebagai apa…??? Ataukah amanah itu agama…??? Karena dunia adalah panggung sandiwara dan Allah adalah sutradaranya. Dunia juga merupakan bangku sekolahan bagi semua Ruh agar naik tingkat untuk mencapai kesempurnaan melalui peran hidup kita di dunia sebagai apa… Sesungguhnya telah Kami tawarkan amanah ( agama…??? ) kepada langit, bumi dan gunung-gunung, akan tetapi mereka semua enggan memikulnya, karena takut menghianatinya, namun manusia bersedia memikulnya, ia sungguh zalim dan bodoh sekali (AL AHZAB 33 : 72). Bila kita perhatikan secara keseluruhan, maka setiap manusia seutuhnya akan memiliki jasmani, ruh dan nafsu. Dalam keadaan sadar dia akan merasa sebagai manusia seutuhnya, karena ada jasmaninya, ada ruhaninya dan ada nafsunya… Dalam keadaan koma, pingsan atau tidur hanya ada jasmani dan rohaninya. Pada orang mati hanya ada jasmaninya saja, ruh dan nafsunya tidak ada… Bila jasadnya rusak, maka Ruh bersama nafsunya akan keluar meninggalkan jasad, yang disebut kematian. Proses kematian dan pemusnahan hanya diderita oleh jasad. Ruh tidak terkena proses degenerasi dan proses pemusnahan. Ruh tidak mengenal kematian, karena pengertian RUH-KU adalah essensi dari Dzat Allah yang imanen dalam diri kita ( Al HIJR 15 : 29 dan AS SHAAD 38 : 72 ). Setelah jasad musnah, kemana Ruh akan pergi ??? Karena Ruh berasal dari Cahaya Allah…apakah Ruh akan kembali ke Cahaya asalnya ??? Kembali ke Cahaya asal disebut SWARGA, SWAR adalah Cahaya dan GA adalah kembali, seperti dalam film GHOST yang dibintangi Demi Moore, dimana ruh pacarnya dijemput oleh Cahaya… Apakah Ruh juga akan dibangkitkan kembali untuk berreinkarnasi ??? Mari kita simak Firman Allah : Wahai nafsu mutmainah (jiwa yang tenang), kembalilah kepada Tuhan-mu dengan suka cita dan penuh keridhoan dan diridho’iNYA… Masuklah ke dalam golongan hamba-hamba-Ku dan masuklah ke dalam surga-Ku ( AL FAJR 89 : 27-30 ).

Pengertian NAFSU dalam hal ini mencakup amarah, luwamah, sufiah dan mutmainah. Semua umat Islam percaya akan adanya rahmat dan siksa kubur. Yang menjadi pertanyaan : Bila yang dipanggil Allah itu MUTMAINAHNYA saja, maka yang akan mendapat azab kubur itu apanya …??? Apakah jasmaninya, Ruhnya ataukah amarah, luwamah dan sofiyahnya,??? Ruh tidak mungkin kena azab, karena Ruh tetap suci… Jasmani di kubur… hancur jadi tanah… Jasmani tanpa Ruh dan nafsu apakah bisa merasakan sakit dan pedihnya siksa kubur…??? Sebelum terjadi kiamat konon kabarnya Ruh mereka yang sudah wafat, berada di alam barzah… Konon kabarnya proses pengadilan di Padang Masyar itu nanti setelah hari kiamat. Jadi apa yang sedang dilakukan para Ruh orang-orang yang sudah mati itu saat ini…??? Apa yang sedang terjadi pada diri para Ruh mereka saat ini…??? Apakah mereka sudah masuk surga untuk mendapatkan pahala atau sudah masuk neraka untuk menerima siksa tanpa proses pengadilan…??? Di dalam Al Qur’an, gambaran di surga hanya ada kesenangan fisik antara lain : air yang mengalir, makanan dan minuman yang tidak memabukan, kasur yang empuk, gadis-gadis montok dan bidadari, namun cowo maco dan bidadaranya…ngga ada…!!! Jadi surga itu hanya untuk laki-laki, bukan untuk ibu-ibu.. Makanya waktu kiamat nanti yang selamet itu laki-laki orang jawa, ibu-ibu mah ngga ada yang selamet… Adanya SALAMAH… hehehe. Si Slamet di surga juga ngga bisa ngapa-ngapain. Apakah mungkin Ruh si Selamet tanpa jasmani tanpa nafsu bisa merasakan nikmatnya surga…??? Apakah Ruh ada kelaminnya…??? Silahkan jawab sendiri…!!! Gue sendiri bingung BRO…!!! Kalo Ruh si Selamet ada kelaminnya, bidadarinya dan gadis montoknya mungkin hamil dan gue bisa praktek disana nolongin bidadari melahirkan. Mungkinkah neraka dan surga itu hanya BAHASA KIASAN atau bahasa metapora tentang kehidupan yang sempit-sulit serta kesenangan hidup di dunia … ??? EGP aja lagi…. Surga yang mengalir sungai-sungai dibawahnya…mereka diberi buah-buahan… mereka memperoleh pasangan-pasangan yang suci ( AL BAQARAH 2 : 25 ) Dan kasur-kasur yang tebal lagi empuk ( AL WAQIAH 56 : 34 ) Dan gadis-gadis montok yang usianya sebaya ( AN NABA 78 : 33 ) Di dalam surga itu ada bidadari-bidadari yang sopan menundukkan pandangan, tidak pernah disentuh oleh manusia sebelum mereka dan tidak pula oleh jin.

Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan ( AR-RAHMAN 55 : 56-57 ) Minuman dari gelas yang campurannya adalah air kafur … ( AL INSAN 76 : 5 ) Wedang jahe dari mata air salsabila… ( AL INSAN 76 : 17-18 ) Campuran khamr murni dari Tasnim ( AL MUTAFFIFIN 83 : 27 ) Minuman di surga air kapur dan wedang jahe…??? Kurang gizi…!!! Surga gitu loh…!!! Namun menurut berita terkini di sana sudah ada perbaikan gizi, sudah ada es cream magnum, capucino, fanta dan coca cola. Nerakanya juga sudah dipasangin AC… Luaaarrr biasa… hehehe.. Daripada mereka di alam barzah bengong… maka wajar bila Allah menghidupkan mereka kembali ke alam dunia, bereinkarnasi untuk menerima balasan atas apa yang mereka lakukan di kehidupan mereka sebelumnya… Apakah azab yang pedih berupa kehidupan yang sempit ataukah kehidupan yang penuh berkah di dunia sebagai pahala dari Allah Yang Maha Adil, Maha Rahman dan Maha Rahim…??? Itu semua sebagai pembelajaran bagi semua Ruh di dunia untuk mencapai kesempurnaan… Barang siapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit dan kami akan menghimpunnya pada hari kebangkitan dalam keadaan buta ( THAHA 20 : 124 ) Mereka menetap di dalamnya ( neraka??? ), tidak akan diringankan baginya siksaan, dan tidak pula mereka ditunda (siksaannya), kecuali mereka kemudian bertaubat dan berbuat baik, sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang ( ALI IMRAN 3 : 88 – 89 ). Setiap yang memiliki nafs (nafsin) akan merasakan kematian dan pada hari kebangkitan akan dibayarkan kepada kamu ganjaranmu. Barang siapa dipindahkan dari api (neraka) dan dimasukkan ke dalam surga, sesungguhnya ia memperoleh kemenangan dan kehidupan dunia itu hanyalah kesenangan yang memperdayakan….(ALI IMRAN 3 : 185). Bila kita simak Surat Ali Imron 3 : 88-89, apakah mungkin taubat itu dilakukan di alam barzah…??? Taubat hanya mungkin dilakukan tatkala kita masih hidup di dunia…??? Sekotor apapun manusia, sebesar apapun dosa kita, Allah Maha Pengampun, Allah Maha Rahman dan Maha Rahim… Allah akan menerima siapapun yang kembali kepada-Nya… Allah akan memberikan ampunannya, Allah akan melapangkan jalan kehidupannya dan Allah akan mengangkat kembali derajatnya. Allah akan mengangkatnya dari neraka dunia, kemudian akan dipindahkan ke surga.

Diangkat dari kehidupan yang sempit dipindahkan ke kehidupan yang menyenangkan namun juga memperdayakan, karena ada nafsu… sesuai Surat ALI IMRAN 3 : 185… Wahai hamba-hamba-Ku yang telah melampaui batas terhadap diri sendiri, janganlah kamu berputus asa atas rahmat Allah yang akan mengampuni segala dosa. Sesungguhnya Dia Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (AZ-ZUMAR 53). Sesungguhnya Allah tidak mengampuni dosa syirik, tetapi Dia mengampuni dosa-dosa selain itu terhadap orang-orang yang diridhoi-Nya (AN NISAA 4 : 48). Barang siapa yang mengharapkan perjumpaan dengan Tuhannya, hendaklah ia berbuat kebaikan dan jangan mempersekutukan Tuhan-nya dengan apapun ( AL KAHFI 18 : 110 ). orang-orang yang beriman mintalah pertolongan dengan sabar dan Sholat, sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar ( AL BAQARAH 2 : 153 ) Cahaya di atas Cahaya, Allah akan membimbing dengan CahayaNYA kepada Cahayanya bagi yang Dia kehendaki ( AN NUUR 24 : 35 ). Barang siapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan memberikan jalan keluar dan memberi rizki dari arah yang tidak diduga … Allah akan memberikan kecukupan … akan dimudahkan segala urusannya … dihapus segala kesalahannya …serta dilipat gandakan pahalanya ( AT THOLAQ 65 : 2-3-4-5 ). Ingatlah Allah ( DZIKIR ) sebanyak-banyaknya dan bertasbihlah kepada-NYA di waktu pagi dan petang, Dia akan mengeluarkan kamu dari kegelapan kepada Cahaya yang terang ( AL AHZAB 33 : 41-43 ) Selesai sholat, bertebaranlah kamu di muka bumi, cari karunia Allah, kerjakan dzikir sebanyak-banyaknya agar kamu sukses ( Al Jumu’ah 62 : 10 ). Hai orang-orang yang beriman, jika kamu menolong ( agama ) Allah, niscaya Dia akan menolong dan meneguhkan kedudukanmu ( MUHAMMAD 47 : 7 ). Barang siapa berbuat baik, laki-laki atau perempuan, dan ia beriman, maka pasti akan kami hidupkan ( dilahirkan kembali ) dengan kehidupan yang baik dan Kami akan memberinya pahala sesuai dengan apa yang telah mereka lakukan ( AN NAHL 16 : 97 )

Wajar bila ada sesepuh yang mengatakan bahwa neraka dan surga itu adanya di dunia. Neraka adalah kehidupan yang sempit dan surga adalah kehidupan yang menyenangkan di dunia. Dikehidupan baru yang penuh barokah dan menyenangkan, mungkin kita tidak lulus ujian, karena ada nafsu. Kehidupan di dunia hanyalah kesenangan yang memperdayakan…karena ada nafsu.. Oleh karena itu Allah-lah seindah-indahnya tempat untuk kembali, bukan dunia… Para pencari sejati bukan mencari dunia dan bukan pula mencari surga…tetapi mencari keridhoan Allah dan ucapan selamat dari Allah.. Tuhan menjadikan manusia berkeinginan, cinta terhadap wanita, putera-puteri, emas-perak, kuda pilihan, ternak, sawah-ladang, semuanya itu hanya secuil kesenangan hidup di dunia saja namun Allah-lah seindah-indahnya tempat untuk kembali (ALI IMRAN 3 : 14) Pada hari itu wajah mereka ( yang beriman ) berseri-seri, karena melihat wajah Tuhan-nya. Wajah-wajah ( orang kafir ) muram, karena akan ditimpakan kepadanya malapetaka yang dasyat ( AL QIYAAMAH 75 : 22-23-24-25 ) Wahai nafsu mutmainah (jiwa yang tenang), datanglah kepada Tuhan-mu dengan rasa suka cita dan penuh keridhoan dan diridho’i-NYA masuklah ke dalam golongan hamba-hamba-Ku dan masuklah kedalam surga-Ku. (AL FAJR 89 : 27-30)… Ucapan selamat dari Tuhan-mu. Salaamun qaulam mirobbirohiim (YAASIN 36 : 58). Dari Sang Pencipta kembali kepada Sang Pencipta. Semua ciptaan-Nya disebut makhluk. Surga itu ciptaan Allah, berarti surga adalah makhluk. Kita harus kembali kepada Allah bukan kepada makhluk. Ruh mengalami ribuan kali reinkarnasi ke alam dunia, karena dunia merupakan bangku sekolahan bagi setiap ruh untuk naik tingkat sampai akhirnya Ruh mencapai kesempurnaan. Setelah Ruh mencapai kesempurnaan, maka Ruh itu tidak akan ber-reinkarnasi lagi, dia akan tetap di sisi Allah. Itu yang enak, ngga usah kerja… Oleh karena itu kata Al Qur’an jadi manusia itu merugi… Demi waktu Asar… sesungguhnya manusia itu selalu dalam kerugian… kecuali bagi mereka yang beriman, mereka yang beramal soleh dan berbicara tentang hal-hal yang baik dan mereka yang sabar…( AL ASR 103 : 1-3 ) Mengapa kamu ingkar kepada Allah, padahal kamu tadinya mati, lalu Dia menghidupkanmu, kemudian mematikanmu, kemudian menghidupkannu kembali, selanjutnya kepada-Nya lah kamu dikembalikan (AL BAQARAH 2 : 28).

Innaa lillaahi wa inna ilaihi raajiuun. Dari Allah kembali kepada Allah…dari Sang Pencipta kembali kepada Sang Pencipta ( AL BAQARAH 2 : 156 ). Allah-lah seindah-indahnya tempat untuk kembali ( ALI IMRAN 3 : 14 ). Janganlah kamu mengira orang-orang yang meninggal di jalan Allah itu mati, tidak…!!! Mereka tetap hidup di sisi Tuhan-nya dan mendapat rizki (ALI IMRAN 3 : 169). Silahkan pilih : Kembali kepada Sang Pencipta … atau kembali ke surga mahluk ciptaan-Nya…!!! monggo wani piro…!!!

APAKAH UMAT ISLAM YANG BIKIN BINGUNG APE USTAD BRO…???

TERKECOH…??? ITU GUE…

REVISI 14-JULI-2015

Dr H MAMAN SW SpOG http://www.drmamanspog.blogspot.com http://www.slideshare.net/drmaman

APAKAH UMAT ISLAM TERKECOH…??? YANG BIKIN BINGUNG ITU GUE… APE USTAD BRO…??? Bro .. terus terang gue nggak pernah masuk pesantren.. waktu gue kecil belajar baca qur’an ngga pernah hatam… Bro, gue juga bukan ahli tafsir tapi gue suka baca tafsir qur’an.. Yang gue baca cuma tafsirnya, huruf

arabnya ngga gue baca, jadi gue ngga bisa baca Qur’an dengan baik dan benar … apalagi nulisnya… Namun gue yakin Allah ngga akan marah, karena Allah Maha Tahu, Maha Pengampun, Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Kalo gue ngaji Qur’an ngucapinnya salah, bunyinya jadi aneh, Allah pasti ngerti. Gue belum ngomong juga Allah Maha Mengetahui apa maksud gue.. Yang ngga ngerti omongan gue itu orang Arab… Seumpama kita dengerin orang yang bibirnya sumbing terbelah sampai ke rahang atasnya, kata orang Betawi mah dia ngomongnya bindeng.. tapi kita ngerti dan tidak marah… Contohnya kalo orang bindeng nyebut nama dirinya MEMET NURHIKMAT…, kalo ente orang Sunda pasti ngga akan marah tapi tersenyum Bro, kedengerannya jadi gitu deh.. “MEMEK’’ NU NIKMAT… hehehe….porno… Waktu masih sekolah SD, gue diajarin wudu ame Sholat sama pak Ustad… Kata pak Ustad kalo kita punya wudu terus kentut, wudunya batal dan kita harus wudu lagi… Yang sampe sekarang gue masih ngga ngerti, kenapa pantatnya ngga dicuci… TOLONGIN GUE..pliss Bro…… BIAR GUE NGGA BINGUNG… Pak Ustad ngajarin gue sholat.. diawali dengan niat sholat kemudian takbir, mengucapkan ALLAHU AKBAR sambil mengangkat kedua tangan ke atas sampai ke dekat telinga… dilanjut dengan membaca do’a yang disebut do’a iftitah. Doa’ ini boleh dibaca boleh tidak. Ada beberapa macam do’a iftitah, namun yang diajarkan ke gue waktu kecil adalah : Allahu akbar kabiraw walhamdulillahi katsiro … dst… Innii wajjahtu wajhiya lilladzii fatharas-samaawaati wal ardha haniifam-muslimaw-wamaa ana minal musyrikiin ..dst.. Laa syariikalahu wa bidzaalika umirtu wa ana minal muslimin … Itu yang gue terima dari pak Ustad waktu gue kecil Bro… Setelah gue gede dan sering baca tafsir Qur’an, apa yang gue dapet dari pak Ustad, kenape berbeda ame yang ade di qur’an…??? Yang gue baca ayat aslinya dari Qur’an sbb : wajjahtu wajhiya lilladzii fatharas-samaawaati wal ardha haniifaw-wamaa ana minal musyrikiin (AL AN’AM 6 : 79) … haniifa ngga ditambahin muslimaw… Laa syariikalahu wa bidzaalika umirtu wa ana awalul muslimiin ( AL AN’AM 6 : 163 ).. Awalul muslimin berobah menjadi… minal muslimin… Awalul dan minal itu sangat berbeda… Awalul muslimin artinya sejak awal… sejak di alam arwah saya sudah muslim… minal muslimin artinya mulai saat ini saya muslim… tadi belum… apalagi kemarin… Ape boleh kita ngerobah ayat Al Qur’an …???? Apakah selama ini umat Islam terkecoh…??? Gue jadi takut bro…takut kena laknat Allah… Katakanlah : Bagaimana pendapatmu jika itu datang dari sisi Allah, kemudian kamu mengingkarinya. Siapakah yang lebih sesat daripada orang yang selalu berada dalam penyimpangan yang jauh ( Fushshilat 41 : 52 )

Maka siapakah yang lebih jahat dari orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Allah dan berpaling dari pada-nya ??? Akan Kami beri ganjaran mereka yang berpaling dari ayat-ayat Kami dengan seburuk-buruknya siksaan ( Al An’am 6 : 157 ) Bro .. tradisi di kampung gue kalo ada orang yang mau meninggal, sudah koma, nafasnya cengap-cengap atau setelah jenazah dikubur biasanya dibacain do’a.. diantaranya do’a yang disebut do’a talqin yang juga sempat diajarin sewaktu gue masih di SD.. do’a talkin ini bisa kita baca pada buku kecil kumpulan do’a yaassiin dan tahlil yang dibagikan pada hari ke 40 oleh keluarga almarhum-almarhumah… Setelah gue baca tafsir dari do’a talqin itu Bro… ada bagian yang rada aneh… bukan karena gue nyeleneh… Maka ketika dua malaikat Munkar dan Nakir yang ditugaskan Allah mendatangi kamu, janganlah kamu menjadi terkejut atau gentar, karena keduanya adalah makhluk biasa seperti kamu, ketika mereka berdua bertanya kepada kamu : Siapakah Tuhan kamu ? Siapakah Nabi kamu ? Apakah agama kamu ? Apa kiblat kamu? Siapa pemimpin kamu? Dan siapakah saudaramu? Maka jawablah dengan tegas dan jelas serta meyakinkan : Allah adalah Tuhanku, Muhammad adalah Nabiku, Islam adalah agamaku, Ka’bah kiblatku, Al Qur’an adalah pemimpinku, dan kaum muslimin-muslimat, mukminin-mukminat adalah saudaraku.. Dan jika wanita jawablah : Aku rela Allah sebagai Tuhan, aku rela Islam agamaku, aku rela Muhammad Nabiku dan Rosul Allah… Bagi gue itu aneh dan membingungkan, karena tidak sejalan dengan tafsir yang gue baca di qur’an… Bukankah di qur’an dikatakan bahwa tangan dan kaki mereka bahkan lidah mereka, panca indera mereka, bahkan hati mereka memberikan kesaksian… ??? Lidah, tangan dan kaki mereka menjadi saksi terhadap apa yang mereka kerjakan. ( AN NUR 24 : 24 ) Berkatalah kepada Kami tangan mereka dan memberi kesaksianlah kaki mereka terhadap apa yang dahulu mereka usahakan ( YAASSIIN 36 : 65 ) Pendengaran, penglihatan dan hati masing – masing akan dimintai tanggung jawabnya ( Al Isra 17 : 36 ) Bukankah Allah Maha Mengetahui segalanya…??? Apakah Tuhan itu bego…??? Kenapa Allah menugaskan malaikat Munkar dan Nakir untuk bertanya…??? Bukankah Allah sudah menugaskan malaikat Rokib dan Atid untuk mencatat perilaku kita…??? Apakah malaikat Rokib dan Atid

tidak tersinggung, karena catatan mereka tidak digubris…??? Apakah tidak ada koordinasi diantara para malaikat…??? Mereka kan masih dalam satu departemen…!!! Yang bikin gue penasaran bro, yang laki-laki dan yang wanita jawabannya berbeda…!!! Munkar dan Nakir itu bertanya kepada jasmaninya atau kepada ruhnya…??? Kalo Ruh .. apa Ruh ada kelaminnya…??? Kata Al Qur’an Allah menciptakan manusia bisa mendengar dan melihat itu hanya karena Allah hendak menguji manusia: Sesungguhnya telah Kami ciptakan manusia dari setetes mani yang bercampur yang Kami hendak mengujinya, karena itu Kami jadikan dia mendengar dan melihat. ( AL INSAN 76 : 2 ) Ujian dari Allah itu senantiasa ada sampai saat menjelang maut pun kita masih tetap diuji… Pada saat terakhir itu jin, syaethon , iblis dan sebangsanya datang menyamar menyerupai kerabat yang kita kenal yang sudah tiada, membujuk manusia agar mengikutinya… Pada saat seperti itu kata seorang sesepuh, kita harus membantu orang yang sedang dalam sakaratul maut agar dia tidak terpengaruh bujukan iblis… Nasehat sesepuh ini sangat rasional, masuk diotak gue Bro… Beliau bilang, agar ruh tidak terjebak bujukan syaethon dan iblis, maka syaethon, iblis dan sejenisnya itu harus di usir, sehingga perjalanan Ruh manusia langsung lurus menuju Allah tanpa hambatan… Pada hari saat harta benda dan anak-anak tidak berguna, kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih ( ASY-SYU’ARA : 26 : 88-89 ) Sesungguhnya Kami telah menunjukinya jalan yang lurus, ada yang bersyukur dan ada pula yang kafir ( AL INSAN 76 : 3 )… Inilah jalan yang lurus menuju kepada-Ku ( AL HIJR 15 : 41 ) Jangan ikuti jalan-jalan lain ( AL AN’AM 6 : 153 ) Oleh karena itu yang harus dibaca adalah Surat Pengusiran yaitu Al Hasyr 59 : 21-22-23-24. Lalu ditiupkan dari arah kiri kearah kanan, agar semua jin setan dan iblis yang menghalangi jalan disingkirkan. Kalau sekiranya Allah menurunkan Al Qur’an kepada sebuah gunung, pasti gunung itu akan tunduk, terpecah belah karena takut kepada Allah… itu sebagai perumpamaan bagi kita, agar kita berpikir Bro… Kalau sekiranya Kami menurunkan Al Qur’an ini kepada sebuah gunung, pasti kamu akan melihatnya tunduk terpecah-belah disebabkan takut kepada Allah. Dan Kami buat perumpamaanperumpamaan itu untuk manusia agar mereka berpikir. Dialah Allah, tiada Tuhan selain Dia, Yang Mengetahui yang ghoib dan yang nyata. Dia Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Dia Allah, tiada Tuhan selain Dia, Raja, Yang Maha Suci, Maha Penyelamat, Maha Pemberi Keamanan, Maha Pemelihara, Maha Perkasa, Maha Kuasa, Maha Agung, Maha Suci Allah dari apa yang mereka persekutukan.

Dialah Allah Yang Menciptakan, Yang Mengadakan, Yang Membentuk Rupa, Yang Memiliki Asma ul Husna. Bertasbih kepadaNya apa yang ada di langit dan di bumi. Dia Maha Perkasa dan Maha Bijaksana. (Al Hasyr 59 : 21-22-23-24) Selanjutnya kita mohon agar Utusan Allah yang sangat menyayangi kita datang dan kita berharap agar si sakit yang sedang menjelang maut tetap bertawakal kepada Allah, maka kita harus membacakan Surat At Taubah 9 : 128-129.. untuk si sakit… Telah datang kepadamu seorang utusan dari kaum-mu sendiri, yang sangat merasakan penderitaan-mu, yang sangat menginginkan ( keimanan dan keselamatan ) bagimu, amat belas kasih dan penyayang terhadap orang-orang mukmin. Jika mereka berpaling, maka katakanlah : Cukup Allah bagiku, tiada Tuhan selain Dia, hanya kepadaNya aku bertawakal, dan Dia Tuhan Pemilik Arsy Yang Agung (Surat At Taubah 9 : 128-129) Kemudian siapakah Utusan itu…??? Itulah Dia Yang Maha Suci, Yang Maha Kudus, Tuhan malaikat dan Ruh. Subbuhun, Kuddusun, Robbuna wa Robbul malaikatu wa Ruh… Yang bagaimana …??? Dia adalah Cahaya diatas Cahaya, Allah akan membimbing dengan Cahayanya menuju kepada Cahayanya ( An Nuur 24 : 35 ).. Do’a selanjutnya : Bismillaahi nikmatilladzina an amtuna alaena wa kafa bihi nikmati islam…agar si sakit mendapatkan nikmat Islam… yaitu Innalillahi wa innailaihi roojiun, dari Allah kembali kepada Allah. Dari Cahaya Kembali kepada Cahaya, bukan ke surga… Selanjutnya secara bergantian kita membisikkan Asma Allah ditelinga si sakit, agar dia tetap tawakal…sampai akhir hayatnya tetap mengingat Allah… Akhirnya dia kembali kepada Allah, meninggal dengan tenang… Sampai saat ini belum pernah ada yang meninggal dengan sukses… hehehe… Apapun agamanya dia akan kembali kepada Sang Pencipta. Semua ciptaanNYA disebut mahluk, ada yang tampak dan ada yang tidak tampak. Surga adalah ciptaan Allah yang tidak tampak.. Jadi surga itu mahluk… Silahkan pilih sendiri mau kembali kepada Allah atau ke surga…??? Monggo wani piro…!!! Bila kita lulus pada saat ujian terakhir, maka kita akan mendapat keridoan Allah dan mendapat ucapan selamat dari Allah.. Wahai nafsu mutmainah ( jiwa yang tenang ), datanglah kepada Tuhan-mu dengan rasa suka cita dan penuh keridhoan, masuklah ke dalam golongan hamba-hamba-Ku dan masuklah kedalam surga-Ku ( AL FAJR 89 : 27 – 30 ) Ucapan selamat dari Tuhan. Salaamun qaulam mirobbirahiim ( YAASSIIN 36 : 58 ) Pada hari itu wajah mereka ( yang beriman ) berseri-seri, karena melihat wajah Tuhan-nya. Wajah-wajah ( orang kafir ) muram,

karena akan ditimpakan kepadanya malapetaka yang dasyat QIYAAMAH 75 : 22-23-24-25 )

( AL

Sesepuh itu berpesan agar bila saatnya tiba beliau tidak ingin dibacakan do’a talkin… Beliau sangat menganjurkan agar doa’ Talqin pada saat pemakaman itu di ganti dengan do’a yang lebih masuk akal. Bro… Hal itu memang tidak lajim, tapi sumber ayatnya jelas… Menurut lo gimana Bro…??? Emangnye gue pikirin…hehehe…!!! Kebiasaan di kampung gue Bro..setelah membaca do’a Talqin mayit, selanjutnya berdo’a agar yang meninggal itu masuk surga… Ada apa di surga…??? Ternyata di surga hanya ada kesenangan fisik.. Tanpa jasmani apakah kita bisa menikmati apa yang ada di surga…??? Surga yang mengalir sungai-sungai dibawahnya…mereka diberi buah-buahan… mereka memperoleh pasangan-pasangan yang suci ( AL BAQARAH 2 : 25 ) Dan kasur-kasur yang tebal lagi empuk ( AL WAQIAH 56 : 34 ) Dan gadis-gadis montok yang usianya sebaya ( AN NABA 78 : 33 ) Di dalam surga itu ada bidadari-bidadari yang sopan menundukkan pandangan, tidak pernah disentuh oleh manusia sebelum mereka dan tidak pula oleh jin. Maka nikmat (SEX ) Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan ( AR-RAHMAN 55 : 56-57 ) Minuman dari gelas yang campurannya adalah air kafur … ( AL INSAN 76 : 5 ) Wedang jahe dari mata air salsabila… ( AL INSAN 76 : 17-18 ) Campuran khamr murni dari Tasnim ( AL MUTAFFIFIN 83 : 27 ) Minuman di surga air kapur dan wedang jahe…??? Namun menurut berita terkini di sana sudah ada perbaikan gizi, sudah ada es cream magnum, capucino, fanta dan coca cola. Surga gitu loh… Nerakanya juga sudah dipasangin AC… Luaaarrr biasa… hehehe…

Di surga itu hanya ada gadis-gadis montok dan bidadari, cowo maco dan bidadaranya ngga ada… Berarti surga itu hanya untuk laki-laki… Ibu-ibu yang nanggung dosanya. Kata Ibu bidan dosa itu meledos ngga kerasa, terus hamil… hehehe… Oleh karena itu pada waktu kiamat, yang selamet itu laki-laki orang Jawa… Ibu-ibu mah ngga ada yang selamet… adanya.. salamah… hehehe Si Selamet di surga juga engga bisa ngapa-ngapain. Tanpa jasmani apakah si Selamet bisa menikmati apa yang ada di surga…??? Apakah Ruh si Selamet tanpa jasmani ada kelaminnya…??? Kalo Ruh ada kelaminnya, gadis-gadis montok dan bidadarinya bisa hamil, gue bisa praktek disana nolongin bidadari lahiran… hehehe…

Apakah neraka dan surga itu hanya bahasa metapora… bahasa kiasan …??? Apakah neraka kehidupan yang sempit di dunia…!!!??? Kemudian setelah bertaubat, Allah memberikan barokahNya, berupa kesenangan hidup di dunia… Apakah surga adalah kesenangan hidup di dunia yang memperdayakan karena ada nafsu…!!!??? ( buka MBAH GOOGLE : Adakah-Reinkarnasi-di-Dalam-Al-Qur’an ) Barang siapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit dan kami akan menghimpunnya pada hari kebangkitan dalam keadaan buta ( THAHA 20 : 124 ) Mereka menetap di dalamnya, tidak akan diringankan baginya siksaan, dan tidak pula mereka ditunda (siksaannya), kecuali mereka kemudian bertaubat dan berbuat baik, sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang ( ALI IMRAN 3 : 88 – 89 ). Setiap yang memiliki nafs (nafsin) akan merasakan kematian dan pada hari kebangkitan akan dibayarkan kepada kamu ganjaranmu. Barang siapa dipindahkan dari api (neraka) dan dimasukkan ke dalam surga, sesungguhnya ia memperoleh kemenangan dan kehidupan dunia itu hanyalah kesenangan yang memperdayakan… (ALI IMRAN 3 : 185). Kata pak Ustad…nanti setelah hari kiamat para Ruh itu dikumpulkan di Padang Masyar..untuk diadili… Bayangan gue Bro… Padang Masyar itu suatu lapangan yang sangat-sangat luas, milyaran Ruh berkumpul disana untuk diadili… Karena belum ada yang diadili, berarti sampai sekarang neraka ame surga masih kosong ya Bro, …!!! Sekarang para Ruh lagi ngapain…??? Mana yang lebih rasional… ??? Gue bingung Bro… Apakah kita terkecoh…??? CAPE DEH… Yang bikin bingung itu gue atau pak ustad Bro…??? TOLONGIN GUE …… pliissss Bro… BIAR GUE NGGA BINGUNG… Bila kita beribadah kepada Allah, bila kita berserah diri kepada Allah, dasarnya ikhlas semata-mata kepada Allah, jangan mengharapkan surga, jangan mengharapkan apapun, kecuali mengharapkan keridoan Allah, biarkan Allah yang mengatur… Firman Allah :  Do,a :

Hai orang-orang yang beriman bertakwalah dengan sungguh-sungguh dan janganlah engkau mati kecuali dalam keadaan berserah diri … ( Al Imran 3 : 102 )

Ya Allah wafatkanlah aku sebagai orang yang berserah diri kepada Mu… ( Al A’raf 7 : 126 dan Yusuf 12 : 101 ) 

Upahku tidak lain hanyalah dari Allah belaka, dan aku disuruh supaya aku termasuk golongan orang-orang yang muslim. ( YUNUS 10 : 72 ) Atau kamu meminta upah kepada mereka, maka upah dari Tuhanmu adalah lebih baik dan Dia pemberi rizki yang paling baik ( AL MU’MINUN 23 : 72 ) Dan aku sekali-kali tidak meminta upah kepadamu atas ajakan itu, upahku tidak lain hanya dari Tuhan Semesta Alam ( ASYSYU’ARA 26 : 180 ) Sesungguhnya kami memberi makanan kepadamu hanyalah untuk mengharapkan keridhoan Allah, kami tidak mengharapkan balasan dan tidak pula terima kasih dari kamu ( AL INSAN 76 : 9 ). Dan orang-orang yang sabar karena mencari keridhoan dari Tuhan-nya, mendirikan sholat dan menafkahkan rizki yang Kami berikan kepada mereka secara sembunyi atau terang-terangan serta menukar kejahatan dengan kebaikan, orang-orang itulah yang mendapat tempat akhir ( yang baik ) ( AR- RAD 13 : 22 ) Janganlah kamu membelanjakan sesuatu melainkan karena mencari keridhoan Allah ( AL BAQARAH 2 : 272 ) Dan keridhoan Allah adalah lebih besar, itu adalah keberuntungan yang besar ( AT TAUBAH 9 : 72 ) Ikhlas kepada Allah ( semata ) dan tiada mempersekutukan-Nya ( AL HAJJ 22 : 31 ) Maka sembahlah Allah dengan memurnikan (mukhlis) ketaatan kepada-Nya Katakanlah : “sesungguhnya aku diperintahkan supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam ( menjalankan ) agama” (AZ-ZUMAR 39 : 2, 11, 14 ) Mereka tidak diperintahkan melainkan agar beribadah kepada Allah dengan memurnikan (mukhlis) ketaatan kepada-Nya dalam agama ( AL BAYYINAH 98 : 5 ) … Tuhan menyuruh menjalankan keadilan, dan luruskanlah wajahmu di setiap sholat dan sembahlah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya… ( AL A’RAF 7 : 29 ). Sesungguhnya sholatku, ibadatku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam ( AL AN’AM 6 : 162 )

Bila kita membaca buku : RAIHLAH HAKIKAT, JANGAN ABAIKAN SYARIAT, Adab-adab Perjalanan Spiritual, terjemahan Wahyuddin dari Syeikh Abdul Qodir Jaelani : Adab as-Suluk wa at-Tawashshul ila Manazil al Muluk, pada halaman terakhir, dikatakan bahwa pada saat Syeikh Abdul Qodir Jaelani menjelang maut, lidah beliau dilipat keatas menyentuh langit-langit menyebut Asma Allah… Allah… Allah… Kemudian beliau pun wafat … Beliau wafat sebagai muslim… Muslim artinya berserah diri… pasti wajah beliau bercahaya… Wajah beliau berseri-seri karena melihat Wajah Tuhannya… bukan melihat surga… gitu loh…. Pada hari itu wajah mereka ( yang beriman ) berseri-seri, karena melihat wajah Tuhan-nya. Wajah-wajah ( orang kafir ) muram, karena akan ditimpakan kepadanya malapetaka yang dasyat ( AL QIYAAMAH 75 : 22-23-24-25 ) Lalu bagaimana dengan Rosulullah ….??? Beliau sangat mencintai umatnya … itu pasti … kita semua tidak ada yang meragukan Rosulullah … Rosulullah saw yang berakhlak mulia, jujur, tablig, amanah, fatonah… Kita semua harus berakhlak seperti Rosulullah saw…terutama bagi para pejabat pemerintah dan para ulama…sebagai panutan… Di Indonesia… 

Fatonah-nya … ditahan KPK

Amanah-nya … perawat di RST CIREMAI sudah pensiun

Tablig-nya … diambil alih para Da’i…

Jujur-nya… ditelikung MK…????

 ngga ada lagi yang tersisa bro…!!! Namun tentang dongeng yang beredar sampai saat ini, bahkan di SCTV dalam sintron USTAD FOTO COPY, Safe’i berceramah tentang Rosulullah yang sangat mencintai umatnya … saat menjelang maut pun beliau masih memikirkan umatnya …. Sehingga yang terucap dari bibir beliau justru … UMATI … UMATI … bukan mengucapkan ASMA ALLAH …. SUBHANALLAH …. Dongeng ini sangat menghina Rosulullah … karena dongeng ini melukiskan seolah-olah Rosulullah wafat dalam keadaan tidak ikhlas … tidak berserah diri kepada Allah … pada saat-saat terakhir masih memikirkan umatnya … masih memikirkan duniawi… itu merupakan dosa syirik tersembunyi. Ini suatu hal yang tidak mungkin terjadi pada diri seorang Rosulullah … Mustahil Rosulullah wafat dalam keadaan tidak berserah diri kepada Allah… Mustahil Rosulullah masih tidak ikhlas… Subhanallah…

Hai orang-orang yang beriman bertakwalah kepada Allah dengan sungguh-sungguh dan janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan berserah diri (ALI IMRAN 3 : 102). Ikhlas kepada Allah ( semata ) dan tiada mempersekutukan-Nya ( AL HAJJ 22 : 31 ) Ya Allah wafatkanlah aku sebagai orang yang berserah diri kepada Mu… ( Al A’raf 7 : 126 dan Yusuf 12 : 101 ) Menurut lu gimana Bro…??? Mulai kapan dongeng ini beredar …??? Apakah dari para pendampingnya pada saat-saat terakhir beliau …??? Siapa saja yang mendampingi beliau pada saat-saat terakhir…??? Apakah berdasarkan Hadits …??? Siapa yang bertanggung jawab atas dongeng tersebut …??? Pegangan kita Al Qur’an dan Sunah. Apakah boleh, saat kita membimbing orang yang sedang sakaratul maut, kita berbisik di telinganya… umati.. umati… uu.. mati.. uu… mati.. mati… lu mati… mati deh lu…!!!??? Lu mampus…mampus… modddarrr…!!! Bukan Allah..Allah..Allah..!!! Ini luarrrr biasa… Masalah Hadits, mulai diperdebatkan 100 tahun setelah Rosulullah wafat … dan buku hadits pertama kali muncul konon kabarnya setelah 200 tahun Rosulullah wafat… berarti melalui proses panjang, melalui perdebatan sengit antara kelompok yang berkepentingan … Mungkin ada yang diberi bumbu atau ada yang disembunyikan bahkan ada yang dibuang … Kita tidak tau… Apakah dongeng saat-saat terakhir dari Rosulullah itu bisa kita percaya …??? Apakah kita tidak sadar dongeng itu sangat , sangat merendahkan martabat Rosulullah saw…??? Apakah ini memang ada unsur kesengajaan dari golongan orangorang yang memusuhi Islam…??? Lu pikirin sendiri aja Bro …!!! Gue bingung …!!! Cape deh …!!! Yang bikin lo bingung … masih ada lagi ngga… …??? Ya memang masih ada unek-unek gue Bro…diantaranya tentang Surat Al MU’MINUN AYAT 1-6… Masalah apaan tuh…??? Kalo gue ngomong, gue khawatir itu masalah buat lu Bro … soalnya nih di Arab, yang disebut zinah itu apa..Bro…??? Otak lu udah ngeres kali ye…??? Gue ngga sangka temen gue yang satu ini jiwa dan pikirannya rusak parah…. Terserah lu mau bilang ape, bagi gue ga masalah Bro … Coba lu baca sendiri tafsirnya kan lu mesantren.. gua mah nggga…??? Secara garis besarnya aja Bro… nanti lu lihat sendiri di Qur’an ye… Sungguh beruntung orang-orang yang beriman, yang khusuk dalam sholatnya, yang tidak omong kosong, yang membayar zakat dan …. Yang menjaga kemaluannya kecuali terhadap istri-

istri mereka atau terhadap hamba-hamba wanita yang mereka miliki, maka sesungguhnya mereka (orang Arab) dalam hal ini tidak tercela ( AL MU’MINUN 23 : 1-6 ) Istri-istri itu jelas lebih dari satu dan jelas ada suratnya… tapi hambahamba wanitanya… gimana Bro……??? Ngga pake surat tapi pake URAT kalieee ye…hehehe …!!! Jadi wajar kalo di Arab TKW pada hamil… Di Arab mah babi haram… tapi babu harum… hehehe… Masalah pelecehan seksual adalah masalah harga diri. Harga diri kita sebagai manusia. Harga diri kita sebagai Bangsa yang besar, sebagai Bangsa Indonesia, wajar bila ada TKW yang merasa lebih baik mati daripada harga dirinya diinjak-injak, sehingga dia tega… membunuh majikannya…Dia terancam hukuman mati atau harus membayar DIYAT…yang besarnya ADUHAI….!!! Apakah masalah diyat itu termasuk mencari keuntungan dengan jalan bathil karena membawa masalah duit kehadapan hakim… ??? ( AL BAQARAH 2 : 185 ) Menurut ajaran Islam : Islam itu lembut dan pemaaf, memaafkan itu jauh lebih baik… Maka disebabkan rahmat Allahlah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu, karena itu maafkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka dan bermusyawarahlah dengan mereka …( ALI IMRAN 3 : 159 ) Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal soleh, kelak Allah akan menanamkan dalam ( hati ) mereka rasa kasih sayang ( MARYAM 19 : 96 ). Allah menjadikan kamu cinta kepada keimanan dan menjadikan iman itu indah dalam hatimu serta menjadikan kamu benci kepada kekafiran, kefasikan dan kedurhakaan. Mereka itulah orang-orang yang mengikuti jalan yang lurus ( AL HUJURAT 49 : 7) Barang siapa yang hatinya dibuka oleh Allah kepada Islam (fitrah), maka dia itu mendapat Nur dari Tuhan-nya ( AZ-ZUMAR 39 : 22 ) Katakanlah : Tuhanku hanya mengharamkan perbuatan keji, baik yang tampak maupun yang tersembunyi, perbuatan dosa yang melanggar hak manusia tanpa alasan yang benar ( AL A’RAF 7 : 33 ) Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat peringatan bagi orang-orang yang mempunyai mata hati ( QAF 50 : 37 )

Allah Maha Mengetahui apa yang terjadi di Arab pada zaman jahiliyah, sehingga Allah menurunkan seorang Rosul dan Al Qur’an yang berisikan tata cara beribadah serta hukum-hukum yang sesuai dengan budaya Arab jahiliyah saat itu. Misalnya hukum bagi waris, tata cara membuat perjanjian, hukum nikah.. timbangan saat jual-beli… larangan untuk mencari keuntungan dengan jalan bathil… termasuk hukum cambuk bagi mereka yang berzinah dll… sesuai dengan budaya Arab jahiliyah pada saat itu dan mungkin ada yang tidak sesuai lagi dengan situasi globalisasi masa kini… Kata Nabi Muhammad saw : masalah urusan dunia engkau lebih tahu, tata cara beribadah ikutilah caraku. Urusan dunia itu apa…??? Itu adalah urusan mulut, urusan perut dan urusan di bawah perut… Masalah diyat adalah masalah duit, itu adalah urusan dunia… Masalah urusan dunia aturan mainnya bisa dirubah, disesuaikan dengan kearifan local, disesuaikan dengan kultur masingmasing… Masalah tata cara beribadah tidak bisa kita rubah, harus sesuai dengan apa yang diajarkan oleh Rosulullah SAW. Dengan demikian kita bisa memahami mana budaya Arab dan mana ajaran Islam… Pertanyaannya : Diyat itu apakah budaya Arab atau ajaran Islam…??? Menurut lo gimana Bro…??? Diyat itu budaya Arab… sehingga dijadikan ajang bisnis oleh orang Arab… Kalo terjadi pelecehan seksual terhadap mereka, kenapa para kiyai, para ulama di Indonesia ngga ada yang belain mereka ya…??? Apakah karena para kiyai kita terpengaruh ayat AL MU’MINUN 23 : 1-6…??? Apakah umat Islam di Arab serta para kiyai dan para ulama di Indonesia tidak memperhatikan Surat Al Maidah 5:5… masalah berzinah dan gundik-gundik….??? Walaupun mereka itu TKW tapi mereka itu kan Bangsa Indonesia. Mereka itu pahlawan devisa. Pelecehan seksual terhadap mereka pada hakikatnya itu adalah pelecehan terhadap harga diri Bangsa Indonesia… Mentri Peranan Wanita bungkem… bahkan RI 1 sebagai Kepala Negara hanya sekedar bicara : Kasih aja mereka handphone … Sepertinya jiwa korsa, rasa nasionalisme, rasa kepedulian sosial di Negara kita ini sudah pudar ya Bro… Ini luar biasa, tidak seperti Negara Pilipina.. Kepala Negaranya langsung bersikap keras dan lantang membela warga negaranya yang diperlakukan semena-mena di Arab Saudi… atau dimanapun warga negaranya berada… Semoga aja pemerintah kita mau membela TKW kita yang membunuh majikannya karena membela diri melalui sidang pengadilan yang jujur… tidak sekedar harus membayar diyat… Suatu hal yang luar biasa adalah yang menggalang dana untuk membela TKW yang terancam hukuman mati itu bukan dari kalangan ulama atau kiyai tapi dari seorang artis sexi… hehehe…

Seandainya… Seandainya… kita berandai-andai… bahwa Bunga Bank tidak diharamkan… Seandainya DEPAG dan Bank transfaran… Seandainya Tabungan Haji (Tabah) itu berbunga… Seandainya bahwa setiap tahun jemaah haji dari Indonesia ada 200.000 orang, berarti dalam waktu lima tahun ada 1000.000 orang jemaah dari Indonesia.. Konon kabarnya jika kita ikut Tabah dengan setoran awal Rp 3.500.000 ke bank, kemudian setelah kita resmi terdaftar di DEPAG untuk diberangkatkan lima tahun mendatang, maka kita akan dapat dana talangan dari bank yang langsung dibukukan atas nama DEPAG. Bila dana untuk naik haji, menurut ketentuan DEPAG sebesar 25 juta rupia per orang. Seandainya bunga bank untuk TABAH itu ada sebesar 0,4% saja perbulan, DEPAG dapat uang berapa…??? … Wawww… berarti : 1000.000 x 25.000.000 x 0,4% = Rp 100.000.000.000 (seratus milyar rupiah), tiap bulan, bayangin… wawww… Ini luarrr biasa…!!! Apakah kita tidak berpikir…??? Berarti dana untuk diyat 15 milyar itu mah kecil Bro…Minta aja sumbangan untuk membayar diyat itu ke DEPAG. Gitu aja ko Repot… Kita berdo’a saja semoga pemerintah Indonesia mau berupaya mengajukan usulan ke Mahkamah Internasional mengenai pelanggaran Hak Azasi Manusia terhadap TKW Indonesia di Arab… agar Arab bisa lebih manusiawi… Orang Arab punya hati nurani ngga Bro…??? Kata Rosulullah : Mintalah fatwa kepada hati nuranimu setelah orang lain memberimu fatwa… Maka bertanyalah kepada orang-orang yang berpengetahuan jika kamu tidak mengetahui ( An Nahl 16 : 89 ) Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat peringatan bagi orang-orang yang mempunyai mata hati ( QAF 50 : 37 ) Sekarang ini abad IPTEK Bro… kalo lu mau tanya tentang segala macem, lu tinggal klik embah GOOGLE. Sekarang ini ziarah kubur udah ketinggalan zaman Bro… mendingan lu ziarah internet, bisa cari ilmu dan cari duit… dan juga cari jodoh… Bro… melalui IPTEK, dunia jadi terasa seperti suatu perkampungan yang besar tanpa batas, karena kita bisa bertatap muka lewat dunia maya… Bukan suatu hal yang mustahil generasi muda sekarang ketemu jodohnya lewat dunia maya walaupun berbeda bangsa dan berbeda nama agamanya… Ya Bro, berbeda nama agamanya… karena semua agama mengajarkan hal yang sama. Seandainya internet sudah ada sejak zaman baheula, sudah ada sejak zaman dahulu kala, mungkin kita bisa internetan dengan para Rosul di seluruh dunia, baik yang di Arab, di Cina, di Tibet, maupun dimana saja… Ternyata para Rosul itu mengajarkan hal yang sama… yaitu tentang

keimanan, ketakwaan, kesucian, kedamaian, keselamatan, kasih-sayang, kesabaran, keikhlasan serta berserah diri kepada Tuhan Yang Maha Esa… Itulah agama Fitrah, itulah Islam sejati yang dianut semua umat…. Apapun nama agamanya, para Rosul itu sudah berserah diri kepada Allah, mereka itu sudah muslim. Tata cara untuk mencapai kesempurnaan pun sama yaitu melalui dzikir-meditasi. Oleh karena itu hasil akhirnya juga sama. Hal ini kita buktikan dari hasil pemeriksaan laboratorium darahnya, rekaman gelombang otaknya dan rekaman cahaya auranya… Masalah nama agama, ada yang bilang papaya, ada yang bilang kates, ada yang bilang gedang. Setelah dikupas isinya sama, ketika dimakan rasanya sama dan hasil akhirnya juga sama, jadi tinja bro… hehehe… Kita ngga usah merasa diri memiliki papaya paling mateng… kematengan jadi busuk… malah ngga bisa dimakan… hehehe… Sesungguhnya agama kamu ini satu agama saja, dan Aku adalah Tuhan-mu, oleh karena itu sembahlah Aku ( AL ANBIYA 21 : 92 ) Hadapkan wajahmu dengan lurus kepada agama fitrah, Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada perubahan pada fitrah Allah … ( AR-RUM 30 : 30 ) Tinggal pengembangan diri lu mau gimana… terserah lu Bro… lu jangan dogmatis… lu harus kritis… Islam itu pemaaf, Islam itu lembut, Islam itu dinamis… Iman itu indah… Hidup itu sekedar guyonan… Itu kata Qur’an Bro… Enjoy aja lagi… Allah itu bukan milik orang Arab… Allah adalah Tuhan bagi semesta alam… Oleh karena itu Allah ridak membeda-bedakan umatnya apapun nama agamanya. Yang dibedakan Allah adalah kadar keimanan dan ketakwaan umatnya… Yang dilihat Allah adalah hatinya, bukan wajahnya, bukan janggutnya, bukan gamisnya dan bukan jilbabnya. Seindahindahnya pakaian … yang terbaik adalah pakaian yang namanya … taqwa… bukan gamis bro … ( Al A’raf 7 : 26 ).. Orang yang paling mulia di sisi Allah adalah dia yang paling takwa…( AL HUJURAT 49 : 13 ). Menurut Al Qur’an, Allah pun tidak melarang pernikahan pasangan yang berbeda nama agamanya… daripada berzinah… dan menjadikannya gundik-gundik… Untuk setiap umat, Kami telah berikan pola syareat ( aturan ) dan jalan hidup yang benar ( tata cara pelaksanaannya ) sekiranya Allah menghendaki, pastilah kamu dijadikan-Nya satu umat saja. Namun Allah hendak mengujimu dalam hal karunia yang telah diberikan kepada-mu, karena itu berlomba-lombalah berbuat kebajikan … dst… ( AL MAIDAH 5 : 48 ).

Sesungguhnya orang-orang mukmin ( beriman ) dan mereka penganut agama Yahudi, Nasrani, Shabiin serta siapa saja yang beriman kepada Allah, hari kemudian serta berbuat kebajikan, mereka akan mendapat pahala dari Tuhan-nya, dan mereka tidak merasa ketakutan dan duka cita ( AL BAQARAH 2 : 62 ) …dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal… saling bersilaturahmi… ( AL HUJURAT 49 : 13 ) Mereka akan mendapat kehinaan dimanapun mereka berada, bila mereka memutus hubungan ( silaturahmi ) dengan Allah dan hubungan dengan manusia ( ALI IMRAN 3 : 112 ). Pada hari ini dihalalkan bagimu yang baik-baik. Makanan orangorang yang diberi Al Kitab itu halal bagimu dan makanan kamu halal pula bagi mereka. ( Dan dihalalkan mengawini ) wanitawanita yang menjaga kehormatan di antara wanita-wanita yang beriman dan wanita-wanita yang menjaga kehormatan di antara orang-orang yang diberi Al Kitab sebelum kamu, bila kamu telah membayar mas kawin mereka dengan maksud menikahinya, tidak bermaksud berzina dan tidak ( pula ) menjadikannya gundikgundik. Barang siapa yang kafir sesudah beriman maka hapuslah amalannya dan ia di hari akhirat termasuk orang-orang yang merugi ( AL MA’IDAH 5 : 5 ). Allah mah ngga pernah nyusahin manusia, yang bikin susah adalah manusianya sendiri, dengan aturan yang kaku, karena egonya yang kelewat gede… Merasa diri papaya yang paling mateng… Ilmu fikih, ilmu usuluddin konon kabarnya muncul setelah Rosulullah wafat…Ada yang berpendapat bahwa pernikahan yang berbeda nama agamanya diperbolehkan bila si prianya beragama Islam dan yang wanitanya non Islam… Kalo yang wanita beragama Islam dan si pria non Islam tidak boleh… Namun ada yang berpendapat bila itu dilaksanakan rugi… karena anakanak itu bisa lebih dari satu dan biasanya anak kecil pada usia balita itu lebih dekat kepada ibunya… jadi anak akan mengikuti tata cara beragama yang diajarkan ibunya…. Menurut lo gimana Bro…??? Kata Rosulullah saw urusan dunia engkau lebih tahu tapi tata cara beribadah ikutillah caraku… Berarti hukum-hukum untuk urusan dunia masih bisa diamandemen gitu loh… Urusan dunia adalah urusan mulut, urusan perut dan urusan di bawah perut. Bila kita mengacu kepada sabda Rosulullah maka itu berarti masalah urusan dunia silahkan diatur sesuai kultur masing-masing, sesuai kearifan local… Contohnya pemerintah telah membuat UU Perkawinan. Menurut Peraturan Pemerintah bagi PNS istrinya hanya boleh satu .…

Hanya sayang sekali UU Perkawinan ini tidak mencakup golongan aliran kepercayaan… Sungguh kasihan anak-anak mereka sulit untuk mendapatkan Akte Kelahiran….Apakah golongan aliran kepercayaan dianggap zinah…. Selain masalah zinah, masalah apa lagi yang lu pikirin..??? Ya masih ada lah… Yaitu, masalah Masjidil Harom gimane ye…??? Emangnye kenape… Masjidil Harom…??? Mas BRO… Kalo gue baca tafsir dari Surat At Taubah 9 : 107-108 : Dan ada yang mendirikan masjid untuk menimbulkan bencana, untuk kekafiran dan untuk memecah belah…, untuk menunggu kedatangan orang-orang yang telah memerangi Allah dan RosulNya sejak dahulu. Mereka dengan pasti bersumpah : Kami hanya menghendaki kebaikan. Dan Allah menjadi saksi bahwa mereka itu pendusta … ( At – Taubah 9 : 107 ) Janganlah engkau melaksanakan sholat dalam mesjid itu selamalamanya. Sungguh mesjid yang didirikan atas dasar takwa sejak hari pertama adalah lebih pantas engkau melaksanakan sholat di dalamnya … ( At Taubah 9 : 108 ) Waktu gue baca catatan kaki di buku Al Qur’an dan Terjemahannya, yang dimaksud menunggu kedatangan orang-orang yang telah memerangi Allah dan Rosulnya sejak dahulu adalah menunggu pendeta Nasrani yang bernama Abu ‘Amir bersama tentara Romawi dari Syria… untuk bersembahyang di masjid yang mereka dirikan. Akan tetapi Abu ‘Amir tidak jadi datang karena ia mati di Syria…dan masjid yang didirikan kaum munafik itu dihancurkan atas perintah Rosulullah… Masalah surat At Taubah ini menurut gue yang jiwa dan pikirannye parah, secara keseluruhan, menceriterakan kemunafikan dan kemusrikan orangorang Arab Jahiliyah… yang masih menyembah berhala… tidak menceriterakan orang-orang Nasrani yang sudah menyembah Allah walaupun Nabinya adalah Nabi Isa a.s… Sewaktu Rosulullah hijrah ke Medinah, para pendeta Nasrani di Madinah sudah mengakui kerasulan Rosulullah Muhammad saw. Di Madinah konon kabarnya kaum Yahudi, Nasrani dan Islam hidup berdampingan. Oleh karena itu kotanya disebut Madinah artinya madani.. artinya mapan… Apakah mungkin terjadi persekutuan antara penyembah Allah dan penyembah berhala…??? Seandainya benar terjadi persekutuan antara golongan Nasrani yang dipimpin Abu ‘Amir dan golongan orang-orang Arab Jahiliyah, namun Abu ‘Amirnya tidak jadi datang karena dia mati… jadi tidak sempat terjadi peperangan… Menurut gue yang pikirannya ngelantur… Bangunan utama di pusat kota Mekah pada zaman itu, pada saat itu adalah Masjidil Harom… yang sering dipergunakan untuk berbagai macam kegiatan oleh masyarakat Arab jahiliyah… Perang yang pertama antara Arab jahiliyah dengan kaum

muslimin yang dipimpin Rosulullah Muhammad saw adalah perang Badar… Wajar dan masuk diakal bila Masjidil Harom dipergunakan sebagai markas untuk menghimpun kekuatan dan untuk menunggu orang-orang Arab Jahiliyah yang memerangi Allah dan Rosulnya… Janganlah engkau melaksanakan sholat dalam mesjid itu selamalamanya. Sungguh mesjid yang didirikan atas dasar takwa sejak hari pertama adalah lebih pantas engkau melaksanakan sholat di dalamnya … ( At Taubah 9 : 108 )… Apakah benar Allah melarang Sholat di Masjidil Harom… ??? Terus terang gue ngga bisa jawab Bro… Kalo sampe bener Allah melarang sholat di Masjidil Harom, berarti selama ini kita terkecoh…!!! Gue jadi takut bro…takut kena laknat Allah… Katakanlah : Bagaimana pendapatmu jika itu datang dari sisi Allah, kemudian kamu mengingkarinya. Siapakah yang lebih sesat daripada orang yang selalu berada dalam penyimpangan yang jauh ( Fushshilat 41 : 52 ) Maka siapakah yang lebih jahat dari orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Allah dan berpaling dari pada-nya ??? Akan Kami beri ganjaran mereka yang berpaling dari ayat-ayat Kami dengan seburuk-buruknya siksaan ( Al An’am 6 : 157 ) Dan kamu pasti akan mengetahui ( kebenaran ) keterangan ( Al Qur’an ) setelah beberapa waktu lagi ( Shad 38 : 88 ) Sekarang ini Umat Islam diseluruh dunia tidak menyadari bila Simbolsimbol MATA SATU sudah muncul di ARAB SAUDI… Misalnya :MONUMENT MATA SATU di Jedah, LOGO LEMBAGA URUSAN HAJI di Mekah, LOGO KEPOLISIAN DLL… serta SIMBOL TANDUK SETAN di atas menara jam di Mekah…APAKAH ARAB SAUDI PENDUKUNG DAJJAL…??? Ternyata Rosulullah saw sudah meramalkan tentang kemunculan tandatanda Dajjal di Arab Saudi…!!!??? Sabda Rosulullah saw : Ya Allah berilah keberkatan kepada kami, pada Syam kami dan pada Yaman kami… Para sahabat berkata : dan juga NAJD (ARAB) kami …??? Kemudian Beliau bersabda : Disana akan muncul kegoncangan dan fitnah, dan disanalah akan muncul TANDUK SETAN…!!! ( shahih Bukhari 2/33 no 1037 ). Luuuaaarrr biasa…!!! Gue khawatir Allah akan membuktikan kebenaran Al Qur’an melalui azab yang pedih, musibah, wabah, pertumpahan darah… perang bom di Arab Saudi, bahkan bencana alam…dll…!!! Seandainya gue sebagai ustad, gue sebagai guru ngajarin pelajaran yang salah, terus kesalahan itu digugu dan ditiru bahkan diajarkan ke generasi

berikutnya dan seterusnya secara berkelanjutan… terusnya dosanya gue gimane Bro…??? Karena lo bilang jiwa dan pikiran gue parah maka tolongin gue, plisss Bro.. biar gue ngga bingung… Mungkin, karena gue ngga pernah dibai’at oleh siapapun jadinya jiwa dan pikiran gue lepas bebas, ngga terpasung… Jiwa dan pikiran gue terbang bebas di langit luas…tanpa batas, karena addinu bil aqli… Agama itu harus pake otak… Tuhan murka kalo kita ngga pake otak ( Yunus 10 : 100 )… Apakah mencari Allah ke Mekah…??? Apakah Allah ada di Mekah…??? Adakah ayat-ayat Al Qur’an yang menyatakan Allah ada di Mekah…??? Menurut lo gimana Bro…??? Lo kan mesantren gua mah ngga…!!! Silahkan lo gali sendiri…!!! Tanya aje ame Inul yang begoyang… So what gitu loh…!!! Emangnye gue pikirin… masalah buat lo… cape deh… Lu emang kurang kerjaan… Arab aja sama DEPAG RI ngga pernah ngebahas Surat At Taubah 9 : 107108… Ya wajar lah kalo Arab sama DEPAG RI ngga mau ngebahas masalah ini, bisa gawat Bro… Kalo ngga ada jemaah Umroh dan Haji… Arab bisa kehilangan devisa dan DEPAG RI kehilangan duit… minimal seratus milyard tiap bulan Bro… hehehe… Katanya jadi Haji Mabrur itu ngga lewat Mekah tapi lewat keikhlasan… Duitnya untuk biaya jadi haji itu disumbangkan… Gue bingung Bro…!!! Yang bikin bingung itu gue ape ustad…!!!??? Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orangorang yang berakal (Ali Imran 3 : 190) Allah menimpakan kemurkaan kepada orang-orang yang tidak mempergunakan akalnya ( Yunus 10 : 100 ) Allah tidak akan merubah keadaan suatu kaum kecuali kaum itu sendiri yang berusaha melakukan perubahan ( Ar Rad 12 : 11 ) maka bertanyalah kepada orang-orang yang berpengetahuan jika kamu tidak mengetahui ( An Nahl 16 : 89 ) Selanjutnya jangan lupa bertanya pada hati nurani kita…. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat peringatan bagi orang-orang yang mempunyai mata hati ( QAF 50 : 37 ) Gue seneng baca tulisannye Kahlil Gibran :

Tuhan telah memasang pelita di dalam setiap hati kita yang menyinarkan pengetahuan dan keindahan, dosa lah yang mematikan pelita itu dan menguburkannya dalam abu… Tuhan telah menciptakan jiwa-jiwa kamu dengan sayap-sayap untuk terbang di langit Cinta dan Kebebasan yang luas. Alangkah sayangnya kalau kamu tebas sayapmu dengan tanganmu sendiri dan memaksa jiwamu merangkak-rangkak bagaikan kutu di atas tanah… Cape deh…

EVOLUSI KEBERAGAMAAN REVISI 11-OKTOBER-2015

Dr. H MAMAN SW SpOG http://www.slideshare.net/drmaman http://www.drmamanspog.blogspot.com

EVOLUSI KEBERAGAMAAN Zaman purba umat manusia masih sedikit. Ilmu pengetahuannya sedikit. Kebutuhannya sedikit, sekedar makan dan minum. Pakaian hanya menutupi bagian tertentu. Mata pencaharian berburu. Tinggal di guha atau diatas pohon. Tahap berikutnya mengenal hewan ternak, mulai berternak kambing , sapi, kerbau, kuda. Hidup nomaden mencari padang rumput, tinggal di

tenda-tenda dekat mata air. Hidup secara berkelompok. Muncul istilah suku… akhirnya menjadi suatu bangsa yang besar… Allah menciptakan umat manusia berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar saling bersilaturahmi.. Untuk setiap umat Allah telah memberikan aturan dan tata cara penyembahan kepadaNYA agar saling berlombalomba untuk berbuat kebaikan, bukan untuk cakar-cakaran dan gontokgontokan karena merasa tata cara penyembahan kitalah yang paling benar…. Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling bersilaturahmi Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah adalah orang yang paling taqwa diantara kalian…Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal ( AL HUJURAT 47:13 ). Mereka akan mendapat kehinaan dimanapun mereka berada, kecuali mereka menjaga hubungan ( silaturahmi ) dengan Allah dan hubungan dengan manusia ( ALI IMRAN 3 : 112 ). Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya adalah penciptaan langit dan bumi, adanya aneka bahasa dan warna kulitmu ( ARRUM 30 : 22 ) ….. Untuk setiap umat diantara kamu, Kami berikan ATURAN ( SYARIAT ) dan JALAN YANG TERANG ( JALAN SPIRITUAL-AGAMA ) … Bila Allah menghendaki, pasti kamu dijadikan satu umat ( saja ), tetapi Allah hendak menguji kamu terhadap karunia yang diberikan-Nya kepada kamu, maka berlomba lombalah berbuat kebajikan … ( Al Maidah 5 : 48 ) Perkembangan berikutnya mulai bertani, memiliki tanah pertanian, memiliki tempat tinggal yang tetap, mulai ada hak kepemilikan atas tanah, mulai ada perdagangan sistim barter, ditemukan emas, ada koin emas… Abad berikutnya era industry. Ditemukan listrik, mesin uap, mesin diesel. Ditemukan telegraf, telepon, radio dan TV. Era perdagangan dan industry. Teknologi transfortasi berkembang. Kemudian muncul juga Ilmu perbankkan, asuransi… dll… Pasca era industri muncul IPTEK. Ilmu Pengetahuan dan Teknologi berkembang pesat, Teknologi informatika dan komunikasi berkembang. INTERNET, CIBERNETIKA, Trasformasi Informasi, hampir setiap disiplin ilmu berkembang, termasuk REKAYASA GENETIKA… BAYI TABUNG… DLL. ITULAH EVOLUSI PERADABAN…

MAS BRO… Sesungguhnya masalah keberagamaan pun berkembang tahap demi tahap sejak dari zaman purba sampai sekarang… ITULAH EVOLUSI KEBERAGAMAAN… Setiap manusia memiliki KEBUTUHAN PSIKOLOGIS, menginginkan rasa aman dan rasa nyaman. Kemudian manusia mencari sesuatu yang bisa menumbuhkan rasa aman dan nyaman. Sesuatu itu kemudian disembah, disebutnya Al ILAH. Kemudian muncul kata ALLAH, artinya Sesuatu Yang Disembah.. Berarti ALLAH BUKAN NAMA TUHAN. Nama TUHAN yang sebenarnya tidak bisa kita ucapkan dan tidak bisa kita tuliskan. Sejak zaman Nabi Ibrahim sebutan Allah sudah ada. Kata Allah sudah tidak asing lagi bagi masyarakat Arab Jahiliyah… Sebagai contoh yang sederhana, ayahnya Nabi Muhammad saw bernama ABDULLAH…Konsep bertuhan itu turun-temurun diyakini, walaupun yang ada di dalam pikiran manusia itu bukan tuhan yang sebenar-benarnya tuhan. KETEMU AJA BELUM APA LAGI KENAL NAMANYA…. Mereka (KITA SEMUA) TIDAK MENGENAL Allah dengan sebenarbenarnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kuat lagi Maha Perkasa ( ALHAJJ 22 : 74 ) Kamu (KITA SEMUA) tidak menyembah yang selain Allah KECUALI HANYA NAMA-NAMA yang kamu dan nenek moyangmu membuatbuatnya, Allah tidak menurunkan suatu keteranganpun tentang nama-nama itu ( YUSUF 12 : 40 ) Itu tidak lain hanyalah nama-nama yang kamu dan bapakbapakmu mengada-adakannya, Allah tidak menurunkan suatu keteranganpun untuknya (nama-namanya), mereka tidak lain hanyalah mengikuti sangkaan-sangkaan dan hawa nafsunya ( AN NAJM 53 : 23 ). Orang Jawa dan Sunda menyebut nama Tuhannya GUSTI PANGERAN. Orang Hindu menyebutnya RADHA SWAMI.. Radha artinya RUH dan Swami artinya YANG MAHA TINGGI.. Orang Budha menyebutnya AMITABA artinya CAHAYA TANPA BATAS… Kata ALLAH menurut gramatika Arab bentuknya maskulin, laki-laki, BAPA..sedangkan kata AL DZAT menurut gramatika Arab bentuknya feminine, perempuan, BUNDA… Berarti kita boleh memanggil nama Tuhan dengan sebutan BAPA atau BUNDA… Tuhan engga akan marah… Ngga masalah…Mungkin masalah buat lo…!!! Kemudian dibuat aturan penyembahan yang disepakati bersama disebutnya AGAMA… Konon kabarnya kata agama berasal dari bahasa sansakerta : A artinya TIDAK dan GAMA artinya KACAU. AGAMA adalah ATURAN agar kehidupan kita TIDAK KACAU.

Pelajaran keberagamaan pun berkembang. Pelajaran dari Rosul pertama ke Rosul berikutnya berkesinambungan, ada revisi dan koreksi, ada proses penyempurnaan. Pemahamannya pun berkembang disesuaikan dengan situasi dan kondisi yang ada, disesuaikan kultur dan ilmu pengetahuan yang ada di masyarakat, dari mulai ZAMAN BATU sampai… ZAMAN IPTEK… Dalam hal ini kearifan lokal sangat berperan… Sesuai dengan perkembangan zaman… Rosulullahpun tidak melupakan kearifan local. Kita perhatikan Rukun Islam : Ibadah haji sudah ada sejak zaman Nabi Ibrahim. Puasa, sholat, zakat, itu semua sudah ada sebelum Rosulullah saw dilahirkan.. Itulah yang disebut kearifan local. Rosulullah menyempurnakan Rukun Islam dengan dua kalimah syahadat… Rosulullah saw walaupun dikatakan buta huruf, namun otak beliau sangat cerdas. Rosulullah saw adalah negarawan ulung yang luar biasa. Bila Rosulullah saw tidak mengikut sertakan kearifan local, bila Rukun Islam hanya dua kalimah syhadat saja, mungkin Rosulullah saw akan didemo oleh orang Arab… …diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu … ( AL BAQARAH 2 : 183 ) Nabi Isa berkata : Dia ( Allah ) memerintahkan aku sholat dan ( menunaikan ) zakat selama aku hidup ( MARYAM 19 : 31 ) Tidak Kami rubah jiwa hukum dari suatu ayat atau Kami lenyapkan dari ingatan Rasul, melainkan kami ganti dengan yang lebih baik dari itu atau yang sepadan dengan itu … (AL BAQARAH 2 : 106) Proses penyempurnaan bukan berarti dihilangkan seluruhnya, namun ada bagian yang direvisi dan dikoreksi, ada yang diganti dengan yang lebih baik atau yang sepadan dengan itu… Saya sendiri dan mungkin kita semua sampai saat ini tidak mengetahui bagaimana dan seperti apa… tata cara puasa, sholat dan zakat pada saat zaman sebelum Rosulullah saw dilahirkan…??? Menurut penuturan salah seorang sesepuh, tata cara orang jahiliyah menyembah berhala ada yang sambil berdiri, ada yang sambil ruku, ada yang sambil duduk dan ada yang sambil sujud… kemudian kebiasaan orang jahiliyah menyembah berhala ini diadopsi oleh Rosulullah menjadi tata cara sholat ajaran Rosulullah… sehingga orang Arab jahiliyah tidak protes… Terlepas dari benar atau tidaknya penuturan sesepuh ini, namun bagi gue masuk diakal bro… MENURUT LO GIMANA BRO…??? Selama ini umat Islam di Indonesia senantiasa menghadapkan wajahnya ke arah Barat sehingga melupakan Cahaya yang terbit dari TIMUR…

Matahari terbit dari Timur… Di Timur sudah tandur di wilayah Barat masih tertidur. Di Indonesia sudah ada Borobudur di Arab masih ngawur… PERADABAN UMAT MANUSIA DIMULAI DARI TIMUR… Untuk setiap umat Allah mengirimkan seorang Rosul serta Kitab-NYA dalam bahasa kaumnya… Setiap Rosul sudah muslim, sudah berserah diri kepada Allah…. Setiap Rosul mengajarkan tentang kesucian, kedamaian, keselamatan, kasih-sayang, kesabaran, keikhlasan dan berserah diri kepada Tuhan melalui keimanan dan ketaqwaan. Itulah pelajaran AGAMA FITRAH. Itulah AGAMA ILAHI. Itulah AGAMA ISLAM yang diridhoi Allah ( Al Maidah 5 : 3 ). Itulah ISLAM UNIVERSAL yang dianut semua umat. Wajar bila sebelum di Arab, Allah telah menurunkan seorang Rosul serta Kitab-Nya di wilayah Timur WALAUPUN TIDAK DIKISAHKAN di dalam Al Qur’an… Wajar bila pelajaran di dalam Kitab itu sangat sesuai dengan situasi dan kondisi umat di wilayah Timur, karena Allah Maha Mengetahui Segalanya… KEBERAGAMAAN-PUN DIMULAI DARI TIMUR… Mungkin agama pertama di Timur adalah di Tibet, kemudian muncul Hindu dan Budha… Dengan adanya perkembangan zaman, adanya arus komunikasi dan perdagangan, maka masalah keberagamaan pun berkembang ke wilayah Barat disertai proses penyempurnan, ada bagian yang direvisi dan dikoreksi menjadi NASRANI dan terakhir muncul agama ISLAM… Namun semua agama tetap mengajarkan tentang FITRAH. AGAMA FITRAH inilah yang dianut semua umat…Agama fitrah inilah yang mengatur kehidupan umat di dunia sejak manusia ini diciptakan Allah, sampai saat ini tidak pernah berubah… AGAMA FITRAH dari Allah bagi setiap umatnya pasti sempurna, tidak perlu disempurnakan lagi karena ALLAH Maha Sempurna. Oleh karena itu Agama Fitrah ini tidak pernah berubah… Hanya aplikasinya saja yang disesuaikan kearifan local, disesuaikan perkembangan zaman, diolah, diberi bumbu supaya enak dan mudah dicerna… Ibaratnya kita diberi beras.. diolah jadi nasi goreng, jadi nasi kebuli, jadi nasi padang, jadi nasi jamblang bagi yang sehat, jadi bubur ayam bagi yang sakit dll.. disesuaikan situasi dan kondisi umatnya. Setelah diolah NAMANYA disesuaikan dengan hasil olahannya, namun BAHAN DASARNYA TETAP BERAS…Namanya HINDU, BUDHA, NASRANI DAN ISLAM NAMUN ESSENSI DAN SUBSTANSINYA TETAP TENTANG FITRAH…!!! RUH ISLAMI TETAP BERADA DI DALAMNYA… Hadapkan wajahmu pada agama Fitrah… Apapun nama agamanya, Fitrah Allah tidak pernah berubah. Yang berubah adalah zamannya, peradabannya, budayanya serta ilmu pengetahuannya… Gue pernah baca bahwa NABI ISA AS pernah mukim di TIBET cukup lama. Apa iya…!!!???

Konon kabarnya Nabi Isa as pun pernah melakukan meditasi selama 40 malam…. Hadapkan wajahmu pada Agama Fitrah…Tidak ada perubahan pada fitrah Allah … ( Ar-Rum 30 : 30 )..apapun nama agamanya Sesungguhnya ini adalah agama kamu semua, agama yang satu dan AKU adalah Tuham-mu, maka bertaqwalah kepada-KU ( AL MU’MINUN 23 : 52 ) Kemudian mereka menjadikan agama mereka terpecah-belah menjadi beberapa pecahan. Tiap-tiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada sisi mereka ( masing-masing ). Maka biarkanlah mereka dalam kesesatannya sampai suatu waktu ( AL MU’MINUN 23 : 53-54 ) Bila kita perhatikan, setiap proses penyempurnaan keberagamaan, dari Hindu ke Budha, ke Nasrani dan ke Islam itu rata-rata terjadi setelah tenggang waktu sekitar 500 tahun… setelah tenggang waktu 5 abad… Namun inti Agama Fitrah tidak pernah berubah, yang berubah adalah zamannya, peradabannya, budayanya dan ilmu pengetahuannya… Menurut bahasa Al Qur’annya disesuaikan dengan bahasa kaumnya, disesuaikan dengan situasi dan kondisi umatnya… Itulah evolusi keberagamaan… dari sejak zaman BATU sampai zaman IPTEK… Namun untuk mencapai puncak spiritual tetap sama harus melalui DZIKIR-MEDITASI. Hasil akhirnya sama, mencapai tingkat IKHSAN dan menjadi INSAN KAMIL.. Tuhan sangat menyayangi umat-Nya. Tuhan tidak membiarkan umat-Nya susah. Untuk setiap umat Tuhan menurunkan seorang Rosul, baik di Cina, di Tibet di Indonesia maupun di Arab dan dimana saja, Tuhan mengirimkan Rosul-Nya untuk menyelamatkan umat… Setiap umat ada Rosulnya dan di setiap masa ada kitabnya. Setiap Rosul mengajarkan aturan hidup dan tata cara penyembahan, dalam bahasa kaumnya, dalam arti disesuaikan dengan situasi dan kondisi adatistiadatnya, serta disesuaikan dengan ilmu pengetahuan kaumnya. Konon kabarnya Rosulullah pun melakukan DZIKIR-MEDITASI di Guha Hiro…!!! Oleh karena itu wajar bila Rosulullah saw bersabda : Urusan dunia engkau lebih tahu, namun tata cara beribadah ikutilah caraku… Kenapa kita tidak mengikuti tata cara beliau ketika di guha Hiro…??? Seandainya internet sudah ada sejak jaman purba, mungkin kita bisa internetan dan facebookan dengan para Rosul di seluruh dunia dan ternyata apapun nama agamanya para Rosul itu mengajarkan hal yang sama yaitu tentang Agama Fitrah , sehingga mungkin kita tidak akan berselisih, tidak akan bertengkar karena nama agama kita yang berbeda…

Yang satu menyebutnya kates, yang lain bilang gedang dan ada yang bilang papaya, ternyata setelah dikupas isinya sama, ketika dimakan rasanya sama dan hasil akhirnya juga sama, jadi tinja bro… Karena sesungguhnya agama di dunia hanya satu…yaitu agama Fitrah yang tidak pernah berubah, serta tata cara untuk mencapai puncakpun sama, apapun nama agamanya harus melalui DZIKIR-MEDITASI… HASIL AKHIRNYA JUGA SAMA… Gitu BRO… FIRMAN ALLAH : Sesungguhnya agama kamu ini satu ( Al Anbiya 21 : 92 ) Agama di sisi Allah adalah Islam-Fitrah ( Ali Imron 3: 19 ) Aku ridhoi Islam (fitrah) sebagai agama bagimu ( Al Maidah 5 : 3 ) Hadapkan wajahmu pada Agama Fitrah…Tidak ada perubahan pada fitrah Allah … ( Ar-Rum 30 : 30 )..apapun nama agamanya Sesungguhnya ini adalah agama kamu semua, agama yang satu dan AKU adalah Tuham-mu, maka bertaqwalah kepada-KU ( AL MU’MINUN 23 : 52 ) Kemudian mereka menjadikan agama mereka terpecah-belah menjadi beberapa pecahan. Tiap-tiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada sisi mereka ( masing-masing ). Maka biarkanlah mereka dalam kesesatannya sampai suatu waktu ( AL MU’MINUN 23 : 53-54 ) Bagi setiap umat ada Rosul, ( Yunus 10 : 47 ). Bagi tiap-tiap masa ada kitab ( Ar Rad 13 : 38 ) Kami tidak mengutus seorang Rosulpun, melainkan dengan bahasa kaumnya, supaya ia dapat memberikan penjelasan dengan terang kepada mereka ( Ibrahim 14 : 4 ). Hai orang yang beriman !!! Berimanlah kepada Allah dan RosulNya, kepada kitab yang diturunkan-Nya, kepada Rosul dan kitab yang diturunkan sebelumnya ( An Nisa 4 : 136 ) Tentang beberapa Rosul telah kami kisahkan kepadamu sebelumnya, tentang beberapa Rosul tiada kami kisahkan kepadamu ( An Nisa 4 : 164 ) Sesungguhnya Al Qur’an ( KITAB ALLAH ) benar-benar dalam kitab-kitab orang-orang terdahulu. ( Asy Syuara 26 : 196 ).. Orang-orang terdahulu di seluruh dunia, tidak hanya di Arab. Dan kalau Al Qur’an ( KITAB ALLAH ) itu kami turunkan kepada salah seorang dari golongan bukan Arab lalu dibacakan kepada mereka niscaya mereka tidak akan percaya kepadanya… ( Asy Syuara 26 : 198-199 ) Kami turunkan Al Qur’an kepadamu untuk menjelaskan segala sesuatu (AN NAHL 16 : 89)

Kami turunkan Al Qur’an kepadamu dengan membawa kebenaran untuk membenarkan-mengoreksi kitab-kitab sebelumnya ( AL MAIDAH 5 : 48 )… Dan berkatalah orang-orang kafir mengapa Al Qur’an ( KITAB ALLAH ) tiada diturunkan kepadanya secara keseluruhan yang lengkap dan sempurna ? Demikianlah Kami lakukan untuk menguatkan hatimu dengannya dan Kami membacakannya dengan terang, perlahan-lahan, berulang-ulang, sebagian demi sebagian dan setiap mereka datang kepadamu membawa suatu permasalahan, tentulah Kami datangkan kepadamu kebenaran dan sebaik-baiknya tafsiran ( AL FURQON 25 : 32-33 ) Untuk setiap masa ada kitab, disesuaikan dengan situasi dan kondisi saat itu. KITAB ALLAH benar-benar berada pada orang-orang terdahulu ( ASY SYUARA 26 : 196 ).. Berarti Kitab dari Tuhan tidak hanya Zabur, Taurat, Injil dan Qur’an saja..mungkin banyak… Al Qur’an diturunkan dalam bahasa Arab… untuk wilayah Arab dan sekitarnya ….Al Qur’an mengajarkan agar kita percaya kepada para Rosul serta kitab-kitab yang diturunkan sebelum ada Al Qur’an, baik yang dikisahkan di dalam Al Qur’an maupun yang tidak dikisahkan… Rosul-rosul itu ada yang DIKISAHKAN di dalam Al Qur’an dan ada yang tidak dikisahkan. Para Rosul dan kitabnya yang dikisahkan di dalam Al Qur’an adalah para Rosul yang pernah hidup di wilayah Arab dan sekitarnya. Sedangkan para Rosul dan Kitabnya yang tidak dikisahkan di dalam Al Qur’an mungkin para Rosul yang berada di Cina, Tibet atau mungkin di Indonesia dll… bukan golongan Arab dan tidak berbahasa Arab ( Asy Syuara 26 : 198-199 ). Semua Rosul sudah muslim, sudah berserah diri kepada Allah… Sesungguhnya Kami telah menurunkan kitab Taurat yang di dalamnya ada hidayah dan cahaya, yang dengan Taurat itu para Nabi berserah diri, membuat keputusan hukum….. Barangsiapa tidak menjalankan hukum dengan yang diturunkan Allah, maka mereka adalah kaum yang kafir …( Al Maidah 5 : 44 ) Dan Kami teruskan jejak mereka dengan mengutus Isa putera Maryam, …Dan Kami menurunkan Injil kepada Isa …Yang membenarkan Kitab sebelumnya , yaitu Taurat sebagai petunjuk dan pengajaran bagi orang-orang yang bertakwa( Al Maidah 5 : 46 ) Kami telah menurunkan Kitab ( Al Qur’an ) kepadamu ( Muhammad ) dengan membawa kebenaran yang membenarkanmengoreksi Kitab-kitab sebelumnya dan menjaganya, maka putuskan lah perkara mereka menurut apa yang diturunkan Allah dan janganlah engkau mengikuti keinginan mereka…dst.. Untuk setiap umat diantara kamu, Kami berikan aturan (SYARIAT) dan

jalan yang terang (JALAN SPIRITUAL-AGAMA) .. Bila Allah menghendaki, pasti kamu dijadikan satu umat ( saja ), tetapi Allah hendak menguji kamu terhadap karunia yang diberikan-Nya kepada kamu, maka berlomba lombalah berbuat kebajikan … ( Al Maidah 5 : 48 ) Dan bagi setiap umat ada kiblatnya ( sendiri ) yang ia menghadap kepada-Nya. Maka berlomba-lombalah kamu ( dalam berbuat ) kebaikan. Dimana saja kamu berada pasti Allah akan mengumpulkan kamu sekalian. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segalanya ( AL BAQARAH 2 : 148 ). Timur dan Barat milik Allah. Kemanapun engkau menghadap disanalah Wajah Allah, sesungguhnya Allah meliputi segala sesuatu dan mengetahui segala sesuatu (AL BAQARAH 2 : 115). Segala sesuatu akan musnah kecuali Wajahnya ( AL QASHASH 28 : 88 ) Sesungguhnya untuk setiap umat, apapun nama agamanya yang diajarkan tentang fitrah. Untuk setiap umat ada kiblatnya masing-masing…. Namun ada KIBLAT KHUSUS BAGI UMAT MUHAMMAD SAW : Dari mana saja kamu keluar, maka palingkanlah wajahmu ke arah Masjidil Haram; sesungguhnya ketentuan itu benar-benar sesuatu yang hak dari Tuhan-mu. Dan Allah tidak pernah lengah dari apa yang kamu kerjakan ( AL BAQARAH 2 : 149 )… Dan dari mana saja kamu keluar palingkanlah wajahmu ke arah Masjidil Haram, dan di mana kamu ( sekalian ) berada palingkanlah wajahmu ke arahnya, agar tidak ada hujah bagi manusia atas kamu, kecuali orang-orang yang dzolim di antara mereka. Maka janganlah kamu takut kepada mereka dan takutlah kepada-Ku. Dan agar Ku- sempurnakan nikmat-Ku atasmu, dan agar kamu mendapat petunjuk ( AL BAQARAH 2 : 150 ) ALLAH TIDAK MEMBEDA-BEDAKAN UMAT Sesungguhnya orang-orang beriman dan mereka penganut agama Yahudi, Nasrani, Shabiin serta siapa saja yang beriman kepada Allah, hari kemudian serta berbuat kebajikan, mereka akan mendapat pahala dari Tuhan-nya, dan mereka tidak merasa ketakutan dan duka cita ( AL BAQARAH 2 : 62 ) dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling bersilaturahmi ( AL HUJURAT 49 : 13 )

Mereka akan mendapat kehinaan dimanapun mereka berada, kecuali mereka menjaga hubungan ( silaturahmi ) dengan Allah dan hubungan dengan manusia( ALI IMRAN 3 : 112 ). …Pada hari ini dihalalkan bagimu yang baik-baik. Makanan orang-orang yang diberi Al Kitab itu halal bagimu dan makanan kamu halal pula bagi mereka. ( Dan dihalalkan mengawini ) wanita-wanita yang menjaga kehormatan di antara wanita-wanita yang beriman dan wanita-wanita yang menjaga kehormatan di antara orang-orang yang diberi Al Kitab sebelum kamu, bila kamu telah membayar mas kawin mereka dengan maksud menikahinya,tidak bermaksud berzina dan tidak ( pula ) menjadikannya gundik-gundik. Barang siapa yang kafir sesudah beriman maka hapuslah amalannya dan ia di hari akhirat termasuk orang-orang yang merugi ( AL MA’IDAH 5 : 5 ). Al Qur’an membenarkan dan menegaskan bahwa para penganut Taurat dan Injil diwajibkan menjalankan hukum-hukum Allah yang tertulis di dalam kitab-kitab tersebut. Al Qur’an menjelaskan bahwa setiap umat ada kiblatnya masing-masing. Kemanapun kita menghadap disanalah wajah Allah… Allah ada dimana-mana namun dalam ke Esaan-Nya Dia tidak kemana-mana… Setiap umat manusia diberi kebebasan untuk menghadap kepadaNya dari arah manapun, Allah tidak menjadi murka, yang sewot itu manusianya itu sendiri termasuk ente BRO karena EGO ente kelewat gede. Allah tidak melihat umatnya dari tata cara beribadahnya, namun yang dilihat Allah adalah hatinya, yang dilihat Allah adalah kadar keimanan dan ketaqwaannya… Bukanlah suatu kesolehan bahwa kamu sekalian memalingkan mukamu ke arah timur dan barat, tetapi adalah kesolehan bahwa kamu sekalian beriman kepada Allah dan hari akhirat, kepada para malaikat, kepada kitab-kitab Allah dan para nabi dan memberikan harta benda betapapun disayangi, kepada kerabat, anak yatim, dan orang-orang miskin, kepada orang dalam perjalanan dan peminta-minta, mendirikan sholat dan membayar zakat. Orang-orang yang memenuhi perjanjian bila mereka membuat perjanjian dan orang yang sabar dalam bencana, dalam kesukaran dan semasa peperangan, merekalah orang yang benar, merekalah orang yang takwa (AL BAQARAH 2 : 177) Ingat..!!! Allah sangat dekat, lebih dekat dari urat leher. Karena Allah adalah AL BATHIN. Tidak ada satu ayatpun yang menyatakan bahwa Allah ada di Mekah ataupun di Cina. Menurut HADITS QUDSI : Dalam setiap rongga anak Adam Aku ciptakan suatu mahligai yang disebut dada, dalam dada ada qolbu, dalam qolbu ada fuad,

dalam fuad ada syagofa, dalam syagofa ada sir, dalam sir ada AKU… Oleh karena itu kata para sufi : QOLBU MUKMIN BAITULLAH… Itulah Baitullah yang harus disucikan agar tidak dijadikan sarang iblis… Itulah Baitullah yang hakiki buatan Allah sendiri, tidak dibuat dari batu bata. Kalo Rumah Allah dibuat dari batu bata… lalu Allahnya seperti apa…??? Apakah tidak musyrik…??? Al Qur’an menjelaskan tentang kesinambungan serta perkembangan agama-agama Tuhan. Al Qur’an juga mengoreksi ajaran-ajaran sebelumnya dan juga menegaskan bahwa ALLAH SWT TIDAK MEMBEDA-BEDAKAN UMATNYA… APAPUN NAMA AGAMANYA… YANG DIBEDAKAN ALLAH ADALAH KADAR KEIMANAN DAN KETAQWAANNYA… Kami turunkan Al Qur’an kepadamu dengan membawa kebenaran untuk mengoreksi-membenarkan kitab-kitab sebelumnya ( AL MAIDAH 5 : 48 )… Orang yang paling mulia di sisi Allah adalah dia yang paling takwa diantara kalian ( AL HUJURAT 49 : 13 ) Janganlah kamu mengira orang-orang yang meninggal di jalan Allah itu mati.Tidak…!!! Mereka tetap hidup di sisi Tuhan-nya dan mendapat rizki ( ALI IMRAN 3 : 169 ) Dan tidaklah Kami mengutus engkau ( hai Muhammad ) melainkan sebagai Rahmat untuk seluruh alam( Al Anbiya 21 : 107 ) Pada hari ini telah Aku sempurnakan agamamu, telah Aku cukupkan nikmatKU dan Aku ridhoi Islam (fitrah) sebagai agama bagimu ( Al Maidah 5 : 3 ) Ayat-ayat yang Kami batalkan atau Kami hilangkan dari ingatan Rosul, pasti Kami ganti dengan yang lebih baik atau yang sepadan dengannya. Tidaklah kamu tahu bahwa Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu ??? ( Al Baqarah 2 : 106 ) Disempurnakan artinya : Tidak dihilangkan seluruhnya tapi ada bagian yang direvisi dan dikoreksi dan ada yang diganti dengan yang lebih baik atau yang sepadan. Hukum-hukum Allah yang diturunkan ke Nabi dan Rosul sebelumnya ke Nabi dan Rosul berikutnya berkesinambungan, saling berkaitan, saling menjelaskan, saling melengkapi, ada yang direvisi dan dikoreksi, ada penyempurnaan dari masa ke masa sampai ke Rosulullah Muhammad saw. Dengan demikian masuk akal bila Al Qur’an merupakan puncak ajaran spiritual dari semua kitab yang ada sebelumnya..

Allah Maha Mengetahui Segalanya, Maha Mengetahui apa yang dibutuhkan Bangsa Arab saat zaman jahiliyah… Oleh karena itu Allah menurunkan seorang Rosul dan Al Qur’an… yang berisi aturan-aturan dan tata cara beribadah yang sesuai dengan kultur jahiliyah saat itu… Oleh karena itu sabda Rosulullah saw : Urusan dunia engkau lebih tahu, tata cara beribadah ikutilah caraku… Berarti masalah urusan duniawi yaitu masalah mulut, perut dan dibawah perut disesuaikan dengan kearifan lokal… Masalah urusan dunia tidak harus berkiblat ke Arab… tidak harus jadi arab atau ke arab-araban… Masalah membaca Al Qur’an dengan langgam Jawa atau langgam Yaman ya suka-suka… Yang penting bukan langgamnya, tapi baca, pelajari tafsirnya dan amalkan…!!! ILAMISASI YES… ARABISASI NO WAY… Ajaran Rosulullah Muhammad merupakan perkembangan terakhir dari semua agama yang menuju kesempurnaan. Oleh karena itu beliau disebut sebagai penutup para nabi dan Rosul.. Ketika ajaran Islam keluar dari wilayah Arab, para cendikiawan Muslim bersentuhan dengan kearifan lokal baik budaya maupun wawasan keilmuannya, kemudian membaur dan menyerapnya, berasimilasi dan bersinergi… namun Ruh islami tetap hidup di dalamnya. Umat Islam merubah wajah dunia … Itulah puncak peradaban Islam yang luar biasa… Lihat peninggalan Islam di Spanyol, Turki, India, Pakistan… dll Menurut alm. Gus Dur : Pengambilan hukum agama oleh Imam Syafei tidak sekedar ngunduh dari Al Qur’an dan sunnah tapi juga mengacu kepada sejumlah kaidah metodologis tertentu. Umat Islam saat kini berpandangan sempit dan sangat ekslusif, sehingga tidak mampu mengambil bagian dalam kebangkitan peradaban pada masa perkembangan IPTEK, dogmatis dan tidak kreatif karena terpaku pada hukum fiqih. Ilmu Fiqih sebagai teori hokum sebenarnya merupakan proses kreatif yang dapat mempertemukan antara kebutuhan zaman dan norma agama …Bila ilmu Fiqih tidak dipergunakan secara kreatif maka akan berubah fungsi menjadi alat seleksi yang sangat normative. Ilmu fiqih yang kaku tidak fleksible akan mematikan kreativitas… mematikan semangat jiwa transformatif…mengkerdilkan pola pikir umat Islam. Pada akhirnya pola pikir umat Islam jadi TERPASUNG…!!! CAPE DEH…!!! Pada akhirnya umat Islam hanya akan menjadi objek perkembangan sejarah, bukan sebagai pelaku yang bermartabat… Oleh karena itu kata Gus Dur, perlu dikembangkan agenda baru yang menampilkan universalisme dan kosmopolitanisme baru dalam ajaran Islam… ITULAH ISLAM UNIVERSAL YANG DIANUT SEMUA UMAT… Demikian Prolog Gus Dur dalam buku Nurcholis Majid dkk : ISLAM UNIVERSAL… Gitu aja kok repot …

Apakah pemikiran Gus Dur ini bisa terwujud …??? Adakah keberanian para ulama Indonesia untuk melakukan amandemen yang mendasar dan menyeluruh…??? Tidak sekedar mengharamkan rokok atau sekedar membuat Undang-Undang Perkawinan yang tidak mencakup aliran kepercayaan kaum minoritas di Indonesia. AYAT-AYAT AL QUR’AN TIDAK BOLEH DIRUBAH namun untuk urusan duniawi, implementasi, penerapan dan penjabarannya BISA DIAMANDEMEN disesuaikan dengan situasi dan kondisi yang berkembang dimasyarakat. ITULAH YANG DISEBUT MAZHAB… UNTUK URUSAN DUNIA yaitu urusan mulut, urusan perut dan urusan dibawah perut… disesuaikan dengan kearifan lokal….Kita TIDAK HARUS berkiblat ke Arab… FIQIH ala Indonesia, MAZHAB ala Indonesia, kite tunggu aje… Siapa takut …!!!??? Agaknya pemikiran Gus Dur bersebrangan dengan golongan yang menghendaki Islam Azas Tunggal ajaran Wahabi yang alasannya ingin memurnikan ajaran Islam, ingin memurnikan tauhid agar tidak terjadi bida’ah dan khurafat… Wahabi mengharamkan semua aliran, semua mazhab yang tidak sesuai ajarannya. Kearifan lokal diharamkan. Tidak peduli kultur kita seperti apa… Mungkin ini yang menyebabkan pola pikir umat Islam terpasung… jadi kearab-araban… Cape deh …!!!??? Gue pernah baca di koran RADAR CIREBON kalo tidak salah edisi Desember 2011 bahwa ajaran Wahabi ini sangat ditentang oleh PARA SESEPUH PENDIRI NU… Wajar bila para sesepuh pendiri NU sangat menentang Islam Azas Tunggal, karena disadari atau tidak, Islam Azas Tunggal ini adalah suatu BENTUK PENJAJAHAN atau IMPERIALISME GAYA BARU yang mengatasnamakan agama Islam… Gitu Bro… tapi ya terserah lu juga… Tidak ada paksaan dalam agama ( Al Baqarah 2 : 256 ) SABDA ROSULULLAH SAW : Urusan dunia engkau lebih tahu.Tata cara beribadah ikutilah caraku… Pegangan umat Islam adalah Al Qur’an dan Sunah. Kenapa kita tidak mengikuti tata cara beliau saat di guha Hiro, waktu itu belum ada Al Qur’an dan tata cara sholat seperti sekarang. Dan jangan lupa bahwa Islam itu dinamis… harus pake otak…!!! Apa yang dilakukan Rosulullah saw di guha Hiro sehingga beliau bisa berkomunikasi dengan Allah…??? DZIKRULLAH… ITU KUNCINYA…!!! Dzikrullah bahasa gaulnya MEDITASI… Perintah dzikir di dalam Al Qur’an cukup banyak : Ingatlah kepada-Ku niscaya Akupun akan ingat kepadamu, bersyukurlah kepada-Ku dan jangan mengingkari ( AL BAQARAH 2 : 152 )

Apabila kamu telah menyelesaikan ibadah hajimu, maka berdzikirlah ( dengan menyebut ) Allah, sebagaimana kamu menyebut-nyebut nenek moyang kamu atau berdzikirlah lebih banyak dari itu ( AL BAQARAH 2 : 200 ) Apabila kamu telah selesai sholat, ingatlah Allah disaat berdiri, disaat duduk dan ketika berbaring ( AN-NISA 4 : 103 ) Sesungguhnya sholat itu menjauhkan perbuatan keji dan munkar, namun dzikir lebih utama dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan (AL ANKABUT 29 : 45) Hai orang-orang yang beriman berdzikirlah ( menyebut nama Allah ), berdzikirlah sebanyak-banyaknya dan bertasbihlah kepada-Nya diwaktu pagi dan petang … Dia akan mengeluarkan kamu dari kegelapan kepada Cahaya yang terang, dan Dia Maha Penyayang kepada orang-orang yang beriman ( AL AHZAB 33 : 41-42-43 ) Selesai sholat, maka bertebaranlah kamu dimuka bumi, carilah karunia Allah, berdzikirlah sebanyak-banyaknya agar kamu sukses ( AL JUMU’AH 62 : 10 ). Allah akan memudahkan segala urusan, diberi kecukupan, diberi rizki yang tak terduga, diampuni segala kesalahan, pahalanya berlipat ganda… ( At Tholak 65 : 2-3-4-5 ). Dansebutlah nama Tuhan-mu dalam hatimu dengan merendahkan diri dan rasa takut, dantidak mengeraskan suara, di waktu pagi dan petang dan janganlah kamu termasukorang-orang yang lalai ( AL A’RAF 7 : 205 ) Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tentram ( AR-RA’D 13 : 28 ) Janganlah kamu seperti orang yang lupa kepada Allah, maka Allahpun akan membuat mereka lupa pada dirinya ( AL HASYR 59 : 19 ) Oleh karena itu menurut para sufi DZIKIR HUKUMNYA WAJIB… NAMUN… KENAPA DZIKIR TIDAK TERCANTUM DALAM RUKUN IMAN ataupun RUKUN ISLAM…. ??? Aneh bila ada yang mengatakan bahwa DZIKIR itu ajaran Hindu… LUAAARRR BIASA… Konon kabarnya Ilmu Fikih dan Ilmu Ushuluddin muncul setelah Rosulullah saw wafat… SABDA ROSULULLAH SAW : 1. Segala sesuatu ada pembersihnya, pembersih qolbu adalah dzikir 2. Dzikir jalan terdekat menuju kepada Allah

3. 4.

Belajar mati sebelum mati… Belajarlah sampai ke negeri CINA… Ada apa di Cina…??? Di cina ada pelajaran MEDITASI dan DONGENG SUN GO KONG… Dongeng Dewa Kera yang melawat ke barat untuk mencari kitab suci.. Berarti para pendeta spiritual di Cina sudah mendapat hidayah bahwa akan turun KITAB SUCI DI WILAYAH BARAT … namun para pendeta itu tidak mengetahui di wilayah Baratnya dimana… !!!??? Sebagaimana sabda Nabi ISA as : aku adalah utusan Allah kepadamu, membenarkan kitab sebelumku yaitu Taurat dan memberi kabar gembira dengan seorang Rosul yang akan datang setelah-ku yang bernama Ahmad ( AS SAFF 61:6 )… Nabi Isa as pun tidak mengetahui siapa AHMAD itu …??? Ternyata kehadiran Rosulullah saw sudah diramalkan tidak hanya dalam kitab Injil tapi juga di dalam KITAB SUCI HINDU dan BUDHA…Bahkan ada di dalam kitab ZOROASTER agama kuno orang PERSIA… tanpa kita sadari sudah ada nubuat tentang nabi Muhammad.. Prof. PANDIT VEDAPRAKASH UPADHAI dari Universitas Allahabad meneliti Kitab Suci Hindu yang ternyata kehadiran Nabi Muhammad sebagai nabi terakhir di dunia sudah diramalkan di dalam Kitab Suci Hindu… Menurut kitab Hindu Atharvaveda, Kalki-Purana, Bhagat-Purana : Akan dibangkitkan NARASHANGSA ( SEORANG YANG TERPUJI ) dari golongan KAURUM ( emigran-muhajirin ). Menunggang unta dari daerah padang pasir bersama empat sahabat… Akan datang MAMAHA RISHI ( RESI YANG TERPUJI ), seorang Utusan Tuhan yang terakhir di dunia, dengan julukan orang yang tak berilmu, MUHAMMAD NAMANYA… Lahir pada tanggal 12 pada suatu bulan… Ibunya SUMAANI, artinya LEMBUT ( AMINAH ). Ayahnya sebagai VISHNU BHAGAT atau VISHNU-YASH artinya Hamba Tuhan- ABDULLAH … Sidharta Gautama bersabda dalam Kitab CARUS, bahwa dia bukan Budha yang terakhir. Pada suatu masa akan lahir seorang Budha di dunia yang akan memberikan pelajaran tentang kebenaran dan kebathilan. Dia akan menjadi pemimpin dan panutan bagi seluruh umat manusia, namanya MAITREYA artinya YANG PENYAYANG…RAHMATAN LIL ALAMIN… Ini berarti berita tentang kerasulan Muhammad saw sudah tersebar di seluruh dunia… LUAAARRR BIASA….!!!! SILAHKAN CARI DI INTERNET…!!! Konon kabarnya Rosulullah saw… pada usia mudanya sering ikut berniaga membawa sutra dari wilayah TIMUR… Sangat mungkin perniagaan beliau mencapai wilayah Cina dan bukan suatu hal yang mustahil, bila Allah berkenan mempertemukan beliau dengan salah seorang tokoh spiritual di Cina yang mengajarkan tata cara MEDITASI, kemudian beliau

melakukannya di Guha Hiro… sampai akhirnya beliau mendapat Wahyu pertama dari Allah… Apapun nama agamanya tata cara untuk mencapai puncak harus melalui DZIKIR-MEDITASI… Dengan DZIKIR-MEDITASI maka Allah akan memperlihatkan CAHAYANYA…. AMIN… Menurut Jalaluddin Rumi, pengalaman spiritual itu tidak akan bisa kita dapatkan dari bangku sekolah, karena perjalanan menuju kepada Allah adalah perjalanan dari alam lahiriyah ke alam bathiniyah melalui dzikirmeditasi, bukan perjalanan menuju Mekah. Kata Rumi : Bila makrifat kepada Dzat ingin kau dapat, lepas aksara, galilah makna. Katupkan bibirmu, tutup matamu, sumbat telingamu, tertawakan aku manakala engkau tidak MELIHAT RAHASIA AL HAQ…Berarti kita harus dzikir-meditasi… Menurut Al Ghazali : Bersihkan hati, dzikir-meditasi atau kontemplasi untuk mencapai fana, lebur dan larut, tenggelam dalam lautan Ahadiyah, baqo dalam Tuhan dan akhirnya kasyap… terbukanya hijab… MELIHAT RAHASIA AL HAQ Perhatikan beberapa Firman Allah : Al Hijr 15 : 9 : … Telah Aku turunkan Adz-Dzikir … Yang dimaksud ayat ini, Adz-Dzikir adalah Al Quran. 2. Asu-Syura 42 : 52 :…Aku jadikan Al Quran itu Cahaya… An Nuur… 3. An-Nuur 24 : 35 : … Allah adalah Cahaya… An Nuur adalah Allah… 1.

Bila kita rangkum dan kita simpulkan dari ketiga ayat tersebut maka : Adz-Dzikir adalah Allah… essensi dzikir adalah Allah…!!! Laa ilaaha illallaah adalah pernyataan kita, statement kita, essensinya adalah Allah. Bila kita mengucapkan ikrar laa illaha ilallah tanpa memahami essensinya, sama juga bohong. Wajar jika ada sesepuh yang mengajarkan cara dzikir yang sederhana, cukup dengan menyebut dalam hati Asma Allah…Allah…Allah… santai, sambil duduk tegak dilantai dengan alas yang empuk atau duduk di kursi jangan bersandar. Pejamkan mata, ujung lidah menyentuh langit-langit. Semakin pendek Asma Allah yang kita ucapkan, konsentrasi kita semakin cepat terfokus… Semakin cepat otak kita mencapai gelombang alfa dan theta… Insya Allah… Tuhan akan memperlihatkan Cahayanya… Itulah Rahasia AL HAQ… Latihan dzikir-meditasi sebaiknya dilakukan secara teratur setiap hari atau seminggu 2 kali. Setiap kali latihan, minimal selama 30 menit. Pada saat dzikir-meditasi, dengan ujung lidah kita mengukir Asma Allah pada langit-langit… Bila suatu saat nanti kita sudah tidak mampu lagi untuk mengucapkan Asma Allah, maka cukup dengan menempelkan ujung

lidah pada ukiran tersebut, itu berarti kita ingat kepada Allah., maka… kita mati dalam keadaan muslim… Amin.. Amin.. Ya Robbal alamin… Janganlah engkau mati kecuali dalam keadaan berserah diri ( ALI IMRAN 3 : 102 ). Rumi pun menjelaskan bahwa hasil akhir dari sebuah keimanan sama, karena yang diajarkan dan tata cara untuk mencapai puncak spiritual pun sama melalui dzikir-meditasi apapun nama agamanya. Puncaknya adalah mencapai IKHSAN dan menjadi INSAN KAMIL… Dari segi fisik, berdasarkan penelitian ilmiah, terhadap mereka yang melakukan dzikir-meditasi, diperiksa darahnya, direkam gelombang otaknya dan difoto cahaya auranya, ternyata hasil akhirnya juga sama, apapun nama agamanya. Secara fisik saat dzikir-meditasi sentuhan ujung lidah pada langit-langit akan menimbulkan rangsangan yang akan diteruskan ke otak. Akibatnya otak akan mengeluarkan hormon pertumbuhan ( HGH ) sehingga ada regenerasi sel. Sel tua diremajakan.. Daya kekebalan tubuh dan sel anti kanker akan meningkat… Luaaarrr biasa…!!! Bila dilakukan rekaman gelombang otaknya, secara bertahap akan mencapai alpa dan teta… Selanjutnya otak akan mengeluarkan endomorphin dan melatonin.. Kemudian terjadi EKSTASE, pikiran dan otot menjadi rileks, hepi.. Pembuluh darah melebar, sirkulasi ke otak meningkat, nutrisi dan oksigenisasi ke otak meningkat, sel otak yang aktif meningkat, maka kecerdasan intelektual ( IQ ), kecerdasan emosional serta kecerdasan spiritual ( ESQ ) akan meningkat sehingga…JIWANYA TENANG…PERILAKUNYA TERKENDALI… Dengan pengaturan pernafasan, maka pemakaian oksigen menjadi efektif, reaksi metabolisme meningkat, terjadilah reaksi kimia berantai sehingga getaran electron meningkat.. Getaran electron ini akan memancarkan gelombang elektromagnetik yang bisa direkam sebagai cahaya aura, diawali dengan cahaya merah, kuning, hijau, biru, ungu kemudian pada puncaknya muncul cahaya putih di sekeliling tubuh kita… Orang yang paling mulia di sisi Allah adalah dia yang paling takwa diantara kalian… ( AL HUJURAT 49 : 13 ) BERARTI : APAPUN NAMA AGAMANYA, HASIL AKHIR DARI KEIMANAN ADALAH SAMA… LALU KENAPA KITA HARUS BERTENGKAR MASALAH AGAMA…!!!??? Sekarang ini Umat Islam diseluruh dunia tidak menyadari bila simbolsimbol MATA SATU sudah muncul di ARAB SAUDI.. Misalnya : MONUMENT MATA SATU di Jedah, LOGO LEMBAGA URUSAN HAJI di Mekah, LOGO KEPOLISIAN DLL…serta SIMBOL TANDUK SETAN di atas menara jam di Mekah….APAKAH ARAB SAUDI PENDUKUNG DAJJAL…??? Ternyata Rosulullah saw sudah meramalkan kemunculan tanda-tanda Dajjal di Arab Saudi…!!!??? LUUUAAARRR BIASA…!!!!

Sabda Rosulullah saw : Ya Allah berilah keberkatan kepada kami, pada Syam kami dan pada Yaman kami… Para sahabat berkata : dan juga NAJD (ARAB) kami …??? Kemudian Beliau bersabda : Disana akan muncul kegoncangan dan fitnah, dan disanalah akan muncul TANDUK SETAN…!!! ( shahih Bukhari 2/33 no 1037 ). Luuuaaarrr biasa…!!! Ada sesepuh kita yang meramalkan KA’BAH akan tenggelam… ternyata sekarangpun KA’BAH sudah tenggelam dalam HUTAN BETON bangunan bertingkat disekitarnya… Suatu saat mungkin permukaan tanah di atas sumber air zam-zam tidak kuat menahan beban bangunan-bangunan bertingkat, sehingga Ka’bahnya amblasss. Menurut sesepuh bila KA’BAH tenggelam maka PUSAT ISLAM akan BERPINDAH ke Indonesia…WAWWW… LLUUAARRR BIASA…!!! Nabi Isa as konon kabarnya akan muncul dari WILAYAH TIMUR…untuk menyelamatkan dunia dari DAJJAL…APAKAH MUNGKIN MUNCULNYA DI WILAYAH INDONESIA…??? KENAPA kita umat Islam di Indonesia menjadi BENCI kepada Cina dan umat Nasrani…??? Apakah kita lupa sejarah wali sanga di Indonesia, lima diantaranya adalah orang Cina…!!!??? Seharusnya kita semua bersatu padu MENYAMBUT KEDATANGAN NABI ISA AS…YANG AKAN MENYELAMATKAN DUNIA DARI DAJJAL FIRMAN ALLAH : Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orangorang yang berakal (Ali Imran 3 : 190) maka bertanyalah kepada orang-orang yang berpengetahuan jika kamu tidak mengetahui ( An Nahl 16 : 89 ) Allah menimpakan kemurkaan kepada orang-orang yang tidak mempergunakan akalnya ( Yunus 10 : 100 ) Allah tidak akan merubah keadaan suatu kaum kecuali kaum itu sendiri yang berusaha melakukan perubahan ( Ar Rad 12 : 11 ) KATA PARA SUFI : Awal mula beragama adalah mengenal Allah…Apapun nama agamanya, apapun mazhabnya. Tak jumpa maka tak kenal, tak kenal maka tak iman… Harus kemana kita mencari dan mengenal Allah…??? Ke Mekah ataukah ke Cina…???

KATA AL GHAZALI : Barang siapa mengenal dirinya maka dia mengenal Tuhannya. Barang siapa mencari Tuhan keluar dari dirinya sendiri maka dia akan tersesat semakin jauh… ??? APAKAH KE MEKAH TERSESAT…??? TANYA AJA SAMA AYU TINGTING…DIMANA ALAMATNYA…!!! Waktu gue baru pulang dari Haji, temen-temen nanya ngeguyonin gue : Di Mekah lo ketemu Allah ngga…??? Terus gue jawab : Ngga tuh… Mangkanya gue balik lagi ke Indonesia…!!! TAK JUMPA MAKA TAK KENAL, TAK KENAL MAKA TAK IMAN… PERNAHKAH KITA BERJUMPA DENGAN ALLAH…??? Apakah kita MERASA diri kita-lah YANG PALING BERIMAN…??? Apakah kita MERASA mengucapkan SELAMAT HARI NATAL ITU HARAM…??? MMMPPRREEEETTTT….!!!! AME DO’A AJA PELIT… APE LAGI AME DUIT….!!! Apakah kita MERASA bahwa agama yang kita anut inilah YANG PALING BENAR…??? Orang lain mah dianggap KAFIR… dan dihalalkan darahnya… INGAT… semua agama, apapun nama agamanya apakah Hindu, Budha, Nasrani maupun Islam semuanya mengajarkan tentang kebenaran, semuanya mengajarkan tentang FITRAH… tentang kesucian, kedamaian, keselamatan, kasih sayang, kesabaran, keikhlasan serta berserah diri kepada Allah melalui keimanan dan ketaqwaan… Tata cara untuk mencapai puncak spiritualnya juga sama harus melalui dzikir-meditasi… Hasil akhirnya juga sama… Lalu kenapa kita harus bertengkar mengenai masalah agama…??? Kenapa kita harus bertengkar mengenai tata cara kita beribadah…. Allah tidak menilai kita dari tata caranya kita beribadah tapi yang dinilai Allah adalah hatinya, yang dinilai Allah adalah kadar keimanan dan ketaqwaannya… bukan KTPnya, bukan janggutnya, bukan gamisnya dan bukan jlbabnya. Tuhan menciptakan bermacam-macam umat serta tata cara penyembahan, agar kita saling bersilaturahmi dan berlomba-lomba berbuat kebaikan…( Al Maidah 5 : 48 ).. Al Maidah artinya hidangan … Semoga kita tidak berebut hidangan… INGAT… qolbu mukmin baitullah… itulah baitullah buatan Allah sendiri, tidak dibuat dari batu bata. Itulah Baitullah yang sejati yang harus dibersihkan agar tidak menjadi sarang iblis. Pada hari ini telah Aku sempurnakan agamamu, telah Aku cukupkan nikmatKU dan Aku ridhoi Islam (fitrah) sebagai agama bagimu ( Al Maidah 5 : 3 ) Konon kabarnya Umat Islam akan terpecah menjadi 72 golongan… Pertanyaannya adalah : Golongan Islam yang mana yang diridhoi Allah…??? Apakah Golongan Islam Suni, Wahabi, Syi’ah ataukah Islam lainnya…???

Hadapkan wajahmu pada Agama Fitrah…Tidak ada perubahan pada fitrah Allah ( Ar-Rum 30 : 30 ).. semua agama mengajarkan tentang Fitrah apapun nama agamanya… Itu kata Qur’an, bukan kata gue… Itu semua terserah lo BRO… Sesungguhnya ini adalah agama kamu semua, agama yang satu dan AKU adalah Tuham-mu, maka bertaqwalah kepada-KU ( AL MU’MINUN 23 : 52 ) Kemudian mereka menjadikan agama mereka terpecah-belah menjadi beberapa pecahan. Tiap-tiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada sisi mereka ( masing-masing ). Maka biarkanlah mereka dalam kesesatannya sampai suatu waktu ( AL MU’MINUN 23 : 53-54 ) Sabda Rosulullah saw : Mintalah fatwa pada hati NURANI-mu sendiri, setelah orang lain memberimu fatwa, setelah orang lain memberimu fatwa, setelah orang lain memberimu fatwa… ISLAM ITU LEMBUT DAN PEMAAF 

Maka disebabkan rahmat Allahlah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu, karena itu maafkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka dan bermusyawarahlah dengan mereka …( ALI IMRAN 3 : 159 )

Barang siapa yang bersabar dan memaafkan, sungguh yang demikianitu termasuk perbuatan yang mulia ( ASY-SYURA 42 : 43 )

Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal saleh, kelak Allah akan menanamkan dalam (hati ) mereka rasa kasih sayang ( Maryam 19 : 96 )

Sesungguhnya Allah tidak menyukai berbuat kerusakan (Al Qashash 28 : 77)

orang-orang

yang

Berarti menurut lo gimane BRO…lo kan mesantren, gue mah ngga… Kalo menurut gue yang ngga pernah mesantren… sifat lemah lembut dan rasa kasih sayang, serta sabar dan pemaaf itu adalah hidayah dari Allah setelah melalui suatu proses spiritual… Berarti bila kita belum memiliki sifat-sifat tersebut, mulutnya sering mengeluarkan kata-kata kasar, mencaci maki orang, dan belum beramal soleh… berarti kita BELUM BERIMAN…walaupun dia seorang .. USTAD… Itu karena EGONYA masih tinggi, hatinya masih KELAAMMM, belum mendapat Cahaya Allah di hatinya… Begitu juga gue BRO….mulut gue masih kotor kaya comberan….

Berarti… iman gue…masih tiiippppiiiiisss buanget…..hehehe…. Kalo lo gimane BRO….??? CAPE DEH…!!!

WUDHU DAN SHOLAT

WUDU ( BERSUCI ) Secara lahiriah bersuci adalah membasuh dan mencuci anggota gerak dan panca indera, mulai dari lengan, muka, termasuk mata, telinga, hidung dan mulut, kemudian kepala dan kedua kaki. Secara batiniah berwudu berarti menghindarkan anggota badan dan panca indera dari hal-hal yang diharamkan. Anggota badan hanya dipergunakan untuk kebajikan, untuk memperbanyak amar ma’ruf, untuk beribadah semata-mata kepada Allah, bukan untuk melakukan perbuatan yang tercela. Itulah yang disebut “wudlu perbuatan”menurut alm. abah Wijaya Perwata dan alm. bapak H. Permana Sastrarogawa sesepuh pengajian Tawakal di Pasar Minggu, Jakarta. Barang siapa yang mengharapkan perjumpaan dengan Tuhan-nya hendaklah dia berbuat kebaikan dan jangan mempersekutukan Tuhan-nya ( AL KAHFI 18 : 110 ) Bersuci sebelum Shalat adalah merupakan suatu proses pemurnian atau proses pemisahan, yaitu memurnikan atau memisahkan diri dari diri kita sendiri, dari keakuan kita, dari ego kita. Berarti juga menghindarkan diri dari hal-hal yang diharamkan, menjauhkan kemunkaran dan memperbanyak amar ma’ruf. Dengan demikian bersuci merupakan suatu proses penyucian lahir dan batin, tidak hanya sekedar membasuh anggota badan dan panca indera saja, akan tetapi juga mempunyai makna haqiqi yang tersembunyi. Membasuh tangan sampai sebatas siku berarti tangan tidak dipergunakan untuk mencuri atau korupsi atau segala sesuatu yang diharamkan Allah. Janganlah kamu memakan harta sesama-mu dengan jalan batil, dan janganlah kamu membawa urusan harta kepada hakim agar kamu dapat memakan sebagian harta orang lain dengan jalan dosa, padahal kamu mengetahuinya (AL BAQARAH 2 : 185). Membasuh muka : artinya kita harus ramah tamah kepada sesama umat manusia. Di dalam Surat ABASA 80 : 1-6 Rosulullah pun mendapat teguran dari Allah ketika beliau bermuka masam serta memalingkan muka

terhadap orang buta yang ingin masuk agama Islam. Bermuka masam dari segi aura tidak bagus, auranya suram. Hai orang-orang yang beriman, janganlah engkau berburuk sangka, sesungguhnya berburuk sangka adalah dosa dan janganlah mencari-cari aib orang lain dan jangan pula sebagian dari kamu mencela dan membusuk-busukan orang lain (AL HUJURAT 49 : 12). Di bagian muka terdapat mata, hidung dan mulut. Mata hendaknya jangan terlalu melihat ke atas, akan tetapi lihat juga ke bawah kemudian lakukan introspeksi dan mawas diri atas kemampuan yang kita miliki, jangan memaksakan diri. Membasuh mulut dan berkumur-kumur : hendaknya kita bisa menjaga perkataan kita, menjaga lidah kita. Jangan mempergunjingkan orang lain, karena belum tentu dia lebih jelek dari yang mempergunjingkannya. Yang masuk kedalam mulut dan yang keluar dari mulut harus kita perhatikan. Makanan yang kita makan bukan yang diharamkan dan dijaga agar kita tetap sehat. Menurut Hadits Rosulullah : Semua penyakit berawal dari perut. Kemudian perkataan yang keluar dari mulutpun harus dijaga juga jangan sampai menyakitkan perasaan orang lain. Peribahasa mengatakan : Mulutmu adalah harimau mu. Diam adalah emas. Untuk lebih jelasnya bacalah buku IHYA ‘ULUMIDDIN tentang BAHAYA LIDAH karangan Al Ghazali. Hai orang-orang yang beriman janganlah ada diantara kamu yang memperolok-olokkan orang lain, karena mungkin mereka lebih baik dari kamu (AL HUJURAT 49 : 11). Orang-orang yang menjauhkan diri dari dosa besar dan perbuatan keji, kecuali sedikit dosa kecil. Sungguh Tuhan-mu luas ampunannya, Dia mengetahui benar keadaan kamu, ketika Ia ciptakan kamu dari tanah dan ketika kamu masih dalam perut ibu-ibu kamu. Karena itu janganlah kamu menganggap dirimu suci !!! Dia mengetahui siapa yang takwa ( AN-NAJM 53 : 32 ) Apakah kamu tidak memperhatikan orang-orang yang menganggap dirinya bersih ? Sebenarnya Allah membersihkan siapa yang Dia kehendaki dan mereka tidak teraniaya sedikitpun ( AN-NISA 4 : 49 ) Sekiranya bukan karena karunia dan rahmat Allah kepada kamu sekalian, niscaya tidak seorangpun dari kamu bersih selamalamanya, tetapi Allah membersihkan siapa yang Dia kehendaki ( AN NUUR 24 : 21 )

Pekerjaan yang sangat dicintai Allah adalah menjaga lidah. Manusia tidak akan teguh imannya sebelum hatinya teguh dan tidak akan teguh hatinya sebelum lidahnya teguh ( HADITS ) Membasuh hidung : artinya setiap menarik dan mengeluarkan nafas diisi dengan Asma Allah, eling, ingat kepada Allah (dzikrullah). Membasuh kepala : artinya pikiran kita harus jernih dan berwawasan luas, tidak berburuk sangka kepada orang lain, harus selalu mengingat Allah dan bersyukur. Ingatlah kepada-Ku niscaya Akupun akan ingat kepadamu, bersyukurlah kepada-Ku dan jangan mmengingkari ( AL BAQARAH 2 : 152 ) Janganlah mengingkari : berarti kita jangan menjadi kufur atau musyrik serta kita jangan mengingkari segala nikmat dan karunia Allah yang telah diberikan kepada kita. Oleh karena itu kita diperintahkan untuk bersyukur kepada Nya. Dan Allah melahirkan kamu dari perut ibumu, sedangkan kamu tidak mengetahui suatu apapun, diberi-Nya kamu pendengaran, penglihatan dan hati, agar kamu bersyukur kepada-Nya ( ANNAHL 16 : 78 ) Makanlah yang halal dan baik dari rizki yang Allah berikan kepadamu, dan bersyukurlah atas nikmat Allah, jika hanya kepada-Nya saja kamu menyembah ( AN-NAHL 16 : 114 ). Nikmat dan karunia Allah tidak terhingga banyaknya, dari mulai diberinya penglihatan, pendengaran dan hati, kita tak mampu untuk menghitungnya. Mensyukuri nikmat serta karunia Allah tidak hanya sebatas di mulut saja, akan tetapi harus direalisasikan dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Menafkahkan sebagian harta atau rejeki di jalan Allah adalah juga merupakan pernyataan dari rasa syukur kita kepada Allah. Yang lebih luas lagi adalah melaksanakan perintah Allah dengan benar sebagai pernyataan rasa syukur kita kepada Allah. Untuk lebih jelasnya baca buku Ihya ‘Ulumiddin tentang syukur karangan Al Ghazali. Membasuh telinga : artinya jangan membiarkan telinga untuk mendengarkan pergunjingan-pergunjingan keburukan orang lain atau pergunjingan-pergunjingan yang akan menimbulkan keragu-raguan dan menggoyahkan keimanan kita. Jadikanlah telinga kita untuk mendengarkan informasi-informasi yang positif serta nasehat-nasehat dari para ulama.

Yang terakhir membasuh kaki : artinya langkah kita harus tetap di jalan Allah… Bila kita sebagai atasan atau sebagai pejabat, jangan suka menginjak-nginjak atau menendang-nendang bawahan kita. Sebagai atasan atau sebagai seorang pemimpin kita harus bisa mengayomi bawahan, harus bisa mengayomi masyarakat kita.

SHALAT Berasal dari kata Washlat yang artinya perlekatan atau persekutuan. Dalam hal ini adalah persekutuan dengan Allah. Di dalam Al Qur’an dikatakan bahwa Allah bersama kita dimanapun kita berada, bahwa lebih dekat Allah dari pada urat leher kita. Disadari atau tidak, kita memang sudah bersatu dengan Allah. Kita berada dalam “JUBAH” Allah, karena Allah meliputi segala sesuatu. Oleh karena itu, sebetulnya tidak aneh bila ada istilah Manunggaling Kawula Gusti, sebagai akibat adanya rasa cinta yang begitu hebat dari seorang hamba kepada Tuhannya, sehingga persekutuan itu membuat dia merasa lebur dan larut, sebagaimana gula yang larut dalam air, diapun merasakan tenggelam dalam Tuhan. Menurut orang awam, shalat berasal dari kata Sholu, yang artinya adalah ta’at, patuh mengikuti peraturan khusus dalam tata cara penyembahan. Shalat dilakukan setelah bersuci, setelah bersih, murni. Setelah proses pemurnian terjadilah persekutuan dengan Allah, ashshabihu ma’Allah. Bersekutu dengan Allah bisa dimana saja dan kapan saja, setiap saat, adalah suatu shalat yang tidak bisa ditunda-tunda waktunya seperti shalat lainnya. Bersekutu dengan Allah adalah sholat yang kekal, sholat yang sebenar-benarnya sholat. Inilah sholat yang kekal ( sholat da’im ) ( AL MA’AARIJ 70 : 23 ) Mereka menjaga sholat mereka ( AL MA’AARIJ 70 : 34 ) Celakalah orang-orang yang sholat tapi lalai akan sholatnya ( AL MAA’UUN 107 : 4-5 ) Al kisah seorang yang buta hurup ketika diperintahkan menulis lafad Allah, maka dia melakukan gerakan shalat : berdiri, ruku dan sujud yang melambangkan huruf Alif, Lam dan Ha … Shalat merupakan sarana komunikasi vertikal antara hamba dengan Tuhan nya. Dimulai dengan takbiratul ihrom : Allahu Akbar. Tuhan Maha Besar, disertai dengan mengangkat kedua belah tangan sebagai tanda penghormatan kepada kebesaran Allah dan sebagai tanda berserah diri secara total kepada Allah. Kuhadapkan wajahku kepada yang menciptakan langit dan bumi sebagai orang yang cenderung kepada agama yang lurus dan aku bukanlah orang yang mempersekutukan Tuhan-nya ( AL AN’AM 6 : 79 )

Kepada yang sebagai petunjuk kemanunggalan arah bagi semua umat, lurus langsung kepada Tuhan Maha Pencipta, dengan penuh keyakinan, tanpa keraguan sedikitpun. Hadapkan dirimu kepada dirimu sendiri, disanalah AKU … Sesungguhnya sholatku, ibadahku, hidupku dan matiku adalah demi Tuhan semesta alam ( AL AN’AM 6 : 162 ) Agar khusuk, anggaplah ini adalah sholat kita yang terakhir, sehingga kita harus ikhlas dan pasrah, karena setelah sholat mungkin kita mati … Namun mati secara muslim … berserah diri… kepada Allah… Laa syariika lahu wa bidzaalika umirtu wa ana awwalul muslimin. Tiada sekutu bagi-Nya, demikianlah yang diperintahkan kepadaku dan aku yang awal berserah diri kepada Allah ( AL AN’AM 6 : 163 )

Berdiri tegak adalah sebagai ciri khusus bagi makhluk Allah yang diciptakan paling sempurna, diberi hati dan pikiran, diberi akal dan perasaan, yang tidak boleh angkuh, congkak, sombong dan jangan selalu mendongak ke atas. Akan tetapi pada saat ruku ingat dan lihat juga kepada kehidupan masyarakat strata yang paling bawah, betapa menderitanya mereka … Bagaimana seandainya nasib kita seperti mereka. Kemudian kita sujud dihadapan Allah mungkin kita lebih hina dari pada hewan berkaki empat, karena hewan tidak ada yang masuk neraka. Oleh karena itu : Sesungguhnya manusia itu merugi, kecuali mereka yang beriman, beramal saleh, saling mengajari kebenaran, saling mengajari kesabaran ( AL ‘ASHR 103 : 2-3 ) Orang yang paling mulia di sisi Allah adalah dia yang paling takwa diantara kalian ( AL HUJURAT 49 : 13 ) Sebaik-baiknya bekal, seindah-indahnya harta, sindah-indahnya pakian namun lebih indah pakaian yang namanya taqwa. Dihadapan Allah yang maha besar, yang maha kuasa, yang maha kaya, yang maha luas tanpa batas, kita hanya sekedar debu yang hina, yang tidak memiliki apa-apa. Semua milik Allah semata.

Pada saat kita duduk kita hanya bisa mengemis kepada Allah : Hai manusia !!! Engkau tidak lebih hanya seorang pengemis di depan Allah, Dia Yang Maha Kaya dan Maha Terpuji ( AL FATHIR 35 : 15 ) Kemudian pada saat kita sujud kembali itu adalah sebagai tanda keta’atan dan rasa hormat kita hanya kepada Allah semata. Dan kepada Allah bersujud semua yang ada di langit maupun semua yang ada di bumi, binatang maupun malaikat. Sedangkan mereka tiada menyombongkan diri ( AN NAHL 16 : 49 ).

Tidaklah Allah menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka mengabdi kepada-Nya ( ADZ-DZAARIYAT 51 : 56 ) Bertasbih memuji-Nya tujuh lapis langit dan bumi serta makhluk yang berada diantara keduanya dan tiada sesuatupun yang tiada bertasbih memuji-Nya ( AL ISRA 17 : 44 ). Ingatlah ketika Kami berfirman kepada para malaikat : “Tunduklah kamu kepada Adam”, lalu tunduklah mereka, kecuali iblis, ia menantang dan menyombongkan dirinya dan ia termasuk golongan yang kafir ( AL BAQARAH 2 : 34 ) Malaikat sujud di hadapan Adam, dimana sujud tersebut bukan sematamata untuk Adam, akan tetapi untuk Allah, karena Malaikat melihat haqiqinya Adam. Iblis tidak mau sujud dihadapan Adam karena iblis hanya melihat lahiriyah Adam. Demikian pula bila kita sujud semata-mata untuk kiblat atau untuk Ka’bah, bukan untuk Allah, maka itu adalah perbuatan syirik (musyrik). Allaahumma a’udzubika min an usyrika bikulli syai’in. Ya Allah aku berlindung kepadamu dari pada syirik dalam segala benda

Kemudian duduk kembali kita harus ingat dan sadar, bahwa dihadapan Allah tidak ada perbedaan si kaya dan si miskin, baik pejabat maupun rakyat adalah hamba Allah. Kita sampaikan salawat dan salam kepada Rasulullah, kemudian Rasulullah pun langsung membalas ucapan tersebut bagi hamba-hamba yang saleh. Hal ini merupakan bukti bahwa Rasulullah tetap hidup di sisi Allah dan mendapat rejeki, mendapat izin dari Allah untuk memberikan safaat kepada umatnya. Perhatikan Firman Allah : Janganlah kamu mengira orang yang meninggal di jalan Allah itu mati. Tidak !!! Mereka tetap hidup di sisi Tuhan-nya dan mendapat rizki ( ALI IMRAN 3 : 169 )

Pada akhir Shalat kita mengucapkan salam : Semoga engkau selamat serta mendapat rahmat dan barokah Allah ke kanan dan ke kiri, secara horizontal kita hidup bermasyarakat, berinteraksi antar sesama umat manusia, dimana kita harus mempunyai rasa kesetiakawanan serta rasa kepedulian sosial. Ucapan salam ini tidak hanya sekedar di ucapkan di mulut saja. Hal ini akan lebih bermakna bila disosialisasikan, direalisasikan dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, dimana selain mendo’akan, kita pun harus bersedia membantu kesulitan tetangga di sebelah kanan dan kiri kita baik secara moril maupun materil. Kita harus mau tolong-menolong, hidup bergotong-royong, tanpa pamrih. Apa yang kita kerjakan adalah semata-mata ibadah karena Allah. Oleh karena itu jangan salahkan siapapun, bila ada umat Islam yang fakirmiskin kemudian dia berpaling setelah mendapat santunan dari umat lain. Salahkan diri kita sendiri, karena kita termasuk orang-orang yang lalai

akan sholat nya. Kita hanya sekedar mengerjakan sholat akan tetapi tidak mendirikan sholat, tidak memahami hakikinya sholat. Bagi fakir miskin yang dibutuhkan bukan hanya sekedar khutbah angin surga saja akan tetapi yang mereka butuhkan adalah uluran tangan yang nyata. Kefakiran akan lebih mendekatkan seseorang kepada kekufuran. Sebagai tetangga mungkin kita ikut berdosa karenanya.

Pada setiap perubahan adegan sholat selalu dimulai dengan takbir Allahu Akbar, artinya kita harus mengingat Allah setiap saat, dalam setiap gerak-gerik kita senantiasa eling kepada Allah, setiap saat senantiasa bersekutu dengan Allah. Kesemuanya itu adalah merupakan realisasi dari shalat yang kekal. Itulah sholat da’im, sholat yang kekal, sholat yang tidak terputus. Itulah sholat bathin, sholat yang langsung menghadap kepada Allah Yang Maha Rahman-Rahim, Maha Besar, Maha Luas. Hadapkan dirimu pada dirimu sendiri, disanalah Dia. Waslat, bersekutu dengan Allah, manunggal dengan Allah tanpa keterbatasan ruang dan waktu. Dengan demikian tampak jelas perbedaannya antara shalat bathin dengan shalat wajib dan shalat lainnya yang harus menghadap ke kiblat Mekah (Ka’bah) serta ada waktunya yang bisa diundurkan atau dimajukan, disesuaikan dengan situasi dan kondisi. Berarti shalat yang biasa mempunyai keterbatasan ruang ( harus menghadap ke Kiblat Ka’bah ) dan keterbatasan waktu. Sholat bathin adalah sholat yang kekal, tidak dibatasi ruang dan waktu. Ruhnya senantiasa sujud kepada Allah, dimana saja, kapan saja, setiap saat sujud kepada Allah… Wudunya adalah wudu perbuatan. Yaitu apapun yang kita lakukan semata-mata atas dasar ibadah kepada Allah, tulus dan ikhlas, bukan karena takut masuk neraka ataupun mengharapkan surga, namun hanya mengharapkan keridoan Allah. Oleh karena itu bila manusia bathinnya baik maka perilakunya juga pasti baik… Diposkan oleh Spiritual di 18.10 1 komentar: Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest

Minggu, 28 September 2014 GETAR RASA TANPA SWARA

GETAR TANPA SWARA 10-08-2014

RASA

Dr. H MAMAN SW SpOG http://www.drmamanspog.blogspot.co. http://www.slideshare.net/drmaman

GETAR RASA TANPA SWARA Percaya atau tidak, buka dan baca tulisan ini dalam hening, lebih baik saat tengah malam … untuk membuktikan kebenaran Al Qur’an… bahwa bila kita ingin mendekatkan diri kepada Allah… ego kita harus dihilangkan… Jangan merasa diri paling bersih, jangan merasa diri paling suci…. Hati kita harus bersih, tulus dan ikhlas…berserah diri kepada Allah… bukan kepada yang lain selain Allah… Kita harus belajar mati sebelum mati agar kesadaran Ruhnya bangkit untuk berkomunikasi dengan Allah… Bila kita berjalan menuju Allah, maka Allah akan berlari mendekati kita… Bila kita mendekat sedepa kepada Allah, maka Allah akan lebih dekat lagi…akhirnya bersemayam di hati kita… Kolbu mukmin baitullah…itulah baitullah yang sejati… Bila Allah mendekat rasakan Getaran EnergiNya… dalam hening… melalui hati yang bening… Maka hati pun akan bergetar… kulit pun akan merinding… menyungkur dan menangis… May God bless you … 

FIRMAN ALLAH : Apakah kamu tidak memperhatikan orang-orang yang menganggap dirinya bersih … 

Sebenarnya Allah membersihkan siapa yang dia kehendaki …. ( AnNisa 4 : 49 )

Sekiranya bukan karena karunia dan rahmat Allah kepada kamu sekalian, niscaya tidak seorangpun dari kamu bersih selamalamanya, tetapi Allah membersihkan siapa yang Dia kehendaki .. ( An-Nuur 24 : 21 )

Karena itu janganlah kamu menganggap dirimu suci !!! Dia Maha Mengetahui siapa yang taqwa ( An-Najm 53 : 32 )

Hai orang-orang yang beriman janganlah ada diantara kamu yang memperolok-olokkan orang lain, karena mungkin mereka lebih baik dari kamu …( Al Hujurat 49 : 11 )

Hai orang-orang yang beriman, janganlah engkau berburuk sangka , sesungguhnya berburuk sangka adalah dosa dan janganlah mencari-cari aib orang lain dan jangan pula sebagian dari kamu mencela dan membusuk-busukkan orang lain ( Al Hujurat 49 : 12 )

HADITS : 

Pekerjaan yang sangat dicintai Allah adalah menjaga lidah…

Manusia tidak akan teguh imannya sebelum hatinya teguh …

Tidak akan teguh hatinya sebelum lidahnya teguh …

FIRMAN ALLAH : 

Janganlah engkau mengikuti hawa nafsu, karena menyesatkanmu dari jalan Allah ( Shaad 38 : 26 )

ia

Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang mensucikan jiwanya dan sesungguhnya merugilah orang-orang yang mengotorinya ( Asy-syam 91 : 7-9 ) … Tiada Tuhan selain Engkau, Maha Suci Engkau sesungguhnya aku orang yang dzolim ( Al Anbiya 21 : 87 ) Wahai hamba-hamba-Ku yang telah melampaui batas terhadap diri sendiri, janganlah kamu berputus asa atas Rahmat Allah yang akan mengampuni semua dosa, sesungguhnya Dia Maha Pengampun lagi Maha Penyayang ( AZ-Zumar 39 : 53 ) Merinding kulit orang-orang yang takut kepada Tuhannya, kemudian menjadi tenang kulit dan hati mereka diwaktu mengingat Allah ( AzZumar 39 : 23 ) Seorang yang beriman manakala mendengar Asma Allah akan bergetar hatinya ( Al Anfal 8 : 2 ) Apabila dibacakan ayat-ayat Allah kepada mereka, maka mereka akan menyungkur , bersujud dan menangis ( Maryam 19 : 58 ) 

 

  

akan

do’a seorang fakir Ya Allah …Ya Robbi rahmatilah aku dengan Kitab-Mu Jadikanlah ia sebagai pemimpin, cahaya, petunjuk dan rahmat bagiku Ya Allah ingatkanlah aku apa yang aku lupa dari padanya Berikanlah aku ilmu apa yang belum aku ketahui mengenainya Anugerahkanlah kepadaku untuk membacanya Di tengah malam dan di penghujung siang

Jadikanlah ia sebagai pegangan bagiku wahai Tuhan Sekalian Alam Dan kamu pasti akan mengetahui (kebenaran) keterangan ( Al Qur’an ) setelah beberapa waktu lagi ( Shaad 38 : 88 ) Ya Allah … Ya Robbi Di kaki-MU … aku bersimpuh Ya Allah … Ya Robbi Sesungguhnya Aku … tidak pernah merasa bahwa … diriku bersih Aku … tidak pernah merasa bahwa … diriku suci Aku … tidak ingin menjadi orang yang munafik Aku … tidak ingin menjadi orang … yang sok moralis Di usia yang tersisa ini … aku ingin jujur terhadap diriku sendiri Aku sadar … bahwa selama darah ini masih merah Omong kosong …bila diri ini tidak pernah berbuat salah Aku tidak tahu lagi … berapa banyak … kebodohan … kebatilan … dan kedzoliman yang aku lakukan Betapa tebalnya … noda dan dosa … yang meliputi … dinding hati ini Yang aku tahu … Baju keimananku compang-camping Baju taqwaku porak poranda Namun tak henti-hentinya aku berharap… kepada-Mu … Ya Allah Engkaulah Lautan Ampunan Engkaulah Lautan Kasih Sayang Di Pantai-Mu …Aku hanya sebutir pasir yang tersingkir Dalam Laut-Mu …Aku hanya sekedar buih yang tersisih Namun kurentangkan juga sayapku menuju kepada-Mu dengan hati merunduk dan sujud Ya Allah … Ya Robbi Maha Suci Engkau Sesungguhnya aku orang yang dzolim Ampunilah hamba-Mu ini … Ya Allah Dengan izin dan keridoan-Mu Masukkanlah aku kedalam golongan orang-orang yang bersyukur dan berserah diri Cabutlah … nyawaku … kala aku sedang menyebut Nama-Mu Terimalah aku …dalam naungan kasih-sayang-Mu sebagaimana … dan … sebagai apa adanya Amin… amin… Ya Robbal alamin Getar rasa tanpa swara …Apapun agamanya… Dalam hening… Rasakan kehadiran-NYA… Rasakan Getaran Energi-Nya … Melalui nurani yang bening…Dia menyapa hamba-Nya … dalam Surat Az-Zumar 39 : 53 Wahai hamba-hamba-Ku yang telah melampaui batas terhadap diri sendiri, janganlah kamu berputus asa atas Rahmat Allah yang

akan mengampuni semua dosa, Pengampun lagi Maha Penyayang

sesungguhnya

Dia

Maha

Sesungguhnya Allah tidak mengampuni dosa syirik, tetapi Dia mengampuni dosa-dosa selain itu terhadap orang-orang yang diridhoinya ( AN-NISAA 4 : 48 ) Untuk merasakan kehadiran-Nya … Untuk merasakan Getaran Energi-Nya … bukan melalui golok dan parang …bukan melalui perang… bukan merasa diri harus menjadi pemenang… Semua agama apapun nama agamanya, mengajarkan hal yang sama yaitu tentang Fitrah… keimanan, ketakwaan, kesucian, kedamaian, kasih sayang, kesabaran, keikhlasan dan berserah diri kepada Allah… Itulah Islam sejati yang dianut semua umat… Bukan Islam Arabi, bukan Yahudi…!!! Orang Sunda menyebutnya agama sunda wiwitan… Orang Jawa menyebutnya agama sejati… atau kejawen…. Dihadapan Allah kita harus merunduk … dan… sujud.. . Ego kita harus dihilangkan…!!! Semoga siapapun yang membaca makalah ini bisa merasakan dan membuktikan kebenaran Kitab Allah … Bergetar hatinya … Merinding kulitnya … Menyungkur dan menangis Semoga Allah memberkati kita semua … May God bless you … and… bless all of us… Amin … amin … Yaa Robbal alamin

ARAB SAUDI-WAHABI DAN ISRAEL-YAHUDI TERNYATA…!!! Revisi 01-Agustus-2015

Dr H MAMAN SW SpOG http: //www.slideshare.net/drmaman http://www.drmamanspog.blogspot.com

ARAB SAUD-WAHABI DAN ISRAEL-YAHUDI TERNYATA… Bro… sekarang gue baru ngerti kenapa selama ini Arab Saudi ngga pernah mau bantu Palestina…. Untuk lebih jelasnya kita harus membaca buku tulisannya MUHAMMAD ABU EZZA yang judulnya : SIMBOL-SIMBOL ILLUMINATI DI ARAB SAUDI…. Penerbit Pyramid, cetakan I : Februauri 2014.

Ternyata raja Abdul Azis saat konferensi di Al-Qir pada tahun 1922, menandatangani dokumen yang disiapkan penguasa Ingris, sebagai bentuk awal dukungan nyata dari kerajaan Arab Saudi kepada Israel untuk terus mencaplok kawasan Palestina… Oleh karena itulah Arab Saudi tetep bungkem… nutup mata atas pembantaian yang terjadi di Palestina…. Jadi elu semua jangan pernah ngarepin Arab Saudi mau batuin umat Islam di Palestina…. Cari di internet : Arab Saudi bukan “Negara Islam”, Tapi Penjual Islam (Arrahmahnews.com) Ada kesamaan antara rezim Israel dan kerajaan Arab Saudi dalam hal kejahatan, rasialisme dan ekstrimisme beragama dan bermazhab… IsraelYahudi mengaku dirinya sebagai manusia pilihan yang layak memimpin dunia dan umat manusia di muka bumi… Orang-orang Arab Saudi pun demikian, merasa dirinya yang mewarisi agama yang benar dan mereka juga berpikir bahwa derajat mereka lebih tinggi dari bangsa lain yang bukan Arab… Wajar bila TKW dari Indonesia dianggap sebagai budak….Kesamaan lainnya adalah bahwa Arab dan Israel kedua-duanya sama-sama didirikan oleh para intelijen Inggris.. Kerajaan Arab Saudi dijadikan landasan proyek Zionisme Israel di Palestina…oleh Inggris, karena sesungguhnya para intelijen Inggris itu didalamnya ada Yahudinya, minimal Yahudi ada dibelakang layarnya… Yahudi sebagai dalangnya… Menurut DR Walid Saed al-Bayati : Arab Saudi dan Israel Penjahat Terbesar Sejarah Modern… Kedekatan historis dan gen antara rezim Israel dan Arab Saudi menguatkan kemiripan perilaku keduanya… MUHAMMAD BIN SAUD adalah pendiri pertama Kerajaan Arab Saudi yang artinya : Arab Milik Saud. Keluarga Saud keturunan Klan Moordakhai trah Yahudi. KING ABDUL AZIS adalah keturunan SAUD… Apalagi King Abdul Azis secara terbuka di hadapan mata dunia internasional yang disampaikan kepada The Washington Post pada tanggal 17 September 1969, mengakui bahwa nenek moyang keluarga Kerajaan Saudi adalah dari trah Yahudi… Jadi Jelas Arab Saudi adalah Yahudi… “Sesungguhnya kami dengan bangsa Yahudi adalah sepupu. Kami tidak akan rela melemparkan mereka ke laut sebagaimana yang dikatakan oleh sebagian orang, melainkan kami ingin hidup bersama mereka dengan penuh kedamaian “ Kerajaan Arab Saudi sama halnya seperti Israel yang didirikan atas dasar sektarian.. yaitu sekte atau ajaran dari Wahabi dan Ahmad bin Abdul Halim yang dikenal sebagai Ibnu Taimiyah… Aliran Wahabi ini dengan dalih untuk memurnikan ajaran Islam, menjaga kemurnian tauhid, mencegah bid’ah dan khurafat, maka Wahabi menolak semua mazhab-mazhab Islam yang lain. Semua umat Islam yang tidak sealiran dengan Wahabi dianggap kafir

bahkan dihalalkan darahnya… Fatwa-fatwa Wahabi ini didukung oleh pihak kerajaan klan Ibnu Saud yang berdarah Yahudi, karena ajaran Wahabi selaras dengan misi Yahudi. Para peneliti sejarah aliran Wahabiyah telah membuktikan bahwa untuk memurnikan tauhid hanyalah sebuah slogan yang dibentuk atas perintah langsung kementrian Urusan Penjajahan Kerajaan Inggris. Setelah mendapatkan kaum muslimin yang dapat dijadikan sebagai bonekaboneka bodohnya, kemudian konspirasi penjajah Eropa Yahudi mengirimkan berbagai keperluan operasional, logistik, tentara bayaran dan istruktur-instruktur tentara bayaran yang disupport sepenuhnya oleh kekuatan sekutu untuk mendukung gerakan Wahabi yang dimotori oleh Muhammad Ibnu Sa’ud dan Muhammad ibnu Abdil Wahhab dalam melakukan pemberontakan terhadap kekhalifahan Turki Ottoman yang sah dengan impian tingginya untuk mendirikan Haikal Sulaiman di tanah alHaramain. Kita umat Islam seharusnya menyadari bahwa Ahlussunnah wal jama’ah tidak pernah menghalalkan pengkafiran, pembid’ahan, pemusyrikan dan penghalalan darah serta harta kaum muslimin. Hal ini justru menjadi ciri khas kaum Wahabi Takfiri atau yang di zaman ini sebagai perwujudan kaum Khawarij dan Mujasim modern. Jargon mereka yang terkenal adalah “Kembali kepada Quran dan Sunnah“ maksudnya adalah kembali kepada pemahaman Quran dan Sunnah ala mereka, bukan ala Nabi Saw, para sahabatnya yang mulia dan para ulama salafus shalih… Gue pernah baca di Koran RADAR CIREBON edisi Desember 2011 bahwa di Indonesia ajaran Wahabi ini ditentang oleh para sesepuh pendiri NU… Sekarang gue mulai memahami apa sebabnya para sesepuh NU menentang ajaran Wahabi… Karena secara tidak langsung Wahabi telah memasung pola pikir umat Islam, Wahabi telah melakukan penjajahan atas nama agama…. Fatwa-fatwa Wahabi ini didukung oleh pihak kerajaan klan Ibnu Saud yang berdarah Yahudi, Karena ajaran Wahabi selaras dengan misi Yahudi. Ajaran dan dokrin Wahabi memberikan kuasa kepada keluarga Saud untuk membumi hanguskan suku-suku lain yang tidak mengamalkan ajarannya.. . Diantaranya penduduk NAJD. Para suami dan anak-anaknya dibunuh, para istri dirampas dan diperkosa, menikam perut wanita hamil, memotong tangan anak-anak… kemudian dibakar… Kebiadaban ini telah dilakukan keturunan Moordakhai sejak 1163 H. Tidak hanya itu, Inggris pun membantu Ibnu Sa’ud saat terjadi perlawanan dari Duwaish (salah satu suku dari Nejd). Suku ini menyalahkan Ibnu Sa’ud yang dianggap terlalu menerima inovasi Barat. Sekitar tahun 1927-1928, angkatan Udara Inggris dan pasukan Ibnu Sa’ud mengebom suku tersebut. Mengingat kerja sama mereka yang sangat erat, Inggris memberi gelar kebangsawanaan “Sir“ untuk Abdul Aziz bin Abdurrahman. Bangsa Arab merasa dirinya sebagai bangsa yang termulia dan merasa diri mereka lebih unggul. Mereka menganggap bahwa semenanjung Arab itu milik mereka. Mereka menganggap semua penduduk, semua suku yang ada di wilayah semenanjung Arab bahkan semua penduduk di dunia adalah budak mereka… Oleh karena itu mereka menganggap para TKW

sebagai budak mereka… Itulah budaya Arab, bukan ajaran Islam… Kita tidak usah bertanya lagi bila Islam Saudiyah bisa melakukan perbuatan keji dan biadab dengan membakar masjid dan membunuh jemaah yang sedang sholat di dalamnya… karena mereka itu Yahudi… Ini sungguh luuuuaarrr biasa…!!! Sebenarnya apa misi Yahudi …??? Kata MUHAMMAD ABU EZZA : 

Inti tujuan Yahudi adalah menguasai dunia…

Kemudian membangun dunia baru sesuai selera mereka….

Semua agama besar di dunia termasuk Islam harus dihancurkan….

Mengadu domba antar umat beragama…

Yahudi selalu berada di balik layar…

KHUSUS UNTUK UMAT ISLAM : 

Pisahkan Umat Islam dari ulamanya.

Pisahkan Umat Islam dari Nabinya.

Pisahkan Umat Islam dari Al Qur’an.

Pecah Belah Lalu Hancurkan… Luuuaaarrrr …. biasa…..!!!

Untuk mencapai tujuannya : 

Di Mekah mereka menghancurkan bukti-bukti sejarah Islam warisan dari Rosulullah dan para sahabatnya… Kecuali Ka’bah, karena Ka’bah peninggalan Ibrahim nenek moyang mereka…

Demikian juga peninggalan-peninggalan Islam yang berkaitan dengan pemerintahan Rosulullah saw di Madinah semuanya dihancurkan, kecuali makam Rosulullah saw… Mungkin suatu saat nanti… makam Rosulullah pun akan dibongkar…

Masjidil Harom dibangun menjadi masjid megah. Bentuk aslinya sudah tidak ada lagi… Di setiap pintu masuk Masjidil Harom diberi nama… diantaranya nama para sahabat, namun nama Syayidina Ali ra tidak tercantum…  Hal yang sama pula dilakukan oleh kerajaan Saudi Arabia pada tahun 1924 untuk membakar perpustakaan terutama perpustakaan Maktabah Arabiyah di Makkah al-Mukarramah di mana mereka membakar kurang lebih 60.000 kitab-kitab langka dan sekitar 40.000 yang masih berupa 

manuskrip yang sebagiannya merupakan hasil diktean sahabat dari baginda Nabi Saw.  Di antara buku-buku itu masih ada yang berupa kulit kijang, tulang belulang, pelepah kurma, pahatan dan lempengan-lempengan tanah. Tidak berhenti sampai di situ, mereka pun menyerang perpustakaan yang berada di Hadramaut Yaman dan mem- bakar seluruh kitab yang berada di perpustakaan itu.  Tindakan ini dilakukan karena merasa tersudut oleh sejarah dan tidak berkutik oleh fakta-fakta yang terdapat di dalam buku-buku sejarah. Bangsa Yahudi terdorong melakukan semuanya itu semata-mata karena kedengkian terhadap Islam, kemurkaan terhadap segenap pemeluknya, dan berkeingnan melukai tubuh dan perasaan mereka. [AlBantani/ARN] Kenapa kaum Wahabi menghancurkan bukti-bukti sejarah umat Islam di Mekah dan di Madinah, MEMBAKAR KITAB-KITAB LANGKA DAN 40.000 MANUSKRIP… kecuali Ka’bah dan Makam Rosulullah… Ternyata tujuannya adalah agar umat Islam melupakan Nabinya dan ajarannya dan tidak lagi menghormati figure-figur ulamanya sebagai panutan pengganti Rosulullah dan para sahabat… Bangunan asli Masjidil Harom dihancurkan… diganti dengan bangunan yang sangat megah… Disetiap pintu masuk Masjidil Harom diberi nama antara lain nama-nama para sahabat… Namun nama Sayidina Ali ra tak ada… Kenapa… ??? Tentu saja agar umat Islam terpecah belah dan mudah untuk dihancurkan. Itu semua untuk menutupi kebenaran sejarah dan untuk memecah belah Islam… Menutupi dalam bahasa Arabnya adalah Kafir… siapapun yang menutupi kebenaran disebutnya KAFIR… berarti GOLONGAN WAHABI KAFIR… karena menutupi kebenaran sejarah Islam. Mereka sudah berhasil mengacaukan dunia… PERPECAHAN UMAT ISLAM SUDAH DI DEPAN MATA. Saud berasal dari Klan Moordakhai Yahudi. Mereka mengamalkan poligami dengan mengawini ratusan wanita Arab yang sampai sekarang praktek poligami ini diteruskan oleh keturunan mereka… itulah budaya Arab… bukan ajaran Islam… Selama ini kita semua tidak menyangka perilaku Bangsa Arab Saudi masih seperti di jaman Jahiliyah…. Ternyata mereka itu adalah Yahudi… umat yang selalu murtad dan dikutuk Allah…bukan umat termulia..seperti anggapan mereka… Kita tidak perlu heran bila sekarang ini di Arab Saudi banyak symbol-simbol zionis, freemason dan illuminati Yahudi…. Situs-situs sejarah Islam peninggalan Rosullulah, para sahabat, Khalifah Utsman pada abad ke 18 telah diratakan dengan tanah, kemudian di atas tanah tersebut dibangun menara ABRAJ AL-BAIT, suatu hotel mewah untuk bersenang-senang demi kepuasan nafsu. Diatas bangunan itu terdapat simbol-simbol Yahudi, yaitu menara jam yang diatasnya ada symbol tanduk syetan…

Ternyata banyak bangunan pemerintahan di Negara Arab Saudi mengandung symbol-simbol Yahudi, bahkan pada logo-logo resmi pemerintahan juga dipasang simbul-simbol Yahudi. Misalnya symbol mata satu pada logo Quwwatul Hajj wal Mawasin, yaitu simbol lembaga kerajaan yang mengurusi jemaah haji dan dan simbol mata satu pada monument JEDDAH EYE… serta Simbol TANDUK SETAN pada MENARA JAM DI MEKAH… Setelah gue membaca buku Muhammad Abu Ezza : Simbol-Simbol Illuminati di Arab Saudi… terasa merinding… subhanalloh… Ternyata… Apakah ini jawaban dari pertanyaan gue yang selama ini gue cari bro…??? Buka dan baca di Mbah Google … BENARKAH ALLAH MELARANG SHOLAT DI MASJIDIL HAROM…??? APAKAH UMAT ISLAM TERKECOH…??? http://www.drmamanspog.blogspot.com dan http://www.slideshare.net/drmaman…. Dan ada yang mendirikan masjid untuk menimbulkan bencana, untuk kekafiran dan untuk memecah belah…, untuk menunggu kedatangan orang-orang yang telah memerangi Allah dan RosulNya sejak dahulu. Mereka dengan pasti bersumpah : Kami hanya menghendaki kebaikan. Dan Allah menjadi saksi bahwa mereka itu pendusta … ( At – Taubah 9 : 107 ) Janganlah engkau melaksanakan sholat dalam mesjid itu selamalamanya. Sungguh mesjid yang didirikan atas dasar takwa sejak hari pertama adalah lebih pantas engkau melaksanakan sholat di dalamnya … ( At Taubah 9 : 108 ) Maha Benar Allah dengan segala firmannya : Dan kamu pasti akan mengetahui ( kebenaran ) keterangan ( Al Qur’an ) setelah beberapa waktu lagi ( Shad 38 : 88 ). Sabda Rosulullah saw : Ya Allah berilah keberkatan kepada kami, pada Syam kami dan pada Yaman kami… Para sahabat berkata : dan juga NAJD kami …??? Kemudian Beliau bersabda : Disana akan muncul kegoncangan dan fitnah, dan disanalah akan muncul TANDUK SETAN…!!! ( shahih Bukhari 2/33 no 1037 ) MASJIDIL HAROM… OOOHHH … MASJIDIL HAROM… RIWAYATMU KINI…. Dibongkar bentuk aslinya tidak ada. Disetiap pintu masuk diberi nama, termasuk nama para sahabat… Namun nama sayidina Ali tidak ada… Masjidil Harom dibangun untuk memecah belah… untuk kekafiran yaitu untuk menutupi kebenaran sejarah Islam… untuk menjauhkan umat Islam dari Nabinya dan dari para ulamanya… Masjidil Harom sejak dahulu, sejak

PERANG BADAR… dipergunakan sebagai markas untuk menghimpun kekuatan dan menunggu pasukan yang memerangi Allah dan Rosulnya…. LUUUAAARRR BIASA…!!!??? Surat At Taubah ini satu-satunya Surat di dalam Al Qur’an yang tidak diawali dengan Basmallah. Surat At Taubah ini mengisahkan kemusrikan dan kemunafikan orang Arab, bukan mengisahkan kaum Nasrani… Seandainya benar Allah melarang sholat di Masjidil Harom… namun kita tetap berbondong-bondong ke Mekah untuk menunaikan ibadah haji atau umroh…. menurut lo gimana bro…??? Apakah Umat Islam Terkecoh…??? Apakah kita termasuk golongan orang-orang yang mengingkari serta mendustakan ayat-ayat Allah…??? Gue khawatir kena azab Allah… Bro….!!! Katakanlah : Bagaimana pendapatmu jika itu datang dari sisi Allah, kemudian kamu mengingkarinya. Siapakah yang lebih sesat daripada orang yang selalu berada dalam penyimpangan yang jauh ( Fushshilat 41 : 52 ) Maka siapakah yang lebih jahat dari orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Allah dan berpaling dari pada-nya ??? Akan Kami beri ganjaran mereka yang berpaling dari ayat-ayat Kami dengan seburuk-buruknya siksaan ( Al An’am 6 : 157 ) Terus terang gue ngeri bro… bahwa Allah akan membuktikan kebenaran Al Qur’an melalui musibah, wabah, pertumpahan darah… perang bom di Arab Saudi…. bahkan bencana Alam… Karena pernah ada sesepuh yang meramalkan bahwa Ka’bah akan tenggelammmmm…. !!!??? Sekarangpun sudah tenggelam dalam hutan beton bangunan bertingkat… Secara logika… di bawah wilayah Ka’bah adalah sumber air Zam-Zam… Dalam bayangan gue bro… sumber air itu berada dalam suatu rongga yang sangat besar… seperti gentong yang guede buangeettt… katakanlah ada suatu danau dibawah permukaan tanah… Karena sekarang ini di sekitar Ka’bah didirikan bangunan-bangunan bertingkat yang megah, sehingga mungkin suatu saat, tanah yang diatas rongga tersebut tidak kuat menahan beban… jadi amblasssss… Ka’bah tenggelam kedasar tanah… Dan pusat perkembangan Islam pun akan berpindah ke Indonesia… Begitu kata salah seorang sesepuh…. Apakah Mungkin… Kita lihat aja Bro…. Allah tidak pernah salah… Jangan takut kehilangan kiblat… Allah tidak ada di Mekah.. Qolbu Mukmin Baitullah… itulah baitullah yang sejati… Hadapkan wajahmu pada agama Fitrah… Mungkin sudah saatnya kita kembali ke FITRAH… Karena FITRAH ALLAH tidak pernah berubah… Apakah FITRAH ALLAH itu…??? Itulah kesucian, kedamaian, keselamatan, kasih-sayang, kesabaran, keikhlasan dan

berserah diri kepada Allah melalui keimanan dan ketaqwaan… Itulah ISLAM SEJATI yang dianut semua umat…. Apapun namanya… semua agama mengajarkan tentang FITRAH… Barang siapa mencari selain Islam-Fitrah sebagai agama, tiadalah itu akan diterima dari padanya, dan di akhirat ia termasuk golongan yang menderita kerugian ( ALI IMRAN 3 : 85 ). Hadapkan wajahmu dengan lurus kepada agama fitrah, Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada perubahan pada fitrah Allah … ( AR-RUM 30 : 30 ) Sesungguhnya ini adalah agama kamu semua, agama yang satu dan AKU adalah Tuhan-mu, maka bertaqwalah kepada-KU ( AL MU’MINUN 23 : 52 ) Kemudian mereka menjadikan agama mereka terpecah-belah menjadi beberapa pecahan. Tiap-tiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada sisi mereka ( masing-masing ). Maka biarkanlah mereka dalam kesesatannya sampai suatu waktu ( AL MU’MINUN 23 : 53-54 ) FITRAH ALLAH tidak pernah berubah…yang satu bilang PAPAYA, orang Jawa bilang KATES, orang Sunda bilang GEDANG… setelah dikupas isinya sama, setelah dimakan rasanya sama dan khasil akhirnyapun tetap sama, baik secara fisik maupun secara spiritual. Secara fisik diperiksa darahnya, direkam gelombang otaknya dan difoto cahaya auranya. Secara spiritual juga sama, mancapai ikhsan dan menjadi insan kamil yang mendapat keridoan Allah swt… Hasil akhirnya sama karena yang diajarkannya sama, tata cara untuk mencapai puncak spiritualnya juga sama melalui dzikir-meditasi… Demikian juga dengan AGAMA FITRAH… Orang Jawa menyebutnya ILMU SEJATINING URIP SANGKAN PARANING DUMADI… asal mula kehidupan… Orang Sunda menyebutnya AGAMA SUNDA WIWITAN….. Sesungguhnya agama kamu ini satu agama saja ( AL ANBIYA 21 : 92 ) Agama di sisi Allah adalah Islam-Fitrah ( ALI IMRAN 3 : 19 ) Aku ridhoi Islam-Fitrah sebagai agama bagimu ( AL MAIDAH 5 : 3 ). Tuhan kami dan Tuhan-mu adalah satu dan hanya kepada-Nya kami berserah diri ( AL ANKABUT 29 : 46 ) Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal saleh, kelak Allah Yang Maha Rahman akan menanamkan dalam ( hati ) mereka rasa kasih sayang ( MARYAM 19 : 96 ). Kasih – sayang adalah karunia Allah… Bila hati kita masih penuh dendam, congkak, ria, takabur, merasa diri paling benar, bila hati kita belum memiliki rasa kasih-sayang terhadap sesama umat ciptaan Allah, serta belum beramal soleh, berarti kita belum bisa dikatakan beriman… Hujwiri sufi dari Persia : Barang siapa yang mencampakkan hawa nafsunya maka ia akan dekat dengan Tuhan meskipun ia berada

dalam gereja. Barang siapa yang mengikuti hawa nafsunya maka ia akan jauh dari Tuhan meskipun ia berada di dalam mesjid. Sekarang sudah saatnya kita berusaha untuk menjadi HAJI MABRUR bukan HAJI MABUR ke Mekah. Haji mabrur diraih melalui kesabaran dan ihlasan, bukan melalui keuangan… apalagi bila mempergunakan uang haram… hasil korupsi…. Seandainya benar Allah melarang sholat di Masjidil Harom, mungkin kita merasa berat menghadapi kenyataan ini, karena sudah terbiasa sejak kecil kita menerima dokrin harus ke Mekah untuk menunaikan ibadah haji… Sejak di TK sudah diajari manasik haji.. Rasanya sulit merubah pola pikir kita.. Sudah saatnya kita meningkatkan keberagamaan kita untuk mencapai tingkat iman..islam dan ikhsan, menjadi insan kamil… Iman melalui ilmu ushuludin, islam melalui ilmu fikih dan Ikhsan diraih melalui jalan sufi… Sudah saatnya kita belajar tasawuf…. Sudah saatnya kita belajar dzikir-meditasi tahap demi tahap untuk membersihkan hati kita dan juga sebagai jalan terdekat untuk menuju kepada Allah, agar bisa mencapai iksan dan menjadi insan kamil… bukan mencapai Mekah… Orang yang paling mulia di sisi Allah adalah dia yang paling takwa di antara kalian ( AL HUJURAT 49 : 13 ). 1. 2. 3.

Sabda Rosulullah saw : Segala sesuatu ada pembersihnya, pembersih kolbu adalah dzikir Jalan terdekat menuju Allah adalah dzikir… Harus bisa mati sebelum mati… EGO dihilangkan, agar kesadaran Ruhnya bangkit…untuk berkomunikasi dengan Allah…

Hadits Qudsi : Aku tidak berada di langit, Aku tidak berada di bumi, tapi Aku berada dalam hati orang-orang yang beriman… 2. Dalam setiap rongga anak Adam Aku ciptakan suatu mahligai yang disebut dada, dalam dada ada kolbu, dalam kolbu ada fuad ( hati yang bersih ), dalam fuad ada syagofa, dalam syagofa ada Sir, dalam Sir ada AKU 1.

Kata para sufi, qolbu mukmin baitullah. Itulah baitullah yang sejati, tidak dibuat dari batu bata, tapi buatan Allah sendiri yang harus dibersihkan agar tidak menjadi sarang syaeton dan iblis… Pembersihnya adalah dzikir-meditasi… Hadapkan dirimu pada agama fitrah… Kata Jalaluddin Rumi : Aku nenatap hatiku sendiri… Disana aku lihat Dia… Dia tidak berada di tempat lain… Itu berarti Allah tidak

berada di Mekah… Tidak ada satu ayatpun di dalam Al Qur’an yang menyatakan Allah ada di Mekah…. Qolbu mukmin baitullah… Kata Al Ghazali : Bersihkan hati melalui berdzikir agar mencapai fana, lebur dan larut, baqo dalam Tuhan dan akhirnya kasyaf, terbukanya hijab… Kata orang Hindu : meditasi untuk mencapai Yoga. Artinya YOGA adalah PENYATUAN… Kata orang jawa : manunggaling kaula Gusti, keris manjing warangka….warangka manjing keris… tidak ada keris dan tidak ada warangka yang ada hanya Allah. Pada saat dzikir-meditasi hadapkan diri kita pada baitullah yang sejati, bukan ke Mekah… Jasad kita menghadap ke hati, hati kita menghadap Ruh dan Ruh kita menghadap Allah… Allahu Akbar… Melalui dzikir-meditasi kita belajar mati sebelum mati, ego kita dimatikan agar kesadaran Ruhnya bangkit untuk berkomunikasi dengan Allah… Hanya Ruh yang bisa berkomunikasi dengan Allah… Bukankah Aku Tuhan-Mu…??? Para Ruh menjawab benar kami bersaksi ( AL A’RAAF 7 : 172 )… Berarti semua Ruh sudah bersyahadat, sudah berserah diri, sudah bertakwa kepada Allah sejak di alam arwah… Kemudian Ruh ditiupkan kedalam jasmani sambil mengemban amanah Allah… Kolbu mukmin baitullah…Itulah baitullah yang sejati… Itulah Rumah-Nya, itulah Masjid-Nya, yang dibuat atas dasar takwa sejak hari pertama Ruh ditiupkan kedalam jasmani… Di dalamnya, Allah berkenan untuk dimuliakan nama-NYA (AN NUR 24:36). Di dalamnya Ruh bersujud, bertasbih pagi dan petang sejak hari pertama Ruh dihembuskan ke bayi dalam kandungan ibu… Ya Allah… Ya Robbi … ampunilah kami atas kebodohan kami… yang tanpa sadar telah berpaling dan mengingkari serta mendustakan ayat-ayatMU….Ya Allah…. Amin…amin… Ya Robbal alamin… Silahkan buka dan baca : http://www.drmamanspog.blogspot.com/jalan-sufi http://www.drmamanspog.blogspot.com/getar-rasa-tanpa-swara http:// www.drmamanspog.blogspot.com/Tuntunan-Praktis-DzikirMeditasi SIMBOL TANDUK DAJJAL

SIMBOL MATA SATU

ARAB SAUDI-WAHABI DAN ISRAEL-YAHUDI TERNYATA…

Dr H MAMAN SW SpOG http: //www.slideshare.net/drmaman http://www.drmamanspog.blogspot.com ARAB SAUD-WAHABII DAN ISRAEL-YAHUDI TERNYATA… Bro… sekarang gue baru ngerti kenapa selama ini Arab Saudi ngga pernah mau bantu Palestina…. Untuk lebih jelasnya kita harus membaca buku tulisannya MUHAMMAD ABU EZZA yang judulnya : SIMBOL-SIMBOL ILLUMINATI DI ARAB SAUDI…. Penerbit Pyramid, cetakan I : Februauri 2014. Ternyata raja Abdul Azis saat konferensi di Al-Qir pada tahun 1922, menandatangani dokumen yang disiapkan penguasa Ingris, sebagai bentuk awal dukungan nyata dari kerajaan Arab Saudi kepada Israel untuk

terus mencaplok kawasan Palestina… Oleh karena itulah Arab Saudi tetep bungkem… nutup mata atas pembantaian yang terjadi di Palestina…. Jadi elu semua jangan pernah ngarepin Arab Saudi mau batuin umat Islam di Palestina…. Ada kesamaan antara rezim Israel dan kerajaan Arab Saudi dalam hal kejahatan, rasialisme dan ekstrimisme beragama dan bermazhab… IsraelYahudi mengaku dirinya sebagai manusia pilihan yang layak memimpin dunia dan umat manusia di muka bumi… Orang-orang Arab Saudi pun demikian, merasa dirinya yang mewarisi agama yang benar dan mereka juga berpikir bahwa derajat mereka lebih tinggi dari bangsa lain yang bukan Arab… Wajar bila TKW dari Indonesia dianggap sebagai budak….Kesamaan lainnya adalah bahwa Arab dan Israel kedua-duanya sama-sama didirikan oleh para intelijen Inggris.. Kerajaan Arab Saudi dijadikan landasan proyek Zionisme Israel di Palestina…oleh Inggris, karena sesungguhnya para intelijen Inggris itu didalamnya ada Yahudinya, minimal Yahudi ada dibelakang layarnya… Yahudi sebagai dalangnya… Menurut DR Walid Saed al-Bayati : Arab Saudi dan Israel Penjahat Terbesar Sejarah Modern… Kedekatan historis dan gen antara rezim Israel dan Arab Saudi menguatkan kemiripan perilaku keduanya… MUHAMMAD BIN SAUD adalah pendiri pertama Kerajaan Arab Saudi yang artinya : Arab Milik Saud. Keluarga Saud keturunan Klan Moordakhai trah Yahudi. KING ABDUL AZIS adalah keturunan SAUD… Apalagi King Abdul Azis secara terbuka di hadapan mata dunia internasional yang disampaikan kepada The Washington Post pada tanggal 17 September 1969, mengakui bahwa nenek moyang keluarga Kerajaan Saudi adalah dari trah Yahudi… Jadi Jelas Arab Saudi adalah Yahudi… Kerajaan Arab Saudi sama halnya seperti Israel yang didirikan atas dasar sektarian.. yaitu sekte atau ajaran dari Wahabi dan Ahmad bin Abdul Halim yang dikenal sebagai Ibnu Taimiyah… Aliran Wahabi ini dengan dalih untuk memurnikan ajaran Islam, menjaga kemurnian tauhid, mencegah bid’ah dan khurafat, maka Wahabi menolak semua mazhabmazhab Islam yang lain. Semua umat Islam yang tidak sealiran dengan Wahabi dianggap kafir bahkan dihalalkan darahnya… Fatwa-fatwa Wahabi ini didukung oleh pihak kerajaan klan Ibnu Saud yang berdarah Yahudi, karena ajaran Wahabi selaras dengan misi Yahudi. Gue pernah baca di Koran RADAR CIREBON bahwa di Indonesia ajaran Wahabi ini ditentang oleh para sesepuh pendiri NU… Menurut gue Bro. wajar bila para sesepuh pendiri NU menolak ajaran Wahabi…. Sekarang kita mulai memahami apa sebabnya para sesepuh kita menentang ajaran Wahabi…

Fatwa-fatwa Wahabi ini didukung oleh pihak kerajaan klan Ibnu Saud yang berdarah Yahudi, Karena ajaran Wahabi selaras dengan misi Yahudi. Ajaran dan dokrin Wahabi memberikan kuasa kepada keluarga Saud untuk membumi hanguskan suku-suku lain yang tidak mengamalkan ajarannya.. . Diantaranya penduduk NAJD. Para suami dan anak-anaknya dibunuh, para istri dirampas dan diperkosa, menikam perut wanita hamil, memotong tangan anak-anak… kemudian dibakar… Kebiadaban ini telah dilakukan keturunan Moodakhai sejak 1163 H. Bangsa Arab merasa dirinya sebagai bangsa yang termulia dan merasa diri mereka lebih unggul. Mereka menganggap bahwa semenanjung Arab itu milik mereka. Mereka menganggap semua penduduk, semua suku yang ada di wilayah semenanjung Arab bahkan semua penduduk di dunia adalah budak mereka… Oleh karena itu mereka menganggap para TKW sebagai budak mereka… Itulah budaya Arab, bukan ajaran Islam… Kita tidak usah bertanya lagi bila Islam Saudiyah bisa melakukan perbuatan keji dan biadab dengan membakar masjid dan membunuh jemaah yang sedang sholat di dalamnya… karena mereka itu Yahudi… Ini sungguh luuuuaarrr biasa…!!! Kata MUHAMMAD ABU EZZA : Sebenarnya apa misi Yahudi …??? 

Inti tujuan Yahudi adalah menguasai dunia…

Kemudian membangun dunia baru sesuai selera mereka….

Semua agama besar di dunia termasuk Islam harus dihancurkan….

Mengadu domba antar umat beragama…

Yahudi selalu berada di balik layar…

KHUSUS UNTUK UMAT ISLAM : 

Pisahkan Umat Islam dari ulamanya.

Pisahkan Umat Islam dari Nabinya.

Pisahkan Umat Islam dari Al Qur’an.

Pecah Belah Lalu Hancurkan.

Luuuaaarrrr …. biasa…..!!!

Untuk mencapai tujuannya :

Di Mekah mereka menghancurkan bukti-bukti sejarah Islam warisan dari Rosulullah dan para sahabatnya… kecuali Ka’bah.. karena Ka’bah peninggalan Ibrahim nenek moyang mereka…

Demikian juga peninggalan-peninggalan Islam yang berkaitan dengan pemerintahan Rosulullah saw di Madinah semuanya dihancurkan, kecuali makam Rosulullah saw

Masjidil Harom dibangun menjadi masjid megah. Bentuk aslinya sudah tidak ada lagi… Di setiap pintu masuk Masjidil Harom diberi nama… diantaranya nama para sahabat, namun nama Syayidina Ali ra tidak tercantum…

Kenapa kaum Wahabi menghancurkan bukti-bukti sejarah umat Islam di Mekah dan di Madinah, kecuali Ka’bah dan Makam Rosulullah… Ternyata tujuannya adalah agar umat Islam melupakan Nabinya dan tidak lagi menghormati figure-figur ulamanya sebagai panutan… pengganti Rosulullah dan para sahabat… Bangunan asli Masjidil Harom dihancurkan… diganti dengan bangunan yang sangat megah… Disetiap pintu masuk Masjidil Harom diberi nama antara lain nama-nama para sahabat… Namun nama Sayidina Ali ra tak ada… Kenapa… ??? Tentu saja agar umat Islam terpecah belah dan mudah untuk dihancurkan…. Itu semua untuk menutupi kebenaran sejarah dan untuk memecah belah Islam… Menutupi dalam bahasa Arabnya adalah Kafir… siapapun yang menutupi kebenaran disebutnya KAFIR… berarti GOLONGAN WAHABI KAFIR… karena menutupi kebenaran. Mereka sudah berhasil mengacaukan dunia… PERPECAHAN UMAT ISLAM SUDAH DI DEPAN MATA. Saud berasal dari Klan Moordakhai Yahudi. Mereka mengamalkan poligami dengan mengawini ratusan wanita Arab yang sampai sekarang praktek poligami ini diteruskan oleh keturunan mereka… itulah budaya Arab… bukan ajaran Islam… Selama ini kita semua tidak menyangka perilaku Bangsa Arab Saudi masih seperti di jaman Jahiliyah…. Ternyata mereka itu adalah Yahudi… umat yang selalu murtad dan dikutuk Allah…bukan umat termulia..seperti anggapan mereka… Kita tidak perlu heran bila sekarang ini di Arab Saudi banyak symbol-simbol zionis, freemason dan illuminati Yahudi…. Situs-situs sejarah Islam peninggalan Rosullulah, para sahabat, Khalifah Utsman pada abad ke 18 telah diratakan dengan tanah, kemudian di atas tanah tersebut dibangun menara ABRAJ AL-BAIT, suatu hotel mewah untuk bersenang-senang demi kepuasan nafsu. Diatas bangunan itu terdapat symbol-simbols Yahudi… Ternyata banyak bangunan pemerintahan di Negara Arab Saudi mengandung symbol-simbol Yahudi, bahkan pada logo-logo resmi pemerintahan juga dipasang simbul-simbol Yahudi. Misalnya symbol mata

satu pada logo Quwwatul Hajj wal Mawasin, yaitu simbol kerajaan dan dan simbol mata satu pada monument JEDDAH EYE… Setelah saya membaca buku Muhammad Abu Ezza : Simbol-Simbol Illuminati di Arab Saudi… terasa merinding… subhanaloh… Ternyata… Apakah ini jawaban dari pertanyaan gue yang selama ini gue cari bro…??? Buka dan baca : http://www.drmamanspog.blogspot.com dan http://www.slideshare.net/drmaman…. BENARKAH ALLAH MELARANG SHOLAT DI MASJIDIL HAROM…??? Maha Benar Allah dengan segala firmannya : Dan kamu pasti akan mengetahui ( kebenaran ) keterangan ( Al Qur’an ) setelah beberapa waktu lagi ( Shad 38 : 88 ). Dan ada yang mendirikan masjid untuk menimbulkan bencana, untuk kekafiran dan untuk memecah belah…, untuk menunggu kedatangan orang-orang yang telah memerangi Allah dan RosulNya sejak dahulu. Mereka dengan pasti bersumpah : Kami hanya menghendaki kebaikan. Dan Allah menjadi saksi bahwa mereka itu pendusta … ( At – Taubah 9 : 107 ) Janganlah engkau melaksanakan sholat dalam mesjid itu selamalamanya. Sungguh mesjid yang didirikan atas dasar takwa sejak hari pertama adalah lebih pantas engkau melaksanakan sholat di dalamnya … ( At Taubah 9 : 108 ) Surat At Taubah ini satu-satunya Surat di dalam Al Qur’an yang tidak diawali dengan Basmallah. Surat At Taubah ini mengisahkan kemusrikan dan kemunafikan orang Arab, bukan mengisahkan kaum Nasrani… Seandainya benar Allah melarang sholat di Masjidil Harom… namun kita tetap berbondong-bondong ke Mekah untuk menunaikan ibadah haji atau umroh…. menurut lo gimana bro…??? Apakah Umat Islam Terkecoh…??? Apakah kita termasuk golongan orang-orang yang mengingkari serta mendustakan ayat-ayat Allah…??? Gue khawatir kena azab Allah… Bro….!!! Katakanlah : Bagaimana pendapatmu jika itu datang dari sisi Allah, kemudian kamu mengingkarinya. Siapakah yang lebih sesat daripada orang yang selalu berada dalam penyimpangan yang jauh ( Fushshilat 41 : 52 )

Maka siapakah yang lebih jahat dari orang-orang yang mendustakan ayatayat Allah dan berpaling dari pada-nya ??? Akan Kami beri ganjaran mereka yang berpaling dari ayat-ayat Kami dengan seburuk-buruknya siksaan ( Al An’am 6 : 157 ) Terus terang gue ngeri bro… bahwa Allah akan membuktikan kebenaran Al Qur’an melalui musibah, wabah, pertumpahan darah… bahkan bencana Alam… Karena pernah ada sesepuh yang meramalkan bahwa Ka’bah akan tenggelammmmm…. !!!??? Secara logika… di bawah wilayah Ka’bah adalah sumber air Zam-Zam… Dalam bayangan gue bro… sumber air itu berada dalam suatu rongga yang sangat besar… seperti gentong yang guede buangeettt… katakanlah ada suatu danau dibawah permukaan tanah… Karena sekarang ini di sekitar Ka’bah didirikan bangunan-bangunan bertingkat yang megah, sehingga mungkin suatu saat, tanah yang diatas rongga tersebut tidak kuat menahan beban… jadi amblasssss… Ka’bah tenggelam kedasar tanah… Dan pusat perkembangan Islam pun akan berpindah ke Indonesia… Begitu kata salah seorang sesepuh…. Apakah Mungkin…??? Kita lihat aja Bro…. Allah tidak pernah salah… Qolbu Mukmin Baitullah… itulah baitullah yang sejati… Mungkin sudah saatnya kita kembali ke FITRAH… Karena FITRAH ALLAH tidak pernah berubah… Apakah FITRAH ALLAH itu…??? Itulah keimanan, ketaqwaan, kesucian, kedamaian, keselamatan, kasih-sayang, kesabaran dan keikhlasan… Itulah ISLAM SEJATI yang dianut semua umat…. Apapun namanya… semua agama mengajarkan tentang FITRAH… Barang siapa mencari selain Islam-Fitrah sebagai agama, tiadalah itu akan diterima dari padanya, dan di akhirat ia termasuk golongan yang menderita kerugian ( ALI IMRAN 3 : 85 ). Hadapkan wajahmu dengan lurus kepada agama fitrah, Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada perubahan pada fitrah Allah … ( AR-RUM 30 : 30 ) Yang satu bilang PAPAYA, orang Jawa bilang KATES, orang Sunda bilang GEDANG… setelah dikupas isinya sama, setelah dimakan rasanya sama dan khasil akhirnyapun tetap sama, baik secara fisik maupun secara spiritual. Secara fisik diperiksa darahnya, direkam gelombang otaknya dan difoto cahaya auranya. Secara spiritual juga sama, mancapai ikhsan dan menjadi insan kamil yang mendapat keridoan Allah swt… Hasil akhirnya sama karena yang diajarkannya sama, tata cara untuk mencapai puncak spiritualnya juga sama melalui dzikir-meditasi… Demikian juga dengan AGAMA FITRAH… Orang Jawa menyebutnya ILMU SEJATINING URIP SANGKAN PARANING DUMADI… asal mula kehidupan… Orang Sunda menyebutnya AGAMA SUNDA WIWITAN….. Sesungguhnya agama kamu ini satu agama saja ( AL ANBIYA 21 : 92 )

Agama di sisi Allah adalah Islam-Fitrah ( ALI IMRAN 3 : 19 ) Aku ridhoi Islam-Fitrah sebagai agama bagimu ( AL MAIDAH 5 : 3 ). Tuhan kami dan Tuhan-mu adalah satu dan hanya kepada-Nya kami berserah diri ( AL ANKABUT 29 : 46 ) Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal saleh, kelak Allah Yang Maha Rahman akan menanamkan dalam ( hati ) mereka rasa kasih sayang ( MARYAM 19 : 96 ). Hujwiri sufi dari Persia : Barang siapa yang mencampakkan hawa nafsunya maka ia akan dekat dengan Tuhan meskipun ia berada dalam gereja. Barang siapa yang mengikuti hawa nafsunya maka ia akan jauh dari Tuhan meskipun ia berada di dalam mesjid. Sekarang sudah saatnya kita berusaha untuk menjadi HAJI MABRUR bukan HAJI MABUR ke Mekah. Haji mabrur diraih melalui kesabaran dan ihlasan, bukan melalui keuangan… apalagi bila mempergunakan uang haram… hasil korupsi….Seandainya benar Allah melarang sholat di Masjidil Harom, mungkin kita merasa berat menghadapi kenyataan ini, karena sudah terbiasa sejak kecil kita menerima dokrin harus ke Mekah untuk menunaikan ibadah haji… Sejak di TK sudah diajari manasik haji.. Rasanya sulit merubah pola pikir kita.. Sudah saatnya kita meningkatkan keberagamaan kita untuk mencapai tingkat iman..islam dan ikhsan, menjadi insan kamil… Iman melalui ilmu ushuludin, islam melalui ilmu fikih dan Ikhsan diraih melalui jalan sufi… Sudah saatnya kita belajar tasawuf…. Sudah saatnya kita belajar dzikir-meditasi tahap demi tahap untuk membersihkan hati kita dan juga sebagai jalan terdekat untuk menuju kepada Allah, agar bisa mencapai iksan dan menjadi insan kamil… bukan mencapai Mekah… Orang yang paling mulia di sisi Allah adalah dia yang paling takwa di antara kalian ( AL HUJURAT 49 : 13 ). Sabda Rosulullah saw : 1. Segala sesuatu ada pembersihnya, pembersih kolbu adalah dzikir 2. Jalan terdekat menuju Allah adalah dzikir… 3. Harus bisa mati sebelum mati… Hadits Qudsi :

1. Aku tidak berada di langit, Aku tidak berada di bumi, tapi Aku berada dalam hati orang-orang yang beriman… 2. Dalam setiap rongga anak Adam Aku ciptakan suatu mahligai yang disebut dada, dalam dada ada kolbu, dalam kolbu ada fuad ( hati yang bersih ), dalam fuad ada syagofa, dalam syagofa ada Sir, dalam Sir ada AKU Kata para sufi, qolbu mukmin baitullah. Itulah baitullah yang sejati, tidak dibuat dari batu bata, tapi buatan Allah sendiri yang harus dibersihkan agar tidak menjadi sarang syaeton dan iblis… Pembersihnya adalah dzikirmeditasi… Hadapkan dirimu pada agama fitrah… Kata Jalaluddin Rumi : Aku lihat hatiku sendiri… Disana aku lihat Dia… Dia tidak berada di tempat lain… Itu berarti Allah tidak berada di Mekah… Tidak ada satu ayatpun di dalam Al Qur’an yang menyatakan Allah ada di Mekah…. Qolbu mukmin baitullah… Kata Al Ghazali : Bersihkan hati melalui berdzikir agar mencapai fana, lebur dan larut, baqo dalam Tuhan dan akhirnya kasyaf, terbukanya hijab… Kata orang Hindu : meditasi untuk mencapai Yoga. PENYATUAN…

Artinya YOGA adalah

Kata orang jawa : manunggaling kaula Gusti, keris manjing warangka….warangka manjing keris… tidak ada keris dan tidak ada warangka yang ada hanya Allah. Pada saat dzikir-meditasi hadapkan diri kita pada baitullah yang sejati, bukan ke Mekah… Jasad kita menghadap ke hati, hati kita menghadap Ruh dan Ruh kita menghadap Allah… Allahu Akbar… Melalui dzikir-meditasi kita belajar mati sebelum mati, ego kita dimatikan agar kesadaran Ruhnya bangkit untuk berkomunikasi dengan Allah… Hanya Ruh yang bisa berkomunikasi dengan Allah… Bukankah Aku Tuhan-Mu…??? Para Ruh menjawab benar kami bersaksi ( AL A’RAAF 7 : 172 ) Ya Allah… Ya Robbi … ampunilah kami atas kebodohan kami… yang tanpa sadar telah berpaling dan mengingkari serta mendustakan dari ayat-ayatMU….Ya Allah…. Amin…amin… Ya Robbal alamin… Silahkan buka dan baca : http:// www.drmamanspog.blogspot.com/Tuntunan Praktis Dzikir-Meditasi

ALLAH TIDAK MEMBEDA-BEDAKAN UMAT

ALLAH TIDAK MEMBEDA-BEDAKAN UMAT. 02-07-2014 Sesungguhnya orang-orang mukmin ( beriman ) dan mereka penganut agama Yahudi, Nasrani, Shabiin serta siapa saja yang beriman kepada Allah, hari kemudian serta berbuat kebajikan, mereka akan mendapat pahala dari Tuhan-nya, dan mereka tidak merasa ketakutan dan duka cita ( AL BAQARAH 2 : 62 ) Ayat tersebut di atas mengajarkan agar setiap umat beragama tidak boleh merasa bahwa hanya agama yang dianutnya saja yang paling benar, karena semua ilmu termasuk ilmu agama berasal dari Allah. Semua agama mengajarkan tentang Fitrah. Oleh karena itu, apapun nama agamanya Allah tidak membeda-bedakan umat-Nya, yang berbeda adalah kadar keimanan dan ketakwaannya. Bagi mereka yang beriman, mereka hidup tenang dan tentram, bebas dari rasa duka cita dan ketakutan. Karena imannya, mereka tidak takut kepada apapun kecuali kepada Allah. Konsep Islam mengajarkan umatnya agar mempunyai toleransi yang tinggi terhadap umat yang non Islam. Menurut Islam, manusia ditugaskan sebagai khalifah dan sebagai wali Allah untuk memberi rahmat bagi seluruh alam semesta, bukan untuk membuat kerusakan. Dimulai dengan rasa kasih sayang yang tulus, melalui ucapan basmallah. Ingatlah ketika Tuhan-mu berfirman kepada para malaikat : Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah dimuka bumi ( AL BAQARAH 2 : 30 ) Dan tiadalah Allah mengutus engkau hai Muhammad, melainkan untuk memberi rahmat bagi seluruh alam semesta ( AL ANBIYA 21 : 107 ) Semua agama juga agaknya menganut azas yang sama, essensi dan substansinya sama apapun agamanya, semuanya menuju kepada Sang Penciptanya. Menurut Jalaluddin Rumi seorang sufi besar dari Persia : Sekalipun tata cara peribadatan berbeda namun masalah keimanan tidak berubah dari satu agama ke agama lain, baik keadaan yang dihasilkannya, tempatnya dalam hidup dan efek-efeknya adalah sama dimanamana. Intinya adalah bahwa apapun nama agamanya hasil akhir dari keimanan akan sama. Karena semua agama mengajarkan hal yang sama yaitu tentang Fitrah, serta tata cara untuk mencapai puncak spiritual pun sama, yaitu melalui dzikir-meditasi. Firman Allah : Sesungguhnya agama kamu ini satu agama saja ( AL ANBIYA 21 : 92 ) Agama di sisi Allah adalah Islam-Fitrah ( ALI IMRAN 3 : 19 ) Aku ridhoi Islam-Fitrah sebagai agama bagimu ( AL MAIDAH 5 : 3 ).

Tuhan kami dan Tuhan-mu adalah satu dan hanya kepada-Nya kami berserah diri ( AL ANKABUT 29 : 46 ) Kata Rosulullah SAW : 

Segala sesuatu ada pembersihnya, pembersih qolbu adalah dzikir.

Jalan terdekat menuju kepada Allah adalah dzikir…

Berarti bila hati kita bersih, jalan menuju Tuhan terbuka lebar…bebas hambatan… Rosulullahpun bersabda bahwa yang beliau khawatirkan adalah ulama su’, yaitu ulama tak bermoral. Rumi pun berkata bahwa seseorang menjadi arif bukan oleh karena kebajikan jubah dan surban… Berarti kebajikan seseorang tidak dilihat dari wajahnya yang berjanggut, bukan dilihat dari jilbabnya atau dari gamisnya… tapi lihatlah hatinya… Sedangkan Hujwiri juga sufi dari Persia mengatakan bahwa : Barang siapa yang mencampakkan hawa nafsunya maka ia akan dekat dengan Tuhan meskipun ia berada dalam gereja. Barang siapa yang mengikuti hawa nafsunya maka ia akan jauh dari Tuhan meskipun ia berada di dalam mesjid. Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal saleh, kelak Allah Yang Maha Rahman akan menanamkan dalam ( hati ) mereka rasa kasih sayang ( MARYAM 19 : 96 ). Berarti bila kita belum memiliki rasa kasih sayang, terhadap sesama umat, rasa kasih sayang terhadap semua ciptaan Allah dan belum beramal saleh, maka belum bisa dikatakan beriman. Jadi benar bahwa Prinsip Islam bukan kekerasan. Islam juga lembut dan pemaaf : Maka disebabkan rahmat Allahlah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu, karena itu maafkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka dan bermusyawarahlah dengan mereka …( ALI IMRAN 3 : 159 ) Tuhan juga memberikan kebebasan keberagamaan bagi umatnya. Perhatikan ayat-ayat lainnya yang berkaitan dengan masalah tersebut : Untuk setiap umat, Kami telah berikan pola syareat ( aturan ) dan jalan hidup yang benar ( tata cara pelaksanaannya ) sekiranya Allah menghendaki, pastilah kamu dijadikan-Nya satu umat saja. Namun Allah hendak mengujimu dalam hal karunia yang telah diberikan kepada-mu, karena itu berlomba-lombalah berbuat kebajikan … dst… ( AL MAIDAH 5 : 48 )..

Dan bagi setiap umat ada kiblatnya ( sendiri ) yang ia menghadap kepada-Nya ( AL BAQARAH 2 : 148 ) Telah Kami tawarkan amanah ( agama ??? ) kepada langit, bumi dan gunung, akan tetapi mereka semua enggan memikulnya, karena takut menghianatinya, namun manusia bersedia memikulnya, karena ia zolim dan bodoh ( AL AHZAB 33 : 72 ). KATAKANLAH (HAI MUHAMAD) : Kami beriman kepada Allah dan kepada yang diturunkan kepada kami dan yang diturunkan kepada Ibrahim, Isma’il, Ishaq, Yaqub, dan anak cucunya dan apa yang diberikan kepada Musa, Isa dan para nabi dari Tuhan mereka. Kami tidak membeda-bedakan seorang pun diantara mereka dan hanya kepada-NYA kami berserah diri ( ALI IMRAN 3 : 84 ) Tuhan kami dan Tuhan kamu adalah satu dan hanya kepada-Nya kami berserah diri ( AL ANKABUT 29 : 46 ) Walaupun Allah sendiri tidak beragama namun Allah lah yang mengajarkan ilmu agama sebagai jalan hidup yang benar, yang disesuaikan dengan situasi dan kondisi geograpis dan budaya umat–NYA. Oleh karena itu kita tidak perlu berselisih tentang keberagamaan kita, semua agama essensi dan substansinya sama serta sama-sama menuju kepada-NYA karena semua agama adalah ilmu-NYA dan DIA Allah yang menganjurkan kita berlomba-lomba untuk berbuat kebajikkan. Semua agama mengajarkan tentang keimanan, ketakwaan, kesucian, kedamaian, keselamatan, kasih-sayang, kesabaran, keikhlasaan serta berserah diri kepada Tuhan… Itulah Fitrah, itulah Islam Sejati yang dianut semua umat… Setiap manusia membawa amanah, tapi tidak dikatakan amanahnya itu apa…??? Apakah tugas hidup di dunia sebagai apa…??? Apakah amanah itu agama…??? Tidak dikatakan apa agamanya…??? Bila amanah itu agama, pilih sendiri, bebas aja lagi…!!! Karena semua agama mengajarkan hal yang sama, yaitu tentang Fitrah… Bukanlah suatu kesolehan ( kebajikkan ) bahwa kamu sekalian memalingkan mukamu ke arah timur dan barat, tetapi adalah kesolehan ( kebajikkan ) bahwa kamu sekalian beriman kepada Allah dan hari akhirat, kepada para malaikat, kepada kitab-kitab Allah dan para nabi dan memberikan harta benda betapapun disayangi, kepada kerabat, anak yatim, dan orang-orang miskin, kepada orang dalam perjalanan dan peminta-minta, mendirikan sholat dan membayar zakat. Orang-orang yang memenuhi perjanjian bila mereka membuat perjanjian dan orang yang sabar dalam bencana, dalam kesukaran dan semasa peperangan, merekalah orang yang benar, merekalah orang yang takwa ( AL BAQARAH 2 : 177 )

Ayat-ayat tersebut di atas menerangkan bahwa Allah tidak membedabedakan umat-Nya. Allah menilai umat-Nya bukan dari segi agamanya. Allah menilai kesolehan (kebajikan) seseorang bukan sekedar dari tata cara beribadahnya dengan memalingkan muka ke Timur atau ke Barat, akan tetapi yang dinilai adalah hatinya. Rosulullah pun bersabda : Tuhan tidak melihat rupa dan hartamu akan tetapi yang dilihatNya adalah hatimu. Yaitu hati mereka yang beriman kepada Allah, kepada hari akhirat, kepada para malaikat, kitab-kitab Allah serta beriman kepada para NabiRosul Allah yang terdahulu, tanpa membeda-bedakan mereka, baik yang tercatat ataupun yang tidak tercatat di dalam Al Qur’an, disertai rasa ikhlas dan ridho, sabar dan tawakal, patuh dan ta’at dalam melaksanakan perintah Allah, tidak memikirkan ada tidaknya pahala, betul-betul lillahi ta’ala, tidak ada dosa sirik tersembunyi, dihatinya tidak ada yang lain selain Allah semata. Ikhlas kepada Allah ( semata ) dan tidak mempersekutukkan-Nya ( AL HAJJ 22 : 31 ) Sebab itu sembahlah Allah dengan memurnikan ( mukhlis-tulus ) ketaatan kepadanya dalam agama ( AZ-ZUMAR 39 : 2, 11, 14 ) Mereka tidaklah diperintahkan melainkan agar beribadah kepada Allah dengan memurnikan ( mukhlis-tulus ) ketaatan kepada-Nya dalam agama ( AL BAYYINAH 98 : 5 ) Maka dirikanlah sholat karena Tuhanmu dan berkurbanlah ( AL KAUTSAR 108 : 2 ) Sesungguhnya sholatku, ibadatku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta Alam ( AL AN’AM 6 : 162 ) Bagi setiap umat ada Rosul, maka bila datang Rosul mereka, antara mereka diberikan keputusan dengan adil dan mereka tiada teraniaya ( YUNUS 10 : 47 ). Kami tidak mengutus seorang Rosulpun, melainkan dengan bahasa kaumnya, supaya ia dapat memberikan penjelasan dengan terang kepada mereka ( IBRAHIM 14 : 4 ). Hai orang yang beriman !!! Berimanlah kepada Allah dan RosulNya, kepada kitab yang diturunkan-Nya, kepada Rosul dan kitab yang diturunkan sebelumnya ( AN NISA 4 : 136 ) Tentang beberapa Rosul telah Kami kisahkan kepadamu sebelumnya, tentang beberapa Rosul tiada Kami kisahkan kepadamu ( AN NISA 4 : 164 )

Bagi setiap umat ada Rosulnya, mereka diutus dengan bahasa kaumnya. Para Nabi-Rosul Allah ada yang kisahnya tercatat di dalam Al Qur’an dan ada yang tidak tercatat. Para Nabi yang kisahnya tidak tercatat di dalam Al Qur’an mungkin saja dia berasal dari bangsa lain yang bukan bangsa Arab dan bukan pula Bani Israil, dan merekapun mengajarkan agama kepada kaumnya dengan bahasa kaumnya, bukan bahasa arab, seperti di Cina, di Tibet atau di Indonesia. Seperti hasil dari penelitian Santos dan Oppenheimer, walaupun berbeda cara, namun mereka menyimpulkan bahwa Benua Atlantis yang hilang adalah Paparan Sundaland Indonesia, pusat peradaban dunia dan sudah ada agama…!!! Kita tidak tahu dan tidak perlu untuk diperdebatkan. Sebagian ilmu pengetahuan dari Allah sudah ada di dalam kitab “Qur’an” ( bacaan ) mereka yang bukan golongan Arab dan tidak berbahasa Arab… Berarti kitab Allah itu sesungguhnya banyak sekali, tidak hanya sekedar di wilayah Arab, tidak hanya sekedar Jabur, Taurat, Injil dan Qur’an saja… tetapi di Tibet, di Cina bahkan di Indonesia juga mungkin ada Kitab Allah… Sesuai firman Allah : Tidak ada hak bagi seorang rosul mendatangkan suatu ayat, melainkan atas izin Allah. Bagi tiap-tiap masa ada kitab ( yang tertentu ) ( AR RAD 13 : 38 ) Dan sesungguhnya Al Qur’an benar-benar dalam kitab-kitab orang-orang terdahulu ( ASY SYUARA 26 : 196 ) Dan kalau Al Qur’an itu kami turunkan kepada salah seorang dari golongan bukan Arab lalu dibacakan kepada mereka niscaya mereka tidak akan percaya kepadanya ( ASY SYUARA 26 : 198-199 ) Allah pun memerintahkan kepada Nabi Muhammad, kepada kita semua, agar percaya kepada rasul-rasul dan kitab-kitab yang diturunkan sebelumnya. Allah Maha Mengetahui apa yang terjadi di Arab saat jaman jahiliyah. Allah Maha Mengetahui aturan-aturan yang bagaimana yang Cocok bagi bangsa Arab saat itu, sehingga Allah menurunkan seorang Rosul dan Al Qur’an di wilayah Arab. Di dalam Al Qur’an ada tata cara beribadah kepada Allah, disertai juga aturan-aturan untuk urusan duniawi yang sangat cocok untuk kultur Bangsa Arab Jahiliyah saat itu. Nabi Muhammad adalah orang yang pertama kali menjabarkan dan menerapkan ajaran Al Quran wahyu Allah menjadi pedoman hidup yang mudah untuk diamalkan, sehingga bisa merubah masyarakat Arab jahiliyah menjadi suatu masyarakat yang madani. Rosulullah pun bersabda : 

Berikan kemudahan dan jangan menyulitkan orang.

Urusan dunia engkau lebih tahu, tata cara beribadah ikutilah cara-ku.

Berarti aturan-aturan untuk urusan dunia bisa dirubah, disesuaikan dengan situasi dan kondisi setempat, disesuaikan dengan kultur setempat, disesuaikan dengan kearifan lokal, namun Ruh Islami tetap hidup di dalamnya. Urusan dunia itu apa…??? Yaitu urusan mulut, urusan perut dan urusan dibawah perut… Aturannya tidak mutlak harus mengikuti aturan yang sesuai budaya Arab . Oleh karena itu kita harus memahami kandungan Al Qur’an agar kita bisa membedakan mana tata cara beribadah ajaran Rosulullah SAW dan mana budaya Arab. Masalah tata cara beribadah harus tetap mengikuti tata cara yang diajarkan Rosulullah.. Oleh karena itu, dalam kurun waktu yang sangat singkat agama Islam berkembang pesat sampai mencapai daratan Eropa bahkan daratan Himalaya. Para cendikiawan muslim membaur, berasimilasi dan bersinergi dengan kearifan lokal, serta membangun peradaban baru, namun Ruh Islami tetap hidup di dalamnya… Sesungguhnya Kami turunkan Al Qur’an dengan bahasa Arab agar kamu memahaminya ( YUSUF 12 : 2 ) Kami tidak menurunkan Al Qur’an ini kepadamu agar menjadi susah ( THOHA 20 : 2 ) Allah menghendaki kemudahan bagimu dan tidak menghendaki kesukaran bagimu ( AL BAQARAH 2 : 185 ). Sesungguhnya telah kami mudahkan Al Aqur’an dalam bahasamu… ( MARYAM 19 : 97 dan AD-DUKHAN 44 : 58 ) Sesungguhnya telah Kami mudahkan Al Qur’an untuk pelajaran, maka adakah orang-orang yang mau mengambil pelajaran ( AL QOMAR 54 : 17,22,32,40 ). Al Qur’an ini adalah bukti-bukti yang nyata dari Tuhanmu, petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang beriman ( AL A’RAF 7 : 203 ) Seiring dengan perkembangan zaman dan perkembangan Islam ke luar wilayah Arab yang kulturnya berbeda maka penjabaran dan penerapan ajaran Al Qur’an pun berkembang juga, terutama aturan-aturan yang berhubungan dengan masalah duniawi, disesuaikan dengan situasi dan kondisi setempat, disesuaikan dengan kearifan lokal, sesuai bahasa kaumnya. Umat Islam membuka era peradaban baru, di Spanyol dan Turki, Persia, India, Pakistan dll. namun Ruh Islami tetap hidup di dalamnya. Tidak heran bila kemudian bermunculan madzhab-madzhab, karena dalam Islam perbedaan pendapat adalah hikmah. Itu terjadi satu abad setelah Rosulullah wafat. Dari kalangan Ahli Sunah muncul 4 madzhab besar dari : Imam Hanafi, Maliki, Hambali dan Syafi’i. Misalnya Imam Syafi’i menerapkan hukum-hukum Syariat yang berbeda ketika beliau di Bagdad dan ketika beliau di Mesir, namun walaupun demikian bila ditinjau dari segi essensinya sama. Contoh lainnya adalah kebiasaan mengkhitan anak perempuan sebagai tradisi masyarakat di Afrika Utara,

ada sebagian pengikut madzhab Maliki tidak melarang tradisi tersebut karena kebetulan mereka bermukim di daerah Afrika Utara sedangkan madzhab Hanafi, Hambali dan Syafi’i tidak menganjurkan. Tradisi ini pernah ada di Indonesia. Golongan Syi’ah juga mempunyai tata cara syariat sendiri dan terpecah menjadi beberapa madzhab yang kemudian berkembang sendiri-sendiri. Demikian juga di kalangan ahli Ilmu Kalam ada aliran Muta’zilah dan Asy’ariah. Berarti hukum-hukum syariat yang ada sekarang ini adalah hasil pemikiran para ulama besar saat itu yang disesuaikan dengan perkembangan situasi dan kondisi masyarakat setempat dimana beliau-beliau itu berada. Tampaknya para ulama besar saat itu sangat lues dalam merealisasikan ajaran Islam , tidak kaku, tidak dogmatis yang hanya terpaku pada teks, tidak terkesan memaksa, sehingga masyarakat melaksanakannya secara suka rela dengan hati yang tulus. Ajaran Islam sangat menghargai hak-hak pribadi, tidak ada paksaan dalam ajaran Islam. Hal ini mungkin sesuai dengan sabda Rosulullah : 

Berikan kemudahan dan jangan menyulitkan orang.

Urusan dunia engkau lebih tahu, namun tata cara beribadah ikutilah cara-ku.

Bila kita perhatikan ayat-ayat Al Quran di atas, Tuhan pun tidak menghendaki umatnya susah. Dalam Surat Ibrahim 14 : 4 mengenai pengertian bahasa kaumnya tidak hanya sekedar bahasa lisan namun bisa berarti budaya yang sedang berkembang di masyarakat dimana para utusan, para ulama, para wali Allah itu berada. Muncul pertanyaan dalam hati penulis dalam menghadapi situasi Bangsa Indonesia yang sedang terpuruk saat ini, adakah keberanian para ulama di Indonesia untuk membuat terobosan-terobosan yang mendasar dan menyeluruh, seperti para ulama besar pada zaman Imam Syafi’i, tidak hanya sekedar merubah Undang-Undang Perkawinan, dan mengharamkan rokok saja. Misalnya tentang Zakat 2,5% yang tidak tercantum di dalam Al Quran dan Hadits, mungkin bisa menjadi 1/5 bagian atau 20% . Hal ini mungkin bisa dijabarkan sesuai Firman Allah : Ketahuilah, sesungguhnya apa yang kamu peroleh sebagai rampasan perang, maka sesungguhnya 1/5 adalah untuk Allah dan Rosulnya, untuk kerabat dan anak yatim, orang miskin, orang dalam perjalanan. Ta’atilah ketentuan itu jika kamu beriman kepada Allah…. ( AL ANFAL 8 : 41 )… Ingatlah, kamu ini orang-orang yang diajak untuk menafkahkan hartamu di jalan Allah, maka di antara kamu ada orang yang kikir, dan siapa yang kikir, sesungguhnya dia kikir terhadap dirinya sendiri, Allahlah yang Maha Kaya, sedangkan kamulah yang membutuhkan-Nya, dan jika kamu berpaling ( kikir ), niscaya

Allah akan mengganti kamu dengan kaum yang lain dan mereka tidak akan seperti kamu ( MUHAMMAD 47 : 38 ) Kata Rosulullah, perang yang paling hebat adalah perang melawan hawa nafsu…!!! Karena umat Islam kikir, zakatnya hanya 2,5% sedangkan umat lain besarannya 10% maka wajar bila Allah mengganti umat Islam dengan umat yang lain. Wajar bila umat Islam tertinggal. Bagaimana dengan pajak??? Agaknya harus dimusyawarahkan bersama, antara DEPAG dan pihak pemerintah, kemudian dibuat Peraturan Pemerintah, agar bila sudah membayar zakat maka pajaknya bisa dikurangi, sehingga tidak memberatkan umat Islam. Kemudian tentang kurban pada saat Idul Adha bahwa : Ikhlas kepada Allah ( semata ) dan tiada mempersekutukan-Nya ( AL HAJJ 22 : 31 ) Bukan daging dan bukan darah yang sampai kepada Allah adalah ketakwaan kamu ( AL HAJJ 22 : 37 ). Bila kita simak essensi dan substansi ayat tersebut adalah keikhlasan semua orang pasti akan mengatakan iya, namun kalau penerapannya dirubah tidak seperti yang sudah baku saat ini, mungkin tidak ikhlas. Misalnya, pada saat terjadi bencana alam Tsunami, salah seorang pejabat atau mantan pejabat, beliau juga seorang pakar dalam agama Islam mengatakan bahwa uang yang diniatkan untuk kurban Idul Adha boleh dikirimkan untuk kurban Tsunami. Atau yang kita lihat dongeng di TV tentang seorang yang tidak jadi pergi untuk menunaikan ibadah haji karena uangnya disumbangkan kepada orang lain yang sangat memerlukan untuk biaya pengobatan. Pada akhir cerita, menurut Rosulullah dialah orang yang menjadi haji mabrur. Dia tidak ke Mekah … Haji mabrur melalui keikhlasan. Pada awalnya Allah memerintahkan Ibrahim untuk mengurbankan Ismail, sebagai ujian bagi mereka. Setelah mereka lulus maka Allah pun mengganti kurbannya menjadi seekor kambing jantan. Sekarang boleh unta atau sapi jantan bahkan kita bisa membeli daging kornet kalengan untuk kurban. Itulah perubahan … Lalu apakah kita yakin bahan kornet itu daging sapi jantan yang disembelih secara halal dengan mengucapkan Asma Allah??? Saat musim haji, sebagian besar jemaah haji dari Indonesia tidak bisa datang sendiri ke tempat pemotongan hewan di Mekah untuk membeli hewan kurban. Biasanya mereka menitipkan uangnya untuk keperluan tersebut kepada seseorang yang dipercaya, baik secara pribadi ataupun secara berkelompok. Apakah uang amanah itu disampaikan atau tidak ??? kita tidak tahu. Ingat tidak semua orang jujur, mungkin lebih banyak yang tidak amanah… Lalu seorang ibu berkata : waktu di Mekah uang untuk kurban saya setorkan ke bank itu bagaimana ??? Terus terang saya tidak tahu apakah bank di Mekah kemudian membelikan hewan kurban sesuai jadwal atau tidak ???. Sepengetahuan saya bank di Indonesia hanya mengurus masalah kredit perumahan, mobil dan motor, tidak mengurusi pembelian hewan kurban. Jadi bagaimana ??? Ya

ikhlaskan saja… Seorang bapak berkata : Alhamdulillah sebelum saya berangkat haji, uang untuk beli hewan kurban sudah saya titipkan di kampung agar dagingnya dibagi-bagikan kepada masyarakat di kampung saya…dan saya yakin amanat itu pasti akan dilaksanakan… Konon kabarnya, pada zaman baheula hewan kurban yang disembelih di Mekah itu teramat sangat banyak, sehingga tidak tertangani dan akhirnya membusuk. Namun sekarang ini dengan adanya perkembangan teknologi, konon kabarnya hewan kurban itu diproses menjadi kornet kalengan yang kemudian dikirimkan ke negara-negara miskin di wilayah Afrika… Apakah benar demikian …!!!??? Bila benar, kenapa hak jemaah Indonesia dan para jemaah lainnya diabaikan …!!!??? Apakah mungkin dijadikan komoditas eksport oleh Arab …!!!??? Who know gitu loh …??? Apakah kita ikhlas bila uang untuk kurban itu dikelola dengan benar menjadi “bankmodal” bagi fakir miskin??? Atau takut bid’ah??? Bagi rakyat miskin di Indonesia justru kurban yang mereka berikan sangat besar, karena yang mereka kurbankan adalah “kurban perasaan”. Insya Allah mereka menjadi haji mabrur.. Setiap musim haji tidak kurang dari 200.000 jemaah berasal dari Indonesia setelah mereka berhemat melalui tabungan haji yang disebut Tabah, serta menunggu antrian yang cukup lama sekitar 5 – 7 tahun. Konon kabarnya jika kita ikut Tabah dengan setoran awal Rp 3.500.000 ke bank, kemudian setelah kita resmi terdaftar di DEPAG untuk diberangkatkan lima tahun mendatang, maka kita akan dapat dana talangan dari bank yang langsung dibukukan atas nama DEPAG. Berarti sampai 5 tahun mendatang sudah ada sekitar 1.000.000. ( satu juta ) calon jemaah haji yang sudah lunas dananya di Bank atas nama DEPAG. Tabah ini biasanya tanpa bunga, karena bunga bank dianggap riba, jadi hukumnya haram, walaupun bunga Bank besarnya hanya 0,4 persen perbulan. Bila kita bandingkan dengan para pedagang yang mengambil keuntungan berkisar antara 5 – 30 persen, sesungguhnya bunga bank jauh lebih kecil dari keuntungan yang diperoleh para pedagang. Apakah benar setiap Bank di Indonesia tidak memperhitungkan bunga atau bagi hasil bagi nasabah TABAH…??? Seandainya bunga bank itu ada 0,4% per bulan, dan hal ini telah berlangsung sejak puluhan tahun yang lalu, betapa besar dana yang sudah terhimpun. Jangankan puluhan tahun, satu bulanpun heboh. Bila dana untuk naik haji, menurut ketentuan DEPAG sebesar 25 juta rupia per orang : 1000.000 x 25.000.000 x 0,4% = Rp 100.000.000.000 ( seratus milyar ), tiap bulan, bayangin…wawww… Siapa yang berhak mencairkannya…??? Ini luarrr biasa…!!! Apakah kita tidak berpikir…??? Pake otak Bro…!!! Apakah bunga bank itu haram ataukah hanya akal-akalan dari para oknum DEPAG RI …??? Su’udzon ni ye…!!! Bunga bank kan manis, semanis Bunga Citra letari gitu lho…!!! Kalo mau jadi haji kan harus ikhlas… Ikhlas apa bego… atau dibegobegoin… Masalah uang adalah urusan dunia jadi harus pake otak tau …!!!??? Almarhum Gus Dur pun konon kabarnya tidak mengharamkan bunga bank… Kata Rosulullah : Mengenai urusan dunia engkau lebih tahu, akan tetapi mengenai urusan beribadah kepada Allah ikutilah cara-ku.

Berarti untuk urusan duniawi umat Islam masih bisa membuat hukumhukum sekunder, istilah sekarang adalah Amandemen UndangUndang Dasar. Ayat-ayat Al Qur’an tidak boleh dirubah, harus dipertahankan sesuai aslinya, namun implementasinya atau penjabaran dan penerapan ajaran Al Qur’an bisa disesuaikan dengan situasi dan kondisi yang ada, disesuaikan dengan perkembangan zaman. Namun masalah tata-cara beribadah, tata-cara penyembahan kepada Allah, tata cara shalat, ikutilah tata-cara yang telah dicontohkan oleh Rosulullah. Berarti untuk masalah perbankkan, masalah Teknologi Informatika serta masalah SDM untuk memperbaiki dan meningkatkan kondisi sosial ekonomi masyarakat diserahkan sepenuhnya kepada ahlinya yang lebih tahu. Kita harus mengikuti perkembanagn zaman. Menurut bahasa Al Qur’annya disesuaikan dengan bahasa kaumnya. Misalnya tentang masalah Undang Undang Perkawinan, apakah Al qur’an memperbolehkan perkawinan dari pasangan yang berbeda agama ??? Apakah pernikahan mereka yang berbeda agama tidak syah, sehingga dianggap zinah ??? Terutama bagaimana status umat penganut aliran kepercayaan, walaupun mereka minoritas namun mereka tersebar diseluruh kepulauan Indonesia dari Sabang sampai Meraoke. Aliran kepercayaan dianggap bukan agama, sehingga konon kabarnya status mereka berada dibawah DEPDIKBUD bukan dibawah DEPAG. Status perkawinan mereka tidak bisa memiliki Akte Surat Nikah dari DEPAG. Melalui Catatan Sipil pun agamanya harus di cantumkan sesuai agama yang diakui oleh pemerintah, sehingga anak-anak mereka sulit untuk mendapatkan Akte Kelahiran. Apakah penganut aliran kepercayaan harus dipaksakan masuk agama tertentu agar perkawinan mereka bisa melalui Catatan Sipil ??? Apakah mereka juga dianggap zinah ??? Apakah Allah pilih kasih terhadap umatNya… Lalu bagaimana nasib para TKW yang hamil tanpa nikah di Arab Saudi…??? Mari kita perhatikan Surat AL MAIDAH 5 : 5 dan Surat AL MU’MINUN 23 : 6 berikut ini, selanjutnya mengenai pernikahan pasangan yang berbeda agama dan masalah TKW yang hamil tanpa nikah di Arab pikirin aja sendiri …!!!??? Pada hari ini dihalalkan bagimu yang baik-baik. Makanan orangorang yang diberi Al Kitab itu halal bagimu dan makanan kamu halal pula bagi mereka. ( Dan dihalalkan mengawini ) wanitawanita yang menjaga kehormatan di antara wanita-wanita yang beriman dan wanita-wanita yang menjaga kehormatan di antara orang-orang yang diberi Al Kitab sebelum kamu, bila kamu telah membayar mas kawin mereka dengan maksud menikahinya, tidak dengan maksud berzina dan tidak ( pula ) menjadikannya gundikgundik. Barang siapa yang kafir sesudah beriman maka hapuslah amalannya dan ia di hari akhirat termasuk orang-orang yang merugi ( AL MA’IDAH 5 : 5 ).

Sungguh beruntung orang-orang yang beriman …. Yang menjaga kemaluannya kecuali terhadap istri-istri mereka atau terhadap hamba-hamba wanita yang mereka miliki, maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tidak tercela ( AL MU’MINUN 23 : 6 ) Istri-istri jelas ada suratnya.. Hamba-hamba wanitanya..??? Ada uratnya bro…!!! Maaf … punten pisan … sori menyori, ayem seuri, konon kabarnya TKW dari Indonesia di Arab Saudi banyak yang hamil di luar nikah karena ulah majikannya. Euleuh-euleuh kalo gitu mah betul kata Kang Kabayan, di sana mah babi haram, tapi babu halal … Kasihan nasib para pahlawan devisa … tanpa pembela. Kita hanya bisa ngusap dada …Istigfar …kang. Tanggung jawab siapa ??? Apakah karena terjadinya di tanah Arab sehingga tidak dianggap zinah …??? Apakah budaya Arab ini patut ditiru…??? Namun demikian kita harus bersyukur, karena konon kabarnya di Perumnas Cirebon ada seorang ibu yang bersedia menampung anak-anak dari TKW hasil mereka di Arab Saudi. Untuk sementara secara fisik anak-anak tersebut mendapat perlindungan walaupun secara psikologis perkembangan mereka di masa yang akan datang kita tidak tahu… Apalagi tanpa disertai pendidikan keagamaan yang memadai, semoga nantinya tidak ada stigma psikologis pada anak-anak tersebut. Bukan suatu hal yang mustahil bila kemudian terjadi juga perdagangan bayi …!!!??? Ketika TKW yang malang itu tiba di Bandara Sukarno-Hata, dari pada pulang kampung membawa aib, yah lebih baik bayinya “dititipkan” saja … kepada siapa saja yang mau…!!!??? Wajar rasa malunya mengalahkan hati nurani … beruntung dia tidak mati. Bila TKW ingin pulang ke Indonesia, pihak agensi di Arab Saudi tidak mau memberikan tiket pesawat yang lewat Singapore tapi harus lewat Hongkong, karena sudah ada kerja sama antara pihak agensi dengan maskapai penerbangan. Biayanya luarrr biasa…Di bandara Sukarno-Hata para TKW diperlakukan secara “khusus” melalui pintu keluar yang khusus untuk para TKW, dengan dalih untuk ketertiban, keamanan dan kenyamanan mereka. Luarrr biasa… Dari bandara disediakan transportasi khusus yang sudah disiapkan agensi. Inipun Luarrr biasa… Sehingga uang yang tersisapun luarrr biasa kecilnya … demikianlah obrolan dari salah seorang TKW kepada teman sejawat saya Dr. SpOG yang kebetulan mereka berada dalam satu pesawat dari Hongkong. Hanya satu dari seribu TKW yang bernasib baik. Pada umumnya TKW dianggap budak belian yang bisa diperlakukan semau gue, terutama di salah satu negara penghasil minyak di wilayah Arab. Pada era Sukarno bila orang Arab melihat orang Indonesia, dia akan menyapa : Ente Indonesia, Sukarno. Namun sekarang mereka mengatakan : Ente TKW, “Siti Khomsin”, artinya Siti Limapuluh, karena konon kabarnya bisa dibeli dengan uang 50 real… Subhanallah … Demikian kabar burung dari salah seorang yang pernah menyelesaikan pendidikannya di sana dan sekarang dia bekerja di salah satu Yayasan Pendidikan yang cukup beken di Cirebon.

Masalah-masalah TKW seperti ini agaknya terluput dari perhatian pemerintah. Hari ginie ngurusin TKW, banyak kerjaan tauu… Kasih aja hanpon, puas lu !!! Mungkin benar bila ada yang mengatakan bahwa bangsa kita sedang mengalami krisis di segala bidang, termasuk krisis moral. Kepedulian sosial, hati nurani dan rasa malu sudah terkikis habis dari bangsa ini. Semoga saja para pemimpin kita sadar bahwa harga diri bangsa ini sedang terinjak-injak… Entah kapan munculnya negarawan-negarawan yang religius di negeri ini, bukan sekedar poli – tikus…!!! Agama juga harus pakai akal, bukan akal-akalan, sekalipun itu tercantum di dalam Al Qur’an namun TKW bukan hamba sahaya. Kita harus memahami mana budaya Arab dan mana essensi Islam sebagai fitrah manusia. Sekali lagi menjadi orang Islam bukan berarti harus merubah kepribadian jadi arab atau kearab-araban. Urusan dunia engkau lebih tahu, demikian kata Rosulullah … Untuk urusan dunia, Al Qur’an itu ibarat beras yang bisa diolah jadi nasi kebuli bagi yang sehat atau jadi bubur ayam bagi yang sakit. Bagi yang mau berpikir, bagi yang punya otak…tidak dogmatis… Sesungguhnya Allah tidak akan merubah keadaan suatu kaum, kecuali kaum itu sendiri yang berusaha melakukan perubahan (AR RA’D 12 : 11 ) Allah menimpakan kemurkaan kepada orang-orang yang tidak mempergunakan akalnya ( YUNUS 10 : 100 ) Jadi jelas Islam itu dinamis tauuu …!!! Pengambilan hukum agama oleh Imam Syafei tidak sekedar ngunduh dari Al Qur’an dan sunah tapi juga mengacu kepada sejumlah kaidah metodologis tertentu. Ilmu Fiqih sebagai teori hukum sebenarnya merupakan proses kreatif yang dapat mempertemukan antara kebutuhan zaman dan norma agama. Bila ilmu Fiqih tidak dipergunakan secara kreatif maka akan berubah fungsi menjadi alat seleksi yang sangat normatif, mematikan kreativitas, mematikan semangat jiwa transformatif … Umat Islam saat kini berpandangan sempit dan sangat ekslusif, sehingga tidak mampu mengambil bagian dalam kebangkitan peradaban pada masa perkembangan IPTEK pasca era industri… Dogmatis dan tidak kreatif karena terpaku pada hukum fiqih. Pada akhirnya umat Islam hanya akan menjadi objek perkembangan sejarah, bukan sebagai pelaku yang bermartabat … Perlu dikembangkan agenda baru yang menampilkan universalisme dan kosmopolitanisme baru dalam ajaran Islam … Demikian Prolog Gus Dur dalam buku Nurcholish Madjid dkk : Islam Universal… Apakah keinginan Gus Dur ini bisa terwujud… !!!??? Pola pikir Gus Dur ini sangat bertolak belakang dengan golongan yang menghendaki Islam Azas Tunggal, dengan alasan untuk memurnikan ajaran Islam. Dibuat aturan yang harus diikuti oleh semua umat Islam di seluruh dunia. Bila tidak seragam seperti itu hukumnya haram… Masalah Islam Azas Tunggal ini sejak awal sudah ditentang oleh para sesepuh kita, para sesepuh pendiri NU. Disadari atau tidak, paham ini telah memasung

pola pikir umat islam di seluruh dunia. Suatu ambisi yang sangat egois… Imperialisme gaya baru yang mengatas namakan agama. Apakah hal ini merupakan kemajuan atau kemunduran …??? Kita bandingkan dengan kejayaan Islam di Spanyol, di Turki, kejayaan Islam zaman Ibn Arabi, Jalaluddin Rumi, Al Ghazali, Wali Sanga dll… Apakah mereka dogmatis…??? Ajaran Islam membaur, berasimilasi dan bersinergi dengan kultur setempat, membentuk peradaban baru, namun Ruh Islami tetap hidup di dalamnya … tidak terpasung …!!! Semoga pemerintah mampu membuat Undang-Undang Perkawinan yang bisa mengantisipasi dan mengatasi masalah perkawinan setiap umat yang ada di Indonesia, baik untuk kelompok mayoritas maupun untuk kelompok minoritas, sehingga setiap umat merasa nyaman menjadi warga negara Indonesia … Mari kita tunggu terobosan-terobosan dari para pakar, para imam di Indonesia… untuk membuat aturan main yang mendasar dan menyeluruh. Seandainya Gus Dur masih hidup, mungkin beliau akan berkata : 

Madzhab ala Indonesia…Fiqih ala Indonesia…Siapa takut…!!!

Gitu aja kok repot … WELCOME aja lagi…!!!

APAKAH UMAT ISLAM YANG BIKIN BINGUNG APE USTAD BRO…??? REVISI 02-Juni-2015

Dr H MAMAN SW SpOG http://www.drmamanspog.blogspot.com http://www.slideshare.net/drmaman

TERKECOH…??? ITU GUE…

APAKAH UMAT ISLAM TERKECOH…??? YANG BIKIN BINGUNG ITU GUE… APE USTAD BRO…??? Bro .. terus terang gue nggak pernah masuk pesantren.. waktu gue kecil belajar baca qur’an ngga pernah hatam… Bro, gue juga bukan ahli tafsir tapi gue suka baca tafsir qur’an.. Yang gue baca cuma tafsirnya, huruf arabnya ngga gue baca, jadi gue ngga bisa baca Qur’an dengan baik dan benar … apalagi nulisnya… Namun gue yakin Allah ngga akan marah, karena Allah Maha Tahu, Maha Pengampun, Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Kalo gue ngaji Qur’an ngucapinnya salah, bunyinya jadi aneh, Allah pasti ngerti. Gue belum ngomong juga Allah Maha Mengetahui apa maksud gue.. Yang ngga ngerti omongan gue itu orang Arab… Seumpama kita dengerin orang yang bibirnya sumbing terbelah sampai ke rahang atasnya, kata orang Betawi mah dia ngomongnya bindeng.. tapi kita ngerti dan tidak marah… Contohnya kalo orang bindeng nyebut nama dirinya MEMET NURHIKMAT…, kalo ente orang Sunda pasti ngga akan marah tapi tersenyum Bro, kedengerannya jadi gitu deh.. “MEME’’ NU NIKMAT… hehehe….porno… Waktu masih sekolah SD, gue diajarin wudu ame Sholat sama pak Ustad… Kata pak Ustad kalo kita punya wudu terus kentut, wudunya batal dan kita harus wudu lagi… Yang sampe sekarang gue masih ngga ngerti, kenapa pantatnya ngga dicuci… TOLONGIN GUE..pliss Bro…… BIAR GUE NGGA BINGUNG… Pak Ustad ngajarin gue sholat.. diawali dengan niat sholat kemudian takbir, mengucapkan ALLAHU AKBAR sambil mengangkat kedua tangan ke atas sampai ke dekat telinga… dilanjut dengan membaca do’a yang disebut do’a iftitah. Doa’ ini boleh dibaca boleh tidak. Ada beberapa macam do’a iftitah, namun yang diajarkan ke gue waktu kecil adalah : Allahu akbar kabiraw walhamdulillahi katsiro … dst… Innii wajjahtu wajhiya lilladzii fatharas-samaawaati wal ardha haniifam-muslimaw-wamaa ana minal musyrikiin ..dst.. Laa syariikalahu wa bidzaalika umirtu wa ana minal muslimin … Itu yang gue terima dari pak Ustad waktu gue kecil Bro… Setelah gue gede dan sering baca tafsir Qur’an, apa yang gue dapet dari pak Ustad, kenape berbeda ame yang ade di qur’an…??? Yang gue baca ayat aslinya dari Qur’an sbb : wajjahtu wajhiya lilladzii fatharas-samaawaati wal ardha haniifaw-wamaa ana minal musyrikiin (AL AN’AM 6 : 79) … haniifa ngga ditambahin muslimaw… Laa syariikalahu wa bidzaalika umirtu wa ana awalul muslimiin ( AL AN’AM 6 : 163 )..

Berobah menjadi… minal muslimin… awalul dan minal itu sangat berbeda… Awalul muslimin artinya sejak awal… sejak di alam arwah saya sudah muslim… minal muslimin artinya mulai saat ini saya muslim… tadi belum… apalagi kemarin Ape boleh kita ngerobah ayat Al Qur’an …???? Apakah selama ini umat Islam terkecoh…??? Gue jadi takut bro…takut kena laknat Allah… Katakanlah : Bagaimana pendapatmu jika itu datang dari sisi Allah, kemudian kamu mengingkarinya. Siapakah yang lebih sesat daripada orang yang selalu berada dalam penyimpangan yang jauh ( Fushshilat 41 : 52 ) Maka siapakah yang lebih jahat dari orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Allah dan berpaling dari pada-nya ??? Akan Kami beri ganjaran mereka yang berpaling dari ayat-ayat Kami dengan seburuk-buruknya siksaan ( Al An’am 6 : 157 ) Bro .. tradisi di kampung gue kalo ada orang yang mau meninggal, sudah koma, nafasnya cengap-cengap atau setelah jenazah dikubur biasanya dibacain do’a.. diantaranya do’a yang disebut do’a talqin yang juga sempat diajarin sewaktu gue masih di SD.. do’a talkin ini bisa kita baca pada buku kecil kumpulan do’a yaassiin dan tahlil yang dibagikan pada hari ke 40 oleh keluarga almarhum-almarhumah… Setelah gue baca tafsir dari do’a talqin itu Bro… ada bagian yang rada aneh… bukan karena gue nyeleneh… Maka ketika dua malaikat Munkar dan Nakir yang ditugaskan Allah mendatangi kamu, janganlah kamu menjadi terkejut atau gentar, karena keduanya adalah makhluk biasa seperti kamu, ketika mereka berdua bertanya kepada kamu : Siapakah Tuhan kamu ? Siapakah Nabi kamu ? Apakah agama kamu ? Apa kiblat kamu? Siapa pemimpin kamu? Dan siapakah saudaramu? Maka jawablah dengan tegas dan jelas serta meyakinkan : Allah adalah Tuhanku, Muhammad adalah Nabiku, Islam adalah agamaku, Ka’bah kiblatku, Al Qur’an adalah pemimpinku, dan kaum muslimin-muslimat, mukminin-mukminat adalah saudaraku.. Dan jika wanita jawablah : Aku rela Allah sebagai Tuhan, aku rela Islam agamaku, aku rela Muhammad Nabiku dan Rosul Allah… Bagi gue itu aneh dan membingungkan, karena tidak sejalan dengan tafsir yang gue baca di qur’an… Bukankah di qur’an dikatakan bahwa tangan dan kaki mereka bahkan lidah mereka, panca indera mereka, bahkan hati mereka memberikan kesaksian… ???

Lidah, tangan dan kaki mereka menjadi saksi terhadap apa yang mereka kerjakan. ( AN NUR 24 : 24 ) Berkatalah kepada Kami tangan mereka dan memberi kesaksianlah kaki mereka terhadap apa yang dahulu mereka usahakan ( YAASSIIN 36 : 65 ) Pendengaran, penglihatan dan hati masing – masing akan dimintai tanggung jawabnya ( Al Isra 17 : 36 ) Bukankah Allah Maha Mengetahui segalanya…??? Apakah Tuhan itu bego…??? Kenapa Allah menugaskan malaikat Munkar dan Nakir untuk bertanya…??? Bukankah Allah sudah menugaskan malaikat Rokib dan Atid untuk mencatat perilaku kita…??? Apakah malaikat Rokib dan Atid tidak tersinggung, karena catatan mereka tidak digubris…??? Apakah tidak ada koordinasi diantara para malaikat…??? Mereka kan masih dalam satu departemen…!!! Yang bikin gue penasaran bro, yang laki-laki dan yang wanita jawabannya berbeda…!!! Munkar dan Nakir itu bertanya kepada jasmaninya atau kepada ruhnya…??? Kalo Ruh .. apa Ruh ada kelaminnya…??? Kata Al Qur’an Allah menciptakan manusia bisa mendengar dan melihat itu hanya untuk diuji : Sesungguhnya telah Kami ciptakan manusia dari setetes mani yang bercampur yang Kami hendak mengujinya, karena itu Kami jadikan dia mendengar dan melihat. ( AL INSAN 76 : 2 ) Ujian dari Allah itu senantiasa ada sampai saat menjelang maut pun kita masih tetap diuji… Pada saat terakhir itu jin, syaethon , iblis dan sebangsanya datang menyamar menyerupai kerabat yang kita kenal yang sudah tiada, membujuk manusia agar mengikutinya… Pada saat seperti itu kata seorang sesepuh, kita harus membantu orang yang sedang dalam sakaratul maut agar dia tidak terpengaruh bujukan iblis… Nasehat sesepuh ini sangat rasional, masuk diotak gue Bro… Beliau bilang, agar ruh tidak terjebak bujukan syaethon dan iblis, maka syaethon, iblis dan sejenisnya itu harus di usir, sehingga perjalanan Ruh manusia langsung lurus menuju Allah tanpa hambatan… Pada hari saat harta benda dan anak-anak tidak berguna, kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih ( ASY-SYU’ARA : 26 : 88-89 ) Sesungguhnya Kami telah menunjukinya jalan yang lurus, ada yang bersyukur dan ada pula yang kafir ( AL INSAN 76 : 3 )… Inilah jalan yang lurus menuju kepada-Ku ( AL HIJR 15 : 41 ) Jangan ikuti jalan-jalan lain ( AL AN’AM 6 : 153 )

Oleh karena itu yang harus dibaca adalah Surat Pengusiran yaitu Al Hasyr 59 : 21-22-23-24. Lalu ditiupkan dari arah kiri kearah kanan, agar semua jin setan dan iblis yang menghalangi jalan disingkirkan. Kalau sekiranya Allah menurunkan Al Qur’an kepada sebuah gunung, pasti gunung itu akan tunduk, terpecah belah karena takut kepada Allah… itu sebagai perumpamaan bagi kita, agar kita berpikir Bro… Kalau sekiranya Kami menurunkan Al Qur’an ini kepada sebuah gunung, pasti kamu akan melihatnya tunduk terpecah-belah disebabkan takut kepada Allah. Dan Kami buat perumpamaanperumpamaan itu untuk manusia agar mereka berpikir. Dialah Allah, tiada Tuhan selain Dia, Yang Mengetahui yang ghoib dan yang nyata. Dia Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Dia Allah, tiada Tuhan selain Dia, Raja, Yang Maha Suci, Maha Penyelamat, Maha Pemberi Keamanan, Maha Pemelihara, Maha Perkasa, Maha Kuasa, Maha Agung, Maha Suci Allah dari apa yang mereka persekutukan. Dialah Allah Yang Menciptakan, Yang Mengadakan, Yang Membentuk Rupa, Yang Memiliki Asma ul Husna. Bertasbih kepadaNya apa yang ada di langit dan di bumi. Dia Maha Perkasa dan Maha Bijaksana. (Al Hasyr 59 : 21-22-23-24) Selanjutnya kita mohon agar Utusan Allah yang sangat menyayangi kita datang dan kita berharap agar si sakit yang sedang menjelang maut tetap bertawakal kepada Allah, maka kita harus membacakan Surat At Taubah 9 : 128-129.. untuk si sakit… Telah datang kepadamu seorang utusan dari kaum-mu sendiri, yang sangat merasakan penderitaan-mu, yang sangat menginginkan ( keimanan dan keselamatan ) bagimu, amat belas kasih dan penyayang terhadap orang-orang mukmin. Jika mereka berpaling, maka katakanlah : Cukup Allah bagiku, tiada Tuhan selain Dia, hanya kepadaNya aku bertawakal, dan Dia Tuhan Pemilik Arsy Yang Agung (Surat At Taubah 9 : 128-129) Kemudian siapakah Utusan itu…??? Itulah Dia Yang Maha Suci, Yang Maha Kudus, Tuhan malaikat dan Ruh. Subbuhun, Kuddusun, Robbuna wa Robbul malaikatu wa Ruh… Yang bagaimana …??? Dia adalah Cahaya diatas Cahaya, Allah akan membimbing dengan Cahayanya menuju kepada Cahayanya ( An Nuur 24 : 35 ).. Do’a selanjutnya : Bismillaahi nikmatilladzina an amtuna alaena wa kafa bihi nikmati islam…agar si sakit mendapatkan nikmat Islam… yaitu Innalillahi wa innailaihi roojiun, dari Allah kembali kepada Allah. Dari Cahaya Kembali kepada Cahaya, bukan ke surga… Selanjutnya secara bergantian kita membisikkan Asma Allah ditelinga si sakit, agar dia tetap tawakal…sampai akhir hayatnya tetap mengingat Allah… Akhirnya dia kembali kepada Allah, meninggal dengan tenang… Sampai saat ini belum pernah ada yang meninggal dengan sukses…hehehe….

Apapun agamanya dia kembali kepada Sang Pencipta. Semua ciptaanNYA disebut mahluk, ada yang tampak dan ada yang tidak tampak. Surga adalah ciptaan Allah yang tidak tampak.. Jadi surga itu mahluk… Silahkan pilih sendiri mau kembali kepada Allah atau ke surga…??? Monggo wani piro…!!! Bila kita lulus pada saat ujian terakhir, maka kita akan mendapat keridoan Allah dan mendapat ucapan selamat dari Allah.. Wahai nafsu mutmainah ( jiwa yang tenang ), datanglah kepada Tuhan-mu dengan rasa suka cita dan penuh keridhoan, masuklah ke dalam golongan hamba-hamba-Ku dan masuklah kedalam surga-Ku ( AL FAJR 89 : 27 – 30 ) Ucapan selamat dari Tuhan. Salaamun qaulam mirobbirahiim ( YAASSIIN 36 : 58 ) Pada hari itu wajah mereka ( yang beriman ) berseri-seri, karena melihat wajah Tuhan-nya. Wajah-wajah ( orang kafir ) muram, karena akan ditimpakan kepadanya malapetaka yang dasyat ( AL QIYAAMAH 75 : 22-23-24-25 ) Sesepuh itu berpesan agar bila saatnya tiba beliau tidak ingin dibacakan do’a talkin… Beliau sangat menganjurkan agar doa’ Talqin pada saat pemakaman itu di ganti dengan do’a yang lebih masuk akal. Bro… Hal itu memang tidak lajim, tapi sumber ayatnya jelas… Menurut lo gimana Bro…??? Emangnye gue pikirin…hehehe…!!! Kebiasaan di kampung gue Bro..setelah membaca do’a Talqin mayit, selanjutnya berdo’a agar yang meninggal itu masuk surga… Ada apa di surga…??? Ternyata hanya ada kesenangan fisik.. Tanpa jasmani apakah kita bisa menikmati apa yang ada di surga…??? Kalo Ruh ada kelaminnya, gadis-gadis montok dan bidadarinya bisa hamil, gue bisa praktek disana nolongin bidadari lahiran… hehehe… Surga yang mengalir sungai-sungai dibawahnya…mereka diberi buah-buahan… mereka memperoleh pasangan-pasangan yang suci ( AL BAQARAH 2 : 25 ) Dan kasur-kasur yang tebal lagi empuk ( AL WAQIAH 56 : 34 ) Dan gadis-gadis montok yang usianya sebaya ( AN NABA 78 : 33 ) Di dalam surga itu ada bidadari-bidadari yang sopan menundukkan pandangan, tidak pernah disentuh oleh manusia sebelum mereka dan tidak pula oleh jin. Maka nikmat (SEX ) Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan ( AR-RAHMAN 55 : 56-57 ) Minuman dari gelas yang campurannya adalah air kafur … ( AL INSAN 76 : 5 ) Wedang jahe dari mata air salsabila… ( AL INSAN 76 : 17-18 ) Campuran khamr murni dari Tasnim ( AL MUTAFFIFIN 83 : 27 )

Minuman di surga air kapur dan wedang jahe…??? Namun menurut berita terkini di sana sudah ada perbaikan gizi, sudah ada es cream magnum, capucino, fanta dan coca cola. Surga gitu loh… Nerakanya juga sudah dipasangin AC… Luaaarrr biasa… hehehe… Apakah neraka dan surga itu hanya bahasa metapora… bahasa kiasan …??? Apakah neraka kehidupan yang sempit di dunia…!!!??? Kemudian setelah bertaubat, Allah memberikan barokahNya, berupa kesenangan hidup di dunia… Apakah surga adalah kesenangan hidup di dunia yang memperdayakan karena ada nafsu…!!!??? ( buka www.drmamanspog.blogspot.com/Adakah-Reinkarnasi-diDalam-Al-Qur’an ) Barang siapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit dan kami akan menghimpunnya pada hari kebangkitan dalam keadaan buta ( THAHA 20 : 124 ) Mereka menetap di dalamnya, tidak akan diringankan baginya siksaan, dan tidak pula mereka ditunda (siksaannya), kecuali mereka kemudian bertaubat dan berbuat baik, sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang ( ALI IMRAN 3 : 88 – 89 ). Setiap yang memiliki nafs (nafsin) akan merasakan kematian dan pada hari kebangkitan akan dibayarkan kepada kamu ganjaranmu. Barang siapa dipindahkan dari api (neraka) dan dimasukkan ke dalam surga, sesungguhnya ia memperoleh kemenangan dan kehidupan dunia itu hanyalah kesenangan yang memperdayakan… (ALI IMRAN 3 : 185). Kata pak Ustad…nanti setelah hari kiamat para Ruh itu dikumpulkan di Padang Masyar..untuk diadili… Bayangan gue Bro… Padang Masyar itu suatu lapangan yang sangat-sangat luas, milyaran Ruh berkumpul disana untuk diadili… Karena belum ada yang diadili, berarti sampai sekarang neraka ame surga masih kosong ya Bro, …!!! Sekarang para Ruh lagi ngapain…??? Mana yang lebih rasional… ??? Gue bingung Bro… Apakah kita terkecoh…??? CAPE DEH… Yang bikin bingung itu gue atau pak ustad Bro…??? TOLONGIN GUE …… pliissss Bro… BIAR GUE NGGA BINGUNG… Bila kita beribadah kepada Allah, bila kita berserah diri kepada Allah, dasarnya ikhlas semata-mata kepada Allah, jangan mengharapkan surga, jangan mengharapkan apapun, kecuali mengharapkan keridoan Allah, biarkan Allah yang mengatur… Firman Allah :

Hai orang-orang yang beriman bertakwalah dengan sungguh-sungguh dan janganlah engkau mati kecuali dalam keadaan berserah diri … ( Al Imran 3 : 102 )

Do,a : Ya Allah wafatkanlah aku sebagai orang yang berserah diri kepada Mu… ( Al A’raf 7 : 126 dan Yusuf 12 : 101 ) Upahku tidak lain hanyalah dari Allah belaka, dan aku disuruh supaya aku termasuk golongan orang-orang yang muslim. ( YUNUS 10 : 72 ) Atau kamu meminta upah kepada mereka, maka upah dari Tuhanmu adalah lebih baik dan Dia pemberi rizki yang paling baik ( AL MU’MINUN 23 : 72 ) Dan aku sekali-kali tidak meminta upah kepadamu atas ajakan itu, upahku tidak lain hanya dari Tuhan Semesta Alam ( ASYSYU’ARA 26 : 180 ) 

Sesungguhnya kami memberi makanan kepadamu hanyalah untuk mengharapkan keridhoan Allah, kami tidak mengharapkan balasan dan tidak pula terima kasih dari kamu ( AL INSAN 76 : 9 ). Dan orang-orang yang sabar karena mencari keridhoan dari Tuhan-nya, mendirikan sholat dan menafkahkan rizki yang Kami berikan kepada mereka secara sembunyi atau terang-terangan serta menukar kejahatan dengan kebaikan, orang-orang itulah yang mendapat tempat akhir ( yang baik ) ( AR- RAD 13 : 22 ) Janganlah kamu membelanjakan sesuatu melainkan karena mencari keridhoan Allah ( AL BAQARAH 2 : 272 ) Dan keridhoan Allah adalah lebih besar, itu adalah keberuntungan yang besar ( AT TAUBAH 9 : 72 ) Ikhlas kepada Allah ( semata ) dan tiada mempersekutukan-Nya ( AL HAJJ 22 : 31 ) Maka sembahlah Allah dengan memurnikan (mukhlis) ketaatan kepada-Nya Katakanlah : “sesungguhnya aku diperintahkan supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam ( menjalankan ) agama” (AZ-ZUMAR 39 : 2, 11, 14 ) Mereka tidak diperintahkan melainkan agar beribadah kepada Allah dengan memurnikan (mukhlis) ketaatan kepada-Nya dalam agama ( AL BAYYINAH 98 : 5 ) … Tuhan menyuruh menjalankan keadilan, dan luruskanlah wajahmu di setiap sholat dan sembahlah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya… ( AL A’RAF 7 : 29 ). Sesungguhnya sholatku, ibadatku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam ( AL AN’AM 6 : 162 )

Bila kita membaca buku : RAIHLAH HAKIKAT, JANGAN ABAIKAN SYARIAT, Adab-adab Perjalanan Spiritual, terjemahan Wahyuddin dari Syeikh Abdul Qodir Jaelani : Adab as-Suluk wa at-Tawashshul ila Manazil al Muluk, pada halaman terakhir, dikatakan bahwa pada saat Syeikh Abdul Qodir Jaelani menjelang maut, lidah beliau dilipat keatas menyentuh langit-langit menyebut Asma Allah… Allah… Kemudian beliau pun wafat … Beliau wafat sebagai muslim… Muslim artinya berserah diri… pasti wajah beliau bercahaya… Wajah beliau berseri-seri karena melihat Wajah Tuhannya… bukan melihat surga… gitu loh…. Pada hari itu wajah mereka ( yang beriman ) berseri-seri, karena melihat wajah Tuhan-nya. Wajah-wajah ( orang kafir ) muram, karena akan ditimpakan kepadanya malapetaka yang dasyat ( AL QIYAAMAH 75 : 22-23-24-25 ) Lalu bagaimana dengan Rosulullah ….??? Beliau sangat mencintai umatnya … itu pasti … kita semua tidak ada yang meragukan Rosulullah … Rosulullah saw yang berakhlak mulia, jujur, tablig, amanah, fatonah… Kita semua harus berakhlak seperti Rosulullah saw…terutama bagi para pejabat pemerintah dan para ulama…sebagai panutan… Di Indonesia… 

Fatonah-nya … ditahan KPK

Amanah-nya … perawat di RST CIREMAI sudah pensiun

Tablig-nya … diambil alih para Da’i…

Jujur-nya… ditelikung MK…????

 ngga ada lagi yang tersisa bro…!!! Namun tentang dongeng yang beredar sampai saat ini, bahkan di SCTV dalam sintron USTAD FOTO COPY, Safe’i berceramah tentang Rosulullah yang sangat mencintai umatnya … saat menjelang maut pun beliau masih memikirkan umatnya …. Sehingga yang terucap dari bibir beliau justru … UMATI … UMATI … bukan mengucapkan ASMA ALLAH …. SUBHANALLAH …. Dongeng ini sangat menghina Rosulullah … karena dongeng ini melukiskan seolah-olah Rosulullah wafat dalam keadaan tidak ikhlas … tidak berserah diri kepada Allah … pada saat-saat terakhir masih memikirkan umatnya … masih memikirkan duniawi… itu merupakan dosa syirik tersembunyi. Ini suatu hal yang tidak mungkin terjadi pada diri seorang Rosulullah … Mustahil Rosulullah wafat dalam keadaan tidak berserah diri kepada Allah… Mustahil Rosulullah masih tidak ikhlas… Subhanallah…

Hai orang-orang yang beriman bertakwalah kepada Allah dengan sungguh-sungguh dan janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan berserah diri (ALI IMRAN 3 : 102). Ikhlas kepada Allah ( semata ) dan tiada mempersekutukan-Nya ( AL HAJJ 22 : 31 ) Ya Allah wafatkanlah aku sebagai orang yang berserah diri kepada Mu… ( Al A’raf 7 : 126 dan Yusuf 12 : 101 ) Menurut lu gimana Bro…??? Mulai kapan dongeng ini beredar …??? Apakah dari para pendampingnya pada saat-saat terakhir beliau …??? Siapa saja yang mendampingi beliau pada saat-saat terakhir…??? Apakah berdasarkan Hadits …??? Siapa yang bertanggung jawab atas dongeng tersebut …??? Pegangan kita Al Qur’an dan Sunah. Apakah boleh, saat kita membimbing orang yang sedang sakaratul maut, kita berbisik di telinganya… umati.. umati… uu.. mati.. uu… mati.. mati… lu mati… mati deh lu…!!!??? Lu mampus…mampus… modddarrr…!!! Bukan Allah..Allah..Allah..!!! Ini luarrrr biasa… Masalah Hadits, mulai diperdebatkan 100 tahun setelah Rosulullah wafat … dan buku hadits pertama kali muncul konon kabarnya setelah 200 tahun Rosulullah wafat… berarti melalui proses panjang, melalui perdebatan sengit antara kelompok yang berkepentingan … Mungkin ada yang diberi bumbu atau ada yang disembunyikan bahkan ada yang dibuang … Kita tidak tau… Apakah dongeng saat-saat terakhir dari Rosulullah itu bisa kita percaya …??? Apakah kita tidak sadar dongeng itu sangat , sangat merendahkan martabat Rosulullah saw…??? Apakah ini memang ada unsur kesengajaan dari golongan orangorang yang memusuhi Islam…??? Lu pikirin sendiri aja Bro …!!! Gue bingung …!!! Cape deh …!!! Yang bikin lo bingung … masih ada lagi ngga… …??? Ya memang masih ada unek-unek gue Bro…diantaranya tentang Surat Al MU’MINUN AYAT 1-6… Masalah apaan tuh…??? Kalo gue ngomong, gue khawatir itu masalah buat lu Bro … soalnya nih di Arab, yang disebut zinah itu apa..Bro…??? Otak lu udah ngeres kali ye…??? Gue ngga sangka temen gue yang satu ini jiwa dan pikirannya rusak parah…. Terserah lu mau bilang ape, bagi gue ga masalah Bro … Coba lu baca sendiri tafsirnya kan lu mesantren.. gua mah nggga…??? Secara garis besarnya aja Bro… nanti lu lihat sendiri di Qur’an ye… Sungguh beruntung orang-orang yang beriman, yang khusuk dalam sholatnya, yang tidak omong kosong, yang membayar zakat dan …. Yang menjaga kemaluannya kecuali terhadap istriistri mereka atau terhadap hamba-hamba wanita yang mereka miliki, maka sesungguhnya mereka (orang Arab) dalam hal ini tidak tercela ( AL MU’MINUN 23 : 1-6 )

Istri-istri itu jelas lebih dari satu dan jelas ada suratnya… tapi hambahamba wanitanya… gimana Bro……??? Ngga pake surat tapi pake URAT kalieee ye…hehehe …!!! Jadi wajar kalo di Arab TKW pada hamil… Di Arab mah babi haram… tapi babu harum… hehehe… Masalah pelecehan seksual adalah masalah harga diri. Harga diri kita sebagai manusia. Harga diri kita sebagai Bangsa yang besar, sebagai Bangsa Indonesia, wajar bila ada TKW yang merasa lebih baik mati daripada harga dirinya diinjak-injak, sehingga dia tega… membunuh majikannya…Dia terancam hukuman mati atau harus membayar DIYAT…yang besarnya ADUHAI….!!! Apakah masalah diyat itu termasuk mencari keuntungan dengan jalan bathil karena membawa masalah duit kehadapan hakim… ??? ( AL BAQARAH 2 : 185 ) Menurut ajaran Islam : Islam itu lembut dan pemaaf, memaafkan itu jauh lebih baik… Maka disebabkan rahmat Allahlah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu, karena itu maafkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka dan bermusyawarahlah dengan mereka … ( ALI IMRAN 3 : 159 ) Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal soleh, kelak Allah akan menanamkan dalam ( hati ) mereka rasa kasih sayang ( MARYAM 19 : 96 ). Allah menjadikan kamu cinta kepada keimanan dan menjadikan iman itu indah dalam hatimu serta menjadikan kamu benci kepada kekafiran, kefasikan dan kedurhakaan. Mereka itulah orang-orang yang mengikuti jalan yang lurus ( AL HUJURAT 49 : 7) Barang siapa yang hatinya dibuka oleh Allah kepada Islam (fitrah), maka dia itu mendapat Nur dari Tuhan-nya ( AZ-ZUMAR 39 : 22 ) Katakanlah : Tuhanku hanya mengharamkan perbuatan keji, baik yang tampak maupun yang tersembunyi, perbuatan dosa yang melanggar hak manusia tanpa alasan yang benar ( AL A’RAF 7 : 33 ) Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat peringatan bagi orang-orang yang mempunyai mata hati ( QAF 50 : 37 ) Allah Maha Mengetahui apa yang terjadi di Arab pada zaman jahiliyah, sehingga Allah menurunkan seorang Rosul dan Al Qur’an yang berisikan tata cara beribadah serta hukum-hukum yang sesuai dengan budaya Arab

jahiliyah saat itu. Misalnya hukum bagi waris, tata cara membuat perjanjian, hukum nikah.. timbangan saat jual-beli… larangan untuk mencari keuntungan dengan jalan bathil… termasuk hukum cambuk bagi mereka yang berzinah dll… sesuai dengan budaya Arab jahiliyah pada saat itu dan mungkin ada yang tidak sesuai lagi dengan situasi globalisasi masa kini… Kata Nabi Muhammad saw : masalah urusan dunia engkau lebih tahu, tata cara beribadah ikutilah caraku. Urusan dunia itu apa…??? Itu adalah urusan mulut, urusan perut dan urusan di bawah perut… Masalah diyat adalah masalah duit, itu adalah urusan dunia… Masalah urusan dunia aturan mainnya bisa dirubah, disesuaikan dengan kearifan local, disesuaikan dengan kultur masingmasing… Masalah tata cara beribadah tidak bisa kita rubah, harus sesuai dengan apa yang diajarkan oleh Rosulullah SAW. Dengan demikian kita bisa memahami mana budaya Arab dan mana ajaran Islam… Pertanyaannya : Diyat itu apakah budaya Arab atau ajaran Islam…??? Menurut lo gimana Bro…??? Diyat itu budaya Arab… sehingga dijadikan ajang bisnis oleh orang Arab… Kalo terjadi pelecehan seksual terhadap mereka, kenapa para kiyai, para ulama di Indonesia ngga ada yang belain mereka ya…??? Apakah karena para kiyai kita terpengaruh ayat AL MU’MINUN 23 : 1-6…??? Apakah umat Islam di Arab serta para kiyai dan para ulama di Indonesia tidak memperhatikan Surat Al Maidah 5:5… masalah berzinah dan gundik-gundik….??? Walaupun mereka itu TKW tapi mereka itu kan Bangsa Indonesia. Mereka itu pahlawan devisa. Pelecehan seksual terhadap mereka pada hakikatnya itu adalah pelecehan terhadap harga diri Bangsa Indonesia… Mentri Peranan Wanita bungkem… bahkan RI 1 sebagai Kepala Negara hanya sekedar bicara : Kasih aja mereka handphone … Sepertinya jiwa korsa, rasa nasionalisme, rasa kepedulian sosial di Negara kita ini sudah pudar ya Bro…Ini luar biasa, tidak seperti Negara Pilipina.. Kepala Negaranya langsung bersikap keras dan lantang membela warga negaranya yang diperlakukan semena-mena di Arab Saudi… atau dimanapun warga negaranya berada… Semoga aja pemerintah kita mau membela TKW kita yang membunuh majikannya karena membela diri melalui sidang pengadilan yang jujur… tidak sekedar harus membayar diyat… Suatu hal yang luar biasa adalah yang menggalang dana untuk membela TKW yang terancam hukuman mati itu bukan dari kalangan ulama atau kiyai tapi dari seorang artis sexi… hehehe… Seandainya… Seandainya… kita berandai-andai… bahwa Bunga Bank tidak diharamkan… Seandainya DEPAG dan Bank transfaran…

Seandainya Tabungan Haji (Tabah) itu berbunga… Seandainya bahwa setiap tahun jemaah haji dari Indonesia ada 200.000 orang, berarti dalam waktu lima tahun ada 1000.000 orang jemaah dari Indonesia.. Konon kabarnya jika kita ikut Tabah dengan setoran awal Rp 3.500.000 ke bank, kemudian setelah kita resmi terdaftar di DEPAG untuk diberangkatkan lima tahun mendatang, maka kita akan dapat dana talangan dari bank yang langsung dibukukan atas nama DEPAG. Bila dana untuk naik haji, menurut ketentuan DEPAG sebesar 25 juta rupia per orang. Seandainya bunga bank untuk TABAH itu ada sebesar 0,4% saja perbulan, DEPAG dapat uang berapa…??? … Wawww… berarti : 1000.000 x 25.000.000 x 0,4% = Rp 100.000.000.000 (seratus milyar rupiah), tiap bulan, bayangin… wawww… Ini luarrr biasa…!!! Apakah kita tidak berpikir…??? Berarti dana untuk diyat 15 milyar itu mah kecil Bro…Minta aja sumbangan untuk membayar diyat itu ke DEPAG. Gitu aja ko Repot… Kita berdo’a saja semoga pemerintah Indonesia mau berupaya mengajukan usulan ke Mahkamah Internasional mengenai pelanggaran Hak Azasi Manusia terhadap TKW Indonesia di Arab… agar Arab bisa lebih manusiawi… Orang Arab punya hati nurani ngga Bro…??? Kata Rosulullah : mintalah fatwa kepada hati nuranimu setelah orang lain memberimu fatwa… Maka bertanyalah kepada orang-orang yang berpengetahuan jika kamu tidak mengetahui ( An Nahl 16 : 89 ) Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat peringatan bagi orang-orang yang mempunyai mata hati ( QAF 50 : 37 ) Sekarang ini abad IPTEK Bro… kalo lu mau tanya tentang segala macem, lu tinggal klik embah GOOGLE. Sekarang ini ziarah kubur udah ketinggalan zaman Bro… mendingan lu ziarah internet, bisa cari ilmu dan cari duit… dan juga cari jodoh… Bro… melalui IPTEK, dunia jadi terasa seperti suatu perkampungan yang besar tanpa batas, karena kita bisa bertatap muka lewat dunia maya… Bukan suatu hal yang mustahil generasi muda sekarang ketemu jodohnya lewat dunia maya walaupun berbeda bangsa dan berbeda nama agamanya… Ya Bro, berbeda nama agamanya… karena semua agama mengajarkan hal yang sama. Seandainya internet sudah ada sejak zaman baheula, sudah ada sejak zaman dahulu kala, mungkin kita bisa internetan dengan para Rosul di seluruh dunia, baik yang di Arab, di Cina, di Tibet, maupun dimana saja… Ternyata para Rosul itu mengajarkan hal yang sama… yaitu tentang keimanan, ketakwaan, kesucian, kedamaian, keselamatan, kasih-sayang, kesabaran, keikhlasan serta berserah diri kepada Tuhan Yang Maha Esa… Itulah agama Fitrah, itulah Islam sejati yang dianut semua umat….

Apapun nama agamanya, para Rosul itu sudah berserah diri kepada Allah, mereka itu sudah muslim. Tata cara untuk mencapai kesempurnaan pun sama yaitu melalui dzikir-meditasi. Oleh karena itu hasil akhirnya juga sama. Hal ini kita buktikan dari hasil pemeriksaan laboratorium darahnya, rekaman gelombang otaknya dan rekaman cahaya auranya… Masalah nama agama, ada yang bilang papaya, ada yang bilang kates, ada yang bilang gedang. Setelah dikupas isinya sama, ketika dimakan rasanya sama dan hasil akhirnya juga sama, jadi tinja bro… hehehe… Kita ngga usah merasa diri memiliki papaya paling mateng… kematengan jadi busuk… malah ngga bisa dimakan… hehehe… Sesungguhnya agama kamu ini satu agama saja, dan Aku adalah Tuhan-mu, oleh karena itu sembahlah Aku ( AL ANBIYA 21 : 92 ) Hadapkan wajahmu dengan lurus kepada agama fitrah, Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada perubahan pada fitrah Allah …( AR-RUM 30 : 30 ) Tinggal pengembangan diri lu mau gimana… terserah lu Bro… lu jangan dogmatis… lu harus kritis… Islam itu pemaaf, Islam itu lembut, Islam itu dinamis… Iman itu indah… Hidup itu sekedar guyonan… Itu kata Qur’an Bro… Enjoy aja lagi… Allah itu bukan milik orang Arab… Allah adalah Tuhan bagi semesta alam… Oleh karena itu Allah ridak membeda-bedakan umatnya apapun nama agamanya. Yang dibedakan Allah adalah kadar keimanan dan ketakwaan umatnya… Yang dilihat Allah adalah hatinya, bukan wajahnya, bukan janggutnya, bukan gamisnya dan bukan jilbabnya. Seindahindahnya pakaian … yang terbaik adalah pakaian yang namanya … taqwa… bukan gamis bro … ( Al A’raf 7 : 26 ).. Orang yang paling mulia di sisi Allah adalah dia yang paling takwa…( AL HUJURAT 49 : 13 ). Menurut Al Qur’an, Allah pun tidak melarang pernikahan pasangan yang berbeda nama agamanya… daripada berjinah… dan menjadikannya gundik-gundik… Untuk setiap umat, Kami telah berikan pola syareat ( aturan ) dan jalan hidup yang benar ( tata cara pelaksanaannya ) sekiranya Allah menghendaki, pastilah kamu dijadikan-Nya satu umat saja. Namun Allah hendak mengujimu dalam hal karunia yang telah diberikan kepada-mu, karena itu berlomba-lombalah berbuat kebajikan … dst… ( AL MAIDAH 5 : 48 ). Sesungguhnya orang-orang mukmin ( beriman ) dan mereka penganut agama Yahudi, Nasrani, Shabiin serta siapa saja yang beriman kepada Allah, hari kemudian serta berbuat kebajikan, mereka akan mendapat pahala dari Tuhan-nya, dan mereka tidak merasa ketakutan dan duka cita ( AL BAQARAH 2 : 62 )

…dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal… saling bersilaturahmi… ( AL HUJURAT 49 : 13 ) Mereka akan mendapat kehinaan dimanapun mereka berada, bila mereka memutus hubungan ( silaturahmi ) dengan Allah dan hubungan dengan manusia ( ALI IMRAN 3 : 112 ). Pada hari ini dihalalkan bagimu yang baik-baik. Makanan orangorang yang diberi Al Kitab itu halal bagimu dan makanan kamu halal pula bagi mereka. ( Dan dihalalkan mengawini ) wanitawanita yang menjaga kehormatan di antara wanita-wanita yang beriman dan wanita-wanita yang menjaga kehormatan di antara orang-orang yang diberi Al Kitab sebelum kamu, bila kamu telah membayar mas kawin mereka dengan maksud menikahinya, tidak bermaksud berzina dan tidak ( pula ) menjadikannya gundikgundik. Barang siapa yang kafir sesudah beriman maka hapuslah amalannya dan ia di hari akhirat termasuk orang-orang yang merugi ( AL MA’IDAH 5 : 5 ). Allah mah ngga pernah nyusahin manusia, yang bikin susah adalah manusianya sendiri, dengan aturan yang kaku, karena egonya yang kelewat gede… Merasa diri papaya yang paling mateng… Ilmu fikih, ilmu usuluddin konon kabarnya muncul setelah Rosulullah wafat…Ada yang berpendapat bahwa pernikahan yang berbeda nama agamanya diperbolehkan bila si prianya beragama Islam dan yang wanitanya non Islam… Kalo yang wanita beragama Islam dan si pria non Islam tidak boleh… Namun ada yang berpendapat bila itu dilaksanakan rugi… karena anakanak itu bisa lebih dari satu dan biasanya anak kecil pada usia balita itu lebih dekat kepada ibunya… jadi anak akan mengikuti tata cara beragama yang diajarkan ibunya…. Menurut lo gimana Bro…??? Kata Rosulullah saw urusan dunia engkau lebih tahu tapi tata cara beribadah ikutillah caraku… Berarti hukum-hukum untuk urusan dunia masih bisa diamandemen gitu loh… Urusan dunia adalah urusan mulut, urusan perut dan urusan di bawah perut. Bila kita mengacu kepada sabda Rosulullah maka itu berarti masalah urusan dunia silahkan diatur sesuai kultur masing-masing, sesuai kearifan local… Contohnya pemerintah telah membuat UU Perkawinan. Menurut Peraturan Pemerintah bagi PNS istrinya hanya boleh satu .… Hanya sayang sekali UU Perkawinan ini tidak mencakup golongan aliran kepercayaan… Sungguh kasihan anak-anak mereka sulit untuk mendapatkan Akte Kelahiran….Apakah golongan aliran kepercayaan dianggap zinah….

Selain masalah zinah, masalah apa lagi yang lu pikirin..??? Ya masih ada lah… Yaitu, masalah Masjidil Harom gimane ye…??? Emangnye kenape… Masjidil Harom…??? Mas BRO… Kalo gue baca tafsir dari Surat At Taubah 9 : 107-108 : Dan ada yang mendirikan masjid untuk menimbulkan bencana, untuk kekafiran dan untuk memecah belah…, untuk menunggu kedatangan orang-orang yang telah memerangi Allah dan RosulNya sejak dahulu. Mereka dengan pasti bersumpah : Kami hanya menghendaki kebaikan. Dan Allah menjadi saksi bahwa mereka itu pendusta … ( At – Taubah 9 : 107 ) Janganlah engkau melaksanakan sholat dalam mesjid itu selamalamanya. Sungguh mesjid yang didirikan atas dasar takwa sejak hari pertama adalah lebih pantas engkau melaksanakan sholat di dalamnya … ( At Taubah 9 : 108 ) Waktu gue baca catatan kaki di buku Al Qur’an dan Terjemahannya, yang dimaksud menunggu kedatangan orang-orang yang telah memerangi Allah dan Rosulnya sejak dahulu adalah menunggu pendeta Nasrani yang bernama Abu ‘Amir bersama tentara Romawi dari Syria… untuk bersembahyang di masjid yang mereka dirikan. Akan tetapi Abu ‘Amir tidak jadi datang karena ia mati di Syria…dan masjid yang didirikan kaum munafik itu dihancurkan atas perintah Rosulullah… Masalah surat At Taubah ini menurut gue yang jiwa dan pikirannye parah, secara keseluruhan, menceriterakan kemunafikan dan kemusrikan orangorang Arab Jahiliyah… yang masih menyembah berhala… tidak menceriterakan orang-orang Nasrani yang sudah menyembah Allah walaupun Nabinya adalah Nabi Isa a.s… Sewaktu Rosulullah hijrah ke Medinah, para pendeta Nasrani di Madinah sudah mengakui kerasulan Rosulullah Muhammad saw. Di Madinah konon kabarnya kaum Yahudi, Nasrani dan Islam hidup berdampingan. Oleh karena itu kotanya disebut Madinah artinya madani.. mapan… Apakah mungkin terjadi persekutuan antara penyembah Allah dan penyembah berhala…??? Seandainya benar terjadi persekutuan antara golongan Nasrani yang dipimpin Abu ‘Amir dan golongan orang-orang Arab Jahiliyah, namun Abu ‘Amirnya tidak jadi datang karena dia mati… jadi tidak sempat terjadi peperangan… Menurut gue yang pikirannya ngelantur… Bangunan utama di pusat kota Mekah pada zaman itu, pada saat itu adalah Masjidil Harom… yang sering dipergunakan untuk berbagai macam kegiatan oleh masyarakat Arab jahiliyah… Perang yang pertama antara Arab jahiliyah dengan kaum muslimin yang dipimpin Rosulullah Muhammad saw adalah perang Badar…

Wajar dan masuk diakal bila Masjidil Harom dipergunakan sebagai markas untuk menghimpun kekuatan dan untuk menunggu orang-orang Arab Jahiliyah yang memerangi Allah dan Rosulnya… Janganlah engkau melaksanakan sholat dalam mesjid itu selamalamanya. Sungguh mesjid yang didirikan atas dasar takwa sejak hari pertama adalah lebih pantas engkau melaksanakan sholat di dalamnya … ( At Taubah 9 : 108 )… Apakah benar Allah melarang Sholat di Masjidil Harom… ??? Terus terang gue ngga bisa jawab Bro… Kalo sampe bener Allah melarang sholat di Masjidil Harom, berarti selama ini kita terkecoh…!!! Gue jadi takut bro…takut kena laknat Allah… Katakanlah : Bagaimana pendapatmu jika itu datang dari sisi Allah, kemudian kamu mengingkarinya. Siapakah yang lebih sesat daripada orang yang selalu berada dalam penyimpangan yang jauh ( Fushshilat 41 : 52 ) Maka siapakah yang lebih jahat dari orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Allah dan berpaling dari pada-nya ??? Akan Kami beri ganjaran mereka yang berpaling dari ayat-ayat Kami dengan seburuk-buruknya siksaan ( Al An’am 6 : 157 ) Dan kamu pasti akan mengetahui ( kebenaran ) keterangan ( Al Qur’an ) setelah beberapa waktu lagi ( Shad 38 : 88 ) Sekarang ini Umat Islam diseluruh dunia tidak menyadari bila Simbolsimbol MATA SATU sudah muncul di ARAB SAUDI… Misalnya :MONUMENT MATA SATU di Jedah, LOGO LEMBAGA URUSAN HAJI di Mekah, LOGO KEPOLISIAN DLL… serta SIMBOL TANDUK SETAN di atas menara jam di Mekah… APAKAH ARAB SAUDI PENDUKUNG DAJJAL…??? Ternyata Rosulullah saw sudah meramalkan tentang kemunculan tandatanda Dajjal di Arab Saudi…!!!??? Sabda Rosulullah saw : Ya Allah berilah keberkatan kepada kami, pada Syam kami dan pada Yaman kami… Para sahabat berkata : dan juga NAJD (ARAB) kami …??? Kemudian Beliau bersabda : Disana akan muncul kegoncangan dan fitnah, dan disanalah akan muncul TANDUK SETAN…!!! ( shahih Bukhari 2/33 no 1037 ). Luuuaaarrr biasa…!!!

Gue khawatir Allah akan membuktikan kebenaran Al Qur’an melalui azab yang pedih, musibah, wabah, pertumpahan darah… perang bom di Arab Saudi, bahkan bencana alam…dll…!!!

Seandainya gue sebagai ustad, gue sebagai guru ngajarin pelajaran yang salah, terus kesalahan itu digugu dan ditiru bahkan diajarkan ke generasi berikutnya dan seterusnya secara berkelanjutan… terusnya dosanya gue gimane Bro…??? Karena lo bilang jiwa dan pikiran gue parah maka tolongin gue, plisss Bro.. biar gue ngga bingung… Mungkin, karena gue ngga pernah dibai’at oleh siapapun jadinya jiwa dan pikiran gue lepas bebas, ngga terpasung… Jiwa dan pikiran gue terbang bebas di langit luas…tanpa batas, karena addinu bil aqli… Agama itu harus pake otak… Tuhan murka kalo kita ngga pake otak ( Yunus 10 : 100 )… Apakah mencari Allah ke Mekah…??? Apakah Allah ada di Mekah…??? Adakah ayat-ayat Al Qur’an yang menyatakan Allah ada di Mekah…??? Menurut lo gimana Bro…??? Lo kan mesantren gua mah ngga…!!! Silahkan lo gali sendiri…!!! Tanya aje ame Inul yang begoyang… So what gitu loh…!!! Emangnye gue pikirin… masalah buat lo… cape deh… Lu emang kurang kerjaan… Arab aja sama DEPAG RI ngga pernah ngebahas Surat At Taubah 9 : 107108… Ya wajar lah kalo Arab sama DEPAG RI ngga mau ngebahas masalah ini, bisa gawat Bro… Kalo ngga ada jemaah Umroh dan Haji… Arab bisa kehilangan devisa dan DEPAG RI kehilangan duit… minimal seratus milyard tiap bulan Bro… hehehe… Katanya jadi Haji Mabrur itu ngga lewat Mekah tapi lewat keikhlasan… Duitnya untuk biaya jadi haji itu disumbangkan… Gue bingung Bro…!!! Yang bikin bingung itu gue ape ustad…!!!??? Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orangorang yang berakal (Ali Imran 3 : 190) Allah menimpakan kemurkaan kepada orang-orang yang tidak mempergunakan akalnya ( Yunus 10 : 100 ) Allah tidak akan merubah keadaan suatu kaum kecuali kaum itu sendiri yang berusaha melakukan perubahan ( Ar Rad 12 : 11 ) maka bertanyalah kepada orang-orang yang berpengetahuan jika kamu tidak mengetahui ( An Nahl 16 : 89 ) Selanjutnya jangan lupa bertanya pada hati nurani kita….

Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat peringatan bagi orang-orang yang mempunyai mata hati ( QAF 50 : 37 ) Gue seneng baca tulisannye Kahlil Gibran : Tuhan telah memasang pelita di dalam setiap hati kita yang menyinarkan pengetahuan dan keindahan, dosa lah yang mematikan pelita itu dan menguburkannya dalam abu… Tuhan telah menciptakan jiwa-jiwa kamu dengan sayap-sayap untuk terbang di langit Cinta dan Kebebasan yang luas. Alangkah sayangnya kalau kamu tebas sayapmu dengan tanganmu sendiri dan memaksa jiwamu merangkak-rangkak bagaikan kutu di atas tanah… Cape deh…

ADAKAH REINKARNASI DI DALAM AL QUR’AN Jilid 5 Edisi Revisi 27 Februari 2015

Disusun oleh Dr. H MAMAN SW Sp OG http: //www.slideshare.net/drmaman

http : //www.drmamanspog.blogspot.com

PENELITIAN TENTANG REINKARNASI Masalah reinkarnasi tidak terlepas dari masalah Ruh. Masalah Ruh adalah masalah keghoiban Allah dan juga merupakan rahasia Allah. Oleh karena itu sungguh sulit bila harus dibuktikan secara nyata. Masalah keyakinan seseorang terhadap masalah ini, tentu saja tidak bisa dipaksakan. Tidak ada paksaan dalam ajaran Islam. Demikian juga masalah komunikasi dengan Ruh. Bagaimana menurut ajaran Al Qur’an…??? Sekalipun Kami turunkan malaikat dari langit kepada mereka, dan orang-orang yang telah mati berbicara dengan mereka dan Kami kumpulkan segala sesuatu kehadapan mereka, mereka tidak

akan percaya, kecuali bila Allah menghendaki tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui ( AL AN’AAM 6 : 111 ). Mereka yang meninggal di jalan Allah jangan engkau katakan mati. Tidak..!!! mereka tetap hidup, hanya engkau tidak menyadarinya ( AL BAQARAH 2 : 154 ). Mereka yang meninggal di jalan Allah jangan engkau katakan mati. Tidak..!!! mereka tetap hidup di sisi Tuhannya dan mendapat rizki ( ALI IMARAN 3 : 169 ). Karena Ruh-Ruh tersebut tidak mati, maka walaupun jasadnya sudah mati dan sudah dikuburkan, Ruh mereka yang sudah meninggal itu, mengetahui siapa yang berziarah dan memberi salam kepadanya. Ruh mereka yang sudah mati dapat saling bertemu,berkumpul kembali bersama golongannya masing-masing yang seiman. Bahkan Ruh orang yang sudah mati bisa bertemu dengan Ruh kita yang masih hidup, pada saat kita yang masih hidup dalam keadaan tertidur (Surat Az Zumar 39 : 42). (al Jauzy Q : Masalah Ruh). Wahai jiwa yang tenang, kembalilah kepada Tuhan-mu dengan rasa suka cita dan diridhoi-Nya, masuklah ke dalam golongan hamba-hamba-Ku dan masuklah ke dalam surga-Ku (AL FAJR 27 : 30). Allah-lah yang mengambil jiwa manusia ketika wafat dan ketika tidurnya sebelum wafat, lalu ditahan-Nya jiwa itu (yang telah wfat) serta dilepaskan-Nya kembali jiwa yang lain (yang belum wafat) sampai batas waktu yang ditentukan. Sesungguhnya dalam hal itu terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah bagi kaum yang berfikir ( AZ ZUMAR 39 : 42 ). Tidak seorang pun yang memberi salam kepadaku, melainkan Allah menyampaikan kepada ruh-ku, sehingga akupun membalas salamnya (Hadits Rosulullah). Seorang muslim yang lewat pada kuburan saudaranya yang dikenal dikala hidupnya di dunia, kemudian memberi salam kepadanya, maka Allah menyampaikan salam itu kepadanya sehingga ruhnya membalas salam itu (Hadits Rosulullah). Dari kedua Hadits tersebut bisa kita pastikan bahwa Ruh bisa diajak untuk berkomunikasi, berarti Ruh masih bisa berfikir dan berbicara namun Ruh tersebut tidak bisa mengekspresikan karena dia sudah tidak memiliki sarana jasmani… Tapi kebanyakan mereka tidak mengetahui … Demikian menurut Al Qur’an …

Masalah Ruh adalah urusan Allah, manusia hanya diberi pengetahuan sedikit saja mengenai masalah ruh ini. Walaupun demikian fenomena ruh ini sudah sejak lama menjadi perhatian para ilmuwan di negara barat, khususnya para ahli psikologi dan para ahli psikiatri yang melakukan penelitian melalui proses hipnotisme. Para ilmuwan yang bukan dokter tentu saja melakukan beberapa penelitian tentang ruh ini berdasarkan keilmuannya masing-masing. Ada penelitian melalui mediator yang bisa berdialog dengan para ruh orang mati, teknik foto yang dikembangkan oleh Kirlian dari Rusia, deteksi melalui sinar infra merah sampai ke alat-alat elektronik canggih lainnya, seperti yang sering ditayangkan melalui TV. Sampai sejauh ini agaknya penelitian mereka masih belum mendapatkan hasil yang memuaskan. Penelitian mereka hanya sebatas pada fenomena saja, sedangkan substansi ruh sampai saat ini tidak bisa diketahui. Namun demikian agaknya mereka, para peneliti tersebut mulai percaya bahwa ada kehidupan atau alam lain setelah kematian jasmani. Mereka juga mulai percaya bahwa Ruh yang hidup di dunia sekarang ini, pernah mengalami beberapa kali kehidupan di dunia ini sebelumnya. Penelitian reinkarnasi ruh melalui hipnotisme berawal dari ketidaksengajaan pada saat penelitian terhadap orang-orang yang mempunyai masalah kejiwaan. Dengan pengaruh hipnotis penderita tersebut diperintahkan untuk mengenang masa lalunya agar terungkap latar belakang penderitaannya. Pada suatu ketika karena pengaruh tenaga hipnotis yang begitu kuat, sampai kebablasan ke masa lalu yang jauh sebelum orang tersebut dilahirkan melalui jasad yang sekarang ini. Peristiwa ini merupakan titik tolak penelitian reinkarnasi Ruh melalui tata cara hipnotisme. Kalnel Ruka adalah orang yang pertama kali yang berhasil mengembalikan keadaan jiwa seseorang ke masa lalunya, sampai melewati batas kehidupan yang sekarang sehingga mencapai alam yang gelap dan sunyi serta penuh rahasia, sebelum kelahiran kembali ke dunia nyata. Penelitian pun berlanjut, sehingga akhirnya Ruka menyimpulkan bahwa ada kehidupan ruh sebelum alam ini, bahwa ruh manusia pernah mengalami beberapa kali kehidupan melalui jasad yang berbeda-beda dan meninggal berkali-kali, sampai akhirnya mencapai kesempurnaan dan memperoleh kebebasan (Abthahiy H : Rahasia Alam Arwah). Michael Newton, ahli hipnoterapi, selama 10 tahun melakukan studi kasus perjalanan ruh pada penderita-penderita yang dihipnotisnya. Newton pun menyimpulkan bahwa saat kematian, Ruh merasa bahagia karena terbebas dari beban. ruh menjelaskan bahwa dirinya berupa cahaya yang dijemput oleh cahaya dan menuju kepada Cahaya Yang Sangat Kuat. Menurut Newton semua Ruh memiliki status ilahi yang sama, karena berasal dari essensi ilahi yang sama, yaitu dari Ruh Yang Maha Tinggi.

Ruh ada yang muda ada yang tua dan yang lebih tua lagi jarang berreinkarnasi, bahkan tidak ber-reinkarnasi lagi bila sudah mencapai kematangan yang sempurna. Tanpa disadari hasil penelitian Newton ini membuktikan kebenaran ayat-ayat Al Qur’an…. Cahaya di atas Cahaya, Tuhan akan membimbing dengan CahayaNya kepada Cahaya-Nya bagi siapa yang Dia kehendaki ( AN NUUR 24 : 35 ) Sesungguhnya kamu melalui tingkat demi tingkat ( AL INSYIQAAQ 84 :19 ) Mengapa kamu ingkar kepada Allah, padahal kamu tadinya mati, Dia menghidupkanmu, kemudian mematikanmu, menghidupkanmu kembali, selanjutnya kepada-Nya kamu dikembalikan ( AL BAQARAH 2: 28 ) Sekarang ini selain melalui hipnoterapi, penderita dibimbing bermeditasi untuk memasuki periode kehidupan masa lalu saat trauma kejiwaan itu terjadi… Penulis pernah mengikuti sesi meditasi ke masa lalu bersama beberapa teman diantaranya ada sejawat dokter Spesialis Penyakit Dalam, teman se-asrama sewaktu masih menjadi mahasiswa di FKUI. Sejawat ini ternyata dikehidupan yang lalunya adalah seorang pendeta yang menjalankan misinya disuatu tempat kemudian digantung oleh penduduk pribumi, sehingga dikehidupan yang sekarang bila dia berjalan kepalanya miring, seperti sedang main biola. Saat masih jadi mahasiswa di FKUI dia pernah memeriksakan dirinya ke Bagian Neurologi. Dia diperiksa dengan alat-alat canggih, ternyata normal. Alhamdulillah setelah mengikuti sesi meditasi ini dia sembuh, bila berjalan leher dan kepalanya tegak… Subhanallah … Maha Benar Allah dengan segala Firman-Nya. Demikian juga penelitian melalui mediator yang bisa berkomunikasi dengan Ruh. Ruh yang dipanggil diperintahkan untuk menceritakan masa lalunya, mulai dari nama, alamat sebelum dia meninggal dunia, pekerjaan dan kegiatan selagi dia hidup di dunia. Dari penelitian tersebut, para Ruh ada yang tetap angkuh dan tetap tidak menyadari kenapa dia sekarang berada dalam penderitaan tanpa akhir, ada Ruh yang mengeluhkan penderitaannya di alam kubur dan mohon pertolongan agar dia bisa dikirimi do’a serta ada pula Ruh yang setelah kematiannya dia merasa terbebas dari rasa sakit dan penderitaannya tatkala hidup di dunia, dia merasa senang. Menurut salah seorang sesepuh, bagi mereka yang bernegosiasi (bekerja sama) dengan makhluk halus jin, siluman atau yang disebut hodam dan sebangsanya, bila mereka mati bahkan sebelum saat kematian mereka, Ruh mereka diambil dan dijadikan budak oleh makhluk halus sesembahan

mereka, untuk selama-lamanya. Mereka tidak bisa masuk surga, bahkan nerakapun tidak mau menerima mereka. Mereka tidak akan bisa mendapatkan ampunan dari Allah karena mereka telah melakukan dosa syirik. Oleh karena itu, ilmu tersebut tidak boleh dipelajari oleh para murid beliau. Semulia-mulianya ilmu adalah ilmu mengenal Allah. Menurut penulis, kelemahan penelitian Ruh baik melalui hipnotisme maupun melalui cara mediator berkomunikasi dengan Ruh adalah kita tidak mengetahui keaslian Ruh tersebut. Apakah Ruh yang datang berkomunikasi itu Ruh asli ataukah jin yang berpura-pura jadi Ruh. Oleh karena itu, walau bagaimanapun masalah Reinkarnasi sangat sulit untuk dibuktikan secara nyata. Walaupun demikian terlepas dari percaya atau tidak terhadap Reinkarnasi, secara pribadi penulis mengagumi dan meyakini betapa luasnya, betapa universalnya ajaran Al Qur’an, begitu luas cakupannya, hingga mencapai masalah reinkarnasi. Betapa sempurnanya ajaran Islam karena tidak terpaku pada masalah reinkarnasi. Akhir dari ajaran Islam adalah kembali kepada Allah, bukan reinkarnasi yang kembali ke alam dunia. Maha Benar Allah dengan segala Firman-Nya. Agar tidak dikembalikan lagi ke alam dunia maka kita harus ingat Surat Al Asr 103 : 1-3… Seandainya kita percaya akan adanya reinkarnasi, hendaknya jangan tanggung-tanggung, harus percaya juga bahwa bila Allah menghendaki, maka manusia bisa dilahirkan kembali ketingkat kehidupan yang lebih rendah. Dia bisa dilahirkan kembali ke dunia sebagai hewan. Reinkarnasi agaknya hanya bagi mereka yang tingkat keimanannya masih tipis. Bagi mereka yang sudah mencapai derajat ihsan dan insan kamil, maka Allah-lah seindah-indahnya tempat untuk kembali, mereka tetap hidup di sisi Tuhan-nya serta mendapat rezeki (perhatikan Surat ALI IMRAN 3 : 14 dan 169). Kecuali bila Allah menghendaki lain (HUUD : 11 : 108). Dengan demikian wajarlah bila para sesepuh kita yang ahli tasawuf tidak menghendaki dirinya untuk hidup kembali ke dunia nyata. Karena dunia yang penuh fatamorgana ini merupakan penjara dan siksaan bagi ruhaninya, sedangkan kematian adalah bahwa dirinya kembali ke Rahmat Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Menurut para sesepuh, tugas para wali Allah adalah menjaga kelestarian agama Islam. Yang mengetahui wali Allah hanya para wali Allah itu sendiri. Bila salah seorang wali Allah meninggal dunia, maka akan muncul seorang wali Allah yang lain, sebagai penggantinya. Oleh karena itu, menurut penulis, bukan masalah reinkarnasi, akan tetapi yang penting adalah bagaimana usaha kita untuk bisa mencapai derajat Ihsan dan Insan Kamil, sesuai dengan ajaran Al Qur’an dan Sunah Rosulnya, agar tidak dikembalikan lagi ke alam dunia. Kehidupan yang

kekal di sisi Allah itulah yang terbaik, itulah tujuan kita yang harus kita sadari… bukan untuk mencapai surga… karena di surga hanya ada kesenangan fisik… Para pencari sejati tidak mencari Surga, tapi mencari bagaimana caranya untuk bisa mencapai IKHSAN menjadi INSAN KAMIL yang mendapat keridhoan Allah serta ucapan selamat dari Allah.. Wahai jiwa yang tenang, kembalilah kepada Tuhan-mu dengan rasa suka cita dan diridhoi-Nya, masuklah ke dalam golongan hamba-hamba-Ku dan masuklah ke dalam surga-KU (AL FAJR 89 : 27 : 30). Salamun qaulam-mir-robbir-rohiim. Salam sebagai ucapan selamat dari Tuhan Yang Maha Penyayang ( YAASSIIN 36 : 58 ). Oleh karena itu Al Qur’an telah memberikan peringatan agar kita mengakhiri masalah reinkarnasi ini melalui Surat Al Asr 103 : 1-3… Demi waktu Asar… sesungguhnya manusia itu selalu dalam kerugian… kecuali bagi mereka yang beriman, mereka yang beramal soleh dan berbicara tentang hal-hal yang baik dan mereka yang sabar… Mereka yang meninggal di jalan mati. Tidak..!!! mereka tetap menyadarinya ( AL BAQARAH 2 : 154 ). Mereka yang meninggal di jalan mati. Tidak..!!! mereka tetap mendapat rizki ( ALI IMARAN 3 : 169

Allah jangan engkau katakan hidup, hanya engkau tidak Allah jangan engkau katakan hidup di sisi Tuhannya dan ).

Orang yang paling mulia di sisi Allah adalah dia yang paling takwa diantara kalian ( AL HUJURAT 49 : 13 ) Dari Allah kembali kepada Allah. Dari Sang Pencipta kembali kepada Sang Pencipta. Semua ciptaan Allah disebut MAHLUK dan mahluk ciptaan Allah itu ada yang tampak yaitu manusia dan alam semesta, sedangkan Mahluk ciptaan Allah yang tidak tampak diantaranya : malikat, jin, syaeton dan iblis, termasuk surga dan neraka… itu juga mahluk ciptaan Allah yang tidak tampak SELANJUTNYA TERSERAH KITA MAU KEMBALI KEPADA ALLAH ATAU KEMBALI KEPADA MAHLUK CIPTAAN-NYA YANG DISEBUT SURGA…. UNTUK KESENANGAN FISIK DI SURGA … MONGGO… WANI PIRO…???

KESIMPULAN Adanya ayat-ayat yang berhubungan dengan masalah reinkarnasi ( kebangkitan kembali ) adalah merupakan bukti bahwa betapa luasnya kandungan Al Qur’an, betapa universalnya ajaran Islam, baik dari

pengertian harfiahnya maupun makna hakikinya yang artinya damai, selamat, suci, kasih-sayang, sabar-ikhlas dan berserah diri kepada Allah… bukan berserah diri kepada dunia… Itulah Islam , itulah Fitrah yang sudah terprogram dalam hati nurani kita masing-masing… Oleh karena itu tidak ada perubahan pada fitrah Allah … ( Ar-Rum 30 : 30 ) Adanya pembahasan reinkarnasi di dalam Al Qur’an juga merupakan bukti bahwa Tuhan telah menyempurnakan agama bagi umatnya diseluruh dunia melalui ajaran Islam-Fitrah yang dibawakan oleh Muhammad SAW. Masalah reinkarnasi ini memang sangat sulit untuk dibuktikan secara nyata, karena menyangkut masalah Ruh yang menjadi rahasia Allah dan masalah adanya perbedaan satuan waktu di dunia dan di akhirat, dimana 1 hari di akhirat sama dengan 1000 tahun di dunia. (AL HAJJ 22 : 47). Walaupun masalah reinkarnasi ini tidak bisa dibuktikan secara nyata, kewajiban kita adalah bahwa kita harus percaya akan kebenaran Al Qur’an. Kita juga harus percaya akan hal-hal yang bersifat ghoib ( perhatikan Surat AL BAQARAH 2 : 2-3 ). Bahwa ber-reinkarnasi itu bisa dibangkitkan kembali ke kehidupan yang lebih baik sebagai suatu kemenangan atau bisa juga dimasukkan ke tingkat kehidupan yang sangat rendah sebagai suatu kekalahan dalam perjuangan melawan hawa nafsu. Hal ini sebagai bukti bahwa Allah Maha Kuasa atas segalanya. Dia Maha Kuasa untuk memberi bentuk apapun bagi yang Dia kehendaki, sesuai dengan Kudrat dan Irodat-Nya. Adanya reinkarnasi justru sebagai bukti bahwa Allah Maha Adil, Maha Bijaksana, Maha Pengampun serta Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Perhitungan Allah sangat tepat dan cepat, sehingga setiap pahala dan dosa sebesar jarahpun tak akan terlewatkan. Allah akan mengampuni semua dosa manusia, kecuali dosa syirik. Dosa syirik adalah dosa bagi mereka yang mempersekutukan Allah, yaitu mereka yang bernegosiasi dengan jin, setan, siluman dan sebangsanya. Ruh mereka tidak bisa masuk surga, bahkan neraka pun enggan menerima mereka. Ruh mereka disandera sebagai budak oleh sesembahan mereka. Oleh karena itu, jangan mempelajari ilmu-ilmu yang menjurus seperti itu, semuliamulianya ilmu adalah ilmu mengenal Allah. Reinkarnasi merupakan sarana untuk memperbaiki diri bagi mereka yang keimanannya masih tipis. Berarti manusia yang semasa hidupnya hanya berbuat kejahatan saja, pada reinkarnasi yang berikutnya belum tentu dia tetap menjadi manusia jahat, mungkin dia menjadi manusia yang senantiasa berbuat kebajikan. Di dunia nyata Ruh tersebut akan ditempa agar memperoleh kesempurnaan bathin tahap demi tahap, sampai mencapai tingkatan Ihsan dan Insan Kamil. Keagamaan seseorang dianggap sempurna bila

telah mencapai tahapan Iman, Islam dan Ihsan. Tingkatan Ihsan ini lah yang hanya bisa dicapai melalui tasawuf. Bagi mereka yang sudah mencapai kesempurnaan bathin, sudah mencapai derajat Ihsan dan Insan Kamil, mereka tidak ingin dihidupkan kembali ke dunia karena mereka sadar bahwa jadi manusia itu rugi karena Allah-lah seindah-indahnya tempat untuk kembali… Mereka ingin tetap hidup disisi Allah… Demi waktu Asar… sesungguhnya manusia itu selalu dalam kerugian… kecuali bagi mereka yang beriman, mereka yang beramal soleh dan berbicara tentang hal-hal yang baik dan mereka yang sabar… ( AL ASR 103 : 1-3 ). Barang siapa yang mengharapkan perjumpaan dengan Tuhannya, hendaknya ia mengerjakan amal soleh dan tidak mempersekutukan seorangpun dalam beribadat kepada Tuhannya ( AL KAHFI 18 : 110 ) Dan ikutilah jalan orang-orang yang kembali kepada-KU ( LUQMAN 31 : 15 ) Inilah jalan yang lurus menuju kepada-Ku ( AL HIJR 15 : 41 ) Jangan ikuti jalan-jalan lain ( AL AN’AM 6 : 153 ) Sesungguhnya telah Kami ciptakan manusia dari setetes mani yang bercampur yang Kami hendak mengujinya, karena itu Kami jadikan dia mendengar dan melihat. Sesungguhnya Kami telah menunjukinya jalan yang lurus, ada yang bersyukur dan ada pula yang kafir ( AL INSAN 76 : 2-3 )… Tuhan menjadikan manusia berkeinginan, cinta terhadap wanita, putera-puteri, emas-perak, kuda pilihan, ternak, sawah-ladang, semuanya itu hanya secuil kesenangan hidup di dunia saja, namun Allah-lah seindah-indahnya tempat untuk kembali ( ALI IMRON 3 : 14 ) Mereka tetap hidup di sisi Tuhan-nya dan mendapat rezeki ( ALI IMRON 3 : 169 ) Kecuali bila Tuhan-mu menghendaki lain ( HUUD 11 : 108 ) … Dengan demikian sangatlah jelas dan gamblang bahwa tujuan akhir dari ajaran Islam adalah bukan reinkarnasi, bukan kembali ke alam dunia, akan tetapi tujuan akhirnya adalah kembali kepada Allah semata. Kembali kepada Cahaya Allah itulah yang disebut Swarga. Oleh karena itu, bukan masalah reinkarnasinya, yang penting adalah usaha kita untuk bisa mencapai derajat Ikhsan dan Insan Kamil sesuai dengan ajaran Al Qur’an dan Sunah Rosul. Insya Allah reinkarnasinya akan berakhir….tidak akan dikembalikan lagi ke alam dunia… tetap bersama Allah…

Orang yang paling mulia di sisi Allah adalah dia yang paling takwa diantara kalian ( AL HUJURAT 49 : 13 ) Sesungguhnya sebaik-baiknya bekal adalah taqwa dan bertaqwalah kepada-Ku hai orang-orang yang berakal ( AL BAQARAH 2 : 197 ) Janganlah engkau mengikuti hawa nafsu, karena ia akan menyesatkanmu dari jalan Allah ( SHAAD 38 : 26 ) Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang mensucikan jiwaya dan sesungguhnya merugilah orang-orang yang mengotorinya ( ASY-SYAM 91 : 7-9 ) Reinkarnasi tidak terlalu penting dalam Islam, namun bermanfaat dalam dunia medis melalui hipnoterapi…pada penderitapenderita kejiwaan… Demikianlah yang bisa penulis simpulkan tentang reinkarnasi. Sesungguhnya penulis tidak mengerti apa-apa, tidak bisa apa-apa serta tidak memiliki apa-apa. Jangankan kepandaian, kebodohan pun bukan milik penulis. Masalah ada tidaknya reinkarnasi di dalam Al Qur’an terserah diri kita masing-masing… Tanya aja sama Inul yang bergoyang… So what gitu loh…!!!??? Emangnye gue pikirin… cape deh… enjoy aja lagi… hehehe… Sekalipun Kami turunkan malaikat kepada mereka, dan orangorang yang telah mati berbicara dengan mereka dan Kami kumpulkan segala sesuatu kehadapan mereka, mereka tidak akan percaya … ( AL AN’AAM 6 : 111 ) Kata Rosulullah : Mintalah fatwa pada hatimu sendiri setelah orang lain memberimu fatwa… setelah orang lain memberimu fatwa… setelah orang lain memberimu fatwa… Allah memberikan petunjukNya ke hati, bukan ke otak ( ATTAGABUN 64 : 11 )… Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat pelajaran bagi orang-orang yang mempunyai mata hati ( Ali Imran 3 : 13 ). Mata hati adalah hati nurani atau hati nuraini, berasal dari kata Nur dan Aini Nur artinya Cahaya dan Aini artinya Mata…yang melihat… Di dalamnya ada Cahaya Yang Maha Melihat ( AL QIYAMAH 75 : 14 ) Kebenaran yang hakiki senantiasa datang dari Allah. Sebagai insan, penulis mohon maaf bila ada penyampaian…

kesalahan

dalam

BAHAN BACAAN 1. ABTHAHIY H : Alam-e Ajib-e Arwah.RAKHMAT M : Rahasia Alam Arwah. Cet. III . PT lentera Basritama. Jakarta, November 1997 2. GAZUR-I-ILAHI I. : The Secret Of Ana`l Haqq. HARAHAP B dan JOEBAR A : Mengungkap Misteri Besar Mansur Al Hallaj : Ana`l Haqq. Ed. I, Cet.I. PT Raja Grafindo Persada. Jakarta, Des. 1995. 3. HUDAF : Fenomena Ruh. Realitas Ilmiah-Qur`aniah. Yayasan Jalan Terang. Jakarta Timur, 1983. 4. KHATIB M.A. : As-Sunnah Qoblat-Tadwin. FAHMI A : Hadits Nabi Sebelum Dibukukan. Editor SHOLIHAT M. Cet. I. Gema Insani Press. Jakarta, Juni 1999. 5. MACKENZIE V. : Reinkarnation : The Spanish Boy Whose Destiny Was To Be A Tibetan Lama. KISTONO L. : Reinkarnasi. Misteri Bocah Spanyol Bernama Osel.Cet. II. PT Utama Grafiti. Jakarta, Juli 1990. 6. NEWTON M. : Journey Of Soul. Koleksi Studi Kasus Mengenai Kehidupan Selama Jeda Antarkehidupan. Gramedia. Jakarta, 2006.

PT

Bhuana

Ilmu

Populer

Kelompok

7. QOYYIM AL JAUZY S. : Arruh Li Ibnil Qoyyim. KAFIE J. : Masalah Ruh. Cet. V. PT. Bina Ilmu. Surabaya, 1994. 8. RADJAK A.H. : Hubungan baik. Tarakan, Kalimantan Timur, 1998. 9.

SEMEDI E. : Sebuah Ijtihad. 1984. alamat penerbit.

Foto copy tanpa nama dan

Diposkan oleh Spiritual di 10.44 8 komentar: Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi FacebookBagikan ke Pinterest

ke

TwitterBerbagi

ke

ADAKAH REINKARNASI DI DALAM AL QUR’AN Jilid4 Edisi Revisi 27 Februari 2015 NASKAH BUKU

ADAKAH REINKARNASI DI DALAM AL QUR’AN

Jilid4 Edisi Revisi 27 Februari 2015

Disusun oleh Dr. H MAMAN SW Sp OG http: //www.slideshare.net/drmaman http : //www.drmamanspog.blogspot.com

REINKARNASI MALAM

BAGAIKAN

SIKLUS

SIANG

DAN

Menurut H.E Semedi siklus kehidupan dan kematian hampir sama seperti siklus adanya siang dan malam yang terus menerus, berulang-ulang, berlangsung secara berkesinambungan. Kau masukkan malam ke dalam siang dan Kau masukkan siang ke dalam malam. Kau keluarkan yang hidup dari yang mati dan Kau keluarkan yang mati dari yang hidup. Kau beri rizki kepada siapa yang Kau kehendaki tanpa batas (ALI IMRAN 3 : 27). Ia mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan Ia mengeluarkan yang mati dari yang hidup, dan Ia menghidupkan kembali bumi setelah kematiannya, seperti itulah kamu akan di keluarkan (AR RUUM 30 : 19). Katakanlah : Siapa yang memberi rizki kepadamu dari langit dan bumi, atau siapakah yang kuasa (menciptakan) pendengaran dan penglihatan, dan siapakah yang mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup dan siapakah yang mengatur segala urusan..??? Mereka akan berkata Allah. Maka katakanlah : Mengapa kamu tidak bertaqwa (kepada Allah)…??? (YUNUS 10 : 31). Dalam Surat Ali Imran 3 : 27 telah dijelaskan bahwa proses pergantian siang dan malam bukan terjadi hanya 1 kali saja, akan tetapi terjadi terusmenerus selama bumi beredar mengelilingi matahari dan berputar pada porosnya. Demikian juga mengenai siklus kehidupan dan kematian yang berulang-ulang dan terus menerus dinyatakan dalam kalimat : Kau

keluarkan yang hidup dari yang mati dan Kau keluarkan yang mati dari yang hidup, merupakan suatu analogi yang seolah-olah Allah memang menghendaki agar umat manusia senantiasa memperhatikan segala sesuatu yang terjadi di alam semesta ini. Apa yang telah diciptakan Allah, maka Allah akan senantiasa mengulanginya. Analogi tersebut diperkuat melalui Surat Ar Ruum 30 : 19. Malam—siang—malam—siang dst… Mati—hidup—mati—hidup—mati..dst… Proses pengulangan siklus kehidupan di dunia setelah kehidupan di akhirat, bisa kita perhatikan melalui ayat-ayat tersebut dibawah ini : Tidak-kah manusia itu ingat bahwa sesungguhnya Kami telah menciptakan dahulu ketika ia tidak ada sama sekali (MARYAM 19 : 67). Sebagaimana Kami telah memulai penciptaan semula, begitulah Kami akan mengulanginya… (AL ANBIYAA 21 : 104). Dia-lah yang menghidupkan-mu, kemudian Dia mematikan-mu, lalu menghidupkan-mu (lagi). Sesungguhnya manusia tidak tahu berterima kasih (AL HAJJ 22 : 66). Allah-lah yang menciptakan-mu, lalu memberi-mu rizki, kemudian mematikan-mu, kemudian menghidupkan-mu lagi… (AR RUUM 30 : 40). Bagaimana kamu tidak beriman kepada Allah, padahal kamu tadinya mati, lalu Dia menghidupkan-mu, kemudian Dia mematikan-mu, kemudian Dia menghidupkan-mu (lagi), kemudian kepada-Nya kamu akan kembali (AL BAQARAH 2 : 28). Barang siapa yang mengharapkan perjumpaan dengan Tuhannya, hendaklah ia berbuat kebaikan dan jangan mempersekutukan Tuhan-nya dengan apapun ( AL KAHFI 18 : 110 ). Hanya kepada-Nya lah kamu semuanya akan kembali, sebagai janji yang benar dari Allah. Sesungguhnya Allah yang memulai penciptaan, kemudian mmengulanginya agar Dia dapat memberikan pahala kepada mereka yang beriman dan melakukan kebaikan secara adil dan untuk orang-orang yang ingkar disediakan minuman yang mendidih dan azab yang pedih karena keingkaran mereka (YUNUS 10 : 4).

HARI KEBANGKITAN YANG INDAH, CERIA DAN DAMAI

Menurut H.E Semedi, kelahiran kembali ke alam nyata senantiasa dinyatakan di dalam Al Qur’an dengan perkataan “menghidupkan kembali”, “menciptakan kembali”, sedangkan kebangkitan Ruh di alam ghaib, pada umumnya dinyatakan dengan kata “membangkitkan”. Saat kebangkitan Ruh di alam akhirat itulah yang disebut dalam bahasa Arab qiyaamatu. Qoyama, qoyum arti harfiahnya adalah berdiri… Jadi, hari qiyamat berarti hari kebangkitan, bukan hari kehancuran total sebagai akhir zaman seperti yang selama ini kita tafsirkan. Demikian juga kata ajal (ajalum musammaa) dalam bahasa Arab yang seharusnya ditafsirkan sebagai kurun waktu tertentu (term), sering ditafsirkan sebagai mati atau kematian… Dalam masalah qiyaamat ini H.E Semedi menganjurkan agar kita menghayati Surat AL QIYAAMAH, dimana isi dari ayat-ayatnya pun ternyata tidak menyinggung masalah kehancuran total sebagaimana yang kita bayangkan selama ini. Surat Al Qiyaamah menceritakan keraguan orang-orang kafir atau orangorang fasik akan hari kebangkitan dan rasa takut mereka saat menghadapai sakaratul maut. Pada saat menjelang maut itu Allah memutar ulang rekaman perjalanan hidupnya dan akhirnya dia sendiri yang menjadi saksi atas dirinya sendiri. Hal ini berbeda keadaannya bagi orang-orang mukmin, wajah mereka pada saat itu berseri-seri, karena melihat wajah Tuhan-nya, mereka mendapat rahmat Allah. Beberapa cuplikan ayat-ayat dari Surat Al Qiyaamah : Apakah manusia mengira bahwa Kami tidak akan mengumpulkan ( kembali ) tulang- belulangnya . Bukan demikian, sesungguhnya Kami berkuasa menyusun kembali jari-jemarinya dengan sempurna ( AL QIYAAMAH 75 : 3-4 ) Ia bertanya : Bilakah hari kiamat itu ?? ( AL QIYAAMAH 75 : 6 ) Pada hari itu diberitahukan kepada manusia apa-apa yang telah dikerjakannya dan apa-apa yang dilalaikannya. Di dalam diri manusia ada Yang Maha Melihat ( AL QIYAAMAH 75 13-14 ) Pada hari itu wajah mereka ( yang beriman ) berseri-seri, karena melihat wajah Tuhan-nya. Wajah-wajah ( orang kafir ) muram, karena akan ditimpakan kepadanya malapetaka yang dasyat ( AL QIYAAMAH 75 : 22-23-24-25 ) Dan dia yakin bahwa sesungguhnya itulah waktu perpisahan ( kematian ) ( AL QIYAAMAH 75 : 28 ) Kepada Tuhan-mu lah pada hari itu kamu digiring ( AL QIYAAMAH 75 : 30 ) Apakah manusia mengira bahwa dia akan dibiarkan begitu saja ??? ( AL QIYAAMAH 75 : 36 )

Bukankah ( Allah ) berkuasa menghidupkan orang mati ?? ( AL QIYAAMAH 75 : 40 ) H.E Semedi mengajak kita untuk berfikir dan merenungkan kembali mengenai makna hari kebangkitan (qiyaamah) yang selama ini kita anggap sebagai hari kehancuran total atau hari akhir zaman melalui ayat yang lain : Dan Allah, Dia-lah yang mengirimkan angin, lalu angin itu menggerakkan awan, maka Kami halau awan itu ke suatu negeri yang mati, lalu Kami hidupkan bumi yang telah mati dengan hujan itu. Demikianlah kebangkitan itu (FAATHIR 35 : 9). Ia mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan Ia mengeluarkan yang mati dari yang hidup, dan Ia menghidupkan kembali bumi setelah kematiannya, seperti itulah kamu akan di keluarkan (AR RUUM 30 : 19). Dari Surat Faathir 35 : 9 dan Surat Ar Ruum 30 : 19 tersebut bisa kita bayangkan bahwa hari kebangkitan adalah suatu musim semi yang indah penuh keceriaan dan kedamaian. Hari kebangkitan sama sekali tidak menggambarkan sesuatu yang sangat mengerikan, tidak menggambarkan suatu kehancuran total seperti dongeng yang selama ini pernah kita dengar sebelumnya… Karena Qiyam artinya bangkit… Dengan demikian kita bisa memahami bila H.E Semedi berpendapat bahwa Ruh akan dibangkitkan dan dilahirkan kembali setelah dalam kurun waktu tertentu di alam kubur, tanpa harus menunggu sampai hari akhir zaman yang selama ini kita sebut sebagai hari qiyamat… Seharusnya hari qiyamat itu kita terjemahkan sebagai hari kebangkitan, bukan hari kehancuran. Kurun waktu tertentu itu lamanya tergantung kepada amal perbuatannya serta kadar keimanannya masing-masing.

REINKARNASI SEBAGAI BUKTI ALLAH MAHA ADIL Kepada-Nya lah kamu semuanya akan kembali. Janji Allah yang benar, Dia-lah yang memulai penciptaan, kemudian mengulanginya supaya Dia dapat memberi pahala kepada mereka yang beriman dan beramal saleh secara adil. Sedangkan bagi mereka yang kafir (disediakan) minuman air yang mendidih dan azab yang pedih karena kekafirannya ( YUNUS 10 : 4 ). Barang siapa berbuat baik, laki-laki atau perempuan, dan ia beriman, maka pasti akan kami hidupkan ( dilahirkan kembali ) dengan kehidupan yang baik dan kami akan memberinya pahala (sebagai balasan) sesuai dengan apa yang telah mereka lakukan (AN NAHL 16 : 97)

Kami akan memasang timbangan yang adil untuk hari kebangkitan, sehingga tak ada orang yang rugi sedikitpun, biarpun amalan itu hanya seberat biji sawi, Kami akan memperlihatkannya dan Kami cukup sebagai penghisab. (AL ANBIYAA 21 : 47).

BENCANA ALAM DAN KEMATIAN MASAL H.E Semedi juga mengulas mengenai tentang bencana alam dan kematian masal dalam Surat Al Haaqqah 69 : 13-19 serta Surat Az Zalzalah 99 : 1 – 6 sebagai berikut : Dan apabila sangkala berbunyi sekali tiupan dan bumi beserta gunung-gunung diangkat dan dihancurkan dengan sekali benturan, maka pada hari itu terjadilah peristiwa kiamat dan terbelahlah langit, karena pada hari itu langit menjadi lemah dan para malaikat akan berada di setiap penjuru langit. Pada hari itu delapan malaikat menjunjung Arsy Tuhan-mu di atas mereka. Pada hari itu kamu dihadapkan (kepada Tuhan-mu), tiada sesuatupun dari keadaanmu yang tersembunyi. Adapun orangorang yang diberikan kitabnya kedalam tangan kanannya, ia akan berkata : Ambilah, baca kitabku (AL HAAQQAH 69 : 13 – 19). Bilamana bumi digoncangkan dengan gempa buminya dan bumi mengeluarkan beban-bebannya (yang dikandungnya) dan manusia bertanya : Mengapa bumi ini (jadi begini)…??? Pada hari itu bumi akan menceriterakan kisahnya. Karena sesungguhnya Tuhan-mu telah memerintahkan kepadanya. Pada hari itu umat manusia akan keluar bergolongan-golongan untuk diperlihatkan perbuatan-perbuatan mereka (AZ ZALZALAH 99 : 1-6). Menurut H.E Semedi bila ayat-ayat dari kedua Surat di atas ditafsirkan secara harfiah, maka setiap orang pasti akan berfikir bahwa orang-orang mati harus menunggu sampai terjadinya kehancuran total pada akhir zaman sebelum mereka dibangkitkan kembali dan dihisab amal perbuatannya. Ayat-ayat dari kedua Surat tersebut mengungkapkan dan menggambarkan suatu tragedi, suatu peristiwa yang dahsyat, suatu dramatisasi agar kita menghayati adanya peristiwa besar yang terjadi baik pada seseorang maupun pada sekelompok atau suatu umat yang mengakibatkan kematian ataupun kehancuran umat tersebut secara masal. Misalnya gempa bumi, letusan gunung berapi atau bencana alam lainnya seperti dalam riwayat kota Sodom dan Gomorah. Pada peristiwa tersebut terjadi kematian secara serempak, kemudian mereka akan dihisab dan dibangkitkan kembali sesuai dengan kadar keimanannya masing-masing. Bagi mereka yang soleh tidak akan gentar, tidak ada keraguan untuk memperlihatkan buku catatan amalnya kepada

siapapun juga … Mereka ini yakin bahwa Maha Benar Allah dengan segala Firman-Nya. Mereka yakin bahwa Allah tidak akan mengingkari janjinya.

SANGGAHAN REINKARNASI DARI PIHAK YANG BERWENANG Seperti kita ketahui bahwa selama ini sebagian umat Islam tidak mempercayai adanya reinkarnasi. Dalam hal ini Pemerintah c.q Departemen Agama memberikan sanggahan-sanggahannya berdasarkan ayat-ayat Al Qur’an, terutama ayat-ayat yang menunjukkan adanya siksaan neraka jahanam serta ganjaran surga yang kekal abadi. Berarti setiap manusia yang sudah mati akan tetap tinggal di alam akhirat untuk selama-lamanya. Menurut H.E Semedi bila kita hanya berpegang pada ayat-ayat tersebut saja tanpa melihat dan mempelajari ayat-ayat lainnya serta keterkaitannya satu sama lain atau tanpa melihat kandungan Al Qur’an secara keseluruhan, tanpa melihat Kemuliaan dan Keagungan Tuhan, tanpa melihat sifat Rahman-Rahim Tuhan, tanpa melihat bahwa Allah Maha Pengampun, terlebih lagi masalah reinkarnasi ini tidak bisa dibuktikan secara nyata, maka bisa dipastikan bahwa kita semua akan menolak adanya masalah reinkarnasi. Beberapa ayat yang diajukan Pihak resmi antara lain adalah : Surat Al Mu’minuun 23 : 99 – 100 “Demikianlah keadaan orang-orang kafir itu, hingga apabila datang kematian kepada seseorang dari mereka, dia berkata : “Ya, Tuhanku, kembalikanlah aku ke dunia. Agar aku berbuat amal saleh terhadap apa yang telah aku tinggalkan.” Sekali-kali tidak !!! Sesungguhnya itu adalah perkataan yang diucapkannya saja. Dan di belakang (waraa) mereka ada dinding sampai hari mereka dibangkitkan. Surat Al Furqon 25 : 69 “Akan dilipat gandakan azab untuknya pada hari kebangkitan dan dia akan kekal di dalamnya, dalam keadaan terhina.” Surat Yunus 10 : 27 dan 52 “Dan orang-orang yang mengerjakan kejahatan (mendapat) balasan yang setimpal dan mereka ditutupi kehinaan. Tidak ada bagi mereka seorang perlindungpun dari (azab) Allah, seakanakan muka mereka ditutupi malam yang gelap gulita. Mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya.”

Kemudian dikatakan kepada orang-orang yang zalim itu : “Rasakanlah olehmu siksaan yang kekal, kamu tidak diberi balasan melainkan dengan apa yang telah kamu kerjakan.” Surat As-Sajadah 32 : 14 “Maka. Rasakanlah olehmu (siksaan) disebabkan kamu lupa akan pertemuan dengan harimu ini. Sesungguhnya Kami telah melupakanmu (pula) dan rasakanlah siksa yang kekal, disebabkan apa yang kamu kerjakan.” Surat Muhammad 47 : 15 Gambaran (penghuni) surga yang dijanjikan kepada orang-orang yang bertakwa yang di dalamnya ada sungai-sungai dari air yang tiada berubah rasa dan baunya, sungai-sungai dari susu yang tiada berubah rasanya, sungai-sungai dari khamar yang lezat rasanya bagi peminumnya dan sungai-sungai dari madu yang disaring dari Tuhannya, (apakah) sama dengan gambaran orangorang yang kekal dalam neraka dan diberi minum air yang mendidih sehingga memotong-motong ususnya. Demikianlah balasan (terhadap) musuh-musuh Allah, (yaitu) neraka; mereka mendapat tempat tinggal yang kekal di dalamnya sebagai balasan atas keingkarannya terhadap tanda-tanda (ayatayat) kami. Surat At Taubah 9 : 17 dan 63 Tidaklah pantas orang-orang musyrik itu memakmurkan masjidmasjid Allah, sedang mereka mengakui mereka sendiri kafir. Itulah orang-orang yang hapus semua amal mereka, dan mereka kekal di dalam neraka. Surat Al Hasyr 59 : 17 Maka kesudahannya kedua golongan itu, bahwa sesungguhnya keduanya (masuk) ke dalam neraka, mereka kekal di dalamnya. Demikianlah balasan (bagi) orang-orang yang zalim. Surat Al Baqarah 2 : 25, 29, 81-82, 163, 217, 257 dan 275 Dan sampaikanlah berita gembira bagi mereka yang beriman dan berbuat kebaikan, bahwa bagi mereka disediakan surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya. Setiap mereka diberi rezeki buah-buahan dalam surga itu, mereka mengatakan : “Inilah yang pernah diberikan kepada kami dahulu. Mereka diberi buah-buahan yang serupa dan untuk mereka di dalamnya ada istri-istri yang disucikan dan mereka kekal di dalamnya. Surat Ali Imran 3 : 15, 77, 107, 116, 136 dan 198 Surat Al Maidah 5 : 80, Surat Al A’Raaf 7 : 36 dan 45 Dan banyak lagi ayat-ayat yang sejenis yang menunjukkan adanya siksa neraka dan ganjaran surga yang kekal di dalamnya. Oleh karena itu dalam ringkasan ini tidak perlu semuanya harus dicantumkan, silahkan cari sendiri di dalam Al Qur’an.

SANGGAHAN DARI MEREKA YANG RAGU Menurut H.E Semedi, sanggahan dari mereka yang tidak percaya akan adanya reinkarnasi adalah dengan mengajukan pertanyaan sebagai berikut : “Mengapa di dalam Al Qur’an tidak terdapat kata-kata reinkarnasi dan tidak ada sebuah Hadits pun yang membahas tentang reinkarnasi???” Memang benar istilah reinkarnasi tidak terdapat di dalam Al Qur’an. Menurut Semedi begitulah bahasa Al Qur’an yang penuh dengan perumpamaan-perumpamaan bagi mereka yang mau berfikir. Apakah engkau tidak mengetahui ??? Apakah kita harus menolak istilah zaman sekarang yang secara kebetulan tidak tercantum di dalam Al Qur’an ??? Misalnya : Istilah “listrik”, “reaktor nuklir”, “radio”, “televisi”, “galaksi”, “fisika”, “atom”, “psikiatri”, “hipnotis” dsb. Dalam hal ini penulis ingin menambahkan bahwa istilah “keluarga berencana” pun tidak tercantum di dalam Al Qur’an, yang tercantum di dalam Al Qur’an hanya perintah menyusukan bayi selama 2 tahun (AL BAQARAH 2 : 233) dan perintah bahwa kita hendaknya jangan sampai mewariskan (meninggalkan) keturunan yang lemah (ANNISAA 4 : 9). Lemah dalam arti kata yang luas … adalah lemah jasmaninya, ruhaninya, mentalnya serta lemah keadaan sosial ekonominya … Bahwa Tuhan tidak akan merubah nasib seseorang atau suatu kaum kecuali orang atau kaum tersebut berusaha sendiri untuk mengadakan perubahan (AR-RA’AD 13 : 11). Di dalam Al Qur’an memang tidak ada kata-kata reinkarnasi, yang ada adalah kata-kata : dihidupkan kembali, diciptakan kembali, dikeluarkan lagi, dikeluarkan untuk kedua kalinya serta kata-kata lain yang senada … Mengenai Hadits, secara terus terang Semedi mengatakan bahwa beliau kurang menguasai masalah Hadits. Bagi Semedi segala ilmu dan semua ajaran telah tercantum di dalam Al Qur’an dengan sempurna. Walaupun demikian beliau memberikan penjelasan mengenai Hadits Rosulullah yang sering di ulang-ulang untuk memperingatkan para sahabatnya : Janganlah kamu tuliskan ucapan-ucapanku !!! Siapa yang menuliskan ucapanku selain Al Qur’an, hendaklah menghapuskannya; dan kamu boleh meriwayatkan perkataanperkataan ini. Siapa yang dengan sengaja berdusta terhadapku, maka tempatnya adalah neraka.

Dan apa yang diberikan Rosul kepada-mu, terimalah. yang dilarang Rosul, tinggalkanlah…(AL HASYR 59 : 7).

Dan apa

Hai orang-orang yang beriman… taatilah Allah dan taatilah Rosul (Nya) dan ulil amri diantara kamu. Kemudian bila kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah dan Rosul, jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama dan lebih baik akibatnya (AN NISAA 4 : 59). Menurut Semedi, mungkin pada saat itu Rosulullah sudah merasa khawatir, bila segala ucapan-ucapan beliau dibukukan, maka pada suatu ketika akan dapat menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan, misalnya : 1. Kumpulan catatan tersebut bisa menjadi beban yang memberatkan bagi umatnya. 2. Bisa menimbulkan perselisihan diantara umatnya penilaian antara yang sahih dan yang tidak sahih.

dalam

hal

3. Akan menimbulkan mahzab-mahzab yang masing-masing berpegang pada ucapan Rasul yang mereka jadikan bahan bertentangan atau karena perbedaan persepsi mereka karena Rasul mengatakannya dalam situasi yang berbeda. 4. Kemungkinan salah dengar, salah persepsi atau dibelokkan artinya baik secara disengaja maupun tanpa disengaja. 5. Golongan yang membenci Islam akan dengan sengaja menyusupkan ajaran-ajaran palsu. 6. Serta hal-hal lain yang akan bisa merusak citra Islam. Ternyata 200 tahun lebih setelah Rasulullah wafat dibentuk panitia untuk menghimpun dan membukukan Hadits-hadits Rasulullah. Menurut Semedi, mula-mula terkumpul lebih dari 600.000 “calon Hadits”, disaring menjadi 20.000 dan disaring lagi untuk dibukukan menjadi hanya tinggal beberapa ribu saja. Melihat kurun waktu 200 tahun lebih yang sudah terlalu lama, serta jumlah “calon hadits” yang begitu banyak, maka bisa kita bayangkan betapa sulitnya pekerjaan yang dilakukan panitia tersebut. Mungkin terjadi perdebatan panjang bahkan perselisihan untuk menentukan mana yang sahih dan mana yang tidak. Wajar bila kemudian timbul golongangolongan atau mahzab-mahzab. Tidak aneh bila kemudian muncul golongan-golongan yang lebih mengutakamakan Hadits dari pada Al Qur’an.

Kurun waktu 200 tahun lebih berarti sudah 2 generasi. Apakah masih ada saksi hidup ??? Apakah pada saat itu sudah ada sistim penyimpanan arsip yang baik ??? Apakah pengumpulan calon hadits itu dihimpun dari mulut ke mulut melalui wawancara ??? Apakah mereka yang diwawancarai tersebut mempunyai daya ingat yang kuat ??? Apakah diantara panitia tersebut tidak ada kelompok kepentingan ??? Mengingat mereka adalah bukan Rosul dan bukan pula para sahabat Rasul, mereka adalah generasi baru setelah Rasul. Siapa yang bisa menjamin bahwa di dalam Haditshadits yang disingkirkan itu tidak terdapat ajaran reinkarnasi ??? Mengingat pada saat itu banyak Kaum Nasrani yang bermukim di zajirah Arab, dimana Kaum Nasrani pun setelah mengadakan muktamar gereja kristen di Konstantinopel pada tahun 553 Masehi, yaitu kira-kira 50 tahun sebelum munculnya Agama Islam telah menetapkan untuk membuang ayat-ayat mengenai reinkarnasi dari kitab Injil. Apakah anggota panitia penyusun Hadits pada waktu itu tidak terpengaruh Kaum Nasrani yang telah membuang ajaran reinkarnasi tersebut ??? Sesungguhnya Al Qur’an telah meramalkan bahwa suatu saat nanti akan ada kelompok kepentingan yang lebih mengutamakan Hadits-hadits yang menurut mereka sahih daripada ajaran Al Qur’an. Hal ini sesuai dengan Firman Allah : Ya Tuhan-ku… Sesungguhnya kaumku menjadikan Al Qur’an ini sesuatu yang tidak diacuhknan (AL FURQAAN 25 : 30). Telah kami jelaskan kepada manusia dalam Al Qur’an ini segala pemisalan, tetapi manusia dalam banyak hal suka membantah (AL KAHFI 18 : 54). Menurut Al Khathib justru hadits-hadits Rosulullah itu dibukukan karena mulai tampak adanya gejala-gejala pemalsuan hadits yang muncul di wilayah sebelah timur, pada saat pemerintahan Umar bin Abdul Aziz sebagai Khulafa ar-Rasyidin yang ke-lima. Umar bin Abdul Aziz memerintahkan Ibnu Shihab az-Zuhri untuk menghimpun sunah-sunah Rosulullah dan membukukannya menjadi beberapa eksemplar. Selanjutnya khalifah Umar bin Abdul Aziz mengirimkan satu buku kepada setiap pejabat di wilayah-wilayah kekuasaan Islam. Hal ini terjadi pada awal tahun 100 H. yang dianggap sebagai awal pembukuan dari hadits-hadits Rosulullah. Himpunan Hadits yang dibukukan itu berasal dari catatan para sahabat pada zaman Rosulullah termasuk catatan dari Siti Aisyah setelah melalui seleksi yang ketat. Catatan para sahabat maupun Siti Aisyah tidaklah berupa buku, namun berupa tulisan pada lembaran kulit, daun, tulang dan apa saja yang bisa ditulisi. Setelah penulisan dipelopori oleh khalifah maka muncul keberanian dari para tokoh ulama terkenal lainnya yang menyusun buku tentang hadits Rosulullah, antara lain Imam Malik bin Anas, Imam Ahmad bin Hambal

( 164 – 214 H ) dan Imam Abu Abdullah Muhammad bin Ismail al-Bukhori ( 194 – 256 H ) dan lain-lainnya. Sesungguhnya penulisan hadits-hadits Rosulullah ini telah dilakukan sejak dini. Shahifah adalah catatan hadits yang berasal langsung dari Rosulullah sendiri yang memerintahkan untuk menuliskannya. Perintah tersebut diberikan kepada Abdulah bin Amr (7 SH-65 H). Tulisan tersebut diberi nama oleh penulisnya Ash-Shahifah Ash-shadiqah. Tulisan-tulisan Ibnu Abbas (3 SH-68 H). Shahifah Jabar bin Abdillah al-Anshari (16 SH-78 H). Shahifah milik Hamam bin Munabbih (40 – 131H). Catatan Hamam ini berasal dari Abu Hurairah, sebelum Abu Hurairah meninggal pada tahun 59 H. Berarti dokumen tersebut ditulis sebelum tahun 59 H. Kaum orientalis berpendapat bahwa hadits-hadits Rosulullah mulai ditulis pada awal tahun 200 H dengan maksud untuk mengecoh orang Islam agar tidak mempercayai hadits. Kaum orientalis berpendapat bahwa haditshadits tersebut adalah tulisan atau pendapat para ulama biasa bukan dari Rasulullah S.A.W. (Al-Khatib : Hadits Nabi sebelum dibukukan). Meskipun Semedi tidak menguasai masalah hadits, dia mengajukan sebuah Hadits yang dapat dipergunakan untuk memperkuat kebenaran reinkarnasi : Do’a yang diajarkan oleh Nabi Muhammad s.a.w. : “Ya Tuhan !!! Bangunkanlah bagiku agamaku yang menjadi pegangan segala urusanku; bangunkanlah duniaku yang menjadi tempat (pencaharian) penghidupanku; bangunkanlah akhiratku yang menjadi tempat pulang bagiku; jadikanlah hidupku menjadi tambahan kekuatanku untuk segala amal kebaikan; dan jadikanlah kematianku untuk beristirahat dari segala kejahatan. (Riwayat Muslim dari Abi Hurairah). “Jadikanlah kematianku untuk beristirahat dari segala kejahatan.” Mengapa pada kalimat tersebut Rosulullah s.a.w. mempergunakan istilah kematian untuk beristirahat, tidak untuk berhenti dari kejahatan ??? Bagi mereka yang percaya akan adanya reinkarnasi maka kematian itu pada hakekatnya hanyalah selingan di antara dua kehidupan fisik dunia. Demikian juga sebaliknya, kehidupan fisik pun merupakan selingan dari antara dua kematian atau kehidupanan akhirat. Kita semua menyadari bahwa selama hidup di dunia tentu akan digoda oleh kebutuhan fisik dan nafsu yang bisa menjerumuskan diri ke dalam tindak kejahatan. Setelah kematiannya bagi ruh para durjana tidak akan bisa langsung berada di sisi Allah. Dunia fisik merupakan tempat ujian bagi setiap ruh untuk meningkatkan kualitas kesucian spiritualnya secara tahap demi tahap, sampai bisa

mencapai tingkat ihsan dan insan kamil sehingga mereka tidak usah mengalami reinkarnasi secara terus menerus. Mereka bisa tetap hidup kekal disisi Tuhannya dan mendapat rejeki, kecuali bila Tuhan menghendaki lain. Itulah perjalanan sufistik yang mau tidak mau harus kita tempuh. Sesungguhnya kamu melalui tingkat demi tingkat (AL INSYQAAQ 84 : 19) Dan Kami telah tunjukkan kepadanya dua jalan, maka tidak-kah sebaiknya ia menempuh jalan yang mendaki lagi sukar. Tahukah kamu jalan yang mendaki lagi sukar itu…??? (AL BALAD 90 : 10 – 12). Cahaya diatas Cahaya, Allah akan membimbing dengan Cahayanya kepada yang Dia kehendaki ( AN NUUR 24 : 35 ) Adapun orang-orang yang berbahagia, mereka itu di dalam surga, tinggal di dalamnya selama terbentang langit dan bumi, kecuali Tuhan-mu menghendaki lain sebagai karunia yang tiada putusputusnya (HUUD 11 : 108). Pada dasarnya setiap Ruh senantiasa ingin hidup kekal di sisi Allah termasuk ruh para durjana sekalipun. Setelah kematiannya Ruh mereka bisa melihat dan mendengar sendiri tentang alam kubur : Sesungguhnya kamu telah lalai, maka mulai hari ini Aku buka tabir yang menutupimu, maka pandangan matamu menjadi tajam (AL QAF 50 : 22). Oleh karena itu, kemudian mereka (para ruh) memohon kepada Allah : Ya Tuhan kami, kami telah melihat dan memdengar, maka kembalikanlah kami (ke dunia), kami akan mengerjakan amal sholeh, sesungguhnya sekarang kami yakin (AS SAJDDAH 32 : 12). Seandainya kami dapat kembali ke dunia, niscaya kami akan menjadi orang-orang yang beriman (ASY-SYU’ARA 26 : 102). Sebagai bukti bahwa Allah Maha Mengabulkan semua do’a, Maha Pengasih lagi Penyayang, maka Allah pun berkenan untuk menghidupkan mereka kembali ke dunia nyata dengan syarat bahwa mereka bersaksi dan harus membawa amanah, tugas di dunia, agama atau amanah apapun dari Allah. Di alam dunia, Allah pun akan menguji mereka dengan nafsu … Oleh karena itu, jangan merasa dirimu suci, tapi berusahalah hidup sebaik mungkin sesuai ajaran Al Qur’an dan Sunah Rasul … Apakah kamu tidak memperhatikan orang-orang yang menganggap dirinya bersih…??? Sebenarnya Allah membersihkan siapa yang dia kehendaki …. ( AN- NISA 4 : 49 )

Sekiranya bukan karena karunia dan rahmat Allah kepada kamu sekalian, niscaya tidak seorangpun dari kamu bersih selamalamanya, tetapi Allah membersihkan siapa yang Dia kehendaki .. ( AN-NUUR 24 : 21 ) Karena itu janganlah kamu menganggap dirimu suci !!! Dia Maha Mengetahui siapa yang taqwa ( AN-NAJM 53 : 32 ) Hai orang-orang yang beriman janganlah ada diantara kamu yang memperolok-olokkan orang lain, karena mungkin mereka lebih baik dari kamu … Hai orang-orang yang beriman, janganlah engkau berburuk sangka , sesungguhnya berburuk sangka adalah dosa dan janganlah mencari-cari aib orang lain dan jangan pula sebagian dari kamu mencela dan membusuk-busukkan orang lain ( AL HUJURAT 49 : 11-12 ) Sanggahan lainnya adalah : 1. Jika benar terjadi reinkarnasi, mengapa kita tidak ingat lagi kepada kejadian-kejadian pada kehidupan kita yang lalu ??” 2. Mengapa menurut data statistik ternyata jumlah penduduk di dunia senantiasa meningkat ??” Dengan adanya reinkarnasi, seharusnya jumlah penduduk di dunia tidak akan bertambah banyak, karena Ruhnya juga tidak bertambah banyak. Bila kita tidak bisa mengingat kejadian-kejadian pada kehidupan kita yang lalu, secara logika adalah wajar, karena ingatan kita tersimpan di dalam otak jasmani kita yang telah dikubur dan telah hancur menjadi tanah. Apakah ruhani bisa berfikir ??? Sebagaimana halnya dengan malaikat, apakah malaikat bisa berfikir ??? Apakah malaikat mempunyai nafsu, apakah malaikat mempunyai jenis kelamin ??? Penulis sendiri berpendapat bahwa Ruhani yang menggerakkan otak untuk berfikir dan mengingat sesuatu. Jadi, yang berfikir adalah otak. Otak tidak bisa mengingat sesuatu tanpa disertai adanya Ruhani, demikian juga Ruhani bila ingin menyatakan sesuatu harus melalui otak, kemudian otak akan menggerakkan tubuh. Bila Ruhani memasuki bayi dan dilahirkan kembali ke dunia, adalah wajar bila harus belajar lagi dari awal. Bila kita bisa mengingat peristiwaperistiwa dikehidupan sebelumnya, maka kita bisa terbelenggu masa lalu, ini bisa menyebabkan kita stres berat… Allah Maha Mengetahui segala sesuatu… Allah tidak pernah membuat umatnya susah… Semedi memberikan penjelasannya sesuai dengan Firman Allah :

Hai manusia… Jika kamu ragu-ragu tentang hari kebangkitan, maka sesungguhnya Kami ciptakan kamu dari tanah, kemudian dari segumpal darah, kemudian dari segumpal daging yang sempurna kejadiannya dan tidak sempurna kejadiannya, agar Kami dapat menjelaskan kepadamu dan Kami tempatkan yang Kami kehendaki di dalam rahim untuk suatu masa tertentu dan kemudian Kami keluarkan kamu sebagai bayi dan kamu menjadi dewasa dan diantara kamu ada yang diwafatkan dan diantara kamu ada yang dikembalikan ke tingkat hidup yang paling rendah setelah tadinya berpengetahuan (SURAT AL HAJJ 22 : 5). Menurut Semedi, bila pengertian “dikembalikan ke tingkat hidup yang paling rendah” ditafsirkan sebagai “dimasukkan ke dalam neraka”, “dijadikan kafir” atau “dijadikan pikun”, maka tafsiran-tafsiran tersebut menjadi tidak sesuai dengan kata-kata selanjutnya yaitu : “sehingga ia tidak mengetahui apa-apa setelah tadinya berpengetahuan”. Mengapa tidak sesuai ??? Mengenai tafsiran “dimasukkan ke dalam neraka”, menurut pendapat penulis juga terasa kurang pas, karena pada ayat tersebut tidak sedang membahas tentang masalah neraka. Memang mengenai masalah usia tua dan kepikunan ada kaitannya, namun dalam hal ini, baik yang kafir maupun yang pikun walaupun pengetahuannya sudah menjadi berkurang, akan tetapi mereka masih mengetahui apa-apa, sehingga menurut pendapat Semedi mengenai penafsiran “dijadikan kafir” dan “dijadikan pikun” pada ayat tersebut, menjadi tidak seluruhnya benar. Oleh karena itu, Semedi berpendapat bahwa kata-kata : “dikembalikan ketingkat hidup yang paling rendah, sehingga ia tidak mengetahui apaapa setelah tadinya berpengetahuan” lebih cocok bila diartikan sebagai : “dilahirkan kembali ke dunia sebagai bayi”. Dalam hal ini bayi yang baru dilahirkan dan tidak mengetahui apa-apa merupakan tingkatan hidup yang paling rendah dari siklus kehidupan manusia. Kemudian dalam perkembangan selanjutnya bayi tersebut bisa melihat, bisa mendengar, bisa berbicara, menjadi seorang anak, menjadi remaja, berpengetahuan, berperasaan, berwawasan, menjadi dewasa dst… Menurut Semedi hal ini didukung oleh firman Allah : Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui apa-apa, dan Dia (Allah) memberi kamu pendengaran, penglihatan dan hati agar kamu bersyukur (SURAT AN NAHL 16 : 78). Menurut penulis, di dalam kata-kata : “diantara kamu ada yang dikembalikan ketingkat kehidupan yang paling rendah” tersebut, bisa berarti : “dilahirkan kembali ke dunia dalam kondisi yang memprihatinkan , baik dari segi fisik maupun dari segi sosial ekonominya dan penafsiran yang sangat ekstrem adalah “dilahirkan

kembali kedunia sebagai hewan”. Dalam hal ini tidak ada sesuatu yang tidak mungkin bagi Allah. Allah Maha Kuasa atas segalanya.

1. 2. 3.

4. 5.

Mengenai jumlah penduduk di dunia yang setiap tahun selalu meningkat, dimana dengan adanya reinkarnasi seharusnya jumlah tersebut tetap tidak meningkat , Sumedi memberikan penjelasan berdasarkan Al Qur’an sebagai berikut : Bumi pada zaman dahulu kala , ratusan tahun yang lalu, pernah berpenghuni jauh lebih besar dari jumlah penduduk bumi pada masa kini . Peradaban ilmu dan teknologi penduduk bumi jaman dahulu kala sudah lebih canggih dari ilmu dan teknologi masa kini. Kecanggihan ilmu dan teknologinya , menyebabkan mereka lupa diri, mereka menjadi sombong , musrik dan kutur. Karena terhijab oleh kecanggihan ilmu dan teknologinya , mereka melupakan Tuhannya. Kemudian mereka menyalahgunakan ilmu dan teknologi yang dimilikinya , sehingga menimbulkan bencana yang sangat dahsyat dan akhirnya mereka menjadi musnah karena ulah mereka sendiri. Mereka yang selamat adalah manusia-manusia pilihan Allah. Belum semua Ruh yang mati dihidupkan kembali, oleh karena itu penduduk bumi masih terus akan meningkat. Dan berapa banyak (penduduk) negeri yang telah kami binasakan, yang sudah bersenang-senang dalam kehidupannya, maka lihatlah itu tempat kediaman sesudah mereka tidak didiami lagi, kecuali hanya sebagian kecil dan Kami adalah pewarisnya (AL QASHASH 28 : 58) Surat Al qashash 28 : 58 ini memberikan kepada kita bahwa banyak negeri yang semula subur makmur, kerta raharja, gemah ripah loh jinawi namun penduduknya hanya bersenang-senang saja tanpa mensyukuri nikmat Allah artinya tidak peduli kepada masalah kelestarian alam serta lingkungan hidup, maka akibat kerusakan yang mereka timbulkan, mereka sendiri pun akhirnya ikut binasa. Data-data sejarahnya juga ikut musnah. Hanya sebagian kecil saja yang tersisa baik alamnya maupun penghuninya. Oleh karena itu, penyebaran penduduk di dunia menjadi tidak merata. Di daerah yang subur penduduknya bisa sangat padat. Di daerah gersang penduduknya sangat jarang atau bahkan tidak ada sama sekali. Daerah yang semula suburpun bisa rusak berat karena ulah manusia yang serakah, karena ulah manusia yang hanya mementingkan diri sendiri tanpa memperhatikan kepentingan orang lain, tanpa memperhatikan kelestarian alam dan lingkungan hidup. Berapa banyak hutan tropis yang rusak ??? Konon kabarnya lembah Mekahpun pada awalnya adalah daerah yang subur.

Legenda Benua Atlantis yang hilang mengisahkan kecanggihan ilmu dan teknologi penduduknya yang lebih canggih dari keadaan penduduk bumi masa kini. Edgar Cayce seorang para normal dari Amerika, pada masa hidupnya sempat menghipnotis dirinya sendiri dan menceritakan kisah kecanggihan ilmu dan teknologi penduduk Benua Atlantis tersebut. Kisah banjir besar di dalam Al Quran adalah kisah Nabi Nuh. Apakah mereka tidak memperhatikan berapa banyak generasi yang telah Kami binasakan sebelum mereka, padahal (generasi itu) telah Kami teguhkan kedudukkannya di muka bumi dengan keteguhan yang belum pernah kami berikan kepadamu (AL AN’AAM 6 : 6). Berapa banyak umat yang telah kami binasakan sebelum mereka, sedangkan mereka lebih baik perlengkapannya dan lebih canggih dipandang mata (MARYAM 19 : 74). Apakah mereka tidak bepergian di muka bumi dan memperhatikan bagaimana kesudahan orang-orang sebelum mereka??? Mereka itu (orang-orang sebelumnya) lebih banyak dari pada mereka (yang sekarang) dan lebih hebat kekuatannya dan bekas-bekas peninggalannya di muka bumi, tetapi apa yang biasa mereka usahakan tidak dapat menolong mereka ( AL MU’MIN 40 : 82 ). Maka ketika datang Rosul-rosul kepada mereka membawa buktibukti, mereka bersombong dengan pengetahuan yang mereka miliki, maka mereka ditimpa azab karena apa yang biasa mereka perolok-olokan itu ( AL MU’MIN 40 : 83 ). Bahasa Al Qur’an menurut Semedi memang sesuai dengan zamannya, tidak ada istilah bom atom, bom nuklir, bom hidrogen atau senjata sinar laser dan sebagainya, bencana alam yang disebabkan oleh ledakan yang dahsyat hanya diumpamakan dengan ledakan seperti petir atau sebagai sapuan angin yang menghancur luluhkan segala sesuatu menjadi serbuk. Itulah bahasa Al Qur’an. Bagi mereka yang mau berfikir : Apakah memang ada petir yang bisa membinasakan dan memusnahkan satu kaum ??? Apakah ada badai topan yang bisa menghancurkan segala sesuatu sampai menjadi serbuk ??? Bandingkan dengan kerusakan yang disebabkan oleh bom atom atau bom napalm dan sejenisnya pada masa kini. Jika berpaling, katakanlah : Aku telah memperingatkan kamu tentang petir, seperti petir (yang menimpa) kaum ‘Aad dan Tsamud ( FUSHSHILAT 41 : 13 ). Dan juga pada ‘Aad ketika Kami kirimkan kepada mereka angin yang membinasakan. Angin itu tidak membiarkan sesuatu yang

dilandanya melainkan menjadikannya seperti bubuk. Dan pada Tsamud, ketika dikatakankepada mereka : Bersenang-senanglah kamu sampai suatu waktu… Tetapi mereka durhaka terhadap perintah Tuhannya, lalu mereka disambar petir, sedang mereka melihatnya (AZZARIYAAT 51 : 41-44) Bagi mereka yang ragu juga mengatakan bahwa : “Reinkarnasi tidak terdapat dalam ajaran Islam”. Menurut Semedi memang benar demikian bila yang dimaksud dengan Islam adalah para penganutnya. Para penganut Islam dalam hal ini kebanyakan para ulama belum pernah mengajarkan paham tersebut. Hal ini mungkin sejak awal mereka sudah apriori terhadap masalah ini, sehingga sampai kapanpun akan terjadi perbedaan persepsi. Perbedaan persepsi ini bisa disebabkan oleh keterbatasan pengetahuan serta keterbatasan akal pikiran kita sehingga kita kurang bisa memahami makna ayat-ayat Al Qur’an yang bersangkutan dengan masalah reinkarnasi. Masalah reinkaransi ini adalah masalah Ruh. Masalah Ruh adalah masalah keghoiban dan kerahasiaan Allah, sehingga sulit untuk bisa dibuktikan secara nyata. Oleh karena itu, sulit untuk diyakini oleh kebanyakan orang awam, kecuali bagi para ulama kasyaf yang sudah bisa melihat alam ghoib dan alam kubur. Demikian menurut pendapat penulis. Maka sekiranya engkau berselisih pendapat, ikutilah golongan mayoritas yang berpijak kepada kebenaran dan terdiri dari ahlinya (Hadits). Mintalah fatwa kepada hatimu sendiri, meskipun orang lain telah memberimu fatwa. Yang terbaik adalah yang menentramkan Ruhani. (Hadits) Al Qur’an pun mengajarkan kepada kita bahwa bila kita tidak mengetahui maka kita harus bertanya kepada Ahli Ilmu. Namun ahli ilmu tersebut menurut Semedi harus yang berpijak pada azas kebenaran, misalnya dalam mentafsirkan ayat-ayat Al Qur’an juga harus benar, sesuai dengan artinya yang murni dan konsisten. Semedi memberikan contoh sebagai berikut : 1. Kata “mati” dalam Al Baqarah 2 : 28 : “Bagaimana kamu tidak beriman kepada Allah, padahal kamu tadinya mati, lalu Ia hidupkan kamu, kemudian Ia mematikan kamu, kemudian menghidupkan kamu ( lagi ), kemudian kepadanya kamu dikembalikan. Semedi menghendaki agar kata “mati” tersebut jangan ditafsirkan sebagai tidak atau belum ada, sebagai “segumpal darah” atau pun sebagai “ketika di dalam rahim”.

Mati harus tetap ditafsirkan mati, yaitu keadaan setelah selesai siklus kehidupan dan sekarang berada di alam kubur. 2. Kata Arab “ajalu” dalam Al An’aam 6 : 2 yang sebenarnya berarti “masa” atau “waktu” hendaknya jangan diterjemahkan sebagai “kematian”, karena tanpa disadari akan menghapuskan ajaran Allah yang menyatakan bahwa selain ada kurun waktu tertentu di dunia, ada pula kurun waktu tertentu di alam kubur atau di akhirat.

3. Kata Arab qiyaamatu artinya yang murni adalah “kebangkitan”, yaitu kebangkitan Ruh Orang mati di akhirat atau di alam kubur setelah kematiannya, jangan ditafsirkan sebagai “akhir zaman”, “kebangkitan pada akhir zaman” atau “kehancuran total dunia pada akhir zaman”

4. Kata-kata “diciptakan kembali”, “dihidupkan kembali”, dan “dikeluarkan” di dalam beberapa ayat Al Qur’an telah ditafsirkan secara tidak konsisten. Semula ditafsirkan sebagai “dilahirkan kembali ke dunia”, akan tetapi kemudian setelah kata-kata itu mendapat tambahan kata “lagi” atau “kembali” maka selanjutnya tafsirannya dirubah menjadi “dihidupkan kembali di akhirat”. Bila konsisten seharusnya tetap ditafsirkan sebagai semula, yaitu “dilahirkan kembali ke dunia”. Akhirnya menurut pendapat penulis, karena masalah reinkarnasi ini menyangkut masalah Ruh yang menjadi rahasia Allah, maka bila kita sulit untuk mendapatkan Ahli Ilmu yang berpegang pada kebenaran atau kita sulit mencari Ulama kasyaf yang sudah bisa melihat alam kubur, sebaiknya kita hayati Hadits Rosulullah yang mengatakan bahwa setelah minta fatwa kepada orang lain, maka mintalah fatwa kepada hatimu sendiri dan yang terbaik adalah yang menentramkan ruhani kita masing-masing. Reinkarnasi ini bukan tujuan akhir dari ajaran Islam, karena reinkarnasi adalah kembali ke alam dunia, sedangkan tujuan akhir dari ajaran Islam adalah kembali kepada Allah. Oleh karena itu mengenai masalah reinkarnasi hendaknya tidak perlu untuk diperdebatkan. Bagi penulis sendiri yang penting adalah bukan masalah reinkarnasinya, akan tetapi yang penting adalah usaha kita untuk mencapai tingkatan Ihsan dan Insan Kamil melalui perjalanan tasawuf, sesuai dengan ajaran Al Qur’an dan Sunah Rosul … agar kita bisa kembali kepada Allah dan tetap berada di sisi Allah … Kecuali bila Allah menghendaki lain…

Ingat Surat AL ASR 103 :1-3… Sesungguhnya jadi manusia itu selalu rugi… Mereka yang meninggal di jalan Allah jangan engkau katakan mati. Tidak..!!! mereka tetap hidup di sisi Tuhannya dan mendapat rizki ( ALI IMARAN 3 : 169 ) Orang yang paling mulia di sisi Allah adalah dia yang paling takwa diantara kalian ( AL HUJURAT 49 : 13 ) Bersambung ….ke jilid 5 mengenai penelitan RUH serta kesimpulan buku ini

ADAKAH REINKARNASI DI DALAM AL QUR’AN Jilid3 Edisi Revisi 27 Februari 2015

Disusun oleh Dr. H MAMAN SW Sp OG http: //www.slideshare.net/drmaman

http : //www.drmamanspog.blogspot.com

TANDA – TANDA MENJELANG KEMATIAN Untuk melengkapi tulisan ini, Bapak H. Abdul Radjak dari Tarakan, Kalimantan Timur berkenan mengirimkan catatannya kepada penulis mengenai tanda-tanda menjelang kematian bagi mereka yang mendapatkan rahmat Allah. Catatan tersebut sumbernya berasal dari ajaran Sech H. Muhammad Seman Al Banjari yang dipimpin oleh Muhammad Suming Abu Bakar. Tanda-tanda menjelang kematian adalah sebagai berikut : Tanda Pertama Bila Allah berkenan memberikan rahmatnya kepada kita maka tanda pertama adalah perasaan seperti tertusuk jarum, dimana rasa sakitnya

terasa sampai ke ubun-ubun, serta kita juga mendengar seperti suara letusan senapan sebanyak 1 (satu) kali. Bila kita mendapat rahmat tersebut maka ucapkanlah : YA … HU … Berarti sisa usia kita tinggal 40 hari … maka janganlah kita lalai … untuk tetap beribadah kepada Allah … Tanda Kedua Rahmat Allah yang kedua adalah dari mata kita keluar cahaya putih yang berubah wujud dan berdiri di hadapan kita sebagai manusia yang berpakaian sangat indah dan berhadap-hadapan dengan kita, maka segeralah kita ucapkan : ALHAK KULHAK … Berarti sisa usia kita tinggal 7 hari lagi … Maka kita harus lebih tekun lagi untuk beribadah kepada Allah Tanda Ketiga Dari mulut keluar cahaya yang sangat indah, kemudian cahaya tersebut berubah wujud yang sangat menyerupai rupa diri kita sendiri, disertai bau yang sangat harum, maka segeralah ucapkan : ALHAMDULILLAHI RABBIL ALLAMIN … Berarti sisa usia kita tinggal tiga hari lagi. Mulailah kita berwasiat …. Tanda Ke-empat Adalah merupakan hari H kita, hari yang kita nanti-nantikan, saat kita kembali ke Rahmat Allah … Telinga kita berdengung panjang, teramat panjang … Pandangan mata kita berubah menjadi kabur … kemudian segalanya menjadi hitam, alam semesta terasa gelap gulita … Walaupun demikian kita hendaknya jangan lalai untuk tetap berdzikir kepada Allah … ujung lidah dilipat ke atas menyentuh langit-langit … Selanjutnya dari kegelapan tersebut akan muncul suatu titik cahaya … yang merubah kegelapan tersebut menjadi terang benderang dan sangat gilang gemilang, sangat indah tiada tara … Sungguhpun demikian kita harus tetap tenang dan tetap berdzikir kepada Allah semata … Kita janganlah ragu dan bimbang lagi, karena saat itu kita sedang berhadapan dengan “NUR ALLAH”. Kemudian kita mendengar suara mendengung kembali … disertai rasa kantuk yang sangat hebat … maka tetaplah berdzikir kepada Allah … Bila kita masih mampu untuk mengangkat kedua belah telapak tangan kita, maka angkatlah … ucapkanlah Allahu Akbar atau Laa illaaha ilallaah atau Allah…Allah…Allah ujung lidahnya menyentuh langit-langit, sambil menutup kedua mata kita… Kita kembali ke Rahmat Allah… amin… amin… Ya Robbal alamin…

KEBANGKITAN RUH DAN PENGHISABAN Apakah Ruh akan segera menjalani masa hukuman setelah kematian jasmani ??? Berapa lama masa hukuman tersebut harus dijalani ??? Apakah hukuman yang diterima Ruh bisa mendapatkan keringanan, grasi, remisi bahkan pengampunan dari Allah Yang Maha Pengampun …Apakah

di akhirat Ruh harus menunggu sampai akhir zaman, hari kehancuran total seluruh alam semesta yang disebut hari kiamat tanpa ada proses pengadilan ??? Apakah perhitungan Allah tidak cepat ??? Pada hari kiamat, menurut pelajaran agama yang kita terima sewaktu masih dibangku sekolah, semua ruh akan dikumpulkan di padang Masyar untuk diadili… Mungkin dalam bayangan kita, yang namanya Padang Masyar adalah suatu lapangan yang sangat luas… luar biasa luasnya… Begitu banyak Ruh, milyaran ruh berdesak-desakan dalam antrian, menunggu giliran proses sidang pengadilan di Padang Masyar… ada yang duduk, ada yang jongkok ada yang berdiri, ada yang kebingungan … macam-macam lah… Sampai saat ini kiamat masih belum terjadi, berarti para ruh yang sudah meninggal itu sampai saat ini pun belum berkumpul di Padang Masyar. Bila demikian para Ruh itu berada dimana…??? Katanya mereka ada di alam barzah lagi pada bengong, menanti dan menanti proses sidang pengadilan yang akan dilaksanakan di Padang Masyar setelah hari kiamat. Berarti sampai saat ini belum ada keputusan sidang pengadilan… neraka dan surga masih kosong Bro… Yang demikian itu, sesungguhnya Allah, Dia-lah yang Haq, Dia-lah yang menghidupkan orang mati dan Dia-lah Yang Maha Kuasa atas segala sesuatu. Sesungguhnya saat itu akan tiba. Tiada keraguan dalam hal itu, oleh karena Allah akan membangkitkan mereka di dalam kubur (AL HAJJ 22 :6-7). Yang dimaksud dengan kebangkitan di dalam kubur dalam surat AL HAJJ 22 : 7 adalah kebangkitan Ruh. Saat kebangkitan Ruh di alam kubur itulah yang disebut qiyaamat (bangkit). Setelah Ruh dibangkitkan, kemudian Ruh akan dikumpulkan sesuai dengan amal perbuatannya di dunia, sesuai dengan kadar keimanannya masing-masing … di neraka atau disurga, tanpa merugikan siapapun… Apakah hari kebangkitan itu harus menunggu sampai akhir zaman…??? Bila kita meyakini bahwa Allah Maha Kuasa atas segalanya, maka kita harus yakin bahwa sekalipun jasad sudah mati, Allah bisa menghidupkannya kembali. Hal ini bisa kita simak melalui kisah yang terjadi pada zaman Nabi Musa a.s dalam SURAT AL BAQARAH 2 : 55-56 : Dan ketika kami berkata : “Hai Musa !!! Kami tidak percaya kepadamu sebelum kami melihat Allah dengan nyata”. Lalu halilintar menyambarmu sedang kamu menatap. Kemudian Kami hidupkan kamu setelah kematianmu agar kamu bersyukur. Dan Dia-lah pembuat perhitungan yang paling tepat (AL ANN’AAM 6 : 62).

Wahai nafsu mutmainah (jiwa yang tenang), kembalilah kepada Tuhan-mu dengan suka cita dan diridhoi-Nya, masuklah ke dalam golongan hamba-hamba-Ku dan masuklah ke dalam surga-KU (AL FAJR 89 : 27 : 30). Surga Adn, mereka masuk ke dalamnya bersama mereka yang saleh di antara orang tua mereka, istri-istri mereka dan keturunan mereka (AR RA’D 13 : 23). Dan orang-orang yang beriman, lalu anak-cucu mereka mengikuti mereka dengan iman, Kami susulkan keturunan mereka pada mereka dan kami tidak mengurangi amal mereka sedikitpun (ATHTHUUR 52 : 21). Dengan demikian berdasarkan ayat-ayat tersebut di atas, bila kita sekeluarga semuanya se-agama dan se-iman, maka di akhiratpun kita semua akan berkumpul kembali…Di kehidupan yang baru pun mereka akan berkumpul kembali. Kemudian bagaimanakah nasibnya mereka yang mengingkari rahmat Allah ??? Semua tergantung kepada amal perbuatannya masing-masing. Pada hari itu kamu akan dihadapkan ( kepada Tuhan ), tiada sesuatupun dari keadaanmu akan disembunyikan (AL HAAQQAH 69 : 18). Kumpulkanlah mereka yang berbuat dzolim bersama istri-istri mereka dan apa-apa yang biasa mereka sembah selain Allah, dan tunjukkanlah kepada mereka jalan ke neraka dan tahanlah mereka, karena mereka harus ditanyai (ASH-SHAFFAAT 37 : 22 – 24). Dan demi Tuhan engkau…!!! Kami akan menanyai mereka semuanya tentang apa yang telah mereka kerjakan (AL HIJR 15 : 92). Sungguh tentu Kami akan menanyai umat yang telah menerima Rosul yang diutus kepada mereka dan Kami juga akan menanyai Rosul-Rosul itu (AL A’RAAF 7 : 5). Pada hari Tuhan memanggil mereka dan berfirman : Apakah jawaban yang kamu berikan kepada utusan-utusan itu (AL QASHASH 28 : 65). Ada sesepuh yang mengatakan bahwa yang dimaksud dengan utusan adalah utusan yang ada di dalam diri kita sendiri, yaitu : anggota badan, panca indera kita serta nafsu kita. Semua itu merupakan kitab pribadi yang akan memberikan kesaksian dihadapan Allah. Bahkan manusia itu menjadi saksi atas dirinya sendiri (AL QIYAAMAH 75 : 14). Lidah, tangan dan kaki mereka menjadi saksi terhadap apa yang mereka kerjakan.

( AN NUR 24 : 24 ) Berkatalah kepada Kami tangan mereka dan memberi kesaksianlah kaki mereka terhadap apa yang dahulu mereka usahakan ( YAASSIIN 36 : 65 ) Pendengaran, penglihatan dan hati masing – dimintai tanggung jawabnya ( AL ISRO 17 : 36 )

masing

akan

Bacalah kitabmu…!!! Cukuplah dirimu sendiri sebagai penghijab terhadapmu (AL ISRO 17 : 14). Manusialah yang berbuat dzolim terhadap dirinya sendiri akhirnya manusia juga yang menghisab dirinya sendiri. Maha suci Allah dari tindakan dzolim dan penghisaban, Dia Maha Pengampun, Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Bila demikian, apakah benar mereka akan ditanyai ??? Bukankah Allah Maha Mengetahui akan segala sesuatu ??? Menurut H.E Semedi, yang dimaksud ditanyai disini adalah kita diminta untuk mempertanggungjawabkan semua perilaku kita, jadi bukan dalam arti yang sebenarnya (muhkamaat), akan tetapi bersifat kiasan (mutasyabihaat). Oleh karena itu, dianggap janggal bila di akhirat ada pertanyaanpertanyaan dari malaikat Munkar dan Nakir : Siapakah Tuhan kamu ? Siapakah Nabi kamu ? Apakah agama kamu ? Apa kiblat kamu? Siapa pemimpin kamu? Dan siapakah saudaramu? Cara menjawabnya bagi laki-laki dan bagi wanita pun berbeda… Apakah Ruh ada kelaminnya…??? Apakah yang menjawab jasadnya yang sudah jadi mayat…??? Bila jasadnya yang menjawab, maka tidak perlu ditanya, karena kata Al Qur’an, tangan dan kaki bersaksi. Mata, telinga dan lidah bersaksi… Apakah malaikat Rokib dan Atid tidak tersinggung, karena catatannya tidak digubris…??? Apakah tidak ada koordinasi diantara malaikat, walaupun masih dalam satu departeman…??? Ajaran seperti ini justru akan sangat merendahkan derajat Tuhan Yang Maha Agung lagi Maha Mulia, Maha Mengetahui, Maha Melihat, Maha Pengampun dan Maha Pengasih lagi Maha Penyayang … Menurut ajaran Islam addinu bil aqli. Agama harus masuk akal, agama harus rasional. Di era globalisasi ini, ajaran yang tidak masuk akal akan sangat merugikan perkembangan Islam, karena bagi mereka yang berfikiran kritis atau mereka yang non Muslim pasti akan mentertawakan ajaran tersebut. Oleh karena itu, ajaran Islam yang tidak rasional merupakan propaganda yang buruk bagi umat Islam itu sendiri, demikian menurut H.E Semedi.

Sesungguhnya Allah selalu mengawasi kamu ( AN NISA 4 : 1). Dan Tuhan menyaksikan segalanya ( AL AHZAB 33 : 52). Sesungguhnya Allah meliputi segala sesuatu dan mengetahui segala sesuatu ( AL BAQARAH 2 : 115 ). Dzat Allah meliputi segala sesuatu ( FUSHSHILAT 41 : 54 ). Dalam dirimu apakah engkau tidak memperkatikan (ADZDZAARIYAAT 51 : 21). Dia (Allah) bersamamu di manapun kamu berada, Allah melihat segala sesuatu yang kamu kerjakan (AL HADID 57 : 41). Di alam kubur arwah orang-orang kafir menyesali perbuatannya tatkala dia hidup di dunia. Setelah kematiannya Ruh mereka bisa melihat dan mendengar sesuatu yang terjadi di alam kubur : Sesungguhnya kamu telah lalai, maka mulai hari ini Aku buka tabir yang menutupimu, maka pandangan matamu menjadi tajam ( AL QAF 50 : 22 ). Kemudian Ruh mereka meratap memohon kepada Allah agar dihidupkan kembali serta mereka berjanji akan berbuat baik dan akan menjadi orang yang beriman. Yang menjadi pertanyaan adalah : “Apakah di alam kubur bagi mereka yang sudah meninggal dunia itu masih bisa minta ampunan kepada Allah atau adakah semacam remisi, grasi atau bahkan amnesti dari Allah setelah kita berada di alam kubur ??? Ya Orang kafir senantiasa tidak ingat akan akibat kejahatannya, sehingga manakala datang kematian kepada seseorang dari mereka, dia menyesal dan berkata : Ya Tuhanku, hidupkanlah aku kembali, agar aku dapat beramal saleh dalam perkara yang aku lalaikan… Tidak…!!! Itu hanya alasan belaka, dibelakang (waroo’a) mereka ada suatu tabir yang menghalangi mereka, sampai hari mereka dibangkitkan ( AL MU’MINUN 23 : 99-100 ). Sekiranya kami dapat kembali kedunia, niscaya kami akan menjadi orang-orang yang beriman. Sesungguhnya hal ini menjadi keterangan yang nyata, tetapi kebanyakan mereka tidak mau percaya ( ASY-SYU’ARA 26 :102-103 ). Mari kita perhatikan ayat-ayat dibawah ini : Barang siapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit dan kami akan menghimpunnya pada hari kebangkitan dalam keadaan buta ( THAHA 20 : 124 ) Mereka menetap di dalamnya, tidak akan diringankan baginya siksaan, dan tidak pula mereka ditunda (siksaannya), kecuali

mereka kemudian bertaubat dan berbuat baik, sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang ( ALI IMRAN 3 : 88 – 89 ). Dari ayat tersebut ( ALI IMRAN 3 : 88 – 89 ), muncul suatu pertanyaan, apakah di alam akhirat Allah masih memberi kesempatan kepada Ruh untuk bertaubat, sebagai bukti bahwa Dia Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Sebagaimana halnya narapidana yang berbuat baik selama di dalam Rumah Penjara, kemudian pemerintah memberikan grasi atau remisi kepadanya. Sangat masuk di akal bila ayat ini berlaku untuk kehidupan di dunia… Oleh karena itu Ruh dihidupkan kembali, dilahirkan kembali, reinkarnasi ke alam dunia, diberi kesempatan untuk bertaubat dan berbuat kebaikan… Insya Allah Tuhan akan mengampuni semua dosa bagi setiap manusia yang betaubat, kecuali dosa syirik… Katakanlah : Wahai hamba-hamba-Ku yang telah melampaui batas terhadap diri sendiri, janganlah kamu berputus asa atas rahmat Allah yang akan mengampuni segala dosa. Sesungguhnya Dia Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (AZ-ZUMAR 53). Sesungguhnya Allah tidak mengampuni dosa syirik, tetapi Dia mengampuni dosa-dosa selain itu terhadap orang-orang yang diridhoi-Nya (AN NISAA 4 : 48). Mari kita perhatikan ayat berikut dibawah ini : Setiap yang memiliki nafs (nafsin) akan merasakan kematian dan pada hari kebangkitan akan dibayarkan kepada kamu ganjaranmu. Barang siapa dipindahkan dari api (neraka) dan dimasukkan ke dalam surga, sesungguhnya ia memperoleh kemenangan dan kehidupan dunia itu hanyalah kesenangan yang memperdayakan…. (ALI IMRAN 3 : 185). Bila kita simak Surat ALI IMRAN 3 : 88-89 serta ALI IMRON 3 : 185… mungkin akan menimbulkan banyak pertanyaan… Setelah manusia itu mati, jasadnya dikubur atau dibakar ( di kremasi ), berarti jasadnya akan hancur, musnah… Ruh manusia karena berasal dari Dzat Allah, dari Dzat Yang Maha Kekal, maka Ruh tidak akan mengalami kerusakkan . Ruh tidak akan mengalami proses kematian. Ruh berasal dari Cahaya Allah… wajar bila Ruh akan kembali kepada Cahaya Allah.. Ruh berasal dari Dzat Yang Maha Suci, maka Ruh tetap suci, tidak tercemar oleh polusi duniawi, tidak tercemar oleh sampahsampah kehidupan. Bila Ruh tetap suci maka yang mendapat siksa itu apanya …??? Apakah Ruhnya atau jasadnya…???

Menurut penelitian Einstain, semua benda yang ada di dunia ini berasal dari Energi Quanta… yang bergabung… Energi Quanta 1 bergabung dengan Energi Quanta 2, Energi Quanta 3 dst… menjadi atom, menjadi molekul akhirnya menjadi manusia… bila benda itu, atau manusia itu mati, jasadnya hancur, musnah kembali menjadi Energi Quanta… Energi Quanta berupa cahaya yang berasal dari Cahaya Yang Satu.. Energi Quanta yang berasal dari Cahaya akan kembali ke Cahaya semula. Itulah yang disebut Swarga. Swar artinya Cahaya dan Ga artinya kembali. Swarga artinya kembali ke Cahaya Semula… Manusia yang masih hidup ada jasadnya atau jasmaninya ada Ruhnya dan ada nafsunya. Nafsu manusia terdiri dari : amarah, luwamah, sufiyah dan mutmainah… Ternyata yang dipanggil Allah adalah nafsu mutmainahnya… Wahai nafsu mutmainah (jiwa yang tenang), kembalilah kepada Tuhan-mu dengan suka cita dan diridhoi-Nya, masuklah ke dalam golongan hamba-hamba-Ku dan masuklah ke dalam surga-KU (AL FAJR 89 : 27 : 30). Apakah yang akan mendapatkan siksa kubur itu nafsu amarah, luwamah dan sufiyahnya…??? Seandainya memang benar amarah, luwamah dan sufiyahnya yang mendapatkan siksa neraka, apakah tanpa jasmani tanpa Ruh bisa merasakan kesakitan…??? Demikian juga mutmainah, tanpa jasmani, tanpa kelamin, tanpa Ruh, apakah bisa merasakan kenikmatan surga…??? Mari kita perhatikan Surat ALI IMRAN 3 : 185 : … Barang siapa dipindahkan dari api neraka dan dimasukkan ke dalam surga, sesungguhnya ia memperoleh kemenangan dan kehidupan dunia itu hanyalah kesenangan yang memperdayakan…. Ada apa di surga menurut Al Qur’an…??? Hanya ada kesenangan fisik… yang memperdayakan : Air yang mengalir (Al Baqarah 2 : 25 ), kasur yang empuk ( Al Waqiqh 56 : 34 ), Dan gadis –gadis montok ( an Naba 78 : 33 ), bidadari…( Ar-Rahman 55 : 56-57 ), minuman air kafur dan wedang jahe (Al Insan 76 : 5, 17-18 ) Campuran khamr murni dari Tasnim ( Al Mutaffifin 83 : 27 ) Bila kita menganggap bahwa neraka merupakan penjara bagi para arwah manusia durjana untuk melaksanakan hukuman dari Allah atas segala perbuatannya didunia, maka sebagai bukti bahwa Allah Maha Pengampun serta Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, adalah masuk akal bila para arwah yang berada dineraka masih diberi kesempatan untuk bertaubat dan berbuat kebaikan, diberi keringanan hukuman, bahkan kemudian dipindahkan ke surga. Berarti dalam menjalani hukuman di alam akhirat, ada suatu kurun waktu tertentu yang tentu saja berbeda untuk setiap orang.

Hal ini dimungkinkan karena amal jariahnya sendiri, ilmu yang diamalkannya serta do’a dari anak-anaknya yang soleh. Dengan demikian kata TIDAK !!! ( dalam Surat AL MU’MINUN 23 : 100 ) hanya bersifat sementara saja sampai sebatas waktu yang ditentukan Tuhan… Oleh karena Allah Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, Allah Maha Pengampun dan Maha Mengabulkan semua do’a.. maka Allah mengabulkan do’a ruh yang ingin dihidupkan kembali ke dunia yang kita sebut reinkarnasi… Dia-lah yang menciptakan kamu dari unsur tanah, kemudian Dia tentukan batas waktu (ajalan, term) kematian kamu, disamping itu ada pula batas waktu lainnya yang akan ditetapkan kemudian oleh-Nya (ajalum musammaa indahu). Namun begitu kamu masih tetap meragukannya (AL AN’AAM 6 : 2 terjemahan Bachtiar Surin). Menurut H.E Semedi ayat tersebut harus diterjemahkan sebagai berikut : Dia-lah yang menciptakan kamu dari tanah, kemudian Dia menetapkan bagimu suatu masa ( waktu ) dan suatu masa (lagi) ditentukan di sisi-Nya, kemudian kamu ragukan Dia-lah yang menciptakan kamu dari tanah, berarti dari unsur kimiawi yang terdapat dalam tanah. Kemudian Dia menetapkan bagimu suatu masa, yaitu suatu masa untuk hidup di dunia dan berakhir dengan kematian. Dan suatu masa (yang lain) ditentukan di sisi-NYA adalah di alam akhirat yang berakhir dengan dilahirkannya kembali kamu ke dunia. Kemudian (namun) masih kamu ragukan, menjelaskan keraguan bahwa tinggal hidup di alam akhirat itu selama masa waktu tertentu, dimana masa waktu tersebut berbeda-beda bagi setiap orang, demikian menurut H.E Semedi. Ukuran waktu di dunia dan ukuran waktu di akhirat tidak sama, dimana 1 hari di akhirat sama dengan seribu tahun di dunia. Dan mereka meminta kepadamu supaya siksaan itu disegerakan, namun Tuhan tidak akan menyalahi janji-Nya. Sebenarnya satu hari di sisi Tuhan-mu, sama dengan seribu tahun menurut perhitunganmu (AL HAJJ 22 : 47). Perbedaan waktu tersebut mungkin dalam pengertian yang sebenarnya (muhkamaat), sehingga bila reinkarnasi terjadi setelah kurun waktu ribuan tahun maka generasi keluarga yang ber-reinkarnasi tersebut mungkin sudah musnah, sudah tidak ada lagi di dunia. Dengan demikian bila kita dilahirkan kembali baik di tempat asal yang sama ataupun di daerah lain maka hasilnya tetap akan menjadi kaum yang lain yang sama sekali berbeda dengan generasi yang sebelumnya. Oleh karena itu masalah reinkarnasi inipun menjadi sulit untuk dibuktikan kebenarannya. Kemungkinan lain dari perbedaan waktu tersebut menurut H.E Semedi adalah bukan dalam arti yang sebenarnya (mutasyabihaat). Perbedaan waktu tersebut merupakan ungkapan perasaan subjektif dari seseorang yang sedang menjalani hukuman, misalnya bila kita berdiri

diatas bara api yang berkobar-kobar, maka satu detikpun akan dirasakan sebagai penderitaan yang berkepanjangan … Sebaliknya bila kita sedang berada dalam kesenangan, maka kesenangan itu akan terasa berlalu dengan sangat singkat sekali. Oleh karena Tuhan adalah Maha Pengampun, Maha Pengasih dan Maha Penyayang, maka Tuhan tidak akan membiarkan hamba-hambanya menderita secara berkepanjangan… Ketika di dalam neraka, para arwah bertaubat memohon ampun dan belas kasihan Allah agar mereka bisa dikembalikan ke dunia. Bila mereka diberi kesempatan dikembalikan ke dunia mereka berjanji akan berbuat kebaikan. Namun jangan lupa, bahwa di alam arwah mereka telah diambil kesaksiannya bahwa Allah adalah Tuhan mereka. Kemudian setiap akan lahir ke dunia Ruh manusia akan senantiasa membawa amanah tugas di dunia atau agama dan jangan lupa juga bahwa hidup di dunia ada nafsu yang bisa menyesatkan mereka. Seandainya mereka dibangkitkan kembali ke dunia, mungkin Tuhan akan membangkitkan mereka di tempat lain, jauh dari sanak keluarganya semula atau dijadikan mahluk lain yang sama sekali bukan sebagai manusia. Bukankah Allah Yang Maha Kuasa atas segalanya !! Firman Allah : Dan Tuhanmu Maha Kaya lagi Maha Pemurah, jika Dia menghendaki, Dia dapat memusnahkan kamu dan mengganti kamu dengan siapa yang Dia kehendaki sebagaimana Dia telah menjadikan kamu dari keturunan yang lain (AL AN’AAM 6 : 133). Oleh karena itu, sesungguhnya jasmani juga merupakan penjara bagi ruhani. Kematian justru merupakan Rahmat Allah bagi Ruhani yang suci, mereka menerimanya dengan rasa suka cita dan wajah berseri, karena mereka akan kembali ke Rahmat Allah. Pada hari itu wajah mereka ( yang beriman ) berseri-seri, karena melihat wajah Tuhan-nya. Wajah-wajah ( orang kafir ) muram, karena akan ditimpakan kepadanya malapetaka yang dasyat ( AL QIYAAMAH 75 : 22-23-24-25 ) Ruhani yang suci ini tidak ingin dikembalikan lagi ke dunia untuk menjadi bayi lagi, menjadi bodoh lagi, merangkak lagi dari nol dan harus menjalani bermacam-macam ujian lagi dst … Kecuali bila Allah menghendaki lain. Berarti setiap ruhani harus melaksanakan ujian tahap demi tahap agar bisa kembali kepada Allah. Ujian tersebut hanya dilakukan dengan cara melahirkannya kembali ke dunia sesuai dengan keinginan dari Ruh itu sendiri.

Bila demikian masalah reinkarnasi, dibangkitkan kembali ke dunia seyogianya ditujukan bagi mereka yang masih mempunyai utangpiutang karma atau bagi mereka yang imannya masih lemah. Setelah utang-piutangnya lunas, atau bagi mereka yang keimanannya sudah sangat kuat, maka ruh sucinya akan kembali ke pangkuan Ilahi Robi, berkumpul bersama golongan hamba-hamba Allah yang beriman lainnya serta mendapat ucapan selamat dan keridoan dari Allah. Bagaimana kamu ingkar kepada Allah, padahal kamu tadinya mati, lalu Dia hidupkan, lalu Dia matikan, lalu Dia hidupkan kamu kembali, kemudian kepada-Nya kamu akan kembali(AL BAQARAH 2 : 28). Wahai nafsu mutmainah (jiwa yang tenang), kembalilah kepada Tuhan-mu dengan suka cita dan diridhoi-Nya, masuklah ke dalam golongan hamba-hamba-Ku dan masuklah ke dalam surga-KU (AL FAJR 89 : 27 : 30). Surga Adn, mereka masuk ke dalamnya bersama mereka yang saleh di antara orang tua mereka, istri-istri mereka dan keturunan mereka (AR RA’D 13 : 23). Salamun qaulam-mir-robbir-rohiim. Salam sebagai ucapan selamat dari Tuhan Yang Maha Penyayang ( YAASSIIN 36 : 58 ).

AYAT-AYAT MENGENAI REINKARNASI : Reinkarnasi berasal dari kata latin re-in-carnis. Re artinya kembali atau pengulangan. In artinya di dalam, Carnis artinya daging. Jadi reinkarnasi artinya kembali menjadi daging, menjelma menjadi daging, dilahirkan kembali menjadi mahluk yang berdaging. Pada umumnya hanya umat Budha, Hindu dan Kong Fu Cu yang percaya akan adanya reinkarnasi ini. Sedangkan bagi umat Islam mungkin hanya sebagian kecil saja yang percaya akan adanya reinkarnasi berdasarkan ajaran Al Qur’an. Mereka yang sebagian kecil ini tidak ragu-ragu akan kebenaran Al Qur’an. Mereka yakin bahwa Al Qur’an mencakup semua ajaran agama di dunia serta merupakan penyempurnaan dari semua ajaran-ajaran agama sebelumnya. Mereka yakin bahwa Al Qur’an merupakan petunjuk yang sangat universal. Mereka yakin bahwa yang disebut Islam itu adalah Fitrah dan Fitrah Allah tidak pernah berubah yaitu : kesucian, kedamaian, keselamatan, kasihsayang, sabar, ikhlas serta berserah diri kepada Allah melalui keimanan dan ketaqwaan. Mereka yakin itulah Fitrah Allah yang sudah terprogram di dalam hati masing-masing. Mereka Yakin itulah Islam yang diridhoi

Allah. Itulah Islam Universal. dunia…

Itulah Islam yang dianut semua umat di

BAGI MEREKA YANG MEYAKINI REINKARNASI Ayat-ayat Al Qur’an mengenai reinkarnasi yang penulis garis bawahi diantaranya : Mengapa kamu ingkar kepada Allah, padahal kamu tadinya mati, lalu Dia menghidupkanmu, kemudian mematikanmu, kemudian menghidupkannu kembali, selanjutnya kepada-Nya lah kamu dikembalikan (AL BAQARAH 2 : 28). Kami bangkitkan kamu sesudah kamu mati, supaya kamu bersyukur (AL BAQARAH 2 : 56). Barang siapa yang mengharapkan perjumpaan dengan Tuhannya, hendaklah ia berbuat kebaikan dan jangan mempersekutukan Tuhan-nya dengan apapun ( AL KAHFI 18 : 110 ). Barang siapa berbuat baik, laki-laki atau perempuan, dan ia beriman, maka pasti akan kami hidupkan ( dilahirkan kembali ) dengan kehidupan yang baik dan Kami akan memberinya pahala sesuai dengan apa yang telah mereka lakukan ( AN NAHL 16 : 97 ) Apakah mereka tidak memperhatikan bahwa Allah yang menciptakan langit dan bumi dan tidak lelah dan tidak merasa payah menciptakannya, berkuasa menghidupkan orang-orang mati…??? Ya sesungguhnya Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. (AL AHQAAF 46 : 33). Darinya ( tanah ) Kami ciptakan kamu, kepadanya ( tanah ) Kami kembalikan kamu dan darinya ( tanah ) kami keluarkan kamu untuk kedua kalinya (THAHA 20 : 55). Siapakah yang menghidupkan kembali tulang belulang yang telah hancur luluh itu… ??? Katakanlah : yang menghidupkannya ialah yang menjadikannya pertama kali dan Dia ( Allah ) Maha Mengetahui segala makhluk (YAASIN 36 : 78-79). Kami menentukan kematian di antara kamu dan Kami berkuasa merubah rupa kamu dan menciptakan ( kembali ) dalam ( bentuk ) yang tidak kamu ketahui (AL WAAQI’AH 56 : 60-61). Hai manusia, apa yang memeperdayakan kamu terhadap Tuhanmu Yang Maha Pemurah, yang menciptakan kamu, lalu

membentuk dan menyempurnakan kamu dalam bentuk yang dikehendaki-Nya Dia membentuk tubuhmu (AL INFITHAAR 82 : 6-8). Lalu Kami berfirman kepada mereka : JADILAH KAMU KERA !!! (AL BAQARAH 2 : 65). Tatkala mereka melanggar apa yang dilarang baginya, kepadanya : JADILAH KAMU KERA YANG DIJAUHI DAN DI BENCI ( ALA’RAF 7 : 166 ). … Yaitu orang-orang yang dikutuki dan dimurkai Allah, di antara mereka ( ada ) yang dijadikan kera dan babi … ( AL MA’IDAH 5 : 60 )

MEREKA YANG MERAGUKAN REINKARNASI Menurut H.E Semedi, bagi mereka yang ragu, bagi mereka yang ingkar, maka mereka akan senantiasa mempertanyakan sungguh benar atau tidaknya masalah reinkarnasi ini.. Mari kita perhatikan beberapa ayat Al Qur’an dibawah ini : Jika ada yang kamu herankan, maka yang patut diherankan adalah ucapan mereka : “Bila kami telah menjadi tanah, apakah kami sungguh akan (dikembalikan) menjadi makhluk yang baru?” Begitulah orang-orang yang mengingkari Tuhannya….. (AR RAD 13 : 5). Dan mereka berkata : Bila kami hilang dalam tanah bagaimana kami dapat diciptakan kembali… ??? Tidak…!!! Mereka mengingkari pertemuan dengan Tuhan mereka (AS SAJADAH 32 : 10). Demikianlah ganjaran bagi mereka karena mereka mengingkari tanda-Kami dan berkata : Bila kami telah menjadi tulang-belulang dan debu bertebaran, apakah kami sungguh akan dibangkitkan kembali sebagai ciptaan yang baru (AL ISRAA 17 : 98). Orang-orang yang ingkar berkata : Bila kami telah menjadi debu seperti nenek moyang kami, apakah kami akan dihidupkan kembali (AN NAML 27 : 67). Dan orang-orang yang ingkar berkata : Maukah kami tunjukkan kepadamu seorang laki-laki yang mengabarkan kepadamu bila badanmu telah cerai-berai sama sekali, kamu akan diciptakan kembali (SABA 34 : 7). Jika kamu heran, maka yang mengherankan adalah ucapan mereka : Bila kami telah menjadi debu, apakah kami sesungguhnya akan menjadi ciptaan baru…??? Begitulah orangorang yang mengingkari Tuhannya, orang-orang demikian dibelenggu lehernya, orang-orang demikian adalah (akan

menjadi) penghuni neraka, mereka akan tinggal di dalamnya (AR RA’AD 13 : 5). Dan manusia berkata : Betulkah bahwa apabila aku telah mati, aku akan dihidupkan kembali…??? Tidaklah manusia itu ingat bahwa sesungguhnya Kami telah menciptakannya dahulu, ketika ia tidak ada sama sekali (MARYAM 19 : 66-67). Celakalah manusia, alangkah ingkarnya… Dari apa Dia ( Tuhan ) menciptakannya??? Dari setetes mani Dia menciptakannya dan membentuknya. Lalu dia memudahkan jalannya, kemudian mematikan dan menguburnya, kemudian bila dikehendaki-Nya Dia menghidupkannya kembali (‘ABASA 80 : 17-22). Ia menciptakannya dalam ayat tersebut akan sama artinya dengan Ia menjadikan, dilahirkan kembali atau menghidupkan kembali di alam dunia nyata, bukan di alam ghoib akhirat, karena di dalam ayat tersebut tidak ada kata-kata akhirat. Al Qur’an mengajak semua umat yang membacanya agar terus berfikir dan berfikir. Dengan banyaknya Surat-surat yang mengandung ayat-ayat tentang penciptaan kembali, kebangkitan kembali, seolah-olah Tuhan memang menghendaki agar kita memikirkan hal tersebut yaitu reinkarnasi dan tidak mengingkarinya. Bagi mereka yang ragu-ragu, Al Qur’an kemudian menegaskan : Hai manusia…jika kamu ragu-ragu tentang kebangkitan, bahwa Kami ciptakan kamu dari tanah, kemudian dari setetes mani, kemudian dari suatu gumpalan daging yang berbentuk dan tidak berbentuk, agar kami dapat menjelaskan kepada kamu dan Kami tempatkan yang kami kehendaki di dalam rahim untuk suatu masa tertentu dan kemudian Kami keluarkan kamu sebagai bayi dan kamu menjadi dewasa ( AL HAJJ 22 : 5 ) Barang siapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit dan kami akan menghimpunnya pada hari kebangkitan dalam keadaan buta ( THAHA 20 : 124 ) Setelah sempurna kejadiannya di dalam rahim, kemudian Ruh dihembuskan. Bila Tuhan menghendaki maka bisa saja Tuhan menghembuskan Ruh tersebut ke dalam rahim hewan yang sedang hamil, sehingga ketika dilahirkan, Ruh tersebut berada dalam tubuh hewan. Barang siapa dipimpin Allah, ia dipimpin benar. Barang siapa disesatkan-Nya, bagi mereka tidak kau dapatkan teman-teman pelindung selain Dia (Allah) dan Kami kumpulkan mereka pada

hari kebangkitan di atas mukanya dalam keadaan buta, bisu dan tuli. Tempat kediaman mereka adalah neraka; tiap kali apinya padam, kami besarkan nyalanya (AL ISRAA 17 : 97). Demikian ganjaran bagi mereka, karena mereka mengingkari tanda-tanda Kami dan berkata : “Bila kami telah menjadi tulang belulang dan debu bertebaran, apakah kami sungguh akan dibangkitkan kembali sebagai ciptaan yang baru?? (AL ISRAA 17 : 98). Mereka yang disesatkan Allah maka tiada lagi pelindung baginya. Mereka buta di dunia dan buta pula di akhiratnya. Tidak ada sedikitpun cahaya yang akan membimbing mereka, karena mereka mengingkari tanda-tanda Allah. Mereka tidak percaya bahwa mereka akan dilahirkan kembali ke dunia nyata. Kemudian untuk menyadarkan mereka Allah berfirman : Tidak-kah mereka lihat bahwa Allah menciptakan langit dan bumi berkuasa menciptakan yang sama dengan mereka dan Allah telah menetapkan suatu masa ( di akhirat ) bagi mereka yang tidak diragukan lagi ??? Tetapi orang-orang durjana enggan menerima kecuali dengan ingkar (AL ISRAA 17 : 99). Tidak diragukan lagi artinya pasti terjadi. Allah tidak akan mengingkari janji-NYA. Di alam kubur arwah orang-orang kafir menyesali perbuatannya tatkala dia hidup di dunia. Setelah kematiannya Ruh mereka bisa melihat dan mendengar sesuatu yang terjadi di alam kubur : Sesungguhnya kamu telah lalai, maka mulai hari ini Aku buka tabir yang menutupimu, maka pandangan matamu menjadi tajam ( AL QAF 50 : 22 ). Kemudian Ruh mereka meratap memohon kepada Allah agar dihidupkan kembali serta mereka berjanji akan berbuat baik dan akan menjadi orang yang beriman. Yang menjadi pertanyaan adalah : “Apakah di alam kubur bagi mereka yang sudah meninggal dunia itu masih bisa minta ampunan kepada Allah atau adakah semacam remisi, grasi atau bahkan amnesti dari Allah setelah kita berada di alam kubur ??? Ya Orang kafir senantiasa tidak ingat akan akibat kejahatannya, sehingga manakala datang kematian kepada seseorang dari mereka, dia menyesal dan berkata : Ya Tuhanku, hidupkanlah aku kembali, agar aku dapat beramal saleh dalam perkara yang aku lalaikan… Tidak…!!! Itu hanya alasan belaka, dibelakang (waroo’a) mereka ada suatu tabir yang menghalangi mereka, sampai hari mereka dibangkitkan ( AL MU’MINUN 23 : 99-100 ).

Sekiranya kami dapat kembali kedunia, niscaya kami akan menjadi orang-orang yang beriman. Sesungguhnya hal ini menjadi keterangan yang nyata, tetapi kebanyakan mereka tidak mau percaya ( ASY-SYU’ARA 26 :102-103 ).

Masih ada lanjutannya nih gan,,,bersambung ke jilid 4 mas bro..

ADAKAH REINKARNASI DI DALAM AL QUR’AN Jilid2 Edisi Revisi 27 Februari 2015 Disusun oleh Dr. H MAMAN SW Sp OG http: //www.slideshare.net/drmaman

http : //www.drmamanspog.blogspot.com

SURGA-NERAKA DIMANAKAH DIKAU Hadits Qudsi : Aku adalah perbendaharaan yang tersembunyi, oleh sebab cinta, Aku ingin dikenal, maka Aku jadikan makhluk ( Nur Muhammad ) agar ia mengenal akan Aku. Hadits Rosulullah SAW : Aku adalah bapak dari segala ruh. Aku berasal dari Cahaya Allah, semua yang ada di alam ini berasal dari cahaya ku. Yang mula-mula dijadikan Allah adalah Nur Nabimu ya Jabir dan Allah jadikan dari Nur itu segala sesuatu dan engkau wahai Jabir adalah termasuk sesuatu itu. BERARTI RUH BERASAL DARI CAHAYA ALLAH Selanjutnya bila kita perhatikan Firman Allah : Setelah sempurna kejadiannya, Aku hembuskan Ruh-Ku kepadanya ( AL HIJR 15 : 29 ).

Berarti setiap ruh itu merupakan Essensi Dzat Allah, dimana Dzat Allah akan tetap suci dan tetap bersih tidak kena polusi duniawi. Demikian juga Ruh, dimana Ruh pun akan tetap suci, karena Ruh berasal dari Dzat Allah. Oleh karena itu apakah mungkin ruh mendapatkan siksa kubur…??? Sebelum masuk kedalam jasmani Ruh sudah bersyahadat, semua Ruh sudah berserah diri kepada Allah, semua Ruh sudah muslim, ketika Allah berfirman : Bukankah aku Tuhanmu. Para Ruh menjawab : Benar kami bersaksi ( Al A’raf 7 : 172 ). Kemudian Ruh masuk ke dalam jasmani. Ruh sudah bertaqwa kepada Allah sejak hari pertama dalam kandungan Ibu dan Ruh juga sudah mengemban amanah… Namun di dalam Al Qur’an tidak dikatakan amanah itu apa… Apakah berupa tugas hidup di dunia sebagai apa…??? Ataukah amanah itu agama…??? Karena dunia adalah panggung sandiwara dan Allah adalah sutradaranya. Dunia juga merupakan bangku sekolahan bagi semua Ruh agar naik tingkat untuk mencapai kesempurnaan melalui peran hidup kita di dunia sebagai apa… Sesungguhnya telah Kami tawarkan amanah ( agama…??? ) kepada langit, bumi dan gunung-gunung, akan tetapi mereka semua enggan memikulnya, karena takut menghianatinya, namun manusia bersedia memikulnya, ia sungguh zalim dan bodoh sekali (AL AHZAB 33 : 72). Bila kita perhatikan secara keseluruhan, maka setiap manusia seutuhnya akan memiliki jasmani, ruh dan nafsu. Dalam keadaan sadar dia akan merasa sebagai manusia seutuhnya, karena ada jasmaninya, ada ruhaninya dan ada nafsunya… Dalam keadaan koma, pingsan atau tidur hanya ada jasmani dan rohaninya. Pada orang mati hanya ada jasmaninya saja, ruh dan nafsunya tidak ada… Bila jasadnya rusak, maka Ruh akan keluar meninggalkan jasad bersama nafsunya, yang disebut kematian. Proses kematian dan pemusnahan hanya diderita oleh jasad. Ruh tidak terkena proses degenerasi dan proses pemusnahan. Ruh tidak mengenal kematian, karena pengertian RUH-KU adalah essensi dari Dzat Allah yang imanen dalam diri kita ( Al HIJR 15 : 29 dan AS SHAAD 38 : 72 ). Setelah jasad musnah, kemana Ruh akan pergi ??? Karena Ruh berasal dari Cahaya Allah…apakah Ruh akan kembali ke Cahaya asalnya ??? Kembali ke Cahaya asal disebut SWARGA, SWAR adalah Cahaya dan GA adalah kembali, seperti dalam film GHOST yang dibintangi Demi Moore, dimana ruh pacarnya dijemput oleh Cahaya… Apakah Ruh juga akan dibangkitkan kembali untuk berreinkarnasi ??? Mari kita simak Firman Allah :

Wahai nafsu mutmainah (jiwa yang tenang), kembalilah kepada Tuhan-mu dengan suka cita dan penuh keridhoan… Masuklah ke dalam golongan hamba-hamba-Ku dan masuklah ke dalam surgaKu ( AL FAJR 89 : 27-30 ). Pengertian NAFSU dalam hal ini mencakup amarah, luwamah, sufiah dan mutmainah. Semua umat Islam percaya akan adanya rahmat dan siksa kubur. Yang menjadi pertanyaan : Bila yang dipanggil Allah itu MUTMAINAHNYA saja, maka yang akan mendapat azab kubur itu apanya …??? Apakah jasmaninya, Ruhnya ataukah amarah, luwamah dan sofiyahnya,??? Ruh tidak mungkin kena azab, karena Ruh tetap suci… Jasmani di kubur… hancur jadi tanah… Jasmani tanpa Ruh dan nafsu apakah bisa merasakan sakit dan pedihnya siksa kubur…??? Sebelum terjadi kiamat konon kabarnya Ruh mereka yang sudah mati berada di alam barzah… Konon kabarnya proses pengadilan di Padang Masyar itu nanti setelah hari kiamat. Jadi apa yang sedang dilakukan para Ruh orang-orang yang sudah mati itu saat ini…??? Apa yang sedang terjadi pada diri para Ruh mereka saat ini…??? Apakah mereka sudah masuk surga untuk mendapatkan pahala atau sudah masuk neraka untuk menerima siksa tanpa proses pengadilan…??? Di dalam Al Qur’an, gambaran di surga hanya ada kesenangan fisik antara lain : air yang mengalir, makanan dan minuman yang tidak memabukan, kasur-kasur yang empuk, gadis-gadis montok dan bidadari, namun cowo maconya dan bidadaranya ngga ada…!!! Jadi ibu-ibu rugi dong… di surga ngga ada pendampingnya… Apakah mungkin Ruh tanpa jasmani tanpa nafsu bisa merasakan nikmatnya surga…??? Apakah Ruh ada kelaminnya…??? Silahkan jawab sendiri. Gue sendiri bingung BRO… Bila Ruh ada kelaminnya, bidadarinya dan gadis montoknya mungkin hamil dan gue bisa praktek disana nolongin bidadari melahirkan. Mungkinkah neraka dan surga itu hanya bahasa kiasan atau bahasa metapora tentang kesusahan dan kesenangan hidup di dunia … ??? EGP aja lagi…. Surga yang mengalir sungai-sungai dibawahnya…mereka diberi buah-buahan… mereka memperoleh pasangan-pasangan yang suci ( AL BAQARAH 2 : 25 ) Dan kasur-kasur yang tebal lagi empuk ( AL WAQIAH 56 : 34 ) Dan gadis-gadis montok yang usianya sebaya ( AN NABA 78 : 33 )

Di dalam surga itu ada bidadari-bidadari yang sopan menundukkan pandangan, tidak pernah disentuh oleh manusia sebelum mereka dan tidak pula oleh jin. Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan ( AR-RAHMAN 55 : 56-57 ) Minuman dari gelas yang campurannya adalah air kafur … ( AL INSAN 76 : 5 ) Wedang jahe dari mata air salsabila… ( AL INSAN 76 : 17-18 ) Campuran khamr murni dari Tasnim ( AL MUTAFFIFIN 83 : 27 ) Minuman di surga air kapur dan wedang jahe…??? Kurang gizi…!!! Surga gitu loh…!!! Namun menurut berita terkini di sana sudah ada perbaikan gizi, sudah ada es cream magnum, capucino, fanta dan coca cola. Nerakanya juga sudah dipasangin AC… Luaaarrr biasa… hehehe.. Daripada mereka di alam barzah bengong… maka wajar bila Allah menghidupkan mereka kembali ke alam dunia, bereinkarnasi untuk menerima balasan atas apa yang mereka lakukan di kehidupan mereka sebelumnya… Apakah azab yang pedih berupa kehidupan yang sempit ataukah kehidupan yang penuh berkah di dunia sebagai pahala dari Allah Yang Maha Adil, Maha Rahman dan Maha Rahim…??? Itu semua sebagai pembelajaran bagi semua Ruh di dunia untuk mencapai kesempurnaan… Barang siapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit dan kami akan menghimpunnya pada hari kebangkitan dalam keadaan buta ( THAHA 20 : 124 ) Mereka menetap di dalamnya ( neraka??? ), tidak akan diringankan baginya siksaan, dan tidak pula mereka ditunda (siksaannya), kecuali mereka kemudian bertaubat dan berbuat baik, sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang ( ALI IMRAN 3 : 88 – 89 ). Setiap yang memiliki nafs (nafsin) akan merasakan kematian dan pada hari kebangkitan akan dibayarkan kepada kamu ganjaranmu. Barang siapa dipindahkan dari api (neraka) dan dimasukkan ke dalam surga, sesungguhnya ia memperoleh kemenangan dan kehidupan dunia itu hanyalah kesenangan yang memperdayakan….(ALI IMRAN 3 : 185). Apakah mungkin taubat itu dilakukan di alam barzah…??? Taubat hanya mungkin dilakukan tatkala kita masih hidup di dunia…??? Sekotor apapun manusia, sebesar apapun dosa kita, Allah Maha Pengampun, Allah Maha Rahman dan Maha Rahim… Allah akan menerima siapapun yang kembali kepada-Nya… dan diberi ampunan, dilapangkan jalan kehidupannya dan diangkat kembali derajatnya. Diangkat dari neraka dunia, dipindahkan ke surga.

Diangkat dari kehidupan yang sempit dipindahkan ke kehidupan yang menyenangkan namun juga memperdayakan, karena ada nafsu… sesuai Surat ALI IMRAN 3 : 185… Wahai hamba-hamba-Ku yang telah melampaui batas terhadap diri sendiri, janganlah kamu berputus asa atas rahmat Allah yang akan mengampuni segala dosa. Sesungguhnya Dia Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (AZ-ZUMAR 53). Sesungguhnya Allah tidak mengampuni dosa syirik, tetapi Dia mengampuni dosa-dosa selain itu terhadap orang-orang yang diridhoi-Nya (AN NISAA 4 : 48). Barang siapa yang mengharapkan perjumpaan dengan Tuhannya, hendaklah ia berbuat kebaikan dan jangan mempersekutukan Tuhan-nya dengan apapun ( AL KAHFI 18 : 110 ). orang-orang yang beriman mintalah pertolongan dengan sabar dan Sholat, sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar ( AL BAQARAH 2 : 153 ) Cahaya di atas Cahaya, Allah akan membimbing dengan CahayaNYA kepada Cahayanya bagi yang Dia kehendaki ( AN NUUR 24 : 35 ). Barang siapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan memberikan jalan keluar dan memberi rizki dari arah yang tidak diduga … Allah akan memberikan kecukupan … akan dimudahkan segala urusannya … dihapus segala kesalahannya …serta dilipat gandakan pahalanya ( AT THOLAQ 65 : 2-3-4-5 ). Ingatlah Allah sebanyak-banyaknya dan bertasbihlah kepada-NYA di waktu pagi dan petang, Dia akan mengeluarkan kamu dari kegelapan kepada Cahaya yang terang ( AL AHZAB 33 : 41-43 ) Selesai sholat, bertebaranlah kamu di muka bumi, cari karunia Allah, kerjakan dzikir sebanyak-banyaknya agar kamu sukses ( Al Jumu’ah 62 : 10 ). Hai orang-orang yang beriman, jika kamu menolong ( agama ) Allah, niscaya Dia akan menolong dan meneguhkan kedudukanmu ( MUHAMMAD 47 : 7 ). Barang siapa berbuat baik, laki-laki atau perempuan, dan ia beriman, maka pasti akan kami hidupkan ( dilahirkan kembali ) dengan kehidupan yang baik dan Kami akan memberinya pahala sesuai dengan apa yang telah mereka lakukan ( AN NAHL 16 : 97 )

Wajar bila ada sesepuh yang mengatakan bahwa neraka dan surga itu adanya di dunia. Neraka adalah kehidupan yang sempit dan surga adalah kehidupan yang menyenangkan di dunia. Dikehidupan baru yang penuh barokah dan menyenangkan, mungkin kita tidak lulus ujian, karena ada nafsu. Kehidupan di dunia hanyalah kesenangan yang memperdayakan… karena ada nafsu.. Allah-lah seindah-indahnya tempat untuk kembali… Para pencari sejati bukan mencari dunia dan bukan pula surga…tetapi mencari keridhoan Allah dan ucapan selamat dari Allah.. Wahai nafsu mutmainah (jiwa yang tenang), datanglah kepada Tuhan-mu dengan rasa suka cita dan penuh keridhoan, masuklah ke dalam golongan hamba-hamba-Ku dan masuklah kedalam surga-Ku. (AL FAJR 89 : 27-30)… Ucapan selamat dari Tuhan-mu. Salaamun qaulam mirobbirohiim (YAASIN 36 : 58). Dari Sang Pencipta kembali kepada Sang Pencipta. Semua ciptaan-Nya disebut makhluk. Surga itu ciptaan Allah, berarti surga adalah makhluk. Kita harus kembali kepada Allah bukan kepada makhluk. Ruh mengalami ribuan kali reinkarnasi ke alam dunia, karena dunia merupakan bangku sekolahan bagi setiap ruh untuk naik tingkat sampai akhirnya Ruh mencapai kesempurnaan. Setelah Ruh mencapai kesempurnaan, maka Ruh itu tidak akan ber-reinkarnasi lagi, dia akan tetap di sisi Allah. Itu yang enak, ngga usah kerja… Oleh karena itu kata Al Qur’an jadi manusia itu merugi… Demi waktu Asar… sesungguhnya manusia itu selalu dalam kerugian… kecuali bagi mereka yang beriman, mereka yang beramal soleh dan berbicara tentang hal-hal yang baik dan mereka yang sabar…( AL ASR 103 : 1-3 ) Mengapa kamu ingkar kepada Allah, padahal kamu tadinya mati, lalu Dia menghidupkanmu, kemudian mematikanmu, kemudian menghidupkannu kembali, selanjutnya kepada-Nya lah kamu dikembalikan (AL BAQARAH 2 : 28). Innaa lillaahi wa inna ilaihi raajiuun. Dari Allah kembali kepada Allah Sang Pencipta ( AL BAQARAH 2 : 156 ). Allah-lah seindah-indahnya tempat untuk kembali ( ALI IMRAN 3 : 14 ). Janganlah kamu mengira orang-orang yang meninggal di jalan Allah itu mati, tidak…!!! Mereka tetap hidup di sisi Tuhan-nya dan mendapat rizki (ALI IMRAN 3 : 169).

Silahkan pilih : Kembali kepada Sang Pencipta … atau kembali ke surga mahluk ciptaan-Nya…!!! monggo wani piro…!!!

MASALAH RUH Mereka akan bertanya kepadamu masalah ruh. Katakanlah : Masalah ruh itu urusan Tuhan. Kamu hanya diberi ilmu sedikit sekali (AL ISRA 17: 85). Ayat tersebut dengan jelas menerangkan bahwa manusia hanya sedikit sekali diberi ilmu oleh Allah, sehingga walau bagaimanapun, dengan cara secanggih apapun tidak akan bisa membuka rahasia tentang Ruh ini. Kita mengetahui bahwa Ruh itu ada di dalam diri kita, walaupun kita tidak bisa melihatnya namun kita mempercayainya. Bila jasmani ini tanpa Ruh maka disebutnya mayat, orang mati. Kita tidak bisa melihat Ruh, yang bisa kita lihat hanyalah jasmaninya. Melalui jasmaninya kita bisa lihat jelas jenis kelaminnya, apakah laki-laki atau perempuan. Sedangkan mengenai Ruh, kita tidak mengetahui apakah ada jenis kelaminnya atau tidak. Apakah Ruh itu seperti halnya malaikat, dimana malaikat pun tidak mempunyai jenis kelamin dan tidak mempunyai hawa nafsu. Sewaktu kita hidup, kita bisa merasakan rasa sakit, sedih, riang-gembira, dan sebagainya. Akan tetapi bila kita dalam keadaan koma, tidak sadar diri, tidak punya nafsu, maka kita tidak bisa merasakan apa-apa lagi. Manusia seutuhnya ada jasmaninya ada Ruhnya dan ada nafsunya. Walaupun Al Qur’an tidak menjelaskan bahwa Ruh itu berkelamin atau tidak, namun Allah menciptakan pasangannya. Allah senantiasa menciptakan segala sesuatu selalu berpasang-pasangan. Demikian juga dengan masalah Ruh. Hai manusia bertakwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakan kamu dari nafsu ( jiwa, jenis ) yang satu ( min nafsiw wahidatin ), dan dari padanya, Allah menciptakan pasangannya … (AN NISAA 4 : 1). H. E . Semedi berpendapat, mungkin itulah yang disebut jodoh hakiki, Ruh yang satu berada dalam jasmani suami (Adam) dan Ruh pasangannya berada dalam jasmani istrinya (Hawa). Sebagaimana halnya H. E. Semedi, maka penulis pun cenderung berpendapat bahwa bila pasangan suamiistri sering cekcok, tidak ada kecocokan dan tidak ada kebahagiaan di dalam rumah tangga, mungkin salah satu penyebabnya adalah Ruh suami istri tersebut bukan pasangannya. Menurut bahasa ilmiahnya aura mereka tidak serasi, sehingga perpaduan kedua aura mereka membentuk

gambaran aura yang kacau. energi negatif bagi mereka.

Kekacauan aura ini akan menimbulkan

Menurut H. E. Semedi kata NAFS dalam bahasa Arab bisa diterjemahkan sebagai RUH atau JIWA yang jenisnya hanya ada satu atau diterjemahkan sebagai JENIS saja. Nafs bila ditafsirkan sebagai nafsu, mengandung unsur amarah, luwamah, sufiah dan mutmainah yang akan mempengaruhi kematangan kepribadian dan nalar seseorang. Sedangkan jiwa menurut ilmu kedokteran jiwa adalah Psyko, keadaan mental seseorang yang merupakan keadaan kepribadian seseorang dimana dalam perkembangannya sejak dari masa anak-anak sampai dewasa senantiasa dipengaruhi oleh faktor keturunan (gen pembawa sifat) dan faktor lingkungannya. Ilmu yang mempelajari perkembangan jiwa disebut Psykologi dan Ilmu yang mempelajari kelainan jiwa disebut Psykiatri. Setelah Adam dan Hawa, maka generasi manusia selanjutnya dilahirkan melalui rahim ibunya masing-masing, setelah melalui proses biologis. Jadi yang berjenis kelamin adalah jasmaninya, yang mempunyai nafsu adalah jasmaninya. Seandainya Ruh mempunyai alat kelamin dan mempunyai nafsu, apakah mungkin terjadi perkawinan di alam Arwah. Apakah mungkin Ruh di alam Arwah berkembang biak melalui perkawinan ??? Selanjutnya H.E Semedi menambahkan bahwa Al Qur’an pun membahas mengenai masalah banci (hermaphrodite) dan kemandulan. Ia menciptakan yang dikehendaki-Nya. Ia memberikan ( jenis kelamin ) perempuan kepada yang dikehendaki-Nya dan memberikan ( kelamin ) laki-laki kepada yang dikehendaki-Nya atau Dia mencampurkan mereka laki-laki dan perempuan (banci), dan Dia menjadikan mandul siapa yang dikehendaki-Nya. Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui, Maha Kuasa. (ASY SUYUURA 42: 49-50).

PROSES TERJADINYA RUH Sebagian besar umat Islam berpendapat bahwa Ruh telah diciptakan sebelum terbentuknya jasad (Adam). Walaupun demikian ada juga yang berpendapat bahwa Ruh diciptakan setelah terbentuknya jasad. Perbedaan pendapat tersebut tidak perlu dipermasalahkan, yang penting adalah semua umat Islam meyakini akan keberadaan Ruh… Sebelum Allah menciptakan segala sesuatu, yang pertama kali Allah ciptakan adalah NUR MUHAMMAD. Dari Nur Muhammad ini Allah menciptakan segala sesuatu… Berarti Ruh diciptakan dari Nur Muhammad…. Hadits Qudsi :

Aku adalah perbendaharaan yang tersembunyi, oleh sebab cinta, Aku ingin dikenal, maka Aku jadikan makhluk ( Nur Muhammad ) agar ia mengenal akan Aku. Hadits Rosulullah SAW : Aku adalah bapak dari segala ruh. Aku berasal dari Cahaya Allah, semua yang ada di alam ini berasal dari cahaya ku. Yang mula-mula dijadikan Allah adalah Nur Nabimu ya Jabir dan Allah jadikan dari Nur itu segala sesuatu dan engkau wahai Jabir adalah termasuk sesuatu itu. Hadits Qudsi tersebut menjelaskan keberadaan Tuhan yang tersembunyi, Dia belum mempunyai nama, Dia adalah Dzat mutlak tanpa bentuk, tanpa ruang dan waktu. Dia diluar jangkauan akal ( transendensi ). Dia berada di dalam Ke-Esa-an-NYA yang murni, sebagai suatu Essensi Dzat yang berada di suatu alam yang disebut alam Ahadiyyaah. Kemudian Dia ingin Eksis, ingin dikenal, maka Dia mulai menghadirkan Dirinya dalam Dirinya sendiri dan memproklamirkan dirinya sebagai ALLAH. Kata Allah berasal dari kata Al Ilah artinya Yang Disembah. Aku adalah Allah ( Yang Disembah ), dan tiada Tuhan selain Aku, maka sembahlah Aku ( THOHA 20 : 14 ). Aku adalah Tuhan-mu, karena itu sembahlah Aku (AL ANBIYA 21:41). Dia adalah Allah yang berkuasa (kudrat) dan berkehendak (irodat). Dia ingin eksis. Dia ada dan tak ada apa-apa disampingnya (Hadits). Oleh karena tidak ada apa-apa disampingnya, maka untuk menghadirkan diri-Nya sendiri, Dia pancarkan (Emanasi) Cahaya Dzat-Nya sendiri melalui sifat Kalam-Nya, yaitu KUN, maka jadilah Nur Muhammad yang disebut juga sebagai alam Wahdat. Nur Muhammad ini kemudian merupakan sumber dari semua ciptaan Allah. Dari Nur Muhammad ini kemudian terpancar bermacam-macam ciptaan-Nya. Dalam tahapan berikutnya tercipta alam Arwah, di dalamnya termasuk alam Ruh dan Malaikat. Selanjutnya tercipta Alam Ajsam (Alam Jasad), alam semesta dan segala isinya sampai ke Alam Insan Kamil yang disebut alam wahidiiyyah atau hakekat insaniah. Kemudian Dia memproklamirkan diri-Nya dan memerintahkan kepada semua makhluk ciptaan-NYA agar menyembah kepadaNya …. Aku adalah Tuhan-mu, karena itu sembahlah Aku … ( AL ANBIYA 21 : 41 dan Surat THOHA 20 : 14 ). Maka : Kepada Allah bersujud apa yang ada di langit dan segala yang ada di bumi ( AN NAHL 16 : 49 ).

Dan tiada sesuatu apapun yang tiada bertasbih memuji-Nya. (AL ISRA 17 : 44). Semua mahluk tunduk dan taat kepada perintah Allah kecuali Iblis. ( AL BAQARAH 2 : 34 ). Proses pancaran keluarnya Dia dari kemurniannya ini disebut proses tanuzzullat, proses emanasi atau disebut juga proses penurunan martabat (degradasi), Dia turun untuk memanifestasikan dirinya, dari Martabatnya yang paling tinggi di Alam Ahadiyah turun sampai ke Alam Insan Kamil melalui 7 tahapan (martabat). Selanjutnya Dzat Allah tersembunyi dalam Insan Kamil (imanensi). Hal ini bisa kita ibaratkan sebagaimana biji gandum yang mempunyai potensi untuk tumbuh, setelah menjadi sebuah pohon gandum, biji menjadi tersembunyi di dalam pohon. Atau bila biji gandum telah menjadi roti, walaupun potensinya sudah sangat berkurang, namun zat gandum tetap ada, tersembunyi di dalam roti. Demikian juga dengan Dzat Allah, menjadi tersembunyi di dalam diri setiap insan. Dzat Allah meliputi segala sesuatu ( FUSHSHILAT 41 : 54). Di dalam dirimu, apakah engkau tidak memperhatikan (ADZ- DZAARIYAAT 51 : 21). Di dalam setiap rongga anak Adam Aku ciptakan suatu mahlgai yang disebut dada, dalam dada ada qolbu, dalam qolbu ada fuad, dalam fuad ada syafoga, dalam syafoga ada Sir, di dalam SIR ada AKU, tempat Aku menyimpan rahasia ( Hadits Qudsi ). Di dalam Sir ada Aku … Maka Sang Aku (Nur Dzat) ini akan menggerakkan Sir, kemudian Sir akan menggerakkan Ruh, kemudian Ruh akan menggerakkan qolbu dan qolbu akan menggerakkan akal (budi, cipta, rasa, kersa), selanjutnya akal atau otak akan menggerakkan tubuh. Otak kita yang menyerap ilmu pengetahuan dan pengalaman hidup. Tubuh fisik sebagai pelaksana untuk melakukan perintah Allah. Menurut istilah para sesepuh : Nur, Sir, Budi, Cipta, Rasa, Kersa, Pangawasa (daya). Tiada yang bergerak kecuali atas perintah Tuhan ( Hadits ). Firman Allah : Tangan Tuhan berada di atas tangan mereka ( AL FATH 48 : 10 ). Dan bukanlah engkau yang melempar ketika engkau melempar, akan tetapi Allah-lah yang melempar (AL AN FAAL 8 : 17). Jasmani manusia berasal dari tanah. Adam merupakan manusia pertama yang diciptakan Allah dari tanah tanpa melalui proses biologis. Penciptaan Adam tidak terjadi secara serta merta dalam waktu sekejap, akan tetapi melalui suatu proses bertahap dalam kurun waktu yang cukup lama.

Oleh karena itu, ada Hadits Rosulullah yang mengatakan : Aku memiliki waktu khusus dengan Tuhan, yang dimana di dalamnya tiada lagi malaikat atau Rosulnya. Aku sudah menjadi Nabi, sedangkan Adam adalah dalam keadaan antara air dan lempung. Akulah Bapak dari segala Ruh, dan Adam adalah Bapak segala Jasad. Setelah Aku sempurnakan kejadiannya maka Aku tiupkan Ruh-Ku kepadanya … (AL HIJR 15 : 29, AS SHAAD 38 : 72). Dan (ketika) Tuhan-mu mengeluarkan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap Ruh mereka masing-masing (dan berfirman) : Bukankah Aku Tuhan-mu…??? Mereka menjawab : Benar kami bersaksiI … (AL A’RAAF 7 : 172). Dari ayat-ayat tersebut di atas, agaknya setiap Ruh manusia sebelum dihembuskan kepada jasmani yang akan lahir ke dunia diambil kesaksiannya oleh Allah bahwa Allah adalah Tuhan mereka, kemudian secara serempak mereka menjawab : Benar kami bersaksi … Ini merupakan syahadat ( kesaksian ) awal. Selain diambil kesaksiannya, para ruh juga membawa beban amanah. Di dalam Al Qur’an tidak dikatakan amanahnya itu apa…??? Apakah amanah itu berupa tugas hidup di dunia sebagai pembelajaran untuk mencapai kesempurnaan…??? Apakah Ruh ditugaskan sebagai penjahat besar yang kemudian bertaubat ataukah sebagai ulama besar yang melakukan maksiat…??? Apakah sebagai khalifah untuk memberi rahmat bagi seluruh alam semesta…??? Ataukah amanah itu agama… Bila amanah itu agama, tidak dikatakan agamanya itu apa…??? Ruh manusia bersedia memikul amanah tersebut karena manusia bersifat zalim dan bodoh, sehingga harus banyak belajar. Ternyata setelah hidup di dunia, penghianatanpun terjadi karena adanya nafsu. Oleh karena itu, manusia disebut INSAN yang artinya adalah lalai (lupa). Sesungguhnya telah Kami tawarkan amanah ( agama…??? ) kepada langit, bumi dan gunung-gunung, akan tetapi mereka semua enggan memikulnya, karena takut menghianatinya, namun manusia bersedia memikulnya, ia sungguh zalim dan bodoh sekali (AL AHZAB 33 : 72). Ingatlah ketika Tuhan-mu berfirman kepada para malaikat : Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah dimuka bumi ( AL BAQARAH 2 : 30 ) Dan tiadalah Allah mengutus engkau hai Muhammad, melainkan untuk memberi rahmat bagi seluruh alam semesta ( AL ANBIYA 21 : 107 )

PERKEMBANGAN JANIN MENURUT AL QUR’AN Bukankah Kami ciptakan kamu dari cairan hina yang Kami tempatkan dalam wadah yang aman sampai waktu yang ditentukan. Lalu Kami tentukan (bentuknya), maka Kami-lah sebaik-baik yang menentukan ( AL MURSALLAT 77 : 20-23 ). Dan sesungguhnya kami ciptakan manusia dari saripati tanah basah, kemudian Kami jadikan nutfah (setetes mani) dalam wadah yang aman, kemudian kami jadikan nutfah itu segumpal darah, lalu segumpal darah itu kami jadikan segumpal daging, lalu segumpal daging itu kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu kami bungkus dengan daging, kemudian kami keluarkan dia sebagai mahluk yang (berbentuk) lain. Maha Suci Allah Pencipta Yang Terbaik (AL MU’MINUUN 23 : 12 – 14). Ia ciptakan kamu dalam perut ibumu setingkat demi setingkat dalam tiga selubung kegelapan. Itulah Allah Tuhan-mu. Kepunyaan-Nya-lah kerajaan, tiada Tuhan selain dia. Maka bagaimana kamu dapat dipalingkan ( AZ-ZUMAR 39 ; 6 ) Setelah Aku sempurnakan bentuknya dan Aku tiupkan Ruh-Ku kepadanya… (AL HIJR 15 : 29, AS SHAAD 38 : 72). Sebelum masuk kedalam jasmani Ruh sudah bersyahadat ketika Allah berfirman : Bukankah aku Tuhanmu. Para Ruh menjawab : Benar kami bersaksi ( Al A’raf 7 : 172 ). Kemudian Ruh masuk ke dalam jasmani. Ruh sudah bertaqwa kepada Allah sejak hari pertama dalam kandungan Ibu…dan… Ruh juga sudah mengemban amanah… Namun di dalam Al Qur’an tidak dikatakan amanah itu apa… Apakah berupa tugas hidup di dunia sebagai apa…??? Ataukah amanah itu agama…??? Namun yang pasti, sebelum Ruh masuk ke dalam jasmani, Ruh sudah bersyahadat, Ruh sudah bersaksi… ( Al A’raf 7 : 172 ). Hai manusia jika kamu ragu-ragu tentang hari kebangkitan, maka sesungguhnya Kami ciptakan kamu dari segumpal tanah, kemudian dari setetes mani, kemudian dari segumpal darah, kemudian dari segumpal daging yang sempurna kejadiannya dan tidak sempurna kejadiannya, agar Kami dapat menjelaskan kepadamu dan Kami tempatkan yang Kami kehendaki di dalam rahim untuk suatu masa tertentu (ajalum musamman) dan kemudian kami keluarkan kamu sebagai bayi, dan kamu menjadi dewasa dan diantara kamu ada yang diwafatkan dan diantara

kamu ada yang dikembalikan ke tingkat hidup yang paling rendah, sehingga ia tidak mengetahui apa-apa setelah tadinya berpengetahuan …(AL HAJJ 22 : 5). Dan bagi setiap umat ada suatu masa. Maka bila tiba masanya tidak bisa mereka menundanya sesaatpun, dan tidak bisa pula mereka memajukannya. (AL A’RAAF 7 : 34). Kemudian sesudah itu sesungguhnya kamu sekalian benar-benar akan mati, kemudian sesungguhnya kamu sekalian akan dibangkitkan kembali di hari kebangkitan (AL MU’MINUUN 23 : 15 – 16). Kemudian mereka dikembalikan kepada Allah, Tuhan mereka yang sebenarnya . Sesungguhnya segala hukum kepunyaan-Nya dan Dia-lah pembuat perhitungan yang paling tepat. (AL AN’AAM 6 : 62). Al Qur’an memang sangat luar biasa… waktu itu belum ada pelajaran embriologi ilmu kedokteran…namun Al Qur’an sudah menyatakan bahwa perkembangan janin dalam kandungan ibu melalui tiga selubung kegelapan. Secara embriologi selubung yang paling luar adalah EKTODERM, bagian tengah MESODERM dan lapisan selubung yang paling dalam adalah ENTODERM… Pada tahapan ini belum berbentuk sebagai bayi… Tahap selanjutnya setiap lapisan selubung berkembang membentuk organ-organ tubuh… Dimulai dari lapisan paling luar membentuk organ otak. Manusia dikatakan mati bila rekaman gelombang otaknya sudah datar.. Secara medis kita tidak mengetahui kapan Ruh dihembuskan ke janin… Secara medis melalui alat USG denyut jantung bayi sudah bisa terlihat saat janin berusia dua bulan… Berarti bayi sudah hidup…

Bersambung lanjut ke jilid 3 ajah gan . . .

ADAKAH REINKARNASI DI DALAM AL QUR’AN Edisi revisi 27 Februari 2015

lagi

broo,,,,

Disusun oleh Dr. H MAMAN SW Sp OG http: //www.slideshare.net/drmaman

http : //www.drmamanspog.blogspot.com

Tuhan menjadikan manusia berkeinginan, Cinta terhadap wanita, putera-puteri, Emas-perak, kuda pilihan, ternak, sawah-ladang, Semuanya itu hanya secuil kesenangan hidup di dunia saja Namun Allah-lah seindah-indahnya tempat untuk kembali (ALI IMRAN 3 : 14)

Janganlah kamu mengira orang-orang yang meninggal di jalan Allah itu mati,

Tidak…!!! Mereka tetap hidup di sisi Tuhan-nya dan mendapat rizki ( ALI IMRAN 3 : 169 )

Allah yang meninggikan langit tanpa tiang yang tampak olehmu Kemudian Dia bersemayam di atas arasy dan menundukan matahari dan bulan, masing-masing beredar sesuai waktu yang telah ditetapkan Tuhan mengatur segala urusan dan menjelaskan tanda-tanda kebesaran-Nya agar kamu meyakini pertemuan dengan Tuhan-mu ( AR-RA’D 13 : 2 )

PULANG KAMPUNG Goresan penaku adalah gelora jiwaku yang resah gelisah yang mengalir dari sungai kehidupanku menuju samudera keabadian Ku cari bumi pelarian dengan dada yang senantiasa berdesah Geram tenggelam kelam dalam keranda jalang malam jahanam Akhirnya terhempas tinggal ampas Hati menjerit merintih ke langit Menggelepar atas angan-angan yang panjang Ku coba mencari Cahaya Yang Hakiki Meniti gili-gili menyusuri tepian kali Menapak jejak leluhur Disini air dan darah ibuku tertumpah Tanah kelahiran … Lembut menyambut Mesra membelai mereka yang istirah dan tetirah Kerinduanku … bergayut pada pucuk-pucuk pohon jambu bersama Yoyo, Edi, Uhi dan Dudung

Di tanah ini ku rasakan kedamaian Kesadaran ku menggeliat…. Sumerah pasrah Aku harus berpacu dengan waktu Matahari-ku … pasti berlalu Langit ku telah senja… lembayung sutera Ibu Ayu…. Aku pun lelah sudah Janganlah kau kutuk… bila aku mengantuk Di haribaanmu… biarkan tidurku lelap Tugel rasa… as nyawa putih Badan rebah…. ruh ngadeg Purkutut… paksi mabur… kurungan katut Dzat hilang tanpa kumpulan Kahanan jati ning ora Ya Ingsun Badan Kasirnaan… Nur Haq… Nur Kudrat …Kun Dzat Mulia Sampurna Mulih ke jati… pulang ke asal… pulang ke Rahmatullah Aku datang… Ya Allah… Aku datang Cierebon, malam tahun baru 31 Des. 1999

DAFTAR ISI 1. DONGENG PENDAHULUAN

Hal

04

2. SEBUAH IJTIHAD 08 3. SURGA-NERAKA DIMANAKAH DIKAU

12

4. MASALAH RUH

15

5. PROSES TERJADINYA RUH

17

6. PERKEMBANGAN JANIN MENURUT AL QUR’AN

21

7. TANDA – TANDA MENJELANG KEMATIAN

23

8. KEBANGKITAN RUH DAN PENGHISABAN

24

9. AYAT-AYAT MENGENAI REINKARNASI

32

10.

BAGI MEREKA YANG MEYAKINI REINKARNASI 32

11.

BAGI MEREKA YANG MERAGUKAN REINKARNASI 33

12.

REINKARNASI BAGAIKAN SIKLUS SIANG DAN MALAM 36

13.

HARI KEBANGKITANYANG INDAH, CERIA DAN DAMAI 37

14.

REINKARNASI SEBAGAI BUKTI ALLAH MAHA ADIL 39

15.

BENCANA ALAM DAN KEMATIAN MASAL 39

16.

SANGGAHAN DARI PIHAK YANG BERWENANG 40

17.

SANGGAHAN DARI MEREKA YANG RAGU 42

18.

PENELITIAN TENTANG REINKARNASI 52

19.

KESIMPULAN 57

20.

BAHAN BACAAN 60

DONGENG PENDAHULUAN Bismillaahirrahmanirrahiim… Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Illahi Robbi atas segala rahmat dan nikmat serta hidayah-NYA yang telah dilimpahkan kepada penulis, sehingga penulis berkesempatan untuk menunaikan rukun Islam yang ke lima pada bulan April 1998 (Dzulhijah 1419). Penulis ikut rombongan jemaah haji dari pesantren Yayasan Al Amanah Cililin Bandung, dibawah bimbingan Bapak Drs K.H. A. Manshur bin K.H. Makmun. Beliau pernah bermukim di Mekah selama tujuh tahun… Pada saat di Mekah, kami berziarah ke tempat pemakaman umum bagi kaum Muslimin termasuk para jema’ah yang meninggal di Mekah yang disebut MA’LA. Tempatnya datar seperti lapangan tanpa rumput, hanya ada batu-batu sebesar kepala sebagai tanda bahwa di bawahnya ada makam. Setiap lubang makam berisi lebih dari satu orang, bisa sampai 56 orang. Lubang makam dindingnya dibeton, setelah dimakamkan setahun, lubang tersebut digali kembali, dikosongkan untuk pemakaman berikutnya. Sisa tulang belulangnya entah dibuang kemana. Dengan demikian tempat pemakaman ini dari sejak dahulu sampai sekarang luasnya tetap, tidak berkurang dan tidak juga bertambah. Menurut keterangan Bapak Drs. K.H. Manshur ada jenazah seorang ulama besar dari Indonesia yang sangat terkenal yang wafat dan dimakamkan di pemakaman ini, yaitu Sech K.H. Nawawi al Bantani (dari Banten Jawa Barat). Makam beliau pernah beberapa kali dibongkar ternyata jasadnya dan kain kafannya masih tetap utuh. Untuk menghormati beliau, maka makamnya tidak pernah dibongkar lagi. Sebelum kembali ke tanah air, kami sempat tinggal di Medinah selama 8 hari. Pada suatu hari di masjid Nabawi Medinah, sambil menunggu sholat dzuhur, penulis sempat berbincang-bincang dengan sesama jema’ah yang berasal dari Balikpapan, yaitu Bapak H. Tony Suryaatmaja SE dan Bapak H. Abd. Radjak dari Tarakan Kalimantan Timur. H. Tony S. SE ini menceritakan pengalaman anehnya yang terjadi pada saat di Masjidil Haram, Mekah. Setelah beliau selesai mengerjakan putaran ke tujuh thowaf haji, sambil berjalan beliau berdo’a dan bersyukur, kedua tangan terangkat disertai pandangan mata lurus ke arah

depan. Pada saat itu dia terkejut karena tidak jauh di hadapannya ada seseorang yang menoleh, melihat dan tersenyum kepadanya. Orang tersebut wajahnya sangat mirip sekali dengan wajah mertuanya (Bapak Mertua) yang sudah meninggal beberapa tahun yang lalu. Mertua beliau ini semasa hidupnya dikenal sebagai seorang ulama tempat bertanya bagi masyarakat di sekitarnya bahkan sampai ketempat yang jauh-jauh. Mertua ini meninggal dengan cara yang aneh tapi nyata, dimana pada saat jenazahnya menyentuh tanah, jasadnya langsung hilang, yang tertinggal hanya kain kafannya saja. H. Tony S. merupakan saksi mata, karena dia sendiri yang mengatur posisi kepala mertuanya agar menghadap ke kiblat dan mencium tanah. Saksi lainnya yang turun ke liang lahat adalah anaknya yang laki-laki serta adik mertuanya. Agar tidak menimbulkan kesalahpahaman, maka dengan secepatnya dilakukan penutupan dengan papan seperti biasa dan segera ditimbun dengan tanah. Kejadian tersebut sangat dirahasiakan oleh mereka bertiga, sampai terjadi peristiwa di Mekah. Perlu kita ketahui bahwa mertua H. Tony S ini berasal dari daerah Martapura – Kalimantan Selatan, dan pernah berguru kepada Sech al Banjari, mungkin keturunannya. Sech al Banjari ini dikenal sebagai salah seorang wali Allah yang bermukim di martapura sampai wafat dan dimakamkannya juga di Martapura, kebetulan penulis pernah bertugas di sana. Menurut keterangan para sesepuh di Martapura, salah satu dari keturunan Sech al Banjari ini pasti ada yang menjadi wali. Dengan demikian ada 2 versi cara kematian yang sangat kontras yang diperlihatkan atau yang dikisahkan kepada kami yang terlibat dalam obrolan pada saat itu. Ulama yang pertama dikisahkan meninggal dengan jasad dan kain kafannya yang tetap utuh, ulama yang kedua dikisahkan oleh saksi mata di liang lahat, setelah jenazahnya mencium tanah kemudian jasadnya menghilang. Kami hanya bisa berucap Allahu Akbar, Maha Suci Engkau, sesungguhnya kami orang yang dzolim. Untuk beberapa saat suasanapun menjadi hening … Apa … Mengapa … dan Bagaimana ilmunya …??? Mana yang terbaik dari keduanya …??? Itulah yang menjadi pertanyaan kami… Semua ilmu adalah milik Allah. Menurut Al Ghazali : Semulia-mulianya ilmu adalah ilmu mengenal Allah … Laa illaaha ilallaah … Laa adalah tiada .. Keakuan kita musnah, dunia dan sekitarnya juga lenyap, fana … yang ada hanya Allah … Dia ada. Tiada sesuatu apapun disamping NYA … Segala sesuatu akan musnah, kecuali wajah-Nya (AL QASHASH 28 : 88). Kita semua milik Allah, akan kembali kepada Allah (AL BAQARAH 2 : 156). Janganlah engkau mati kecuali dalam keadaan berserah diri (ALI IMRAN 3 : 102).

Atas dasar ayat-ayat tersebut di atas, maka yang disebut kembali kepada Allah itu seharusnya bagaimana ??? Mati dalam keadaan berserah diri kepada Allah itu yang bagaimana ??? Manakala kita berserah diri kepada Allah, masih adakah rasa ke-aku-an dalam diri kita ??? Bukankah rasa keakuan merupakan dosa sirik yang tersembunyi ?? Apakah hal itu tidak akan merusak keikhlasan dan keimanan kita ??? Masih adakah rasa keaku-an di dalam diri kedua ulama yang dikisahkan di atas ??? Muhammad Rosulullah S.A.W bersabda : Mintalah fatwa kepada hatimu sendiri, meskipun orang lain telah memberimu fatwa, meskipun orang lain telah memberimu fatwa, meskipun orang lain telah memberimu fatwa … Yang terbaik adalah yang menentramkan ruhani … Demikian kata Rosulullah. Al Qur’an sendiri mengatakan agar kita senantiasa berpikir, berpikir dan berpikir, apakah engkau tidak mengetahui. Berarti untuk kedua kasus diatas, mana yang terbaik silahkan pikirkan sendiri … Oleh karena itu, penulis tidak merasa berhak untuk memberikan penilaian kepada kedua ulama tersebut. Walau bagaimanapun, untuk mencapai tingkatan seperti kedua ulama tersebut tentu bukan suatu pekerjaan yang mudah. Apakah ada pelajaran khusus yang dimiliki oleh kedua ulama tersebut ??? Siapa gurunya ??? Kemana mencarinya ??? Seandainya Allah berkenan memberikan sedikit pengetahuan kepada kita yang awam ini agar bisa mengetahui mengenai hari H kita. Hal itu sudah merupakan suatu bonus yang luar biasa bagi kita yang harus kita syukuri sekali … Apalagi kalau kita bisa seperti kedua ulama tersebut. Akhirnya obrolan pun bergeser ke masalah ada tidaknya reinkarnasi dalam ajaran Al Qur’an. Sebagian besar dari umat Islam agaknya tidak mempercayai adanya reinkarnasi ini. Akan tetapi bagi mereka yang beragama Hindu, Budha atau mungkin juga ajaran Kong Hu Cu, justru sebaliknya, mereka percaya akan adanya reinkarnasi dalam siklus kehidupan berikutnya. Mungkin kita pernah membaca mengenai kematian Dalai Lama yang bernama Lama THUBTEN YESHE, kemudian muncul kembali berreinkarnasi pada seorang anak laki-laki yang bernama OSEL di negara Spanyol. Konon kabarnya, kedua orang tua si anak tersebut adalah penganut agama Dalai Lama Tibet. Silahkan baca buku Mackenzie tentang reinkarnasi. Ada suatu kisah populer yang pernah terjadi di dalam lingkungan keluarga penulis. Kisah itu pun pernah disampaikan oleh ayahanda almarhum kepada penulis setelah penulis dewasa. Kisah itu terjadi pada saat acara khitanan kakak penulis yang bernama Yahya Zakaria Wiriaatmadja (almarhum). Sebagai tradisi khitanan di daerah kami di Jawa Barat, pada umumnya hewan yang disembelih saat mengkhitan anak laki-laki adalah

seekor ayam jantan yang disebut sebagai “bela”. Namun untuk perjamuan tersebut, ayahanda almarhum telah mempersiapkan juga seekor sapi jantan yang besar, berwarna coklat kehitam-hitaman, benarbenar gagah, mirip seekor banteng. Pada saat direbahkan akan disembelih, sapi jantan tersebut merontaronta, mengamuk walaupun akhirnya dia menyerah juga. Kemudian keajaiban pun terjadi, ternyata sapi itu kebal. Golok jagal yang dipakai untuk menyembelih lehernya, ternyata tidak bisa melukai sapi tersebut, goloknya seperti tumpul. Akhirnya sang jagal pun menghadap dan melaporkan kejadian aneh bin ajaib tersebut, sambil menyerahkan goloknya kepada ayahanda almarhum. Atas kejadian itu sesungguhnya ayahanda pun agak terkejut, beliaupun teringat akan sesuatu yang kemudian beliau rahasiakan kepada siapapun termasuk kepada jagal tersebut. Golok pun diterima dan dibawa ayahanda masuk ke dalam kamar, kemudian beliau berdo’a memohon keridhoan Allah. Setelah selesai berdoa golok tersebut diserahkan kembali kepada jagal yang akan mengerjakan penyembelihan … Sang sapi pun ternyata tidak meronta-ronta lagi, terkesan pasrah dan mengeluarkan air mata, sehingga orang-orang yang menyaksikan pun merasa aneh, bahkan ada yang berkata : Sapinya kok menangis, seperti manusia saja !? … Selanjutnya penyembelihan bisa dikerjakan dengan mudah sekali… Yang dirahasiakan oleh ayahanda almarhum adalah bahwa pada malam sebelumnya ayahanda pernah bermimpi didatangi seorang laki-laki dengan perawakan yang gagah, kumis melintang dan berpakain seperti seorang jawara. Setelah uluk salam, si orang ini memohon dengan sangat agar dia “disempurnakan” oleh ayahanda. Kemudian malam hari setelah penyembelihan itu, ayahanda pun bermimpi didatangi orang itu lagi, dia mengucapkan terima kasih kepada ayahanda karena dia telah “disempurnakan”, kemudian dia mohon diri dan langsung pergi … Menurut ayahanda, almarhum kakek juga pernah melakukan proses “penyempurnaan” pada 2 ekor kambing yang disembelihnya, dimandikan kemudian dikafani dan dikuburkan. Ketika ayahanda dalam keadaan sakit parah karena kanker usus, penulis masih ingat saat beliau dirawat di Rumah Sakit, beliau sempat memberi wejangan kepada penulis bahwa beliau tidak akan meninggal di Rumah Sakit dan seandainya pulang kehadirat Allah pun dia akan pulang pada hari Jumat. Kemudian beliau menambahkan bahwa sekarang ini dia sedang menunggu satu tanda lagi, dimana bila tanda itu datang berarti hari yang tersisa hanya tinggal 1 hari saja dan mungkin tidak akan sempat bertemu lagi. Pada waktu itu penulis tidak berani bertanya hari Jumatnya adalah Jumat yang mana, Jumat yang kapan ??? Ternyata memang beliau meninggal dunia pada hari Jumat 28 Desember 1984 pukul 04.00 WIB dan memang penulis tidak sempat berjumpa lagi dengan beliau.

Selanjutnya ayahanda almarhum pernah mengatakan bahwa dia tidak mau kalau harus menitis kembali (reinkarnasi), alasannya adalah bahwa perjalanan melalui reinkarnasi itu sangat melelahkan, karena jadi bodoh lagi, sehingga harus merayap lagi dari bawah, apalagi bila lahirnya di kolong jembatan … jadi anak gembel … Seandainya dilahirkan sebagai anak konglomerat pun belum tentu bisa hidup enak. Beliau berpesan : Bila saatmu tiba, kamu pulang jangan sampai kesasar. Situasi ayah sudah tidak mungkin untuk memberikan pelajaran ini, maka sebaiknya kamu harus mencoba mencari pelajaran tersebut di Cirebon, mudah-mudahan di Cirebon masih ada yang memiliki pelajaran ini, walaupun sangat sedikit sekali kemungkinan untuk mendapatkannya … Demikian pesan terakhir almarhum yang disampaikan kepada penulis… Dari kata-kata beliau, penulis mengambil kesimpulan bahwa kemungkinan beliau memiliki pelajaran khusus untuk maksud tersebut … Semoga Allah membimbing penulis dengan Cahaya-Nya kepada CahayaNya. Amin … Amin … Ya Robbal Alamin …

SEBUAH IJTIHAD Ketiga kisah tersebut menjadi dorongan bagi penulis untuk membuka kembali setiap lembar Al Qur’an, terutama yang berkaitan dengan masalah ruh dan reinkarnasi. Sebelumnya memang penulis pernah menggaris bawahi beberapa ayat yang berkaitan dengan masalah ruh dan masalah reinkarnasi ini, namun hati penulis masih merasa belum pas, karena buku-buku tinjauan kepustakaan mengenai masalah ini sangat sulit di dapat. Apalagi di kota kecil seperti di Cirebon, walaupun sekarang di Cirebon sudah ada Toko Buku Besar Gramedia. Pada suatu hari secara kebetulan, penulis mendapat pinjaman sebuah foto copy dari buku karangan H. E Semedi yang berjudul “SEBUAH IJTIHAD”. Ternyata materi isi buku tersebut adalah bahasan mengenai reinkarnasi berdasarkan ayat-ayat Al Qur’an yang agaknya selama ini kurang diperhatikan bahkan tidak dipercayai oleh sebagian besar umat Islam. Hanya sayang sekali foto copy buku yang saya terima itu tidak mengikut sertakan baik nama percetakannya ataupun nama penerbitnya. Walaupun tulisannya sudah agak kabur, karena hasil foto copy buku yang difoto copy ulang, namun masih bisa dibaca dan sangat bermanfaat sekali bagi penulis. Buku tersebut telah membuka wawasan penulis serta menambah keyakinan penulis mengenai betapa universalnya dan betapa sempurnanya ajaran Islam di dalam Al Qur’an. Untuk itu penulis mengucapkan rasa terima kasih kepada pengirim buku tersebut dan juga kepada penulisnya, yaitu H. E. Semedi.

Oleh karena kondisi tulisan foto copy tersebut sudah mengabur, maka penulis berusaha membuat ringkasannya saja serta tanpa mengurangi rasa hormat penulis pada H. E. Semedi, penulis juga memberikan beberapa catatan sesuai dengan apa yang ditulis oleh Semedi sendiri dan juga sesuai dengan keyakinan penulis. Di dalam buku tersebut, menurut H. E. Semedi, setiap manusia akan berreinkarnasi atau dilahirkan kembali menjadi manusia harus melalui rahim manusia juga. Manusia tidak akan dilahirkan kembali menjadi hewan melalui rahim hewan. Dalam hal ini mungkin beliau khilaf bahwa bagi Allah tidak ada sesuatupun yang tidak mungkin. Allah-lah yang Maha Kuasa atas segalanya. Allah yang menghidupkan, yang mematikan dan Allah juga yang menghidupkan kembali. Allah yang berkuasa untuk merubah dan memberi kita bentuk, apapun bentuknya. Kami menentukan kematian di antara kamu dan Kami berkuasa merubah rupa kamu dan menciptakan ( kembali ) dalam ( bentuk ) yang tidak kamu ketahui (AL WAAQI’AH 56 : 60-61). Hai manusia, apa yang memeperdayakan kamu terhadap Tuhanmu Yang Maha Pemurah, yang menciptakan kamu, lalu membentuk dan menyempurnakan kamu dalam bentuk yang dikehendaki-Nya Dia membentuk tubuhmu (AL INFITHAAR 82 : 6-8). Lalu Kami berfirman kepada mereka : JADILAH KAMU KERA !!! (AL BAQARAH 2 : 65). Tatkala mereka melanggar apa yang dilarang baginya, kepadanya : JADILAH KAMU KERA YANG DIJAUHI DAN DI BENCI ( ALA’RAF 7 : 166 ). … Yaitu orang-orang yang dikutuki dan dimurkai Allah, di antara mereka ( ada ) yang dijadikan kera dan babi … ( AL MA’IDAH 5 : 60 ) Walaupun mungkin yang dimaksud adalah perubahan moralnya menjadi seperti kera, akan tetapi bila Tuhan menghendaki orang durjana itu dilahirkan kembali melalui rahim kera, kemudian hidup menjadi seekor kera, maka siapa yang kuasa mencegah kehendak Allah. Sedangkan H. E. Semedi sendiri berpendapat bahwa bila seseorang dilahirkan kembali ke dunia, reinkarnasi, dengan jasmaninya yang baru ini, maka identitas orang tersebut bisa berubah. Kebangsaannya atau kaumnya dan jenis kelaminnya pun bisa berubah. Berarti menjadi se-ekor hewanpun seharusnya bisa. Bila Tuhan menghendaki, bentuk apapun bisa terjadi. Kepunyaan Allah-lah kerajaan langit dan bumi. Dia menciptakan apa yang dikehendaki-Nya. Dia memberikan anak perempuan

kepada yang Dia kehendaki, dan memberikan anak laki-laki kepada yang Dia kehendaki (ASY-SYUURA 42 : 49). Tidak Aku sia-siakan amal siapapun yang beramal, baik laki-laki atau perempuan . Kamu berasal satu daripada yang lain. (ALI IMRAN 3 : 195). Pembahasan mengenai reinkarnasi ini tentu akan mencakup masalah ruh, masalah alam akhirat, masalah kurun waktu di alam akhirat yang semuanya itu tidak bisa dibuktikan secara nyata. Selain itu juga menyangkut masalah ayat-ayat Al Qur’an yang mutasyabihaat, yang mengandung kiasan-kiasan dan perumpamaan-perumpamaan. Untuk mentafsirkan ayat-ayat tersebut diperlukan suatu pengkajian dan penghayatan yang sangat mendalam. Masalah kita harus percaya atau tidak akan adanya reinkarnasi, itu tergantung kepada diri pribadi masing-masing. Islam mengajarkan agar kita berani berijtihad, berani untuk mengajukan pendapat masing-masing. Terserah lu…EGP bro… Barang siapa berijtihad, apabila dia benar, maka baginya dua pahala dan apabila salah, maka baginya satu pahala ( Hadits Rosulullah SAW ). Setelah kita mengetahui adanya reinkarnasi berdasarkan ayat-ayat Al Qur’an, maka menurut pendapat penulis, yang penting adalah mencari dan mempelajari ilmunya, bagaimana tata cara pelaksanaan pengamalan dan penghayatannya, sesuai dengan ajaran Al Qur’an dan Sunnah, sehingga kita hidup di dunia ini tidak membabi buta, serta kita bisa selamat sampai kembali kepada Illaahi Robbi. Bila kita buta di dunia, maka di akhirat pun akan buta. (AL ISRA 17 : 72). Sesungguhnya baginya kehidupan yang sempit dan Kami akan menghimpunnya pada hari kebangkitan dalam keadaan buta. (THAAHAA 20 : 124). Oleh karena mereka buta, maka Ruh mereka tersesat masuk ke rahim hewan, sehingga mereka terlahir kembali ke dunia ini sebagai hewan. Hal itu adalah merupakan hukuman dari Allah, sesuai dengan amal dan perbuatannya tatkala mereka hidup di dunia dimana perbuatannya lebih hina dari hewan. Bagi mereka yang beriman kepada Allah semata, maka Allah akan membimbing dengan Cahaya-Nya kepada Cahaya-Nya. Mereka akan mendapat keridhoan Allah dan mendapat ucapan selamat dari Allah. Cahaya di atas Cahaya, Allah menuntun kepada Cahaya-Nya kepada yang dikehendaki-Nya (AN NUUR 24 : 35).

Wahai nafsu mutmainah (jiwa yang tenang), datanglah kepada Tuhan-mu dengan rasa suka cita dan penuh keridhoan, masuklah ke dalam golongan hamba-hamba-Ku dan masuklah kedalam surga-Ku. (AL FAJR 89 : 27-30). Ucapan selamat dari Tuhan-mu. Salaamun qaulam mirobbirohiim (YAASIN 36 : 58). Untuk mendapat taufik dan hidayah Allah, keridhoan Allah serta ucapan selamat dari Allah, tentu bukan suatu hal yang mudah. Hal ini tergantung kepada kesabaran kita, keimanan, keikhlasan serta tetap (istiqomah) bertawakal semata-semata kepada Allah di dalam setiap menghadapi ujian dari Allah tatkala kita hidup di dunia. Jika mereka tetap ( istiqomqh ) menempuh jalan ( tariqat ) itu, sesungguhnya akan kami beri air ( rizki, rahmat, makrifat ) yang berlimpah-limpah (AL JIN 72 : 16). Adanya reinkarnasi ini justru untuk membuktikan kepada kita bahwa Allah itu Maha Pengampun, Maha Adil serta Maha Bijaksana. Mengapa demikian ??? Karena Allah akan memberi ampunan, katakanlah suatu grasi atau suatu remisi bagi manusia durjana sekalipun. Islam tidak menganut paham Unforgiving God, kecuali bagi mereka yang mempersekutukan Allah … Demikianlah menurut H. E. Semedi. Bila manusia itu mati maka ada tiga hal yang bisa menolongnya, yaitu : Amal kebaikannya, ilmu yang diamalkannya dan do’a anak yang soleh ( Hadits Rosulullah ). Katakanlah : Wahai hamba-hamba-Ku yang telah melampaui batas terhadap diri sendiri, janganlah kamu berputus asa atas rahmat Allah yang akan mengampuni segala dosa. Sesungguhnya Dia Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (AZ-ZUMAR 53). Sesungguhnya Allah tidak mengampuni dosa syirik, tetapi Dia mengampuni dosa-dosa selain itu terhadap orang-orang yang diridhoi-Nya (AN NISAA 4 : 48). Kami akan memasang timbangan yang adil untuk hari kebangkitan, sehingga tak ada orang yang rugi sedikitpun, biarpun amalan itu hanya seberat biji sawi, Kami akan memperlihatkannya dan Kami cukup sebagai penghisab. (AL ANBIYAA 21 : 47). Sebaiknya bagi mereka yang soleh, mereka akan mendapat pahala di dunia dan di akhirat. Walaupun mereka sudah meninggal dunia, do’a dan amal ibadahnya masih tetap tercatat sebagai tabungan di akhirat. Contohnya adalah do’a Nabi Ibrahim atau do’a Nabi Muhammad yang

memohon kepada Allah agar umatnya mendapat keselamatan di dunia dan di akhirat. Do’a Nabi Muhammad ini bisa menjadi safa’at bagi umat yang senantiasa patuh dan ta’at mengikuti ajaran beliau. Demikian pula halnya dengan do’a para leluhur kita, ketika mereka masih hidup di dunia, do’a mereka telah tercatat sebagai tabungan di akhirat. Atas izin dan keridhoan Allah tabungan tersebut bisa diterima oleh anakcucunya sebagai karomah atau maunat, bila anak-cucunya patuh dan ta’at kepada Allah dan Rosulnya serta sering berdo’a untuk Rosul dan para leluhurnya, secara minimal memberikan hadiah Al Fatihah bagi rosul serta bagi para leluhur mereka yang sudah almarhum. Mari kita perhatikan beberapa firman Allah dibawah ini : Janganlah kamu mengira orang-orang yang meninggal di jalan Allah itu mati, tidak…!!! Mereka tetap hidup di sisi Tuhan-nya dan mendapat rizki (ALI IMRAN 3 : 169)… Uenak buanget bro… Ga usah kerja gitu lo…!!! Mereka tidak merasakan kematian di dalamnya ( akhirat ), kecuali kematian yang pertama ( di dunia )… (AD DUKHAAN 44 : 56). Pengertian rezeki dalam surat Ali Imran 3 : 169 sangat luas sekali, antara lain, misalnya karomah atau maunat, do’a beliau akan turun kepada anak cucunya apabila anak-cucunya patuh dan ta’at kepada Allah dan Rosulnya, serta sering menghadiahkan do’a, secara minimal membacakan Surat Al Fatihah bagi arwah baliau serta arwah para leluhurnya. Dengan memperhatikan kedua ayat tersebut, bisa kita pahami bahwa yang mengalami kematian dan kehancuran adalah jasmaninya saja (kematian pertama), dari tanah akan kembali menjadi tanah, sedangkan di alam akhirat ruhaninya tidak akan merasakan kematian lagi. Ruhaninya akan tetap hidup dan akan kembali ke alam ghaib. Selanjutnya apakah Ruhani yang akan menjalani azab dan rahmat kubur…??? Ataukah jasmaninya dihidupkan kembali agar merasakan balasan dari Allah, kehidupan yang sempit di dunia ataukah kehidupan penuh barokah…??? Bila kita perhatikan Firman Allah : Setelah sempurna kejadiannya, Aku hembuskan Ruh-Ku kepadanya ( AL HIJR 15 : 29 ). Berarti setiap ruh itu merupakan Essensi Dzat Allah, dimana Dzat Allah akan tetap suci dan tetap bersih dari polusi duniawi. Oleh karena itu Ruh pun akan tetap suci, sehingga apakah mungkin ruh mendapatkan siksa kubur…???

Bersambung . . . . . . . .lanjut ke jilid 2 broo . . . .

Diposkan oleh Spiritual di 10.11 2 komentar:

Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi FacebookBagikan ke Pinterest

ke

TwitterBerbagi

ke

Selasa, 29 Oktober 2013 JALAN SUFI – SUFISME – TASAWUF

JALAN SUFI SUFISME – TASAWUF REVISI 17 Juli 2015

DISUSUN OLEH

Dr. H. MAMAN S.W SpOG http: //www.slideshare.net/drmaman http : //www.drmamanspog.blogspot.com

JALAN SUFi … Sufisme … Tasawuf.. Apaan tuh…!!! Mas Bro… Menurut ajaran Islam, kesempurnaan keberagamaan seseorang bila kita telah mencapai tingkatan iman – islam – ikhsan. Iman melalui ilmu ushuluddin. Islam melalui ilmu fiqih. Ikhsan melalui Jalan Sufi – Tasawufyang disebut juga sebagai ilmu Thareqat…

Konon kabarnya Ilmu Ushuluddin dan Ilmu Fiqih itu muncul setelah Rosulullah saw wafat, sebagai hasil oplosan tokoh-tokoh Islam di Arab, sesuai kearifan Arab, sehingga muncul mazhab-mazhab, aliran-aliran atau sekte…!!!??? Sedangkan Jalan sufi – tasawuf ini sudah ada sejak zaman Rosulullah saw… hanya waktu itu belum diberi nama tasawuf… Jalan Sufi-Sufisme atau Tasawuf yaitu jalan yang ditempuh para sufi untuk menemukan Cahaya Illahi sebagai manifestasi diri Allah dan untuk mendapatkan pengetahuan tentang realitas hakiki dari segala sesuatu. Pengetahuan yang hanya diketahui oleh mereka yang memiliki jiwa keagamaan dan diberi hidayah Allah. PENGETAHUAN YANG TIDAK PERNAH DIDAPATKAN DI BANGKU SEKOLAH atau DI PESANTREN… Sufisme bukan sebuah aliran atau sekte. Sufisme adalah ajaran bathiniah, ajaran rahasia yang terkandung dalam semua agama. Suatu seni perjalanan spiritual yang transendental, ajaran yang tidak terjangkau akal dan pikiran… Bukan kajian ilmiah… karena …Ilmu pengetahuan merupakan tabir yang sangat pekat… Suatu pengalaman spiritual yang aktual dan autentik … Sufisme atau Tasawuf dimulai sebagai ilmu, di tengahnya amal, lelaku khusus dan pada akhirnya adalah karunia Allah. Sufisme atau Tasawuf adalah Ilmu untuk memperbaiki hati, menjaganya dari berbagai keinginan dan hawa nafsu kemudian menjadikannya berserah diri semata-mata kepada Allah… Sufisme merupakan Ilmu khusus untuk mengobati semua penyakit hati, pembersih jiwa, penyelamat dari sifat-sifat tercela dimana Ikhsan adalah bidang kajian utamanya. Perjalan sufi disebutnya suluk atau perjalanan tharekat . Tharekat juga artinya jalan… Para pencari Tuhan yang melakukan suluk disebutnya salik. Para Sufi tidak terikat dogma keagamaan namun mereka tetap menghormati ritual-ritual agama selama hal tersebut memperkuat keserasian sosial, bahkan para sufi memperluas ajaran dasar agama. Menurut Asy-syadzili : Tasawuf adalah praktik dan latihan diri melalui cinta yang dalam dan ibadah untuk kembali ke jalan Allah Hai orang-orang yang beriman bertakwa-lah kepada Allah, carilah jalan supaya dekat kepada-Nya dan berjihadlah di jalan Allah supaya kamu berjaya ( AL MAIDAH 5 : 35 )… Jika mereka tetap ( istiqomah ) menempuh jalan itu ( tariqat ) sesungguhnya akan kami beri air ( rizki, rahmat ) yang berlimpah-limpah ( AL JIN 72 : 16 ).. Mereka tidak memiliki tempat peribadatan regular, tidak terikat organisasi keagamaan apapun, tidak taklid buta pada adat …tidak taklid pada dogma apapun, tidak takut kepada para pejabat. Para Sufi terbebas dari ambisi, keserakahan serta kebanggaan intelektual…

Mereka berada di dunia…namun bukan bagian dari dunia … Mereka bersembunyi di tempat terang … Sufi, realitas tanpa nama, merupakan komunitas rahasia spiritual semua agama. Mereka menjalani kehidupan sejati … bukan kehidupan semu … Sebetulnya merekalah yang disebut ahli kitab … Kata Junaed al Bagdadi : Syareat tanpa haqikat fasik. Haqikat tanpa syariat zindik, bila seseorang melakukan kedua-duanya maka sempurnalah kebenaran orang itu. Tasawuf mengambil setiap sifat mulia dan meninggalkan setiap sifat tercela. Sufi adalah orang yang fana dalam dirinya dan tenggelam dalam Tuhannya, baka dalam diri Allah… Menurut Al Ghazali : Secara garis besarnya tasawuf adalah tata cara untuk mencapai makna haqiki ajaran Islam. Pelajaran tata cara memurnikan-menyucikan lahir dan bathin agar menjadi insan kamil yang mendapatkan keridhoan Allah… melalui dzikrullah sehingga mencapai proses fana dalam dirinya, baqo dalam Tuhannya, musnah egonya, tenggelam dalam Tuhannya. Akhirnya mencapai kasyaf, terbukanya hijab. Ada 3 tahap dari Al Ghazali 

Bersihkan hati

Kontemplasi-dzikir-meditasi

 Fana – lebur dan larut, tenggelam, bako dalam Tuhan…  Selanjutnya mi’raj-pendakian … melalui Cahaya demi Cahaya  Kasyaf-terbukanya hijab Menurut Al Ghazali Cahaya Yang Sejati adalah Allah, yang lainnya hanya sekedar mayaz (bayangan), sekedar pinjaman dari Cahaya-NYA. Melalui Cahaya Sejati inilah orang-orang Arif “mi’raj”, melakukan pendakian dari mayaz ke puncak hakikat, kemudian terbukanya hijab, sehingga mereka melihat dengan musyahadah, penyaksian secara langsung. Dan Kami tunjukkan kepadanya dua jalan, akan tetapi dia tidak mau menempuh jalan yang mendaki lagi sukar. Tahukah kamu jalan yang mendaki itu ??? ( AL BALAD 90 : 10-12 ) Sesungguhnya kamu melalui tingkat demi tingkat ( AL INSYIQAAQ 84 :19 ) Cahaya di atas cahaya, Tuhan akan membimbing dengan Cahaya-Nya kepada Cahayanya bagi yang Dia kehendaki ( AN-NUUR 24 : 35 ) Kata Jalaluddin Rumi 

Bila makrifat kepada Dzat ingin kau dapat, lepas aksara, galilah makna

Bila kau bijak, ambilah mutiara dari cangkangnya… jangan terpaku pada kulit…

Kitab apapun ibarat perahu yang membawa kita berlayar ke tengah lautan ketuhanan. Bila ingin mutiaranya kita harus menyelam ke dasarnya. Tidak hanya duduk diatas perahu…

Lepas aksara galilah makna… Katupkan bibirmu, tutup matamu, sumbat telingamu… tertawakan aku manakala engkau tidak bisa melihat rahasia Al Haq….

Artinya berdzikir – meditasi … Dalam memperlihatkan Cahayanya…!!!

Syariat ibarat perahu. Thariqat adalah lautan. Haqiqat adalah mutiaranya. Kita harus menyelam ke dasar qolbu untuk mendapatkan mutiaranya …

Di dalam qolbu ada Cahaya Surga… Rupa yang dipuja setiap insan

Sia-sialah mencari DIA dengan nafsu

Hanya cinta yang dapat membunuh ular nafsu

Lewat air mata do’a dan nyala rindu

Dengarkan suara di dalam hatimu …Selamat berpisah

dzikir,

Allah

akan

Kata kunci Rumi : 

Cahaya Surga

Rupa Yang Di Puja

Nafsu

Cinta, do’a, nyala rindu

Suara hati

 Selamat berpisah Rumi sudah melihat Cahaya-NYA, mukasyafah , terbukanya hijab, tanpa nafsu, kemudian dia mi’raj , out of body.. Rumi mengucapkan selamat berpisah bagi mereka yang berhasil mi’raj…out of body Kata Charan Singh – Hindu

Untuk bertemu Tuhan , harus bisa mati selagi hidup, melalui meditasi pada kekuatan Cahaya dan Suara di dalam

Suara di dalam itulah yang dapat menarik kita naik ke dalam cahaya

Tanpa meditasi, tanpa mati selagi hidup, tidak bisa masuk ke dalam untuk bertemu Tuhan, Maha Guru Sejati… Guru Sejati ada di dalam diri

Kata Suma Ching Hai – Budha 

Pada awalnya berbeda-beda, untuk mencapai puncak hanya ada satu jalan, melalui metode KUAN YIN yaitu metode transendental yang tak terjangkau akal melalui penglihatan dan pendengaran ruhani.

Ruh merupakan manifestasi Cahaya dan Getaran Suci, yaitu … Getaran di Dalam kolbu atau Suara Hati atau Suara Hening. Semua ditransmisikan dalam keheningan…

Semua ajaran berasal dari Suara Hening, Getaran Suci, Suara hati melalui Meditasi, pada Cahaya dan Shabda…

 Shabda adalah : Bahasa Ruh yang akan membawa kita pada Sumber Asal-nya. Shabda adalah suara hening. Shabda adalah bahasa universal dari cinta kasih universal dan kecerdasan agung. Melalui suara hening ini kita bisa berkomunikasi dengan Ruh dalam bahasa apapun… karena bahasa ruh adalah bahasa universal…

Pelajaran sufisme meliputi 

Syari’at

Thariqat – tasawuf

Haqiqat

Ma’rifat

Syari’at :

 Jalan setapak menuju saluran air…  Dipelajari melalui ilmu fiqih dan usuluddin. beribadah.

Kepastian hukum tata cara

Aqidah, perintah dan larangan

Menjalin hubungan dengan Allah dan antar manusia.

Amal-ibadah … olah lahir … membangun akhlak yang baik

Sumbernya dari wahyu Allah dan sunnah …

 Pemahamannya melalui otak kiri.

Thareqat – Tasawuf

 Jalan dari saluran air menuju mata air

Riyadhoh …Suluk… Lelaku khusus … Olah bathin … untuk meningkatkan keimanan dan ketaqwaan melalui pengalaman spiritual yang dialami secara pribadi bukan kata orang lain, melalui dzikir-meditasi, olah bathin untuk pengembangan otak kanan

Riyadhoh-Suluk-lelaku khusus : 

Taubatan nasuha … langkah awal …

Wara, menghindari hal-hal yang syubhat

Kona’ah

Zuhud

Tawakal

Sabar dan Ikhlas

Selalu bersyukur

Ridho – rela

Olah bathin : 

Mujahadah – melawan hawa nafsu

Muhasabah – evaluasi dan introspeksi

Muraqabah – merasa selalu diawasi Allah

Mahabah – rasa cinta kepada Allah

Musyahadah – penyaksian alam ghoib

 Mukasyafah – penghayatan alam ghoib Firman Allah : Aku buka tabir yang menutupi matamu, maka pandangan matamu menjadi tajam ( Surat Al Qaaf 50 : 22 ) Haqikat :

 Sudah mencapai sumber mata air. Mencari Sang Pencipta air 

Tonggak terakhir … tajalli … mukasyafah, penyaksian dan penghayatan rahasia-rahasia ketuhanan melalui mata hatinya …

Ma’rifat :  Sampai kepada Sang Pencipta air 

Para pencari (Salik) , sampai pada … Al Haq …

Ibarat buah kelapa : 

Kulitnya adalah syari’at

Dagingnya adalah thariqat

Minyaknya adalah haqiqat

Minyak kelapa bekas kata orang Sunda : JALAN – TAH : ITULAH JALANNYA … Yang pernah dilalui oleh Rosulullah dan para sufi…

Kata Nabi Muhammad saw : 

Perpeganglah pada Al Qur’an dan sunah…

Segala sesuatu ada pembersihnya, pembersih qolbu adalah dzikir

Jalan terdekat menuju kepada Allah adalah dzikir …!!!

Manusia dalam keadaan tidur, ketika mati dia terbangun … Ruhnya bangkit

Harus bisa mati sebelum mati … agar kesadaran Ruhnya bangkit … berkomunikasi dengan Allah.  Bacalah kitab yang kekal yang berada di dalam diri kalian…

Urusan dunia engkau lebih tahu, tata cara beribadah ikutilah caraku…!!!

Belajarlah sampai ke negeri Cina…!!! Ada pelajaran apa di Cina…???

FIRMAN ALLAH : Tanda-tanda Kami disegenap penjuru, dan didalam diri mereka sendiri, sehingga jelas bagi mereka bahwa Al Qur’an itu benar… ( FUSHSHILAT 41 : 53 ) … …di dalam dirimu, apakah engkau tidak memperhatikan ( ADZDZARIYAT 51 : 21 ). Setelah Aku sempurnakan kejadiannya, Aku tiupkan Ruh-Ku kepadanya ( Al Hijr 15 : 29 )

Berarti ESSENSI DZAT ILAHIAH berada di dalam semua ciptaanNYA… Suatu ketika ada yang bertanya kepada Rosulullah saw : Ya Rosulullah apakah engkau Tuhan.. Rosulullah menjawab : bukan, aku A-RAB tanpa huruf Ain.. berarti Aku Rab.. Suatu ketika ada yang bertanya lagi kepada Rosulullah saw : Ya Rosulullah apakah engkau Tuhan.. Rosulullah menjawab : Bukan, aku AHMAD tanpa Mim .. berarti aku Ahad KATA AL GHAZALI, IBNU ARABI DAN PARA SUFI : 

Barang siapa mengenal dirinya maka dia mengenal Tuhannya.

Barang siapa mengenal Tuhannya maka dia merasa dirinya bodoh.

Barang siapa mencari Tuhan keluar dari dirinya maka dia akan tersesat semakin jauh.. Walaupun ini bukan Hadits Rosulullah saw namun sangat populer dikalangan para sufi dan para sesepuh di Indonesia… Apakah mencari Tuhan ke Mekah tersesat…??? 

Kata Al GHAZALI … bukan kata gue : Tauhid murni adalah penglihatan atas Tuhan dalam semua benda …Bila kita tidak menyadari adanya Unsur-Unsur Ketuhanan yang tersembunyi di dalam setiap ciptaan-Nya berarti islamnya adalah islam semu… AS SYIBLI berkata : Aku tidak melihat segala sesuatu kecuali Allah… MUHAMMAD BIN WASI berkata : Aku tidak melihat segala sesuatu tanpa Allah di dalamnya… Kenapa Rosulullah saw tidak menganjurkan belajar ke Mekah …??? Ya bro… kenapa …??? Kenapa belajarnya ke negeri Cina…??? Ade pelajaran ape di Cine …??? Kenapa mencari Tuhan harus ke dalam diri…??? Apakah Allah ada di Mekah…??? Adakah ayat Qur’an yang menyatakan bahwa Allah ada di Mekah…??? Apakah kata Rosulullah jalan terdekat menuju kepada Allah adalah ke Mekah…??? Kata rosulullah saw pegangan kita Al Qur’an dan sunah serta tata cara beribadah harus mengikuti sebagaimana beliau lakukan. Jangan lupa apa yang beliau lakukan di guha Hiro. Kata kuncinya adalah DZIKIRMEDITASI… Kenapa beliau di guha Hiro…??? Kenapa tidak di Masjidil Harom …??? Ya bro … Kenapa ngga di Masjidil Harom …??? Kenapa juga Rosulullah ga balik lagi ke Mekah ye …??? Ape ade kaitannye same Surat At Taubah ayat 107-108 …!!!??? Sory menyori … gue ga bisa jawab… Lu buka aje tafsirnye … biar jelas… Firman Allah

Dan ada yang mendirikan masjid untuk menimbulkan bencana, untuk kekafiran dan untuk memecah belah…, untuk menunggu kedatangan orang-orang yang telah memerangi Allah dan RosulNya sejak dahulu. Mereka dengan pasti bersumpah : Kami hanya menghendaki kebaikan. Dan Allah menjadi saksi bahwa mereka itu pendusta …

Janganlah engkau melaksanakan sholat dalam mesjid itu selama-lamanya. Sungguh mesjid yang didirikan atas dasar takwa sejak hari pertama adalah lebih pantas engkau melaksanakan sholat di dalamnya … ( At Taubah 9 : 107 – 108 )

Surat At Taubah menceriterakan kemusrikan dan kemunafikan orang-orang Arab jahiliyah bukan menceriterakan peperangan dengan kaum Nasrani… Ketika Rosulullah saw hijrah ke Madinah, para pendeta Nasrani di Madinah sudah beriman kepada Allah serta mereka mengakui Muhammad saw sebagai Rosul Allah… Perang yang pertama antara umat Islam yang dipimpin Rosulullah saw dan golongan Arab jahiliyah adalah perang Badar… Konon kabarnya Masjidil Harom waktu itu dipergunakan oleh mereka untuk menghimpun kekuatan serta menunggu pasukan mereka yang telah memerangi umat Islam yang dipimpin oleh Rosulullah Muhammad saw… Subhanalloh…luarrr biasa… Apakah Allah melarang sholat di Masjidil Harom…??? Gue bingung bro…!!! Masjid yang didirikan atas dasar takwa sejak hari pertama…!!! Maksudnya apa Bro…??? Kenapa tidak dibuat dari batu bata…??? Ya kalo MasjidNya dibuat dari batu bata, lalu Allahnya seperti apa…??? Yang dimaksud hari pertama itu apakah sejak hari pertama Ruh dihembuskan ke janin dalam kandungan ibu…??? Kenapa bisa begitu bro …??? Masjid artinya tempat bersujud kepada Allah… Masjid tempat berkomunikasi dengan Allah … Yang berkomunikasi dengan Allah itu jasmaninya atau ruhaninya bro… ??? Ya ruhaninya-lah … ngga pake dong … Hanya ruh-lah yang bisa berkomunikasi dengan Allah … bukan odongodong … Di Masjid itu … Ruh berdzikir dan bertasbih setiap saat, pagi dan petang… Kita harus ngerti dulu tentang masjid yang hakiki… Kita harus mengerti Rumah Allah yang hakiki, buatan Allah sendiri, bukan buatan manusia… ITULAH QOLBU MUKMIN….!!! HADITS QUDSI : 1. Di dalam setiap rongga anak Adam, Aku ciptakan suatu mahligai yang disebut dada, dalam dada ada qolbu, dalam qobu ada fuad, dalam fuad ada syagofa, dalam syagofa ada sir ….di dalam sir ada Aku… 2. Aku tidak berada di bumi, Aku tidak berada di langit, tapi… Aku berada di dalam hati orang-orang yang beriman…

Wajar bila para sufi mengatakan : qolbu mukmin baitullah… Allah adalah Al Bathin … Mesjid-Nya, Rumah-Nya di dalam bathin … Qolbu mukmin baitullah. Itulah Mesjid-Nya, itulah Rumah-Nya yang hakiki, yang didirikan atas dasar takwa sejak hari pertama Ruh dihembuskan ke dalam janin dalam kandungan ibu, sejak hari pertama kita hidup di dunia. Di dalamnya Allah berkenan untuk dijumpai dan dimuliakan Namanya serta bertasbih pagi dan petang ( Surat An Nuur 24 : 36 )… Di dalamnya Ruh bersujud memuliakan Nama-Nya, serta bertasbih pagi dan petang … Kenapa demikian…???? Ketika para ruh masih di alam arwah, Tuhan Berfirman : Bukankah Aku Tuhanmu? Para ruh menjawab : benar kami bersaksi (Al-A’raf 7: 172) … Kemudian Ruh ditiupkan kedalam jasmani…. Apabila telah Aku sempurnakan kejadiannya, Aku tiupkan Ruh-Ku kepadanya ( Al Hijr 15 : 29 ).

Berarti Ruh itu berasal dari Dzat Illahiah. Karena Ruh berasal dari Dzat Illahiah, maka Ruh-lah yang bisa berkomunikasi dengan Allah…bukan jasmaninya… karena jasmani dari tanah… Sejak Ruh masih di alam arwah Ruh, sebelum dihembuskan ke bayi dalam kandungan ibu, setiap Ruh sudah bersaksi, setiap Ruh sudah bersyahadat, Ruh sudah berserah diri kepada Allah…Berarti Ruh sudah bertakwa kepada Allah sejak hari pertama Ruh dalam kandungan ibu…sejak hari pertama dilahirkan… Laa syariikalahu wa bidzaalika umirtu wa ana awwalul muslimin … Tiada sekutu bagiNYA dan itulah yang diperintahkan kepadaku dan aku sejak awal sudah berserah diri…( Al An’am 6 : 163 ). 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8.

Perhatikan firman-firman ALLAH :

Katakanlah bahwa Aku dekat ( Al Baqarah 2 : 186 ). Lebih dekat Aku dari pada urat leher ( Al Qaf 50 : 16 ). Tanda-tanda Kami disegenap penjuru dan pada diri mereka ( Fushshilat 41 : 53 ) Dzat Allah meliputi segala sesuatu ( Fushshilat 41 : 54 ) Dia bersamamu dimanapun kamu berada ( Al Hadid 57 : 4 . ) Kami telah mengutus seorang utusan dalam diri-mu ( At Taubah 9 : 128) Di dalam dirimu apakah engkau tidak memperhatikan ( Azzariyat 51 : 21 ) Tuhan menempatkan diri antara manusia dengan kolbunya ( Al Anfal 8:24 )

Tidak ada satu ayatpun yang mengatakan Allah ada di Mekah atau di Cina …!!!??? Bila demikian menurut para sufi, kemana kita mencari Allah…??? Perhatikan Firman-firman Allah :

Tanda-tanda Kami disegenap penjuru, dan didalam diri mereka sendiri ( FUSHSHILAT 41 : 53 ) …Di dalam dirimu, apakah engkau tidak memperhatikan ( ADZDZARIYAT 51 : 21 ). Setelah Aku sempurnakan kejadiannya, Aku tiupkan Ruh-Ku kepadanya ( Al Hijr 15 : 29 ) Kata AL Ghazali, Ibnu Arabi dan para sufi : 

Barang siapa mengenal dirinya maka dia mengenal Tuhannya. Barang siapa mengenal Tuhannya maka dia merasa dirinya bodoh. Barang siapa mencari Tuhan keluar dari dirinya maka dia akan… tersesat … semakin jauh …!!!

Walaupun ini bukan Hadits Rosulullah namun dipopulerkan oleh Al Ghazali dan Ibnu Arabi… !!! Yang menjadi pertanyaan adalah …

 Kenapa kata-kata ini dipopulerkan oleh Al Ghazali dan Ibnu Arabi..???

Apakah Allah ada di Mekah…???

Apakah Allah melarang sholat di Masjidil harom…???

Kenapa tidak pernah dibahas para penceramah …???

Apakah ini kebohongan publik agar kita mencari Tuhan berbondongbondong ke Mekah …!!!??

Apakah ini Proyek DEPAG dan Sumber Devisa Arab …???

Takut … Ataukah …???

Takut … ataukah apa bro ???

Apakah kesengajaan…!!!??? Supaya umat Islam tetap bloon…???

Lu pikirin aja sendiri … cape deh … !!!

Ilmunya belum sampe kali ye…!!!???

Kalo gue jadi ustad, ngajarin yang salah gimana bro… ??? Dosa ngga ya …???

Kata ibu bidan dosa itu artinya meledos ngga kerasa .. terus hamil…!!! Hehehe…

Syetan itu kalo dibeset uueennaakk bro…!!!

dalemnye

ketan…

legit

Firman Allah : 

Katakanlah : Bagaimana pendapatmu jika itu datang dari sisi Allah, kemudian kamu mengingkarinya. Siapakah yang lebih sesat daripada orang yang selalu berada dalam penyimpangan yang jauh ( Fushshilat 41 : 52 )

Maka siapakah yang lebih jahat dari orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Allah dan berpaling dari pada-nya ??? Akan Kami beri ganjaran mereka yang berpaling dari ayat-ayat Kami dengan seburuk-buruknya siksaan ( Al An’am 6 : 157 )

Dan kamu pasti akan mengetahui ( kebenaran ) keterangan ( Al Qur’an ) setelah beberapa waktu lagi ( Shad 38 : 88 )

Semoga Allah tidak menurunkan musibah, wabah serta pertumpahan darah di Arab Saudi sebagai bukti kebenaran Al Qur’an… Ape bener Allah melarang sholat di Masjidil harom ??? Pikirin aja sendiri… CAPE DEH… Masalah ibadah Haji ke Mekah kan termasuk rukun islam ke 5 … jadi gimana bro … ??? Gue mesti jawab gimane ye …??? Di qur’an memang ade … Kalo mampu…!!! Ilmu Fiqih tentang Rukun Islam, Ilmu Usuluddin tentang Rukun Iman dsb. muncul setelah Nabi Muhammad saw wafat, sebagai hasil oplosan tokoh-tokoh Islam di Arab, sesuai kearifan Arab, sehingga muncul mazhab-mazhab, aliran-aliran atau sekte…!!!??? Sebelum Nabi Muhammad dilahirkan, masalah puasa, sholat, zakat, haji, itu sudah ada. Nabi Muhammad memang buta hurup … tapi jangan salah, otak beliau encer banget. Ngga kaye lu bro… tel-mi, telat mikir… Daya ingat Rosulullah sangat kuat. Sifat beliau jujur, amanah, tablig, fatonah …dan beliau negarawan yang luar biasa … Bayangin kalo Rosulullah maksain Rukun Islam hanya dua kalimah syahadat aja… Pasti Rosulullah di demo bro… !!! Walaupun Ibadah Haji itu kearifan local, namun Rosulullah tidak melupakan dan tidak mengharamkan kearifan local bro…!!!??? Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orangorang sebelum kamu (AL BAQARAH 2 : 183 ) Nabi Isa berkata : Dia ( Allah ) memerintahkan aku sholat dan ( menunaikan ) zakat selama aku hidup ( MARYAM 19 : 31 ) Rosullullah SAW juga berkata bahwa : Ayat-ayat Al Qur’an itu mengandung makna lahiriyah dan makna bathiniah.

Di dalam Al Qur’an ada ayat yang maknanya jelas dan gamblang, namun ada ayat yang maknanya terselubung, bagaikan seorang gadis yang memakai cadar… Oleh karena itu sebelum kita ke Mekah pahami dulu surat-surat Al Qur’an, bukan memahami surat-surat tanah kemudian dijual untuk biaya ke Mekah… pulang dari Mekah jadi miskin… Ngga mungkinlah Allah nyusain kite bro… Allah akan murka, kalo kite ngga pake otak…!!! ( Yunus 10 : 100 ) Bro gue mau tanya boleh ngga…??? Waktu lu ke Mekah, ketemu Allah ngga …??? Ya ngga lah, makanya gue balik lagi ke Indonesia … Jadi yang ngga balik itu ketemu Allah ya…??? Tanya aja sendiri … ribed amat sih …!!! Mendingan lu jadi haji mabrur, ga usah mabur ke Mekah, barangkali tersesat bro… Lebih baik uangnya disumbangkan saja, insya Allah jadi haji mabrur. Itu menurut dongeng dari Rosulullah… Haji mabrur dicapai melalui keikhlasan, bukan melalui keuangan… Kalo semua jemaah kite ikhlas jadi haji mabrur, uangnya disumbangkan bagi fakir miskin, insya Allah ngga akan ada lagi pengemis di Indonesia. Tapi terserah lu bro… mau jadi haji mabrur ape mau jadi haji mabur… emangnye gue pikirin…!!! Ikhlas semata-mata kepada Allah, tiada mempersekutukkannya … ( Al Hajj 22 : 31 ).    

 

Kata Nabi Muhammad saw : Bacalah kitab yang kekal yang berada di dalam diri kalian …!!! FIRMAN ALLAH : Dia lah Jibril yang menurunkan Al Qur’an ke dalam Qolbu-mu ( Al Baqarah 2 : 97 ) ( Al Qur’an ) ini adalah ayat-ayat yang nyata dalam hati ( qolbu ) orang-orang yang diberi ilmu ( Al Ankabut 29 : 49 ) Ayat-ayat kami disegenap penjuru dan di dalam diri mereka sendiri (Fushshilat 41 : 53) Dia ( ALLAH ) akan memberi petunjuk kepada Hatinya ( At-Tagabun 64 : 11 ) Sesungguhnya Al Qur’an yang mulia berada pada kitab yang terpelihara dan tidak tersentuh kecuali oleh mereka yang di sucikan ( Al Waqi’ah 56 : 77-78 )

Itulah Kitab yang kekal,di dalam diri, Kitab Mulia tanpa tulis… Itulah Kitab Sejati di dalam diri… Itulah Mutiara Sejati… Itulah DIA-ALLAH GURU SEJATI YANG ADA DI DALAM DIRI…!!! Tidak tersentuh kecuali oleh mereka yang hatinya suci… Itulah sebabnya kenapa Rosulullah bersabda : Bacalah kitab yang kekal yang berada di dalam diri kalian… Itulah Kitab Sejati yang sudah terprogram di dalam hati masing-masing. Allah adalah Al Bathin, KitabNYA ada di dalam bathin. MesjidNYARumahNYA di dalam bathin. Wudunya adalah wudu perbuatan…

Sholatnya adalah sholat bathin melalui dzikir-meditasi.… Kita harus belajar mati sebelum mati, agar kesadaran Ruhnya bangkit untuk berkomunikasi dengan Allah. Perjalanan menuju Allah adalah perjalanan dari alam lahiriyah ke alam bathiniah, bukan perjalanan ke Mekah… Perjalanan yang transcendental. Tidak terjangkau akal dan pikiran. Bukan kajian ilmiah… Kata Rosulullah : Jalan terdekat menuju kepada Allah adalah dzikir…!!! Bukan ke mekah… PERINTAH DZIKIR DI DALAM AL QUR’AN : Ingatlah kepada-Ku niscaya Akupun akan ingat kepadamu, bersyukurlah kepada-Ku dan jangan mengingkari ( AL BAQARAH 2 : 152 ) Apabila kamu telah menyelesaikan ibadah hajimu, maka berdzikirlah ( dengan menyebut ) Allah, sebagaimana kamu menyebut-nyebut nenek moyang kamu atau berdzikirlah lebih banyak dari itu ( AL BAQARAH 2 : 200 ) Apabila kamu telah selesai sholat, ingatlah Allah disaat berdiri, disaat duduk dan ketika berbaring ( AN-NISA 4 : 103 ) Sesungguhnya sholat itu menjauhkan perbuatan keji dan munkar, namun dzikir lebih utama dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan (AL ANKABUT 29 : 45) Hai orang-orang yang beriman berdzikirlah ( menyebut nama Allah ), berdzikirlah sebanyak-banyaknya dan bertasbihlah kepada-Nya diwaktu pagi dan petang … Dia akan mengeluarkan kamu dari kegelapan kepada Cahaya yang terang, dan Dia Maha Penyayang kepada orang-orang yang beriman ( AL AHZAB 33 : 41-42-43 ) Selesai sholat, maka bertebaranlah kamu dimuka bumi, carilah karunia Allah, berdzikirlah sebanyak-banyaknya agar kamu sukses ( AL JUMU’AH 62 : 10 ). Allah akan memudahkan segala urusan, diberi kecukupan, diberi rizki yang tak terduga, diampuni segala kesalahan, pahalanya berlipat ganda… ( AT-THOLAK 65 : 2-3-4-5 ). Dan sebutlah nama Tuhan-mu dalam hatimu dengan merendahkan diri dan rasa takut, dan tidak mengeraskan suara, di waktu pagi dan petang dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang lalai ( AL A’RAF 7 : 205 ) Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tentram ( AR-RA’D 13 : 28 ) Janganlah kamu seperti orang yang lupa kepada Allah, maka Allahpun akan membuat mereka lupa pada dirinya ( AL HASYR 59 : 19 )

Dzikir tidak dibatasi ruang dan waktu, dimana saja dan kapan saja…

Dzikir itulah sholat bathin… sholat yang kekal… sholat daim…

Kata Rumi : 

Kitab apapun ibarat perahu yang membawa kita berlayar ke tengah lautan ketuhanan. Bila ingin mutiaranya kita harus menyelam ke dasarnya. Tidak hanya duduk diatas perahu…

Lepas aksara galilah makna… Katupkan bibirmu, tutup matamu, sumbat telingamu… tertawakan aku manakala engkau tidak bisa melihat rahasia Al Haq….

Artinya berdzikir – meditasi … Dalam memperlihatkan Cahayanya…!!!

dzikir,

Allah

akan

 Syariat ibarat perahu. Thariqat adalah lautan. Haqiqat adalah mutiaranya. Kita harus menyelam ke dasar qolbu untuk mendapatkan mutiaranya …

Mutiaranya itulah Kitab Sejati, Kitab Mulia tanpa tulis. Itulah Dia … Dia itulah Allah…Sumber Firman… Allah adalah Al Qur’an Yang Mulia… Allah adalah Mutiara Sejati…Tidak tersentuh kecuali oleh mereka yang suci hatinya… Sesuai Hadits Qudsi : Di dalam dada kolbu, di dalam qolbu ada fuad, di dalam fuad ada syagofa, di dalam syagofa ada Sir, di dalam Sir ada Aku… Bagaimana dengan Siti Jenar : Siti Jenar mengajarkan kepada murid-muridnya untuk lebih mengutamakan dzikir, yaitu sholat bathin. Kata Al Qur’an dzikir lebih utama (AL ANKABUT 29 : 45). Rosululloh saw bersabda bahwa dzikir adalah pembersih kolbu dan dzikir jalan terdekat menuju kepada Allah… Berarti bila seseorang bathinnya baik, maka perilakunya juga pasti baik. Konon kabarnya Siti Jenar juga tidak menganjurkan harus haji ke Mekah… Apakah ini ada kaitannya dengan Surat At Taubah 9 : 107 – 108…??? Apakah ajaran Siti Jenar sesat…??? Kita tidak pernah tahu… Lu pikirin sendiri aja bro…!!! Kata alm. Gus Dur : Prolog dalam buku Nurcholis Majid : Islam Universal… 

Umat Islam saat ini berpikiran sempit dan sangat ekslusif … Wuahhh … heibat

 Dogmatis dan tidak kreatif karena terpaku pada hukum fiqih … Akibatnya …

Mematikan kreativitas … Mematikan semangat jiwa transformative… Mengkerdilkan dan memasung pola pikir… Tidak mampu mengambil bagian dalam kebangkitan peradaban pada masa perkembangan IPTEK…

Perlu dikembangkan agenda baru yang menampilkan universalisme dan kosmopolitanisme baru dalam ajaran Islam. Gitu aja kok repot …

Berarti menurut alm. Gus Dur, hukum fiqih bisa di amandemen …!!! Kenapa bisa …??? Karena kata Rosulullah saw : Urusan dunia engkau lebih tau. Tata cara beribadah ikutilah caraku … Urusan dunia itu apa…??? Itu adalah urusan mulut, urusan perut dan dibawah perut… silahkan atur sendiri sesuai kearifan lokal… sesuai kultur yang ada di Negara masing-masing… Lalu bagaimana dengan orangorang dari golongan yang ingin memurnikan ajaran Islam melalui Islam Azas Tunggal …!!!??? Kata mereka kita harus seragam, kalo ga gitu hukumnya haram… Terserah lu bro… Menurut lu itu Islamisasi apa Arabisasi…??? Emang enak otak lu terpasung…??? Imperialisme gaya baru yang mengatasnamakan agama kali ye…??? Masalah itu gue ngga tau bro… tapi konon kabarnya para sesepuh pendiri NU menolak Islam Azas Tunggal… Leluhurnya alm. Gus Dur kan NU… wajar bila pemikiran beliau dinamis… Emang bener kata alm. Gus Dur Bro, kite terpaku hukum fikih… terpesona Arabisasi… kearifan lokal diharamkan… Ingat bahwa Rosulullahpun tidak melupakan dan tidak mengharamkan kearifan local…!!! Kita lupa sejarah bahwa Islam masuk ke Indonesia melalui kearifan local… Islam masuk Spanyol membaur, berasimilasi, bersinergi dengan kearifan local… namun Ruh Islami tetap hidup di dalamnya… Umat Islam berperan membangun peradaban baru yang luar biasa… bukan sekedar memakai surban, pake gamis, manjangin jenggot dan…kemudian ceramah masalah neraka ame surga… Seindah-indahnya pakaian, yang terbaik adalah pakaian yang namanya taqwa, bukan gamis… ( AL A’RAF 7 : 26 ). Orang yang paling mulia di sisi Allah adalah dia yang paling takwa diantara kalian ( AL HUJURAT 49 : 13 ). Kalo kite dengerin ceramah agama … dari dulu yang diomongin neraka ame sorga … Ape die pernah lihat sorga ame neraka …??? Ngebosenin bro … ga mutu. GERSANG… NGGA SEGER MERANGSANG. Tentang suluk

untuk mencapai ikhsan tidak pernah dibahas. Mendingan internetan ame pesbukan. Sampe pagi juga gue melek… Dari Allah kembali kepada Allah. Dari Sang Pencipta kembali kepada Sang Pencipta. Semua ciptaanNYA disebut Mahluk. Surga itu ciptaan Allah … Surga adalah mahluk. Ada apa di surga…??? Hanya ada kesenangan fisik… Air yang mengalir, makanan dan minuman air kafur dan wedang jahe, kasur yang empuk, gadis-gadis montok dan bidadari. Setelah kita mati jasmaninya dikubur atau dibakar… Ruh tanpa jasmani, apakah Ruh ada kelaminnya…??? Tanpa jasmani, apakah Ruh bisa menikmati bidadari…??? Apakah Ruh bisa menikmati kesenangan fisik di Surga…??? Apakah kita akan kembali kepada Allah… ataukah ke surga …??? Monggo wani piro … !!!??? Untuk keridhoan Allah gratis …!!! Alm. Gus Dur menghendaki agenda baru bagi umat Islam … Apakah para ulama di Indonesia berani melakukan perubahan yang mendasar dan menyeluruh…??? Amandemen gitu loh… Tidak lah yaw…!!! Para Ulama kita hanya sekedar mengharamkan rokok dan membuat UU Perkawinan yang tidak mencakup kaum minoritas Penganut Aliran Kepercayaan… Apakah Allah membeda-bedakan umat…??? Allah tidak menilai umat dari tata cara beribadahnya, yang dinilai Allah adalah hatinya, kadar keimanan dan ketaqwaannya. Apakah Allah pilih kasih…??? Adakah umat yang badannya hanya sebelah…??? Apakah Allah melarang perkawinan pasangan yang berbeda nama agamanya…??? Silahkan buka Surat Al Maidah 5 : 5… Pada hari ini dihalalkan bagimu yang baik-baik. Makanan orang-orang yang diberi Al Kitab itu halal bagimu dan makanan kamu halal pula bagi mereka. ( Dan dihalalkan mengawini ) wanita-wanita yang menjaga kehormatan di antara wanita-wanita yang beriman dan wanita-wanita yang menjaga kehormatan di antara orang-orang yang diberi Al Kitab sebelum kamu, bila kamu telah membayar mas kawin mereka dengan maksud menikahinya, tidak dengan maksud berzina dan tidak ( pula ) menjadikannya gundik-gundik. Barang siapa yang kafir sesudah beriman maka hapuslah amalannya dan ia di hari akhirat termasuk orang-orang yang merugi ( AL MA’IDAH 5 : 5 ). Untuk setiap umat, Kami telah berikan pola syari’at ( aturan ) dan jalan hidup yang benar ( tata cara pelaksanaannya ), sekiranya Allah menghendaki, pastilah kamu dijadikannya satu umat saja, namun Allah hendak mengujimu dalam hal karunia yang telah diberikan kepadamu, karena itu berlomba-lombalah untuk berbuat kebajikan….( AL MAIDAH 5 : 48 )

Sesungguhnya orang-orang beriman dan mereka penganut agama Yahudi, Nasrani, Shabiin serta siapa saja yang beriman kepada Allah, hari kemudian serta berbuat kebajikan, mereka akan mendapat pahala dari Tuhan-nya, dan mereka tidak merasa ketakutan dan duka cita ( AL BAQARAH 2 : 62 ) …dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal… saling bersilaturahmi… ( AL HUJURAT 49 : 13 ) Mereka akan mendapat kehinaan dimanapun mereka berada, bila mereka memutus hubungan ( silaturahmi ) dengan Allah dan hubungan dengan manusia ( ALI IMRAN 3 : 112 ). Allah mah ngga pernah nyusahin manusia, yang bikin susah adalah manusianya sendiri, dengan aturan yang kaku, karena egonya yang kelewat gede… Jadi kalo ada orang yang melarang pasangan yang berbeda agama menikah, apakah itu berarti dia memutus tali silaturahmi … ??? Apakah itu berarti dia mengingkari serta mendustakan ayat-ayat Allah…??? Mana gue tau bro… gue kan ngga pernah mesantren… Sangsinye dari Allah berat Bro… Allah akan memberi ganjaran dengan seburuk-buruknya siksaan…!!! WWWAAAWWWW…. CAPE DEH….!!! Semua umat sama di hadapan Allah… apapun nama agamanya. Allah tidak menilai harta, tahta dan wajah umatnya. Allah juga tidak menilai umatnya dari tata caranya beribadah menghadap ke Timur atau ke Barat, yang dinilai Allah adalah hatinya, yang dinilai Allah adalah kadar keimanan dan ketakwaannya… karena semua agama mengajarkan hal yang sama yaitu tentang firah, mengajarkan tentang Islam, mengajarkan tentang keimanan, ketakwaan, kesucian, kedamaian, keselamatan, kasihsayang, kesabaran dan keikhlasan serta berserah diri kepada Allah SWT… Tata cara semua agama untuk mencapai Cahaya Allah juga sama, yaitu melalui jalan sufi, melalui dzikir-meditasi. Mungkin perlu disosialisasikan ajaran-ajaran spiritual para sufi yang tidak dogmatis, pola pikir para sufi yang dinamis seperti alm. Gus Dur… Cara sufi untuk mengembangkan otak kanan, agar ESQ umat Islam berkembang, tidak terpasung di alam lahiriyah. Berperilaku islami sesuai fitrah secara total… Mengikuti jalan sufi…!!! Apakah mungkin …??? Emangnye gue pikirin …!!! Lihat dan buktiin aja sendiri, bukan katanya … dan katanya … Kita harus bisa membedakan mana ajaran islami dan mana budaya Arab… Islamisasi yes… Arabisasi no way gitu lo…. Sudah saatnya kita semua melakukan perjalanan dari alam lahiriyah ke alam bathiniah untuk mencari keridoan Allah… bukan mencari surga… Kita berdzikir tahap demi tahap untuk menyempurnakan keberagamaan kita.

Carilah metode dzikir yang sederhana dan mampu laksana. Seperti halnya kita belajar menulis, bila kita tidak mampu beli laptop ya pakai areng… Yang penting bisa nulis… Semoga kita bisa mencapai tingkatan ikhsan serta mencapai fana dan kasyaf… bukan mencapai Mekah …!!! Itulah haji mabrur, bukan haji mabur…!!! Amin … BRO…Firman Allah : KAMI mudahkan Al Qur’an dalam bahasamu… ( MARYAM 19 : 97 , ADDUKHAN 44 : 58 ) BRO… bahasa gue ya BAHASA INDONESIA GAUL… agar dibaca generasi gaul… Tulisan ini juga BUKAN DISERTASI ILMIAH… BRO… Sori menyori kalo tulisan ini bahasa dan isinya nyeleneh…. Biar ngga ngantuk… hehehe.. TERNYATA HIDUP ITU HANYA SEKEDAR GUYONAN… Dan tiadalah kehidupan dunia ini, selain dari main-main dan senda gurau belaka ( AL AN’AM 6 : 32 ) ( AL ANKABUT 29 : 64 ) ( MUHAMMAD 47 : 36 ) Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat pelajaran bagi orangorang yang mempunyai mata hati ( ALI IMRAN 3 : 13 ) Allah menimpakan mempergunakan ( YUNUS 10 : 100 )

kemurkaan

kepada orang-orang akalnya

yang

tidak

Cape deh…

SERULING KEARIFAN 20-Oktober-2013

Dr H Maman SW SpOG http: //www.slideshare.net/drmaman Sabda Rosulullah : 1. Hidup di dunia bagaikan musafir yang hanya sekedar singgah 2. Jadilah tamu Allah yang baik 3. Hiduplah dengan kehidupan yang penuh manfaat Sabda Rosulullah singkat, padat dan sempurna, karena penuh makna. Sebagai tamu harus punya tata-krama, sopan santun kepada Allah.

Manusia mengemban tugas di muka bumi sebagai khalifah dan sebagai wali Allah. Hidup harus bermanfaat bagi sesama umat.. Jangan menyusahkan orang lain. Namun karena nafsu, serakah, justru merugikan orang lain. Konon kabarnya wahyu turun kepada Rosulullah diawali dengan suarasuara gemuruh yang menakutkan, suara dengung lebah, suara lonceng dan terakhir suara seruling. Itulah suara seruling kearifan… Itulah seruling kebijaksanaan… Itulah seruling kebenaran… Musik surgawi yang sangat indah. Kemudian Rosulullah meniupkannya keseluruh penjuru dunia. Siapapun yang bisa mendengarnya, niscaya dia akan menjadi umat yang berbahagia, tenang, tentram, damai, tidak merasa duka cita dan ketakutan … ikhlas-ridho…Bebas merdeka…Tidak terpasung sampah-sampah kehidupan… Tidak terpaku oleh nafsu duniawi . Kenapa demikian …??? Karena …mereka telah melihat Cahaya Kebenaran …Kita tidak tahu Cahaya itu dari mana datangnya dan kemana perginya … Namun Cahaya itu ada dimana-mana, di dalam kuil, di pagoda tua, di vihara, di dalam gereja maupun di dalam mesjid. Cahaya itu merupakan Essensi Yang Hakiki atau Hakikat Keberadaan …. Cahaya itu adalah Eksistensi Yang Hakiki …Setiap umat yang telah melihat Cahaya Kebenaran berada dimana-mana, kesadaran Ruhnya bangkit. Maka kearifan dan kebijaksanaannya pun semakin luas terbuka … serta semakin sadar …Semakin mengerti Sistem Universal dan Rahasia dari seluruh penciptaan. Menyadari : Innallaha ala kuli syaein muhit … Sesungguhnya Allah meliputi segalanya. Menyadari bahwa kita berada di dalam-NYA. Menyadari kita berada dalam Tuhan. Timur dan Barat milik Allah … kemanapun kita menghadap disanalah Wajah Allah. Akhirnya menyadari bagaimana rasanya bisa menyatu dengan Sang Pencipta .. Dan bersaksi bahwa semua ciptaan adalah satu … sesungguhnya agama kamu satu … Tuhan kamu dan Tuhan aku adalah Tuhan Yang Satu … Tiada Tuhan selain Yang Disembah – bahasa Arabnya AL ILLAH, muncul kata ALLAH … Menyadari bahwa nama Tuhan yang sebenarnya tidak bisa diucapkan dan tidak bisa dituliskan.. Allah artinya Yang Disembah, bukan nama …Kita bebas menyebut dan memanggil Tuhan dengan nama apa saja yang baikbaik …Yang disembah bukan NamaNya tapi DzatNya. Akhirnya menyadari bahwa apapun nama agamanya, mengajarkan hal yang sama …Semua agama mengajarkan tentang Fitrah, yang sudah terprogram di dalam hati nurani setiap umat manusia. Kata Qur’an, Fitrah itu tidak pernah berubah … Fitrah itu keimanan, ketakwaan, kesucian, kedamaian, keselamatan, kasihsayang, kesabaran, keikhlasan serta berserah diri kepada Allah Sang Pencipta … Kata Rosulullah, itulah yang disebut Islam… Tata cara untuk mencapai puncak spiritual pun sama yaitu dzikir atau meditasi. Apapun nama agamanya, hasil akhir dari keimanan adalah sama…!!! Baik secara fisik maupun secara metafisik …Secara fisik melalui pemeriksaan laboratorium darah, rekaman EEG, rekaman aura, sehat dan cerdas, IQ dan ESQ-nya meningkat, dimudahkan segala urusannya, kehidupannya yang sukses… Secara metafisik jiwanya tenang, perilakunya terkendali, mencapai fana dan kasyaf, bahkan mencapai mi’raj … Out Of Body Experience … Pelajaran lainnya hanya rincian peristiwa sejarah atau hal-

hal yang terjadi saat itu. Tentang perang, kefasikan-kemunafikan, hukum waris, hukum nikah, perjanjian dagang, dsb yang berhubungan dengan masalah kehidupan duniawi. Urusan dunia engkau lebih tahu, tata cara beribadah ikutilah caraku, kata Rosulullah. Kenapa kita tidak mengikuti tata cara beliau sewaktu di guha Hiro ??? Waktu itu belum ada Al Qur’an dan tata cara sholat seperti sekarang. Dzikir Kata Al Qur’an : 

Dzikir lebih utama

Berdzikir sebanyak-banyaknya agar sukses

Agar diberi kedudukan yang kokoh

Dikeluarkan dari kegelapan

Diberi kecukupan dan …

Rizki yang tidak di duga

Dimudahkan segala urusan

Dihapus semua kesalahan

Diberi pahala yang berlimpah

Dzikir menurut Rosulullah : 

Sebagai pembersih qolbu

Jalan terdekat kepada Allah

 Mati sebelum mati agar kesadaran ruhnya bangkit Pertanyaannya adalah : 

Kenapa dzikir tidak dibakukan sejak dini…???

Kesadaran Ruh adalah kesadaran sejati… Hanya Ruh yang bisa berkomunikasi dengan Allah, karena Ruh berasal dari Dzat Allah … Setelah Aku sempurnakan kejadiannya, Aku hembuskan Ruh-Ku kepadanya” (Al-Hijr 15:29). Mengenal Dzat harus melalui DzatNya… Karena Ruh berasal dari Dzat Allah, maka Ruh tetap suci tidak terkena polusi …Hanya Ruh Suci yang bisa berkomunikasi dengan Allah Yang Maha Suci. Oleh karena itu menurut para sufi, dzikir-meditasi hukumnya wajib, sebagai penjabaran, pelaksanaan, penghayatan Rukun Islam yang pertama. Menurut Al Qur’an, hanya ada satu agama, yaitu Islam-fitrah yang sudah terprogram di dalam hati nurani setiap manusia … Fitrah itu tidak pernah berubah … Bila kita menyadari bahwa di dunia ini hanya ada satu agama … maka kitapun sadar bahwa di dunia ini hanya ada satu

masjid tempat bersujud kepada Allah yaitu : masjid pencerahan…!!! Tidak dibuat dari batu bata. Masjid yang dibuat atas dasar keimanan, ketakwaan, kesucian, kedamaian, keselamatan, kasih sayang, kesabaran dan keikhlasan serta berserah diri kepada Allah sejak hari pertama kita dilahirkan, … Itulah baitullah yang sejati, buatan Allah sendiri, bukan buatan manusia… bukan Masjidil Haram… Firman Allah :  Dan ada yang mendirikan mesjid untuk menimbulkan bencana, untuk kekafiran dan untuk memecah belah…, untuk menunggu kedatangan orang-orang yang telah memerangi Allah dan RosulNya sejak dahulu. Mereka dengan pasti bersumpah : Kami hanya menghendaki kebaikan. Dan Allah menjadi saksi bahwa mereka itu pendusta ( At – Taubah 9 : 107 )  Janganlah engkau melaksanakan sholat dalam mesjid itu selama-lamanya. Sungguh masjid yang didirikan atas dasar takwa sejak hari pertama adalah lebih pantas engkau melaksanakan sholat di dalamnya …( At Taubah 9 : 108 ) Berarti peringatan ini muncul setelah terjadi peperangan antara kaum musrikin jahiliyah dengan Rosulullah pemimpin kaum muslimin… Ayat ini tidak menyebut kaum Nasrani… Apakah perang badar…??? Apakah Allah melarang sholat di Masjidil Haram…??? Saya tidak bisa menjawabnya…!!! Silahkan cari sendiri jawabannya…!!! Firman Allah : 

Katakanlah : Bagaimana pendapatmu jika itu datang dari sisi Allah, kemudian kamu mengingkarinya. Siapakah yang lebih sesat daripada orang yang selalu berada dalam penyimpangan yang jauh ( Fushshilat 41 : 52 )

Maka siapakah yang lebih jahat dari orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Allah dan berpaling dari padanya ??? Akan Kami beri ganjaran mereka yang berpaling dari ayat-ayat Kami dengan seburuk-buruknya siksaan ( Al An’am 6 : 157 )

Dan kamu pasti akan mengetahui ( kebenaran ) keterangan ( Al Qur’an ) setelah beberapa waktu lagi ( Shad 38 : 88 )

Hadits Qudsi 

Aku tidak berada di bumi, Aku tidak berada di langit, tapi… Aku berada di dalam hati orang-orang yang beriman…

Di dalam setiap rongga anak Adam, Aku ciptakan suatu mahligai yang disebut dada, dalam dada ada qolbu, dalam qobu ada fuad,

dalam fuad ada syagofa, dalam syagofa ada sir …di dalam sir ada Aku … Kata para sufi : Kolbu mukmin baitullah … Itulah Rumah-Nya … Itulah Masjid-Nya, yang harus dijaga dan dibersihkan …Pembersihnya adalah dzikir-meditasi …Di dalamnya Ruh bersujud … menyebut NamaNya, bertasbih pagi dan petang … sejak hari pertama dilahirkan … Sejak dalam kandungan ibu… bahkan sejak di alam arwah. Karena sebelum dilahirkan Ruh sudah bersyahadat ketika Allah berfirman : Bukankah Aku Tuhan-mu.??? Para Ruh menjawab : Benar kami bersaksi … ( Al-A’raf 7: 172 ) Laa syariikalahu wa bidzaalika umirtu wa ana awwalul muslimin. Tiada sekutu bagiNYA dan itulah yang diperintahkan kepadaku dan … aku sejak awal sudah berserah diri… ( Al An’am 6 : 163 ). Kolbu mukmin bersih, di dalamnya tidak ada ruang kebencian…Apapun yang kita benci di dalamnya ada rahasia Allah…Siapapun yang mengikuti hawa nafsunya, maka dia jauh dari Tuhan, sekalipun dia beragama Islam. Siapapun yang mencampakkan hawa nafsunya, maka dia dekat dengan Tuhan sekalipun dia beragama nasrani, kata Hujwiri sufi dari Persia. Kata Qur’an, iblis adalah musuh yang nyata. Kata jago samurai Musasi, musuh adalah guru yang sedang menyamar, pelajari jurus-jurusnya… Jurus iblis adalah hawa nafsu…Bila kita menghadapi apapun dengan hawa nafsu maka kita sudah terperangkap jurus iblis. Nafsu adalah dosa sirik tersembunyi… Hindari iblis dengan kebersihan hati… bukan dengan hawa nafsu…!!! Dalam ke-esaanNYA Allah memiliki dua sifat yang saling bertentangan yaitu : Sifat Jamal ( Terang, malaikat, barokah ) dan Sifat Jalal ( Gelap, iblis, musibah ). Beriman kepada Allah jangan setengah-setengah. Antara Sifat Jamal dan Sifat Jalal, antara malaikat dan iblis, antara barokah dan musibah harus kita imani secara seimbang …. Sifat Jalal Allah harus kita imani sebagaimana kita mengimani sifat Jamal. Apapun yang kita benci di dalamnya ada rahasia Allah. Oleh karena itu iblis bukan harus dibenci dengan hawa nafsu tapi harus dihindari melalui kebersihan hati… Kita bisa menilai sendiri Bro…bila ada penceramah dengan berapi-api menghujat umat lain, menganggapnya kafir, bahkan menghalalkan darahnya, dia tidak memahami bahwa semua agama mengajarkan tentang fitrah, mengajarkan tentang Islam,… Demikian juga bila ada LSM, Organisasi Masa apapun yang merasa diri paling suci, merasa diri paling islami, merasa diri paling benar… merasa diri paling beriman… merasa wuuaahhh heeiibat… karena polisipun tak berkutik saat menghadapi mereka… Menurut lo gimana Bro…??? Memang sulit untuk merubah pola pikir yang sudah terprogram sejak kecil, tidak ada kemauan untuk memperluas wawasan. Pola pikirnya sudah terpasung oleh egonya yang kelewat gede. Lebih baik kita istigfar agar tidak terjebak jurus iblis seperti mereka… Hindari hawa nafsu, hindari kekerasan… Sesungguhnya Islam itu lembut dan dinamis, memaafkan itu jauh lebih baik Bro.

Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal soleh, kelak Allah akan menanamkan dalam ( hati ) mereka rasa kasih sayang ( Maryam 19 : 96 ). Siapapun orangnya, bila belum beramal soleh dan belum memiliki rasa kasih sayang, maka dia belum layak dinyatakan beriman. Siapapun yang mampu mendengar suara Seruling Kearifan, Musik Surgawi yang ditiupkan Rosulullah niscaya dia akan : Mengenal jati dirinya, mengenal Tuhannya, mengenal Guru Sejatinya, memahami Kitab-Nya, Kitab Mulia, Kitab Sejati tanpa tulis, tidak akan salah cetak. Dengan demikian tidak akan ada lagi kerusuhan, saling bunuh karena perbedaan agama atau karena keyakinan yang berbeda… 

Sabda Rosulullah : Barang siapa mengenal dirinya maka dia mengenal Tuhannya. Barang siapa mengenal Tuhannya maka dia merasa dirinya bodoh. Barang siapa mencari Tuhan keluar dari dirinya sendiri maka dia akan tersesat semakin jauh… Pertanyaannya adalah : 

Kenapa sabda Rosulullah tersebut diatas tidak pernah muncul kepermukaan ???

Adakah keberanian para ulama, para ustad untuk mengupas hal tersebut ???  Ataukah memang harus disembunyikan agar umat Islam tetap blo-on .  Bila itu bukan Hadits Rosulullah, kenapa dipopulerkan oleh Al Ghazali …??? 

Sabda Rosulullah : Bacalah kitab yang kekal yang berada di dalam dirimu …!!! Kitab yang bagaimana… ??? Itulah Kitab Yang Kekal…Itulah Kitab Mulia… Itulah Kitab Sejati di dalam diri, tidak akan salah cetak. Hukum-hukum Allah sudah terprogram dalam hati nurani masing-masing, namun tertutup nafsu, sehingga harus di instal ulang melalui wahyu para nabi yang mencapai puncaknya pada zaman Rosulullah Muhammad saw. Perhatikan Firman Allah : 

Ayat-ayat kami di segenap penjuru dan di dalam diri mereka ( Fushshilat 41 : 54 )

Di dalam dirimu apakah engkau tidak memperhatikan ( AzZariyat 51 : 21 )

Dia ( Allah ) memberi petunjuk ke dalam hatinya ( AtTagabun 64 : 11 )

Dialah Jibril yang menurunkan Al Qur’an kedalam hatimu … ( Al Baqarah 2 : 97 )

Al qur’an adalah ayat-ayat yang nyata di dalam hati orangorang yang diberi ilmu ( al Ankabut 29 : 49 ) 

Al Qur’an Yang Mulia berada dalam tempat yang terpelihara, tidak tersentuh kecuali oleh mereka yang tersucikan ( Al Waqi’ah 56 : 77-78 )

Sudah saatnya kita harus mulai mencari dan mengenal Allah… melakukan perjalanan dari alam lahiriyah ke alam bathiniyah… Perjalanan yang transendental, tidak masuk akal… Allah adalah Al Bathin… Rumahnya…MasjidNya… KitabNya di dalam Bathin… Langkah pertama pelajari Adz-Dzikir 

Adz-Dzikir adalah Al Qur’an

Al Qur’an adalah An Nuur dan An Nur adalah Allah …

Bila makrifat kepada Dzat ingin kau dapat, lepas aksara galilah makna …

Jangan terpaku pada bentuk. Bila kau bijak ambilah mutiara dari cangkangnya…

Tutup semua Kitab … buka mata hati ..

Langkah berikutnya : 

Katupkan bibirmu … tutup matamu … sumbat telingamu… buka mata hatimu … Allah akan menampakkan Cahaya-Nya …

An Nuur adalah Allah …

Allah Sumber Firman …Allah Kitab Mulia..

Allah Kitab Sejati tanpa Tulis

Allah kitab sejati di dalam diri

 Allah Guru Sejati di dalam diri … Kata Rumi : Terungkaplah …pengetahuan yang tidak kita peroleh di bangku sekolah… Melihat Cahaya – NYA. Suatu pengalaman spiritual …yang aktual dan autentik … Mari kita coba …!!! Kita mencoba mencari dan mengenal Allah dengan hati yang bersih, tanpa hawa nafsu. Pembersih hati adalah dzikir… Jalan terdekat menuju kepada Allah adalah dzikir. Kita melakukan perjalanan dari alam lahiriyah

ke alam bathiniah … bukan perjalanan ke Mekah … bukan pula perjalanan ke Masjidil Harom…Kita tidak hanya sekedar sholat lima waktu… tapi melakukan dzikir tahap demi tahap … untuk mencapai Iman … islam … ikhsan … agar sempurna keberagamaan kita dan menjadi Haji Mabrur … bukan Haji Mabur… Sebagai akhirul kalam tak lupa saya sampaikan rasa terima kasih saya kepada teman-teman dari grup meditasi Suma Ching Hai di Cirebon, atas saran dan masukkannya, pada saat kita berkumpul untuk meditasi bersama, sehingga saya bisa menulis makalah ini… Diposkan oleh Spiritual di 07.10 Tidak ada komentar: Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest

EVOLUSI KEBERAGAMAAN. REVISI 11 OKTOBER 2015

EVOLUSI KEBERAGAMAAN REVISI 11-Oktober-2015

Dr. H MAMAN SW SpOG http://www.slideshare.net/drmaman http://www.drmamanspog.blogspot.com

EVOLUSI KEBERAGAMAAN Zaman purba umat manusia masih sedikit. Ilmu pengetahuannya sedikit. Kebutuhannya sedikit, sekedar makan dan minum. Pakaian hanya menutupi bagian tertentu. Mata pencaharian berburu. Tinggal di guha atau diatas pohon. Tahap berikutnya mengenal hewan ternak, mulai berternak kambing , sapi, kerbau, kuda. Hidup nomaden mencari padang rumput, tinggal di tenda-tenda dekat mata air. Hidup secara berkelompok. Muncul istilah suku… akhirnya menjadi suatu bangsa yang besar… Allah menciptakan umat manusia berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar saling bersilaturahmi.. Untuk setiap umat Allah telah memberikan aturan dan tata cara penyembahan kepadaNYA agar saling berlombalomba untuk berbuat kebaikan, bukan untuk cakar-cakaran dan gontokgontokan karena merasa tata cara penyembahan kitalah yang paling benar…. Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling bersilaturahmi Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah adalah orang yang paling taqwa diantara kalian…Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal ( AL HUJURAT 47:13 ). Mereka akan mendapat kehinaan dimanapun mereka berada, kecuali mereka menjaga hubungan ( silaturahmi ) dengan Allah dan hubungan dengan manusia ( ALI IMRAN 3 : 112 ). Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya adalah penciptaan langit dan bumi, adanya aneka bahasa dan warna kulitmu ( ARRUM 30 : 22 ) ….. Untuk setiap umat diantara kamu, Kami berikan aturan ( SYARIAT ) dan jalan yang terang ( JALAN SPIRITUAL-AGAMA )… Bila Allah menghendaki, pasti kamu dijadikan satu umat ( saja ), tetapi Allah hendak menguji kamu terhadap karunia yang diberikan-Nya kepada kamu, maka berlomba lombalah berbuat kebajikan … ( Al Maidah 5 : 48 ) Perkembangan berikutnya mulai bertani, memiliki tanah pertanian, memiliki tempat tinggal yang tetap, mulai ada hak kepemilikan atas

tanah, mulai ada perdagangan sistim barter, ditemukan emas, ada koin emas… Abad berikutnya era industry. Ditemukan listrik, mesin uap, mesin diesel. Ditemukan telegraf, telepon, radio dan TV. Era perdagangan dan industry. Teknologi transfortasi berkembang. Kemudian muncul juga Ilmu perbankkan, asuransi… dll… Pasca era industri muncul IPTEK. Ilmu Pengetahuan dan Teknologi berkembang pesat, Teknologi informatika dan komunikasi berkembang. INTERNET, CIBERNETIKA, Trasformasi Informasi, hampir setiap disiplin ilmu berkembang, termasuk REKAYASA GENETIKA… BAYI TABUNG… DLL. ITULAH EVOLUSI PERADABAN… MAS BRO… Sesungguhnya masalah keberagamaan pun berkembang tahap demi tahap sejak dari zaman purba sampai sekarang… ITULAH EVOLUSI KEBERAGAMAAN… Setiap manusia memiliki KEBUTUHAN PSIKOLOGIS, menginginkan rasa aman dan rasa nyaman. Kemudian manusia mencari sesuatu yang bisa menumbuhkan rasa aman dan nyaman. Sesuatu itu kemudian disembah, disebutnya Al ILAH. Kemudian muncul kata ALLAH, artinya Sesuatu Yang Disembah.. Berarti ALLAH BUKAN NAMA TUHAN. Nama TUHAN yang sebenarnya tidak bisa kita ucapkan dan tidak bisa kita tuliskan. Sejak zaman Nabi Ibrahim sebutan Allah sudah ada. Kata Allah sudah tidak asing lagi bagi masyarakat Arab Jahiliyah… Sebagai contoh yang sederhana, ayahnya Nabi Muhammad saw bernama ABDULLAH…Konsep bertuhan itu turun-temurun diyakini, walaupun yang ada di dalam pikiran manusia itu bukan tuhan yang sebenar-benarnya tuhan. KETEMU AJA BELUM APA LAGI KENAL NAMANYA…. Mereka (KITA SEMUA) TIDAK MENGENAL Allah dengan sebenarbenarnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kuat lagi Maha Perkasa ( ALHAJJ 22 : 74 ) Kamu (KITA SEMUA) tidak menyembah yang selain Allah KECUALI HANYA NAMA-NAMA yang kamu dan nenek moyangmu membuatbuatnya, Allah tidak menurunkan suatu keteranganpun tentang nama-nama itu ( YUSUF 12 : 40 ) Itu tidak lain hanyalah nama-nama yang kamu dan bapakbapakmu mengada-adakannya, Allah tidak menurunkan suatu keteranganpun untuknya (nama-namanya), mereka tidak lain hanyalah mengikuti sangkaan-sangkaan dan hawa nafsunya ( AN NAJM 53 : 23 ). Orang Jawa dan Sunda menyebut nama Tuhannya GUSTI PANGERAN. Orang Hindu menyebutnya RADHA SWAMI.. Radha artinya RUH dan Swami artinya YANG MAHA TINGGI.. Orang Budha menyebutnya AMITABA artinya CAHAYA TANPA BATAS…

Kata ALLAH menurut gramatika Arab bentuknya maskulin, laki-laki, BAPA..sedangkan kata AL DZAT menurut gramatika Arab bentuknya feminine, perempuan, BUNDA… Berarti kita boleh memanggil nama Tuhan dengan sebutan BAPA atau BUNDA… Tuhan engga akan marah… Ngga masalah…Mungkin masalah buat lo…!!! Kemudian dibuat aturan penyembahan yang disepakati bersama disebutnya AGAMA… Konon kabarnya kata agama berasal dari bahasa sansakerta : A artinya TIDAK dan GAMA artinya KACAU. AGAMA adalah ATURAN agar kehidupan kita TIDAK KACAU. Pelajaran keberagamaan pun berkembang. Pelajaran dari Rosul pertama ke Rosul berikutnya berkesinambungan, ada revisi dan koreksi, ada proses penyempurnaan. Pemahamannya pun berkembang disesuaikan dengan situasi dan kondisi yang ada, disesuaikan kultur dan ilmu pengetahuan yang ada di masyarakat, dari mulai ZAMAN BATU sampai… ZAMAN IPTEK… Dalam hal ini kearifan lokal sangat berperan… Sesuai dengan perkembangan zaman… Rosulullahpun tidak melupakan kearifan local. Kita perhatikan Rukun Islam : Ibadah haji sudah ada sejak zaman Nabi Ibrahim. Puasa, sholat, zakat, itu semua sudah ada sebelum Rosulullah saw dilahirkan.. Itulah yang disebut kearifan local. Rosulullah menyempurnakan Rukun Islam dengan dua kalimah syahadat… Rosulullah saw walaupun dikatakan buta huruf, namun otak beliau sangat cerdas. Rosulullah saw adalah negarawan ulung yang luar biasa. Bila Rosulullah saw tidak mengikut sertakan kearifan local, bila Rukun Islam hanya dua kalimah syhadat saja, mungkin Rosulullah saw akan didemo oleh orang Arab… …diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu … ( AL BAQARAH 2 : 183 ) Nabi Isa berkata : Dia ( Allah ) memerintahkan aku sholat dan ( menunaikan ) zakat selama aku hidup ( MARYAM 19 : 31 ) Tidak Kami rubah jiwa hukum dari suatu ayat atau Kami lenyapkan dari ingatan Rasul, melainkan kami ganti dengan yang lebih baik dari itu atau yang sepadan dengan itu … (AL BAQARAH 2 : 106) Proses penyempurnaan bukan berarti dihilangkan seluruhnya, namun ada bagian yang direvisi dan dikoreksi, ada yang diganti dengan yang lebih baik atau yang sepadan dengan itu… Saya sendiri dan mungkin kita semua sampai saat ini tidak mengetahui bagaimana dan seperti apa… tata cara puasa, sholat dan zakat pada saat zaman sebelum Rosulullah saw dilahirkan…???

Menurut penuturan salah seorang sesepuh, tata cara orang jahiliyah menyembah berhala ada yang sambil berdiri, ada yang sambil ruku, ada yang sambil duduk dan ada yang sambil sujud… kemudian kebiasaan orang jahiliyah menyembah berhala ini diadopsi oleh Rosulullah menjadi tata cara sholat ajaran Rosulullah… sehingga orang Arab jahiliyah tidak protes… Terlepas dari benar atau tidaknya penuturan sesepuh ini, namun bagi gue masuk diakal bro… MENURUT LO GIMANA BRO…??? Selama ini umat Islam di Indonesia senantiasa menghadapkan wajahnya ke arah Barat sehingga melupakan Cahaya yang terbit dari TIMUR… Matahari terbit dari Timur… Di Timur sudah tandur di wilayah Barat masih tertidur. Di Indonesia sudah ada Borobudur di Arab masih ngawur… PERADABAN UMAT MANUSIA DIMULAI DARI TIMUR… Untuk setiap umat Allah mengirimkan seorang Rosul serta Kitab-NYA dalam bahasa kaumnya… Setiap Rosul sudah muslim, sudah berserah diri kepada Allah…. Setiap Rosul mengajarkan tentang kesucian, kedamaian, keselamatan, kasih-sayang, kesabaran, keikhlasan dan berserah diri kepada Tuhan melalui keimanan dan ketaqwaan. Itulah pelajaran AGAMA FITRAH. Itulah AGAMA ILAHI. Itulah AGAMA ISLAM yang diridhoi Allah ( Al Maidah 5 : 3 ). Itulah ISLAM UNIVERSAL yang dianut semua umat. Wajar bila sebelum di Arab, Allah telah menurunkan seorang Rosul serta Kitab-Nya di wilayah Timur WALAUPUN TIDAK DIKISAHKAN di dalam Al Qur’an… Wajar bila pelajaran di dalam Kitab itu sangat sesuai dengan situasi dan kondisi umat di wilayah Timur, karena Allah Maha Mengetahui Segalanya… KEBERAGAMAAN-PUN DIMULAI DARI TIMUR… Mungkin agama pertama di Timur adalah di Tibet, kemudian muncul Hindu dan Budha… Dengan adanya perkembangan zaman, adanya arus komunikasi dan perdagangan, maka masalah keberagamaan pun berkembang ke wilayah Barat disertai proses penyempurnan, ada bagian yang direvisi dan dikoreksi menjadi NASRANI dan terakhir muncul agama ISLAM… Namun semua agama tetap mengajarkan tentang FITRAH. AGAMA FITRAH inilah yang dianut semua umat…Agama fitrah inilah yang mengatur kehidupan umat di dunia sejak manusia ini diciptakan Allah, sampai saat ini tidak pernah berubah… AGAMA FITRAH dari Allah bagi setiap umatnya pasti sempurna, tidak perlu disempurnakan lagi karena ALLAH Maha Sempurna. Oleh karena itu Agama Fitrah ini tidak pernah berubah… Hanya aplikasinya saja yang disesuaikan kearifan local, disesuaikan perkembangan zaman, diolah, diberi bumbu, supaya enak dan mudah dicerna… Ibaratnya kita diberi beras.. diolah jadi nasi goreng, jadi nasi

kebuli, jadi nasi padang, jadi nasi jamblang bagi yang sehat, jadi bubur ayam bagi yang sakit dll.. disesuaikan situasi dan kondisi umatnya. Setelah diolah namanya pun disesuaikan dengan hasil olahannya, namun bahan dasarnya tetap beras… Hindu-Budha-Nasrani-Islam namanya berbeda namun RUHNYA… ESSENSI dan SUBSTANSINYA TETAP AGAMA FITRAH…RUH ISLAMI TETAP HIDUP DI DALAMNYA Hadapkan wajahmu pada agama Fitrah… Apapun nama agamanya, Fitrah Allah tidak pernah berubah. Yang berubah adalah zamannya, peradabannya, budayanya serta ilmu pengetahuannya… Gue pernah baca bahwa NABI ISA AS pernah mukim di TIBET cukup lama. Apa iya…!!!??? Konon kabarnya Nabi Isa as pun pernah melakukan meditasi selama 40 malam…. Hadapkan wajahmu pada Agama Fitrah…Tidak ada perubahan pada fitrah Allah … ( Ar-Rum 30 : 30 )..apapun nama agamanya. Sesungguhnya ini adalah agama kamu semua, agama yang satu dan AKU adalah Tuham-mu, maka bertaqwalah kepada-KU ( AL MU’MINUN 23 : 52 ) Kemudian mereka menjadikan agama mereka terpecah-belah menjadi beberapa pecahan. Tiap-tiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada sisi mereka ( masing-masing ). Maka biarkanlah mereka dalam kesesatannya sampai suatu waktu ( AL MU’MINUN 23 : 53-54 ) Bila kita perhatikan, setiap proses penyempurnaan keberagamaan, dari Hindu ke Budha, ke Nasrani dan ke Islam itu rata-rata terjadi setelah tenggang waktu sekitar 500 tahun… setelah tenggang waktu 5 abad… Namun inti Agama Fitrah tidak pernah berubah, yang berubah adalah zamannya, peradabannya, budayanya dan ilmu pengetahuannya… Menurut bahasa Al Qur’annya disesuaikan dengan bahasa kaumnya, disesuaikan dengan situasi dan kondisi umatnya… Itulah evolusi keberagamaan… dari sejak zaman BATU sampai zaman IPTEK… Namun untuk mencapai puncak spiritual tetap sama harus melalui DZIKIR-MEDITASI. Hasil akhirnya sama, mencapai tingkat IKHSAN dan menjadi INSAN KAMIL.. Tuhan sangat menyayangi umat-Nya. Tuhan tidak membiarkan umat-Nya susah. Untuk setiap umat Tuhan menurunkan seorang Rosul, baik di Cina, di Tibet di Indonesia maupun di Arab dan dimana saja, Tuhan mengirimkan Rosul-Nya untuk menyelamatkan umat… Setiap umat ada Rosulnya dan di setiap masa ada kitabnya. Setiap Rosul mengajarkan aturan hidup dan tata cara penyembahan, dalam bahasa kaumnya, dalam arti disesuaikan dengan situasi dan kondisi adatistiadatnya, serta disesuaikan dengan ilmu pengetahuan kaumnya. Konon kabarnya Rosulullah pun melakukan DZIKIR-MEDITASI di Guha Hiro…!!!

Oleh karena itu wajar bila Rosulullah saw bersabda : Urusan dunia engkau lebih tahu, namun tata cara beribadah ikutilah caraku… Kenapa kita tidak mengikuti tata cara beliau ketika di guha Hiro…??? Seandainya internet sudah ada sejak jaman purba, mungkin kita bisa internetan dan facebookan dengan para Rosul di seluruh dunia dan ternyata apapun nama agamanya para Rosul itu mengajarkan hal yang sama yaitu tentang Agama Fitrah , sehingga mungkin kita tidak akan berselisih, tidak akan bertengkar karena nama agama kita yang berbeda… Yang satu menyebutnya kates, yang lain bilang gedang dan ada yang bilang papaya, ternyata setelah dikupas isinya sama, ketika dimakan rasanya sama dan hasil akhirnya juga sama, jadi tinja bro… Karena sesungguhnya agama di dunia hanya satu…yaitu agama Fitrah yang tidak pernah berubah, serta tata cara untuk mencapai puncakpun sama, apapun nama agamanya harus melalui DZIKIR-MEDITASI… HASIL AKHIRNYA JUGA SAMA… Gitu BRO… FIRMAN ALLAH : Sesungguhnya agama kamu ini satu ( Al Anbiya 21 : 92 ) Agama di sisi Allah adalah Islam-Fitrah ( Ali Imron 3: 19 ) Aku ridhoi Islam (fitrah) sebagai agama bagimu ( Al Maidah 5 : 3 ) Hadapkan wajahmu pada Agama Fitrah…Tidak ada perubahan pada fitrah Allah … ( Ar-Rum 30 : 30 )..apapun nama agamanya Sesungguhnya ini adalah agama kamu semua, agama yang satu dan AKU adalah Tuham-mu, maka bertaqwalah kepada-KU ( AL MU’MINUN 23 : 52 ) Kemudian mereka menjadikan agama mereka terpecah-belah menjadi beberapa pecahan. Tiap-tiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada sisi mereka ( masing-masing ). Maka biarkanlah mereka dalam kesesatannya sampai suatu waktu ( AL MU’MINUN 23 : 53-54 ) Bagi setiap umat ada Rosul, ( Yunus 10 : 47 ). Bagi tiap-tiap masa ada kitab ( Ar Rad 13 : 38 ) Kami tidak mengutus seorang Rosulpun, melainkan dengan bahasa kaumnya, supaya ia dapat memberikan penjelasan dengan terang kepada mereka ( Ibrahim 14 : 4 ). Hai orang yang beriman !!! Berimanlah kepada Allah dan RosulNya, kepada kitab yang diturunkan-Nya, kepada Rosul dan kitab yang diturunkan sebelumnya ( An Nisa 4 : 136 ) Tentang beberapa Rosul telah kami kisahkan kepadamu sebelumnya, tentang beberapa Rosul tiada kami kisahkan kepadamu ( An Nisa 4 : 164 ) Sesungguhnya Al Qur’an ( KITAB ALLAH ) benar-benar dalam kitab-kitab orang-orang terdahulu. ( Asy Syuara 26 : 196 ).. Orang-orang terdahulu di seluruh dunia, tidak hanya di Arab.

Dan kalau Al Qur’an ( KITAB ALLAH ) itu kami turunkan kepada salah seorang dari golongan bukan Arab lalu dibacakan kepada mereka niscaya mereka tidak akan percaya kepadanya… ( Asy Syuara 26 : 198-199 ) Kami turunkan Al Qur’an kepadamu untuk menjelaskan segala sesuatu (AN NAHL 16 : 89) Kami turunkan Al Qur’an kepadamu dengan membawa kebenaran untuk membenarkan-mengoreksi kitab-kitab sebelumnya ( AL MAIDAH 5 : 48 )… Dan berkatalah orang-orang kafir mengapa Al Qur’an ( KITAB ALLAH ) tiada diturunkan kepadanya secara keseluruhan yang lengkap dan sempurna ? Demikianlah Kami lakukan untuk menguatkan hatimu dengannya dan Kami membacakannya dengan terang, perlahan-lahan, berulang-ulang, sebagian demi sebagian dan setiap mereka datang kepadamu membawa suatu permasalahan, tentulah Kami datangkan kepadamu kebenaran dan sebaik-baiknya tafsiran ( AL FURQON 25 : 32-33 ) Untuk setiap masa ada kitab, disesuaikan dengan situasi dan kondisi saat itu. KITAB ALLAH benar-benar berada pada orang-orang terdahulu ( ASY SYUARA 26 : 196 ).. Berarti Kitab dari Tuhan tidak hanya Zabur, Taurat, Injil dan Qur’an saja..mungkin banyak… Al Qur’an diturunkan dalam bahasa Arab… untuk wilayah Arab dan sekitarnya ….Al Qur’an mengajarkan agar kita percaya kepada para Rosul serta kitab-kitab yang diturunkan sebelum ada Al Qur’an, baik yang dikisahkan di dalam Al Qur’an maupun yang tidak dikisahkan… Rosul-rosul itu ada yang DIKISAHKAN di dalam Al Qur’an dan ada yang tidak dikisahkan. Para Rosul dan kitabnya yang dikisahkan di dalam Al Qur’an adalah para Rosul yang pernah hidup di wilayah Arab dan sekitarnya. Sedangkan para Rosul dan Kitabnya yang tidak dikisahkan di dalam Al Qur’an mungkin para Rosul yang berada di Cina, Tibet atau mungkin di Indonesia dll… bukan golongan Arab dan tidak berbahasa Arab ( Asy Syuara 26 : 198-199 ). Semua Rosul sudah muslim, sudah berserah diri kepada Allah… Sesungguhnya Kami telah menurunkan kitab Taurat yang di dalamnya ada hidayah dan cahaya, yang dengan Taurat itu para Nabi berserah diri, membuat keputusan hukum….. Barangsiapa tidak menjalankan hukum dengan yang diturunkan Allah, maka mereka adalah kaum yang kafir …( Al Maidah 5 : 44 ) Dan Kami teruskan jejak mereka dengan mengutus Isa putera Maryam, …Dan Kami menurunkan Injil kepada Isa …Yang membenarkan Kitab sebelumnya , yaitu Taurat sebagai petunjuk

dan pengajaran bagi orang-orang yang bertakwa( Al Maidah 5 : 46 ) Kami telah menurunkan Kitab ( Al Qur’an ) kepadamu ( Muhammad ) dengan membawa kebenaran yang membenarkanmengoreksi Kitab-kitab sebelumnya dan menjaganya, maka putuskan lah perkara mereka menurut apa yang diturunkan Allah dan janganlah engkau mengikuti keinginan mereka…dst.. Untuk setiap umat diantara kamu, Kami berikan aturan (SYARIAT) dan jalan yang terang (JALAN SPIRITUAL-AGAMA) .. Bila Allah menghendaki, pasti kamu dijadikan satu umat ( saja ), tetapi Allah hendak menguji kamu terhadap karunia yang diberikan-Nya kepada kamu, maka berlomba lombalah berbuat kebajikan … ( Al Maidah 5 : 48 ) Dan bagi setiap umat ada kiblatnya ( sendiri ) yang ia menghadap kepada-Nya. Maka berlomba-lombalah kamu ( dalam berbuat ) kebaikan. Dimana saja kamu berada pasti Allah akan mengumpulkan kamu sekalian. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segalanya ( AL BAQARAH 2 : 148 ). Timur dan Barat milik Allah. Kemanapun engkau menghadap disanalah Wajah Allah, sesungguhnya Allah meliputi segala sesuatu dan mengetahui segala sesuatu (AL BAQARAH 2 : 115). Segala sesuatu akan musnah kecuali Wajahnya ( AL QASHASH 28 : 88 ) Sesungguhnya untuk setiap umat, apapun nama agamanya yang diajarkan tentang fitrah. Untuk setiap umat ada kiblatnya masing-masing…. Namun ada KIBLAT KHUSUS BAGI UMAT MUHAMMAD SAW : Dari mana saja kamu keluar, maka palingkanlah wajahmu ke arah Masjidil Haram; sesungguhnya ketentuan itu benar-benar sesuatu yang hak dari Tuhan-mu. Dan Allah tidak pernah lengah dari apa yang kamu kerjakan ( AL BAQARAH 2 : 149 )… Dan dari mana saja kamu keluar palingkanlah wajahmu ke arah Masjidil Haram, dan di mana kamu ( sekalian ) berada palingkanlah wajahmu ke arahnya, agar tidak ada hujah bagi manusia atas kamu, kecuali orang-orang yang dzolim di antara mereka. Maka janganlah kamu takut kepada mereka dan takutlah kepada-Ku. Dan agar Ku- sempurnakan nikmat-Ku atasmu, dan agar kamu mendapat petunjuk ( AL BAQARAH 2 : 150 ) ALLAH TIDAK MEMBEDA-BEDAKAN UMAT

Sesungguhnya orang-orang beriman dan mereka penganut agama Yahudi, Nasrani, Shabiin serta siapa saja yang beriman kepada Allah, hari kemudian serta berbuat kebajikan, mereka akan mendapat pahala dari Tuhan-nya, dan mereka tidak merasa ketakutan dan duka cita ( AL BAQARAH 2 : 62 ) dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling bersilaturahmi ( AL HUJURAT 49 : 13 ) Mereka akan mendapat kehinaan dimanapun mereka berada, kecuali mereka menjaga hubungan ( silaturahmi ) dengan Allah dan hubungan dengan manusia( ALI IMRAN 3 : 112 ). …Pada hari ini dihalalkan bagimu yang baik-baik. Makanan orang-orang yang diberi Al Kitab itu halal bagimu dan makanan kamu halal pula bagi mereka. ( Dan dihalalkan mengawini ) wanita-wanita yang menjaga kehormatan di antara wanita-wanita yang beriman dan wanita-wanita yang menjaga kehormatan di antara orang-orang yang diberi Al Kitab sebelum kamu, bila kamu telah membayar mas kawin mereka dengan maksud menikahinya,tidak bermaksud berzina dan tidak ( pula ) menjadikannya gundik-gundik. Barang siapa yang kafir sesudah beriman maka hapuslah amalannya dan ia di hari akhirat termasuk orang-orang yang merugi ( AL MA’IDAH 5 : 5 ). Al Qur’an membenarkan dan menegaskan bahwa para penganut Taurat dan Injil diwajibkan menjalankan hukum-hukum Allah yang tertulis di dalam kitab-kitab tersebut. Al Qur’an menjelaskan bahwa setiap umat ada kiblatnya masing-masing. Kemanapun kita menghadap disanalah wajah Allah… Allah ada dimana-mana namun dalam ke Esaan-Nya Dia tidak kemana-mana… Setiap umat manusia diberi kebebasan untuk menghadap kepadaNya dari arah manapun, Allah tidak menjadi murka, yang sewot itu manusianya itu sendiri termasuk ente BRO karena EGO ente kelewat gede. Allah tidak melihat umatnya dari tata cara beribadahnya, namun yang dilihat Allah adalah hatinya, yang dilihat Allah adalah kadar keimanan dan ketaqwaannya… Bukanlah suatu kesolehan bahwa kamu sekalian memalingkan mukamu ke arah timur dan barat, tetapi adalah kesolehan bahwa kamu sekalian beriman kepada Allah dan hari akhirat, kepada para malaikat, kepada kitab-kitab Allah dan para nabi dan memberikan harta benda betapapun disayangi, kepada kerabat, anak yatim, dan orang-orang miskin, kepada orang dalam perjalanan dan peminta-minta, mendirikan sholat dan membayar zakat. Orang-orang yang memenuhi perjanjian bila mereka membuat perjanjian dan orang yang sabar dalam bencana, dalam

kesukaran dan semasa peperangan, merekalah orang yang benar, merekalah orang yang takwa (AL BAQARAH 2 : 177) Ingat..!!! Allah sangat dekat, lebih dekat dari urat leher. Karena Allah adalah AL BATHIN. Tidak ada satu ayatpun yang menyatakan bahwa Allah ada di Mekah ataupun di Cina. Menurut HADITS QUDSI : Dalam setiap rongga anak Adam Aku ciptakan suatu mahligai yang disebut dada, dalam dada ada qolbu, dalam qolbu ada fuad, dalam fuad ada syagofa, dalam syagofa ada sir, dalam sir ada AKU… Oleh karena itu kata para sufi : QOLBU MUKMIN BAITULLAH… Itulah Baitullah yang harus disucikan agar tidak dijadikan sarang iblis… Itulah Baitullah yang hakiki buatan Allah sendiri, tidak dibuat dari batu bata. Kalo Rumah Allah dibuat dari batu bata… lalu Allahnya seperti apa…??? Apakah tidak musyrik…??? Al Qur’an menjelaskan tentang kesinambungan serta perkembangan agama-agama Tuhan. Al Qur’an juga mengoreksi ajaran-ajaran sebelumnya dan juga menegaskan bahwa ALLAH SWT TIDAK MEMBEDA-BEDAKAN UMATNYA… APAPUN NAMA AGAMANYA… YANG DIBEDAKAN ALLAH ADALAH KADAR KEIMANAN DAN KETAQWAANNYA… Kami turunkan Al Qur’an kepadamu dengan membawa kebenaran untuk mengoreksi-membenarkan kitab-kitab sebelumnya ( AL MAIDAH 5 : 48 )… Orang yang paling mulia di sisi Allah adalah dia yang paling takwa diantara kalian ( AL HUJURAT 49 : 13 ) Janganlah kamu mengira orang-orang yang meninggal di jalan Allah itu mati.Tidak…!!! Mereka tetap hidup di sisi Tuhan-nya dan mendapat rizki ( ALI IMRAN 3 : 169 ) Dan tidaklah Kami mengutus engkau ( hai Muhammad ) melainkan sebagai Rahmat untuk seluruh alam( Al Anbiya 21 : 107 ) Pada hari ini telah Aku sempurnakan agamamu, telah Aku cukupkan nikmatKU dan Aku ridhoi Islam (fitrah) sebagai agama bagimu ( Al Maidah 5 : 3 ) Ayat-ayat yang Kami batalkan atau Kami hilangkan dari ingatan Rosul, pasti Kami ganti dengan yang lebih baik atau yang sepadan dengannya. Tidaklah kamu tahu bahwa Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu ??? ( Al Baqarah 2 : 106 )

Disempurnakan artinya : Tidak dihilangkan seluruhnya tapi ada bagian yang direvisi dan dikoreksi dan ada yang diganti dengan yang lebih baik atau yang sepadan. Hukum-hukum Allah yang diturunkan ke Nabi dan Rosul sebelumnya ke Nabi dan Rosul berikutnya berkesinambungan, saling berkaitan, saling menjelaskan, saling melengkapi, ada yang direvisi dan dikoreksi, ada penyempurnaan dari masa ke masa sampai ke Rosulullah Muhammad saw. Dengan demikian masuk akal bila Al Qur’an merupakan puncak ajaran spiritual dari semua kitab yang ada sebelumnya.. Allah Maha Mengetahui Segalanya, Maha Mengetahui apa yang dibutuhkan Bangsa Arab saat zaman jahiliyah… Oleh karena itu Allah menurunkan seorang Rosul dan Al Qur’an… yang berisi aturan-aturan dan tata cara beribadah yang sesuai dengan kultur jahiliyah saat itu… Oleh karena itu sabda Rosulullah saw : Urusan dunia engkau lebih tahu, tata cara beribadah ikutilah caraku… Berarti masalah urusan duniawi yaitu masalah mulut, perut dan dibawah perut disesuaikan dengan kearifan lokal… Masalah urusan dunia tidak harus berkiblat ke Arab… tidak harus jadi arab atau ke arab-araban… Masalah membaca Al Qur’an dengan langgam Jawa atau langgam Yaman ya suka-suka… Yang penting bukan langgamnya, tapi baca, pelajari tafsirnya dan amalkan…!!! ILAMISASI YES… ARABISASI NO WAY… Ajaran Rosulullah Muhammad merupakan perkembangan terakhir dari semua agama yang menuju kesempurnaan. Oleh karena itu beliau disebut sebagai penutup para nabi dan Rosul.. Ketika ajaran Islam keluar dari wilayah Arab, para cendikiawan Muslim bersentuhan dengan kearifan lokal baik budaya maupun wawasan keilmuannya, kemudian membaur dan menyerapnya, berasimilasi dan bersinergi… namun Ruh islami tetap hidup di dalamnya. Umat Islam merubah wajah dunia … Itulah puncak peradaban Islam yang luar biasa… Lihat peninggalan Islam di Spanyol, Turki, India, Pakistan… dll Menurut alm. Gus Dur : Pengambilan hukum agama oleh Imam Syafei tidak sekedar ngunduh dari Al Qur’an dan sunnah tapi juga mengacu kepada sejumlah kaidah metodologis tertentu. Umat Islam saat kini berpandangan sempit dan sangat ekslusif, sehingga tidak mampu mengambil bagian dalam kebangkitan peradaban pada masa perkembangan IPTEK, dogmatis dan tidak kreatif karena terpaku pada hukum fiqih. Ilmu Fiqih sebagai teori hokum sebenarnya merupakan proses kreatif yang dapat mempertemukan antara kebutuhan zaman dan norma agama …Bila ilmu Fiqih tidak dipergunakan secara kreatif maka akan berubah fungsi menjadi alat seleksi yang sangat normative. Ilmu fiqih yang kaku tidak fleksible akan mematikan kreativitas… mematikan semangat jiwa transformatif…mengkerdilkan pola

pikir umat Islam. Pada akhirnya pola pikir umat Islam jadi TERPASUNG…!!! CAPE DEH…!!! Pada akhirnya umat Islam hanya akan menjadi objek perkembangan sejarah, bukan sebagai pelaku yang bermartabat… Oleh karena itu kata Gus Dur, perlu dikembangkan agenda baru yang menampilkan universalisme dan kosmopolitanisme baru dalam ajaran Islam… ITULAH ISLAM UNIVERSAL YANG DIANUT SEMUA UMAT… Demikian Prolog Gus Dur dalam buku Nurcholis Majid dkk : ISLAM UNIVERSAL… Gitu aja kok repot … Apakah pemikiran Gus Dur ini bisa terwujud …??? Adakah keberanian para ulama Indonesia untuk melakukan amandemen yang mendasar dan menyeluruh…??? Tidak sekedar mengharamkan rokok atau sekedar membuat Undang-Undang Perkawinan yang tidak mencakup aliran kepercayaan kaum minoritas di Indonesia. AYAT-AYAT AL QUR’AN TIDAK BOLEH DIRUBAH namun untuk urusan duniawi, implementasi, penerapan dan penjabarannya BISA DIAMANDEMEN disesuaikan dengan situasi dan kondisi yang berkembang dimasyarakat. ITULAH YANG DISEBUT MAZHAB… UNTUK URUSAN DUNIA yaitu urusan mulut, urusan perut dan urusan dibawah perut… disesuaikan dengan kearifan lokal….Kita TIDAK HARUS berkiblat ke Arab… FIQIH ala Indonesia, MAZHAB ala Indonesia, kite tunggu aje… Siapa takut …!!!??? Agaknya pemikiran Gus Dur bersebrangan dengan golongan yang menghendaki Islam Azas Tunggal ajaran Wahabi yang alasannya ingin memurnikan ajaran Islam, ingin memurnikan tauhid agar tidak terjadi bida’ah dan khurafat… Wahabi mengharamkan semua aliran, semua mazhab yang tidak sesuai ajarannya. Kearifan lokal diharamkan. Tidak peduli kultur kita seperti apa… Mungkin ini yang menyebabkan pola pikir umat Islam terpasung… jadi kearab-araban… Cape deh …!!!??? Gue pernah baca di koran RADAR CIREBON kalo tidak salah edisi Desember 2011 bahwa ajaran Wahabi ini sangat ditentang oleh PARA SESEPUH PENDIRI NU… Wajar bila para sesepuh pendiri NU sangat menentang Islam Azas Tunggal, karena disadari atau tidak, Islam Azas Tunggal ini adalah suatu BENTUK PENJAJAHAN atau IMPERIALISME GAYA BARU yang mengatasnamakan agama Islam… Gitu Bro… tapi ya terserah lu juga… Tidak ada paksaan dalam agama ( Al Baqarah 2 : 256 ) SABDA ROSULULLAH SAW : Urusan dunia engkau lebih tahu.Tata cara beribadah ikutilah caraku…

Pegangan umat Islam adalah Al Qur’an dan Sunah. Kenapa kita tidak mengikuti tata cara beliau saat di guha Hiro, waktu itu belum ada Al Qur’an dan tata cara sholat seperti sekarang. Dan jangan lupa bahwa Islam itu dinamis… harus pake otak…!!! Apa yang dilakukan Rosulullah saw di guha Hiro sehingga beliau bisa berkomunikasi dengan Allah…??? DZIKRULLAH… ITU KUNCINYA…!!! Dzikrullah bahasa gaulnya MEDITASI… Perintah dzikir di dalam Al Qur’an cukup banyak : Ingatlah kepada-Ku niscaya Akupun akan ingat kepadamu, bersyukurlah kepada-Ku dan jangan mengingkari ( AL BAQARAH 2 : 152 ) Apabila kamu telah menyelesaikan ibadah hajimu, maka berdzikirlah ( dengan menyebut ) Allah, sebagaimana kamu menyebut-nyebut nenek moyang kamu atau berdzikirlah lebih banyak dari itu ( AL BAQARAH 2 : 200 ) Apabila kamu telah selesai sholat, ingatlah Allah disaat berdiri, disaat duduk dan ketika berbaring ( AN-NISA 4 : 103 ) Sesungguhnya sholat itu menjauhkan perbuatan keji dan munkar, namun dzikir lebih utama dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan (AL ANKABUT 29 : 45) Hai orang-orang yang beriman berdzikirlah ( menyebut nama Allah ), berdzikirlah sebanyak-banyaknya dan bertasbihlah kepada-Nya diwaktu pagi dan petang … Dia akan mengeluarkan kamu dari kegelapan kepada Cahaya yang terang, dan Dia Maha Penyayang kepada orang-orang yang beriman ( AL AHZAB 33 : 41-42-43 ) Selesai sholat, maka bertebaranlah kamu dimuka bumi, carilah karunia Allah, berdzikirlah sebanyak-banyaknya agar kamu sukses ( AL JUMU’AH 62 : 10 ). Allah akan memudahkan segala urusan, diberi kecukupan, diberi rizki yang tak terduga, diampuni segala kesalahan, pahalanya berlipat ganda… ( At Tholak 65 : 2-3-4-5 ). Dan sebutlah nama Tuhan-mu dalam hatimu dengan merendahkan diri dan rasa takut, dan tidak mengeraskan suara, di waktu pagi dan petang dan janganlah kamu termasuk orangorang yang lalai ( AL A’RAF 7 : 205 ) Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tentram ( AR-RA’D 13 : 28 ) Janganlah kamu seperti orang yang lupa kepada Allah, maka Allahpun akan membuat mereka lupa pada dirinya ( AL HASYR 59 : 19 )

Oleh karena itu menurut para sufi DZIKIR HUKUMNYA WAJIB… NAMUN… KENAPA DZIKIR TIDAK TERCANTUM DALAM RUKUN IMAN ataupun RUKUN ISLAM…. ??? Aneh bila ada yang mengatakan bahwa DZIKIR itu ajaran Hindu… LUAAARRR BIASA… Konon kabarnya Ilmu Fikih dan Ilmu Ushuluddin muncul setelah Rosulullah saw wafat… 1. 2. 3. 4.

SABDA ROSULULLAH SAW : Segala sesuatu ada pembersihnya, pembersih qolbu adalah dzikir Dzikir jalan terdekat menuju kepada Allah Belajar mati sebelum mati… Belajarlah sampai ke negeri CINA… Ada apa di Cina…??? Di cina ada pelajaran MEDITASI dan DONGENG SUN GO KONG… Dongeng Dewa Kera yang melawat ke barat untuk mencari kitab suci.. Berarti para pendeta spiritual di Cina sudah mendapat hidayah bahwa akan turun KITAB SUCI DI WILAYAH BARAT … namun para pendeta itu tidak mengetahui di wilayah Baratnya dimana… !!!??? Sebagaimana sabda Nabi ISA as : aku adalah utusan Allah kepadamu, membenarkan kitab sebelumku yaitu Taurat dan memberi kabar gembira dengan seorang Rosul yang akan datang setelah-ku yang bernama Ahmad ( AS SAFF 61:6 )… Nabi Isa as pun tidak mengetahui siapa AHMAD itu …??? Ternyata kehadiran Rosulullah saw sudah diramalkan tidak hanya dalam kitab Injil tapi juga di dalam KITAB SUCI HINDU dan BUDHA…Bahkan ada di dalam kitab ZOROASTER agama kuno orang PERSIA… tanpa kita sadari sudah ada nubuat tentang nabi Muhammad.. Prof. PANDIT VEDAPRAKASH UPADHAI dari Universitas Allahabad meneliti Kitab Suci Hindu yang ternyata kehadiran Nabi Muhammad sebagai nabi terakhir di dunia sudah diramalkan di dalam Kitab Suci Hindu… Menurut kitab Hindu Atharvaveda, Kalki-Purana, Bhagat-Purana : Akan dibangkitkan NARASHANGSA ( SEORANG YANG TERPUJI ) dari golongan KAURUM ( emigran-muhajirin ). Menunggang unta dari daerah padang pasir bersama empat sahabat… Akan datang MAMAHA RISHI ( RESI YANG TERPUJI ), seorang Utusan Tuhan yang terakhir di dunia, dengan julukan orang yang tak berilmu, MUHAMMAD NAMANYA… Lahir pada tanggal 12 pada suatu bulan… Ibunya SUMAANI, artinya LEMBUT ( AMINAH ). Ayahnya sebagai VISHNU BHAGAT atau VISHNU-YASH artinya Hamba Tuhan- ABDULLAH … Sidharta Gautama bersabda dalam Kitab CARUS, bahwa dia bukan Budha yang terakhir. Pada suatu masa akan lahir seorang Budha di dunia yang akan memberikan pelajaran tentang kebenaran dan kebathilan. Dia akan

menjadi pemimpin dan panutan bagi seluruh umat manusia, namanya MAITREYA artinya YANG PENYAYANG…RAHMATAN LIL ALAMIN… Ini berarti berita tentang kerasulan Muhammad saw sudah tersebar di seluruh dunia… LUAAARRR BIASA….!!!! SILAHKAN CARI DI INTERNET…!!! Konon kabarnya Rosulullah saw… pada usia mudanya sering ikut berniaga membawa sutra dari wilayah TIMUR… Sangat mungkin perniagaan beliau mencapai wilayah Cina dan bukan suatu hal yang mustahil, bila Allah berkenan mempertemukan beliau dengan salah seorang tokoh spiritual di Cina yang mengajarkan tata cara MEDITASI, kemudian beliau melakukannya di Guha Hiro… sampai akhirnya beliau mendapat Wahyu pertama dari Allah… Apapun nama agamanya tata cara untuk mencapai puncak harus melalui DZIKIR-MEDITASI… Dengan DZIKIR-MEDITASI maka Allah akan memperlihatkan CAHAYANYA…. AMIN… Menurut Jalaluddin Rumi, pengalaman spiritual itu tidak akan bisa kita dapatkan dari bangku sekolah, karena perjalanan menuju kepada Allah adalah perjalanan dari alam lahiriyah ke alam bathiniyah melalui dzikirmeditasi, bukan perjalanan menuju Mekah. Kata Rumi : Bila makrifat kepada Dzat ingin kau dapat, lepas aksara, galilah makna. Katupkan bibirmu, tutup matamu, sumbat telingamu, tertawakan aku manakala engkau tidak MELIHAT RAHASIA AL HAQ…Berarti kita harus dzikir-meditasi… Menurut Al Ghazali : Bersihkan hati, dzikir-meditasi atau kontemplasi untuk mencapai fana, lebur dan larut, tenggelam dalam lautan Ahadiyah, baqo dalam Tuhan dan akhirnya kasyap… terbukanya hijab… MELIHAT RAHASIA AL HAQ Perhatikan beberapa Firman Allah : 1. Al Hijr 15 : 9 : … Telah Aku turunkan Adz-Dzikir … Yang dimaksud ayat ini, Adz-Dzikir adalah Al Quran. 2. Asu-Syura 42 : 52 :…Aku jadikan Al Quran itu Cahaya… An Nuur… 3. An-Nuur 24 : 35 : … Allah adalah Cahaya… An Nuur adalah Allah… Bila kita rangkum dan kita simpulkan dari ketiga ayat tersebut maka : Adz-Dzikir adalah Allah… essensi dzikir adalah Allah…!!! Laa ilaaha illallaah adalah pernyataan kita, statement kita, essensinya adalah Allah. Bila kita mengucapkan ikrar laa illaha ilallah tanpa memahami essensinya, sama juga bohong. Wajar jika ada sesepuh yang mengajarkan cara dzikir yang sederhana, cukup dengan menyebut dalam hati Asma Allah…Allah…Allah… santai, sambil duduk tegak dilantai dengan alas yang empuk atau duduk di kursi jangan bersandar. Pejamkan mata, ujung lidah menyentuh langit-langit.

Semakin pendek Asma Allah yang kita ucapkan, konsentrasi kita semakin cepat terfokus… Semakin cepat otak kita mencapai gelombang alfa dan theta… Insya Allah… Tuhan akan memperlihatkan Cahayanya… Itulah Rahasia AL HAQ… Latihan dzikir-meditasi sebaiknya dilakukan secara teratur setiap hari atau seminggu 2 kali. Setiap kali latihan, minimal selama 30 menit. Pada saat dzikir-meditasi, dengan ujung lidah kita mengukir Asma Allah pada langit-langit… Bila suatu saat nanti kita sudah tidak mampu lagi untuk mengucapkan Asma Allah, maka cukup dengan menempelkan ujung lidah pada ukiran tersebut, itu berarti kita ingat kepada Allah., maka… kita mati dalam keadaan muslim… Amin.. Amin.. Ya Robbal alamin… Janganlah engkau mati kecuali dalam keadaan berserah diri ( ALI IMRAN 3 : 102 ). Rumi pun menjelaskan bahwa hasil akhir dari sebuah keimanan sama, karena yang diajarkan dan tata cara untuk mencapai puncak spiritual pun sama melalui dzikir-meditasi apapun nama agamanya. Puncaknya adalah mencapai IKHSAN dan menjadi INSAN KAMIL… Dari segi fisik, berdasarkan penelitian ilmiah, terhadap mereka yang melakukan dzikir-meditasi, diperiksa darahnya, direkam gelombang otaknya dan difoto cahaya auranya, ternyata hasil akhirnya juga sama, apapun nama agamanya. Secara fisik saat dzikir-meditasi sentuhan ujung lidah pada langit-langit akan menimbulkan rangsangan yang akan diteruskan ke otak. Akibatnya otak akan mengeluarkan hormon pertumbuhan ( HGH ) sehingga ada regenerasi sel. Sel tua diremajakan.. Daya kekebalan tubuh dan sel anti kanker akan meningkat… Luaaarrr biasa…!!! Bila dilakukan rekaman gelombang otaknya, secara bertahap akan mencapai alpa dan teta… Selanjutnya otak akan mengeluarkan endomorphin dan melatonin.. Kemudian terjadi EKSTASE, pikiran dan otot menjadi rileks, hepi.. Pembuluh darah melebar, sirkulasi ke otak meningkat, nutrisi dan oksigenisasi ke otak meningkat, sel otak yang aktif meningkat, maka kecerdasan intelektual ( IQ ), kecerdasan emosional serta kecerdasan spiritual ( ESQ ) akan meningkat sehingga…JIWANYA TENANG…PERILAKUNYA TERKENDALI… Dengan pengaturan pernafasan, maka pemakaian oksigen menjadi efektif, reaksi metabolisme meningkat, terjadilah reaksi kimia berantai sehingga getaran electron meningkat.. Getaran electron ini akan memancarkan gelombang elektromagnetik yang bisa direkam sebagai cahaya aura, diawali dengan cahaya merah, kuning, hijau, biru, ungu kemudian pada puncaknya muncul cahaya putih di sekeliling tubuh kita… Orang yang paling mulia di sisi Allah adalah dia yang paling takwa diantara kalian… ( AL HUJURAT 49 : 13 )

BERARTI : APAPUN NAMA AGAMANYA, HASIL AKHIR DARI KEIMANAN ADALAH SAMA… LALU KENAPA KITA HARUS BERTENGKAR MASALAH AGAMA…!!!??? Sekarang ini Umat Islam diseluruh dunia tidak menyadari bila simbolsimbol MATA SATU sudah muncul di ARAB SAUDI.. Misalnya : MONUMENT MATA SATU di Jedah, LOGO LEMBAGA URUSAN HAJI di Mekah, LOGO KEPOLISIAN DLL…serta SIMBOL TANDUK SETAN di atas menara jam di Mekah….APAKAH ARAB SAUDI PENDUKUNG DAJJAL…??? Ternyata Rosulullah saw sudah meramalkan kemunculan tanda-tanda Dajjal di Arab Saudi…!!!??? LUUUAAARRR BIASA…!!!! Sabda Rosulullah saw : Ya Allah berilah keberkatan kepada kami, pada Syam kami dan pada Yaman kami… Para sahabat berkata : dan juga NAJD (ARAB) kami …??? Kemudian Beliau bersabda : Disana akan muncul kegoncangan dan fitnah, dan disanalah akan muncul TANDUK SETAN…!!! ( shahih Bukhari 2/33 no 1037 ). Luuuaaarrr biasa…!!! Ada sesepuh kita yang meramalkan KA’BAH akan tenggelam… ternyata sekarangpun KA’BAH sudah tenggelam dalam HUTAN BETON bangunan bertingkat disekitarnya… Suatu saat mungkin permukaan tanah di atas sumber air zam-zam tidak kuat menahan beban bangunan-bangunan bertingkat, sehingga Ka’bahnya amblasss. Menurut sesepuh bila KA’BAH tenggelam maka PUSAT ISLAM akan BERPINDAH ke Indonesia…WAWWW… LLUUAARRR BIASA…!!! Nabi Isa as konon kabarnya akan muncul dari WILAYAH TIMUR…untuk menyelamatkan dunia dari DAJJAL…APAKAH MUNGKIN MUNCULNYA DI WILAYAH INDONESIA…??? KENAPA kita umat Islam di Indonesia menjadi BENCI kepada Cina dan umat Nasrani…??? Apakah kita lupa sejarah wali sanga di Indonesia, lima diantaranya adalah orang Cina…!!!??? Seharusnya kita semua bersatu padu MENYAMBUT KEDATANGAN NABI ISA AS…YANG AKAN MENYELAMATKAN DUNIA DARI DAJJAL FIRMAN ALLAH : Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orangorang yang berakal (Ali Imran 3 : 190) maka bertanyalah kepada orang-orang yang berpengetahuan jika kamu tidak mengetahui ( An Nahl 16 : 89 ) Allah menimpakan kemurkaan kepada orang-orang yang tidak mempergunakan akalnya

( Yunus 10 : 100 ) Allah tidak akan merubah keadaan suatu kaum kecuali kaum itu sendiri yang berusaha melakukan perubahan ( Ar Rad 12 : 11 ) KATA PARA SUFI : Awal mula beragama adalah mengenal Allah…Apapun nama agamanya, apapun mazhabnya. Tak jumpa maka tak kenal, tak kenal maka tak iman… Harus kemana kita mencari dan mengenal Allah…??? Ke Mekah ataukah ke Cina…??? KATA AL GHAZALI : Barang siapa mengenal dirinya maka dia mengenal Tuhannya. Barang siapa mencari Tuhan keluar dari dirinya sendiri maka dia akan tersesat semakin jauh… ??? APAKAH KE MEKAH TERSESAT…??? TANYA AJA SAMA AYU TINGTING…DIMANA ALAMATNYA…!!! Waktu gue baru pulang dari Haji, temen-temen nanya ngeguyonin gue : Di Mekah lo ketemu Allah ngga…??? Terus gue jawab : Ngga tuh… Mangkanya gue balik lagi ke Indonesia…!!! TAK JUMPA MAKA TAK KENAL, TAK KENAL MAKA TAK IMAN… PERNAHKAH KITA BERJUMPA DENGAN ALLAH…??? Apakah kita MERASA diri kita-lah YANG PALING BERIMAN…??? Apakah kita MERASA mengucapkan SELAMAT HARI NATAL ITU HARAM…??? MMMPPRREEEETTTT….!!!! AME DO’A AJA PELIT… APE LAGI AME DUIT….!!! Apakah kita MERASA bahwa agama yang kita anut inilah YANG PALING BENAR…??? Orang lain mah dianggap KAFIR… dan dihalalkan darahnya… INGAT… semua agama, apapun nama agamanya apakah Hindu, Budha, Nasrani maupun Islam semuanya mengajarkan tentang kebenaran, semuanya mengajarkan tentang FITRAH… tentang kesucian, kedamaian, keselamatan, kasih sayang, kesabaran, keikhlasan serta berserah diri kepada Allah melalui keimanan dan ketaqwaan… Tata cara untuk mencapai puncak spiritualnya juga sama harus melalui dzikir-meditasi… Hasil akhirnya juga sama… Lalu kenapa kita harus bertengkar mengenai masalah agama…??? Kenapa kita harus bertengkar mengenai tata cara kita beribadah…. Allah tidak menilai kita dari tata caranya kita beribadah tapi yang dinilai Allah adalah hatinya, yang dinilai Allah adalah kadar keimanan dan ketaqwaannya… bukan KTPnya, bukan janggutnya, bukan gamisnya dan bukan jlbabnya. Tuhan menciptakan bermacam-macam umat serta tata cara penyembahan, agar kita saling bersilaturahmi dan berlomba-lomba berbuat kebaikan…( Al Maidah 5 : 48 ).. Al Maidah artinya hidangan … Semoga kita tidak berebut hidangan…

INGAT… qolbu mukmin baitullah… itulah baitullah buatan Allah sendiri, tidak dibuat dari batu bata. Itulah Baitullah yang sejati yang harus dibersihkan agar tidak menjadi sarang iblis. Pada hari ini telah Aku sempurnakan agamamu, telah Aku cukupkan nikmatKU dan Aku ridhoi Islam (fitrah) sebagai agama bagimu ( Al Maidah 5 : 3 ) Konon kabarnya Umat Islam akan terpecah menjadi 72 golongan… Pertanyaannya adalah : Golongan Islam yang mana yang diridhoi Allah…??? Apakah Golongan Islam Suni, Wahabi, Syi’ah ataukah Islam lainnya…??? Hadapkan wajahmu pada Agama Fitrah…Tidak ada perubahan pada fitrah Allah ( Ar-Rum 30 : 30 ).. semua agama mengajarkan tentang Fitrah apapun nama agamanya… Itu kata Qur’an, bukan kata gue… Itu semua terserah lo BRO… Sesungguhnya ini adalah agama kamu semua, agama yang satu dan AKU adalah Tuham-mu, maka bertaqwalah kepada-KU ( AL MU’MINUN 23 : 52 ) Kemudian mereka menjadikan agama mereka terpecah-belah menjadi beberapa pecahan. Tiap-tiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada sisi mereka ( masing-masing ). Maka biarkanlah mereka dalam kesesatannya sampai suatu waktu ( AL MU’MINUN 23 : 53-54 ) Sabda Rosulullah saw : Mintalah fatwa pada hati NURANI-mu sendiri, setelah orang lain memberimu fatwa, setelah orang lain memberimu fatwa, setelah orang lain memberimu fatwa… ISLAM ITU LEMBUT DAN PEMAAF 

Maka disebabkan rahmat Allahlah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu, karena itu maafkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka dan bermusyawarahlah dengan mereka …( ALI IMRAN 3 : 159 )

Barang siapa yang bersabar dan memaafkan, sungguh yang demikianitu termasuk perbuatan yang mulia ( ASY-SYURA 42 : 43 )

Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal saleh, kelak Allah akan menanamkan dalam (hati ) mereka rasa kasih sayang ( Maryam 19 : 96 )

Sesungguhnya Allah tidak menyukai berbuat kerusakan (Al Qashash 28 : 77)

orang-orang

yang

Berarti menurut lo gimane BRO…lo kan mesantren, gue mah ngga… Kalo menurut gue yang ngga pernah mesantren… sifat lemah lembut dan rasa kasih sayang, serta sabar dan pemaaf itu adalah hidayah dari Allah setelah melalui suatu proses spiritual… Berarti bila kita belum memiliki sifat-sifat tersebut.mulutnya sering mengeluarkan kata-kata kasar, mencaci maki orang, dan belum beramal soleh… berarti kita BELUM BERIMAN…walaupun dia seorang .. USTAD… Itu karena EGONYA masih tinggi, hatinya masih KELAAMMM, belum mendapat Cahaya Allah di hatinya… Begitu juga gue Bro….Mulut gue masih kotor.. kaya Berarti… iman gue masih tttiiipppiiiiisssss buanget… hehehe

comberan..

CAPE DEH…!!!

TUNTUNAN PRAKTIS DZIKIR – MEDITASI bagian 1-2 Revisi 02 Februari 2016

DISUSUN OLEH

Dr. H. MAMAN S.W SpOG http: //www.slideshare.net/drmaman http : //www.drmamanspog.blogspot.com

[email protected]

KATA PENGANTAR Dalam situasi negeri kita yang serba terpuruk ini, telah terjadi juga krisis etika dan krisis moral bangsa. Bangsa Indonesia telah kehilangan pigur kepemimipinan, baik kepemimpinan nasional maupun kepemimpinan spiritual. Memang benar bahwa kefakiran akan mendekatkan diri kita

kepada kekafiran. Wajar bila dalam situasi dan kondisi seperti ini banyak orang berusaha mencari ketenangan dan kedamaian dengan caranya masing-masing. Banyak orang yang berani membayar mahal untuk mendapatkan ketenangan dan kedamaian ini. Tidak heran bila meditasi dianggap sebagai suatu yang menjanjikan. Walaupun telah banyak buku-buku serta kaset-kaset tentang tata cara meditasi yang beredar di pasaran, namun melalui tulisan ini kita mencoba menyusun dan membahasnya dari sudut pandangan Al Qur’an dan Sunah Rosulullah serta memperbandingkannya dengan ajaran agama lain yang bukan agama Islam kemudian hasil akhirnya bagaimana menurut fakta ilmiahnya. Walaupun penulis bukan pakarnya, namun dengan segala keterbatasannya dan segala kekurangannya mencoba menyusun makalah ini sebagai tuntunan praktis bagi siapapun yang ingin kembali mendekatkan diri kepada Ilahi Robbi. Tentu saja hasilnya akan lebih baik bila kita juga dibimbing oleh seorang guru yang sudah tercerahkan. Namun jangan ragu dan jangan takut untuk mencoba berlatih sendiri selama kita tetap berpegang pada Al Qur’an dan Sunah… Laa ilaaha illallaah adalah benteng-Ku, barang siapa yang memasukinya, maka dia berada dalam perlindungan-Ku ( Hadits Qudsi ) Tuntunan praktis dzikir ini, diselaraskan dengan apa yang dikatakan oleh Rosulullah saw bahwa : pembersih kolbu adalah dzikir dan jalan terdekat menuju kepada Allah adalah dzikir. Itu berarti bila hati kita bersih maka jalan menuju Allah pasti bebas hambatan. Dzikir adalah jalan tol menuju kepada Allah… Kata Al Ghazali kita harus melalui jalan yang ditempuh oleh para sufi yaitu : Bersihkan hati serta istirahatkan pikiran melalui kontemplasi dzikir dan meditasi agar bisa mencapai tahap fana dan kasyaf. Kata Al Ghazali para sufi melakukan pendakian atau mi’raj tingkat demi tingkat melalui Cahaya demi cahaya, melalui Cahaya Sejati, Cahaya Allah. Cahaya Allah adalah Energi Sejati.. Seperti halnya pesawat ruang angkasa yang lepas landas, maka perlu roket pendorong yang kuat. Demikian juga bila kita ingin melakukan pendakian spiritual melalui Cahaya demi Cahaya maka diperlukan energi, Inner Power yang kuat … yang dilatih melalui dzikirmeditasi. Perintah dzikir di dalam Al Qur’an sangat jelas : Dzikir lebih utama, selesai sholat dzikir sebanyak-banyaknya, selesai haji dzikir lebih banyak dari itu, dzikir sebanyak-banyaknya agar kamu sukses, agar diampuni segala kesalahahn, agar dikeluarkan dari tempat gelap ketempat terang… Oleh karena itu menurut para sufi dzikir hukumnya menjadi wajib…!!! Banyak sekali tata cara dzikir-meditasi. Carilah cara yang sederhana dan mampu laksana…!!! Seperti halnya kita belajar membaca dan menulis

bisa pakai areng bila kita tidak mampu memiliki laptop. Yang penting kita bisa membaca dan menulis…!!! Setelah kita bisa membaca dan menulis silahkan membaca buka apa saja untuk menambah wawasan… Sesuai ajaran Al Qur’an sebelum berdzikir sebaiknya kita sholat dan berdo’a terlebih dahulu. Dimulai dengan sholat wajib, sholat sunah taubat, sholat sunat hajat dan istiharoh, kemudian berdo,a dan selanjutnya diakhiri dengan berdzikir… Sholat dan do’a sebelum dzikirmeditasi merupakan sarana agar suasana hening, suasana sakral, suasana religius terbina tahap demi tahap, sehingga aura sekitar kita bersih… Do’a sebagai pengantar dzikir untuk membersihkan hati, bisa dalam bahasa Indonesia sesuai selera diri kita sendiri… Kenapa dalam bahasa Indonesia ??? Aku mudahkan Al Qur’an dalam bahasamu. Itulah Firman Allah di dalam Surat Maryam 19 : 97 dan Surat AD-Dukhan 44 : 58 Kita persiapkan do’anya sesuai selera kita, sesungguhnya tanpa do’a pun Tuhan tidak akan marah. Setelah kita selesai membaca do’a, kemudian kita lanjutkan dengan latihan dzikir – meditasi. Walaupun do’anya hanya sekedar dibaca biasa saja setiap malam setelah sholat isa atau setelah sholat subuh tanpa harus dihapal diluar kepala kemudian dilanjutkan dengan berdzikir-bermeditasi minimal selama 30 menit, namun ternyata setelah kita mengerjakannya lebih dari 2-3 malam berturut-turut akan muncul sensasi pada diri kita sebagai reaksi dari masuknya energi Illahi ke dalam tubuh kita dan membangkitkan energi di dalam diri kita. Sebelum berlatih dzikir-meditasi kita siapkan aqua di dalam botol tertutup yang kita letakkan di pinggir depan sajadah kita.. Air dibotol itu kita minum dulu seteguk untuk merasakan begitulah rasanya aqua… Setelah selesai berlatih bila aqua di dalam botol itu kita minum maka rasanya berubah agak pahit… Ini untuk membuktikan dan meyakinkan diri kita bahwa Energi Ilahi itu ada… Energi Illahi ini akan membersihkan semua energi negatif yang ada diseluruh tubuh kita sehingga jasmani kita sehat dan bathin kita pun akan menjadi semakin kuat. Sensasi yang terjadi sebagai efek detoks pada umumnya adalah : Rasa hangat sampai panas dan berkeringat, kadang-kadang pusing, mual sampai muntah serta rasa haru. Kemudian akan muncul getaran-getaran pada kedua tangan sampai seluruh tubuh dan akhirnya muncul gerakan sujud yang disertai rasa haru. Menurut salah seorang sesepuh, ITULAH YANG DISEBUT SUJUD IMAN… Hal ini sesuai dengan ayat-ayat yang ada di dalam Al Qur’an : Seseorang yang beriman manakala mendengar atau mengucapkan Asma Allah akan bergetar hatinya (Al Anfal 8 : 2), merinding kulitnya (Az-Zumar 39 : 23), menyungkur dan menangis (Maryam 19 : 58 ).

Dalam hal ini, hati di setiap sel, bahkan hati di setiap atom diseluruh tubuh kita akan bergetar dan memancarkan energi yang luar biasa. Istilah dzikir adalah tidak memikirkan sesuatu apapun kecuali Tuhan. Meditasi adalah mengosongkan pikiran sambil dalam hati mengulangngulang nama Tuhan. Sesungguhnya penulis tidak bisa apa-apa, penulis tidak memiliki apa-apa, jangankan kepandaian, kebodohan pun bukan milik penulis. Walaupun demikian, penulis berharap semoga makalah ini bisa bermanfaat bagi sesama hamba Allah. Puji syukur penulis panjatkan kepada Allah Tuhan semesta alam. Penulis pun menyampaikan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pembimbing ruhani, semua teman serta semua handai tolan yang tidak bisa disebutkan satu-persatu yang telah membantu penyusunan dan penulisan makalah Tuntunan Praktis Dzikir-Meditasi ini.. Kebenaran yang hakiki senantiasa datang dari Allah. Sebagai insan penulis mohon maaf bila ada kesalahan dalam penyampaian. Cirebon, Ramadhan 1423 H…. direvisi Ramadhan 1434 H Dr H MAMAN SW SpOG

KAHLIL

GIBRAN Tuhan telah memasang pelita dalam hati-hati kita yang menyinarkan pengetahuan dan keindahan dosalah yang mematikan pelita itu dan menguburkannya dalam abu. Tuhan telah menciptakan jiwa-jiwa kamu dengan sayap-sayap untuk terbang di langit Cinta dan Kebebasan yang luas.

Alangkah sayangnya kalau kamu tebas sayapmu dengan tanganmu sendiri dan memaksa jiwamu merangkak-rangkak bagaikan kutu di atas tanah. Renungan-Renungan Spiritual Penerbit – Percetakan Bentang

PRELUDE Jalaludin Rumi Jauh di dalam kalbu ada Cahaya Surga marak menerangi Paras lautan tanpa suara yang tiada batas Oh, bahagialah mereka yang menemukanNya dalam tawakal Rupa segala yang dipuja setiap insan Orang buta, gandrung pada bayangan benda indah Hanya akhirnya mengutuk pesona yang menimbulkan bencana, Bagaikan Harut dan Marut, malaikat sepasang Yang menganggap diri paling suci dari yang suci Kebodohan, keinginan dan kebanggaan diri yang jahat Kan merusak keharmonisan bagian dan keseluruhan Sia-sialah kita mencari dengan nafsu tak terjinakan Untuk sampai pada visi Satu Jiwa Abadi Cinta, hanya cinta yang dapat membunuh apa Yang tampaknya telah mati, ular nafsu yang telah membeku Hanya cinta, lewat air mata doa dan nyala rindu Terungkaplah pengetahuan yang tak pernah dapat di sekolah Para pecinta Tuhan belajar dari-Nya rahasia Pemeliharaan, rencana alam semesta Tinggal di dalam-Nya, mereka selalu menyenandungkan pujian-Nya Yang menciptakan ribuan Waktu bagi manusia. Kejahatan tak mereka kenal, karena di dalam-Nya sama sekali tidak ada Namun tanpa kejahatan bagaimana kebaikan kan menampak Cinta menyahut : “Mari merasa denganKu, jadilah satu bersamaKu Dimana ada Aku, tak ada jarak yang bisa memisah Ada tingkatan Cahaya surgawi dalam jiwa : Para Nabi dan Orang Suci memperlihatkan jalan yang telah mereka lalui Langkah awal dan tahap-tahapnya, tempat-tempat berhenti sejenak Dan tujuan-tujuannya : Semua menuju ke satu tujuan dalam Tuhan. Cinta tak kan membiarkan hambanya yang setia lelah terkulai Keindahan Abadi selalu menarik mereka Dari kemuliaan menuju kemuliaan, datang kian mendekat Pada setiap pemberhentian dan percintaan semakin lekat. Ketika kebenaran bersinar, tiada kata dan cerita nan dapat terucap;

Kini dengarkan Suara di dalam hatimu. Selamat berpisah —ooo–CATATAN PENULIS Selamat berpisah sebagai ucapan selamat atas berpisahnya ruh dari jasad, Mati sebelum mati atau mi’raj melalui cahaya demi cahaya

DZIKIR – MEDITASI PEMBERSIH DAN PEMBUKA HATI Yang dimaksud dengan hati dalam hal ini adalah kolbu, bukan organ liver dalam tubuh manusia. Kolbu ini hanya dimiliki oleh manusia. Kolbu ini berlapis-lapis, dimana bagian yang terdalamnya disebut hati nurani atau hati nuraini, berasal dari kata Nur artinya cahaya dan Aini artinya melihat… Di dalam diri manusia ada Cahaya Yang Maha Melihat ( AL QIYAMAH 75 : 14 ) Allah akan membimbing dengan Cahayanya kepada Cahayanya bagi siapa yang Dia kehendaki (AN NUUR 24 : 35). Barang siapa yang hatinya dibuka oleh Allah kepada Islam ( fitrah ), maka dia itu mendapat Nur dari Tuhan-nya ( AZ-ZUMAR 39 : 22 ) MENURUT HADITS QUDSI : Dalam setiap rongga anak Adam, AKU ciptakan suatu mahligai yang disebut dada, dalam dada ada kolbu, dalam kolbu ada fuad, dalam fuad ada syagofa, dalam syafoga ada sir, dalam sir ada AKU, tempat AKU menyimpan rahasia. Fuad artinya hati yang bersih dan syagofa artinya yang lebih dalam dari fuad, di dalamnya ada hati nuraini, dalam hati nuraini ada Aku, ada Allah, ada Cahaya Yang Maha Melihat ( AL QIYAMAH 75 : 14 ). Oleh karena itu menurut para sufi : Qolbu mukmin baitullah. Itulah RumahNya, itulah MasjidNya yang sejati, di dalamnya Ruh bersujud, menyebut Namanya, bertasbih pagi dan petang sejak hari pertama Ruh dihembuskan ke janin dalam kandungan ibu…( AN NUUR 24 : 36 ) Sesungguhnya sejak di alam arwah ruh-jiwa sudah bersyahadat… Ketika Allah berfirman : bukankah Aku Tuhan-mu….??? Benar kami bersaksi ( AL A’RAAF 7 : 172 )…

Menurut Irmansyah Effendi Grand Master Reiki Tumo Yayasan Padma Jaya : Hati Nuraini adalah percikan dari Sang Pencipta yang pada hakekatnya adalah Essensi Dzat Illahiah yang senantiasa jujur, selalu mengetahui kebenaran, selalu mengarahkan kita kepada Tuhan, selalu tegas menolak hal-hal yang menjauhkan kita dari Tuhan. Di dalam hati nurani inilah adanya ketenangan, kedamaian serta kebahagiaan sejati. Umumnya pada kebanyakan manusia Hati Nuraninya senantiasa tertutup karena didominasi oleh otak kiri yang selalu menampilkan ide-ide bagus namun ternyata menjauhkan kita dari Tuhan. Otak selalu menghasilkan kebahagiaan semu, tak pernah puas, selalu gelisah, bimbang dan ragu, benar dan salah dipengaruhi arus. Walaupun demikian otak masih diperlukan untuk kesungguhan dan kemantapan, untuk menyerap ilmu pengetahuan serta untuk mengendalikan tubuh fisik, dimana tubuh fisik adalah sebagai pelaksana yang akan mengerjakan perintah Tuhan. Tidak ada pelajaran khusus atau teknik khusus untuk membuka hati nurani ini. Semata-mata kita hanya mohon izin dan keridhoan Allah, mohon barokah Allah, mohon taufik dan hidayah Allah saja yang bisa kita lakukan, selanjutnya pasrahkan diri sepenuhnya kepada Allah, biarkan Tangan Allah yang bekerja, karena hanya Allah-lah yang bisa membuka Hati Nurani kita. Berarti Irmansyah Effendi secara tidak langsung menganjurkan kita berdzikir atau bermeditasi agar terbuka hijab … Pengertian dzikir dan meditasi sama saja, hanya berbeda bahasa… Meditasi adalah mengosongkan pikiran sambil dalam hati mengulangngulang menyebut nama Tuhan. Dzikir atau dzikrullah adalah mengingat Allah tanpa mengingat yang lain selain Allah Yang Maha Ghoib yang keberadaanNya tidak terjangkau oleh akal dan pikiran, Dia yang Maha Rahman dan Rahim, Yang Maha Kuasa atas segalanya. Tandatandanya di segenap penjuru dan di dalam diri mereka, di dalam dirimu dan di dalam diri kita semua, di dalam semua ciptaanNya, Dzat Allah meliputi segala sesuatu. Dia ada di mana-mana namun dalam Ke-EsaanNya Dia tidak kemana-mana. Dialah Allah Yang Maha Meliputi segala sesuatu. Kita boleh menyebut Nama Tuhan dengan Nama apa saja yang baik-baik dari Asma ul Husna. Kita tidak tahu Tuhan itu laki-laki atau perempuan, karena itu kita boleh panggil Bapa atau Bunda. Nama Tuhan yang sebenarnya kita tidak tahu, tidak bisa dituliskan dan tidak bisa disebutkan. Kita semua, berjumpa pun belum apalagi mengenal namaNya. Mereka ( kita semua ) tidak mengenal Allah dengan sebenarbenarnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kuat lagi Maha Perkasa ( AL HAJJ 22 : 74 )

Kamu ( kita semua )tidak menyembah yang selain Allah kecuali hanya nama-nama yang kamu (kita) dan nenek moyang-m ( nenek moyang kita ) membuat-buatnya, Allah tidak menurunkan suatu keteranganpun tentang nama-nama itu. ( YUSUF 12 : 40 ) Itu tidak lain hanyalah nama-nama yang kamu (kita) dan bapakbapakmu ( bapak-bapak kita )mengada-adakannya, Allah tidak menurunkan suatu keteranganpun untuknya, mereka tidak lain hanyalah mengikuti sangkaan-sangkaan dan hawa nafsunya ( AN NAJM 53 : 23 ). Orang Budha menyebutNya Amitaba artinya : Cahaya tanpa batas… Orang Hindu menyebutNya : Rada Swami artinya Ruh Yang Maha Tinggi… Orang Arab menyebutNya Allah, dari kata AL ILLAH artinya yang disembah, bukan nama… Orang Sunda dan Jawa menyebutNya Gusti Pangeran… 1. 2. 3. 4. 5. 6.

Dzikir menurut Rosulullah : Berpeganglah pada Al Qur’an dan Sunah… Urusan dunia engkau lebih tahu, tata cara beribadah ikuti caraku.. Segala sesuatu ada pembersihnya, pembersih hati adalah dzikir. Jalan terdekat menuju kepada Allah adalah dzikir. Sesungguhnya manusia itu dalam keadaan tidur, ketika mati barulah dia bangun…kesadaran Ruhnya bangkit…. Harus bisa mati sebelum mati… Dzikir adalah jalan tol menuju kepada Allah. Bila hati kita bersih, jalan menuju Tuhan terbuka lebar, bebas hambatan. Sebaik-baiknya dzikir adalah membaca Al Qur’an. Telah AKU turunkan Adzikir (AL HIJR 15 : 9)… Adzikir adalah Al Qur’an.

DZIKIR MENURUT AL QUR’AN : 1. Dzikir lebih utama dalam kehidupan. ( Al Ankabut 29 : 45 ). 2. Selesai sholat, cari karunia Allah, kerjakan dzikir sebanyak-banyaknya agar kamu sukses ( Al Jumu’ah 62 : 10 ). 3. Selesai haji dzikir lebih banyak lagi ( Al Baqarah 2 : 200 ). 4. Allah akan memudahkan segala urusan, diberi kecukupan, diberi rizki yang tak terduga, diampuni segala kesalahan, pahalanya berlipat ganda ( At Tholak 65 : 2-3-4-5 ). 5. Dikeluarkan dari kegelapan ke tempat yang terang ( Al Ahzab 33 : 4143 ). 6. Diberi kedudukan ( Muhhamad 47 : 7 ). 7. Orang yang paling mulia di sisi Allah adalah dia yang paling takwa diantara kalian ( Al Hujurat 49 : 13 ) 8. Dengan Dzikir hati akan menjadi tenang dan tenteram ( Ar Rad 13 : 28 )

9. Telah Aku turunkan Adz Dzikir ( Al Hijr 15 : 9 ). Adz Dzikir adalah Al Qur’an. 10. Aku jadikan Al Qur’an itu Cahaya…( Asy Syura 42 : 52 ).. 11. Allah adalah Cahaya…( An Nuur 24 : 35 )… An Nuur adalah Allah… Bila Surat Al Hijr 15 : 9, Asy Syura 42 : 52 dan Surat An Nuur 24 : 35 kita rangkum dan kita simpulkan maka : Adz-Dzikir adalah Allah… Wajar bila ada sesepuh yang mengatakan : Dengan berdzikir Allah..Allah..Allah.. maka insya Allah, Tuhan akan memperlihatkan Cahayanya… Amin..Amin..Ya Robbal alamin.. Laa ilaaha illallaah adalah statement, pernyataan kita. Essensinya adalah Allah. Bila kita mengucapkan ikrar laa illaha ilallah tanpa memahami essensinya, sama juga bohong. Menurut Rosulullah : Urusan dunia engkau lebih tahu, tata cara beribadah ikutilah cara-ku, kita harus bisa mati sebelum mati. Sekarang yang harus kita renungkan dan yang harus kita kaji ulang adalah apakah yang dilakukan Muhammad di gua Hiro sebelum beliau menjadi Nabi, sebelum beliau dinobatkan menjadi Rosulullah ??? Pada saat itu belum ada Al Qur’an, belum ada perintah sholat seperti sekarang, belum ada Sunnah Rosulullah saw sebagai pedoman hidup bagi umat Islam, namun beliau sangat berhasil mendekatkan diri dan berkomunikasi dengan Tuhan secara efektif. Bagaimanakah caranya agar kita bisa dekat serta bisa berkomunikasi dengan Tuhan seperti beliau ??? KUNCINYA ADALAH DZIKIR-MEDITASI…!!! Perhatikan Firman Allah : Apabila telah Aku sempurnakan kepadanya (AL HIJR 15 : 29)

kejadiannya,

Aku

tiupkan

Ruh-Ku

RUH berasal dari CAHAYA ALLAH. RUH berasal dari DZAT YANG MAHA SUCI… Oleh karena itu RUH tetap SUCI tidak akan pernah kena polusi duniawi… Oleh karena Ruh tetap suci maka Ruh bisa berkomunikasi dengan Tuhan, bukan jasmaninya. Berarti Cahaya dengan Cahaya saling berkomunikasi. Sesuai dengan Hadits Rosulullah : Mengenal Tuhan harus melalui Tuhan. Ruh masuk kedalam jasmani manusia sambil membawa amanah : Sesungguhnya telah kami tawarkan amanah kepada langit, bumi dan gunung-gunung, akan tetapi mereka semua enggan memikulnya, karena takut menghianatinya, namun manusia bersedia memikulnya, karena manusia sungguh zalim dan bodoh (AL AHZAB 33 : 72) Semua JIWA-RUH sebelum dihembuskan kedalam jasmani Allah telah memberinya amanah, dibai’at dengan syahadat agar NAFSU-nya

terkendali.. Setelah di dunia amanah tersebut dilalaikan, karena ada nafsu. Oleh karena itu manusia disebut insan yang artinya lalai. Wa iz akhaza Robbuka min bani adama min zuhurihim zurriyyatahum wa asyhadahum ala anfusihim alastu birobbikum, qolu bala syahidna… Dan (ingatlah) ketika Tuhan-mu mengeluarkan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap mereka ( dan berfirman ) : Bukankah AKU TUHANMU…??? Semua jiwa ( ANFUSIHIM ) menjawab benar kami bersaksi (Surat AL A’RAAF 7 : 172)… ANFUSIHIM bentuk jamak dari NAFS… dimana NAFS ini ada yang mengartikan NAFSU atau EGO, ada yang mentafsirkan JIWA dan ada juga yang mentafsirkan sebagai RUH… Kata NAFS ( ANFUSIHIM ) dalam Surat AL A’RAAF 7 : 172 akan lebih pas bila ditafsirkan sebagai NAFSU… Karena Ruh tetap suci, maka secara logika yang diberi amanah, yang dibai’at dengan syahadat itu NAFSUNYA, agar NAFSUNYA TERKENDALI, bukan jasmaninya dan bukan pula Ruhnya… Ketika masih di dalam kandungan, kita sudah hidup karena sudah diberi Ruh, tapi belum bernafas…nafsunya belum muncul. Setelah lahir kedunia baru kita bernafas yang keluar masuk melalui lubang hidung. NAFAS berasal dari kata NAFS..artinya NAFSU yang bisa dikendalikan dengan cara MENGATUR PERNAFASAN melalui DZIKIR QOLBU, sehingga KESADARAN RUHNYA bangkit mengendalikan NAFSU. Kesadaran Ruh adalah kesadaran sejati… Agar kesadaran Ruh kita bangkit maka jasmani harus “dimatikan”, kerja otak harus dihentikan, otak harus berhenti berfikir. Ego kita harus dimatikan sehingga kesadaran Ruhnya bangkit untuk berkomunikasi dengan Allah dengan cara DZIKIRMEDITASI… Hening, tanpa suara, tanpa kata-kata, karena yang bisa berkomunikasi serta yang akan kembali kepada Tuhan adalah Ruh. Oleh karena itu hati harus bersih dari segala macam nafsu… Petunjuk dari Allah datangnya ke hati, bukan ke otak… Jangan terpesona pada suara-suara yang lewat telinga, itu bisikan syaetan. Bila mendengar bisikan atau suara lewat telinga kita mohon di dalam hati kepada Allah : Yaa Allah hamba mohon mujizatnya dua kalimah syahadat… sambil menahan nafas baca dalam hati dua kalimah syahadat, melalui imaginasi tiupkan ke telinga kita yang menerima bisikan. Pada saat Rosulullah pertama kali menerima Firman Allah, beliau menggigil ketakutan karena mendengar suara yang menakutkan, bumi terasa berguncang. Ketika menerima Firman-firman Allah berikutnya, beliau sudah terbiasa, suara yang terdengar pun bervariasi, suatu ketika berdengung seperti suara lebah, kadang-kadang seperti suara lonceng, suara seruling, musik surgawi yang merdu. Setelah mendengar suarasuara tersebut Rosulullah merasa bahwa Firman itu sudah ada di dalam qolbunya. Dengan demikian sesungguhnya Al Qur’an sudah terprogram

dalam hati kita masing-masing. dalam diri.

Itulah Al Qur’an sejati yang ada di

Perhatikan beberapa Firman Allah : Dialah Jibril yang telah menurunkan Al Qur’an ke dalam qolbumu atas izin Allah ( AL BAQARAH 2 : 97 ) ( Al Qur’an ) ini adalah ayat-ayat yang nyata di dalam hati orangorang yang diberi ilmu dan hanya orang-orang durjana yang mengingkari ayat-ayat Kami ( AL ANKABUT 29 : 49 .) Dia (Allah) akan memberi petunjuk kepada Hatinya ( AT-TAGABUN 64 : 11 ) Sesungguhnya Al Qur’an yang mulia berada pada kitab yang terpelihara dan tidak tersentuh kecuali oleh mereka yang di sucikan ( AL WAQI’AH 56 : 77-78 ) Oleh karena itu Rosulullah bersabda : Belajarlah sampai ke negeri CINA Bacalah kitab yang kekal yang berada di dalam dirimu … Apa yang dimaksud kitab yang kekal yang berada di dalam dirimu…??? Itulah Al Qur’an yang mulia, Al Qur’an sejati yang ada di dalam diri … Kenapa Rosulullah saw menganjurkan belajar ke negeri Cina…??? Kenapa bukan ke negeri Arab…??? Ada apa di negeri Cina…??? Di negeri Cina ada tata cara dzikir-meditasi… Konon kabarnya Rosulullah saw.. pernah berniaga ke wilayah Timur dan membawa SUTRA dari Timur… Secara logika penghasil sutra di wilayah Timur adalah Negara CINA. Bukan suatu hal yang mustahil bila Allah menghendaki, Rosulullah saw dipertemukan dengan TOKOH SPIRITUAL CINA yang mengajarkan meditasi kepada Rosulullah saw.., kemudian beliau melakukannya di GUHA HIRO. Konon kabarnya Rosulullah saw meditasi di Guha Hiro selama 40 malam berturut-turut .. sampai turun WAHYU pertama… Menurut Al Ghazali dan Ibnu Arabi : Barang siapa mengenal dirinya maka dia mengenal Tuhannya. Barang siapa mengenal Tuhannya maka dia merasa dirinya bodoh. Barang siapa mencari Tuhan keluar dari dirinya maka dia akan tersesat semakin jauh… Walaupun ini bukan Hadits Rosulullah…namun sangat populer di kalangan para sufi…!!! Faktanya memang Allah tidak ada di Mekah… Apakah Tuhan ada di Mekah ataukah di Cina …??? Tidak ada satu ayatpun yang mengatakan Allah ada di Mekah atau di Cina…!!! Perhatikan firman-firman ALLAH : Katakanlah bahwa Aku dekat ( AL BAQARAH 2 : 186 ). Lebih dekat Aku dari pada urat leher ( AL QAF 50 : 16 ).

Akan Kami perlihatkan kepada mereka, tanda-tanda Kami disegenap penjuru dan pada diri mereka ( FUSHSHILAT 41 : 53 ) Dzat Allah meliputi segala sesuatu ( FUSHSHILAT 41 : 54 ) Dia bersamamu dimanapun kamu berada ( AL HADID 57 : 4 . ) Kami telah mengutus seorang utusan dalam diri-mu ( AT TAUBAH 9 : 128) Di dalam dirimu apakah engkau tidak memperhatikan ( AZZARIYAT 51 : 21 ) Tuhan menempatkan diri antara manusia dengan kolbunya ( AL ANFAL 8:24 ) Sesuai Hadits Qudsi : Dalam dada ada kolbu, di dalam kolbu ada fuad, di dalam fuad ada syagofa, di dalamnya ada Sir, di dalam Sir ada AKU… Oleh karena itu wajarlah bila AL GHAZALI serta para sufi tidak menganjurkan mencari Tuhan ke Mekah, tapi mencari Tuhan ke dalam diri, agar tidak tersesat. Kenyataannya memang benar bahwa perjalanan mencari dan mengenal Allah bukan perjalanan ke Masjidil Harom, bukan pula ke Mekah, namun perjalanan dari alam lahiriyah ke alam bathiniyah, perjalanan yang transendental, perjalanan yang tidak masuk akal. Ingat bahwa Hadist mulai dipermasalahkan setelah 100 tahun Rosulullah wafat, melalui perdebatan panjang antar kelompok kepentingan, mungkin wajar bila ada Hadits yang sengaja dihilangkan…!!! Who know gitu loh…!!!??? Menurut Charan Singh yang beragama Hindu : Untuk bertemu dengan Tuhan, kita harus bisa mati selagi hidup. Kita harus meditasi, yaitu hening, mengosongkan pikiran, menghampakan tubuh dan membawa aliran jiwa atau ruh ke suatu titik diantara dan dibelakang mata, yang disebut mata ke tiga, sambil dalam hati mengulang-ngulang nama Tuhan. Dengan meditasi kita menyatukan jiwa atau ruh dengan kekuatan Cahaya dan Suara di dalam. Hanya dengan memusatkan perhatian kita ke mata ketiga itu sajalah kita bisa mendengar suara di dalam. Suara di dalam itulah yang akan menarik kita naik ke dalam cahaya. Yang dimaksud mata ketiga adalah pusat pikiran dan jiwa atau ruh dalam keadaan sadar, terletak ditengah-tengah dahi diantara kedua alis mata, lebih tepatnya lagi, kira-kira satu setengah inci dari pusat itu ke arah dalam. Selama kita masih belum menarik kesadaran kita ke pusat mata ketiga dan menghubungkannya dengan Ruh, dengan Sumber Suara, Sumber Firman di dalam, kita tidak dapat mati selagi hidup. Proses kematian pun seperti itu, ruh kita akan tertarik naik mulai dari telapak kaki ke pusat mata ketiga. Perbedaan penting adalah pada mati selagi hidup hubungan ruh dengan tubuh tidak terputus. Setelah mencapai mata ketiga maka perjalanan ruh yang sesungguhnya akan dimulai.

Bila seluruh kesadaran telah meninggalkan tubuh bagian bawah dan kita telah melewati mata ke tiga, maka ruh kita akan keluar dari tubuh jasmani dan memasuki alam astral, Out Of Body Experience ( OOBE ). Tanpa mati selagi hidup, tanpa meditasi kita tidak bisa masuk ke dalam untuk berjumpa dengan Tuhan, Guru Sejati kita. Satu-satunya jalan untuk mencapai Guru Sejati adalah melalui meditasi. Tujuan meditasi adalah untuk memperoleh ketenangan serta perasaan cinta kasih di dalam hati. Ketenangan baru diperoleh bila semua penutup telah disingkirkan dari jiwa, maka jiwa pun menjadi bersinar dan menjadi murni, sehingga layak untuk bersatu dengan Tuhan. Meditasi adalah do’a tanpa kata-kata. Do’a dengan kata-kata adalah sarana menuju meditasi. Dengan meditasi kita berserah diri sepenuhnya kepada Tuhan tanpa pamrih, berserah diri secara sempurna. Meditasi adalah do’a yang sesungguhnya, do’a yang terbaik, yang amat sangat menyenangkan Tuhan, yang akan diterima Tuhan, karena Ruh kita ingin kembali bersatu dengan-Nya. Pada puncak meditasi akan dicapai suatu kondisi “trance” mistik. Suatu tingkatan kenikmatan dimana kesadaran akan dunia materi hilang. Keheningan yang sangat dalam. Kondisi seperti itulah yang disebut samadhi … akhirnya mencapai Yoga … artinya penyatuan, manunggal … dimana ruh kita memasuki alam ghoib. Istilah SAMADHI menurut AL GHAZALI adalah mencapai tahap fana dan kasyaf. Fana artinya lebur dan larut. Kata Al Hallaj bagaikan anggur tercampur air murni. Sedangkan kasyaf artinya terbukanya hijab atau tabir. Dalam hal ini pandangan mata bathin kita, mata hati kita, mata kebijaksanaan kita akan menjadi tajam. Mulai hari ini Aku buka tabir yang menutupi matamu, maka pandangan matamu menjadi tajam (Al Qaaf 50 : 22) Menurut Suma Ching Hai yang beragama Budha : Walaupun pada awalnya berbeda-beda namun untuk mencapai puncak pencerahan Ruhani hanya ada satu jalan yaitu melalui kontemplasi pada Cahaya dan Shabda yaitu Getaran di dalam . Sehingga kita bisa melakukan kontak dengan Ruh, dimana Ruh ini merupakan manifestasi dari Cahaya dan Getaran Suci. Inilah yang disebut metode Kuan Yin. Metode ini adalah metode pendengaran dan penglihatan ruhani, metode transendental ( tak terjangkau akal ) yang tidak dapat diuraikan melalui bahasa manusia. Semua ditransmisikan dalam keheningan. Shabda, Firman atau Logos tersebut merupakan musik surgawi, merupakan bahasa dari Cinta Kasih Universal dan Kecerdasan Agung. Semua ajaran berasal dari Suara Hening ini, semua bahasa berasal dari bahasa Universal ini. Melodi surgawi ini dapat menyembuhkan semua luka, serta dapat memenuhi dan memuaskan

semua dahaga duniawi. Suara inipun dapat membersihkan kita dari semua dosa-dosa dan membawa kita ke Sumber Asalnya. Jalaluddin Rumi Sufi besar dari Persia menulis sebagai berikut : Bila makrifat kepada Dzat ingin kau dapat, lepas aksara, galilah makna. Katupkan bibirmu, tutup matamu, sumbat telingamu. Tertawakan aku manakala engkau tidak melihat Rahasia Yang Maha Benar. Dengan demikian secara tidak langsung Rumi mengajak kita untuk bertafakur, mengajak kita untuk bermeditasi, mengajak kita untuk menyelam lebih dalam sampai ke dasar samudera makrifat, untuk mendapatkan mutiaranya. Mencari Dia Yang Sejati. Dia Yang Berdiri Dengan Sendirinya tanpa penolong. Belum ada apa-apa disampingnya. Belum ada nada, belum ada suara yang bisa kita dengar, belum ada aksara, belum ada Kitab apapun, belum ada Zabur, Taurat, Injil maupun Al Qur’an dan Hadits. Dia wajib adanya, tapi bisa juga mungkin adanya. Dia berada dalam kekosongan, kehampaan, kesunyatan, keheningan. Tutup semua kitab, buka mata hati… Hening, dalam keheningan rasakan keberadaan-Nya dengan Nurani yang bening, dalam hening dengarkan Shabda-Nya, dengarkan Firman-Nya dengan telinga bathin … Rumi mengisyaratkan agar kita tidak terpaku pada aksara. Al Kitab ibarat perahu yang membawa kita ke tengah Samudera Ahadiyah, Samudera Ketuhanan, bila kita ingin mendapatkan mutiaranya maka mau tidak mau kita harus menyelam, menyelam ke dalam qolbu, mencari dan mengenal Rumah Tuhan yang sejati, mencari Dia Yang Sejati, Barang siapa mengenal dirinya, maka dia mengenal Tuhan-nya. Barang siapa mengenal Tuhannya maka dia merasa dirinya bodoh. Barang siapa mencari Tuhan keluar dari dirinya sendiri, maka dia akan tersesat semakin jauh…!!! Rumi pun menulis sebagai berikut : Salib dan Orang Kristen, dari ujung ke ujung ku periksa : Dia tidak ada lagi di salib. Aku pergi ke rumah berhala, ke pagoda tua; tiada tanda apapun di sana. Aku pergi ke bukit Herat dan Kandahar; ku pandang : Dia tidak ada di bukit maupun di lembahnya. Dengan niat kuat ku beranikan diri ke puncak gunung Qaf; Di tempat itu hanya ada tempat tinggal burung “Anqa” Aku pun mengubah pencarianku ke Ka’bah; Dia tidak berada di tempat kaum muda dan tua. Aku bertanya kepada Ibnu Sina tentang-Nya; Dia ternyata di luar jangkauannya. Ku beranikan diri menuju ke “jarak dua busur”; Dia pun tidak ada di ruang agung itu. Aku menatap hatiku sendiri; disana kulihat Dia… Dia tidak berada di tempat lain.

Pada bagian lain Rumi menulis sebagai berikut : Jauh di dalam qolbu ada Cahaya Surga marak menerangi paras lautan tanpa suara yang tiada batas. Oh, bahagianya mereka yang menemukannya dalam tawakal, Rupa segala yang dipuja setiap insan. …. Dst… Sia-sialah kita mencari dengan nafsu tak terjinakan untuk sampai pada visi Satu Jiwa Abadi Cinta, hanya cinta yang dapat membunuh apa yang tampaknya telah mati, ular nafsu yang telah membeku Hanya cinta… lewat air mata doa dan nyala rindu Terungkaplah pengetahuan yang tak pernah dapat di sekolah Semua menuju ke satu tujuan dalam Tuhan… Pada bagian akhir dari puisi ini Rumi menulis : Ketika kebenaran bersinar, tiada kata dan cerita yang dapat terucap Kini dengarkan Suara di dalam hatimu. Selamat berpisah Selamat berpisah adalah ucapan selamat atas berpisahnya ruh dari jasad… Dengan demikian sesungguhnya Rumi pun mengisyaratkan kepada kita untuk bisa mati sebelum mati melalui meditasi Cahaya dan Shabda. Meditasi untuk melihat Cahaya dan mendengarkan Shabda Tuhan di dalam kolbu. Karena di dalam kolbu ada AKU sebagai sumber Shabda, sebagai sumber Firman, sebagai Sumber Al Qur’an tanpa tulis. Ingat baik-baik, petunjuk dari Alah itu ke hati bukan melalui telinga… Petunjuk itu dari AKU kepada AKU… Perhatikan Firman-firman Allah : Jibril itu telah menurunkan Al Qur’an ke dalam qolbumu ( AL BAQARAH 2 : 97 ). Dia (Allah) akan memberi petunjuk kepada hatinya ( AT-TAGABUN 64 : 11 ) ( Al Qur’an ) ini adalah ayat-ayat yang nyata di dalam hati orangorang yang diberi ilmu dan hanya orang-orang durjana yang mengingkari ayat-ayat Kami ( AL ANKABUT 29 : 49 ) Sesungguhnya telah datang kepadamu dari Allah Cahaya dan Kitab yang terang ( AL MAIDAH 5 : 15 ) Mari kita simak juga Surat Yaassiin 36 : 82 : Bila Tuhan menghendaki, maka Dia bersabda : KUN … FAYAKUN. Berarti semua kejadian, seluruh keberadaan alam semesta ini diawali dengan Shabda, Firman, Kalam atau Logos : KUN … JADILAH

Menurut Al Kitab : Pada mulanya adalah Shabda, Shabda adalah Tuhan, kemudian Shabda bersama Tuhan. Ibarat biji berasal dari pohon dan pohon berada dalam biji, karena di dalam biji ada benih, ada potensi, ada Shabda : KUN…Jadilah, maka jadi. Pada awalnya Tuhan bersabda KUN. Kemudian muncul titik Cahaya Pertama yang disebut Nur Muhammad, sebagai sumber penciptaan seluruh keberadaan. Nur Muhammad disebut juga sebagai Jauhar Awal – Jauhar Akhir.. Hadits Qudsi : Aku adalah perbendaharaan yang tersembunyi, oleh sebab cinta, Aku ingin dikenal, maka Aku jadikan makhluk ( Nur Muhammad ) agar ia mengenal akan Aku. Hadits Rosulullah SAW : Aku adalah bapak dari segala ruh. Aku berasal dari Cahaya Allah, semua yang ada di alam ini berasal dari cahaya ku. Yang mula-mula dijadikan Allah adalah Nur Nabimu ya Jabir dan Allah jadikan dari Nur itu segala sesuatu dan engkau wahai Jabir adalah termasuk sesuatu itu. Wajar bila ada sesepuh yang mengatakan bahwa Ruh berasal dari Nur Muhammad, dimana Nur Muhammad itu disebut juga sebagai Ruh Idhofi atau Wujud Idhofi. Setelah Aku sempurnakan kejadiannya, kedalamnya ( Al Hijr 15 : 29 ).

Aku

hembuskan

Ruh-Ku

Ruh-Ku atau Ruh Idhofi ini merupakan essensi Dzat Ilahiyah yang berada di dalam setiap ciptaanNya, di dalam patung, di dalam batu, bahkan dalam debu sekalipun.. Essensi Dzat Allah berada di dalam inti setiap sel, berada di dalam inti setiap atom, berada di dalam inti setiap ciptaanNya, sebagai Sumber Energi Tersembunyi Yang Maha Dasyat… telah terbukti secara ilmiah … bila inti atom itu bergetar, Energi itu bisa menghancurkan kota Hiroshima dan Nagasaki di Jepang… Bila kita bisa menggetarkan essensi Dzat Ilahiyah di dalam setiap atom yang berada di dalam diri kita,… itu luar biasa. Secara minimal kita akan merasakan bergetar hatinya ( Al Anfal 8 : 2 ),, merinding kulitnya ( AzZumar 39 : 23 ), kemudian akan menyungkur dan menangis ( Maryam 19 : 58 ). Kata Rosulullah, manusia itu dalam keadaan tidur, ketika mati baru dia terbangun. Harus bisa mati sebelum mati, agar kesadaran Ruhnya bangkit… Energinya bangkit. Wajar bila Al Ghazali mengatakan bahwa tauhid murni adalah penglihatan atas Tuhan dalam semua ciptaanNya, bila kita tidak menyadari

keberadaan Tuhan di dalam setiap ciptaanNya maka islamnya adalah islam semu. Kata Ibn Arabi, itulah yang disebut Wahdatul Wujud. Lalu apakah Ibn Arabi, Al Ghazali, Jalaluddin Rumi, Al Hallaj serta para sufi lainnya yang menganut paham Wahdatul Wujud itu sesat…!!!??? Apakah Rosulullahpun sesat bila beliau mengatakan : Aku Ahmad tanpa mim, berarti Aku Ahad.. Aku Arab tanpa ain, berati Aku Rab…!!! Lu pikirin aja sendiri Bro…!!! Cape deh… Dia bersamamu dimanapun kamu berada ( AL HADID 57 : 4 . ) Tanda-tanda Kami disegenap penjuru, dan didalam diri mereka sendiri ( FUSHSHILAT 41 : 53 ) …di dalam dirimu, apakah engkau tidak memperhatikan ( ADZDZARIYAT 51 : 21 ). Kami telah mengutus seorang utusan dalam diri-mu ( AT-TAUBAH 9 : 128) Tuhan menempatkan diri antara manusia dengan kolbunya ( AL-ANFAL 8:24 ) Perhatikan Surat An Nuur 24 : 35 : Allah adalah Cahaya langit dan bumi. Cahaya di atas Cahaya, Tuhan akan membimbing dengan Cahaya-Nya kepada yang Dia kehendaki. Kemana ??? Tentu saja kepada Cahayanya. Tanpa cahaya kita akan seperti orang buta yang berjalan sambil meraba-raba, tanpa arah dan tujuan. Surat An Nuur 24 : 36 : Cahaya itu menerangi rumah-rumah, di dalamnya Allah berkenan untuk dijumpai dan dimuliakan Namanya serta bertasbih pagi dan petang… SUCIKANLAH RUMAHKU bagi mereka yang thowaf, itikaf, yang ruku dan sujud ( AL BAQARAH 2 : 125 ). Janganlah kamu mempersekutukan Aku dengan apapun, SUCIKANLAH RUMAHKU bagi mereka yang thowaf, mendirikan dan ruku bersujud ( AL HAJJ 22 : 26 ) HADITS QUDSI : Di dalam setiap rongga anak Adam Aku ciptakan suatu mahligai yang disebut dada, dalam dada ada kolbu, dalam kolbu ada fuad, dalam fuad ada syagofa, di dalam syagofa ada Sir, di dalam Sir ada AKU …. Fuad adalah hati yang bersih. Syagofa artinya yang lebih dalam… Jadi beralasan bila para sufi mengatakan : KOLBU MUKMIN BAITULLAH Rumah-KU yang mana dan rumah siapa yang dimaksud???

Kolbu mukmin baitullah. Itulah Baitullah yang sejati, Itulah RumahNya, yang harus disucikan.. agar tidak menjadi sarang syaeton dan iblis… Di dalamnya ruh bersujud, memuliakan NamaNya serta bertasbih pagi dan petang… Karena sesungguhnya semua ruh manusia sudah muslim, sudah berserah diri sejak di alam arwah, sejak hari pertama di dalam kandungan ibu, sejak hari pertama dilahirkan… Tuhan berfirman : Bukankah aku Tuhanmu. Para Ruh-Jiwa menjawab : Benar kami bersaksi ( Al A’raf 7 : 172 ). RumahNya tidak dibuat dari batu bata, tapi dari kesucian, kedamaian, keselamatan, kasih sayang, kesabaran dan keikhlasan serta berserah diri kepada Allah melalui keimanan dan ketakwaan,… Itulah Fitrah… Itulah Islam sejati, bukan Islam Arabi… Itulah AGAMA FITRAH SEBAGAI ATURAN DAN JALAN YANG TERANG dari Allah yang diturunkan melalui para Rosul untuk seluruh umat manusia… Sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu BERBANGSA-BANGSA dan BERSUKU-SUKU agar kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang YANG PALING MULIA diantara kamu di sisi Allah dialah ORANG YANG PALING TAQWA diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal (AL HUJURAT 49 : 13) UNTUK SETIAP UMAT diantara kamu, Kami berikan ATURAN ( SYARIAT ) dan JALAN YANG TERANG (JALAN SPIRITUAL) .. Bila Allah menghendaki, pasti kamu dijadikan satu umat (saja), tetapi Allah hendak menguji kamu terhadap karunia yang diberikan-Nya kepada kamu, maka berlomba lombalah berbuat kebajikan …( AL MAIDAH 5 : 48 ) Hadapkan wajahmu pada Agama Fitrah, Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu, tidak ada perubahan pada fitrah Allah ( ARRUM 30:30 ).. Allah mengajarkan tentang AGAMA FITRAH kepada semua umatnya di seluruh dunia sebagai ATURAN dan JALAN YANG TERANG bagi kehidupan umat manusia di dunia dan akhirat… AGAMA FITRAH adalah AGAMA yang mengajarkan tentang kesucian, kedamaian, keselamatan, kasih-sayang, kesabaran, keikhlasan serta berserah diri kepada Tuhan melalui keimanan dan ketaqwaan. Apapun YG DIAJARKAN ALLAH pasti SEMPURNA, tidak mungkin manusia bisa merubahnya.. FITRAH itulah RUH ISLAMI sebagai ATURAN dan JALAN YANG TERANG apapun nama agamanya…!!! Itulah ISLAM SEJATI yang diajarkan Allah melalui para Rosul kepada semua umatnya di dunia sesuai bahasa kaumnya HINDU-BUDHA-NASRANI-ISLAM… Bagi setiap umat ada Rosul, ( YUNUS 10 : 47 ). Bagi tiap-tiap masa ada kitab ( AR RAD 13 : 38 )

Kami tidak mengutus seorang Rosulpun, melainkan dengan bahasa kaumnya, supaya ia dapat memberikan penjelasan dengan terang kepada mereka ( IBRAHIM 14 : 4 ). Di ibaratkan Allah memberi kita beras, supaya mudah dicerna dan enak rasanya, maka kita olah jadi nasi kebuli, jadi nasi goreng, jadi nasi rames, jadi nasi padang itu semua bagi yang sehat, untuk yang sakit kita buatkan bubur ayam…. Setelah dioalah namanya jadi berbeda. HINDU-BUDHANASRANI-ISLAM. namun bahan dasarnya TETAP BERAS… Allah akan murka bila otak kita ngga di pake… Allah menimpakan kemurkaan kepada orang-orang yang tidak mempergunakan akalnya (Yunus 10 : 100) Demikian juga agama Fitrah…setelah diolah ada yang menyebutnya PEPAYA, ada yang bilang KATES, ada yang bilang GEDANG… setelah dikupas isinya sama, ketika dimakan rasanya sama dan hasil akhirnya juga sama. karena untuk mencapai puncak spiritual tata caranya juga sama, yaitu harus melalui DZIKIR-MEDITASI sehingga bisa mencapai tingkat IKHSAN dan menjadi INSAN KAMIL…. Orang JAWA menyebutnya.. ILMU SEJATI SANGKAN PARANING DUMADI Orang SUNDA menyebutnya.. AGAMA SUNDA WIWITAN… Wajar bila kang Aqil S. dan tokoh-tokoh NU menutup buku mengenai masalah perbedaan agama… tidak perlu diperdebatkan lagi… Walaupun beda bahasa…namun ESSENSI dan SUBSTANSINYA tetap sama, tidak pernah berubah… KARENA AGAMA DI MUKA BUMI CUMA SATU … YAITU AGAMA FITRAH Hadapkan wajahmu pada Agama Fitrah, karena Fitrah Allah tidak pernah berubah. KENAPA KITA HARUS BERTENGKAR…??? Sesungguhnya agama kamu ini satu ( AL ANBIYA 21 : 92 ) Agama di sisi Allah adalah Islam-Fitrah ( ALI IMRON 3: 19 ) Aku ridhoi Islam ( Fitrah ) sebagai agama bagimu ( AL MAIDAH 5 : 3 ) Hadapkan wajahmu pada Agama Fitrah, Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu, tidak ada perubahan pada fitrah Allah ( ARRUM 30:30 ).. Sesungguhnya ini adalah agama kamu semua, agama yang satu dan AKU adalah Tuham-mu, maka bertaqwalah kepada-KU ( AL MU’MINUN 23 : 52 ) Kemudian mereka menjadikan agama mereka terpecah-belah menjadi beberapa pecahan. Tiap-tiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada sisi mereka ( masing-masing ). Maka biarkanlah mereka dalam kesesatannya sampai suatu waktu ( AL MU’MINUN 23 : 53-54 ) Dan telah Aku ridhoi Islam (fitrah,damai) menjadi agamamu (Al Maidah 5 : 3) Sesungguhnya agama kamu itu satu saja, dan Aku adalah Tuhanmu, oleh karena itu sembahlah Aku ( Al Anbiya 21 : 92 )

Semua agama mengajarkan tentang Fitrah… mengajarkan tentang Islam … Itulah Islam yang hakiki yang sudah terprogram dalam hati nurani kita masing-masing… Tanpa kita sadari itulah Islam Sejati yang dianut semua umat… Itulah Islam yang diridhoi Allah…!!! Bukan Islam ARABI… SUNI… WAHABI… SYI’AH…!!! Semua Rosul sudah muslim, sudah berserah diri kepada Allah. Semua Rosul mengajarkan tentang Fitrah. Karena sesungguhnya agama di dunia itu satu… yaitu agama Fitrah… Hadapkan wajahmu pada agama Fitrah, karena Fitrah Allah tidak pernah berubah, yang berubah adalah zamannya, peradabannya, budayanya dan ilmu pengetahuan umatnya dari zaman purba sampai sekarang zaman IPTEK… Bagaimana menurut Al Ghazali ??? Beliau membahas Surat An Nuur 24 : 35 dalam Myskat Al Anwar : Allah adalah Cahaya langit dan bumi, Cahaya di atas Cahaya, Allah akan membimbing dengan Cahayanya kepada yang Dia kehendaki. Menurut Al Ghazali, Cahaya Yang Sejati adalah Allah, yang lainnya hanya sekedar mayaz, kiasan, sekedar “pinjaman” dari CahayaNya. Melalui Cahaya Sejati inilah orang-orang arif “mi’raj”, melakukan pendakian dari mayaz ke puncak hakikat, sehingga mereka melihat dengan musyahadah, penyaksian secara langsung. Sesungguhnya kamu melalui tingkat demi tingkat ( Al Insiqaaq 84 : 19 ) Menurut Al Ghazali tiada jalan lain kecuali melalui jalan yang telah ditempuh para sufi, yaitu orang-orang yang telah mendapat Hidayah Allah serta telah mencapai pencerahan sempurna. Jalan yang dimaksud adalah Tasawuf. Menurut Hadi, tasawuf adalah jalan untuk mencapai makna hakiki ajaran Islam. Menurut Simuh, tasawuf adalah ajaran atau kepercayaan tentang hakikat atau Tuhan yang bisa didapatkan melalui tanggapan kejiwaan yang terlepas dari tanggapan akal, pikiran dan panca indera. Ciri khas tasawuf adalah fana dan kasyaf. Tanpa fana dan kasyaf itu bukan tasawuf. Secara garis besarnya, tasawuf adalah pelajaran tentang tata cara mensucikan jasmani dan ruhani, mensucikan lahir dan bathin agar bisa menjadi manusia mulia (insan kamil) yang mendapatkan keridhoan Allah melalui proses fana dan kasyaf. Rahasia tasawuf berada dalam kandungan Al Qur’an dan Sunah. Oleh karena itu, tasawuf disebut juga sebagai mistikisme Islam. Kata mistik sendiri berasal dari kata myen dalam bahasa Yunani, ada kaitannya

dengan kata misteri yang artinya “menutup mata” atau terlindung di dalam rahasia. Tersirat di dalamnya ada suasana, kekudusan dan kekhusuan dalam upaya menangkap Rahasia Tuhan melalui disiplin spiritual yang ketat dan sunguh-sungguh (Schimmel, 1981).

Menurut Al Ghazali untuk bisa makripat kepada Dzat ada tiga tahap : 1. Bersihkan Hati … Yaitu : mohon ampunan dan kasih sayang Allah, sabar, ikhlas dan pasrah. Hati harus bersih, karena hati merupakan pintu masuk ke alam ghoib. Pintu hati akan terbuka bila sudah bersih. 2. Istirahatkan pikiran … Yaitu melalui kontemplasi, melalui dzikirullah. 3. Mencapai fana dan kasyaf… melalui iluminasi. Mencapai fana, ego kita lebur, larut, menyatu dengan alam, terbebas dari ruang dan waktu, terbebas dari pengkotakkan duniawi, baqo dalam Tuhan, akhirnya mencapai kasyaf yaitu terbukanya tabir… Yang disebut meditasi itu apa??? Meditasi adalah dzikirullah… Meditasi adalah hening, mengosongkan pikiran sambil dalam hati mengulang-ngulang nama Tuhan. Saat meditasi-dzikir ada Cahaya dalam bathin. Tuhan memperlihatkan Cahayanya.

Menurut Khrisnamurti : Essensi meditasi adalah berakhirnya pikiran. Otak berhenti berpikir sepenuhnya. Bathin yang meditatif adalah hening, suasana bathin yang sangat religius. Pada saat itu muncul letupan gelora kasih sayang yang luar biasa, kasih sayang universal tanpa syarat, penyerahan total kepada Allah. Kondisi seperti itulah yang disebut samadhi, tidak ada lagi pemisahan dan pengkotakan duniawi. Di dalam kasih sayang ini semua pemisahan dan pengkotakan duniawi berakhir, terbebas dari ruang dan waktu. Otak terbebas dari pikiran mesjid, gereja, kuil, pagoda, doa-doa maupun lagulagu pujian lainnya. Otak tidak lagi berfikir hitam-putih, coklat-kuning, mata belo mata sipit. Karena kita telah sadar dan telah mengenal rumah Tuhan Yang Sejati, Kuil Tuhan Yang Sejati, Masjid Tuhan Yang Sejati, buatan Tuhan sendiri, tidak dibuat dari batu bata, tapi dari kesucian, kedamaian, keselamatan, kasih – sayang, kesabaran dan keikhlasan serta berserah diri kepadaNya melalui keimanan, ketakwaan… Itulah fitrah… Itulah Islam yang diridhoi Allah yang dianut semua umat…. Kita sadar bahwa Tuhan tidak berada di bumi, tidak berada di langit, akan tetapi Dia bersemayam dalam hati orang-orang yang beriman. Kata para Sufi : Kolbu mukmin baitullah. Di dalamnya Ruh bersujud sejak hari pertama Ruh dihembuskan ke dalam janin dalam kandungan ibu. Kita

sadar bahwa Allah tidak beragama, karena Dia-lah pemilik semua agama. Allah tidak bersyahadat, karena Dia-lah yang memerintahkan umat manusia untuk bersyahadat kepada-Nya. Perhatikan Firman Allah : Bukankah aku Tuhanmu. Para Jiw-Ruh menjawab : Benar kami bersaksi ( Al A’raf 7 : 172 ). Semua Jiwa-Ruh sudah berserah diri, artinya semua jiwa-ruh sudah muslim. Bila kita mau jujur, sesungguhnya semua umat manusia di dunia sudah muslim… Semua JIWA-Ruh sudah DIBERI AMANAH, DIBAI’AT DENGAN SYAHADAT agar NAFSNYA TERKENDALI… agar tidak membuat onar di muka bumi… Allah telah menciptakan umat manusia berbangsa-bangsa dan bersukusuku agar saling bersilaturahmi dan berlomba-lomba berbuat kebaikan. Siapapun yang memutuskan tali silaturahmi, dia akan mendapatkan kehinaan dimanapun dia berada (Ali Imran 3 : 112). Perhatikan Surat Al Maidah 5 : 48 : Allah telah menciptakan bermacammacam umat serta ATURAN DAN JALAN YANG TERANG, TATA CARA BERIBADAH kepada Tuhan yang sesuai dengan situasi dan kondisi masingmasing umat. Surat Al Baqarah 2 : 62 : Bagi mereka yang beriman kepada Allah, kepada hari kiamat dan berbuat kebaikan, baik penganut Yahudi, Nasrani maupun Shabin, mereka juga akan mendapat pahala dari Tuhannya. Allah tidak membeda-bedakan umat manusia, karena kita semua adalah ciptaanNya… Perhatikan Surat Al Hijr 15 : 29 : Apabila telah Aku sempurnakan kejadiannya, Aku tiupkan Ruh-Ku kepadanya. Berarti di dalam setiap umat manusia bahkan di semua ciptaanNya ada Ruh Tuhan, ada Essensi Dzat Illahiah di dalamnya… Perhatikan juga Surat Fushshilat 41 : 53-54 dan Surat Adz Dzaariyaat 51 : 21 : Tanda-tanda Ku di segenap penjuru dan di dalam diri mereka, di dalam dirimu dan di dalam diri kita semua ada tanda-tanda Allah, ada ESSENSI DZAT Ilahiah. Apakah engkau tidak memperhatikan, di air hujan, di air comberan, di air laut, di dalam lumpur, bahkan di dalam debu sekalipun ada Aku, ada tanda-tanda Ku, ada rahasia-Ku. Apakah engkau tidak memperhatikan, apakah engkau tidak mengetahui, apakah engkau tidak berfikir … Padahal kita telah diberi akal … Allah menimpakan kemurkaan kepada orang-orang mempergunakan akalnya ( YUNUS 10 : 100 )

yang

tidak

Setiap Ruh yang masuk ke dalam tubuh manusia membawa amanah ( Al Ahzab 33 : 72 ). Tidak disebutkan amanah itu apa. Mungkin amanah itu adalah tugas Ruh hidup di dunia sebagai apa. Apakah sebagai khalifah ataukah sebagai penjahat ataukah amanah itu adalah agama ??? Bila memang agama, tidak dikatakan agamanya apa. A artinya tidak dan Gama artinya kacau, jadi agama artinya tidak kacau. Tidak kacau artinya damai. Islam artinya damai. Agar tidak membuat kekacauan di muka bumi, maka semua Ruh yang dilahirkan ke dunia, apakah dia negro, bule, kuning, coklat, mata belo, mata sipit, tanpa kecuali, mereka semua adalah Umat Allah, semuanya sudah dibei amanah, sudah di bai’at dengan syahadat bersyahadat. Hanya setelah berada di dunia manusia melalaikan amanat Allah karena ada NAFSU… oleh karena itu manusia disebut INSAN yang artinya LALAI…. Sehingga melupakan Allah… yang menciptakannya… Perhatikan Surat Al Anbiya 21 : 92 : Sesungguhnya agama kamu itu satu saja, dan Aku adalah Tuhan-mu, oleh karena itu sembahlah Aku. Apakah agama yang satu itu ??? Itulah agama yang mengajarkan tentang fitrah. Agama yang mengajarkan tentang kesucian, kedamaian, keselamatan, kasih sayang, kesabaran, keikhlasan serta berserah diri kepada Allah melalui keimanan dan kettaqwaan… Berserah diri adalah muslim… Itulah Islam. Kita semua sudah muslim sejak di alam arwah. Jadi kita tidak perlu ribut-ribut bertengkar mengenai masalah agama, karena semua agama mengajarkan tentang fitrah dan fitrah itu sudah terprogram di dalam hati nurani semua umat manusia. Kata Al Qur’an : Fitrah itu tidak pernah berubah ( Ar-Rum 30 : 30 ). Perhatikan Surat Al Maidah 5 : 3 : Dan telah Aku ridhoi Islam ( fitrah, damai ) menjadi agamamu. Oleh karena itu, semua umat manusia sama di mata Allah. Allah tidak melihat wajah dan harta kita. Allah hanya melihat hati kita. Keimanan dan ketakwaanlah yang membedakan kita di mata Allah apapun agamanya. Dalam keadaan bathin yang meditatif ada perasaan tenang dan tentram, damai dan bahagia. Terjadi ekstase, karena di dalam otak kita terjadi proses pengeluaran hormon Endomorpin dan Melatonin yang mempunyai efek ekstase. Tidak ada lagi rasa dendam yang membara di dalam dada, tidak ada lagi rasa benci di dalam hati. Karena apapun yang kita benci di dalamnya ada rahasia Allah, di dalamnya ada Essensi Dzat Ilahiah … di dalamnya ada tanda-tanda Allah,

Pada tahap ini kita masuk ke dalam dimensi lain di luar jangkauan nalar, di luar jangkauan ruang dan waktu. Situasi dan kondisi seperti itulah yang disebut samadi, menurut Al Ghazali adalah tahap fana, dimana kita merasa lebur dan larut, selanjutnya adalah kasyaf, terbukanya tabir. Dari apa yang di ajarkan Nabi Muhammad serta generasi penerusnya para sufi Al Hallaj, Jalaluddin Rumi dan Al Ghazali maupun bagi yang bukan umat Islam Khrisnamurti, Charan Singh dan Ching Hay, tampak adanya persamaan dalam rangka upaya untuk mencapai pencerahan atau makripat kepada Dzat, yaitu melalui dzikir-meditasi. Bagi umat Islam kesempurnaan keberagamaan bila telah mencapai iman, islam dan ikhsan. Iman dipelajari melalui ilmu ushuluddin, islam dipelajari melalui ilmu fikih dan ikhsan hanya bisa dicapai melalui tasawuf. Jadi selain sholat lima waktu, bagi umat islam yang ingin mencapai kesempurnaan, untuk mencapai pencerahan, mau tidak mau kita harus melakukan latihan dzikir – meditasi untuk melihat Cahaya Ilahi serta mendengarkan Shabda Ilahi agar bisa mencapai fana dan kasyaf, agar bisa mencapai pencerahan dan makripat kepada Dzat, agar kita menjadi insan kamil, yaitu manusia yang paling mulia di sisi Allah.

Apakah dan bagaimanakah pencerahan itu ??? Menurut Al Ghazali adalah penyaksian (musyahadah) secara langsung. Pencerahan adalah kasyaf, terbukanya tabir, berhadap-hadapan antara Ruh yang berasal dari Cahaya Allah dengan Cahaya Allah. Melalui cahaya ini orang-orang arif melakukan pendakian, mi’raj. Cahaya Allah akan senantiasa menyejukkan bathin kita. Cahaya itu akan membimbing serta memberikan petunjuk kepada kita untuk mendaki, naik ke tingkat demi tingkat berikutnya sampai kita mendapatkan harta yang luar biasa, mutiara yang tidak ada bandingnya di dalam bathin kita. Perhatikan Firman Allah : 1. Surat Al Balad ayat 10-12 : Dan kami tunjukkan kepadanya dua jalan, akan tetapi dia tidak mau menempuh jalan yang mendaki. Tahukah kamu jalan yang mendaki itu. 2. Surat Al Insiqaaq ayat 19 : Sesungguhnya kamu melalui tingkat demi tingkat. 3. Surat An Nuur ayat 35 : Cahaya diatas Cahaya, Tuhan akan membimbing dengan CahayaNya kepada yang Dia kehendaki.

Selanjutnya berpulang kepada diri kita masing-masing, apakah ingin naik tingkat atau tidak. Apakah kita ingin menyempurnakan keberagamaan kita ??? Bila ingin, ya kita harus mengikuti jejak Rosulullah saw sewaktu di gua Hira atau mengikuti jejak para Sufi untuk mempelajari tasawuf. Di dunia ini, jarang sekali orang yang mau mempelajari tasawuf, tidak ada paksaan dalam ajaran Islam. Seharusnya tasawuf di ajarkan sejak dini… agar perilaku para remaja terkendali… Untuk mempelajari tasawuf apakah perlu dibai’at oleh seorang guru…??? Apakah Rosulullah pernah dibai’at oleh seorang guru…??? Apakah Rosulullah memiliki Guru Mursid…??? Tidak ada seorangpun manusia yang pernah menjadi guru Rosulullah. Karena hati beliau bersih, bahkan dada beliau pernah dibelah kemudian hati beliau dicuci bersih oleh Malaikat Jibril, maka beliau bisa mendapat petunjuk langsung dari Allah. Beliau tidak pernah dibai’at oleh siapapun. Allah-lah Maha Guru Sejati Rosulullah yang telah membai’at Rosulullah. Allah telah membai’at kita semua ketika masih di alam arwah. Allah berfirman : Bukankah Aku Tuhan-mu. Para Ruh menjawab : Benar kami bersaksi ( Al A’raf 7 :172 )…!!! Kata Rosulullah kita harus berpegang pada Al Qur’an dan Sunnah… Apakah kita masih belum percaya kepada Rosulullah, sehingga kita harus berpegang pada guru mursid??? Allah pun berfirman : Katakanlah : jika kamu mencintai Allah ikutilah aku ( Muhammad ), niscaya Allah mencintaimu dan juga mengampuni dosa-dosa kamu, dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang ( ALI IMRAN 3 : 31 ) Tidak wajar bagi seorang manusia yang Allah berikan kepadanya Al Kitab, hikmah dan kenabian, lalu berkata kepada manusia : Hendaklah kamu menjadi penyembah-penyembahku, bukan penyembah Allah … ( ALI IMRAN 3 : 79 ) Sabda Rosulullah saw : Apabila khalifah tidak ada, maka menghindarlah, dan tidak ada kewajiban bai’at bagi kaum muslimin… tinggalkan semua golongan yang ada… Mintalah fatwa pada hati-nuranimu sendiri setelah orang lain memberimu fatwa … Berarti bukan membuat dewan imamah palsu seperti halnya Islam Jamaah atau berupa bai’at-bai’at tarekat-tasawuf pada masa kini, itu semua tanpa dasar baik dari Kitabullah maupun dari Sunnah Rosulullah… Apakah kita masih ingin dibai’at oleh seorang guru yang disebut guru mursid…??? Apakah pegangan kita harus beralih kepada guru mursid

…??? Pada umumnya setelah kita dibai’at oleh seorang guru yang menamakan dirinya guru mursid… kita harus selalu patuh kepadanya… Akibatnya muncul iman taklid dan panatisme yang berlebihan kepada guru tersebut… Kemudian beranggapan bahwa seolah-olah hanya ajaran gurunya saja yang paling benar… Pola pikir menjadi terpasung… Tidak berkembang. Kita lupa bahwa murid bisa berkembang jadi presiden…Apa yang diperintahkan guru segera dikerjakan tanpa dicerna lagi… Para murid yang dibai’at lupa bahwa guru mursid juga manusia biasa yang darahnya masih merah, masih mempunyai hawa nafsu… Imam Al Ghazali tidak menghendaki kita taklid dan dogmatis… beliau adalah orang yang sangat kritis. Beliau dikenal sebagai Islam melalui bukunya : IHYA ULUMUDDIN. Lalu apakah Al membai’at murid-muridnya…??? Bagaimana bila kita tidak berjumpa dengan guru mursid…???

Karena Hujatul Ghazali pernah

Kini abad IPTEK. Bukalah internet untuk menambah wawasan tentang tasawuf. Kita tidak usah takut untuk berlatih dzikir – meditasi sendiri agar kita bisa mencapai tingkatan ikhsan…!!! Ingat Guru Sejati ada di dalam diri…!!!! Dia adalah Allah yang telah membai’at kita ketika masih di alam arwah dan Allah-lah yang akan membimbing perjalanan Ruh kita dengan Cahayanya menuju CahayaNya, bukan manusia (An Nuur 24 : 35)…!!! Ingat : laa ilaaha illallaah adalah benteng Ku, barang siapa yang memasukinya, maka dia berada dalam perlindungan-Ku ( Hadits Qudsi ) Islam itu dinamis tidak taklid dan tidak dogmatis : Bacalah dengan menyebut nama Tuhanmu yang menciptakan. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah dan Tuhanmulah Yang MahaPemurah, yang mengajarkan manusia melalui kalam. Dia mengajarkan manusia apa-apa yang tidak diketahuinya ( Al Allaq 96 : 15) Bertakwalah kalian kepada Allah dan Allah akan mengajari kalian … ( Al Baqarah 2 : 282 )… Allah Guru Sejati… Allah akan membimbing dengan Cahaya-nya kepada Cahaya-Nya bagi yang dikehendaki-Nya ( An Nuur 24 : 35 )… Allah Guru Sejati… Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal ( Ali Imran 3 : 190 ) Allah menimpakan kemurkaan kepada orang-orang yang tidak mempergunakan akalnya ( Yunus 10 : 100 ) Maka bertanyalah kepada orang-orang yang berpengetahuan jika kamu tidak mengetahui ( An Nahl 16 : 89 )

Allah tidak akan merubah keadaan suatu kaum kecuali kaum itu sendiri yang berusaha melakukan perubahan ( Ar Rad 12 : 11 ) Ilmu Allah sangatlah luas, seperti samudera tanpa batas, tak mungkin kita bisa mempelajari semuanya. Kadang-kadang semakin banyak apa yang kita pelajari, ego kita menjadi semakin tinggi, sehingga kita menjadi semakin menjauh dari Tuhan… Oleh karena itu bukan seberapa banyak apa yang harus kita pelajari, namun seberapa dekat kita kepada Tuhan. Selama ini ego kita yang ngoceh terus memohon kepada Tuhan, tanpa sedikitpun memberi kesempatan untuk mendengarkan Shabda Tuhan, apa kehendakNya untuk kita. Kita harus yakin bahwa Tuhan akan memberikan apa yang terbaik untuk kita di dunia ini. Oleh karena itu alangkah dungunya kita, kalau kita hanya merengek-rengek terus minta duniawi tanpa mau mendengarkan Shabda Tuhan. Shabda Tuhan adalah hening …. dalam hening … Dia datang … menampakkan CahayaNya, serta dengan lembut Dia menyapa hambanya. Dalam hening dengarkan Shabdanya melalui telinga bathin … Justru inilah harta yang amat sangat berharga bagi kita, bukan harta duniawi, namun perjumpaan denganNYA. Kata Rosulullah, pembersih hati adalah Dzikir dan jalan terdekat menuju kepada Allah adalah dzikir. Bila hati bersih pintu hati akan terbuka lebar, jalan menuju Allah bebas hambatan. Oleh karena itu mulai sekarang kita harus belajar berdzikir secara bertahap. Sebaiknya dilakukan setelah selesai sholat apa saja agar suasana sakral, suasana religiusnya terbina tahap demi tahap. Putarkan kaset musik lembut sebagai pembatas waktu serta wangiwangian atau dupa wangi untuk membantu menentramkan suasana hati kita yang sedang kalut. Duduklah dengan santai di atas kursi atau duduk bersila di atas lantai dengan alas yang empuk. Duduk setegak mungkin tapi harus santai, jangan dipaksakan. Usahakan agar posisi kepala, tulang punggung sampai tulang ekor berada dalam satu garis lurus. Kedua telapak tangan berada di atas paha. Santai,senyum dan pasrah sebagai langkah awal dari relaksasi. Agar perhatian kita tidak bercabang-cabang, maka mata harus dipejamkan. Niatkan dalam hati untuk memusatkan perhatian ke satu titik di kening di antara kedua alis mata atau membayangkan lafad Allah, atau bayangkan wajah ibu kita, atau bayangkan wajah kita sendiri, hanya niat saja, tanpa harus memaksakan diri. Semakin dipaksa kerja otak akan semakin giat. Biarkan seperti air mengalir. Biarkan apa adanya. Setiap pikiran yang berkelebat jangan dianalisa, namun harus kita sadari agar kita segera kembali ke titik semula. Lambat laun pun akan terjadi

relaksasi secara alami. Santai, senyum dan pasrahkan semuanya kepada Allah … Ujung lidah dilipat ke atas menyentuh langit-langit yang artinya dengan ujung lidah kita mengukir asma Allah pada langit-langit. Bila suatu saat nanti kita sudah tidak sanggup lagi untuk mengucapkan Asma Allah, maka cukup dengan menempelkan ujung lidah pada ukiran tersebut, berarti kita eling, ingat kepada Allah, maka kita mati dalam keadaan muslim…mati dalam keadaan berserah diri. Bacalah buku RAIHLAH HAKIKAT, JANGAN ABAIKAN SYARIAT terjemahan Wahyuddin dari Syeikh Abdul Qadir Jaelani : Adab as-Suluk wa at-Tawashshul ila Manazil al Muluk., di halaman terakhir…!!! Diceriterakan bahwa pada saat menjelang maut, ujung lidah Syeikh Abdul Qadir Jaelani dilipat ke atas menyentuh langit-langit mengucapkan Allah… Allah … kemudian beliau wafat… sebagai muslim… Ujung lidah tersebut akan memberikan rangsangan ke langit-langit diteruskan ke otak, ke kelenjar hypofisis, hypothalamus, thalamus dan kelenjar pineal. Hypofisis akan mengeluarkan hormon pertumbuhan untuk regenerasi sel-sel tubuh kita, daya kekebalan tubuh kita meningkat, dan sel anti kanker meningkat, sehingga tubuh kita menjadi sehat. Selain itu otak pun akan mengeluarkan hormon Endomorpin dan Melatonin yang akan mencapai kadar optimalnya pada saat puncak dzikir-meditasi, sehingga terjadi ekstase, otot-ototnya rileks, hatinya tenang dan tentram… Bila otaknya direkam maka akan muncul gelombang Alpa kemudian pada puncak meditasi muncul gelombang Theta, dengan frekwensi 4 – 7 Hz. Karena pengaruh Endomorpin pembuluh darah melebar, sirkulasi darah ke otak lancar, nutrisi dan oksigenisasi ke otak meningkat, sehingga sel otak yang aktif pun meningkat. Secara alami kita menjadi manusia yang cerdas lahir dan bathin. Kecerdasan Emosional dan kecerdasan Spiritualnya meningkat… Ini luar biasa. Pada saat menahan nafas, penyerapan oksigen menjadi optimal, sehingga proses metabolisme di dalam tubuh meningkat, terjadilah reaksi kimia berantai di dalam tubuh sehingga aktifitas elektron meningkat yang akan menimbulkan gelombang elektromagnetik disekeliling tubuh kita. Bila saat meditasi gelombang elektromagnet ini direkam dengan alat photo Kirlian yang sudah dimodifikasi maka akan terekam cahaya aura, diawali cahaya merah, kuning, hijau, biru, ungu dan pada saat puncak meditasi akan muncul cahaya putih di sekeliling tubuh kita… Kata Jalaluddin Rumi, apapun agamanya hasil akhir dari keimanan sama…

DO’A DAN DONGENG

BODONG…??? 20-Oktober-2013

Dr. H MAMAN SW SpOG http: //www.slideshare.net/drmaman

DO’A DAN DONGENG BODONG…??? Sesuai kebiasaan umat Islam di Indonesia, setelah jenazah dikubur kita berdo’a… tahlil… dilanjutkan do’a …talqin mayit : Maka ketika dua malaikat Munkar dan Nakir yang ditugaskan Allah mendatangi kamu, janganlah kamu menjadi terkejut atau gentar, karena keduanya adalah makhluk biasa seperti kamu, ketika mereka berdua bertanya kepada kamu : Siapakah Tuhan kamu ? Siapakah Nabi kamu ? Apakah agama kamu ? Apa kiblat kamu? Siapa pemimpin kamu? Dan siapakah saudaramu? Maka jawablah dengan tegas dan jelas serta meyakinkan : Allah adalah Tuhanku, Muhammad adalah Nabiku, Islam adalah agamaku, Ka’bah kiblatku, Al Qur’an adalah pemimpinku, dan kaum muslimin-muslimat, mukminin-mukminat adalah saudaraku.. Dan jika wanita jawablah : Aku rela Allah sebagai Tuhan, aku rela Islam agamaku, aku rela Muhammad Nabiku dan Rosul Allah… Selanjutnya berdo’a agar orang yang meninggal dunia itu masuk ke dalam surga…. Do’a talqin mayit ini sangat tidak pas karena : Semua umat mengatakan bahwa Tuhan Maha Mengetahui Segalanya, kenapa harus menugaskan malaikat untuk bertanya kepada mayat… jasad yang sudah mati. Bukankah di qur’an dikatakan bahwa tangan dan kaki mereka bahkan lidah mereka panca indera mereka memberikan kesaksian… Lidah, tangan dan kaki mereka menjadi saksi terhadap apa yang mereka kerjakan. ( AN NUR 24 : 24 ) Berkatalah kepada Kami tangan mereka dan memberi kesaksianlah kaki mereka terhadap apa yang dahulu mereka usahakan ( YAASSIIN 36 : 65 ) Pendengaran, penglihatan dan hati masing – masing akan dimintai tanggung jawabnya ( Al Isra 17 : 36 ) Kenapa jawaban bagi wanita berbeda …??? Yang menjawab pertanyaan ini mayat, jasmani yang mati atau Ruhnya…??? Bila mayat, tangan dan kaki mereka bersaksi… Bila Ruh yang menjawab maka … Apakah Ruh ada kelaminnya…???

Do’a ini sangat melecehkan Tuhan Yang Maha Mengetahui Atas Segalanya… Do’a ini menganggap Allah itu bego banget… sehingga menugaskan malaikat Munkar dan Nakir bertanya kepada mayat … SUBHANALLAH…..!!!??? Lalu apakah malaikat Rokib dan Atid tidak tersinggung… karena catatan hasil jerih payah mereka yang berisi rekaman jejak perilaku manusia tidak digubris…??? Apakah tidak ada koordinasi diantara para malaikat …??? Menurut lo gimana Bro…??? Bagaimana riwayatnya do’a seperti ini bisa muncul …??? Ada sesepuh yang berpendapat bahwa jin,setan dan iblis akan berusaha menghambat perjalanan ruh manusia menuju kepada Allah… Oleh karena itu yang harus dibacakan adalah Surat Pengusiran yaitu Surat Al Hasyr 59 : 21-22-23-24 lalu ditiupkan dari arah kiri kearah kanan, agar semua jin setan dan iblis yang menghalangi jalan disingkirkan. Kemudian dibacakan Surat At Taubah 9 : 128-129 agar utusan Allah yang asli datang menjemput Ruh dan mengantarkannya kepada Allah… Siapakah Utusan yang asli ??? Subbuhun Kuddusun Robbuna wa Robbul malaikatu wa Ruh… Itulah Dia Utusan yang asli… Cahaya diatas Cahaya, Allah akan membimbing dengan Cahayanya untuk menuju kepadaNya…( An Nuur 24 : 35 ). Semoga si sakit atau almarhum-almarhumah mendapatkan nikmat Islam dan keridho’an Allah…Amin… Surat Al Hasyr 59 : 21-22-23-24 : Kalau sekiranya Kami menurunkan Al Qur’an ini kepada sebuah gunung, pasti kamu akan melihatnya tunduk terpecah-belah disebabkan takut kepada Allah. Dan Kami buat perumpamaanperumpamaan itu untuk manusia agar mereka berpikir. Dialah Allah, tiada Tuhan selain Dia, Yang Mengetahui yang ghoib dan yang nyata. Dia Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Dia Allah, tiada Tuhan selain Dia, Raja, Yang Maha Suci, Maha Penyelamat, Maha Pemberi Keamanan, Maha Pemelihara, Maha Perkasa, Maha Kuasa, Maha Agung, Maha Suci Allah dari apa yang mereka persekutukan. Dialah Allah Yang Menciptakan, Yang Mengadakan, Yang Membentuk Rupa, Yang Memiliki Asma ul Husna. Bertasbih kepadaNya apa yang ada di langit dan di bumi. Dia Maha Perkasa dan Maha Bijaksana. Surat At Taubah 9 : 128-129 : Telah datang kepadamu seorang utusan dari kaum-mu sendiri, yang sangat merasakan penderitaan-mu, yang sangat menginginkan ( keimanan dan keselamatan ) bagimu, amat belas kasih dan penyayang terhadap orang-orang mukmin. Jika mereka berpaling, maka katakanlah : Cukup Allah bagiku, tiada Tuhan selain Dia, hanya kepadaNya aku bertawakal, dan Dia Tuhan Pemilik Arsy Yang Agung. Sebagaimana biasa do’a diakhiri dengan harapan agar si mayit masuk surga… Beribadah kepada Allah dasarnya ikhlas semata-

mata kepada Allah, jangan mengharapkan surga, jangan mengharapkan apapun, kecuali mengharapkan keridoan Allah. Dari Allah akan kembali kepada Allah… Dari Sang Pencipta kembali kepada Sang Pencipta … Semua ciptaanNya disebutnya makhluk … Surga pun ciptaan Allah … Jadi Surga itu pun makhluk… kita harus kembali kepada Allah bukan kembali ke pada makhluk ciptaanNya. Dari Cahaya kembali kepada Cahaya. Sesuai penelitian Einstain bahwa semua benda di dunia berasal dari Cahaya yang disebut Energi Quanta Kemudian … Energi Quanta bergabung, quanta 1- quanta2 – quanta 3 dst membentuk atom … membentuk molekul … akhirnya membentuk manusia… Bila kita mati, jasmaninya dikubur, membusuk dan bisa terurai kembali menjadi energy Quanta …. kemudian … kembali kepada Cahaya Semula … disebutnya SWARGA … SWAR : Cahaya dan GA : kembali… Dari Cahaya Allah akan kembali kepada Cahaya Allah … dengan penuh keikhlasan berserah diri kepada Allah … Firman Allah : 

Hai orang-orang yang beriman bertakwalah dengan sungguh-sungguh dan janganlah engkau mati kecuali dalam keadaan berserah diri … ( Al Imran 3 : 102 )

Do,a : 

Ya Allah wafatkanlah aku sebagai orang yang berserah diri kepada Mu… ( Al A’raf 7 : 126. Yusuf 12 : 101 )

Upahku tidak lain hanyalah dari Allah belaka, dan aku disuruh supaya aku termasuk golongan orang-orang yang muslim. ( YUNUS 10 : 72 ) Atau kamu meminta upah kepada mereka, maka upah dari Tuhanmu adalah lebih baik dan Dia pemberi rizki yang paling baik ( AL MU’MINUN 23 : 72 ) Dan aku sekali-kali tidak meminta upah kepadamu atas ajakan itu, upahku tidak lain hanya dari Tuhan Semesta Alam ( ASYSYU’ARA 26 : 180 ) Sesungguhnya kami memberi makanan kepadamu hanyalah untuk mengharapkan keridhoan Allah, kami tidak mengharapkan balasan dan tidak pula terima kasih dari kamu ( AL INSAN 76 : 9 ). Dan orang-orang yang sabar karena mencari keridhoan dari Tuhan-nya, mendirikan sholat dan menafkahkan rizki yang Kami berikan kepada mereka secara sembunyi atau terang-terangan serta menukar kejahatan dengan kebaikan, orang-orang itulah yang mendapat tempat akhir ( yang baik ) ( AR- RAD 13 : 22 ) Janganlah kamu membelanjakan sesuatu melainkan karena mencari keridhoan Allah ( AL BAQARAH 2 : 272 ) Dan keridhoan Allah adalah lebih besar, itu adalah keberuntungan yang besar ( AT TAUBAH 9 : 72 ) Ikhlas kepada Allah ( semata ) dan tiada mempersekutukan-Nya ( AL HAJJ 22 : 31 )

Maka sembahlah Allah dengan memurnikan (mukhlis) ketaatan kepada-Nya Katakanlah : “sesungguhnya aku diperintahkan supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam ( menjalankan ) agama” (AZ-ZUMAR 39 : 2, 11, 14 ) Mereka tidak diperintahkan melainkan agar beribadah kepada Allah dengan memurnikan (mukhlis) ketaatan kepada-Nya dalam agama ( AL BAYYINAH 98 : 5 ) … Tuhan menyuruh menjalankan keadilan, dan luruskanlah wajahmu di setiap sholat dan sembahlah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya… ( AL A’RAF 7 : 29 ). Sesungguhnya sholatku, ibadatku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam ( AL AN’AM 6 : 162 ) Bukan untuk mendapatkan surga, jangan mengharap apapun, biarkan Allah yang ngatur.. Wahai nafsu mutmainah ( jiwa yang tenang ), datanglah kepada Tuhan-mu dengan rasa suka cita dan penuh keridhoan, masuklah ke dalam golongan hamba-hamba-Ku dan masuklah kedalam surga-Ku ( Al Fajr 89 : 27 – 30 ) Ucapan selamat dari Tuhan. Salaamun qaulam mirobbirahiim ( YAASSIIN 36 : 58 ) Bila kita membaca buku : RAIHLAH HAKIKAT, JANGAN ABAIKAN SYARIAT, Adab-adab Perjalanan Spiritual, terjemahan Wahyuddin dari Syeikh Abdul Qodir Jaelani : Adab as-Suluk wa at-Tawashshul ila Manazil al Muluk, pada halaman terakhir, dikatakan bahwa pada saat Syeikh Abdul Qodir Jaelani menjelang maut, lidah beliau dilipat keatas menyentuh langit-langit menyebut Asma Allah… Allah… Kemudian beliau pun wafat … Beliau wafat sebagai muslim… Muslim artinya berserah diri… pasti wajah beliau bercahaya… Pada hari itu wajah mereka ( yang beriman ) berseri-seri, karena melihat wajah Tuhan-nya. Wajah-wajah ( orang kafir ) muram, karena akan ditimpakan kepadanya malapetaka yang dasyat ( AL QIYAAMAH 75 : 22-23-24-25 ) Lalu bagaimana dengan Rosulullah ….??? Beliau sangat mencintai umatnya … itu pasti … kita semua tidak ada yang meragukan Rosulullah … Rosulullah saw yang berakhlak mulia, jujur, tablig, amanah, fatonah… Namun tentang dongeng yang beredar sampai saat ini, bahkan di SCTV dalam sintron USTAD FOTO COPY, Safe’i berceramah tentang Rosulullah yang sangat mencintai umatnya … saat menjelang maut pun beliau masih memikirkan umatnya …. Sehingga yang terucap dari bibir beliau justru … UMATI … UMATI … bukan mengucapkan ASMA ALLAH …. SUBHANALLAH …. Dongeng ini sangat menghina Rosulullah … karena dongeng ini melukiskan seolah-olah Rosulullah wafat dalam keadaan tidak ikhlas … tidak berserah diri kepada Allah … pada saat-saat terakhir masih memikirkan umatnya … masih memikirkan duniawi… Ini suatu hal yang

tidak mungkin terjadi pada diri seorang Rosulullah … Mustahil Rosulullah wafat dalam keadaan tidak berserah diri kepada Allah… Subhanallah… Menurut lu gimana Bro…??? Mulai kapan dongeng ini beredar …??? Apakah dari para pendampingnya pada saat-saat terakhir beliau …??? Siapa saja yang mendampingi beliau pada saat-saat terakhir…??? Apakah berdasarkan Hadits …??? Siapa yang bertanggung jawab atas dongeng tersebut …??? Pegangan kita Al Qur’an dan Sunah. Apakah boleh, saat kita membimbing orang yang sedang sakaratul maut, kita berbisik di telinganya… umati.. umati… uu.. mati.. uu… mati.. mati… lu mati… mati deh lu…!!!??? Lu mampus…mampus… modddarrr…!!! Bukan Allah..Allah..Allah..!!! Ini luarrrr biasa… Masalah Hadits, mulai diperdebatkan 100 tahun setelah Rosulullah wafat … dan buku hadits pertama kali muncul konon kabarnya setelah 200 tahun Rosulullah wafat… berarti melalui proses panjang, melalui perdebatan sengit antara kelompok yang berkepentingan … Mungkin ada yang diberi bumbu atau ada yang disembunyikan bahkan ada yang dibuang … Kita tidak tau… Apakah dongeng saat-saat terakhir dari Rosulullah itu bisa kita percaya …??? Apakah kita tidak sadar dongeng itu sangat , sangat merendahkan martabat Rosulullah saw…??? Lu pikirin sendiri aja Bro …!!! Gue bingung …!!! Cape deh …!!! Diposkan oleh Spiritual di 05.46 12 komentar: Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi FacebookBagikan ke Pinterest

ke

TwitterBerbagi

ke

Jumat, 25 Januari 2013 TUNTUNAN PRAKTIS DZIKIR – MEDITASI Bagian 2-3 Revisi 01 Maret 2015

TUNTUNAN PRAKTIS DZIKIR – MEDITASI Revisi Bagian 2-3

02 Februari 2016

Perhatikan Firman Allah : Apabila telah Aku sempurnakan kepadanya (AL HIJR 15 : 29)

kejadiannya,

Aku

tiupkan

Ruh-Ku

RUH berasal dari CAHAYA ALLAH. RUH berasal dari DZAT YANG MAHA SUCI… Oleh karena itu RUH tetap SUCI tidak akan pernah kena polusi duniawi… Oleh karena Ruh tetap suci maka Ruh bisa berkomunikasi dengan Tuhan, bukan jasmaninya. Berarti Cahaya dengan Cahaya saling berkomunikasi. Sesuai dengan Hadits Rosulullah : Mengenal Tuhan harus melalui Tuhan. Ruh masuk kedalam jasmani manusia sambil membawa amanah : Sesungguhnya telah kami tawarkan amanah kepada langit, bumi dan gunung-gunung, akan tetapi mereka semua enggan memikulnya, karena takut menghianatinya, namun manusia bersedia memikulnya, karena manusia sungguh zalim dan bodoh (AL AHZAB 33 : 72) Semua JIWA-RUH sebelum dihembuskan kedalam jasmani Allah telah memberinya amanah, dibai’at dengan syahadat agar NAFSU-nya terkendali.. Setelah di dunia amanah tersebut dilalaikan, karena ada nafsu. Oleh karena itu manusia disebut insan yang artinya lalai. Wa iz akhaza Robbuka min bani adama min zuhurihim zurriyyatahum wa asyhadahum ala anfusihim alastu birobbikum, qolu bala syahidna… Dan (ingatlah) ketika Tuhan-mu mengeluarkan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap mereka ( dan berfirman ) : Bukankah AKU TUHANMU…??? Semua jiwa ( ANFUSIHIM ) menjawab benar kami bersaksi (Surat AL A’RAAF 7 : 172)… ANFUSIHIM bentuk jamak dari NAFS… dimana NAFS ini ada yang mengartikan NAFSU atau EGO, ada yang mentafsirkan JIWA dan ada juga yang mentafsirkan sebagai RUH… Kata NAFS ( ANFUSIHIM ) dalam Surat AL A’RAAF 7 : 172 akan lebih pas bila ditafsirkan sebagai NAFSU… Karena Ruh tetap suci, maka secara logika yang diberi amanah, yang dibai’at dengan syahadat itu NAFSUNYA, agar NAFSUNYA TERKENDALI, bukan jasmaninya dan bukan pula Ruhnya… Ketika masih di dalam kandungan, kita sudah hidup karena sudah diberi Ruh, tapi belum bernafas…nafsunya belum muncul. Setelah lahir kedunia baru kita bernafas yang keluar masuk melalui lubang hidung. NAFAS berasal dari kata NAFS..artinya NAFSU yang bisa dikendalikan dengan cara

MENGATUR PERNAFASAN melalui DZIKIR QOLBU, sehingga KESADARAN RUHNYA bangkit mengendalikan NAFSU. Kesadaran Ruh adalah kesadaran sejati… Agar kesadaran Ruh kita bangkit maka jasmani harus “dimatikan”, kerja otak harus dihentikan, otak harus berhenti berfikir. Ego kita harus dimatikan sehingga kesadaran Ruhnya bangkit untuk berkomunikasi dengan Allah dengan cara DZIKIRMEDITASI… Hening, tanpa suara, tanpa kata-kata, karena yang bisa berkomunikasi serta yang akan kembali kepada Tuhan adalah Ruh. Oleh karena itu hati harus bersih dari segala macam nafsu… Petunjuk dari Allah datangnya ke hati, bukan ke otak… Jangan terpesona pada suara-suara yang lewat telinga, itu bisikan syaetan. Bila mendengar bisikan atau suara lewat telinga kita mohon di dalam hati kepada Allah : Yaa Allah hamba mohon mujizatnya dua kalimah syahadat… sambil menahan nafas baca dalam hati dua kalimah syahadat, melalui imaginasi tiupkan ke telinga kita yang menerima bisikan. Pada saat Rosulullah pertama kali menerima Firman Allah, beliau menggigil ketakutan karena mendengar suara yang menakutkan, bumi terasa berguncang. Ketika menerima Firman-firman Allah berikutnya, beliau sudah terbiasa, suara yang terdengar pun bervariasi, suatu ketika berdengung seperti suara lebah, kadang-kadang seperti suara lonceng, suara seruling, musik surgawi yang merdu. Setelah mendengar suarasuara tersebut Rosulullah merasa bahwa Firman itu sudah ada di dalam qolbunya. Dengan demikian sesungguhnya Al Qur’an sudah terprogram dalam hati kita masing-masing. Itulah Al Qur’an sejati yang ada di dalam diri. Perhatikan beberapa Firman Allah : Dialah Jibril yang telah menurunkan Al Qur’an ke dalam qolbumu atas izin Allah ( AL BAQARAH 2 : 97 ) ( Al Qur’an ) ini adalah ayat-ayat yang nyata di dalam hati orangorang yang diberi ilmu dan hanya orang-orang durjana yang mengingkari ayat-ayat Kami ( AL ANKABUT 29 : 49 .) Dia (Allah) akan memberi petunjuk kepada Hatinya ( AT-TAGABUN 64 : 11 ) Sesungguhnya Al Qur’an yang mulia berada pada kitab yang terpelihara dan tidak tersentuh kecuali oleh mereka yang di sucikan ( AL WAQI’AH 56 : 77-78 ) Oleh karena itu Rosulullah bersabda : Belajarlah sampai ke negeri CINA Bacalah kitab yang kekal yang berada di dalam dirimu … Apa yang dimaksud kitab yang kekal yang berada di dalam dirimu…??? Itulah Al Qur’an yang mulia, Al Qur’an sejati yang ada di dalam diri …

Kenapa Rosulullah saw menganjurkan belajar ke negeri Cina…??? Kenapa bukan ke negeri Arab…??? Ada apa di negeri Cina…??? Di negeri Cina ada tata cara dzikir-meditasi… Konon kabarnya Rosulullah saw.. pernah berniaga ke wilayah Timur dan membawa SUTRA dari Timur… Secara logika penghasil sutra di wilayah Timur adalah Negara CINA. Bukan suatu hal yang mustahil bila Allah menghendaki, Rosulullah saw dipertemukan dengan TOKOH SPIRITUAL CINA yang mengajarkan meditasi kepada Rosulullah saw.., kemudian beliau melakukannya di GUHA HIRO. Konon kabarnya Rosulullah saw meditasi di Guha Hiro selama 40 malam berturut-turut .. sampai turun WAHYU pertama… Menurut Al Ghazali dan Ibnu Arabi : Barang siapa mengenal dirinya maka dia mengenal Tuhannya. Barang siapa mengenal Tuhannya maka dia merasa dirinya bodoh. Barang siapa mencari Tuhan keluar dari dirinya maka dia akan tersesat semakin jauh… Walaupun ini bukan Hadits Rosulullah…namun sangat populer di kalangan para sufi…!!! Faktanya memang Allah tidak ada di Mekah… Apakah Tuhan ada di Mekah ataukah di Cina …??? Tidak ada satu ayatpun yang mengatakan Allah ada di Mekah atau di Cina…!!! Perhatikan firman-firman ALLAH : Katakanlah bahwa Aku dekat ( AL BAQARAH 2 : 186 ). Lebih dekat Aku dari pada urat leher ( AL QAF 50 : 16 ). Akan Kami perlihatkan kepada mereka, tanda-tanda Kami disegenap penjuru dan pada diri mereka ( FUSHSHILAT 41 : 53 ) Dzat Allah meliputi segala sesuatu ( FUSHSHILAT 41 : 54 ) Dia bersamamu dimanapun kamu berada ( AL HADID 57 : 4 . ) Kami telah mengutus seorang utusan dalam diri-mu ( AT TAUBAH 9 : 128) Di dalam dirimu apakah engkau tidak memperhatikan ( AZZARIYAT 51 : 21 ) Tuhan menempatkan diri antara manusia dengan kolbunya ( AL ANFAL 8:24 ) Sesuai Hadits Qudsi : Dalam dada ada kolbu, di dalam kolbu ada fuad, di dalam fuad ada syagofa, di dalamnya ada Sir, di dalam Sir ada AKU… Oleh karena itu wajarlah bila AL GHAZALI serta para sufi tidak menganjurkan mencari Tuhan ke Mekah, tapi mencari Tuhan ke dalam diri, agar tidak tersesat. Kenyataannya memang benar bahwa perjalanan mencari dan mengenal Allah bukan perjalanan ke Masjidil Harom, bukan pula ke Mekah, namun perjalanan dari alam lahiriyah ke alam bathiniyah, perjalanan yang transendental, perjalanan yang tidak masuk akal.

Ingat bahwa Hadist mulai dipermasalahkan setelah 100 tahun Rosulullah wafat, melalui perdebatan panjang antar kelompok kepentingan, mungkin wajar bila ada Hadits yang sengaja dihilangkan…!!! Who know gitu loh…!!!??? Menurut Charan Singh yang beragama Hindu : Untuk bertemu dengan Tuhan, kita harus bisa mati selagi hidup. Kita harus meditasi, yaitu hening, mengosongkan pikiran, menghampakan tubuh dan membawa aliran jiwa atau ruh ke suatu titik diantara dan dibelakang mata, yang disebut mata ke tiga, sambil dalam hati mengulang-ngulang nama Tuhan. Dengan meditasi kita menyatukan jiwa atau ruh dengan kekuatan Cahaya dan Suara di dalam. Hanya dengan memusatkan perhatian kita ke mata ketiga itu sajalah kita bisa mendengar suara di dalam. Suara di dalam itulah yang akan menarik kita naik ke dalam cahaya. Yang dimaksud mata ketiga adalah pusat pikiran dan jiwa atau ruh dalam keadaan sadar, terletak ditengah-tengah dahi diantara kedua alis mata, lebih tepatnya lagi, kira-kira satu setengah inci dari pusat itu ke arah dalam. Selama kita masih belum menarik kesadaran kita ke pusat mata ketiga dan menghubungkannya dengan Ruh, dengan Sumber Suara, Sumber Firman di dalam, kita tidak dapat mati selagi hidup. Proses kematian pun seperti itu, ruh kita akan tertarik naik mulai dari telapak kaki ke pusat mata ketiga. Perbedaan penting adalah pada mati selagi hidup hubungan ruh dengan tubuh tidak terputus. Setelah mencapai mata ketiga maka perjalanan ruh yang sesungguhnya akan dimulai. Bila seluruh kesadaran telah meninggalkan tubuh bagian bawah dan kita telah melewati mata ke tiga, maka ruh kita akan keluar dari tubuh jasmani dan memasuki alam astral, Out Of Body Experience ( OOBE ). Tanpa mati selagi hidup, tanpa meditasi kita tidak bisa masuk ke dalam untuk berjumpa dengan Tuhan, Guru Sejati kita. Satu-satunya jalan untuk mencapai Guru Sejati adalah melalui meditasi. Tujuan meditasi adalah untuk memperoleh ketenangan serta perasaan cinta kasih di dalam hati. Ketenangan baru diperoleh bila semua penutup telah disingkirkan dari jiwa, maka jiwa pun menjadi bersinar dan menjadi murni, sehingga layak untuk bersatu dengan Tuhan. Meditasi adalah do’a tanpa kata-kata. Do’a dengan kata-kata adalah sarana menuju meditasi. Dengan meditasi kita berserah diri sepenuhnya kepada Tuhan tanpa pamrih, berserah diri secara sempurna. Meditasi adalah do’a yang sesungguhnya, do’a yang terbaik, yang amat sangat menyenangkan Tuhan, yang akan diterima Tuhan, karena Ruh kita ingin kembali bersatu dengan-Nya. Pada puncak meditasi akan dicapai suatu kondisi “trance” mistik. Suatu tingkatan kenikmatan dimana kesadaran akan dunia materi hilang. Keheningan yang sangat dalam. Kondisi seperti itulah yang disebut

samadhi … akhirnya mencapai Yoga … artinya manunggal … dimana ruh kita memasuki alam ghoib.

penyatuan,

Istilah SAMADHI menurut AL GHAZALI adalah mencapai tahap fana dan kasyaf. Fana artinya lebur dan larut. Kata Al Hallaj bagaikan anggur tercampur air murni. Sedangkan kasyaf artinya terbukanya hijab atau tabir. Dalam hal ini pandangan mata bathin kita, mata hati kita, mata kebijaksanaan kita akan menjadi tajam. Mulai hari ini Aku buka tabir yang menutupi matamu, maka pandangan matamu menjadi tajam (Al Qaaf 50 : 22) Menurut Suma Ching Hai yang beragama Budha : Walaupun pada awalnya berbeda-beda namun untuk mencapai puncak pencerahan Ruhani hanya ada satu jalan yaitu melalui kontemplasi pada Cahaya dan Shabda yaitu Getaran di dalam . Sehingga kita bisa melakukan kontak dengan Ruh, dimana Ruh ini merupakan manifestasi dari Cahaya dan Getaran Suci. Inilah yang disebut metode Kuan Yin. Metode ini adalah metode pendengaran dan penglihatan ruhani, metode transendental ( tak terjangkau akal ) yang tidak dapat diuraikan melalui bahasa manusia. Semua ditransmisikan dalam keheningan. Shabda, Firman atau Logos tersebut merupakan musik surgawi, merupakan bahasa dari Cinta Kasih Universal dan Kecerdasan Agung. Semua ajaran berasal dari Suara Hening ini, semua bahasa berasal dari bahasa Universal ini. Melodi surgawi ini dapat menyembuhkan semua luka, serta dapat memenuhi dan memuaskan semua dahaga duniawi. Suara inipun dapat membersihkan kita dari semua dosa-dosa dan membawa kita ke Sumber Asalnya. Jalaluddin Rumi Sufi besar dari Persia menulis sebagai berikut : Bila makrifat kepada Dzat ingin kau dapat, lepas aksara, galilah makna. Katupkan bibirmu, tutup matamu, sumbat telingamu. Tertawakan aku manakala engkau tidak melihat Rahasia Yang Maha Benar. Dengan demikian secara tidak langsung Rumi mengajak kita untuk bertafakur, mengajak kita untuk bermeditasi, mengajak kita untuk menyelam lebih dalam sampai ke dasar samudera makrifat, untuk mendapatkan mutiaranya. Mencari Dia Yang Sejati. Dia Yang Berdiri Dengan Sendirinya tanpa penolong. Belum ada apa-apa disampingnya. Belum ada nada, belum ada suara yang bisa kita dengar, belum ada aksara, belum ada Kitab apapun, belum ada Zabur, Taurat, Injil maupun Al Qur’an dan Hadits. Dia wajib adanya, tapi bisa juga mungkin adanya. Dia berada dalam kekosongan, kehampaan, kesunyatan, keheningan. Tutup semua kitab, buka mata hati… Hening, dalam keheningan rasakan keberadaan-Nya dengan Nurani yang bening, dalam hening dengarkan Shabda-Nya, dengarkan Firman-Nya dengan telinga bathin …

Rumi mengisyaratkan agar kita tidak terpaku pada aksara. Al Kitab ibarat perahu yang membawa kita ke tengah Samudera Ahadiyah, Samudera Ketuhanan, bila kita ingin mendapatkan mutiaranya maka mau tidak mau kita harus menyelam, menyelam ke dalam qolbu, mencari dan mengenal Rumah Tuhan yang sejati, mencari Dia Yang Sejati, Barang siapa mengenal dirinya, maka dia mengenal Tuhan-nya. Barang siapa mengenal Tuhannya maka dia merasa dirinya bodoh. Barang siapa mencari Tuhan keluar dari dirinya sendiri, maka dia akan tersesat semakin jauh…!!! Rumi pun menulis sebagai berikut : Salib dan Orang Kristen, dari ujung ke ujung ku periksa : Dia tidak ada lagi di salib. Aku pergi ke rumah berhala, ke pagoda tua; tiada tanda apapun di sana. Aku pergi ke bukit Herat dan Kandahar; ku pandang : Dia tidak ada di bukit maupun di lembahnya. Dengan niat kuat ku beranikan diri ke puncak gunung Qaf; Di tempat itu hanya ada tempat tinggal burung “Anqa” Aku pun mengubah pencarianku ke Ka’bah; Dia tidak berada di tempat kaum muda dan tua. Aku bertanya kepada Ibnu Sina tentang-Nya; Dia ternyata di luar jangkauannya. Ku beranikan diri menuju ke “jarak dua busur”; Dia pun tidak ada di ruang agung itu. Aku menatap hatiku sendiri; disana kulihat Dia… Dia tidak berada di tempat lain. Pada bagian lain Rumi menulis sebagai berikut : Jauh di dalam qolbu ada Cahaya Surga marak menerangi paras lautan tanpa suara yang tiada batas. Oh, bahagianya mereka yang menemukannya dalam tawakal, Rupa segala yang dipuja setiap insan. …. Dst… Sia-sialah kita mencari dengan nafsu tak terjinakan untuk sampai pada visi Satu Jiwa Abadi Cinta, hanya cinta yang dapat membunuh apa yang tampaknya telah mati, ular nafsu yang telah membeku Hanya cinta… lewat air mata doa dan nyala rindu Terungkaplah pengetahuan yang tak pernah dapat di sekolah Semua menuju ke satu tujuan dalam Tuhan… Pada bagian akhir dari puisi ini Rumi menulis : Ketika kebenaran bersinar, tiada kata dan cerita yang dapat terucap Kini dengarkan Suara di dalam hatimu. Selamat berpisah Selamat berpisah adalah ucapan selamat atas berpisahnya ruh dari jasad…

Dengan demikian sesungguhnya Rumi pun mengisyaratkan kepada kita untuk bisa mati sebelum mati melalui meditasi Cahaya dan Shabda. Meditasi untuk melihat Cahaya dan mendengarkan Shabda Tuhan di dalam kolbu. Karena di dalam kolbu ada AKU sebagai sumber Shabda, sebagai sumber Firman, sebagai Sumber Al Qur’an tanpa tulis. Ingat baik-baik, petunjuk dari Alah itu ke hati bukan melalui telinga… Petunjuk itu dari AKU kepada AKU… Perhatikan Firman-firman Allah : Jibril itu telah menurunkan Al Qur’an ke dalam qolbumu ( AL BAQARAH 2 : 97 ). Dia (Allah) akan memberi petunjuk kepada hatinya ( AT-TAGABUN 64 : 11 ) ( Al Qur’an ) ini adalah ayat-ayat yang nyata di dalam hati orangorang yang diberi ilmu dan hanya orang-orang durjana yang mengingkari ayat-ayat Kami ( AL ANKABUT 29 : 49 ) Sesungguhnya telah datang kepadamu dari Allah Cahaya dan Kitab yang terang ( AL MAIDAH 5 : 15 ) Mari kita simak juga Surat Yaassiin 36 : 82 : Bila Tuhan menghendaki, maka Dia bersabda : KUN … FAYAKUN. Berarti semua kejadian, seluruh keberadaan alam semesta ini diawali dengan Shabda, Firman, Kalam atau Logos : KUN … JADILAH Menurut Al Kitab : Pada mulanya adalah Shabda, Shabda adalah Tuhan, kemudian Shabda bersama Tuhan. Ibarat biji berasal dari pohon dan pohon berada dalam biji, karena di dalam biji ada benih, ada potensi, ada Shabda : KUN…Jadilah, maka jadi. Pada awalnya Tuhan bersabda KUN. Kemudian muncul titik Cahaya Pertama yang disebut Nur Muhammad, sebagai sumber penciptaan seluruh keberadaan. Nur Muhammad disebut juga sebagai Jauhar Awal – Jauhar Akhir.. Hadits Qudsi : Aku adalah perbendaharaan yang tersembunyi, oleh sebab cinta, Aku ingin dikenal, maka Aku jadikan makhluk ( Nur Muhammad ) agar ia mengenal akan Aku. Hadits Rosulullah SAW : Aku adalah bapak dari segala ruh. Aku berasal dari Cahaya Allah, semua yang ada di alam ini berasal dari cahaya ku. Yang mula-mula dijadikan Allah adalah Nur Nabimu ya Jabir dan Allah jadikan dari Nur itu segala sesuatu dan engkau wahai Jabir adalah termasuk sesuatu itu.

Wajar bila ada sesepuh yang mengatakan bahwa Ruh berasal dari Nur Muhammad, dimana Nur Muhammad itu disebut juga sebagai Ruh Idhofi atau Wujud Idhofi. Setelah Aku sempurnakan kejadiannya, kedalamnya ( Al Hijr 15 : 29 ).

Aku

hembuskan

Ruh-Ku

Ruh-Ku atau Ruh Idhofi ini merupakan essensi Dzat Ilahiyah yang berada di dalam setiap ciptaanNya, di dalam patung, di dalam batu, bahkan dalam debu sekalipun.. Essensi Dzat Allah berada di dalam inti setiap sel, berada di dalam inti setiap atom, berada di dalam inti setiap ciptaanNya, sebagai Sumber Energi Tersembunyi Yang Maha Dasyat… telah terbukti secara ilmiah … bila inti atom itu bergetar, Energi itu bisa menghancurkan kota Hiroshima dan Nagasaki di Jepang… Bila kita bisa menggetarkan essensi Dzat Ilahiyah di dalam setiap atom yang berada di dalam diri kita,… itu luar biasa. Secara minimal kita akan merasakan bergetar hatinya ( Al Anfal 8 : 2 ),, merinding kulitnya ( AzZumar 39 : 23 ), kemudian akan menyungkur dan menangis ( Maryam 19 : 58 ). Kata Rosulullah, manusia itu dalam keadaan tidur, ketika mati baru dia terbangun. Harus bisa mati sebelum mati, agar kesadaran Ruhnya bangkit… Energinya bangkit. Wajar bila Al Ghazali mengatakan bahwa tauhid murni adalah penglihatan atas Tuhan dalam semua ciptaanNya, bila kita tidak menyadari keberadaan Tuhan di dalam setiap ciptaanNya maka islamnya adalah islam semu. Kata Ibn Arabi, itulah yang disebut Wahdatul Wujud. Lalu apakah Ibn Arabi, Al Ghazali, Jalaluddin Rumi, Al Hallaj serta para sufi lainnya yang menganut paham Wahdatul Wujud itu sesat…!!!??? Apakah Rosulullahpun sesat bila beliau mengatakan : Aku Ahmad tanpa mim, berarti Aku Ahad.. Aku Arab tanpa ain, berati Aku Rab…!!! Lu pikirin aja sendiri Bro…!!! Cape deh… Dia bersamamu dimanapun kamu berada ( AL HADID 57 : 4 . ) Tanda-tanda Kami disegenap penjuru, dan didalam diri mereka sendiri ( FUSHSHILAT 41 : 53 ) …di dalam dirimu, apakah engkau tidak memperhatikan ( ADZDZARIYAT 51 : 21 ). Kami telah mengutus seorang utusan dalam diri-mu ( AT-TAUBAH 9 : 128) Tuhan menempatkan diri antara manusia dengan kolbunya ( AL-ANFAL 8:24 ) Perhatikan Surat An Nuur 24 : 35 :

Allah adalah Cahaya langit dan bumi. Cahaya di atas Cahaya, Tuhan akan membimbing dengan Cahaya-Nya kepada yang Dia kehendaki. Kemana ??? Tentu saja kepada Cahayanya. Tanpa cahaya kita akan seperti orang buta yang berjalan sambil meraba-raba, tanpa arah dan tujuan. Surat An Nuur 24 : 36 : Cahaya itu menerangi rumah-rumah, di dalamnya Allah berkenan untuk dijumpai dan dimuliakan Namanya serta bertasbih pagi dan petang… SUCIKANLAH RUMAHKU bagi mereka yang thowaf, itikaf, yang ruku dan sujud ( AL BAQARAH 2 : 125 ). Janganlah kamu mempersekutukan Aku dengan apapun, SUCIKANLAH RUMAHKU bagi mereka yang thowaf, mendirikan dan ruku bersujud ( AL HAJJ 22 : 26 ) HADITS QUDSI : Di dalam setiap rongga anak Adam Aku ciptakan suatu mahligai yang disebut dada, dalam dada ada kolbu, dalam kolbu ada fuad, dalam fuad ada syagofa, di dalam syagofa ada Sir, di dalam Sir ada AKU …. Fuad adalah hati yang bersih. Syagofa artinya yang lebih dalam… Jadi beralasan bila para sufi mengatakan : KOLBU MUKMIN BAITULLAH Rumah-KU yang mana dan rumah siapa yang dimaksud??? Kolbu mukmin baitullah. Itulah Baitullah yang sejati, Itulah RumahNya, yang harus disucikan.. agar tidak menjadi sarang syaeton dan iblis… Di dalamnya ruh bersujud, memuliakan NamaNya serta bertasbih pagi dan petang… Karena sesungguhnya semua ruh manusia sudah muslim, sudah berserah diri sejak di alam arwah, sejak hari pertama di dalam kandungan ibu, sejak hari pertama dilahirkan… Tuhan berfirman : Bukankah aku Tuhanmu. Para Ruh-Jiwa menjawab : Benar kami bersaksi ( Al A’raf 7 : 172 ). RumahNya tidak dibuat dari batu bata, tapi dari kesucian, kedamaian, keselamatan, kasih sayang, kesabaran dan keikhlasan serta berserah diri kepada Allah melalui keimanan dan ketakwaan,… Itulah Fitrah… Itulah Islam sejati, bukan Islam Arabi… Itulah AGAMA FITRAH SEBAGAI ATURAN DAN JALAN YANG TERANG dari Allah yang diturunkan melalui para Rosul untuk seluruh umat manusia… Sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu BERBANGSA-BANGSA dan BERSUKU-SUKU agar kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang YANG PALING MULIA diantara kamu di sisi Allah dialah ORANG YANG

PALING TAQWA diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal (AL HUJURAT 49 : 13) UNTUK SETIAP UMAT diantara kamu, Kami berikan ATURAN ( SYARIAT ) dan JALAN YANG TERANG (JALAN SPIRITUAL) .. Bila Allah menghendaki, pasti kamu dijadikan satu umat (saja), tetapi Allah hendak menguji kamu terhadap karunia yang diberikan-Nya kepada kamu, maka berlomba lombalah berbuat kebajikan …( AL MAIDAH 5 : 48 ) Hadapkan wajahmu pada Agama Fitrah, Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu, tidak ada perubahan pada fitrah Allah ( ARRUM 30:30 ).. Allah mengajarkan tentang AGAMA FITRAH kepada semua umatnya di seluruh dunia sebagai ATURAN dan JALAN YANG TERANG bagi kehidupan umat manusia di dunia dan akhirat… AGAMA FITRAH adalah AGAMA yang mengajarkan tentang kesucian, kedamaian, keselamatan, kasih-sayang, kesabaran, keikhlasan serta berserah diri kepada Tuhan melalui keimanan dan ketaqwaan. Apapun YG DIAJARKAN ALLAH pasti SEMPURNA, tidak mungkin manusia bisa merubahnya.. FITRAH itulah RUH ISLAMI sebagai ATURAN dan JALAN YANG TERANG apapun nama agamanya…!!! Itulah ISLAM SEJATI yang diajarkan Allah melalui para Rosul kepada semua umatnya di dunia sesuai bahasa kaumnya HINDU-BUDHA-NASRANI-ISLAM… Bagi setiap umat ada Rosul, ( YUNUS 10 : 47 ). Bagi tiap-tiap masa ada kitab ( AR RAD 13 : 38 ) Kami tidak mengutus seorang Rosulpun, melainkan dengan bahasa kaumnya, supaya ia dapat memberikan penjelasan dengan terang kepada mereka ( IBRAHIM 14 : 4 ). Di ibaratkan Allah memberi kita beras, supaya mudah dicerna dan enak rasanya, maka kita olah jadi nasi kebuli, jadi nasi goreng, jadi nasi rames, jadi nasi padang itu semua bagi yang sehat, untuk yang sakit kita buatkan bubur ayam…. Setelah dioalah namanya jadi berbeda. HINDU-BUDHANASRANI-ISLAM. namun bahan dasarnya TETAP BERAS… Allah akan murka bila otak kita ngga di pake… Allah menimpakan kemurkaan kepada orang-orang yang tidak mempergunakan akalnya (Yunus 10 : 100) Demikian juga agama Fitrah…setelah diolah ada yang menyebutnya PEPAYA, ada yang bilang KATES, ada yang bilang GEDANG… setelah dikupas isinya sama, ketika dimakan rasanya sama dan hasil akhirnya juga sama. karena untuk mencapai puncak spiritual tata caranya juga sama, yaitu harus melalui DZIKIR-MEDITASI sehingga bisa mencapai tingkat IKHSAN dan menjadi INSAN KAMIL…. Orang JAWA menyebutnya.. ILMU SEJATI SANGKAN PARANING DUMADI Orang SUNDA menyebutnya.. AGAMA SUNDA WIWITAN…

Wajar bila kang Aqil S. dan tokoh-tokoh NU menutup buku mengenai masalah perbedaan agama… tidak perlu diperdebatkan lagi… Walaupun beda bahasa…namun ESSENSI dan SUBSTANSINYA tetap sama, tidak pernah berubah… KARENA AGAMA DI MUKA BUMI CUMA SATU … YAITU AGAMA FITRAH Hadapkan wajahmu pada Agama Fitrah, karena Fitrah Allah tidak pernah berubah. KENAPA KITA HARUS BERTENGKAR…??? Sesungguhnya agama kamu ini satu ( AL ANBIYA 21 : 92 ) Agama di sisi Allah adalah Islam-Fitrah ( ALI IMRON 3: 19 ) Aku ridhoi Islam ( Fitrah ) sebagai agama bagimu ( AL MAIDAH 5 : 3 ) Hadapkan wajahmu pada Agama Fitrah, Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu, tidak ada perubahan pada fitrah Allah ( ARRUM 30:30 ).. Sesungguhnya ini adalah agama kamu semua, agama yang satu dan AKU adalah Tuham-mu, maka bertaqwalah kepada-KU ( AL MU’MINUN 23 : 52 ) Kemudian mereka menjadikan agama mereka terpecah-belah menjadi beberapa pecahan. Tiap-tiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada sisi mereka ( masing-masing ). Maka biarkanlah mereka dalam kesesatannya sampai suatu waktu ( AL MU’MINUN 23 : 53-54 ) Dan telah Aku ridhoi Islam (fitrah,damai) menjadi agamamu (Al Maidah 5 : 3) Sesungguhnya agama kamu itu satu saja, dan Aku adalah Tuhanmu, oleh karena itu sembahlah Aku ( Al Anbiya 21 : 92 ) Semua agama mengajarkan tentang Fitrah… mengajarkan tentang Islam … Itulah Islam yang hakiki yang sudah terprogram dalam hati nurani kita masing-masing… Tanpa kita sadari itulah Islam Sejati yang dianut semua umat… Itulah Islam yang diridhoi Allah…!!! Bukan Islam ARABI… SUNI… WAHABI… SYI’AH…!!! Semua Rosul sudah muslim, sudah berserah diri kepada Allah. Semua Rosul mengajarkan tentang Fitrah. Karena sesungguhnya agama di dunia itu satu… yaitu agama Fitrah… Hadapkan wajahmu pada agama Fitrah, karena Fitrah Allah tidak pernah berubah, yang berubah adalah zamannya, peradabannya, budayanya dan ilmu pengetahuan umatnya dari zaman purba sampai sekarang zaman IPTEK… Bagaimana menurut Al Ghazali ??? Beliau membahas Surat An Nuur 24 : 35 dalam Myskat Al Anwar : Allah adalah Cahaya langit dan bumi, Cahaya di atas Cahaya, Allah akan membimbing dengan Cahayanya kepada yang Dia kehendaki.

Menurut Al Ghazali, Cahaya Yang Sejati adalah Allah, yang lainnya hanya sekedar mayaz, kiasan, sekedar “pinjaman” dari CahayaNya. Melalui Cahaya Sejati inilah orang-orang arif “mi’raj”, melakukan pendakian dari mayaz ke puncak hakikat, sehingga mereka melihat dengan musyahadah, penyaksian secara langsung. Sesungguhnya kamu melalui tingkat demi tingkat ( Al Insiqaaq 84 : 19 ) Menurut Al Ghazali tiada jalan lain kecuali melalui jalan yang telah ditempuh para sufi, yaitu orang-orang yang telah mendapat Hidayah Allah serta telah mencapai pencerahan sempurna. Jalan yang dimaksud adalah Tasawuf. Menurut Hadi, tasawuf adalah jalan untuk mencapai makna hakiki ajaran Islam. Menurut Simuh, tasawuf adalah ajaran atau kepercayaan tentang hakikat atau Tuhan yang bisa didapatkan melalui tanggapan kejiwaan yang terlepas dari tanggapan akal, pikiran dan panca indera. Ciri khas tasawuf adalah fana dan kasyaf. Tanpa fana dan kasyaf itu bukan tasawuf. Secara garis besarnya, tasawuf adalah pelajaran tentang tata cara mensucikan jasmani dan ruhani, mensucikan lahir dan bathin agar bisa menjadi manusia mulia (insan kamil) yang mendapatkan keridhoan Allah melalui proses fana dan kasyaf. Rahasia tasawuf berada dalam kandungan Al Qur’an dan Sunah. Oleh karena itu, tasawuf disebut juga sebagai mistikisme Islam. Kata mistik sendiri berasal dari kata myen dalam bahasa Yunani, ada kaitannya dengan kata misteri yang artinya “menutup mata” atau terlindung di dalam rahasia. Tersirat di dalamnya ada suasana, kekudusan dan kekhusuan dalam upaya menangkap Rahasia Tuhan melalui disiplin spiritual yang ketat dan sunguh-sungguh (Schimmel, 1981).

Menurut Al Ghazali untuk bisa makripat kepada Dzat ada tiga tahap : 1. Bersihkan Hati … Yaitu : mohon ampunan dan kasih sayang Allah, sabar, ikhlas dan pasrah. Hati harus bersih, karena hati merupakan pintu masuk ke alam ghoib. Pintu hati akan terbuka bila sudah bersih. 2. Istirahatkan pikiran … Yaitu melalui kontemplasi, melalui dzikirullah. 3. Mencapai fana dan kasyaf… melalui iluminasi. Mencapai fana, ego kita lebur, larut, menyatu dengan alam, terbebas dari ruang dan waktu, terbebas dari pengkotakkan duniawi, baqo dalam Tuhan, akhirnya mencapai kasyaf yaitu terbukanya tabir…

Yang disebut meditasi itu apa??? Meditasi adalah dzikirullah… Meditasi adalah hening, mengosongkan pikiran sambil dalam hati mengulang-ngulang nama Tuhan. Saat meditasi-dzikir ada Cahaya dalam bathin. Tuhan memperlihatkan Cahayanya.

Menurut Khrisnamurti : Essensi meditasi adalah berakhirnya pikiran. Otak berhenti berpikir sepenuhnya. Bathin yang meditatif adalah hening, suasana bathin yang sangat religius. Pada saat itu muncul letupan gelora kasih sayang yang luar biasa, kasih sayang universal tanpa syarat, penyerahan total kepada Allah. Kondisi seperti itulah yang disebut samadhi, tidak ada lagi pemisahan dan pengkotakan duniawi. Di dalam kasih sayang ini semua pemisahan dan pengkotakan duniawi berakhir, terbebas dari ruang dan waktu. Otak terbebas dari pikiran mesjid, gereja, kuil, pagoda, doa-doa maupun lagulagu pujian lainnya. Otak tidak lagi berfikir hitam-putih, coklat-kuning, mata belo mata sipit. Karena kita telah sadar dan telah mengenal rumah Tuhan Yang Sejati, Kuil Tuhan Yang Sejati, Masjid Tuhan Yang Sejati, buatan Tuhan sendiri, tidak dibuat dari batu bata, tapi dari kesucian, kedamaian, keselamatan, kasih – sayang, kesabaran dan keikhlasan serta berserah diri kepadaNya melalui keimanan, ketakwaan… Itulah fitrah… Itulah Islam yang diridhoi Allah yang dianut semua umat…. Kita sadar bahwa Tuhan tidak berada di bumi, tidak berada di langit, akan tetapi Dia bersemayam dalam hati orang-orang yang beriman. Kata para Sufi : Kolbu mukmin baitullah. Di dalamnya Ruh bersujud sejak hari pertama Ruh dihembuskan ke dalam janin dalam kandungan ibu. Kita sadar bahwa Allah tidak beragama, karena Dia-lah pemilik semua agama. Allah tidak bersyahadat, karena Dia-lah yang memerintahkan umat manusia untuk bersyahadat kepada-Nya. Perhatikan Firman Allah : Bukankah aku Tuhanmu. Para Jiw-Ruh menjawab : Benar kami bersaksi ( Al A’raf 7 : 172 ). Semua Jiwa-Ruh sudah berserah diri, artinya semua jiwa-ruh sudah muslim. Bila kita mau jujur, sesungguhnya semua umat manusia di dunia sudah muslim… Semua JIWA-Ruh sudah DIBERI AMANAH, DIBAI’AT DENGAN SYAHADAT agar NAFSNYA TERKENDALI… agar tidak membuat onar di muka bumi… Allah telah menciptakan umat manusia berbangsa-bangsa dan bersukusuku agar saling bersilaturahmi dan berlomba-lomba berbuat kebaikan. Siapapun yang memutuskan tali silaturahmi, dia akan mendapatkan kehinaan dimanapun dia berada (Ali Imran 3 : 112). Perhatikan Surat Al Maidah 5 : 48 : Allah telah menciptakan bermacammacam umat serta ATURAN DAN JALAN YANG TERANG, TATA CARA

BERIBADAH kepada Tuhan yang sesuai dengan situasi dan kondisi masingmasing umat. Surat Al Baqarah 2 : 62 : Bagi mereka yang beriman kepada Allah, kepada hari kiamat dan berbuat kebaikan, baik penganut Yahudi, Nasrani maupun Shabin, mereka juga akan mendapat pahala dari Tuhannya. Allah tidak membeda-bedakan umat manusia, karena kita semua adalah ciptaanNya… Perhatikan Surat Al Hijr 15 : 29 : Apabila telah Aku sempurnakan kejadiannya, Aku tiupkan Ruh-Ku kepadanya. Berarti di dalam setiap umat manusia bahkan di semua ciptaanNya ada Ruh Tuhan, ada Essensi Dzat Illahiah di dalamnya… Perhatikan juga Surat Fushshilat 41 : 53-54 dan Surat Adz Dzaariyaat 51 : 21 : Tanda-tanda Ku di segenap penjuru dan di dalam diri mereka, di dalam dirimu dan di dalam diri kita semua ada tanda-tanda Allah, ada ESSENSI DZAT Ilahiah. Apakah engkau tidak memperhatikan, di air hujan, di air comberan, di air laut, di dalam lumpur, bahkan di dalam debu sekalipun ada Aku, ada tanda-tanda Ku, ada rahasia-Ku. Apakah engkau tidak memperhatikan, apakah engkau tidak mengetahui, apakah engkau tidak berfikir … Padahal kita telah diberi akal … Allah menimpakan kemurkaan kepada orang-orang mempergunakan akalnya ( YUNUS 10 : 100 )

yang

tidak

Setiap Ruh yang masuk ke dalam tubuh manusia membawa amanah ( Al Ahzab 33 : 72 ). Tidak disebutkan amanah itu apa. Mungkin amanah itu adalah tugas Ruh hidup di dunia sebagai apa. Apakah sebagai khalifah ataukah sebagai penjahat ataukah amanah itu adalah agama ??? Bila memang agama, tidak dikatakan agamanya apa. A artinya tidak dan Gama artinya kacau, jadi agama artinya tidak kacau. Tidak kacau artinya damai. Islam artinya damai. Agar tidak membuat kekacauan di muka bumi, maka semua Ruh yang dilahirkan ke dunia, apakah dia negro, bule, kuning, coklat, mata belo, mata sipit, tanpa kecuali, mereka semua adalah Umat Allah, semuanya sudah dibei amanah, sudah di bai’at dengan syahadat bersyahadat. Hanya setelah berada di dunia manusia melalaikan amanat Allah karena ada NAFSU… oleh karena itu manusia disebut INSAN yang artinya LALAI…. Sehingga melupakan Allah… yang menciptakannya… Perhatikan Surat Al Anbiya 21 : 92 : Sesungguhnya agama kamu itu satu saja, dan Aku adalah Tuhan-mu, oleh karena itu sembahlah Aku. Apakah agama yang satu itu ??? Itulah agama yang mengajarkan tentang fitrah. Agama yang mengajarkan tentang kesucian, kedamaian,

keselamatan, kasih sayang, kesabaran, keikhlasan serta berserah diri kepada Allah melalui keimanan dan kettaqwaan… Berserah diri adalah muslim… Itulah Islam. Kita semua sudah muslim sejak di alam arwah. Jadi kita tidak perlu ribut-ribut bertengkar mengenai masalah agama, karena semua agama mengajarkan tentang fitrah dan fitrah itu sudah terprogram di dalam hati nurani semua umat manusia. Kata Al Qur’an : Fitrah itu tidak pernah berubah ( Ar-Rum 30 : 30 ). Perhatikan Surat Al Maidah 5 : 3 : Dan telah Aku ridhoi Islam ( fitrah, damai ) menjadi agamamu. Oleh karena itu, semua umat manusia sama di mata Allah. Allah tidak melihat wajah dan harta kita. Allah hanya melihat hati kita. Keimanan dan ketakwaanlah yang membedakan kita di mata Allah apapun agamanya. Dalam keadaan bathin yang meditatif ada perasaan tenang dan tentram, damai dan bahagia. Terjadi ekstase, karena di dalam otak kita terjadi proses pengeluaran hormon Endomorpin dan Melatonin yang mempunyai efek ekstase. Tidak ada lagi rasa dendam yang membara di dalam dada, tidak ada lagi rasa benci di dalam hati. Karena apapun yang kita benci di dalamnya ada rahasia Allah, di dalamnya ada Essensi Dzat Ilahiah … di dalamnya ada tanda-tanda Allah, Pada tahap ini kita masuk ke dalam dimensi lain di luar jangkauan nalar, di luar jangkauan ruang dan waktu. Situasi dan kondisi seperti itulah yang disebut samadi, menurut Al Ghazali adalah tahap fana, dimana kita merasa lebur dan larut, selanjutnya adalah kasyaf, terbukanya tabir. Dari apa yang di ajarkan Nabi Muhammad serta generasi penerusnya para sufi Al Hallaj, Jalaluddin Rumi dan Al Ghazali maupun bagi yang bukan umat Islam Khrisnamurti, Charan Singh dan Ching Hay, tampak adanya persamaan dalam rangka upaya untuk mencapai pencerahan atau makripat kepada Dzat, yaitu melalui dzikir-meditasi. Bagi umat Islam kesempurnaan keberagamaan bila telah mencapai iman, islam dan ikhsan. Iman dipelajari melalui ilmu ushuluddin, islam dipelajari melalui ilmu fikih dan ikhsan hanya bisa dicapai melalui tasawuf. Jadi selain sholat lima waktu, bagi umat islam yang ingin mencapai kesempurnaan, untuk mencapai pencerahan, mau tidak mau kita harus melakukan latihan dzikir – meditasi untuk melihat Cahaya Ilahi serta mendengarkan Shabda Ilahi agar bisa mencapai fana dan kasyaf, agar bisa mencapai pencerahan dan makripat kepada Dzat, agar kita menjadi insan kamil, yaitu manusia yang paling mulia di sisi Allah.

Apakah dan bagaimanakah pencerahan itu ??? Menurut Al Ghazali adalah penyaksian (musyahadah) secara langsung. Pencerahan adalah kasyaf, terbukanya tabir, berhadap-hadapan antara Ruh yang berasal dari Cahaya Allah dengan Cahaya Allah. Melalui cahaya ini orang-orang arif melakukan pendakian, mi’raj. Cahaya Allah akan senantiasa menyejukkan bathin kita. Cahaya itu akan membimbing serta memberikan petunjuk kepada kita untuk mendaki, naik ke tingkat demi tingkat berikutnya sampai kita mendapatkan harta yang luar biasa, mutiara yang tidak ada bandingnya di dalam bathin kita. Perhatikan Firman Allah : 1. Surat Al Balad ayat 10-12 : Dan kami tunjukkan kepadanya dua jalan, akan tetapi dia tidak mau menempuh jalan yang mendaki. Tahukah kamu jalan yang mendaki itu. 2. Surat Al Insiqaaq ayat 19 : Sesungguhnya kamu melalui tingkat demi tingkat. 3. Surat An Nuur ayat 35 : Cahaya diatas Cahaya, Tuhan akan membimbing dengan CahayaNya kepada yang Dia kehendaki. Selanjutnya berpulang kepada diri kita masing-masing, apakah ingin naik tingkat atau tidak. Apakah kita ingin menyempurnakan keberagamaan kita ??? Bila ingin, ya kita harus mengikuti jejak Rosulullah saw sewaktu di gua Hira atau mengikuti jejak para Sufi untuk mempelajari tasawuf. Di dunia ini, jarang sekali orang yang mau mempelajari tasawuf, tidak ada paksaan dalam ajaran Islam. Seharusnya tasawuf di ajarkan sejak dini… agar perilaku para remaja terkendali… Untuk mempelajari tasawuf apakah perlu dibai’at oleh seorang guru…??? Apakah Rosulullah pernah dibai’at oleh seorang guru…??? Apakah Rosulullah memiliki Guru Mursid…??? Tidak ada seorangpun manusia yang pernah menjadi guru Rosulullah. Karena hati beliau bersih, bahkan dada beliau pernah dibelah kemudian hati beliau dicuci bersih oleh Malaikat Jibril, maka beliau bisa mendapat petunjuk langsung dari Allah. Beliau tidak pernah dibai’at oleh siapapun. Allah-lah Maha Guru Sejati Rosulullah yang telah membai’at Rosulullah. Allah telah membai’at kita semua ketika masih di alam arwah. Allah berfirman : Bukankah Aku Tuhan-mu. Para Ruh menjawab : Benar kami bersaksi ( Al A’raf 7 :172 )…!!! Kata Rosulullah kita harus berpegang pada Al Qur’an dan Sunnah…

Apakah kita masih belum percaya kepada Rosulullah, sehingga kita harus berpegang pada guru mursid??? Allah pun berfirman : Katakanlah : jika kamu mencintai Allah ikutilah aku ( Muhammad ), niscaya Allah mencintaimu dan juga mengampuni dosa-dosa kamu, dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang ( ALI IMRAN 3 : 31 ) Tidak wajar bagi seorang manusia yang Allah berikan kepadanya Al Kitab, hikmah dan kenabian, lalu berkata kepada manusia : Hendaklah kamu menjadi penyembah-penyembahku, bukan penyembah Allah … ( ALI IMRAN 3 : 79 ) Sabda Rosulullah saw : Apabila khalifah tidak ada, maka menghindarlah, dan tidak ada kewajiban bai’at bagi kaum muslimin… tinggalkan semua golongan yang ada… Mintalah fatwa pada hati-nuranimu sendiri setelah orang lain memberimu fatwa … Berarti bukan membuat dewan imamah palsu seperti halnya Islam Jamaah atau berupa bai’at-bai’at tarekat-tasawuf pada masa kini, itu semua tanpa dasar baik dari Kitabullah maupun dari Sunnah Rosulullah… Apakah kita masih ingin dibai’at oleh seorang guru yang disebut guru mursid…??? Apakah pegangan kita harus beralih kepada guru mursid …??? Pada umumnya setelah kita dibai’at oleh seorang guru yang menamakan dirinya guru mursid… kita harus selalu patuh kepadanya… Akibatnya muncul iman taklid dan panatisme yang berlebihan kepada guru tersebut… Kemudian beranggapan bahwa seolah-olah hanya ajaran gurunya saja yang paling benar… Pola pikir menjadi terpasung… Tidak berkembang. Kita lupa bahwa murid bisa berkembang jadi presiden…Apa yang diperintahkan guru segera dikerjakan tanpa dicerna lagi… Para murid yang dibai’at lupa bahwa guru mursid juga manusia biasa yang darahnya masih merah, masih mempunyai hawa nafsu… Imam Al Ghazali tidak menghendaki kita taklid dan dogmatis… beliau adalah orang yang sangat kritis. Beliau dikenal sebagai Islam melalui bukunya : IHYA ULUMUDDIN. Lalu apakah Al membai’at murid-muridnya…??? Bagaimana bila kita tidak berjumpa dengan guru mursid…???

Karena Hujatul Ghazali pernah

Kini abad IPTEK. Bukalah internet untuk menambah wawasan tentang tasawuf. Kita tidak usah takut untuk berlatih dzikir – meditasi sendiri agar kita bisa mencapai tingkatan ikhsan…!!! Ingat Guru Sejati ada di dalam diri…!!!! Dia adalah Allah yang telah membai’at kita ketika masih di alam arwah dan Allah-lah yang akan membimbing

perjalanan Ruh kita dengan Cahayanya menuju CahayaNya, bukan manusia (An Nuur 24 : 35)…!!! Ingat : laa ilaaha illallaah adalah benteng Ku, barang siapa yang memasukinya, maka dia berada dalam perlindungan-Ku ( Hadits Qudsi ) Islam itu dinamis tidak taklid dan tidak dogmatis : Bacalah dengan menyebut nama Tuhanmu yang menciptakan. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah dan Tuhanmulah Yang MahaPemurah, yang mengajarkan manusia melalui kalam. Dia mengajarkan manusia apa-apa yang tidak diketahuinya ( Al Allaq 96 : 15) Bertakwalah kalian kepada Allah dan Allah akan mengajari kalian … ( Al Baqarah 2 : 282 )… Allah Guru Sejati… Allah akan membimbing dengan Cahaya-nya kepada Cahaya-Nya bagi yang dikehendaki-Nya ( An Nuur 24 : 35 )… Allah Guru Sejati… Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal ( Ali Imran 3 : 190 ) Allah menimpakan kemurkaan kepada orang-orang yang tidak mempergunakan akalnya ( Yunus 10 : 100 ) Maka bertanyalah kepada orang-orang yang berpengetahuan jika kamu tidak mengetahui ( An Nahl 16 : 89 ) Allah tidak akan merubah keadaan suatu kaum kecuali kaum itu sendiri yang berusaha melakukan perubahan ( Ar Rad 12 : 11 ) Ilmu Allah sangatlah luas, seperti samudera tanpa batas, tak mungkin kita bisa mempelajari semuanya. Kadang-kadang semakin banyak apa yang kita pelajari, ego kita menjadi semakin tinggi, sehingga kita menjadi semakin menjauh dari Tuhan… Oleh karena itu bukan seberapa banyak apa yang harus kita pelajari, namun seberapa dekat kita kepada Tuhan. Selama ini ego kita yang ngoceh terus memohon kepada Tuhan, tanpa sedikitpun memberi kesempatan untuk mendengarkan Shabda Tuhan, apa kehendakNya untuk kita. Kita harus yakin bahwa Tuhan akan memberikan apa yang terbaik untuk kita di dunia ini. Oleh karena itu alangkah dungunya kita, kalau kita hanya merengek-rengek terus minta duniawi tanpa mau mendengarkan Shabda Tuhan. Shabda Tuhan adalah hening …. dalam hening … Dia datang … menampakkan CahayaNya, serta dengan lembut Dia menyapa hambanya. Dalam hening dengarkan Shabdanya melalui telinga bathin … Justru inilah harta yang amat sangat berharga bagi kita, bukan harta duniawi, namun perjumpaan denganNYA.

Kata Rosulullah, pembersih hati adalah Dzikir dan jalan terdekat menuju kepada Allah adalah dzikir. Bila hati bersih pintu hati akan terbuka lebar, jalan menuju Allah bebas hambatan. Oleh karena itu mulai sekarang kita harus belajar berdzikir secara bertahap. Sebaiknya dilakukan setelah selesai sholat apa saja agar suasana sakral, suasana religiusnya terbina tahap demi tahap. Putarkan kaset musik lembut sebagai pembatas waktu serta wangiwangian atau dupa wangi untuk membantu menentramkan suasana hati kita yang sedang kalut. Duduklah dengan santai di atas kursi atau duduk bersila di atas lantai dengan alas yang empuk. Duduk setegak mungkin tapi harus santai, jangan dipaksakan. Usahakan agar posisi kepala, tulang punggung sampai tulang ekor berada dalam satu garis lurus. Kedua telapak tangan berada di atas paha. Santai,senyum dan pasrah sebagai langkah awal dari relaksasi. Agar perhatian kita tidak bercabang-cabang, maka mata harus dipejamkan. Niatkan dalam hati untuk memusatkan perhatian ke satu titik di kening di antara kedua alis mata atau membayangkan lafad Allah, atau bayangkan wajah ibu kita, atau bayangkan wajah kita sendiri, hanya niat saja, tanpa harus memaksakan diri. Semakin dipaksa kerja otak akan semakin giat. Biarkan seperti air mengalir. Biarkan apa adanya. Setiap pikiran yang berkelebat jangan dianalisa, namun harus kita sadari agar kita segera kembali ke titik semula. Lambat laun pun akan terjadi relaksasi secara alami. Santai, senyum dan pasrahkan semuanya kepada Allah … Ujung lidah dilipat ke atas menyentuh langit-langit yang artinya dengan ujung lidah kita mengukir asma Allah pada langit-langit. Bila suatu saat nanti kita sudah tidak sanggup lagi untuk mengucapkan Asma Allah, maka cukup dengan menempelkan ujung lidah pada ukiran tersebut, berarti kita eling, ingat kepada Allah, maka kita mati dalam keadaan muslim…mati dalam keadaan berserah diri. Bacalah buku RAIHLAH HAKIKAT, JANGAN ABAIKAN SYARIAT terjemahan Wahyuddin dari Syeikh Abdul Qadir Jaelani : Adab as-Suluk wa at-Tawashshul ila Manazil al Muluk., di halaman terakhir…!!! Diceriterakan bahwa pada saat menjelang maut, ujung lidah Syeikh Abdul Qadir Jaelani dilipat ke atas menyentuh langit-langit mengucapkan Allah… Allah … kemudian beliau wafat… sebagai muslim… Ujung lidah tersebut akan memberikan rangsangan ke langit-langit diteruskan ke otak, ke kelenjar hypofisis, hypothalamus, thalamus dan kelenjar pineal. Hypofisis akan mengeluarkan hormon pertumbuhan untuk regenerasi sel-sel tubuh kita, daya kekebalan tubuh kita meningkat, dan sel anti kanker meningkat, sehingga tubuh kita menjadi sehat. Selain itu otak pun akan mengeluarkan hormon Endomorpin dan Melatonin yang

akan mencapai kadar optimalnya pada saat puncak dzikir-meditasi, sehingga terjadi ekstase, otot-ototnya rileks, hatinya tenang dan tentram… Bila otaknya direkam maka akan muncul gelombang Alpa kemudian pada puncak meditasi muncul gelombang Theta, dengan frekwensi 4 – 7 Hz. Karena pengaruh Endomorpin pembuluh darah melebar, sirkulasi darah ke otak lancar, nutrisi dan oksigenisasi ke otak meningkat, sehingga sel otak yang aktif pun meningkat. Secara alami kita menjadi manusia yang cerdas lahir dan bathin. Kecerdasan Emosional dan kecerdasan Spiritualnya meningkat… Ini luar biasa. Pada saat menahan nafas, penyerapan oksigen menjadi optimal, sehingga proses metabolisme di dalam tubuh meningkat, terjadilah reaksi kimia berantai di dalam tubuh sehingga aktifitas elektron meningkat yang akan menimbulkan gelombang elektromagnetik disekeliling tubuh kita. Bila saat meditasi gelombang elektromagnet ini direkam dengan alat photo Kirlian yang sudah dimodifikasi maka akan terekam cahaya aura, diawali cahaya merah, kuning, hijau, biru, ungu dan pada saat puncak meditasi akan muncul cahaya putih di sekeliling tubuh kita… Kata Jalaluddin Rumi, apapun agamanya hasil akhir dari keimanan sama… Selanjutnya tarik nafas secara perlahan-lahan melalui kedua lubang hidung sampai rongga dada terasa penuh, kemudian rongga dada dikempiskan, rongga perut dikembangkan, tahan nafas sebentar kemudian keluarkan nafas secara perlahan-lahan melalui kedua lubang hidung sambil merasakan seluruh otot-otot kita mulai dari ujung kaki sampai ke ujung rambut menjadi relaksasi. Ulangi lagi seperti tadi, tarik nafas perlahan-lahan sampai rongga dada terasa penuh, turunkan ke perut, rongga dada dikempiskan rongga perut dikembangkan, tahan sebentar sambil niatkan dalam hati untuk mengistirahatkan otak kiri kita, berikan senyuman cinta kasih kita kepada otak kiri kita sebagai tanda rasa terima kasih kita kepada otak kiri. Kemudian hembuskan nafas secara perlahan-lahan melalui kedua lubang hidung. Ulangi lagi seperti tadi, tarik nafas secara perlahan sampai rongga dada terasa penuh, turunkan ke perut, tahan sebentar sambil niatkan dalam hati untuk mengistirahatkan otak kanan kita, berikan senyuman cinta kasih kita kepada otak kanan kita, sebagai rasa terima kasih kita. Ulangi lagi, tarik nafas secara perlahan-lahan sampai rongga dada terasa penuh, turunkan ke perut, tahan sebentar, sambil niatkan dalam hati untuk mengistirahatkan otak belakang kita, berikan senyuman cinta kasih kita kepada otak belakang kita, sebagai rasa terima kasih kita, kemudian hembuskan nafas secara perlahan-lahan melalui kedua lubang hidung.

Ulangi lagi, tarik nafas secara perlahan-lahan sampai rongga dada terasa penuh, turunkan ke perut, tahan sebentar, sambil niatkan dalam hati untuk mengistirahatkan hati kita dari berbagai macam perasaan, berikan senyuman cinta kasih kita kepada hati, sebagai rasa terima kasih kita kepada hati. Ulangi lagi, tarik nafas secara perlahan-lahan sampai rongga dada terasa penuh, turunkan ke perut, tahan sebentar, hembuskan nafas melalui kedua lubang hidung secara perlahan-lahan sambil merasakan otot-otot seluruh tubuh serta seluruh otak kita menjadi sangat santai, menjadi relaksasi sepenuhnya……. Selanjutnya kita bernafas seperti biasa tanpa menahan nafas, namun ujung lidah masih tetap menyentuh langit-langit…. Kemudian kita berdoa dalam hati sesuai dengan keyakinan kita masing-masing, tanpa do’a pun Tuhan tidak akan marah… Semoga Allah berkenan untuk membersihkan serta membuka hati kita, menerangi hati kita dengan Cahaya Kasih SayangNya sesuai dengan tahap pertama menurut ajaran Al Ghazali yaitu membersihkan hati…. Do’a pembukaan bagi yang non muslim : (baca dalam hati) Aku berlindung kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk 1x Dengan Nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha penyayang 3x Tiada Tuhan Selain Allah 1x Semua milik Allah akan kembali kepada Allah. Do’a pembukaan bagi yang beragama Islam : (baca dalam hati) Audzubillahiminasy syaethon nirojim 1 x Bismillaahirrohmaanirrohiim 3 x Asyhadu Al laa ilaaha illallaah, wa asy hadu ana Muhammadarrosulullah 1 x Innaa lilllaahi wa innaa ilaihi rooji’uun 1 x Ya Allah… Ya Robbi … Di kaki-Mu aku bersimpuh … Ya Allah … hamba mohon izin dan keridhoanMu, hamba niat buka hati, dzikir – meditasi. Badan hamba menghadap ke hati, hati hamba menghadap ke Ruh, Ruh hamba menghadap kepadaMu Ya Allah… Ya Allah … Engkaulah tujuanku, ku mohon Ridho dan CintaMu serta cinta orang-orang yang mencintaiMu, kuberharap perjumpaan denganMu … Ya Allah … Terangilah hati hamba dengan Cahaya Hidayah dan Iman, sebagaimana Engkau menerangi bumi dengan cahaya matahari … Allahumaj’alni fi kulbi nuuro, wafi sama’i nuuro, wafil lisani nuuro, wa fil bashori nuuro, wa fil jasadi nuuro ….Ya Allah terangilah hati kami,

pendengaran kami, lisan kami, penglihatan kami dan jasad kami … Tarik nafas perlahan-lahan sambil dalam hati mengucapkan Huuu… sampai rongga dada terasa penuh, turunkan ke perut, tahan nafas dan bayangkan Cahaya Ilahi turun dari langit memasuki puncak kepala ( ubun-ubun ) , memenuhi rongga kepala, terus turun ke rongga dada memenuhi hati kita serta meliputi seluruh tubuh kita, kemudian hembuskan nafas secara perlahan-lahan sambil dalam hati mengucapkan : Allaaaaaahh…. Ulangi lagi, tarik nafas secara perlahan-lahan sambil dalam hati mengucapkan huuu… sampai rongga dada terasa penuh, turunkan ke perut tahan nafas kemudian baca dalam hati : Ya Allah … abadikanlah cahaya kami, ampunilah kami, Engkaulah Yang Maha Kuasa atas segalanya… ( AT TAHRIM 66 : 8 ). Kemudian hembuskan nafas secara perlahan-lahan melalui hidung sambil dalam hati mengucapkan Asma : Allaaaaaah … Baca Istigfar ( mohon ampunan Allah ) 41 kali, salawat 41 kali Sesungguhnya do’a cukup sampai disini, selanjutnya bernafas seperti biasa tanpa menahan nafas, ujung lidah masih tetap menyentuh langit-langit. Kemudian kita membaca : laa ilaaha illallaah 165 kali dan Muhammadarrosulullah 1 kali, dilanjutkan dengan dzikir pembersih dan pembuka kolbu atau dzikir untuk menghimpun energi, itu terserah kita. Agar hati kita lebih mantap, sebelum kita membaca laa ilaaha illallaah 165 kali dan Muhammadarrosulullah 1 kali, kita bisa membaca do’a tambahan yang sudah kita persiapkan sesuai selera kita… Do’a tambahan sesuai selera kita : Ya Allah Ya Robbi … hamba mohon izin dan keridhoanMu, hamba mohon rahmat dan barokahMu, bukakanlah pintu hati hamba agar hati hamba bisa menerima pancaran Cahaya Rahman-RahimMu (CRR-Mu), sehingga hati hamba menjadi senantiasa terhubung kepadaMu setiap saat dan untuk selama-lamanya. Ya Allah Ya Robbi … hamba mohon izin dan keridhoanMu, hamba mohon rahmat dan barokahMu, biarkanlah CRR-Mu memancar semakin terang, semakin terang, dan semakin kuat di dalam hati hamba, sehingga hati hamba terhubung kepadaMu semakin erat, semakin kuat dan semakin dekat kepadaMu setiap saat dan untuk selama-lamanya. Ya Allah Ya Robbi … hamba mohon izin dan keridhoanMu, hamba mohon rahmat dan barokahMu, bukakanlah pintu hati hamba ini lapis demi lapis sampai ke inti hati nurani hamba, agar setiap lapis hati hamba sampai ke inti hati nurani hamba bisa menerima pancaran CRR-Mu, sehingga setiap lapis hati hamba sampai ke inti hati nurani hamba senantiasa terhubung kepadaMu setiap saat dan untuk selama-lamanya.

Ya Allah Ya Robbi … hamba mohon izin dan keridhoanMu, hamba mohon rahmat dan barokahMu, biarkanlah CRR-Mu memancar semakin terang, semakin terang dan semakin kuat di dalam setiap lapis hati hamba sampai ke inti hati nurani hamba, sehingga setiap lapis hati hamba sampai ke inti hati nurani hamba senatiasa terhubung kepadaMu semakin erat, semakin kuat dan semakin dekat kepadaMu setiap saat dan untuk selama-lamanya. Ya Allah Ya Robbi … hamba mohon izin dan keridhoanMu, hamba mohon rahmat dan barokahMu, bersihkanlah dan murnikanlah hati hamba ini, agar segala kesombongan, keangkuhan, dibersihkan dan dikeluarkan dari dalam hati hamba, diganti dengan CRR-Mu. Ya Allah Ya Robbi … hamba mohon izin dan keridhoanMu, hamba mohon rahmat dan barokahMu, bersihkanlah dan murnikanlah hati hamba ini, agar semua kemarahan, semua kebencian, semua rasa dendam, semua rasa iri dengki dibersihkan dan dikeluarkan dari dalam hati hamba, diganti dengan CRR-Mu. Ya Allah Ya Robbi … hamba mohon izin dan keridhoanMu, hamba mohon rahmat dan barokahMu, agar segala keserakahan, kerakusan serta kelicikan dibersihkan dan dikeluarkan dari dalam hati hamba, diganti dengan CRR-Mu. Ya Allah Ya Robbi … hamba mohon izin dan keridhoanMu, hamba mohon rahmat dan barokahMu, berilah hamba kekuatan agar hamba bisa memaafkan orang-orang yang mendzolimi diri hamba, baik di rumah, baik dilingkungan hamba bekerja serta dimanapun mereka berada. Ya Allah Ya Robbi … hamba mohon izin dan keridhoanMu, hamba mohon rahmat dan barokahMu, bukakanlah pintu hati mereka agar hati mereka pun bisa menerima pancaran CRR-Mu serta menyadari pancaran CRR-Mu sebagai sumber kedamaian dan sumber kebahagiaan sejati, sehingga hati mereka pun menjadi senantiasa terhubung kepadaMu setiap saat dan untuk selama-lamanya. Ya Allah Ya Robbi … hamba mohon izin dan keridhoanMu, hamba mohon rahmat dan barokahMu, bersihkanlah dan murnikanlah hati hamba ini dengan CRR-Mu dari segala penyakit hati, dari segala kotoran duniawi, dari segala emosi negatif lainnya, agar hati ini bisa layak untuk hamba persembahkan sepenuhnya kepadaMu Ya Allah. Ya Allah Ya Robbi … hamba mohon izin dan keridhoanMu, hamba mohon rahmat dan barokahMu, bukalah pintu hati setiap sel di seluruh tubuh hamba, agar hati setiap sel di seluruh tubuh hamba bisa menerima pancaran CRR-Mu, sehingga hati setiap sel di seluruh tubuh hamba menjadi terhubung kepadaMu setiap saat dan untuk selama-lamanya.

Ya Allah Ya Robbi … hamba mohon izin dan keridhoanMu, hamba mohon rahmat dan barokahMu, biarkanlah CRR-Mu bersinar semakin terang dan semakin terang di dalam hati setiap sel di seluruh tubuh hamba, sehingga hati setiap sel di seluruh tubuh hamba menjadi terhubung kepadaMu semakin erat, semakin kuat dan semakin dekat kepadaMu Ya Allah 2x (Aplikasi Surat At Tahrim 66 : 8). Ya Allah Ya Robbi … hamba mohon izin dan keridhoanMu, hamba mohon rahmat dan barokahMu, bersihkanlah dan murnikanlah setiap sel di seluruh tubuh hamba dengan CRR-Mu dari segala jenis penyakit, dari segala jenis energi negatif, dari segala jenis ilmu santet yang merusak diri hamba Ya Allah , gantilah dengan sel-sel yang bermandikan CRR-Mu … gantilah dengan sel-sel yang bermandikan CRR-Mu sehingga seluruh tubuh kami bermandikan CRR-Mu setiap saat dan untuk selama-lamanya Ya Allah… (Aplikasi Surat At Tahrim 66 : 8). Ya Allah Ya Robbi … hamba mohon izin dan keridhoanMu, hamba mohon rahmat dan barokahMu, jadikanlah hamba sebagai alatMu untuk bisa menyalurkan CRR-Mu ini bagi semua umat, bagi semua makhluk serta bagi seluruh alam semesta Ya Allah… Sambil kedua telapak tangan kita julurkan kedepan agar energi Ilahi yang memancar keluar dari kedua telapak tangan kita memberkati alam semesta, lamanya terserah kita kemudian kedua telapak tangan kembali keposisi semula. Karena kita semua merupakan bagian dari alam semesta, maka insya Allah alam pun akan membalas kasih sayang kita. Ya Allah … YaRobbi … Di kaki-Mu aku bersimpuh … Ya Allah … Ya Robbi Rahmatilah aku dengan KITABMU… Jadikanlah ia sebagai Pemimpin, Cahaya, Petunjuk dan Rahmat bagiku Ya Allah ingatkanlah aku apa yang aku lupa dari padanya… Berikanlah aku ilmu apa yang belum aku ketahui mengenainya … Anugerahkanlah kepadaku untuk membacanya di tengah malam dan di penghujung siang Jadikanlah ia sebagai hujah bagiku wahai Tuhan sekalian alam Ya Allah Ya Robbi… Sesungguhnya aku tidak pernah merasa bahwa diriku bersih… Aku tidak pernah merasa bahwa diriku suci… Aku tidak ingin menjadi orang yang munafik… Aku tidak ingin menjadi orang yang sok moralis… Di usia yang tersisa ini… Aku hanya ingin jujur terhadap diriku sendiri… Aku sadar bahwa selama darah ini masih merah… Omong kosong bila diri ini tidak pernah berbuat salah Aku tidak tahu lagi… Berapa banyak kebodohan, kebathilan dan kedzoliman yang aku lakukan…

Betapa tebalnya noda dan dosa yang meliputi dinding hati ini… Yang aku tahu… baju keimananku compang camping… Baju takwaku porak poranda… Namun tak henti-hentinya aku berharap … kepadaMu Ya Allah… Engkaulah lautan ampunan … Engkaulah lautan kasih sayang… Di pantaiMu… Aku hanya sebutir pasir yang tersingkir… Dalam lautMu… Aku hanya sekedar buih yang tersisih… Namun kurentangkan juga sayapku menuju kepadaMu… Dengan hati merunduk dan sujud… Ya Allah Ya Robbi… Maha Suci Engkau… Sesungguhnya aku orang yang dzolim… Ampunilah hambaMu ini Ya Allah… Dengan izin dan keridhoanMu… masukkanlah aku ke dalam golongan Orang-orang yang bersyukur dan berserah diri… Cabutlah nyawaku… kala aku sedang menyebut namaMu… Terimalah aku… dalam naungan kasih sayangMu… Sebagaimana…dan sebagai apa adanya… Amin… amin… Ya Robbal Alamin… Ujung lidah masih tetap menyentuh langit-langit. Bagi yang non muslim ucapkan dalam hati : Tiada Tuhan selain Allah 165 kali… Bagi yang beragama Islam ucapkan dalam hati : Laa ilaaha illallaah 165 kali, ditutup dengan sayidina Muhammadarrosulullah 1 kali. Dilanjutkan dengan dzikir-meditasi pembersih yang sederhana tanpa harus menahan nafas, namun setelah menarik napas dalam-dalam, biasanya secara refleks, kita akan menahan napas sebentar. Justru itu lebih baik, karena kita memberi kesempatan kepada paru-paru untuk menyerap oksigen lebih banyak… Setelah kita selesai dengan dzikir-meditasi pembersih, kemudian kita bisa lanjutkan langsung dengan dzikir untuk menghimpun energi atau dzikir pelepasan. Itu tergantung keinginan kita, lakukan semuanya dengan penuh keikhlasan… Cara Dzikir – meditasi Pembersih : Pada tahap ini tidak ada do’a lagi, hanya pasrah. Di dalam hati hanya mengucapkan nama Tuhan apapun namanya : Allah … Allah … Allah, diulang-ulang tanpa batas hitungan, atau boleh juga dengan cara lain yang lebih sederhana yaitu : setiap kita menarik nafas ucapkan dalam hati HUUUU … sambil membayangkan Cahaya Allah yang terang benderang turun dari langit, menembus ubun-ubun, memenuhi rongga kepala, turun sampai memenuhi rongga dada, tahan sebentar… Kemudian pada saat mengeluarkan nafas melalui hidung, ucapkan dalam hati ALLAAAAH, sambil membayangkan Cahaya dari tengah-tengah rongga dada memancar kesegala arah mengeluarkan semua energi negatif. Ulangi tata cara tersebut selama 30 menit. Ujung lidah masih

tetap menyentuh langit-langit, bernafas seperti biasa tanpa menahan nafas. Agar pikiran kita tidak ngelantur kemana-mana boleh kita membayangkan suatu titik jauh di cakrawala atau memusatkan perhatian pada satu titik di kening di antara kedua alis mata atau membayangkan lafad Allah … Santai … senyum … pasrah … Lakukan dzikir ini minimal selama 30 menit … selesai… Kemudian kita akhiri dengan do’a penutup… : do’anya bebas terserah kita… Bismillahirrahmaanirrahiim Allahuma sholi alaa nuuri Muhammaddin, wa alaa nuuri umatin Muhammaddin ajmain. Allahuma sholi wa salim wabarik alaa sayidina Muhammad, wa alaa ali sayidina Muhammad. Subhana Robbikka rabbil izzati amma yashifun wa salamun alal mursalin wal hamdulillahi robbil alamin. Al Fatihah 1x. Shodaqollaahul adzim 1x

Dilanjutkan dengan dzikir-meditasi untuk menghimpun energi. Cara dzikir-meditasi 11-21-10 Pejamkan mata, ujung lidah dilipat ke atas menyentuh langit-langit. Tarik nafas perlahan-lahan tanpa terlihat gerakan nafas, dalam hati ucapkan Allah-Allah 11 kali, sambil membayangkan energi masuk melalui pusat, ketengah dada, ke kepala terus menembus kepala ke titik tak berhingga, sampai rongga dada terasa penuh, tahan napas di bawah perut, kemudian turunkan kembali sambil membayangkan Cahaya Ilahi turun masuk menembus kepala sampai ketengah-tengah rongga dada, kemudian di dalam hati ucapkan Allah-Allah 21 kali, kemudian keluarkan napas perlahan-lahan sambil dalam hati ucapkan Allah-Allah 10 kali. Ulangi tata cara tersebut di atas sebanyak 21 kali putaran nafas. Bila nafas terengah-engah, kita istirahat dulu, lakukan pernafasan biasa tanpa menahan napas namun hati tetap berdzikir kepada Allah. Bila kita perhatikan yang di tarik 11 Asma Allah yang dikeluarkan 10 Asma Allah, kita punya tabungan 1 Asma Allah sebagai sumber energi. Dzikir – meditasi ini bila tanpa hitungan putaran nafas, sebaiknya minimal dilakukan selama 30 menit atau sampai suara musik yang kita putar selesai atau sampai kita merasa betapa kecilnya kita berada di jagad raya ini, betapa tak berartinya kita, betapa tak berdayanya kita, hanya Allah

Yang Maha Benar, Allah Yang Maha Rahman Rahim, Yang Maha Kuasa atas segalanya. Kita merasakan kehadiranNya begitu dekat. Kita merasakan getaran-Nya begitu kuat, merinding. Kita merasakan kehadiran Allah menyelimuti diri kita … Kita merasa tubuh kita tidak ada, alam sekitar kita tidak ada, kita merasa larut dengan alam … Baqo dalam Tuhan. Kita merasa ringan dan melayang … dada kita terasa lapang, damai dan bahagia … Suatu kenikmatan bathin yang luar biasa… Ekstase… karena pengaruh hormon Endomorpin dan Melatonin… Akhirnya menyungkur dan menangis …( AL ANFAL 8 : 2, AZ-ZUMAR 39 : 23, MARYAM 19 : 58 ). Kenapa demikian ??? Karena Cahaya Kasih Sayang Allah telah membersihkan dan memenuhi hati kita. Tidak ada lagi dendam yang membara di dalam dada, tidak ada lagi rasa benci di hati, karena kita sadar sepenuhnya bahwa apapun yang kita benci di dalamnya ada rahasia Allah… Kita sadar bahwa… Rumah NYA, MasjidNYA tidak dibuat dari batu bata, tapi dibuat dari kesucian, kedamaian, keselamatan, kasih- sayang, kesabaran, keikhlasan… serta berserah diri kepada Allah melalui keimanan dan ketakwaan.. Itulah fitrah… Itulah Islam sejati yang diridhoi Allah… yang dianut semua umat… Mudah-mudahan kita semua bisa mencapai tahap fana dan kasyaf … Kita bisa melihat CahayaNya dalam tawakal … Rupa Yang Dipuja setiap insan … serta mendengar ShabdaNya…Itulah haji mabrur, bukan haji mabur… Amin … amin Ya Robbal alamin … Santai … senyum … pasrah … Serahkan sepenuhnya kepada Allah, pasrah total, tidak usah dipikirkan, otak kita diistirahatkan, ego kita dimatikan, biarkan Tangan Tuhan yang bekerja, karena masalah fana dan kasyaf adalah semata-mata urusan Allah. Bila kita sudah merasa cukup, bila sudah selesai, gerak-gerakkanlah jarijari tangan kita secara perlahan-lahan, buka mata, gerak-gerakkan kedua kaki kita, kemudian bagi yang beragama Islam bisa kita akhiri dengan do’a penutup

Di dalam diri kita ada sumber kekuatan terpendam yang harus kita bangkitkan Setelah Aku sempurnakan kejadiannya Aku hembuskan Ruh-Ku kepadanya ( AL HIJR 15 :29 )

Ruh adalah essensi Dzat Illahiah yang berada di dalam tubuh kita, yang berada di dalam setiap ciptaanNya. Essensi Dzat Illahiah merupakan energi terpendam yang bisa dibangkitkan melalui dzikir-meditasi. Melalui dzikir-meditasi kita belajar mati sebelum mati agar kesadaran Ruhnya bangkit, agar energi kita bangkit… Berlatih tata cara berdzikir sebagai dasar untuk menghimpun energi sebaiknya dilakukan selama 41 malam berturut-turut. Setelah berlatih 41 malam, insya Allah kita sudah memiliki energi Illahi yang bisa kita salurkan untuk pengobatan… Bila hamba-hamba-Ku yang merasa dekat kepada-Ku. Tidak sekedar melaksanakan yang Aku wajibkan saja, namun melaksanakan amal-amalan tambahan lainnya maka Akupun akan mencintainya, bila Aku mencintainya maka Aku menjadi pendengarannya yang dengan itu dia mendengar Aku menjadi penglihatannya, yang dengan itu dia melihat Aku menjadi lidahnya, yang dengan itu dia bicara Aku menjadi tangannya, yang dengan itu dia memegang Aku menjadi kakinya, yang dengan itu dia berjalan Aku menjadi hatinya, yang dengan itu dia berkehendak ( HADITS QUDSI : IMAM BUKHORI ) Bila ingin mencoba menyalurkan energi Illahi, kita sekedar mohon agar kita dijadikan sarana atau alat Tuhan untuk menyalurkan energi, kita hanya sebagai saluran Tuhan, selanjutnya biarkan tangan Tuhan yang bekerja sesuai Hadits diatas. Bismillahirohmanirohim … Ya Allah … Ya Robbi jadikanlah hamba alatmu agar bisa menyalurkan Energi Cahaya Kasih Sayang-Mu melalui kedua telapak tangan hamba yang sesuai untuk menghilangkan semua energi negatif yang ada di dalam tubuh saudara hamba ini..bismillaah Allahu Akbar … Tarik nafas perlahan-lahan sambil dalam hati ucapkan Huuuu dan bayangkan Cahaya Illahi yang sangat terang benderang turun dari langit menembus ubun-ubun turun sampai ketengah dada, tahan nafas sebentar sambil dalam hati ucapkan Ya Allah .. Ya Allah .. Ya Allah, kemudian keluarkan nafas sambil membayangkan energi tersalur melalui kedua telapak tangan… Biarkan tangan Tuhan yang bekerja, yang akan membimbing gerakan tangan kita ke arah mana… Demikian juga bila kita hendak menyalurkan energi jarak jauh, yang kita lakukan hanya sekedar do’a permohonan… kemudian salurkan energi melalui kedua telapak tangan kita sambil membayangkan sasaran kita ada dimana … Biarkan Tangan Tuhan yang bekerja … Dan bukanlah engkau yang melempar, ketika engkau melempar akan tetapi Allah yang melempar ( AL AN-FAAL 8 : 17 ) Cahaya di atas Cahaya Tuhan akan membimbing dengan CahayaNya kepada yang Dia kehendaki ( AN NUUR 24 : 35 )

Energi Illahi adalah Energi cerdas, tidak terbatas ruang dan waktu… dia akan menggerakkan tangan kita ke sasaran yang tepat dan tidak terduga, berapa lama kita menyalurkan energi, getaran energi akan berhenti dengan sendirinya … biarkan tidak usah kita pikirkan, yang penting kesembuhan penderita … Setelah selesai ucapkan Alhamdulillah … Memiliki Energi dan bisa sebagai penyembuh bukan segala-galanya, jangan kita menjadi sombong. Perjalanan kita masih jauh… Untuk mencapai keridoan Allah… masih banyak tahapan yang harus dilalui. Kita harus belatih dzikir terus menerus, istiqomah dengan tulus dan ikhlas… Kita harus terus berlatih berdzikir tahap demi tahap, belajar mati sebelum mati, belajar dzikir pelepasan… Kata Al Ghazali untuk bisa mencapai fana dan kasyaf, terbukanya hijab, itu adalah Hak Allah. Dzikir Pelepasan Di awali dengan cara seperti yang tertulis sebelumnya, yaitu sholat dan do’a, selanjutnya pejamkan mata, ujung lidah dilipat ke atas menyentuh langit-langit.. Tarik nafas perlahan-lahan, dalam hati ucapkan Huuuu sambil membayangkan energi Illahi masuk melalui pusar, naik ke arah dada, ke kepala menembus ubun-ubun melesat ke titik tak berhingga… Tahan nafas, turunkan energi dari langit sampai ke tengah dada, dalam hati ucapkan Allah .. Allah .. Allah 7 kali kemudian hembuskan nafas perlahanlahan, sambil dalam hati ucapkan Allaaahhh. Itu berarti 1 putaran. Bila nafas tersengal-sengal, istirahat, bernafas seperti biasa tanpa menahan nafas sampai pernafasan normal kembali kemudian dilanjutkan. Berlatihlah minimal 30 menit, dilanjutkan sambil berbaring terlentang rileks di tempat tidur, kedua lengan disamping tubuh, kedua tumit dan kedua ibu jari kaki dirapatkan,mata dipejamkan, ujung lidah dilipat ke atas menyentuh langit-langit. Tarik nafas perlahan-lahan, dalam hati ucapkan Huuuu sambil membayangkan energi masuk melalui ujung jari kedua kaki, menjalar ke paha, ke perut, ke dada, ke kepala menembus ubun-ubun…bablas ke titik tak berhingga, kemudian keluarkan nafas perlahan-lahan sambil dalam hati ucapkan Allaaahhh… Demikian seterusnya… rasakan getarannya yang menjalar dari ujung kaki…sampai ke kepala…bablas, sampai terjadi pelepasan. Ruh ke luar dari jasad memasuki alam astral. Out Of Body… Perjalanan spiritualpun dimulai, sehingga kita mendapatkan pelajaran yang tidak pernah kita dapatkan di sekolah. Itu kata Jalaluddin Rumi. Bila telah merasa cukup berlatih, kita akhiri dengan do’a penutup…

DZIKIR-MEDITASI

UNTUK

PELEPASAN

Selamat berpisah … May God bless you … Semoga Allah memberkati kita semua… Menjadi haji mabrur… bukan haji mabur… Amin… amin… Yaa Robbal alamin…

HASIL AKHIR DZIKIR QOLBI – MEDITASI

Ada yang sms ke saya :

Menurut dokter dzikir adalah Al Quran. Apakah setiap mengingat Allah SWT adalah dzikir…??? Dzikir apa yang paling afdol…??? Kata dzikir berasal dari bahasa Arab yang artinya mengingat… Dzikrullah artinya mengingat Allah… Mengingat dan mengucapkan Asma Allah dalam hati : Allah…Allah…Allah… Mengingat Allah tanpa dibatasi ruang dan waktu… dimana saja dan kapan saja, setiap saat, setiap gerakgerik kita, setiap apapun yang kita lakukan, setiap tarikan nafas senantiasa kita mengingat Allah itulah sholat yang kekal… itulah sholat daim… itulah sholat bathin… Ada ribuan cara berdzikir… Carilah cara yang sederhana dan mampu laksana… Seperti halnya kita belajar menulis… Bila kita tidak memiliki lap top, bisa pakai areng… yang penting kita bisa menulis… Pada zaman Ibn Arabi, Al Ghazali, Jalaluddin Rumi belum ada laptop, belum ada mesin tik, belum ada bolpoint… baru ada pena dari bulu angsa… Namun mereka bisa menghasilkan karya tulis yang sangat monumental yang diterjemahkan kedalam berbagai bahasa di dunia… konon kabarnya buku-buku hasil karya mereka masing-masing bila kita tumpuk dari bawah sampai keatas bisa mencapai ketinggian 2-3 meter… luar biasa…!!! Saya teringat kata-kata almarhum orang tua saya : Aku kasih sederhanapun belum tentu kamu kerjakan… apalagi aku kasih susah…!!! Jadi masalahnya bukan afdol atau tidak afdol… masalahnya atau tidak… Kerjakanlah dengan penuh keikhlasan agar keridoan Allah SWT.

cara yang cara yang dikerjakan mendapat

Laa ilaaha illallaah adalah suatu statement, suatu pernyataan kita, ikrar kita : Tiada Tuhan selain Allah.. Essensi dari pernyataan tersebut adalah Allah… Bila kita mengucapkan ikrar tersebut berulang-ulang kali tanpa memahami essensinya, sama juga bohong Perhatikan beberapa Firman Allah : Al Hijr 15 : 9 : … Telah Aku turunkan Adz-Dzikir … Yang dimaksud ayat ini, Adz-Dzikir adalah Al Quran. 2. Asu-Syura 42 : 52 :…Aku jadikan Al Quran itu Cahaya… An Nuur… 3. An-Nuur 24 : 35 : … Allah adalah Cahaya… An Nuur adalah Allah… 1.

Bila kita rangkum dan kita simpulkan dari ketiga ayat tersebut maka : Adz-Dzikir adalah Allah… Wajar jika ada sesepuh yang mengajarkan dzikir cukup dengan menyebut dalam hati Asma Allah… Allah… Allah saja… Semakin pendek Asma Allah yang kita ucapkan, konsentrasi kita semakin cepat terfokus… Semakin cepat otak kita mencapai gelombang alfa dan theta… Insya Allah… Tuhan akan memperlihatkan Cahayanya…

Selamat berdzikir-bermeditasi SEMOGA BISA MENCAPAI FANA DAN KASYAF… SEMOGA MENJADI HAJI MABRUR … AMIN… AMIN… AMIN… YA ROBBAL ALAMIN

DAFTAR KEPUSTAKAAN 1. Al Khatib M.A : As-Sunnah Qablat-Tadwin. Hadits Nabi Sebelum Dibukukan. Penerjemah : AH. Akrom. Editor, Sholihat. Cet. I . Gema Insani Press, Jakarta, 1999.

2. CHING HAI : Kunci Pencerahan Seketika. Penerjemah dan Penerbit : Yayasan Supreme Master Ching Hai Indonesia. Surabaya Center, 2001.

3. Chittick W C. : Tasawuf Di Mata Kaum Sufi. Penerjemah : Am Z. Cet. I. Penerbit Mizan, Bandung, Mei 2002.

4. Effendi I. : Hati Nurani. PT. Gramedia Pustaka Utama, Cet. I, Jakarta, 2002. 5. Hadi A. W.M : Tasawuf Yang Tertindas. Kajian Hermeneutik Terhadap Karya- karya Hamzah Fansuri. Cet. 1. Paramadina, Jakarta, Mei 2001. 6. Hasan A. Terjemahan Bisri M.A : Jalaluddin Rumi Sufi Penyair Terbesar. Cet. Kedua. Pustaka Firdaus, Jakarta, Agustus 1993.

7. Jaiz H A. :Aliran Dan Paham Sesat Di Indonesia. Cet. I. Pustaka Al Kautsar, Jakarta, Februari 2002

8. Kapur D L. : Panggilan Maha Guru. Terjemahan : Angka C . Ed. III. Yayasan Radha Soami Satsang Beas. Jakarta, 1972

9. Krishnamurti J. : Meditasi. Cet. II. PT. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta, Nov. 1999

10.

Muhammad Sayyid Ahmad A.F. : Tasawuf Antara Al Ghazali Dan Ibnu Taimiyah. Penerjemah : Anasy M.M. Cet. I. Penerbit Khalifa, Jakarta, Juni 2005

11.

Nicholson R.A : Rumi Poet And Mistic. Terjemahan : Sutejo : Jalaluddin Rumi, Ajaran dan Pengalaman Sufi. Pustaka Firdaus, Jakarta, September 1993.

12.

Shah I. : The Sufis. Terjemahan Hidayatullah dan Roudlon : Mahkota Sufi. Menembus Dunia Ekstra Dimensi. Cet. I. Penerbit Risalah Gusti, Surabaya, Juni 2000

13.

Schimmel A. : Mystical Dimention of Islam. Dikutip dari Hadi A. : Tasawuf Yang Tertindas. Paramadina, Jakarta, Mei 2001.

14.

Simuh : Tasawuf dan Perkembangan Dalam Islam. Cet. I. PT. Raja Gravindo Persada, Jakarta, Mei 1996.

15.

Singh C. : Die to Live. Terjemahan Angka C. : Mati Selagi Hidup. Ed. I. Yayasan Radha Soami Satsang Beas Indonesia, Jakarta, Juli 1998.

16.

Wahyuddin U.T. : Raihlah Hakikat, Jangan Abaikan Syariat : Adabadab Perjalanan Spiritual. Terjemahan dari Syeikh Abdul Qadir Jaelani : Adab as-Suluk wa at-Tawashshul ila Manazil al Muluk. Pustaka Hidayah, Bandung, Sept 2008.

TUNTUNAN PRAKTIS DZIKIR – MEDITASI Revisi Bagian 1 02 Februari 2016

DISUSUN OLEH

Dr. H. MAMAN S.W SpOG http: //www.slideshare.net/drmaman http : //www.drmamanspog.blogspot.com

KATA PENGANTAR Dalam situasi negeri kita yang serba terpuruk ini, telah terjadi juga krisis etika dan krisis moral bangsa. Bangsa Indonesia telah kehilangan pigur kepemimipinan, baik kepemimpinan nasional maupun kepemimpinan spiritual. Memang benar bahwa kefakiran akan mendekatkan diri kita kepada kekafiran. Wajar bila dalam situasi dan kondisi seperti ini banyak

orang berusaha mencari ketenangan dan kedamaian dengan caranya masing-masing. Banyak orang yang berani membayar mahal untuk mendapatkan ketenangan dan kedamaian ini. Tidak heran bila meditasi dianggap sebagai suatu yang menjanjikan. Walaupun telah banyak buku-buku serta kaset-kaset tentang tata cara meditasi yang beredar di pasaran, namun melalui tulisan ini kita mencoba menyusun dan membahasnya dari sudut pandangan Al Qur’an dan Sunah Rosulullah serta memperbandingkannya dengan ajaran agama lain yang bukan agama Islam kemudian hasil akhirnya bagaimana menurut fakta ilmiahnya. Walaupun penulis bukan pakarnya, namun dengan segala keterbatasannya dan segala kekurangannya mencoba menyusun makalah ini sebagai tuntunan praktis bagi siapapun yang ingin kembali mendekatkan diri kepada Ilahi Robbi. Tentu saja hasilnya akan lebih baik bila kita juga dibimbing oleh seorang guru yang sudah tercerahkan. Namun jangan ragu dan jangan takut untuk mencoba berlatih sendiri selama kita tetap berpegang pada Al Qur’an dan Sunah… Laa ilaaha illallaah adalah benteng-Ku, barang siapa yang memasukinya, maka dia berada dalam perlindungan-Ku ( Hadits Qudsi ) Tuntunan praktis dzikir ini, diselaraskan dengan apa yang dikatakan oleh Rosulullah saw bahwa : pembersih kolbu adalah dzikir dan jalan terdekat menuju kepada Allah adalah dzikir. Itu berarti bila hati kita bersih maka jalan menuju Allah pasti bebas hambatan. Dzikir adalah jalan tol menuju kepada Allah… Kata Al Ghazali kita harus melalui jalan yang ditempuh oleh para sufi yaitu : Bersihkan hati serta istirahatkan pikiran melalui kontemplasi dzikir dan meditasi agar bisa mencapai tahap fana dan kasyaf. Kata Al Ghazali para sufi melakukan pendakian atau mi’raj tingkat demi tingkat melalui Cahaya demi cahaya, melalui Cahaya Sejati, Cahaya Allah. Cahaya Allah adalah Energi Sejati.. Seperti halnya pesawat ruang angkasa yang lepas landas, maka perlu roket pendorong yang kuat. Demikian juga bila kita ingin melakukan pendakian spiritual melalui Cahaya demi Cahaya maka diperlukan energi, Inner Power yang kuat … yang dilatih melalui dzikirmeditasi. Perintah dzikir di dalam Al Qur’an sangat jelas : Dzikir lebih utama, selesai sholat dzikir sebanyak-banyaknya, selesai haji dzikir lebih banyak dari itu, dzikir sebanyak-banyaknya agar kamu sukses, agar diampuni segala kesalahahn, agar dikeluarkan dari tempat gelap ketempat terang… Oleh karena itu menurut para sufi dzikir hukumnya menjadi wajib…!!! Banyak sekali tata cara dzikir-meditasi. Carilah cara yang sederhana dan mampu laksana…!!! Seperti halnya kita belajar membaca dan menulis bisa pakai areng bila kita tidak mampu memiliki laptop. Yang penting kita

bisa membaca dan menulis…!!! Setelah kita bisa membaca dan menulis silahkan membaca buka apa saja untuk menambah wawasan… Sesuai ajaran Al Qur’an sebelum berdzikir sebaiknya kita sholat dan berdo’a terlebih dahulu. Dimulai dengan sholat wajib, sholat sunah taubat, sholat sunat hajat dan istiharoh, kemudian berdo,a dan selanjutnya diakhiri dengan berdzikir… Sholat dan do’a sebelum dzikirmeditasi merupakan sarana agar suasana hening, suasana sakral, suasana religius terbina tahap demi tahap, sehingga aura sekitar kita bersih… Do’a sebagai pengantar dzikir untuk membersihkan hati, bisa dalam bahasa Indonesia sesuai selera diri kita sendiri… Kenapa dalam bahasa Indonesia ??? Aku mudahkan Al Qur’an dalam bahasamu. Itulah Firman Allah di dalam Surat Maryam 19 : 97 dan Surat AD-Dukhan 44 : 58 Kita persiapkan do’anya sesuai selera kita, sesungguhnya tanpa do’a pun Tuhan tidak akan marah. Setelah kita selesai membaca do’a, kemudian kita lanjutkan dengan latihan dzikir – meditasi. Walaupun do’anya hanya sekedar dibaca biasa saja setiap malam setelah sholat isa atau setelah sholat subuh tanpa harus dihapal diluar kepala kemudian dilanjutkan dengan berdzikir-bermeditasi minimal selama 30 menit, namun ternyata setelah kita mengerjakannya lebih dari 2-3 malam berturut-turut akan muncul sensasi pada diri kita sebagai reaksi dari masuknya energi Illahi ke dalam tubuh kita dan membangkitkan energi di dalam diri kita. Sebelum berlatih dzikir-meditasi kita siapkan aqua di dalam botol tertutup yang kita letakkan di pinggir depan sajadah kita.. Air dibotol itu kita minum dulu seteguk untuk merasakan begitulah rasanya aqua… Setelah selesai berlatih bila aqua di dalam botol itu kita minum maka rasanya berubah agak pahit… Ini untuk membuktikan dan meyakinkan diri kita bahwa Energi Ilahi itu ada… Energi Illahi ini akan membersihkan semua energi negatif yang ada diseluruh tubuh kita sehingga jasmani kita sehat dan bathin kita pun akan menjadi semakin kuat. Sensasi yang terjadi sebagai efek detoks pada umumnya adalah : Rasa hangat sampai panas dan berkeringat, kadang-kadang pusing, mual sampai muntah serta rasa haru. Kemudian akan muncul getaran-getaran pada kedua tangan sampai seluruh tubuh dan akhirnya muncul gerakan sujud yang disertai rasa haru. Menurut salah seorang sesepuh, ITULAH YANG DISEBUT SUJUD IMAN… Hal ini sesuai dengan ayat-ayat yang ada di dalam Al Qur’an : Seseorang yang beriman manakala mendengar atau mengucapkan Asma Allah akan bergetar hatinya (Al Anfal 8 : 2), merinding kulitnya (Az-Zumar 39 : 23), menyungkur dan menangis (Maryam 19 : 58 ). Dalam hal ini, hati di setiap sel, bahkan hati di setiap atom diseluruh tubuh kita akan bergetar dan memancarkan energi yang luar biasa.

Istilah dzikir adalah tidak memikirkan sesuatu apapun kecuali Tuhan. Meditasi adalah mengosongkan pikiran sambil dalam hati mengulangngulang nama Tuhan. Sesungguhnya penulis tidak bisa apa-apa, penulis tidak memiliki apa-apa, jangankan kepandaian, kebodohan pun bukan milik penulis. Walaupun demikian, penulis berharap semoga makalah ini bisa bermanfaat bagi sesama hamba Allah. Puji syukur penulis panjatkan kepada Allah Tuhan semesta alam. Penulis pun menyampaikan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pembimbing ruhani, semua teman serta semua handai tolan yang tidak bisa disebutkan satu-persatu yang telah membantu penyusunan dan penulisan makalah Tuntunan Praktis Dzikir-Meditasi ini.. Kebenaran yang hakiki senantiasa datang dari Allah. Sebagai insan penulis mohon maaf bila ada kesalahan dalam penyampaian. Cirebon, Ramadhan 1423 H…. direvisi Ramadhan 1434 H Dr H MAMAN SW SpOG

KAHLIL

GIBRAN Tuhan telah memasang pelita dalam hati-hati kita yang menyinarkan pengetahuan dan keindahan dosalah yang mematikan pelita itu dan menguburkannya dalam abu. Tuhan telah menciptakan jiwa-jiwa kamu dengan sayap-sayap untuk terbang di langit Cinta dan Kebebasan yang luas. Alangkah sayangnya kalau kamu tebas sayapmu dengan tanganmu sendiri dan memaksa jiwamu merangkak-rangkak bagaikan kutu di atas tanah. Renungan-Renungan Spiritual Penerbit – Percetakan Bentang

PRELUDE Jalaludin Rumi Jauh di dalam kalbu ada Cahaya Surga marak menerangi Paras lautan tanpa suara yang tiada batas Oh, bahagialah mereka yang menemukanNya dalam tawakal Rupa segala yang dipuja setiap insan Orang buta, gandrung pada bayangan benda indah Hanya akhirnya mengutuk pesona yang menimbulkan bencana, Bagaikan Harut dan Marut, malaikat sepasang Yang menganggap diri paling suci dari yang suci Kebodohan, keinginan dan kebanggaan diri yang jahat Kan merusak keharmonisan bagian dan keseluruhan Sia-sialah kita mencari dengan nafsu tak terjinakan Untuk sampai pada visi Satu Jiwa Abadi Cinta, hanya cinta yang dapat membunuh apa Yang tampaknya telah mati, ular nafsu yang telah membeku Hanya cinta, lewat air mata doa dan nyala rindu Terungkaplah pengetahuan yang tak pernah dapat di sekolah Para pecinta Tuhan belajar dari-Nya rahasia Pemeliharaan, rencana alam semesta Tinggal di dalam-Nya, mereka selalu menyenandungkan pujian-Nya Yang menciptakan ribuan Waktu bagi manusia. Kejahatan tak mereka kenal, karena di dalam-Nya sama sekali tidak ada Namun tanpa kejahatan bagaimana kebaikan kan menampak Cinta menyahut : “Mari merasa denganKu, jadilah satu bersamaKu Dimana ada Aku, tak ada jarak yang bisa memisah Ada tingkatan Cahaya surgawi dalam jiwa : Para Nabi dan Orang Suci memperlihatkan jalan yang telah mereka lalui Langkah awal dan tahap-tahapnya, tempat-tempat berhenti sejenak Dan tujuan-tujuannya : Semua menuju ke satu tujuan dalam Tuhan. Cinta tak kan membiarkan hambanya yang setia lelah terkulai Keindahan Abadi selalu menarik mereka Dari kemuliaan menuju kemuliaan, datang kian mendekat Pada setiap pemberhentian dan percintaan semakin lekat. Ketika kebenaran bersinar, tiada kata dan cerita nan dapat terucap; Kini dengarkan Suara di dalam hatimu. Selamat berpisah —ooo–CATATAN PENULIS Selamat berpisah sebagai ucapan selamat atas berpisahnya ruh dari jasad,

Mati sebelum mati atau mi’raj melalui cahaya demi cahaya

DZIKIR – MEDITASI PEMBERSIH DAN PEMBUKA HATI Yang dimaksud dengan hati dalam hal ini adalah kolbu, bukan organ liver dalam tubuh manusia. Kolbu ini hanya dimiliki oleh manusia. Kolbu ini berlapis-lapis, dimana bagian yang terdalamnya disebut hati nurani atau hati nuraini, berasal dari kata Nur artinya cahaya dan Aini artinya melihat… Di dalam diri manusia ada Cahaya Yang Maha Melihat ( AL QIYAMAH 75 : 14 ) Allah akan membimbing dengan Cahayanya kepada Cahayanya bagi siapa yang Dia kehendaki (AN NUUR 24 : 35). Barang siapa yang hatinya dibuka oleh Allah kepada Islam ( fitrah ), maka dia itu mendapat Nur dari Tuhan-nya ( AZ-ZUMAR 39 : 22 ) MENURUT HADITS QUDSI : Dalam setiap rongga anak Adam, AKU ciptakan suatu mahligai yang disebut dada, dalam dada ada kolbu, dalam kolbu ada fuad, dalam fuad ada syagofa, dalam syafoga ada sir, dalam sir ada AKU, tempat AKU menyimpan rahasia. Fuad artinya hati yang bersih dan syagofa artinya yang lebih dalam dari fuad, di dalamnya ada hati nuraini, dalam hati nuraini ada Aku, ada Allah, ada Cahaya Yang Maha Melihat ( AL QIYAMAH 75 : 14 ). Oleh karena itu menurut para sufi : Qolbu mukmin baitullah. Itulah RumahNya, itulah MasjidNya yang sejati, di dalamnya Ruh bersujud, menyebut Namanya, bertasbih pagi dan petang sejak hari pertama Ruh dihembuskan ke janin dalam kandungan ibu…( AN NUUR 24 : 36 ) Sesungguhnya sejak di alam arwah ruh-jiwa sudah bersyahadat… Ketika Allah berfirman : bukankah Aku Tuhan-mu….??? Benar kami bersaksi ( AL A’RAAF 7 : 172 )… Menurut Irmansyah Effendi Grand Master Reiki Tumo Yayasan Padma Jaya : Hati Nuraini adalah percikan dari Sang Pencipta yang pada hakekatnya adalah Essensi Dzat Illahiah yang senantiasa jujur, selalu mengetahui kebenaran, selalu mengarahkan kita kepada Tuhan, selalu tegas menolak hal-hal yang menjauhkan kita dari Tuhan. Di dalam hati nurani inilah adanya ketenangan, kedamaian serta kebahagiaan sejati.

Umumnya pada kebanyakan manusia Hati Nuraninya senantiasa tertutup karena didominasi oleh otak kiri yang selalu menampilkan ide-ide bagus namun ternyata menjauhkan kita dari Tuhan. Otak selalu menghasilkan kebahagiaan semu, tak pernah puas, selalu gelisah, bimbang dan ragu, benar dan salah dipengaruhi arus. Walaupun demikian otak masih diperlukan untuk kesungguhan dan kemantapan, untuk menyerap ilmu pengetahuan serta untuk mengendalikan tubuh fisik, dimana tubuh fisik adalah sebagai pelaksana yang akan mengerjakan perintah Tuhan. Tidak ada pelajaran khusus atau teknik khusus untuk membuka hati nurani ini. Semata-mata kita hanya mohon izin dan keridhoan Allah, mohon barokah Allah, mohon taufik dan hidayah Allah saja yang bisa kita lakukan, selanjutnya pasrahkan diri sepenuhnya kepada Allah, biarkan Tangan Allah yang bekerja, karena hanya Allah-lah yang bisa membuka Hati Nurani kita. Berarti Irmansyah Effendi secara tidak langsung menganjurkan kita berdzikir atau bermeditasi agar terbuka hijab … Pengertian dzikir dan meditasi sama saja, hanya berbeda bahasa… Meditasi adalah mengosongkan pikiran sambil dalam hati mengulangngulang menyebut nama Tuhan. Dzikir atau dzikrullah adalah mengingat Allah tanpa mengingat yang lain selain Allah Yang Maha Ghoib yang keberadaanNya tidak terjangkau oleh akal dan pikiran, Dia yang Maha Rahman dan Rahim, Yang Maha Kuasa atas segalanya. Tandatandanya di segenap penjuru dan di dalam diri mereka, di dalam dirimu dan di dalam diri kita semua, di dalam semua ciptaanNya, Dzat Allah meliputi segala sesuatu. Dia ada di mana-mana namun dalam Ke-EsaanNya Dia tidak kemana-mana. Dialah Allah Yang Maha Meliputi segala sesuatu. Kita boleh menyebut Nama Tuhan dengan Nama apa saja yang baik-baik dari Asma ul Husna. Kita tidak tahu Tuhan itu laki-laki atau perempuan, karena itu kita boleh panggil Bapa atau Bunda. Nama Tuhan yang sebenarnya kita tidak tahu, tidak bisa dituliskan dan tidak bisa disebutkan. Kita semua, berjumpa pun belum apalagi mengenal namaNya. Mereka ( kita semua ) tidak mengenal Allah dengan sebenarbenarnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kuat lagi Maha Perkasa ( AL HAJJ 22 : 74 ) Kamu ( kita semua )tidak menyembah yang selain Allah kecuali hanya nama-nama yang kamu (kita) dan nenek moyang-m ( nenek moyang kita ) membuat-buatnya, Allah tidak menurunkan suatu keteranganpun tentang nama-nama itu. ( YUSUF 12 : 40 ) Itu tidak lain hanyalah nama-nama yang kamu (kita) dan bapakbapakmu ( bapak-bapak kita )mengada-adakannya, Allah tidak menurunkan suatu keteranganpun untuknya, mereka tidak lain

hanyalah mengikuti sangkaan-sangkaan dan hawa nafsunya ( AN NAJM 53 : 23 ). Orang Budha menyebutNya Amitaba artinya : Cahaya tanpa batas… Orang Hindu menyebutNya : Rada Swami artinya Ruh Yang Maha Tinggi… Orang Arab menyebutNya Allah, dari kata AL ILLAH artinya yang disembah, bukan nama… Orang Sunda dan Jawa menyebutNya Gusti Pangeran… Dzikir menurut Rosulullah : 1. Berpeganglah pada Al Qur’an dan Sunah… 2. Urusan dunia engkau lebih tahu, tata cara beribadah ikuti caraku.. 3. Segala sesuatu ada pembersihnya, pembersih hati adalah dzikir. 4. Jalan terdekat menuju kepada Allah adalah dzikir. 5. Sesungguhnya manusia itu dalam keadaan tidur, ketika mati barulah dia bangun…kesadaran Ruhnya bangkit…. 6. Harus bisa mati sebelum mati… Dzikir adalah jalan tol menuju kepada Allah. Bila hati kita bersih, jalan menuju Tuhan terbuka lebar, bebas hambatan. Sebaik-baiknya dzikir adalah membaca Al Qur’an. Telah AKU turunkan Adzikir (AL HIJR 15 : 9)… Adzikir adalah Al Qur’an. DZIKIR MENURUT AL QUR’AN : 1. Dzikir lebih utama dalam kehidupan. ( Al Ankabut 29 : 45 ). 2. Selesai sholat, cari karunia Allah, kerjakan dzikir sebanyak-banyaknya agar kamu sukses ( Al Jumu’ah 62 : 10 ). 3. Selesai haji dzikir lebih banyak lagi ( Al Baqarah 2 : 200 ). 4. Allah akan memudahkan segala urusan, diberi kecukupan, diberi rizki yang tak terduga, diampuni segala kesalahan, pahalanya berlipat ganda ( At Tholak 65 : 2-3-4-5 ). 5. Dikeluarkan dari kegelapan ke tempat yang terang ( Al Ahzab 33 : 4143 ). 6. Diberi kedudukan ( Muhhamad 47 : 7 ). 7. Orang yang paling mulia di sisi Allah adalah dia yang paling takwa diantara kalian ( Al Hujurat 49 : 13 ) 8. Dengan Dzikir hati akan menjadi tenang dan tenteram ( Ar Rad 13 : 28 ) 9. Telah Aku turunkan Adz Dzikir ( Al Hijr 15 : 9 ). Adz Dzikir adalah Al Qur’an. 10. Aku jadikan Al Qur’an itu Cahaya…( Asy Syura 42 : 52 ).. 11. Allah adalah Cahaya…( An Nuur 24 : 35 )… An Nuur adalah Allah… Bila Surat Al Hijr 15 : 9, Asy Syura 42 : 52 dan Surat An Nuur 24 : 35 kita rangkum dan kita simpulkan maka : Adz-Dzikir adalah Allah… Wajar bila ada sesepuh yang mengatakan : Dengan berdzikir Allah..Allah..Allah.. maka insya Allah, Tuhan akan memperlihatkan Cahayanya…

Amin..Amin..Ya Robbal alamin.. Laa ilaaha illallaah adalah statement, pernyataan kita. Essensinya adalah Allah. Bila kita mengucapkan ikrar laa illaha ilallah tanpa memahami essensinya, sama juga bohong. Menurut Rosulullah : Urusan dunia engkau lebih tahu, tata cara beribadah ikutilah cara-ku, kita harus bisa mati sebelum mati. Sekarang yang harus kita renungkan dan yang harus kita kaji ulang adalah apakah yang dilakukan Muhammad di gua Hiro sebelum beliau menjadi Nabi, sebelum beliau dinobatkan menjadi Rosulullah ??? Pada saat itu belum ada Al Qur’an, belum ada perintah sholat seperti sekarang, belum ada Sunnah Rosulullah saw sebagai pedoman hidup bagi umat Islam, namun beliau sangat berhasil mendekatkan diri dan berkomunikasi dengan Tuhan secara efektif. Bagaimanakah caranya agar kita bisa dekat serta bisa berkomunikasi dengan Tuhan seperti beliau ??? KUNCINYA ADALAH DZIKIR-MEDITASI…!!! BERAMBUNG KE BAGIAN 2-3 Perhatikan Firman Allah : Apabila telah Aku sempurnakan kejadiannya, Aku tiupkan Ruh-Ku kepadanya (AL HIJR 15 : 29) DST…..

BENARKAH ALLAH MELARANG SHOLAT DI MASJIDIL HAROM REVISI 11-Maret-2015

Dr. H MAMAN SW SpOG http: //www.slideshare.net/drmaman http: //www.drmamanspog.blogspot.com

BENARKAH ALLAH MELARANG SHOLAT DI MASJIDIL HAROM…??? YA ALLAH AKU TIDAK BISA MENJAWABNYA…

Suatu ketika anak ku yang masih di SD sedang membaca pelajaran agama, dia bertanya kepadaku : Ayah kalau kita sudah berwudu kemudian kita kentut, wudunya kan jadi batal, terus kita harus ambil wudu lagi ya ayah. Akupun menjawab : Ya, Teteh harus ambil wudu lagi. Tapi ayah, kenapa pantatnya tidak dicuci… Pertanyaan yang polos dan sederhana namun Ya Allah aku tidak bisa menjawabnya … Aku teringat almarhum kakek. Aku biasa memanggilnya abah dan abah ini sangat istimewa bagiku karena dia sebagai tempat bertanya bagiku dan bagi orang-orang di sekitarnya. Waktu itu aku masih di SMA.. Abah mengajari aku : Coba kamu belajar tidak batal wudu selama 40 hari .. Saya jawab : Iya abah saya coba… Namun aku nyerah dan lapor ke abah bahwa aku hanya sanggup 1 minggu saja .. Abah bertanya bagaimana cara aku berwudu, kemudian aku jelaskan seperti yang aku dapatkan di sekolah. Kemudian abah berkata : Tidak batal wudu bukan begitu maksudnya, percuma kamu berwudu, kalau abah minta tolong belikan rokok tetapi kemudian uang kembaliannya kamu ambil tanpa seizin abah… Kata-kata abah langsung mengena di hatiku, aku tak bisa mungkir. Dengan caranya yang lembut abahpun menjelaskan tentang hakikatnya wudu, yaitu tentang wudu perbuatan… Secara singkat apa yang abah jelaskan adalah sebagai berikut : Mencuci kedua tangan : Artinya kedua tangan difungsikan bukan untuk mencuri atau korupsi tapi untuk membantu sesama, lebih baik tangan di atas untuk senantiasa memberi daripada tangan dibawah hanya sekedar meminta-minta, mengemis .. Jangan mengharapkan apapun sekalipun itu ucapan terima kasih. Kerjakan semuanya atas dasar ikhlas semata-mata kepada Allah.. Suatu saat nanti kamu akan tahu apa yang disebut kiyai ronggeng… Berkumur-kumur membersihkan mulut : Artinya mulut harus dijaga dari yang masuk maupun yang keluar dari mulut jangan menggunjing, jangan sampai menyakitkan perasaan orang lain … Mencuci-membersihkan kedua lubang hidung : Artinya setiap keluar masuk nafas diisi dengan Asma Allah.. Dzikir setiap saat… Mencuci muka : Artinya kita harus bersikap ramah tamah, jangan berburuk sangka, Rosulullah pun mendapat teguran dari Allah ( Surat ABASA 80 : 1-6 )… Mencuci kepala artinya pikiran harus jernih serta wawasaan harus luas, kreatif, tidak taklid, tidak dogmatis. Tuhan pun marah bila kita tidak pakai otak ( YUNUS 10 : 100 ). Kita diberi dua mata, dua telinga dan

satu mulut artinya harus banyak belajar melalui mata dan telinga, jangan kebanyakan ngomong, seperti tong kosong yang nyaring bunyinya … Mencuci kedua kaki : Kita diberi kaki, langkahkan di jalan Allah … jangan menjadi orang yang fasik… Selanjutnya abah menjelaskan masalah hakikatnya sholat… Menurut orang awam sholat berasal dari kata sholu artinya ta’at kepada Allah. Bagi para sufi sholat dari kata waslat, artinya melekat, bersekutu dengan Allah, manunggal dengan Allah tanpa keterbatasan ruang dan waktu. Takbiratur ikhrom Mengucapkan ALLAHU AKBAR sambil mengangkat kedua tangan, sebagai tanda hormat dan penyerahan total kepada Allah, jangan angkuh, sombong, ria, ujub, takabur, jangan hanya melihat keatas. Kuhadapkan wajahku kepada yang menciptakan langit dan bumi sebagai orang yang cenderung kepada agama yang lurus dan aku bukanlah orang yang mempersekutukan Tuhan-nya ( AL AN’AM 6 : 79 ). Sesungguhnya sholatku, ibadahku, hidupku dan matiku adalah demi Tuhan semesta alam ( AL AN’AM 6 : 162 ) Agar khusuk, anggaplah ini adalah sholat kita yang terakhir, sehingga kita harus ikhlas dan pasrah, karena setelah sholat mungkin kita mati … namun mati secara muslim … Berserah diri… kepada Allah… Laa syariika lahu wa bidzaalika umirtu wa ana awwalul muslimin. Tiada sekutu bagi-Nya, demikianlah yang diperintahkan kepadaku dan aku yang awal berserah diri kepada Allah ( AL AN’AM 6 : 163 ). Semua Ruh sejak hari pertama dilahirkan, sejak di dalam kandungan, bahkan sejak di alam arwah, para Ruh sudah bersaksi… sudah berserah diri… sudah muslim ( AL A’RAF 7 : 172 ) Bersekutu dengan Allah adalah sholat yang kekal, sholat yang sebenar-benarnya sholat. Inilah sholat yang kekal, sholat da’im ( AL MA’AARIJ 70 : 23 ) Mereka menjaga sholat mereka ( AL MA’AARIJ 70 : 34 ) Celakalah orang-orang yang sholat tapi lalai akan sholatnya ( AL MAA’UUN 107 : 4-5 ) Ruku …

Lihat strata yang paling bawah. Berempati, bersimpati atas penderitaan mereka, rubah dengan tanganmu bila kamu mampu, beri nasihat yang baik, kalau tidak mampu berdo’alah untuk mereka Berdiri kembali… Sadar bahwa Allah Maha Mendengar dan Maha Melihat hamba-hambanya yang berserah diri kepadaNYa Sujud … Berterimah kasih pada bumi atas apa yang dihasilkan bumi bagi kita. Sadari bahwa bila Tuhan menghendaki, martabat kita bisa jatuh, bahkan lebih hina dari hewan berkaki empat, hewan tidak ada yang masuk neraka … Sesungguhnya manusia itu merugi, kecuali mereka yang beriman, beramal saleh, saling mengajari kebenaran, saling mengajari kesabaran ( AL ‘ASHR 103 : 2-3 ). Orang yang paling mulia di sisi Allah adalah dia yang paling takwa diantara kalian ( AL HUJURAT 49 : 13 ) Kemudian duduk Dihadapan Tuhan kita tidak lebih hanya sebagai pengemis, Allah yang Maha Kaya Tempat kita meminta. Hai manusia !!! Engkau tidak lebih hanya seorang pengemis di depan Allah, Dia Yang Maha Kaya dan Maha Terpuji ( AL FATHIR 35 : 15 ) Sujud kembali … Sebagai tanda keta’atan dan rasa hormat kita kepada Allah Dan kepada Allah bersujud semua yang ada di langit maupun semua yang ada di bumi, binatang maupun malaikat. Sedangkan mereka tiada menyombongkan diri ( AN NAHL 16 : 49 ). Tidaklah Allah menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka mengabdi kepada-Nya ( ADZ-DZAARIYAT 51 : 56 ) Bertasbih memuji-Nya tujuh lapis langit dan bumi serta makhluk yang berada diantara keduanya dan tiada sesuatupun yang tiada bertasbih memuji-Nya ( AL ISRA 17 : 44 ). Ingatlah ketika Kami berfirman kepada para malaikat : “Tunduklah kamu kepada Adam”, lalu tunduklah mereka, kecuali iblis, ia menantang dan menyombongkan dirinya dan ia termasuk golongan yang kafir ( AL BAQARAH 2 : 34 ) Duduk kembali… Kita sadar bahwa semua umat dihadapan Allah sama, kecuali kadar keimanan dan ketakwaannya. Membaca salawat untuk Nabi Muhammad, kemudian Nabi pun membalas do’a kita…

Janganlah kamu mengira orang yang meninggal di jalan Allah itu mati. Tidak !!! Mereka tetap hidup di sisi Tuhan-nya dan mendapat rizki ( ALI IMRAN 3 : 169 ) Pada akhir Shalat kita mengucapkan salam : Semoga engkau selamat serta mendapat rahmat dan barokah Allah ke kanan dan ke kiri, secara horizontal kita hidup bermasyarakat, berinteraksi antar sesama umat manusia, dimana kita harus mempunyai rasa kesetiakawanan serta rasa kepedulian sosial. Ucapan salam ini tidak hanya sekedar di ucapkan di mulut saja. Hal ini akan lebih bermakna bila disosialisasikan, direalisasikan dan diterapkan dalam kehidupan seharihari, dimana selain mendo’akan, kita pun harus bersedia membantu kesulitan tetangga di sebelah kanan dan kiri kita baik secara moril maupun materil. Kita harus mau tolong-menolong, hidup bergotongroyong, tanpa pamrih. Apa yang kita kerjakan adalah semata-mata ibadah karena Allah. Nulung anu butuh, nalang anu susah, mere anu kere, nganteur anu keueung. Oleh karena itu jangan salahkan siapapun, bila ada umat Islam yang fakirmiskin kemudian dia berpaling setelah mendapat santunan dari umat lain. Salahkan diri kita sendiri, karena kita termasuk orang-orang yang lalai akan sholat nya. Kita hanya sekedar mengerjakan sholat akan tetapi tidak mendirikan sholat, tidak memahami hakikinya sholat. Bagi fakir miskin yang dibutuhkan bukan hanya sekedar khutbah angin surga saja akan tetapi yang mereka butuhkan adalah uluran tangan yang nyata. Kefakiran akan lebih mendekatkan seseorang kepada kekufuran. Sebagai tetangga mungkin kita ikut berdosa karenanya. . Pada setiap perubahan adegan sholat selalu dimulai dengan takbir Allahu Akbar, artinya kita harus mengingat Allah setiap saat, dalam setiap gerak-gerik kita senantiasa eling kepada Allah, setiap saat berdzikir kepada Allah, setiap saat senantiasa bersekutu dengan Allah. Kesemuanya itu merupakan realisasi dari shalat yang kekal, sholat da’im, sholat yang tidak terputus, yang langsung menghadap kepada Allah Yang Maha Rahman-Rahim, Maha Besar, Maha Luas. Itulah yang disebut sholat bathin. Hadapkan dirimu pada dirimu sendiri, disanalah Dia… Dengan demikian tampak jelas perbedaannya antara shalat bathin dengan shalat wajib dan shalat lainnya yang harus menghadap ke kiblat Mekah (Ka’bah) serta ada waktunya yang bisa diundurkan atau dimajukan, disesuaikan dengan situasi dan kondisi. Berarti shalat yang biasa mempunyai keterbatasan ruang, harus menghadap ke Kiblat Ka’bah dan keterbatasan waktu. Sholat bathin tidak dibatasi ruang dan waktu. Ruhnya senantiasa sujud kepada Allah, dimana saja, kapan saja, setiap saat sujud kepada Allah… Wudunya adalah wudu perbuatan. Yaitu apapun yang kita lakukan semata-mata atas dasar ibadah kepada Allah, tulus dan ikhlas, bukan

karena takut masuk neraka ataupun mengharapkan surga, namun hanya mengharapkan keridoan Allah. Oleh karena itu bila manusia bathinnya baik maka perilakunya juga pasti baik… Pintu Allah akan terbuka lebar … bagi mereka yang menyerahkan diri kepadaNya … Kemudian abah menjelaskan masalah berdzikir setiap saat sebagai realisasi dari sholat yang kekal … realisasi sholat da’im. Kata Abah carilah metode yang sederhana dan mampu laksana, seperti kita belajar menulis, bila kita tidak memiliki laptop, bisa pakai areng, yang penting kita bisa menulis. Abah kasih pelajaran yang sederhana pun belum tentu kamu kerjakan. kamu Lihat perintah berdzikir di dalam Al Qur’an…!!! Sholat menjauhkan perbuatan keji dan mukar, namun dzikir lebih utama (AL ANKABUT 29:45 ). Selesai sholat dzikir sebanyak-banyaknya agar kamu sukses ( AL JUMU’AH 62 : 10 ). Selesai haji berdzikirlah, bahkan lebih banyak lagi ( AL BAQARAH 2: 200 ). Allah akan memberikan jalan keluar dan memberi rizki dari arah yang tidak diduga… Allah akan memberikan kecukupan… akan dimudahkan segala urusannya… dihapus segala kesalahannya… serta dilipat gandakan pahalanya ( AT THOLAQ 65 : 2-3-4-5 ). Dikeluarkan dari kegelapan ke tempat terang ( AL AHZAB 33 : 4143 ). Diberi kedudukan ( MUHAMMAD 47 : 7 ). Orang yang paling mulia di sisi Allah adalah dia yang paling taqwa ( AL HUJURAT 49 : 13 ). Menurut para sufi berdzikir hukumnya wajib. Keberagamaan seseorang dikatakan sempurna bila sudah mencapai iman, islam dan ikhsan … Iman dipelajari melalui ilmu ushuluddin. Islam dipelajari melalui ilmu fiqih… Ikhsan dicapai melalui jalan sufi yaitu tasawuf. Kata Abah mau atau tidak mau kita harus mengikuti jalan sufi, belajar tasawuf agar keberagamaan kita sempurna. Untuk memahami tasawuf kita harus memahami Al Qur’an dan Sunah Rosulullah. Kita harus memahami ajaran-ajaran atau sabda-sabda Rosulullah. Perjalanan menuju kepada Tuhan adalah perjalanan dari alam lahiriyah ke alam bathiniah… bukan perjalanan ke Mekah. Allah adalah Al Bathin. RumahNya di dalam bathin. KitabNya di dalam bathin. Wudunya, adalah wudu perbuatan… Sholatnya, sholat bathin melalui dzikir-meditasi, belajar mati sebelum mati agar kesadaran Ruhnya bangkit untuk berkomunikasi dengan Tuhan… Itulah pelajaran dari Abah …

Lalu kenapa pelajaran tasawuf tidak disosialisasikan kepada generasi muda agar perilaku mereka terkendali…??? Kenapa hanya sedikit sekali orang yang berminat untuk menyempurnakan keberagamaannya? Dzikir-meditasi.. duduk santai di lantai dengan alas yang empuk atau dikursi, jangan bersandar. Usahakan tulang kepala dan tulang ekor membentuk satu garis lurus. Pejamkan mata ujung lidah dilipat ke atas menyentuh langit-langit … Ucapkan Asma Allah berulang-ulang dalam hati… Kita mengukir Asma Allah dengan ujung lidah pada langit-langit. Bila suatu saat nanti kita tidak mampu lagi mengucapkan Asma Allah, cukup dengan menempelkan ujung lidah pada ukiran tersebut berarti kita eling kepada Allah, maka kita mati dalam keadaan muslim … mati dalam keadaan berserah diri kepada Allah… Itu kata abah, amin… Amin… Yaa Robbal alamin … Ingat baik-baik pelajaran dari Abah …!!! 1. Pelajari Adzikir…!!! Adzikir adalah Al Qur’an. Al Qur’an adalah An Nuur dan An Nuur adalah Allah. Berarti Adz-Dzikir adalah Allah…Dengan berdzikir Allah..Allah..Allah.. maka Allah akan memperlihatkan Cahayanya.. 2. Pahami sabda Rosulullah…!!! SABDA ROSULULLAH SAW : 1. Bacalah kitab yang kekal yang berada di dalam dirimu…. 2. Segala sesuatu ada pembersihnya, pembersih qolbu adalah dzikir. 3. Jalan terdekat menuju Allah adalah dzikir… 4. Kita harus belajar mati sebelum mati… 5. Belajarlah sampai ke negeri Cina… MENURUT AL GHAZALI, IBNU ARABI dan para sufi lainnya : Barang siapa mengenal dirinya maka dia mengenal Tuhannya. Barang siapa mengenal Tuhannya dia merasa dirinya bodoh. Barang siapa mencari Tuhan keluar dari dirinya maka dia akan tersesat semakin jauh.… Kenapa Rosulullah menganjurkan BACALAH KITAB YANG KEKAL YANG BERADA DI DALAM DIRIMU. Kitab apa-an tuh…!!!??? Kenapa para sufi menganjurkan MENCARI TUHAN KE DALAM DIRI… TIDAK KE MEKAH…??? Apakah menurut Al Qur’an Tuhannya ada di Mekah …!!!??? Apakah mencari Tuhan ke Mekah tersesat …!!!??? Kenapa MASALAH ini tidak pernah di bahas para penceramah… ???

KENYATAANNYA MEMANG ALLAH TIDAK ADA DI MEKAH ATAUPUN DI CINA…!!! 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8.

FIRMAN-FIRMAN ALLAH : Bila hamba-hamba-KU bertanya tentang Aku, katakanlah bahwa Aku dekat ( AL BAQARAH 2 : 186 ). Lebih dekat Aku dari pada urat leher ( AL QAF 50 : 16 ). Tanda-tanda Kami disegenap penjuru dan pada diri mereka ( FUSHSHILAT 41 : 53 ). Dzat Allah meliputi segala sesuatu ( FUSHSHILAT 41 : 54 ). Dia bersamamu dimanapun kamu berada (AL HADID 57 : 4). Kami telah mengutus seorang utusan dalam diri-mu ( AT TAUBAH 9 : 128). Di dalam dirimu apakah engkau tidak memperhatikan ( AZZAARIYAT 51 : 21 ) Tuhan menempatkan diri antara manusia dengan kolbunya (AL ANFAL 8:24). Tidak ada satu ayatpun yang mengatakan Allah ada di Mekah ataupun di Cina …!!!??? HADITS QUDSI : Di dalam setiap rongga anak Adam Aku ciptakan suatu mahligai yang disebut dada, dalam dada ada kolbu, dalam kolbu ada fuad, dalam fuad ada syagofa, di dalam syagofa ada Sir, di dalam Sir ada AKU …. 

Fuad adalah hati yang bersih.

Syagofa artinya yang lebih dalam…

Jadi beralasan bila para sufi mengatakan : Kolbu mukmin baitullah. … di dalamnya Allah berkenan untuk dimuliakan dan disebut Namanya serta bertasbih pagi dan petang… ( Surat An Nur 24 : 36 ) Di dalamnya Ruh bersujud kepada Allah sejak hari pertama Ruh dihembuskan ke janin dalam kandungan ibu, di dalamnya Ruh sudah bertakwa sejak hari pertama Ruh dilahirkan… bahkan sejak di alam arwah pun Ruh sudah bertakwa kepada Allah, Ruh sudah bersyahadat, Ruh sudah berserah diri kepada Allah… Berarti semua Ruh sudah Muslim… Allah berfirman : Bukankah Aku Tuhanmu ??? Semua Ruh menjawab : Benar kami bersaksi ( AL A’RAAF 7 : 172 ) Kata abah inilah yang disebut syahadat awal… dan Surat Al A’raf 7 : 172 ini sebagai bukti bahwa yang bisa berkomunikasi dengan Allah adalah Ruh… bukan jasmaninya… Kata Rosulullah saw : Kita harus belajar mati sebelum mati…

Yang dimaksud mati sebelum mati itu apa dan bagaimana…??? Jasmaninya diam tanpa gerak, namun santai, rileks dan kerja otak pun diistirahatkan, ego kita dihilangkan…hening… Dalam hening rasakan getaran energinya, merinding kulitnya, menyungkur dan menangis… Dalam hening kesadaran Ruhnya bangkit, Ruh keluar dari jasad, out of body, mi’raj, perjalanan spiritualpun dimulai… Kitapun mendapatkan pengalaman spiritual yang tidak ada di bangku sekolah… Ini tidak bisa dicapai hanya sekedar sholat kecuali melalui dzikir-meditasi… Qolbu mukmin itulah RumahNya, itulah Masjidnya Yang Hakiki… buatan Allah sendiri… tidak dibuat dari batu bata, tapi dari kesucian, kedamaian, keselamatan, kasih-sayang , kesabaran dan keikhlasan serta berserah diri kepada Allah melalui keimanan dan ketakwaan,…itulah agama fitrah, itulah Islam yang diridhoi Allah, itulah Islam Sejati yang dianut semua umat… Bila rumah Allah dibuat dari batu bata, lalu Allahnya seperti apa…??? Apakah tidak musyrik…??? Perhatikan Surat AL A’RAAF 7 : 172 : Bukankah Aku Tuhanmu ??? Semua Ruh menjawab : Benar kami bersaksi. Kemudian Ruh dihembuskan ke dalam jasmani : Maka apabila telah Aku sempurnakan kejadiannya, dan Aku tiupkan Ruh-Ku kedalamnya … ( AL HIJR 15 : 29 dan SHAAD 38 : 72 ) sambil mengemban amanah Allah, karena Allah Maha Mengetahui bahwa manusia itu bersifat dzolim dan bodoh. Perhatikan Surat AL AHZAB 33 : 72 : Telah Kami tawarkan amanah ( agama ??? ) kepada langit, bumi dan gunung, akan tetapi mereka semua enggan memikulnya, karena takut menghianatinya, namun manusia bersedia memikulnya, karena ia dzolim dan bodoh. Perhatikan beberapa Firman Allah : Dialah Jibril yang telah menurunkan Al Qur’an ke dalam qolbumu atas izin Allah ( AL BAQARAH 2 : 97 ) ( Al Qur’an ) ini adalah ayat-ayat yang nyata di dalam hati orangorang yang diberi ilmu dan hanya orang-orang durjana yang mengingkari ayat-ayat Kami ( AL ANKABUT 29 : 49 .) Dia (Allah) akan memberi petunjuk kepada hatinya ( AT-TAGABUN 64 : 11 ) Sesungguhnya Al Qur’an yang mulia berada pada kitab yang terpelihara dan tidak tersentuh kecuali oleh mereka yang di sucikan ( AL WAQI’AH 56 : 77-78 ) Oleh karena itu Rosulullah bersabda : Bacalah kitab yang kekal yang berada di dalam dirimu …!!!

Apa yang dimaksud kitab yang kekal yang berada di dalam dirimu…??? Itulah Al Qur’an yang mulia, Al Qur’an sejati yang ada di dalam diri … berada pada kitab yang terpelihara.. tidak tersentuh kecuali oleh mereka yang suci hatinya…. Rosulullah saw pun bersabda : Pembersih kolbu adalah dzikir dan dzikir adalah jalan terdekat menuju kepada Allah Rosulullah mengajarkan keutamaan dzikir. Di dalam Al Qur’an disebutnya sholat da’im, itulah sholat yang kekal, itulah sholat bathin …!!! Bila hati bersih, insya Allah jalan menuju Allah terbuka lebar, tidak ada hambatan… Dzikir adalah jalan tol menuju kepada Allah… Kata Al Qur’an : dzikir lebih utama (AL ANKABUT 29 : 45)… Rosulullah saw pun bersabda : 

Kita harus berpegang pada Al Qur’an dan Sunah agar selamat …

Urusan dunia engkau lebih tahu, tapi tata cara beribadah ikutilah caraku …

Belajarlah sampai ke negeri Cina …

Jalan terdekat menuju Allah adalah dzikir…

Bila kita berpegang pada Al Qur’an dan sunah, kenapa kita tidak mengikuti tata cara Rosulullah saw sewaktu di guha Hiro…??? Apa yang dilakukan Rosulullah saw di guha Hiro, sehingga beliau bisa menerima wahyu Allah ??? Waktu itu belum ada Al Qur’an dan tata cara sholat seperti sekarang. Kenapa di guha Hiro, tidak di Masjidil Harom…??? Kenapa Rosulullah menganjurkan belajar ke negeri Cina, tidak menganjurkan belajar ke Mekah ??? Ada pelajaran apa di Cina …??? Apakah ilmu Cina lebih banyak… ??? KATA KUNCINYA ADALAH DZIKIRMEDITASI…!!! Ego kita senantiasa menghadap ke barat, sehingga kita melupakan Cahaya yang terbit di timur …!!! Kenapa Rosulullah saw menetap di Madinah tidak kembali lagi ke Mekah …??? Apakah semua ini ada kaitannya dengan Surat At-Taubah 9 : 107108…??? Yaa Allah … Aku tidak bisa menjawabnya… Dan ada orang-orang yang mendirikan mesjid untuk menimbulkan bencana, untuk kekafiran dan untuk memecah belah…, untuk menunggu kedatangan orang-orang yang telah memerangi Allah dan RosulNya sejak dahulu. Mereka dengan pasti bersumpah :

Kami hanya menghendaki kebaikan. bahwa mereka itu pendusta ( At – Taubah 9 : 107 )

Dan Allah menjadi saksi

Jangan engkau melaksanakan sholat dalam mesjid itu selamalamanya. Sesungguhnya mesjid yang didirikan atas dasar takwa sejak hari pertama adalah lebih pantas engkau melaksanakan sholat di dalamnya … Di dalamnya ada orang-orang yang ingin membersihkan diri. Allah menyukai orang-orang yang bersih .( At Taubah 9 : 108 ). Ayat tersebut mengatakan : menunggu orang-orang yang telah memerangi Allah dan RosulNya… Berarti sudah terjadi peperangan… Namun ayat tersebut tidak mengatakan bahwa peperangan tersebut adalah perang antara kaum Nasrani dan kaum Muslimin yang dipimpin Rosulullah… Konon kabarnya, di kota Medinah, pada zaman Rosulullah, kaum Nasrani, Yahudi dan kaum Muslimin hidup berdampingan. Madinah artinya Madani… Menurut lo gimana Bro..??? Surat At Taubah secara keseluruhan mengisahkan kemusrikkan dan kemunafikkan orang-orang Arab jahiliyah, bukan mengisahkan kaum Nasrani… Perang yang pertama kali dilakukan oleh kaum Muslimin yang dipimpin Rosulullah adalah perang Badar, bukan berperang melawan kaum Nasrani… Konon kabarnya Pendeta Nasrani di Madinah sudah beriman kepada Allah dan mengakui kerasulan Muhammad saw, gitu loh … Konon sejarahnya, sewaktu perang Badar, Masjidil Harom itu dipergunakan oleh kaum musrikkin jahiliyah untuk menghimpun kekuatan sambil menunggu pasukan yang telah memerangi Allah dan Rosulnya… Masjidil Harom dijadikan markas bagi mereka… Seandainya benar Allah melarang sholat di Masjidil Harom untuk selama-lamanya… Berarti selama ini umat Islam telah terkecoh…!!! Wawww…luar biasa…!!! Menurut lo gimana Bro..??? Apakah masuk akal… ??? Terus terang gue bingung Bro… Sama dong, gue juga bingung, kite samesame bingung Bro… Siape ye…yang ngerti masalah ini…??? Tanye aje same Inul yang bergoyang, so what gitu lo…cape deh… Kata Rosulullah : Mintalah fatwa pada hatimu sendiri setelah orang lain memberimu fatwa… Allah memberikan petunjukNya ke hati, ( AT-TAGABUN 64 : 11 )… bukan ke otak… Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat pelajaran bagi orang-orang yang mempunyai mata hati ( Ali Imran 3 : 13 ). Mata

hati adalah hati nurani…hati nur-aini.. Di dalamnya… ada Cahaya Yang Maha Melihat ( AL QIYAMAH 75 : 14 ) Seandainya benar Allah melarang sholat di Masjidil Harom untuk selama-lamanya, dan bila hamba sebagai ustad mengajarkan hal yang salah, berarti hamba telah mendustakan ayat-ayatMu dan telah berpaling dari ayat-ayatMu … subhanallah…!!! Ane ngeri Bro…!!! Ya Allah … Ya Robbi…. Hamba mohon AmpunanMu Yaa Allah… Maka siapakah yang lebih jahat dari orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Allah dan berpaling dari pada-nya ??? Akan Kami beri ganjaran mereka yang berpaling dari ayat-ayat Kami dengan seburuk-buruknya siksaan ( AL AN’AM 6 : 157 )… luarrrr biasa…!!! Katakanlah : Bagaimana pendapatmu jika itu datang dari sisi Allah, kemudian kamu mengingkarinya. Siapakah yang lebih sesat daripada orang yang selalu berada dalam penyimpangan yang jauh ( FUSHSHILAT 41 : 52 ) Dan kamu pasti akan mengetahui ( kebenaran ) keterangan ( Al Qur’an ) setelah beberapa waktu lagi ( SHAD 38 : 88 ) Tapi kapan Yaa Allah hamba bisa mengetahuinya…??? Ya Allah… Ya Robbi… Semoga Engkau tidak mengirimkan musibah… wabah… pertumpahan darah… serta… bencana alam… kepada kami…, sebagai bukti kebenaran Al Qur’an…!!! Ya Allah… Ya Robbi… Apa yang dimaksud dengan masjid yang didirikan atas dasar takwa sejak hari pertama ??? Kenapa tidak didirikan diatas batu-batuan…??? Apakah ini bahasa kiasan …??? Apakah masjid yang didirikan atas dasar takwa sejak hari pertama Ruh dihembuskan ke janin dalam kandungan ibu… ataukah sejak hari pertama kita dilahirkan…??? Yaa Allah … Yaa Robbi berilah hamba petunjukMu … agar di dalam masjid yang didirikan atas dasar takwa sejak hari pertama itu Engkau izinkan hamba yang dzolim ini bersujud memohon ampunanMu, mengagungkan NamaMu dan bertasbih pagi dan petang… Ampunilah hambaMu ini Yaa Allah… Tiada sekutu bagiMu Yaa Allah dan itulah yang Engkau perintahkan kepada ku dan aku sejak awal, sejak hari pertama dilahirkan, sejak dalam kandungan ibu, sejak masih di alam ruh, aku sudah berserah diri kepadaMu…

Yaa Allah… Yaa Robbi… di kakiMu… aku bersimpuh. Aku ingin mengetuk pintumu … namun aku tidak tahu dimana ambang pintuMu. Aku tidak tahu dimana RumahMu… Aku sekedar memohon petunjukMu… Jangan biarkan aku tersesat semakin jauh… setelah Engkau memberi petunjuk… Cabutlah nyawaku… kala aku sedang menyebut NamaMu… Amin… amin…Yaa Robbal alamin.. CIREBON JANUARI 2013…

SEKILAS TENTANG PENULIS

Dr. H. Maman SW. SpOG , dilahirkan di Bekasi 21 Januari 1948 dari pasangan suami-istri Mulhari Wiriaatmadja dan Siti Khotimah. Putera ke 10 dari 14 bersaudara. Lulusan FKUI, 1974. Bekerja sebagai dokter umum Wajib Militer TNI AU di LANU SYAMSUDDIN NOOR Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Kemudian mengikuti pendidikan Spesialisasi Obstetri dan Ginekologi di FKUI-RS Cipto Mangunkusumo Jakarta, selesai 1985. Sampai sekarang masih bekerja di Rumah Sakit Tentara CIREMAI kota Cirebon. Alumni Asrama Daksinapati, komplek IKIP Rawamangun, Jakarta yang diresmikan Sukarno Presiden Pertama R.I. Penghuni kamar 71 lantai II Antar Planet. Asrama tersebut sekarang sudah direnovasi menjadi bagian dari Universitas Negeri Jakarta … Sangat mengagumi Sukarno, karena pidato-pidatonya menggugah semangat, ONWARD NEVER RETREAT … MAJU TERUS PANTANG MUNDUR … VIVERE VERI COLOSO … BERANI NYEREMPET BAHAYA … Hal ini sesuai dengan sapaan akrab antar sesama penghuni Asrama Daksinapati : BISA dan SAP-SAP … Sapaan ini merupakan ciri khas Asrama Daksinapati sampai saat ini, sampai kapanpun. Daksinapati sendiri bermakna “Calon Suami Yang Baik”. Tidak pernah mengikuti pendidikan pesantren secara khusus, namun dia berada dalam lingkungan keluarga yang agamis.

Dasar-dasar tasawuf diperoleh dari ayahnya dan kakeknya. Ayahnya dari desa Lengkong Kabupaten Kuningan ada kaitannya dengan Eyang Maulani yang di buang Belanda ke Menado, sehingga disebutnya Eyang Menado. Dari pihak ibu ada kaitannya dengan Eyang Kosasih dari Desa Pesantren Kadugede Kuningan, sebagai tokoh Naksyabandiyah yang di keramatkan. Merasa tertantang, ketika selesai wisuda ayahnya berkata : “ Man walaupun kamu sudah menjadi dokter belum tentu menjadi anak ayah bila kamu tidak mengenal Allah”. Dia berjanji dalam hatinya untuk tidak seperti anak Nabi Nuh. Amanat ketika ayahnya sakit berat karena kanker usus : “ Man kamu harus berangkat ke Cirebon, cari pelajaran ini disana, insya Allah akan terbuka … Ayah sudah tidak bisa mengajari kamu lagi ….” Buku ini disusun sebagai usaha untuk mencari pengakuan dari seorang ayah serta untuk melestarikan ajaran tasawuf para sufi … Semoga bermanfaat … amin Mata hati setiap orang berkecenderungan untuk selalu dalam kebenaran. Untuk setiap orang dalam perjalanannya menuju kepada Tuhan tidak selalu melewati pintu yang sama, karena jalan menuju Tuhan dapat dilalui dengan berbagai cara. Walaupun demikian untuk mencapai puncak spiritual hanya ada satu cara, yaitu dzikir-meditassi. Buku ini memberikan pemahaman tentang kebenaran agama secara syariat (formal), sufistik ( substantif ) sekaligus sainstifiks ( fakta ilmiah ). Kombinasi ketiga jalur tersebut dijadikan pembuka rahasia ma’rifatullah ( mengenal Allah ), musyahadah ( terbukanya tabir alam ghoib ), sehingga mukasyafah ( penghayatan alam ghoib ). Buku ini berbeda dengan yang lain, karena ditulis oleh seorang dokter yang sehari-hari bergelut dengan dunia medis, sekaligus seorang pembelajar untuk menemukan kebenaran Allah melalui Al Qur’an dan Hadits. Di dalamnya pembaca disuguhi pengalaman dan penghayatan dunia kedokteran yang mampu membuka tabir tentang Ke-Tuhan-an. Keajaiban-keajaiban dunia medis dapat menjadi rujukan faktual dalam membuka rahasia kedahsyatan kebenaran Al Qur’an. Cara beragama seperti yang dijalani dan dihayati dokter penulis buku ini, menjadikan agama tidak akan pernah kehilangan aktualitas kekiniannya tanpa tercerabut dari akar dasar Al Qur’an. Walaupun Allah tidak membeda-bedakan agama, namun penulis buku ini memilih Islam ajaran Muhammad dengan alasan tersendiri … Bagaimana dengan anda, kenapa anda pilih Islam …??? Bacalah buku ini agar anda memahaminya …!!!

( Johandi dkk. ) Diposkan oleh Spiritual di 19.58 1 komentar: Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi FacebookBagikan ke Pinterest

PENUTUP :

ke

TwitterBerbagi

ke

PENUTUP : Awal mula beragama adalah mengenal Allah terlebih dahulu. Semuliamulianya Ilmu adalah Ilmu Mengenal Allah, mengenal akan Asma-Nya, Sifat-sifat Nya dan AF’AL-Nya. Setelah itu carilah jalan yang terdekat untuk mendekatkan diri kepada Dzat-Nya. Yaitu melalui proses pembersihan lahir-bathin dengan cara dzikrullah dengan sepenuh hati. Kita harus mengikuti cara Rosulullah ketika di guha Hiro. Tiada Tuhan selain Allah dan Allah itu satu adalah merupakan suatu pernyataan yang mempunyai nilai persatuan dan kesatuan bagi seluruh umat manusia di dunia dalam hal kemanunggalan arah dan tujuan dari pemujaan dan penghambaan. Berarti benar bahwa sesungguhnya di dunia ini hanya ada satu agama saja, yaitu : agama yang diridhoi Allah, yang membawa keselamatan dan kedamaian di dunia dan akhirat, tiada lain adalah Islam sebagai fitrah manusia, yang berarti : suci, selamat, damai, sabar, ikhlas, kasih-sayang dan berserah diri kepada Allah. Al Qur’an (Adz-Dzikir) dan Sunah Rosul adalah landasan “Way Of Life” bagi kita umat Islam yang harus kita pelajari dan kita hayati secara seksama. Untuk bisa mengenal Allah maka hendaknya kita melakukan perjalanan dari bentuk-bentuk lahiriyah ke arah makna yang hakiki dan tersembunyi, karena Allah adalah Al Bathin yang tak terjangkau oleh akal dan pikiran. Tutuplah semua ilmu dan teori yang kita miliki. Tutup semua kitab termasuk kitab diri, yaitu panca indera kita. Bukalah mata hati agar bisa menerima pancaran Nur Illahi. Perjalanan tersebut adalah proses pensucian lahir dan bathin. Sebagai realisasinya dalam kehidupan sehari-hari dimulai dengan pengenalan atas diri sendiri, intro speksi, jauhkan perbuatan keji dan munkar, perbanyak amal kebaikan terhadap sesama umat dengan kasih sayang yang tulus dan murni, kesabaran dan keikhlasan, serta jangan mempersekutukan Allah dengan sesuatu apapun. Hancurkan segala macam berhala yang ada di dalam hatimu, yaitu keakuan dan hawa nafsumu, yang harus dikendalikan dengan cara mengingat Allah (dzikrullah) serta bersyukur kepada Nya. Karena menurut Rosulullah, pembersih hati adalah dzikirullah, jalan yang terdekat menuju kepada Allah adalah dzikrullah serta dzikrullah lebih utama dalam kehidupan (Al Ankabut 29 : 45), dengan berdzikir hatipun akan menjadi tenang dan tenteram (Ar Rad 13 : 28). Maka bacalah dan pelajarilah Adz Dzikr. Kemudian ingat kata-kata Rosulullah : Bacalah kitab yang kekal yang berada di dalam dirimu sendiri. Agar tidak tersesat, untuk mencari dan mengenal Allah : mulailah dengan mengenali diri kita sendiri… Ingatlah kepada-Ku, niscaya Akupun akan ingat kepada mu, bersyukurlah kepada ku dan jangan mengingkari ( AL BAQARAH 2 : 152 )

Barang siapa yang mengharapkan perjumpaan dengan Tuhan-nya hendaklah ia berbuat kebaikan dan jangan memperskutukan Tuhan-nya dengan apapun ( AL KAHFI 18 : 110 ) Untuk kesempurnaan keberagamaan dan untuk meningkatkan keimanan kita agar bisa mencapai derajat ikhsan dan insan kamil, maka menurut Al Ghazali tiada cara lain kecuali mempelajari tasawuf kemudian sebagaimana seorang salik yang melakukan pendakian ruhani tahap demi tahap, yaitu bersihkan hati, istirahatkan pikiran melalui dzikrullaah sehingga mencapai proses fana dan kasyaf. Guru sejati ada di dalam diri. Didalam dirimu apakah engkau tidak memperhatikan. Dia ada didalam hati seorang yang beriman. Kita harus belajar meditasi Cahaya dan Shabda. Mengenal Dzat harus melalui Dzat. Mengenal Cahaya harus melalui Cahaya. Tuhan akan membimbing dengan Cahaya-Nya kepada CahayaNya bagi siapa yang Dia kehendaki. Yaitu mereka yang senantiasa memohon ampunan dan petunjuk kepada Nya, berbekal istiqomah, rasa kasih sayang, sabar, tawakal, senantiasa bersyukur, ikhlas dan rido. Mereka yang rendah hati dan tidak ada kemusyrikan tersembunyi di dalam hatinya. Oleh karena itu menurut Rumi : Sia-sialah kita mencari Kebenaran Sejati dengan nafsu tak terjinakan. Untuk sampai kepada-NYA hanya bisa melalui jalan cinta, air mata do’a dan nyala rindu, maka akan terbuka hijab, terungkap pengetahuan yang tidak pernah kita dapatkan di sekolah. Jadi jelas bahwa tujuan akhir dari perjalanan hidup kita ini adalah mencari ridho Allah, kita kembali kepada Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa yang tidak berada di Mekah ataupun di Cina. Kita kembali kepada Cahaya Semula yang disebut swarga, sesuai teori energi Quanta Einstain, dan penelitian Newton, kembali kepada Cahaya Yang Maha Rahman dan Maha Rahim. Kita kembali kepada-NYA dengan penuh keridho’an disertai ucapan “Selamat” dari Allah. Sebagai akhirul kalam, marilah kita hayati bersama beberapa firman Allah : Semua milik Allah akan kembali kepada Allah ( AL BAQARAH 2 : 156 ) Tuhan menjadikan manusia berkeinginan, cinta terhadap wanita, putera-puteri, emas-perak, kuda pilihan, ternak, sawah-ladang, semuanya itu hanya secuil kesenangan hidup di dunia saja, namun Allah-lah seindah-indahnya tempat untuk kembali ( ALI IMRAN 2 : 14 ) Allah yang meninggikan langit tanpa tiang yang tampak olehmu kemudian Dia bersemayam di atas Arasy dan menundukkan matahari dan bulan, masing-masing beredar sesuai dengan waktu yang telah ditetapkan. Tuhan mengatur segala urusan dan menjelaskan tanda-tanda kebesaran-Nya agar kamu meyakini pertemuan dengan Tuhan-nya ( AR-RA’D 13 : 2 )

Pada hari itu wajah mereka berseri-seri karena mereka melihat wajah Tuhan-nya ( AL QIYAMAH 75 : 22-23 ) Inilah jalan-Ku yang lurus, hendaknya kamu mengikutinya, jangan ikuti jalan-jalan lain, sehingga kamu tercerai berai dari jalannya… ( AL AN’AM 6 : 153 ) Katakanlah : Inilah jalanku, aku mengajak kamu kepada Allah dengan penglihatan yang nyata ( YUSUF 12 : 108 ) Pada hari ini telah Aku sempurnakan untukmu agamamu dan telah Aku cukupkan nikmat-Ku kepadamu dan telah Aku ridhoi Islam ( Fitrah ) jadi agama bagimu ( AL MAIDAH 5 : 3 ) Sekali lagi dan ingat baik-baik bahwa Allah adalah Al Bathin. Perjalanan menuju kepada Allah adalah perjalanan dari alam lahiriyah ke alam bathiniah. Perjalanan yang transenden, perjalanan yang tidak terjangkau akal pikiran manusia dan juga bukan kajian ilmiah, Oleh karena itu tutup semua teori, tutup semua kitab kemudian bukalah mata hati … Insya Allah Dia akan menampakkan Cahayanya … Walaupun demikian melalui perkembangan IPTEK kebenaran Al Qur’an mulai terbukti dengan penglihatan yang nyata. Al Qur’an bukan tahayul dan bukan pula omong kosong. Puji syukur karena kita telah memilih Islam ajaran Muhammad serta tidak meragukan kebenaran Al Qur’an dan senantiasa berserah diri kepada-NYA, sehingga kita tidak menjadi umat yang tercerai berai … Bila Bahan Renungan ini berkenan di hati, silahkan disebarluaskan kepada para kerabat dekat, handai tolan serta siapa saja yang berminat, sebagai amal jariah kita … Semoga kita semua mendapat ampunan, taufik dan hidayah Allah … Amin … Amin … Ya Robbal Alamin … Maha benar Tuhan dengan segala firman-Nya …

REALITAS Ya Allah … Ya Robbi Di kaki-Mu aku bersimpuh Ya Allah … Ya Robbi Sesungguhnya

Aku tidak pernah merasa bahwa diriku bersih Aku tidak pernah merasa bahwa diriku suci Aku tidak ingin menjadi orang yang munafik Aku tidak ingin menjadi orang yang sok moralis Di usia yang tersisa ini aku ingin jujur terhadap diriku sendiri Aku sadar bahwa selama darah ini masih merah omong kosong bila diri ini tidak pernah berbuat salah Aku tidak tahu lagi Berapa banyak kebodohan, kebatilan dan kedholiman yang aku lakukan Betapa tebalnya … noda dan dosa yang meliputi … dinding hati ini Yang aku tahu baju keimananku ini compang-camping baju taqwaku porak poranda Namun tidak henti-hentinya aku berharap kepada MU … Ya Allah Engkaulah lautan ampunan Engkaulah lautan kasih sayang Di pantai Mu … aku hanya sebutir pasir yang tersingkir Dalam laut MU … aku hanya sekedar buih yang tersisih Ku rentangkan juga sayapku menuju kepada MU dengan hati merunduk dan sujud Ya Allah .. Ya Robbi … Maha Suci engkau Sesungguhnya aku orang yang dholim Ampunilah hamba-Mu ini Dengan izin dan keridoan MU masukkanlah aku kedalam golongan orang-orang yang bersyukur dan berserah diri Cabutlah nyawaku … kala aku sedang menyebut Nama Mu Terimalah aku … dalam naungan kasih sayang MU sebagaimana dan sebagai apa adanya Amin … amin … Ya Robbal Alamin Cirebon Medio 1997 Wa billahi taufik wal hidayah Ass. Wr. Wb.

SARI PUSTAKA 1. ABU BAKAR ACEH : Pengantar Sejarah Sufi dan Tasawuf. Cet. IX. Solo, 1996.

2. ABU BAKAR ACEH : Pengantar Ilmu Tarekat. Cet.XII. Ramadhan Solo, 1996.

3. AL BAHI A.A : Mukatashar Ihya Ulumuddin. Karya Al Ghazali. Penerjemah Fudhailurrahman dan Aida Hamairi. Cet. I. Penerbit Sahara Publishers Jakarta, 2007 4. AL BANJARI I.M. N : Ad Durrunnafis. Alih bahasa : Haderanie H.N : Ilmu Ketuhanan Permata Yang Indah. CV Amin. Surabaya. 5. ABTHAHIY H : Alam-e Ajib-e Arwah. RAKHMAT m. : Rahasia Alam Arwah. Cet. III. PT Lentera Basritama. Jakarta, November 1997. 6. AL GHAZALI : Ihya’Ulumiddin. ZUHRI M dkk. Cet I. CV.Asy Syifa. Semarang, 1994.

7. AL GHAZALI : Jawahirul Qur’an. HAKIEM M.L : Permata Ayat-Ayat Suci. Cet. I. Risalah Gusti. Surabaya, 1995.

8. ANSHARII A.H : Rindu dan Cinta kepada Allah. Dari Al Ghazali : Al Mahabah wa Asy-Syauq. Cet. I. Pustaka Panji Mas. Jakarta, Mei 1995.

9. AN-NADWI A H. : Jalaluddin Rumi Sufi Penyair Terbesar. Terjemahan : M. Adib Bisri. Cet. II. Pustaka Firdaus. Jakarta, Agustus 1993.

10.

AMSTRONG K. : MUHAMMAD SANG NABI. Sebuah Biografi Kritis. Cet. I. Penerbit Risalah Gusti. Surabaya, maret 2001.

11.

AMSTRONG K. : Sejarah Tuhan. Cet. I. Penerbit Mizan Bandung, November 2001

12.

BISRI M.A : Meniti jalan ke Surga. Dari Al Ghazali : Minhajul Abidin. Pustaka Amami Jakarta.

13.

BAGIR M. Misykat Cahaya Cahaya. Dari Al Ghazali : Misykat Al Anwar. Cet. VI, Penerbit Mizan. Bandung, September, 1995.

14.

CHING HAY : Kunci Pencerahan Seketika. Penerjemah dan Penerbit : Yayasan Supreme Master Ching Hai Indonesia. Surabaya Center, 2001.

15.

CHITTICK W C. : Tasawuf Dimata Kaum Sufi. Penerjemah : Zainul Am. Cet. I. Penerbit Mizan. Bandung, Mei 2002.

16.

CHODJIM A. : SYEKH SITI JENAR. Makna “Kematian”Cet. I. PT Serambi Ilmu Semesta. Jakarta, Februari 2004

17.

COVEY S R. : The 7 Habits Of Highly Effective People. BUDIYANTO : 7 Kebiasaan Manusia Yang Sangat Efektif. Ed. Revisi, Cet I. Binarupa Aksara. Jakarta 1997.

18.

DEP.AG. R.I : Al Qur’an Dan Terjemahannya. Ed. Refisi. Penerbit Mahkota. Surabaya,1989.

19.

DJAELANI A Q. : Koreksi Terhadap Ajaran Tasawuf. Cet. I . Gema Insani Press. Jakarta, 1996.

20.

DJAMBEK M.Z : O, Anak. Dari Al Ghazali. Cet XV. PT.Tinta Mas Indonesia. Jakarta, 1994.

21.

EMOTO M. : The True Power of Water. Penerjemah : Azam Translator. Cet. V. MQ Publishing. Bandung, Agustus 2006.

22.

EFFENDI I. : Kesadaran Jiwa. Teknik Efektif untuk Mencapai Kesadaran yang Lebih Tinggi. Cet II. PT Gramedia. Jakarta, Juli 1999.

23.

FANANI M. : Agama Sebagai Salah Satu Modalitas Terapi Dalam Psikiatri . Pidato Pengukuhan Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret. Medika No 11 Tahun XXXIV, November 2008.

24.

FATUHURAHMAN O. : Tanbih Al-Masyi. Menyoal Wahdatul Wujud. Kasus Abdurrauf Singkel Di Aceh Abad 17. Cet II. Penerbit Mizan, Agustus, 1999.

25.

GUS AA, ZIYAD AT TUBANY : Membaca dan Memahami Konstruksi Al Quran. Cet.I. Indomedia Group. Jakarta, Oktober 2006.

26.

HAERI F. : Belajar Mudah Tasawuf. The Elements of Sufism. Penerjemah: m. Hasyim Assagaf. Cet. IV. PT Lentera Basritama. Jakarta, Mei 2001.

27.

HAMKA : Tasawuf, Perkembangan dan Pemurniaannya. Cet IX. Yayasan Nurul Islam. Jakarta, 1981.

28.

HARAHAP B., AJOEB J. : Mengungkapkan Misteri Sufi Besar Mansur Al Hallaj : Ana’l Haqq. Dari : Syaik IBRAHIM GAZUR-I-ILLAHI : The Secret Of Ana’l Haqq. Ed.I, Cet.I. P.T Raja Gravindo Persada. Jakarta, Des. 1995.

29.

KAPUR D L.: Panggilan Maha Guru. Terjemahan Angka C. Ed. III. Yayasan Radha Soami Satsang Beas. Jakarta, 1972.

30.

KHAN K S K : Studies in Tasawuf. BUDIMAN A N : Tasawuf. Apa dan Bagaimana. Ed. I Cet. II. P.T Grafindo Persada. Jakarta, 1996.

31.

KRISHNAMURTI J. : Meditasi. Cet. II. PT. Gramedia Pustaka Utama. Jakarta, Nov.1999

32.

LAPAIRE S., MILLAR P. : Aku Datang Untuk Membawamu Pulang. Hak Terjemahan : Yayasan Supreme Master Ching Hay Indonesia. Jakarta, Juni 2001

33.

LING M. (SIRAJUDIN A) : What Is Sufisme. AKHMAD : Membedah Tassawuf. Cet.II. CV. Pedoman Ilmu Jaya. Jakarta, 1991.

34. MACKENZIE V. : Reinkarnation : The Spanish Boy Whose Destiny Was To Be A Tibetan Lama. KISTONO L. : Reinkarnasi. Misteri Bocah Spanyol Bernama Osel.Cet. II. PT Utama Grafiti. Jakarta, Juli 1990. 35.

MADJID N. : Perjalanan Religius UMRAH & HAJI. Cet. I. Penerbit Paramadina. Jakarta, 1997.

36.

MADJID N, DKK. : Islam Universal. Cet. I. Pustaka Pelajar. Yogyakarta, November 2007

37.

MURAKAMI K. : The Divine Message Of The DNA. Tuhan Dalam Gen Kita. Penerjemah : Winny Prasetyowati. Cet. II. Penerbit Mizan. Bandung, Juni 2007.

38.

MURYANTO S. : Ajaran Manunggaling Kawula Gusti. Cet. I. Penerbit Kreasi Wacana. Yogyakarta, April 2004

39.

MUSTOFA A. : Dzikir Tauhid. Cet. II. Penerbit Padma Press Padang Makhsyar. Surabaya, April 2006.

40.

MUTHAHHARI M., THABATHABA’I S.M.H. : Menapak Jalan Spiritual. Penterjemah : Nasrullah M.S. Cet. II. Pustaka Hidayah. Bandung 1997.

41.

NICHOLSON R.A : Rumi Poet And Mistic. SUTEJO : Jalaluddin Rumi. Ajaran dan Pengalaman Sufi. Cet I. Pustaka Firdaus. Jakarta, 1993.

42.

NICHOLSON R.A : Aspek Rohaniah Peribadatan Islam. Di Dalam Mencari Keridhaan Allah. Penterjemah : Budiman A.N. Ed. I, Cet. I. PT Grafindo Persada. Jakarta 1995.

43.

NEWTON M. : Journey Of Soul. Koleksi Studi Kasus Mengenai Kehidupan Selama Jeda Antarkehidupan. PT Bhuana Ilmu Populer Kelompok Gramedia. Jakarta, 2006.

44.

OPPENHEIMER S. : EDEN IN THE EAST. Benua Yang Tenggelam di Asia Tenggara. Penerjemah : Iryani Syahrir dkk. Cet. I. Ufuk Press, Oktober 2010

45.

PUSPOKUSUMO R.M.T dan HAJAR E : Silaturahim Nasional dan Tafakur 2009.

46.

Pengajian Tawakal. Kaliurang, Yogyakarta 28-29 Nov 2009.

47.

ROFII : Kedudukan Bahasa Arab Dalam Studi Qur’an. Dalam : Beberapa Aspek Ilmiah Tentang Qur’an. Ed : GANI B.A, UMAM Ch. Cet. II P.T Pustaka Litera Antar Nusa. Jakarta, 1994.

48.

RUMI J. : FIHI MA FIHI. Ed. Inggris, terjemahan ARBERRY A.J. : DISCOURSES OF RUMI. Inilah Apa Yang Sesungguhnya. Penerjemah : Ribut Wahyudi. Cet. I. Penerbit Risalah Gusti. Surabaya, Februari 2002.

49.

SANGKAN A. : Berguru Kepada Allah. Cet. I. Penerbit Yayasan Shalat Khusu. Jakarta, Nopember 2002.

50.

SANTOS A. : ATLANTIS The Lost Continent Finally Found. Penerjemah : Hikmah Ubaidillah. Cet. VI, Ufuk Press, Agustus 2010

51.

SCHIMMEL A. : Rahasia Wajah Suci Ilahi. Memahami Islam secara Fenomenologis. Penterjemah : Astuti R. Cet. I. Penerbit Mizan Bandung 1996.

52.

SEMEDI E. : Sebuah Ijtihad. Percetakan Saptohadi, Jakarta 1984.

53.

SIMUH : Tasawuf dan perkembangan Dalam Islam. Cet.I P.T Raja Gravindo Persada. Jakarta, Mei 1996.

54.

SINGH C J.: Die To Live. Terjemahan Angka C.: Mati Selagi Hidup. Ed. I. Yayasan Radha Soami Satsang Beas Indonesia. Jakarta, Juli 1998.

55.

SUHRAWARDI S.U. : Aw’arif al-Ma’arif. Sebuah Buku Daras Klasik Tasawuf. Penterjemah : Ismail I.N. Cet.I. Pustaka Hidayah. Bandung, 1998.

56.

UMAM CH : Kemukjizatan Al Qur’an Dari Segi Uslub Dan Isi. Dalam : Beberapa Aspek Ilmiah Tentang Qur’an. Editor : GANI B.A., Umam CH. Cet II PT. Pustaka Litera Antar Nusa. Jakarta, 1994.

57.

VALIUDDIN M. : Tasawuf dalam Qur’an. Team Penerjemah Pustaka Virdaus. Cet.II. Pustaka Virdaus Jakarta, 1993.

58.

VALIUDDIN M. : Contemplative Disciplines in Sufism. NASRULLAH M.S : Zikir & Kontemplasi dalam Tasawuf. Cet.II Pustaka Hidayah Bandung, Juni 1997.

59.

YASSIN HB. : Bacaan Mulia. PT. Jembatan Jakarta, 1987.

60.

YUSRI H. : Rahasia Dari Sudut Tasawuf (Jalan Bagi Hamba Allah). Cet.I PT. Bina Ilmu. Surabaya, 1986.

61.

ZAHRI M. : Kunci Memahami Ilmu Tasawuf. PT.Bina Ilmu. Surabaya,

1995.

Diposkan oleh Spiritual di 19.56 Tidak ada komentar: Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest

TwitterBerbagi

ke

PERJALANAN HIDUP MANUSIA Versi Al Qur’an ( Pengajian Tawakal )

PERJALANAN HIDUP MANUSIA

Versi Al Qur’an ( Pengajian Tawakal ) Menurut Al Qur’an : Dari Allah kembali kepada Allah ( Al Baqarah 2: 156 ). Sesungguhnya tujuan hidup kita di dunia adalah untuk mendapatkan keridhoan Allah, melalui ujian kesabaran dan keikhlasan, bukan sekedar mengharapkan surga. Surga bukan tujuan para sufi. Surga bukan tujuan para pencari sejati. Karena di surga tidak ada Allah. Di surga tidak ada apa-apa, kecuali kesenangan fisik. Demi Masa : Manusia senantiasa merugi (Al Asr 103:1-3). Merugi bila kita tidak memiliki dan tidak mengerti tujuan hidup. Karena kita semua akan mengalami proses penuaan dan akhirnya mati, kembali kepada Allah. Beberapa periode kehidupan manusia 1. DI ALAM KETUHANAN 2. DI ALAM RUH 3. DI DALAM RAHIM IBU 4. DI ALAM DUNIA 5. KEMBALI KEHADIRAT ALLAH

DI ALAM KETUHANAN Tuhan ada, DIA berdiri dengan sendirinya, tidak ada apa – apa di sisi-Nya, tidak serupa apapun, Kemudian Dia ciptakan makhluk : “ Aku adalah perbendaharaan yang tersembunyi, oleh sebab cinta maka Aku ciptakan makhluk ( Nur Muhammad ) agar dia mengenal akan Aku “. (Hadist Qudsi) Bahan dasarnya dari Dzat Ilahiah sendiri, melalui kuasa dan kehendak-Nya Dia berkata : “ Kun Fayakun – Jadilah maka jadi” Dari Nur Muhammad inilah jagad raya dengan segala isinya berasal, disebutnya : Teori Pancaran Tuhan ( Emanasi ), Teori Big Bang, Teori Panteisme atauTeori Neo Platonisme. Semua teori ini dianggap berasal dari teori Monisme Hindu. Beberapa Firman Allah : 1. Al Insan : 76 : 1 “ Bukankah telah datang atas manusia suatu waktu dari masa, sedang Dia ketika itu belum merupakan sesuatu yang bisa disebut”.

2. Al Maryam 19 : 9 “ Aku menciptakan engkau sebelumnya ketika engkau belum apa – apa”. Hadist Rosululloh 1. Aku berasal dari cahaya Allah, seluruh alam semesta berasal dari cahaya- Ku 2. Aku adalah bapak dari segala ruh dan Adam bapak dari segala jasad. Dengan demikian berarti: ruh diciptakan sebelum jasad diciptakan. DI ALAM RUH Ketika masih di alam ruh, Tuhan memberikan pengetahuan melalui Firmannya sebagai berikut : Tidak Aku Ciptakan Jin dan manusia melainkan agar mereka menyembah- KU ( Dzariyat Adz 51 : 56 ) kemudian Tuhan berfirman; “ Bukankah aku Tuhanmu” Para Ruh menjawab “ Benar kami bersaksi”. ( Al a’raff 7 : 172 ) Ayat ini sebagai penjelasan bahwa;  Ruh bisa berkomunikasi dengan Allah  Syahadat awal. DI DALAM RAHIM IBU 1. Sesungguhnya kami telah menciptakan manusia dari setetes mani yang bercampur , Kami hendak mengujinya karena itu Kami jadikan dia mendengar dan melihat (Al Insan: 76 : 2). 2. Kami menunjukinya jalan yang lurus ( Al Insan 76 : 3 ) 3. Dia mengetahui ( keadaan ) kamu ketika Dia ciptakan kamu dari tanah dan ketika kamu masih didalam perut ibumu, karena itu janganlah kamu merasa dirimu suci. Dia mengetahui siapa yang takwa ( An Najm 53:32 ) 4. Dia menciptakan kamu dalam perut ibumu setingkat demi setingkat dalam tiga selubung kegelapan ( Ektoderm – Mesoderm – Endoderm ). (Az Zumar 39:6). 5. Dia beri kamu pendengaran, penglihatan dan hati agar kamu bersyukur kepada – NYA ( An Nahl 16 : 78 ).

6. Allah yang menciptakan pendengaran, penglihatan dan hati namun sedikit saja kamu bersyukur ( Al Mu’minun 23 : 78 ). 7. Bila kamu bersyukur pasti Kami akan menambah ( Nikmat ) kepadamu, bila kamu ingkar maka adzab KU sangat pedih ( Ibrahim 14 : 17 ) 8. Pendengaran, penglihatan dan hati masing – masing akan diminta pertanggungjawaban ( Al Isra 17 : 36 ). 9. Bukan matanya yang buta tapi hatinya yang ada didalam dada ( Al Hajj 22 : 46 ) 10. Setelah aku sempurnakan kejadiannya aku hembuskan ruh KU kepadanya ( Al Hijr 15 : 29 Ash Shad 38 : 72 ) 11. Ruh masuk kedalam jasmani sambil membawa amanah ( agama ) karena manusia Zholim dan bodoh ( Al Ahzab 33 : 72 ) Namun tidak dikatakan amanahnya ( agamanya ) apa. Manusia diberi kebebasan memilih walaupun Tuhan telah memberi petunjuk. Setelah di dunia amanah tersebut dilalaikan, oleh karena itu manusia disebut insan yang artinya lalai. DI ALAM DUNIA Manusia dilahirkan ke dunia, dalam keadaan fitrah, suci bersih seperti kertas, putih yang belum di coret – coret. Setelah akil balig pendidikan dan lingkungan akan mewarnai kehidupannya. 1. Al Hajj 22 : 5 Kami tetapkan dalam rahim apa yang Kami kehendaki sampai waktu yang sudah ditentukan, kemudian Kami keluarkan kamu sebagai bayi kemudian sampai dewasa ada yang diwafatkan, ada yang dipanjangkan umurnya. 2. Al Imran 3 : 28 Ini (Al qur’an) adalah penerangan bagi seluruh manusia, petunjuk serta pelajaran bagi mereka yang taqwa 3. An Nahl 16 : 43

Maka bertanyalah kepada orang yang mempunyai pengetahuan jika kamu tidak mengetahuinya. 4. Al Isra 17 : 70 Sesungguhnya telah Kami muliakan anak – anak Adam……… Kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang sempurna atas kebanyakan makhluk yang telah Kami ciptakan. Perjalanan hidup manusia di dunia bagaikan mata air jernih menjadi sungai yang berliku – liku, dicemari sampah – sampah kehidupan, kena polusi duniawi, airnya jadi kotor dan busuk, namun lautan selalu menerima air kotor – busuk yang kembali kepadanya. Air kotor itu dibersihkan diangkat derajatnya jadi awan, bening lagi jadi air hujan dan bermanfaat lagi. Demikian juga Allah lautan ampunan, lautan kasih sayang akan menerima siapa saja yang kembali kepada – Nya.Tuhan akan mengangkat manusia dari keterpurukan bagi yang bertawakal dan bertakwa kepada-Nya. 5. Az Zumar 39 : 53 Janganlah kamu berputus asa atas Rahmat Allah yang akan mengampuni segala dosa, sesungguhnya Dia Maha Pengampun lagi Maha Penyayang 6. An Nisaa 4 : 48 Allah tidak mengampuni dosa syirik, tetapi Dia mengampuni dosa-dosa selain itu Kemudian manusia yang kembali ke jalan Allah berdoa sebagaimana Adam memohon ampunan Allah 7. Al Araf 7 : 23 Ya Tuhan kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri dan jika engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami niscaya pastilah kami termasuk orang – orang yang merugi “ Robbana zolamna anfusana wa ilam tagfirlana wa tarhamna lanakunana minal khosirin “. 8. Al Imran 3 : 173 Cukup Allah menjadi pelindung “ Hasbunallah wa ni mal wakil “ 9. Al Anfal 8 : 40

Dialah sebaik – baiknya pelindung dan penolong “ Ni mal maula wa ni mannasir “. Setiap Ruh yang berada dialam jasmani merasa terbelenggu dan ingin kembali ke sumber asalnya oleh karena itu setiap manusia memiliki naluri untuk mencari dan mengenal Allah sekalipun dia seorang penjahat. Mencari Allah tidak mudah, harus melalui ujian-ujian. Allah berfirman: 

Sesungguhnya kami telah menciptakan manusia dari setetes mani yang bercampur , Kami hendak mengujinya karena itu Kami jadikan dia mendengar dan melihat (Al Insan: 76 : 2).

Apakah cukup engkau menyatakan dirimu beriman sebelum aku mengujimu . ( Al Ankabut 29 : 2 )

Selanjutnya akan selalu ada masalah di dalam kehidupan manusia sebagai ujian dari Tuhan, baik kehidupan yang lapang ataupun kehidupan yang sempit. MASALAH KEHIDUPAN 

Tuhan memberikan ujian beraneka ragam

(Al Baqarah 2 : 155-156-157) Sesungguhnya akan Kami berikan cobaan kepadamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan dan berikanlah berita gembira bagi orang-orang yang sabar. 2. Yaitu orang-orang yang apabila ditimpa musibah mereka mengucapkan : inalillahi wa inna ilaihi rojiun. 3. Mereka itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan, mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk. 1.

Ujian kebaikan atau keburukan ( Al Anbiya 21 : 35 ).

Semua nikmat yang kamu peroleh itu datangnya dari Allah, dan musibah yang menimpa kamu itu adalah dari diri kamu sendiri (An Nissa 4 : 79).

HADITS : Jangan menyalahkan orang lain, introspeksi.

PEMECAHAN MASALAH-PEMBERDAYAAN DIRI 

Manusia memohon jalan yang lurus ( Al Fatihah 1 : 6 )

Inilah jalan yang lurus menuju kepada –Ku ( Al Hijr 15 : 49 )

Jangan ikuti jalan – jalan lain sehingga kamu bercerai- berai ( Al An’am 6 : 153 )

Inilah jalanku, aku mengajak kamu kepada Allah dengan penglihatan yang nyata (Yusuf 12 : 108).

Barang siapa yang berserah diri kepada Allah sedang dia berbuat kebajikkan, maka baginya pahala pada sisi Tuhannya dan tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan mereka tidak bersedih hati ( Al Baqarah 2 : 112 )

Ingatlah kepada-Ku niscaya Akupun akan ingat kepadamu, besyukurlah kepada-Ku dan jangan mengingkari-Ku ( Al Baqarah 2 : 152 )

Hai orang-orang yang beriman mintalah pertolongan ( kepada Allah ) dengan sabar dan sholat, sesungguhnya Allah beserta orangorang yang sabar (Al Baqarah 2 : 153).

Dirikan sholat, tunaikan zakat dan rukuklah beserta orang-orang yang rukuk

( Al Baqarah 2 : 43 ). 

Dan ingatlah Ketika Kami berikan kepada Musa Al Kitab ( Turat ) dan keterangan yang membedakan antara yang benar dan yang salah agar kamu mendapati petunjuk ( Al Baqarah 2 : 53 ).

Hanya milik Allah Asma ul Husna maka mohonlah kepada-Nya dengan menyebut Asma ul Husna itu ( Al A’raf 7 : 180 ).

Sebutlah ( nama ) Tuhan-mu dalam hatimu ( Al A’raf 7 : 205 ).

Sesungguhnya orang – orang yang beriman apabila disebut nama Allah akan bergetar hatinya dan apabila dibacakan ayat – ayat – Nya akan bertambah iman mereka dan kepada Tuhannya mereka bertawakal.

(Al Anfal 8 : 2 ) 

Merinding karenanya kulit orang – orang yang takut kepada Tuhan-nya, kemudian menjadi tenang kulit dan hati mereka diwaktu mengingat Allah (Az Zumar 39 : 23 ).

Apabila dibacakan ayat-ayat Allah Yang Maha Rahman kepada mereka, maka mereka menyungkur, bersujud dan menangis ( Maryam 19 : 58 ).

 

MASALAH PENYAKIT

 As Syuara 26 : 80 Bila aku sakit Allah akan menyembuhkan aku  Al Isra 17 : 82 Dan kami turunkan dari Al qur’an suatu yang menjadi penawar ( Obat ) dan rahmat bagi orang – orang yang beriman.  ( Ingatlah ), ketika Allah menjadikan kamu mengantuk sebagai suatu penentraman daripada-Nya, dan Allah menurunkan kepadamu hujan dari langit untuk menyucikan kamu dengan hujan itu dan menghilangkan dari kamu gangguan–gangguan syaitan dan untuk menguatkan hatimu dan memperteguh dengannya telapak kaki-mu ( AL ANFAL 8 : 11 )  Yunus 10 : 57 Hai manusia sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan penyembuh bagi penyakit – penyakit didalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang – orang yang beriman.  Al Isra 17 : 80 – 82 Ya Tuhanku masukkanlah aku secara masuk yang benar dan keluarkanlah aku dengan cara keluar yang benar dan berikanlah kepadaku dari sisimu kekuasaan yang bisa menolong. Yang benar telah datang dan yang batil telah lenyap sesungguhnya yang batil adalah sesuatu yang pasti lenyap. Bila kita tetap berpegang pada tali Allah, tetap bertawakal kepada Allah serta selalu memohon ampunan dan pertolongan Allah dengan sabar dan ikhlas, sholat dan dzikir maka pasti kita akan lulus ujian dan mendapatkan bonus yang luar biasa. HASIL AKHIRNYA 1.

Al Ahzab 33 : 41- 43 Berzikirlah kepada Allah sebanyak – banyaknya, dan bertasbihlah kepadaNya diwaktu pagi dan petang, Dia akan mengeluarkan kamu dari kegelapan kepada cahaya yang terang 2. An Nur 24 : 35 Cahaya diatas cahaya. Allah akan membimbing dengan cahaya-Nya (kepada Cahayanya) bagi siapa yang Dia kehendaki. 3. At Tagabun 64 : 11 Dia akan memberi petunjuk kepada hatinya.

4. 5. 6.

7. 8.

Al Qaaf 50 : 20 Aku buka tabir yang menutupi matamu, maka pandangan matamu akan menjadi tajam Al Zumuah 62 : 10 Carilah karunia Allah berzikirlah sebanyak – banyaknya agar kamu sukses. At Tholak 65 : 2-3-4-5 Barang siapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan memberikan jalan keluar dan memberinya rizki dari arah yang tidak diduga, dan niscaya Allah akan memberikan kecukupan … dimudahkan segala urusan … dihapus semua kesalahannya … dan diberinya pahala yang berlipat ganda … Muhammad 47 : 7 Hai orang – orang yang beriman, jika kamu menolong ( Agama ) Allah niscaya Dia akan menolong dan meneguhkan kedudukanmu Ar-Rad 13 : 28 Dengan berdzikir hati akan menjadi tenang dan tentram KEMBALI KEPADA ALLAH 1. An Nur 24 : 24 lidah tangan dan kaki mereka menjadi saksi terhadap apa yang mereka kerjakan. 2. Yaasiin 36 : 65 Berkatalah kepada Kami tangan mereka dan memberi kesaksianlah kaki mereka terhadap apa yang dahulu mereka usahakan 3. Al Isra 17 : 36 Pendengaran, penglihatan dan hati masing – masing akan dimintai tanggung jawabnya. 4. Al Isra 17 : 14 Bacalah kitabmu, cukuplah dirimu sendiri pada waktu ini sebagai penghisab terhadapmu. 5. Al Araf 7 : 126 Ya Tuhan kami limpahkanlah kesabaran kepada kami dan wafatkanlah kami dalam keadaan muslim ( berserah diri ) 6. Yusuf 12 : 101

Wafatkan aku dalam keadaan muslim ( berserah diri ) dan gabungkanlah aku dengan orang – orang yang saleh. 7. An Nisa 4 : 174 Kami turunkan kepadamu cahaya yang terang-benderang. 8. Al Maidah 5 : 15 Sesungguhnya telah datang kepadamu cahaya dari Allah dan kitab yang menerangkan. SEBAGAI BONUS DARI ALLAH : 1. Al Fajr 89 : 27-30. Wahai jiwa yang tenang kembalilah kepada Tuhanmu dengan puas dan diridhoinya, masuklah ke dalam golongan hamba-hamba-Ku, masuklah kedalam surga-Ku. 2. Yaassiin 36 : 58. Salamun Qaulammirobirrohim 3. AL Furqon 25 : 75 Mereka itulah orang-orang yang dibalasi dengan martabat yang tinggi karena kesabaran mereka dan mereka disambut dengan penghormatan dan ucapan selamat di dalamnya. 4. Al Furqon 25 : 76 Mereka kekal di dalamnya. Surga itu sebaik-baiknya tempat menetap dan tempat kediaman.

CATATAN TENTANG HAJI PENGERTIAN HAJI MENURUT YUSRI Haji syariat : adalah yang dikerjakan oleh umat Islam pada setiap bulan Dzulhijjah, pergi ke Baitullah dengan segala bekal dan persyaratan yang diperlukan untuk menunaikan ibadah haji. Hakikat dari haji syariat adalah mengosongkan hati dan fikiran dari mengingat sesuatu selain Allah dengan kodrat dan irodat

NYA serta mengharap syafaat dari Rosulullah. Kita tinggalkan kampung halaman, harta benda, anak istri dan lain-lainnya semata-mata untuk mencari keridoan Allah. Sebagai bekal untuk menunaikan ibadah haji adalah kesabaran, keimanan, keikhlasan keta’atan (istiqomah) dan ketaqwaan. Haji tarikat : adalah naiknya seorang salik ke maqam Ruh, alam arwah, berbekal takut kepada Allah lahir dan bathin. Kendaraannya adalah kemauan, tekad yang keras, teguh dan mantap, beristiqomah dalam melakukan perjalanan tarikat berdasarkan petunjuk guru pembimbing atau syeikh. Peralatannya adalah Dzikrullah, bahasa gaulnya meditasi, sekali lagi meditasi… gitu lo…!!! Haji hakikat : adalah naiknya seorang salik ke martabat Wahdah, mereka sampai kepada Haq Allah Ta’ala melalui proses fana. Berbekal Mahabbah, rasa cinta kepada Allah, kendaraannya adalah Nur Ahadiyah, berdasarkan Hidayah Allah semata, tidak bisa didapatkan melalui usaha. Guru pembimbingnya adalah Mukasyafah (terbuka hijab) dari Haq Allah, peralatannya adalah Haibatul Jalal dalam hati, sehingga hatinya cemerlang dengan Jalalul Haq, keagungan Allah, maka ketika itu sampailah ia kepada Tuhan, yang menemaninya adalah Tajalil Jamal, Cahaya Allah. Oleh karena itu menurut Yusri : Haji Tarikat lebih mulia dari pada haji syariat, karena pada haji tarikat si salik mencapai maqam Ruh, dimana Ruh adalah lebih mulia dari pada seluruh makhluk lainnya. Demikian juga haji hakikat tentu lebih mulia dari pada haji tarikat, karena haji hakikat telah mencapai martabat Wahdah, hakikat dari pada Ruh, berarti mi’raj, OOBE, mencapai pencerahan jiwa yang sempurna. Dengan demikian silahkan renungkan, pahami dan hayati sendiri, mulai dari haji syariat, haji tarikat, haji hakikat serta apa yang dimaksud haji mabrur , bukan haji mabur , karena ternyata tidak harus ke Mekah, namun melalui ujian keikhlasan… Tanpa uang setiap orang bisa mencapai haji hakikat, asalkan hatinya bersih … yang dibersihkan melalui proses berdzikir … Itulah haji sejati, haji yang sebenar-benarnya haji. Walaupun demikian, kita bebas memilih ingin mencapai haji syariat ataukah haji hakikat. Bila ingin mencapai haji syariat, itu mudah, persiapkan saja uangnya, beres… Dari mana sumber uangnya terserah … Uang hasil korupsi pun, siapa yang tau …??? Who know and so what gitu lo … ??? Haji imitasi… perilaku tidak terkendali. Agamanya delapan, kelakuannya tiga setengah… Oleh karena itu sebelum ke Mekah, pahami dulu surat-surat Al Qur’an, bukan memahami surat-surat tanah kemudian dijual … Pulang dari Mekah jadi “Tarsan”, sudah tidak memiliki apa-apa lagi. Ke Mekah tanpa memahami makna hakikinya Al Qur’an, jadinya hanya wisata ria, wuaahh heibat, ada rasa bangga

mendapat sertifikat dengan nama baru bergelar haji, akhirnya tenggelam dalam kemusrikan… Karena tidak memahami Allah ada dimana, rumahNya yang mana yang harus disucikan.. Ternyata Tuhan tidak ada di Mekah dan rumah-Nya pun tidak dibuat dari batu bata. Qolbu mukmin baitullah. Itulah baitullah yang hakiki, buatan Allah sendiri. Jangan mempersekutukan-ku dengan apapun, sucikanlah rumahKu bagi mereka yang thowaf, berdiri, ruku dan sujud ( AL HAJJ 22 : 26 ). Ikhlas kepada Allah ( semata ) dan tiada mempersekutukan-Nya ( AL HAJJ 22 : 31 ) Bukan daging dan bukan pula darahnya, yang sampai kepada Allah adalah ketakwaanmu ( AL HAJJ 22 : 37 ) Ikhlas itu adalah salah satu rahasia-Ku yang Aku titipkan di dalam hati orang-orang yang Aku cintai. Malaikat tidak mengetahui ke ikhlasan seseorang, sehingga malaikat tidak bisa mencatatnya dan setanpun tidak bisa mengetahuinya, sehingga setan tidak bisa merusaknya ( HADITS QUDSI ) Dan lengkapilah perbekalan, perbekalan yang terbaik adalah takwa. Dan patuhlah kepada-Ku wahai orang-orang yang mempunyai pikiran ( AL BAQARAH 2 : 197 ) Hai keturunan Adam, sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutupi auratmu dan ( sebagai ) perhiasan ( bagimu ), namun pakaian berupa takwa itu lebih baik ( AL A’RAF 7 : 29 ) Semoga tidak pernah terjadi, namun seandainya terjadi bencana alam yang luar biasa dasyatnya sehingga Mekah tenggelam kedasar bumi, bagaimana kita bisa menunaikan ibadah haji …??? Bila kita memahami masalah Haji mabrur dan Haji hakekat kita tak usah bingung…!!! Percaya Diri Aja..!!! Ikuti saja jejak Nabi Muhammad SAW ketika di guha Hiro, jejak para Sufi dan para Wali di Indonesia… Syariat tanpa hakikat adalah fasik, sedangkan hakikat tanpa syariat adalah zindik, bila seseorang melakukan kedua-duanya maka sempurnalah kebenaran orang itu. Bila haji hakikat adalah haji sejati, haji yang sebenar-benarnya haji, lalu pertanyaanya adalah : Mengapa masalah haji hakikat ini tidak disosialisasikan sejak dini ??? Bila haji hakikat disosialisasikan sejak dini bisa gawat dong… Kenapa gawat … ??? Ya iya lah, ngga ada yang mau ke Mekah, DEPAG bisa kehilangan proyek dan Arab bisa kehilangan devisa, tau …!!!??? Lagian ngapain susah payah pake mikirin haji hakekat segala, kuno… Kalau kata orang Haji mabur ke Mekah adalah tiket ke surga, ya kita mah ikutan ajalah, ma’mum. Kalau iman kita,

disebutnya iman taklid, ngga pake otak juga ngga apa-apa yang penting hepi…!!! Haji imitasi juga ngga apa-apa yang penting keren dan beken…gitu lo …!!!

YANG DIKERJAKAN SAAT HAJI DI MEKAH BERPAKAIAN IHROM : Kita tanggalkan baju biasa pakaian sehari-hari kemudian mengenakan pakaian ikhrom. Hakikatnya adalah menanggalkan kebiasaan atau sifat-sifat kita yang tercela, baik yang dilakukan oleh anggota badan, panca indera maupun yang dilakukan oleh hati kita. Menanggalkan baju kebiasaan kita sehari-hari yang penuh lumpur-lumpur kehidupan, penuh segala noda dan dosa, penuh rasa iri hati, dendam kesumat, ujub, takabur, ria, sombong, berprasangka buruk kepada orang lain, kejam, jahil, aniaya, serakah, kikir dan lain-lainnya yang merupakan dosa syirik tersembunyi yang telah menggumpal menjadi penyakit dan membutakan mata hati, bahkan bila dibiarkan, bisa tumbuh dan berkembang menjadi berhala besar dalam diri kita sendiri. Itulah rasa keakuan, kesombongan, keangkuhan, ria, ujub, takabur, bagaikan iblis yang tidak mau sujud di hadapan Adam. Rasa keserakahan, tamak, loba, ingin memiliki yang bukan haknya, sebagaimana halnya Adam dan Hawa yang tergoda rayuan iblis. Rasa iri, dengki, cemburu buta atas keberuntungan orang lain seperti riwayat Habil dan Qabil. Adakah kedamaian dalam kehidupan manakala … masih ada kesombongan … keangkuhan, kerakusan, keserakahan serta … rasa iri dengki … di dalam hati ini … Yaa Allah hindarkanlah kami dari segala kemusyrikan yang tersembunyi. WUKUF DI ARAFAH. Di padang gersang Arafah tidak ada perbedaan harkat derajat manusia, tidak ada istilah pejabat, tidak ada istilah rakyat jelata. Dimata Allah semuanya diperlakukan sama. Kita dinilai sesuai dengan kadar amal perbuatan dan keimanan kita. Yang dinilai Allah adalah hati kita. Apakah kita masih mempunyai dosa syirik yang tersembunyi … Apakah amal kita telah kita perbaiki dengan keikhlasan … Apakah keikhlasan kita telah kita hiasi dengan kerendahan hati dalam pengabdian serta kesadaran bahwa sesungguhnya kita tidak mempunyai daya kekuatan apapun kecuali Allah Yang Maha Kuasa atas segalanya. Di Arafah ini, di kaki Allah kita semua bersimpuh dan mengemis … dan mengemis. Hai manusia, kalian tidak lebih hanya seorang pengemis, Allahlah Yang Maha Kaya dan Maha Terpuji ( AL FATHIR 35 : 15 )

Wukuf di padang Arafah hakikatnya adalah fana-ul fana, seorang hamba yang tenggelam dalam lautan makrifah, dalam kesunyian SIRNYA, tiada yang maujud kecuali Allah, tiada yang melihat melainkan dengan penglihatan-Nya, tiada yang mendengar melainkan melalui pendengaran-Nya, tiada yang bergerak melainkan Allah yang menggerakan Nya. Essensi wukuf di Arafah adalah tenggelam dalam dzikrullah, tenggelam dalam meditasi. THAWAF Thawaf adalah tata cara beribadah kepada Allah sejak zaman nabi Adam sebelum ada perintah sholat, yaitu dengan cara berjalan mengelilingi Ka’bah. Thawaf bisa berarti suatu keta’atan dan keikhlasan melaksanakan perintah Allah. Semua makhluk ciptaan Allah harus tunduk dan ta’at kepada perintah Allah. Bulan, thawaf mengelilingi bumi, bumi thawaf mengelilingi matahari dan seterusnya matahari serta seluruh planet di dalam susunan tata surya juga thawaf mengelilingi pusat galaksi di alam semesta ini. Elektron thawaf mengelilingi inti atom. Sel darah merah thawaf dari jantung ke paru-paru, setelah dibersihkan akhirnya kembali kepada jantung. Thawaf merupakan lingkaran perjalanan kehidupan dari satu titik kemudian kembali ke titik awal. Manusia berasal dari Dzat Yang Maha Suci, setelah berkelana di dunia dengan segala noda dan dosanya, kemudian pada suatu waktu nanti, dia akan kembali kepada ke-Maha Suci-an Allah. Hendaklah mereka ( kalian ) membersihkan kotoran-kotoran yang melekat di badan kalian, selesaikan nazar kalian, kemudian thowaflah di rumah tua ini ( AL HAJJ 22 : 29 ) Milik Allah akan kembali kepada Allah ( AL BAQARAH 2 : 156 ) Thawaf yang hakikatnya adalah musyahadah (menyaksikan) melalui rahasia SirNya dengan cara muraqqabah. Dirinya merasa dekat dan merasa diawasi, merasa berpandang-pandangan dengan Dzat Allah. Jasmaninya menghadap ke Baitullah, hatinya memandang Dzat Allah yang Laesa Kamislihi Syaeun, tidak serupa dengan apapun. Sejenak bermesra-mesraan dengan Allah. Oleh karena itu sangatlah wajar bila ada sesepuh yang berpendapat bahwa pada saat melakukan thawaf hati kita harus bersih dari keinginan duniawi. Hal ini sesuai dengan surat Al Hajj 22 : 29 dimana kita harus selesaikan terlebih dahulu semua nazar atau keinginan kita, setelah selesai baru kemudian thawaf. Berarti pada saat thawaf, dalam hati kita hanya semata-mata bertaubat, berserah diri kepada Allah, mohon ampunan dan

keridoan Allah. Oleh karena itu cukup dengan memperbanyak bacaan tasbih di dalam hati : Subhanallah-wal hamdulillah-wa laa ilaha ilallah-hu allah-hu akbar- wa laa haola wa laa kuwata ila billahil aliyil adhim. Jangan ada keinginan yang lain selain Allah. Jangan menduakan Tuhan, jangan mencintai yang lain selain Allah pada saat thawaf. Subhanallah … Pengalaman pribadi penulis pada saat melakukan thowaf yang pertama kali, mulut dan pikiran penulis terkunci tak bisa mengucapkan do’a apapun selain tasbih tersebut. Penulis sempat bingung namun tetap pasrah kepada Allah SWT. Hal itu terjadi pada saat penulis menunaikan ibadah haji tahun 1998. Maha Benar Allah dengan segala firmannya, sesuai surat Al Hajj 22 : 29 … Dalam hal ini, bagi diri pribadi penulis yang tidak pernah mengikuti pendidikan pesantren secara khusus, penulis merasa terbebani bila harus menghafal do’a yang panjang-panjang. Apalagi bagi orang-orang yang sudah tua, dimana daya ingat untuk menghafal sudah sangat berkurang. Oleh karena itu, dari segi praktisnya, dengan hanya membaca tasbih saja, dimana bacaannya juga cukup pendek, beban terasa lebih ringan, sehingga pada saat thawaf juga terasa jadi lebih khusyuk. Menurut penulis, permohonan untuk urusan duniawi bisa dilakukan dilain kesempatan, kapan saja dan dimana saja, di Masjidil Haram, asalkan tidak pada saat thawaf. Maha Benar Allah dengan segala Firman-Nya, sesuai Surat Al Hajj 22 : 29. Bacaan Tasbih ini, kata para sesepuh, riwayatnya adalah sewaktu Rasulullah dalam perjalanan Isra-Mi’raj, beliau bertemu dengan Nabi Ibrahin a.s. Kemudian Nabi Ibrahim berkata kepada Rasulullah bahwa tanaman di sorga adalah Tasbih : Subhanallah wal hamdulillah wa laa ilaha ilallah-hu Allahu akbar, kemudian dilanjutkan oleh Rasulullah dengan : wa laa haola wa laa kuwata ila billahil aliyil adhim… SA’I Merupakan tujuh jalan pendakian ( tujuh tahapan ) yang harus dilalui dengan sungguh-sungguh, dengan tekad yang kuat sabar dan tawakal dalam rangka mencari Dzat Yang Hakiki sebagai Sumber Kesucian ( shofa ) dan Sumber Kebajikan ( marwa ), yaitu Allah. Air dan Buah Hati Ismail adalah limpahan rizki dan rahmat yang tanpa batas yang sungguh sangat menenangkan dan menentramkan hati, sebagai hadiah dari Allah bagi mereka yang telah menemukan kebenaran yang hakiki, bagi mereka yang telah mencapai tingkat pencerahan jiwa. Kematian telah diyakininya sebagai pulang ke Rahmat Allah, karena dia berasal dari Rahmat Allah.

Sesungguhnya kamu melalui tingkat demi tingkat ( AL INSYIQAAQ 84 : 19 ) Akan tetapi dia tidak mau menempuh jalan yang mendaki, tahukah kamu jalan yang mendaki itu ??? ( AL BALAD 90 : 11-12 ) Cahaya di atas Cahaya, Tuhan akan membimbing dengan Cahayanya kepada Cahaya-nya bagi yang Dia kehendaki ( AN-NUUR 24 : 35 ) Silahkan cari sendiri makna hakiki yang disebut jalan yang mendaki itu, dalam rangka upaya untuk menyempurnakan keberagamaan kita, agar kita bisa mencapai derajat ikhsan dan menjadi insan kamil. Proses pendakian hanya bisa terungkap melalui dzikir dalam arti kata yang luas atau meditasi… sebagaimana yang telah dilakukan oleh para sufi … , pendakian ruhani, tingkat demi tingkat … melalui proses fana dan kasaf … MUZDALIFAH Bermalam di Muzdalifah adalah berniat dalam semua pekerjaan haji dengan mementingkan yang menjadi kesukaan Allah serta mengekang semua hawa nafsu keduniawian yang dibisikan setan dalam hati. BERHIMPUN DI MINA Setelah melepaskan sifat-sifat kita yang tercela, janganlah merasa diri kita paling mulia. Di Mina tidak ada istilah pejabat pemerintah, penguasa, hakim, jaksa ataupun, konglomerat, si kaya ataupun si miskin, semuanya adalah hamba Allah yang sedang dinilai, amal perbuatannya, ketakwaannya. Siapa yang paling baik hatinya dan amal perbuatannya, dialah yang paling mulia disisi Allah. MELONTAR JUMROH Demikian juga dengan perbuatan melontar Jumroh adalah juga melemparkan sifat-sifat kita yang tercela untuk membersihkan lahir dan bathin kita. Dan bukan engkau yang melempar ketika engkau melempar akan tetapi Allah yang melempar ( AL ANFAAL 8 : 17 ) Kitapun harus sadar bahwa kita tidak memiliki daya dan kekuatan apapun namun Allah lah yang menghidupkan dan yang menggerakkan diri kita. BERKURBAN Menyembelih hewan kurban pada hakikatnya adalah memotong hawa nafsu kita agar tidak melampaui batas, hawa nafsu kita terkendali. Kita tidak keras kepala, tidak egois, bisa menenggang rasa. Kelakuan kita tidak seperti hewan. Dengan berkurban maka tali silaturahmi antar sesama kita akan menjadi baik. Bila

hubungan antar sesama kita baik maka hubungan kita dengan Allah pun akan menjadi baik… Dengan berkurban kita belajar ikhlas semata-mata kepada Allah… Diposkan oleh Spiritual di 19.54 3 komentar: Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest

KATA-KATA SANDI UNTUK MENGENAL JATI DIRI… REVISI 02 DESEMBER 2015 KATA-KATA SANDI UNTUK MENGENAL JATI DIRI

CATATAN DARI BAPAK MULHARI ( MAMA OJOY CIKARANG alm ) Tatkala AKU (KAMI) berada di dalam Rasa Anhum (Rasa Kalian), realitas Ku (KAMI) adalah insan. Yang menjadi saksi adalah Nuur Adam ( Nurul Insan ). AKU dimanifestasikan dalam Panca Indera. Bila panca indera ditutup, jasmani dan dunia sekitarnya jadi tidak tampak lagi, Insan berada dalam kesadaran kosmik ( SIR ), pangrungu jadi rungu, pangambu jadi ambu, paningal jadi tingal, pangucap jadi ucap, pangrasa jadi rasa, usik sajeroning ati, obah sajeroning rasa, semua pembicaraan, semua gerakan berada di dalam qolbu, berada di dalam SIR. Pada tahap ini AKU (KAMI) berada di dalam Rasa Anha (Rasa Kami, Rasa Kita). Yang menjadi saksi adalah Nuur Muhammad. Lambat laun Nuur Muhammad akan sirna. Rungu, ambu, tingal, ucap dan rasa sudah tidak dirasakan lagi, yang ada hanya Dzat, Sifat, Asma dan Af’al Ku (Kami). Yang menjadi saksi adalah Nuurullah … Selanjutnya Dzat, Sifat, Af’al, Asma Gulung ( Manunggal ) … Allah namanya Sesuai dengan Hadits : Aku Ahmad tanpa mim… ( AKU AHAD )… Catatan dari Alm. Bapak Mulhari Cikarang tersebut di atas, adalah merupakan kata-kata sandi bagi mereka akan melakukan latihan dzikir atau bermeditasi. Dzikir atau Meditasi adalah mengosongkan pikiran sambil mengulang-ngulang nama Tuhan, untuk membersihkan hati dan menjernihkan pikiran. Kita baru akan mengerti dan memahami kata-kata sandi tersebut manakala pada saat latihan tersebut, kita bisa mencapai tingkatan kekhusuan yang maksimal, kita pernah mencapai titik puncak tahapan meditasi, katakanlah kita mencapai tahap ekstase karena kita pasrah. Pada saat tersebut kita merasakan keheningan alam di sekitar kita, kita

merasakan bahwa kita menyatu dengan keheningan tersebut, dada kita terasa plong, lapang, pikiran menjadi tenang. Dari segi ilmu kedokteran, hal ini mungkin karena adanya pengaruh hormon-hormon, terutama hormon endorfin dan melatonin yang bekerja secara optimal. Bagi pemula pencapaian ekstase tersebut entah terjadi pada hari keberapa, apakah pada hari ke 7 atau setelah hari ke 40, kita tidak mengetahuinya. Puncak ekstase tersebut mungkin terjadi hanya dalam waktu sepersejuta detik, seperti halnya bukaan rana kamera foto yang walaupun terjadi dalam waktu yang sangat singkat namun, permohonan kita sudah terekam, sudah ada dalam “Catatan Allah”. Bagi para sesepuh yang jam terbangnya sudah tinggi tentu, suasana meditasi atau ekstase bisa dicapai setiap saat dengan mudah, karena sudah terbiasa. Oleh karena itu do’a mereka sangat mudah sekali dikabulkan Allah. Dengan seringnya kita melakukan permohonan kepada Allah dengan tata cara seperti tersebut di atas, maka rasa percaya diri kita akan bertambah, dengan sendirinya keimanan kita kepada Allah pun akan meningkat tahap demi tahap, sesuai dengan pengalaman bathiniah kita. Tujuan atau niat kita terkabul, keimananpun bertambah. Dengan demikian, maka kata-kata sandi tersebut di atas akan terpecahkan manakala kita melakukan perjalanan pendakian bertahap mulai dari alam insan, alam ajsam, alam mistal, alam arwah, memasuki tahapan wahidiiyyah, wahdah dan akhirnya tenggelam dalam lautan Ahadiiyyah yang tenang dan tenteram. Musnah ke-aku-annya, tenggelam dalam Tuhannya. Itulah jiwanya shalat menurut Jalaluddin Rumi. Fana menurut Al Ghazali. Menurut orang Hindu Samadi, hening kemudian mencapai Yoga artinya penyatuan, dalam bahasa kitanya manunggal … Sebagaimana halnya sebutir pasir yang tenggelam dalam perut gunung. Si butir pasir akan berkata : Aku adalah Gunung. Itulah yang disebut manunggaling kaula gusti seperti halnya Siti Jenar. Manakala dia kembali, menyadari dirinya sendiri berada diluar gunung, maka dia akan berkata : Dia adalah Gunung… Proses berikutnya adalah mi’raj…( OOBE ), kita melihat jati diri kita… Subhanallah… Alm. Bapak Mulhari pernah juga memberikan wejangan sebagai berikut : Jangan hanya sekedar mencari dan mengenal diri pribadi, tapi carilah Nurnya Allah dan harus benar menempatkannya. Wejangan ini merupakan kelanjutan dari wejangan-wejangan sebelumnya, dimana sebelumnya beliau menjelaskan bahwa : Sesungguhnya Al Qur’an itu diringkas menjadi Al Fatihah, Al Fatihah kemudian diringkas menjadi Basmallah. Kemudian basmallah diringkas menjadi lafad Allah. Kemudian lafad Allah diringkas menjadi Tasydid di atas huruf Lam akhir. Tasydid yang berbentuk seperti trisula atau disebut juga sebagai titik tiga di atas huruf Lam Akhir adalah merupakan simbolisasi Tri Tunggal dari konsep tanuzzulat, mulai dari : Ahadiiyyah, Wahdah dan Wahidiiyyah sebagai penjabaran dari Alif Lam Mim : Allah, Nur Muhammad, Insan ( Adam ), atau Allah, Utusan Allah dan Muhammad sebagai hamba ( insan ). Allah, Alam Semesta dan Manusia yang akhirnya akan kembali lagi kepada Allah ( Alif ) … lautan Ahadiiyyah

… yang tenang dan tenteram, yang luas tanpa batas….Sebagai Alif, apabila ditempatkan dimanapun, baik di depan, di tengah maupun di belakang, dia akan tetap tegak, tetap ajeg, sebagai gambaran keimanan seseorang yang telah mencapai pencerahan jiwa, dia akan tetap konsisten, istiqomah, dia tidak peduli akan kedudukan duniawi. Dia telah menemukan jati dirinya sebagai seorang hamba dengan segala kelemahannya serta tidak memiliki daya apapun kecuali hanya Allah Yang Maha Kuasa atas segalanya. Dia sudah tenggelam dalam Tuhan. Hakikat atau esensi Alif adalah titik, sebagaimana titik huruf Ba dalam Basmallah. Titik ini merupakan titik cahaya pertama ( Nur Muhammad ) setelah Allah dengan Kudrat dan Iradatnya serta melalui sifat kalamnya bersabda : Kun ( Jadilah ) maka jadi ( Fayakun ). Dari satu titik menjadi banyak titik, menjadi alam semesta serta seluruh ciptaan-Nya, sesuai Firman Allah : Apakah kamu tidak memperhatikan Tuhan memanjangkan bayang-bayangnya ( AL FURQON 25 : 36 ). Oleh karena itu bila kita ingin mengenal Allah atau ingin mengenal sesama makhluk Allah, mulailah melakukan pendekatan dengan Basmallah, yang essensinya atau hakikatnya adalah Rahman dan Rahim. Kasih Sayang adalah rahasia Allah. Kasih Sayang adalah Allah. Bila kita ingin mengerti dan ingin menghayati makna Basmallah atau rahasia Kasih Sayang Allah, maka pelajarilah Al Fatihah. Bila kita ingin mengetahui dan ingin memahami Al Fatihah, maka pelajarilah serta hayatilah Al Qur’an; minimal mengerti makna terjemahan secara harfiahnya. Bila kita mengerti makna harfiahnya dari Al Qur’an, maka secara minimal ada 4 pelajaran yang bisa kita peroleh dan kita hayati, yaitu : 1. Perintah dan larangan. 2. Riwayat para Rosul. 3. Perintah berpikir atau berijtihad 4. Jihad fi sabilillah. Perintah dan larangan Allah adalah merupakan norma-norma dalam kehidupan atau etika kita bermasyarakat termasuk tata cara kita beribadah kepada Allah, sehingga tercipta suatu peradaban masyarakat yang madani. Riwayat para Rasul terutama Muhammad SAW adalah merupakan suri tauladan bagi kita semua agar lebih mantap dalam beribadah kepada Allah, bagaimana melaksanakan perintah Allah serta bagaimana menghindarkan larangan-Nya. Kemudian perintah Allah agar kita berfikir, berfikir dan berfikir, agar kita mempunyai keyakinan yang mandiri, agar kita berijtihad, bukan kata orang lain, katanya dan katanya seperti orang buta hanya sekedar mendengar pendapat orang lain, belum pernah

merasakan dan membuktikan sendiri. Bila kita mempunyai kayakinan yang mandiri tentang Allah, maka kita bisa melaksanakan jihad fi sabilillah, berjuang di jalan Allah dengan mantap tanpa keraguan sedikitpun. Hakikat dari jihad fi sabilillah adalah Keikhlasan… Ternyata Keikhlasan merupakan penjabaran dari Rahman dan Rahim dalam kalimah Basmallah yang harus kita realisasikan dalam kehidupan sehari-hari. Jadi ajaran Al Qur’an itu diawali dan diakhiri dengan Basmallah. Setiap kita hendak melakukan sesuatu awalilah dengan basmallah, dengan kasih sayang, kesabaran dan keikhlasan yang tulus dengan tujuan untuk memberi rahmat kepada seluruh alam semesta, niscaya Allah pun akan melimpahkan kasih sayang-Nya kepada kita … Bila hablumminanas kita baik maka hablumminallah kita pun akan baik juga… Jadi kita diberi tugas sebagai Halifah dan sebagai Wali Allah di muka bumi, di awali dengan Basmallah untuk memberi Rahmat bagi seluruh alam semesta dengan Kasih Sayang yang tulus dan murni, bukan dengan kekerasan…!!! Oleh karena itu ilmu yang kita pelajari cukup Basmallah saja … !!!

AL QURAN SEJATI … ( menurut alm. Bapak Mulhari ) Sebelum wafat Rosulullah SAW berwasiat : Aku tinggalkan untuk kamu sekalian dua perkara ( pusaka ), tidak akan kamu sekalian tersesat selama kamu sekalian berpegang teguh kepada keduanya, yaitu Kitabullah ( Al Qur’an ) dan sunah Rosulnya Pusaka dari Rosulullah bukan untuk disimpan dan dikeramatkan namun harus dibaca, dipelajari, dikaji, dipahami diamalkan serta disebarluaskan untuk mendapatkan keridhoan Allah, bukan untuk mendapatkan surga. Perhatikan Firman-Firman Allah berikut ini : Dia-lahJibril yang menurunkan Al Qur’an ke dalam hatimu dengan seizin Allah ( AL BAQARAH 2 : 97 ). Dia akan memberi petunjuk kepada Hatinya ( AT-TAGABUN 64 : 11 ) ( Al Qur’an ) ini adalah ayat-ayat yang nyata di dalam hati orangorang yang diberi ilmu dan hanya orang-orang durjana yang mengingkari ayat-ayat Kami ( AL ANKABUT 29 : 49 )

Sesungguhnya Al Qur’an Yang Mulia berada pada kitab yang terpelihara, tidak tersentuh kecuali oleh mereka yang disucikan ( AL WAQI’AH 56 : 77-78 ) Ayat-ayat kami di segenap penjuru dan pada diri ( FUSHSHILAT 41 : 53 ). Di dalam dirimu, apakah engkau tidak memperhatikan ( ADZ DZAARIYAAT 51 : 21 ).

mereka

Jangan mempersekutukan-Ku dengan apapun, sucikanlah rumahKu … ( AL HAJJ 22 : 26 ) Sesungguhnya telah datang kapadamu dari Allah Cahaya dan Kitab yang terang ( AL MAIDAH 5 : 15 ) Al Qur’an itu Cahaya ( ASY-SYURA 42 : 52 ) Allah adalah Cahaya langit dan bumi ( AN-NUUR 24 : 35 ) Bacalah Kitab yang kekal yang ada di dalam dirimu ( HADITS ) Pada hakekatnya qolbu adalah tempat yang terpelihara bagi Al Qur’an yang mulia, kitab suci tanpa tulis sebagai Sumber Hukum, Sumber Shabda bagi mereka yang diberi ilmu melalui telinga bashiroh bukan melalui telinga jasmani. Sesuai dengan firman-firman-Nya, bahwa cara berkomunikasi dengan Allah serta petunjuk-petunjuk-Nya juga melalui qolbu yang bersih. Kita harus hati-hati terhadap suara-suara yang kita dengar melalui telinga jasmani karena mungkin saja itu suara syaetan. Rosulullah pun bersabda bahwa segala sesuatu ada pembersihnya, pembersih qolbu adalah dzikir agar menjadi mukmin yang benar. Oleh karena itu pelajarilah Adz-dzikir. Adz-dzikir adalah AL Qur’an yang harus dibaca, dipelajari, dihayati sebagai kunci pembuka pintu qolbu, sehingga kita bisa masuk dan menyelam kedasarnya untuk mendapatkan mutiaranya. Bila pintu qolbu terbuka maka qolbu bisa menerima pancaran Nur Illahi, karena Al Qur’an adalah Nur. Dengan berdzikir hati menjadi bersih. Hanya hati yang bersih yang bisa menyentuh kitab yang terpelihara, Al Qur’an yang hakiki, Kitab yang kekal yang berada di dalam diri kita sendiri. Oleh karena itu bisa kita pahami, kenapa Alm. Bapak Mulhari menganjurkan agar kita tidak hanya sekedar mencari dan mengenal diri pribadi, tapi harus mencari Nur-Nya Allah dan harus benar menempatkannya. Karena sesungguhnya yang beliau kehendaki adalah bersih hati. Bukankah di dalam Nur Illahi terkandung juga Nur Muhammad, Nurul Islam, Nurul Qur’an, Nurul ilman, Nurul iman dan Nurul ikhsan??? Sedangkan An-Nur adalah Allah… Dia-lah Al Qur’an sejati, kitab yang kekal yang berada di dalam dirimu… Dia-lah mutiara yang berada didalam diri kita semua… Allah akan membimbing dengan CahayaNya kepada Cahaya Nya bagi siapapun yang DIA kehendaki… Mengenal Dzat harus melalui Dzat… Allah adalah Guru Sejati yang ada

di dalam diri yang akan membimbing kita untuk kembali kepada Cahaya-Nya yang disebut Swarga. Swar adalah Cahaya dan Ga artinya kembali… Swarga artinya Kembali kepada Cahaya-Nya .. Tanpa mempelajari, memahami dan mengamalkan Al Qur’an pusaka dari Rosulullah, tak mungkin kita bisa menyentuh Al Qur’an Sejati, tak mungkin kita bisa mencapai Allah SWT …

BAHASAN PERTOLONGAN DAN UTUSAN ALLAH ( Dari alm. Bapak Mulhari ) Sesungguhnya telah datang seorang utusan dalam diri kalian sendiri ( golongan kalian sendiri ), ia merasa berat memikirkan penderitaanmu, dan sangat mengharapkan atas keselamatan dan keimananmu, lagi pula sangat penyantun dan penyayang, tapi bila mereka berpaling, katakanlah : Cukuplah Allah bagiku, tiada Tuhan selain Allah, kepadanya aku bertawakal, Dialah pemilik arasy Yang Agung ( AT TAUBAH 9 : 128-129 Beberapa pengertian mengenai utusan Allah adalah sebagai berikut : 1. Bisa sebagai manusia biasa (kita semua). 2. Para wali Allah. 3. Para nabi dan para rosul Allah. 4. Bisa para malaikat Allah dan para ruh suci. 5. Bahkan hewan sekalipun dapat sebagai sarana utusan Allah. PERHATIKAN BEBERAPA AYAT AL QURAN DIBAWAH INI : Tanazzalul malaaikatu war-ruuhu fiihaa bi idzni Robbihim minkulli amrin. Turun para malaikat dan Ruh ( suci ) dengan seizin Tuhannya membawa segala perintah ( AL QADR 97 : 3 ) Betapa banyaknya malaikat di langit, namun tidak sedikitpun bisa memberi safa’at ( pertolongan ), kecuali setelah Allah memberi izin kepada siapa yang Dia kehendaki dan Dia ridhoi ( AN-NAJM 53 : 26 ) ( Ingatlah ) ketika engkau memohon pertolongan kepada Tuhanmu, kemudian Dia mengabulkan dan berfirman : sesungguhnya Aku akan menolongmu dengan seribu malaikat yang datang berturut-turut ( AL ANFAL 8 : 9 )

Janganlah kamu mengira orang-orang yang meninggal di jalan Allah itu mati, tidak. Mereka tetap hidup di sisi Tuhan-nya dan mendapat rizki ( ALI IMRAN 3 : 169 ) Seperti yang telah kita pelajari sebelumnya, bahwa jasmani berasal dari tanah, maka akan hancur, kembali lagi menjadi tanah. Sedangkan ruhani mukmin karena berasal dari Nur Muhammad, maka akan kekal dalam Cahaya Keillahian. Maka hendaklah mereka menyembah Tuhan pemilik Rumah ini, yang memberi mereka makan dari kelaparan dan mengamankan dari ketakutan ( AL QURAISY 106 : 3-4 ) Oleh karena itu, berdasarkan ayat-ayat Al Qur’an tersebut di atas, maka setiap permohonan sebaiknya harus langsung ditujukan kepada Allah dengan hati yang tulus merunduk dan sujud serta suara yang tidak dikeraskan. Jasmani diam, yang berkomunikasi dengan Allah adalah ruhaninya yang menjerit di dalam hati. Dalam hal ini kita harus ingat bahwa qolbu merupakan pengertian hakiki dari Rumah Allah, dimana qolbu juga merupakan pintu masuk ke alam ghoib. Sucikanlah rumahku ( AL BAQARAH 2 : 125. AL HAJJ 22 : 26 ) ( Cahaya itu menerangi ) rumah-rumah yang di dalamnya Allah berkenan untuk dimuliakan dan disebut namanya, dan bertasbih di waktu pagi dan petang ( AN-NUUR 24 : 36 ) Bumi dan langit-Ku tidak membuat-Ku merasa nyaman, namun hati hamba-Ku yang mukmin, lembut dan welas asih membuat-Ku merasa nyaman ( HADITS QUDSI ) Aku tidak ada di bumi dan Aku tidak ada dilangit, tapi Aku berada dalam hati orang yang beriman ( HADITS Sesungguhnya Allah tempat bagi penduduk bumi dan tempat Tuhan-mu ada dalam hati para solihin ( HADITS ) Dengan demikian adalah wajar bila sopan santun permohonan di awali dengan mohon ampunan dan kasih sayang Allah, bersyukur atas segala karunia Allah, mohon izin dan keridoan Allah apa hajat kita, kemudian serahkan kembali segala sesuatunya kepada Allah, cukup kepada Allah kita bertawakal, pasrah total, kosongkan hati dan pikiran, diakhiri dengan dzikrullah Allah… Allah … Allah … Adapun kemudian Allah berkenan memberikan petunjuk dan pertolongan Nya melalui utusannya apakah berupa malaikat ataupun Ruh suci para wali atau ruh suci lainnya yang berasal dari golongan kalian sendiri (para

leluhur kita sendiri), itu adalah Hak Allah atas siapa yang Dia kehendaki dan Dia ridhoi. Oleh karena kita semua adalah manusia biasa, bukan sebagai Nabi dan bukan sebagai wali, maka utusan Allah yang datang sangat mungkin berasal dari tingkatan Ruh Suci para leluhur kita sendiri. Dengan demikian pembacaan do’a surat Al Fatihah untuk dihadiahkan kepada RUH para Rosul khususnya Rosulullah Muhammad SAW, para malaikat Allah, para sahabat, tabiin, para wali Allah, para suhada, para guru pembimbing ruhani, para leluhur,orang tua kita, ruhani kita, anakistri, sebelum mengajukan permohonan, itu adalah merupakan jembatan penghubung atau merupakan kabel komunikasi antara ruhani kita dengan ruhani para utusan Allah, manakala Allah berkenan memberikan petunjuk dan pertolongan NYA, melalui para utusan NYA. Perhatikan Surat Ali Imran 3 : 169 : Jangan kamu mengira orang-orang yang meninggal di jalan Allah itu mati. Tidak! Mereka tetap hidup di sisi Tuhan-nya dan mendapat rizki. Pengertian rizki dalam hal ini maknanya sangat luas sekali, bukan berupa materi. Semasa hidupnya mereka itu, khususnya Muhammad SAW berdo’a kepada Allah agar umatnya termasuk sanak keluarganya, selamat di dunia dan akhirat. Do’a ini merupakan tabungan mereka yang belum cair. Melalui surat Al Fatihah yang kita hadiahkan kepada mereka, mudahmudahan Allah berkenan mencairkan tabungan tersebut untuk kita. Itulah yang disebut safa’at do’a Rosulullah atau karomah do’a waliyullah atau maunat dari para guru ruhani kita serta inayah dari leluhur kita. Sesungguhnya syaetan dan iblis merupakan manifestasi dari SIFAT JALAL ALLAH, yang secara tidak langsung mendapat perintah Allah untuk menguji keimanan manusia di dunia. Ujian keimanan ini terus berlangsung setiap saat, sampai menjelang ajal sekalipun, pada saat manusia dalam keadaan sakaratul maut. Bila kita lengah, maka kita akan jatuh ketangan setan dan iblis. Namun Allah juga telah memberi jaminan bahwa iblis tidak akan bisa mengganggu umat yang sedang mendekatkan diri kepadaNya. Jadi pada saat kita sedang berdzikirullah, kita tidak usah takut kepada iblis, karena kita berada dalam jaminan Allah. Laa ilaha ilallah adalah benteng-Ku, barang siapa yang memasukinya, maka dia berada dalam perlindungan-Ku ( HADITS KUDSI ).

MEMBANTU YANG SAKARATUL MAUT. ( Dari alm. Bapak Mulhari ) Pada saat menjelang maut, setan dan iblis pun datang menggoda manusia agar mengikuti mereka. Oleh karena itu, bila kita ingin membantu mereka yang sedang menghadapi sakaratul maut, caranya adalah sbb : yang pertama kita harus mengusir syaetan dan iblis tersebut dengan membaca do’a kunci 1 kali, kemudian membaca Surat Pengusiran, Surat Al HASYR 59 : 22 s/d 24 sebanyak 1 kali sambil

menahan nafas, kemudian kita tiupkan dari arah kiri kita ke arah kanan. Yang kedua adalah membaca Surat AT TAUBAH 9 : 128-129 minimal 1 kali sambil menahan nafas. Semoga utusan Allah yang sebenarnya datang menjemput. Yang ketiga : Ya Subuhun, Ya Kudusun, Robbuna wa Robbul Malaikatu wa ruh, agar tetap berpegang pada tali Allah. Yang ke empat baca : Bismillahi nikmati ladzina an amtuna alaena wa kafa bihi nikmati Islam, agar mendapatkan nikmat Islam. Yang ke lima membaca : innalillahi wa inna ilaihi roojiun … dari Allah kembali kepada Allah.. DARI CAHAYA KEMBALI KEPADA CAHAYANYA… Kemudian kita tutup dengan membaca do’a kunci 1 kali, serta mohon izin dan keridoan Allah agar memberikan ampunan dan kasih sayang NYA kepada si sakit, serta mohon agar si sakit tetap beriman dan bertawakal kepada Allah semata, serta mohon agar ia mendapatkan nikmat Islam dan mohon agar yang datang menjemput si sakit adalah utusan Allah yang sebenar-benarnya. Tata cara di atas bisa dipimpin oleh seorang imam, yang lain sebagai ma’mum, hanya mendengarkan dan mengikuti kata-kata imam di dalam hati. Yang terakhir adalah : dzikir Asma Allah secara bergantian di telinga si sakit. Demikianlah apa yang penulis dapatkan dari orang tua dan para sesepuh lainnya. Sesungguhnya penulis sendiri tidak mengerti dan tidak memiliki apa-apa, jangankan kepandaian, kebodohanpun bukan milik penulis. Diposkan oleh Spiritual di 19.53 4 komentar: Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi FacebookBagikan ke Pinterest

ke

TwitterBerbagi

ke

MENGHIMPUN DAYA KETUHANAN

MENGHIMPUN DAYA KETUHANAN Untuk para pemula, tahap selanjutnya yang harus dilakukan sebaiknya adalah latihan dzikir atau meditasi untuk menggerakkan generator, untuk menghimpun dan menyalurkan kekuatan Daya Ketuhanan yang ada di dalam dirinya masing-masing. Hal ini dimaksudkan untuk meningkatkan rasa percaya diri serta keyakinan kepada Allah. Tata caranya hampir sama seperti yang tertulis di atas. Perbedaannya hanya pada pengaturan dzikir mengucapkan Asma Allah dan pengaturan pernafasan yang terbagi dalam 3 tahapan, yaitu tarik nafas, tahan nafas dan keluarkan nafas. Dimulai dengan Nawaitu dzikrullahi ta’ala : Al jasadu kiblatul qolbi, wa qolbi qiblatur ruhi, wa ruhi kiblatullaahi, Allahu Akbar. Mata dipejamkan, ujung lidah dilipat ke atas, menyentuh langit-langit. Baca dalam hati : Laa ilaha ilallah 165 kali, ditutup Muhammadarosulullah 1 kali. Kosongkan hati dan pikiran. Santai, senyum dan pasrah kepada Allah semata. Tarik nafas perlahan-lahan

tanpa terlihat adanya gerakan pernafasan, sambil dalam hati mengucapkan Asma Allah 11 kali … seolah-olah Dzat Allah masuk melalui pusar atau ubun-ubun sampai rongga dada terasa penuh, kemudian tahan nafas, dari pernafasan dada didorong ke bawah menjadi pernafasan perut kemudian tahan nafas dibagian bawah pusar, sambil di dalam hati mengucapkan Asma Allah 21 kali… Selanjutnya keluarkan nafas perlahanlahan, seolah-olah Dzat Allah keluar melalui kedua lubang hidung, sambil di dalam hati mengucapkan Asma Allah 10 kali … Yang masuk melalui pernafasan 11 Asma Allah dan yang kita keluarkan 10 Asma Allah, berarti kita mempunyai tabungan 1 Asma Allah, sebagai sumber Daya Ketuhanan. Lakukan tata cara tersebut di atas sebanyak 21 kali putaran pernafasan. Bila dalam 3 atau 4 kali putaran, pernafasan menjadi tersengal-sengal, maka lakukan pernafasan biasa tanpa menahan nafas, sambil di dalam hati tetap mengucapkan Asma Allah tanpa terputus. Setelah tenang, lanjutkan kembali sampai mencapai 21 kali putaran. Setelah selesai mencapai 21 kali putaran pernafasan, ditutup dengan membaca : Do’a kunci 1 kali, Al Fatihah 1 kali dan Ucapkanlah : Sodaqollahul adzim, Maha Benar Tuhan dengan Segala FirmanNya. Untuk tahap pertama, tata cara di atas harus dilakukan selama 7 malam berturut-turut tanpa terputus agar kita memperoleh getaran kekuatan Daya Ketuhanan, sehingga generator kita jalan (berfungsi). Tahap kedua harus mencapai 41 malam berturut-turut. Untuk tahap kedua ini bagi wanita yang sedang menjalani masa haid sebaiknya tidak terputus, karena yang tidak boleh dilakukan pada saat haid adalah sholat. Bagaimana bila kita dicabut nyawa saat sedang haid sedangkan kita tidak boleh menyebut Asma Allah. Untuk laki-laki sebaiknya tidak terputusputus. Tahap selanjutnya, dzikir Asma Allah tanpa batas hitungan, untuk menarik, menahan dan mengeluarkan nafas diatur melalui gerak naluri ( gerak rasa ). Sesungguhnya tata cara dzikir Asma Allah untuk menghimpun daya Ketuhanan ini merupakan langkah awal yang harus dilakukan oleh setiap pemula yang ingin membangkitkan tenaga dalamnya. Daya ketuhanan ini merupakan generator sumber energi yang bisa kita salurkan bila sewaktuwaktu dibutuhkan. Menurut istilah sekarang disebutnya sebagai energi prana atau energi gelombang elektromagnetik. Dengan menahan napas, penyerapan oksigen menjadi optimal. Pemakaian oksigen untuk proses metabolisme di dalam tubuh menjadi sangat efektif. Terjadi reaksi kimia secara berantai di dalam tubuh. Reaksi kimia ini menyebabkan aktivitas elektron kita meningkat. Aktivitas elektron ini akan menghasilkan gelombang elektromagnetik yang bisa direkam sebagai cahaya aura. Cahaya adalah energi. Organ-organ vital manusia ternyata memancarkan gelombang elektromagnetik yang spesifik, sehingga alat monitor di ruang ICU cukup dipasang di ujung jari pasen dan di layar monitor akan tampak gambaran tekanan darah, denyut jantung dan kondisi pernapasan pasen… Oleh karena Islam menganut prinsip keseimbangan dalam kehidupan, maka selain Dzikir Asma Allah dan meditasi sebagai olah pernafasan,

diperlukan juga olah raga untuk menjaga kesehatan dan kebugaran jasmani kita. Olah raga dengan gerakan-gerakan khusus ternyata bisa juga membangkitkan energi prana. Namun walau bagaimanapun, olah raga tidak akan bisa membersihkan hati yang kelam. Dengan olah raga saja, pintu hijab tidak akan terbuka untuk bisa menerima pancaran Nur Illahi. Oleh karena itu, alangkah baiknya bila olah pernafasan dan olah ragakhusus dilaksanakan secara berimbang agar keduanya bisa saling mengisi, sehingga kita bisa mendapatkan manfaat yang maksimal. Selanjutnya yang harus dicamkan benar-benar bagi para pemula adalah bahwa setelah mendapatkan pengalaman bathin serta kemampuan spiritual tertentu, hendaknya jangan menjadikan kita ria atau takabur dan jangan pula kemampuan spiritual yang kita miliki kita pergunakan untuk tujuan-tujuan yang menyimpang, yang merugikan orang lain, tapi pergunakanlah untuk menolong sesama umat Allah. Kita harus ingat bahwa ria dan takabur merupakan dosa syirik yang tersembunyi, sedangkan tujuan yang menyimpang adalah perbuatan yang fasik. Pengalaman-pengalaman bathin yang terjadi serta kemampuan spiritual yang kita peroleh itu pun merupakan sarana untuk meningkatkan dan menguji keimanan kita, apakah kita akan terus melanjutkan perjalanan kita ataukah kita akan terlena sehingga lupa akan tujuan semula karena merasa diri telah menjadi orang hebat… Tujuan akhir kita masih jauh, karena tujuan akhir kita adalah pencerahan jiwa, untuk mencapai tingkatan ikhsan, tingkatan insan kamil makrifatullah… Kemudian kembali kepada Allah dengan jiwa yang tenang serta mendapat ucapan selamat dan keridoan Allah. Kita bisa kembali kepada Cahaya Allah….

DZIKIR PELEPASAN RUH Menurut penulis, tata cara yang terakhir inilah yang paling praktis dan sangat sederhana, sehingga bisa dikerjakan oleh siapa saja, kapan saja, dimana saja termasuk bagi mereka yang super sibuk. Dengan berlatih seperti ini semoga ruh kita bisa lepas landas. Latihannya setiap hari secara rutin cukup hanya 5-10 menit saja, namun akan mengahasilkan reaksi yang positif kepada jasmani dan ruhani kita, karena metode latihan berdzikir ini menimbulkan efek kesehatan dan penyembuhan kepada diri sendiri. Bila kita berlatih setiap hari selama 7 hari berturut-turut, maka kita akan merasakan ada sesuatu perubahan-perubahan pada diri kita, minimalnya ada rasa nyaman secara lahir bathin. Kita akan merasa lebih energik, aura jadi bagus sehingga merasa lebih percaya diri… Tata caranya hampir sama seperti tata cara dzikir sebelumnya, diawali dengan do’a kunci dan diakhiri dengan do’a kunci, do’a Al Fatihah 1 kali dan shodaqollaahul adhim… Duduklah dengan santai, duduk senyaman mungkin dan rileks. Pejamkan mata, ujung lidah menyentuh langit-langit. Ucapkan dalam hati : Laa ilaha ilallah 165 kali , Muhammadarosulullah 1 kali.

Tarik napas perlahan-lahan sambil dalam hati ucapkan Huuu… dan bayangkan energi Ilahi yang kita isap masuk melalui pusar menembus ubun-ubun, melesat ke ruang angkasa ke titik tak berhingga, tahan napas di bagian bawah pusar beberapa saat. Pada saat menahan napas, energi Ilahi diturunkan kembali, menembus ubun-ubun, memenuhi rongga kepala, turun ke leher, sampai ke tengah dada, kemudian ucapkan dalam hati dengan santai, tidak tergesa-gesa Yaa Allah-Yaa Allah atau Allah-AllahAllah minimalnya 7 kali. Bila Yaa Allah setiap detik berarti 7 kali Yaa Allah lama menahan napasnya 7 detik. Boleh Yaa Allah nya lebih dari 7 kali asalkan ganjil dan tidak boleh dipaksakan sampai napasnya terengahengah. Kemudian keluarkan nafas secara perlahan-lahan sambil dalam hati ucapkan Allaaaaah … dari lubang hidung. Selanjutnya bernapas seperti biasa tanpa menahan napas sebanyak 3 kali berturut-turut. Walaupun bernapas seperti biasa namun saat menarik napas ucapkan dalam hati Huuu kemudian keluarkan secara perlahan-lahan sambil dalam hati ucapkan Allaaah. Kemudian ulangi lagi tata cara seperti diatas ( 1 : 3 ) selama minimal 5 menit saja setiap hari. Bila berlatih lebih dari 5 menit minimal sampai 30 menit setiap hari tentu hasilnya sangat baik sekali. Bila sudah terbiasa berlatih dzikir pernafasan ini dan sudah bisa lebih lama menahan nafas, boleh saja dzikir sambil menahan nafas dilakukan 34 kali putaran berturut-turut kemudian tanpa menahan nafas 3 kali sebagai jeda istirahat. Bila telah selesai jangan lupa baca do’a kunci, do’a Al Fatihah 1 kali dan shodaqollaahul adhim… Kemudian dilanjutkan sambil berbaring rileks … tarik napas sambil dalam hati ucapkan Huuu… keluarkan napas, ucapkan dalam hati Allaaah. Rasakan getaran halus mulai dari ujung kaki menjalar naik ke kepala … dan akhirnya … OOBE… Oleh karena itu memang sebaiknya, untuk yang satu ini, harus berlatih di kamar khusus tersendiri. Anggaplah kamar khusus itu sebagai “Guha Hiro”…. SELAMAT BERLATIH … dan … SELAMAT BERPISAH … !!!

RINGKASAN DZIKIR QOLBU – MEDITASI  Dzikrullah : Mengingat Allah tanpa mengingat yang lain.  Meditasi : Mengosongkan pikiran sambil mengulang-ulang nama Tuhan.  Berkomunikasi dengan Allah dengan cara berserah diri kepada-NYA Maksud dan Tujuan Dzikir – Meditasi 1. Penjabaran – Penerapan – Penghayatan Rukun Islam yang pertama 2. Mengukir Asma Allah dengan ujung lidah pada langit-langit. 3. Jalan terdekat menuju kepada Allah 4. Lebih utama dalam kehidupan

5. Pembersih Qolbu 6. Menyehatkan jasmani rohani 7. Menenangkan hati dan pikiran 8. Mencerdaskan otak kiri-tengah-kanan secara seimbang IQ – EQ – SQ 9. Perilaku terkendali – pembinaan mental – karakter 10.

Sukses dalam kehidupan

11.

Kasyaf – ketajaman mata bathin

12.

Membangkitkan Inner Power

13.

Membangkitkan kesadaran ruh

14.

Belajar mati sebelum mati

15.

Miraj – OOBE ( OUT OF BODY EXPERIANCE )

Kapan dan dimana kita berdzikir ??? Kapan saja, dimana saja tanpa batasan ruang dan waktu, sambil duduk, berdiri maupun berbaring. Firman Allah : Selesai sholat, berdzikirlah sambil duduk, berdiri, berbaring ( An Nissa 4 : 103 ) Selesai haji berdzikirlah ………..lebih banyak ( Al Baqarah 2 : 200 ) Hai orang – orang yang beriman berdzikirlah sebanyak – banyaknya ( Al Ahzab 33 : 41 ) Berdzikirlah sebanyak – banyaknya agar kamu sukses ( Al Jumuah 62 : 10 ) Bagaimana caranya berdzikir ??? Dengan suara yang dikeraskan atau dalam hati ?? Yang berkomunikasi dengan Allah Jasmaninya atau rohaninya ?? Petunjuk dari Allah ke otak atau ke hati ?? Berdasarkan firman Allah ; Yang berkomunikasi dengan Allah Ruhnya ( Al A’raf 7 : 172 ) Mohon kepada – NYA dengan menyebut Asma ul Husna ( Al A’raf 7 : 189 ) Sebut nama Tuhanmu dalam hatimu ( Al A’raf 7 : 205 ) Dia memberi petunjuk kepada hatinya ( Al Tagabun 64 : 11 ) 1. 2. 3. 4.

CARA MENGHIMPUN DAYA KETUHANAN Duduk santai mata dipejamkan Ujung lidah dilipat keatas menyentuh langit – langit Santai – senyum – pasrah Ucapkan dalam hati – Laa Ilaha Ilallah 165 kali dan Muhammadarosululloh 1 kali

5. 6. 7. 8. 9.

Tarik nafas perlahan – lahan tanpa terlihat adanya gerakan nafas. Sambil dalam hati ucapkan : Allah – Allah 11 x Rongga dada dikempiskan, rongga perut dikembangkan. Tahan nafas di perut dan ucapkan dalam hati Allah – Allah 21 x Keluarkan nafas, sambil ucapkan dalam hati Allah – Allah 10 x Berarti kita telah melakukan 1 x putaran Dzikir pernafasan. Ulangi tata cara di atas sampai 21 kali putaran Bila nafas kita terengah – engah, istirahat … Nafas biasa sambil tetap berdzikir – Tarik nafas ucapkan dalam hati Huuu – Keluarkan nafas ucapkan dalam hati Allaaah Bila pernafasan kita sudah tenang lakukan kembali tata cara diatas sampai mencapai 21 kali putaran. Berlatihlah minimal 30 menit setiap hari Dengan kita berlatih berdzikir melalui pengaturan pernafasan maka penyerapan oksigen didalam paru – paru jadi lebih banyak. Proses pembakaran – metabolisme didalam tubuh menjadi efektif. Elektron kita akan berputar semakin cepat . Tubuh kita memancarkan energi gelombang elektromagnatik. Tubuh akan memancarkan cahaya aura yang bisa direkam oleh kamera khusus, modifikasi dari alat foto Kirlian. Metode ini merupakan pondasi agar kita memiliki inner power – energi Ilahi. Do’a-do’a apapun ibarat senapan kosong, pelurunya adalah inner power. Untuk bisa Mi’raj – OOBE hati harus bersih, Inner Power harus kuat. Seperti halnya pesawat luar angkasa perlu roket pendorong untuk lepas landas. Energi Ilahi-Inner Power sangat bermanfaat untuk diri kita sendiri maupun untuk membantu – menolong sesama umat.

DZIKIR PELEPASAN RUH 1. Pejamkan mata 2. Ujung lidah menyentuh langit – langit 3. Santai – senyum – pasrah 4. Ucapkan dalam hati – Laa ilaha Ilallah 165 kali dan Muhammadarosulullah 1 kali 5. Tarik nafas sambil dalam hati ucapkan Huuuu dengan penuh perasaan, rasakan seolah – olah energi Ilahi masuk melalui pusat ( umbilicus ) naik keatas menembus ubun – ubun sampai ke titik omega-titik tak berhingga. 6. Tahan napas di bawah pusar, kemudian Energi Illahi yang terang benderang diturunkan kembali ke kepala sampai ke tengah dada 7. Sambil menahan nafas ucapkan dalam hati : Allah – Allah – Allah 7 x boleh lebih 9x – 21 x ( bilangan ganjil ) 8. Keluarkan nafas perlahan – lahan dari lubang hidung sambil dalam hati mengucapkan Allaaaaah. Berarti 1 x putaran nafas sudah kita selesaikan.

9.

Selanjutnya nafas biasa tanpa menahan nafas. Tarik nafas Huuuu. Keluarkan nafas Allaaaah. Lakukan 3 x pernapasan biasa. Perbandingan antara dzikir menahan nafas dan nafas biasa 1 : 3 Ulangi tata cara di atas minimal 10 sampai 30 menit setiap hari. Bila kita sudah terbiasa berlatih dzikir sambil menahan nafas maka perbandingannya bisa dirubah menjadi 3 : 3 atau 4 : 3 atau lebih dari itu.

DZIKIR PEMBUKA DAN PEMBERSIH Sabda Rasulullah : Segala sesuatu ada pembersihnya, pembersih qolbu adalah dzikir. Bila kita ini hanya terdiri dari satu sel maka yang disebut hatinya sel adalah inti selnya, bila kita hanya terdiri dari satu atom maka yang disebut hatinya atom adalah inti atomnya. Berarti dzikir dalam arti kata yang luas adalah merupakan sarana untuk membersihkan seluruh tubuh kita dari semua energi negative. Dzikir Pembuka dan Pembersih juga merupakan salah satu cara untuk mengembangkan otak tengah dan otak kanan sebagai pusat kecerdasan emosi, imajinasi, kreasi, seni dan kecerdasan spiritual. Tidak ada tatacara khusus untuk membuka dan membersihkan qolbu. Hanya sekedar niat dan do’a. Do’anya bebas, do’a apa saja yang sesuai dengan suasana hati kita. Tanpa do’a pun tak masalah, Allah tidak akan marah. Duduk santai di atas kursi atau di lantai dengan alas yang empuk, pejamkan mata, ujung lidah menyentuh langit-langit. Santai .. senyum .. pasrah … Tarik napas perlahan-lahan tanpa terlihat ada gerakan nafas … kemudian keluarkan napas perlahan-lahan dari kedua lubang hidung. Ulangi lagi dua sampai tiga kali tarikan napas. Agar pikiran kita tidak mengembara kemana-mana, bayangkan lafad Allah atau bayangkan kita sedang duduk bersimpuh di depan Ka’bah, …atau bayangkan titik jauh di cakrawala, titik di kening diantara kedua alis, atau wajah ibu kita atau wajah kita sendiri … Sesuai hadits : Allah menciptakan Adam sebagaimana wajah-Nya. Baca do’a kunci 1 kali dilanjutkan dengan niat : Yaa Allah … Yaa Robbi di Kaki-Mu hamba bersimpuh … Hamba niat membuka dan membersihkan hati hamba karena Allah Bayangkan hati kita mulai terbuka bagaikan bunga mawar putih atau bunga teratai putih yang sedang mekar berkembang … DO’A :

Yaa Allah … Yaa Robbi… Engkaulah tujuan hamba, kumohon Rido-MU kumohon Cintamu serta hamba berharap perjumpaan dengan-MU

Yaa Allah … Yaa Robbi bukakanlah pintu hati hamba seluas – luasnya. Terangilah hati hamba dengan Cahaya Hidayah dan Iman sebagaimana Engkau menerangi bumi dengan cahaya matahari

Yaa Allah Yaa Robbi … terangilah hati hamba dengan Cahaya HidayahMU, Cahaya Rahmat_MU dan Cahaya Kasih Sayang-MU agar semua kemarahan-kebencian-dendam-kesombongan-kedengkian-kerakusankeserakahan-ujub-ria dan takabur dibersihkan dari hati hamba, diganti dengan Cahaya Hidayah-MU, Cahaya Rahmat-MU dan Cahaya Kasih Sayang-MU.

Yaa Allah … Yaa Robbi … Engkaulah Yang Maha Pengampun, Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, Maha Suci Engkau, sesungguhnya hamba orang yang zholim, hamba telah menganiaya diri hamba sendiri. Ampunilah segala dosa-dosa hamba baik yang hamba sadari maupun yang tidak hamba disadari, sesungguhnya tiada yang dapat mengampuni dosa-dosa hamba kecuali Engkau Yaa Allah …

Yaa Allah … Yaa Robbi … Terangilah hati hamba dengan Cahaya Hidayah dan Iman agar hamba dapat membedakan yang haq dan yang bathil, yang benar dan yang salah… berilah hamba kekuatan dari sisi-MU yang bisa menolong untuk melaksanakan yang haq dan menghindarkan yang bathil agar hamba tetap berada di Jalan-MU .. Yaa Allah …

Yaa Allah … Yaa Robbi … Sesungguhnya Engkau Maha Pengampun, Maha Pengasih lagi Maha Penyayang … Berilah hamba kekuatan dari sisi-MU untuk bisa memaafkan mereka yang menzholimi hamba baik di lingkungan keluarga hamba, di tempat hamba bekerja serta dimanapun hamba berada. Ampunilah mereka karena sesungguhnya mereka tidak mengetahuinya. Bukakanlah pintu hati mereka seluas-luasnya agar mereka pun bisa menerima pancaran Cahaya Hidayah-MU, Cahaya Rahmat-MU serta Cahaya Kasih Sayang-MU … Tarik napas perlahan-lahan sambil membayangkan Cahaya Ilahi yang sangat terang benderang turun dari langit, menembus ubun-ubun, memenuhi rongga kepala, turun ke leher, turun ke tengah dada, memenuhi rongga dada, memasuki hati kita yang sudah terbuka dan telah siap menerima Pancaran Cahaya Ilahi. Keluarkan napas perlahan-lahan sambil membayangkan Cahaya Ilahi dari tengah rongga dada memancar keluar, kesegala arah, mengeluarkan semua energi negatif, semua dosa syirik yang tersembunyi dari hati kita… Lakukan minimal 3 – 7 kali pernapasan, sebaiknya 21 kali pernapasan.

Selanjutnya kita mohon kepada Allah agar hati setiap sel di seluruh tubuh kita juga terbuka … Bayangkan hati setiap sel bagaikan bunga melati yang mulai mekar berkembang dan siap menerima Pancaran Cahaya Ilahi. •

Yaa Allah … Yaa Robbi … Bukakanlah pintu hati setiap sel di seluruh tubuh hamba, agar setiap sel di seluruh tubuh hamba bisa menerima Cahaya Rahmat-MU serta Cahaya Kasih Sayang-MU. Ganti dan bersihkanlah setiap sel diseluruh tubuh hamba dari semua energi negatif serta dari semua jenis penyakit, diganti dengan Cahaya Rahmat-MU dan Cahaya Kasih Sayang-MU.

Yaa Allah … Yaa Robbi … Biarkanlah Cahaya Hidayah-MU, Cahaya Rahmat-MU serta Cahaya Kasih Sayang-MU bersinar semakin terang … semakin terang dan semakin kuat di dalam hati hamba dan di dalam setiap sel di seluruh tubuh hamba sehingga hati hamba serta setiap sel di seluruh tubuh hamba lebur … larut … tenggelam dalam pelukan Cahaya Kasih Sayang-MU.. • Yaa Allah … Yaa Robbi …Maha Suci Engkau, berkati dan abadikanlah cahaya hamba, agar hati hamba dan hati seluruh sel hamba senantiasa terhubung kepada-MU setiap saat dan untuk selama-lamanya … Ampunilah hamba-MU ini Yaa Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pengampun, Maha Pengasih lagi Maha Penyayang serta Maha Kuasa atas segalanya … Tarik napas perlahan-lahan, bayangkan Cahaya Ilahi turun dari langit, menembus ubun-ubun, memenuhi rongga kepala, turun ke leher, turun ke tengah dada, memasuki setiap sel di seluruh tubuh, ke lengan kanan dan kiri, ke bagian bawah, ke kaki kanan dan kiri, kemudian masuk kembali ke tengah dada. Keluarkan napas perlahan-lahan sambil membayangkan Cahaya Ilahi dari tengah rongga dada memancar ke luar, ke segala arah, mengeluarkan semua energi negatif, mengeluarkan semua penyakit dari seluruh tubuh kita . Seluruh tubuh kita diselimuti cahaya Lakukan minimal 3 – 7 kali pernapasan, sebaiknya 21 kali pernapasan. Bila telah merasa cukup berlatih, sebagai penutup baca : 1. Surat At Tahrim 66 : 8 sebanyak 1 kali, mulai dari Robbana … dst 2. Al Fatihah 1 kali … 3. Shodaqollahul adhim … SELESAI Surat At Tahrim 66 : 8 Robbana atmim lana nurona wagfir lana innaka ala quli syai’in qodir Ya Allah abadikanlah cahaya kami, ampunilah kami Engkaulah Yang Maha Kuasa atas segalanya

Sebaiknya latihan dzikir pembuka – pembersih qolbi dan sel ini, masingmasing dikerjakan 21 kali pernapasan setiap malam atau kapan saja dan dimana saja, minimalnya selama 7 malam berturut-turut, lebih baik lagi bila kita bisa berlatih 41 malam berturut-turut tanpa terputus. Latihan dzikir pembuka dan pembersih tentu saja bisa dilanjutkan dengan dzikir untuk menghimpun Daya Ketuhanan dan dzikir untuk pelepasan ruh. Untuk berlatih dzikir pembuka dan pembersih serta dzikir untuk menghimpun Daya Ketuhanan bisa dilakukan bersama-sama, namun untuk berlatih dzikir pelepasan ruh harus dikamar khusus tersendiri. Bukan suatu hal yang mustahil bila kita berlatih dzikir untuk menghimpun Daya Ketuhanan di kamar khusus tersendiri pun atas izin Allah bisa mencapai OOBE atau bisa melihat jati diri kita. Itu semua Haq Allah bagi siapa yang Dia kehendaki…. Oleh karena itu, untuk mencapai hasil yang maksimal, untuk mencapai pencerahan spiritual, memang sudah seharusnya kita mempunyai kamar khusus tersendiri untuk berlatih dzikir … SELANJUTNYA DZIKIR UNTUK DZIKIR PELELEPASAN RUH

BUKA MENGHIMPUN

Diposkan oleh Spiritual di 19.46 52 komentar: Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi FacebookBagikan ke Pinterest

DAYA

ke

: KETUHANAN

TwitterBerbagi

ke

DZIKRULLAH ( MENGINGAT ALLAH ) 3 DZIKRULLAH ( MENGINGAT ALLAH ) 3

ADA

BERAGAM

DZIKIR

update 02-07-2014

1. Dzikir anggota badan dan panca indera adalah mempergunakan anggota badan dan panca indera untuk keta’atan beribadah semata-mata kepada Allah, untuk memperbanyak amar makruf dan menjauhi hal-hal yang munkar. Ini sudah tercermin di dalam makna hakikinya bersuci dan sholat. 2. Dzikir lisan adalah dengan cara membaca Al Qur’an, takbir, tahlil, tahmid, istigfar , do’a, wirid dsb. dengan suara yang dapat didengar oleh telinga.

3. Dzikir qolbi adalah menghadirkan hati dengan penuh keyakinan akan keberadaan Dzat, Sifat, Asma dan Af’al Allah, Dzat yang maha melihat, maha mendengar, maha mengetahui dan maha kuasa atas segalanya. Dzikir qolbi dilakukan dalam hati tanpa bersuara. Semua panca indera dan seluruh tubuh ditutup (dimatikan). Dunia tidak tampak lagi, alam wadah tampak jelas, Ruhani yang berkomunikasi dengan Allah. Sejak semula memang hanya Ruhani yang bisa berkomunikasi dengan Allah. Ruhani berasal dari Nur Muhammad. Untuk mengenal Tuhan harus melalui Tuhan. Berarti bila kita hendak berkomunikasi dengan Tuhan harus melalui bahasa Ruhani, berarti jasmaninya harus diam, hening, harus bisa mati sebelum mati. Ruhaninya yang menjerit mengumandangkan Asma Dzat. Jeritan Ruhani akan menembus tujuh petala langit, mencapai Arasy. Dan sebutlah nama Tuhan-mu dalam hatimu dengan merendahkan diri dan rasa takut, dan dengan tidak mengeraskan suara ( AL A’RAF 7 : 205 ) 4. Dzikir Haqq adalah dzikir di dalam sir, sudah dalam keadaam fana, Aku Yang Bicara, suatu tingkatan dzikir yang paling tinggi, dzikir gerak rasa dari suara hati atau shabda .. HU .. HU.. atau dzikir apapun, sesuai suara hati… ikuti saja sesuai Shabda… Dengan cara dzikrullah berarti kita sudah mulai melatih diri untuk melakukan shalat yang kekal, dimana kiblat yang terdekat adalah menghadapkan diri kepada diri kita sendiri. Pengertian Dzikrullah yang lebih luas adalah tidak hanya sekedar duduk tafakur sambil mengucapkan Asma Allah semata, akan tetapi mengingat Allah secara berkesinambungan, secara istiqomah, setiap gerak-gerik kita, tingkah laku kita senantiasa ingat kepada Allah yang mengawasi dan menyaksikan gerak-gerik perbuatan kita. Dengan demikian perilaku dan nafsu kita akan menjadi terkendali. Bila dalam setiap perilaku kita senantiasa disertai ingat kepada Allah semata, benar-benar Lillahi Ta’ala, benar-benar ikhlas kepada Allah maka itulah yang sebenar-benarnya ibadah yang akan membawa keselamatan dunia akhirat bagi yang melaksanakannya. Hatinya bersih karena terisi Asma Allah, tidak terisi angan-angan kotor, tidak memper-Tuhan-kan hawa nafsunya yang merupakan dosa syirik tersembunyi. Oleh karena itu pengertian bersuci, shalat dan dzikrullah adalah merupakan suatu kesatuan yang tidak bisa dipisah-pisahkan satu sama lain, ketigatiganya harus dilaksanakan serempak, direalisasikan dan diterapkan makna haqiqinya di dalam kehidupan sehari-hari agar ibadah kita menjadi sempurna.

Al kisah : Setelah selesai perang Badar, Rosulullah bersabda : Kita baru saja kembali dari Jihad Kecil dan kini memasuki Jihad Besar. Salah seorang Sahabat bertanya : Ya Rosulullah apakah Jihad Besar itu ?? Rosulullah menjawab : Perang melawan hawa nafsu … Perang melawan hawa nafsu berlaku bagi semua umat manusia di dunia. Di dalam perang ini musuhnya tidak tampak oleh mata, musuhnya sangat halus (latif). Di dalam tubuh manusia ada tujuh tempat yang disebut Latifah sebagai tempat bersarangnya hawa nafsu yang harus dibersihkan dengan Asma Allah. Konsep tujuh latifah ini pertama kali di ajukan oleh Syekh Ahmad Naqsyabandi, seorang sufi pada abad ke 11. Ajarannya disebut tareqat Naqsyabandiyah. TUJUH LATIFAH menurut AL Banjari dari Martapura Kalimantan Selatan : Latifatul Qulbi : Yang berhubungan dengan jantung jasmani, letaknya 2 jari di bawah susu kiri, tempat bersarangnya sifat-sifat kemusyrikan, kekafiran, ketahayulan dan sifat-sifat iblis, membersihkannya dengan cara dzikir Allah-Allah 5000 kali. Cahayanya berwarna kuning. Latifatur Ruh : Letaknya 2 jari di bawah susu kanan, tempat bersarangnya sifat Bahimiyah (binatang jinak), membersihkannya dengan dzikir Allah-Allah 1000 kali. Cahayanya berwarna merah. Latifatus Sirri : Letaknya 2 jari di atas susu kiri, tempatnya sifat Syabiyah (binatang buas), dholim, aniaya, pemarah, pendendam. Dzikirnya Allah-Allah 1000 kali. Cahayanya berwarna putih. Latifatu Khofi : Letaknya 2 jari dia tas susu kanan, dikendarai oleh limpa jasmani, tempat sifat dengki, khianat. Dzikirnya Allah-Allah 1000 kali. Berwarna Hitam. Latifatu Akhfa : letaknya di tengah dada, berhubungan dengan empedu jasmani, tempat sifat Rabbaniyah, yaitu sifat ria, takabur, sombong, ujub, memamerkan kebaikan, akan tetapi disini juga merupakan tempat sifat ikhlas, khusu, tadaru dan tafakur. Dzikirnya Allah-Allah 1000 kali. Cahayanya berwarna hijau. Latifatu Nafsun Natiqa : Letaknya diantara 2 kening, tempat nafsu amarah, nafsu yang mendorong untuk berbuat kejahatan. Dzikirnya AllahAllah 1000 kali. Latifatu Kullu Jasad : Latifah yang mengendarai seluruh tubuh jasmani, tempat sifat jahil, ghaflah (lalai). Pada tempat ini terdapat juga sifat Ilmu dan Amal. Dzikirnya Allah-Allah 1000 kali. Silahkan, bila kita mampu melaksanakan tata cara dzikir seperti di atas !!? Tuhan tidak menilai jumlah bilangannya, akan tetapi keikhlasannya. Metode berdzikir sesungguhnya sangat beraneka ragam. Setiap manusia memiliki kemampuan dan kesempatan yang berbeda. Ada yang sibuk, ada

yang santai. Allah tidak pernah menyusahkan umatnya. Sebagaimana Sholat masyalah tata-cara dzikir pun di dalam Al Qur’an tidak ada rinciannya. Oleh karena itu silahkan pilih metode dzikir yang sederhana, cocok dan pas serta mampu kita laksanakan menurut keyakinan hati kita sendiri. Sehingga sesibuk apapun, masih bisa melaksanakan dzikir dengan penuh kesadaran dan keikhlasan. ENJOY AJA LAGI …!!!

TATA CARA DZIKIR QOLBI Ada bermacam-macam cara untuk melakukan dzikrullah, tergantung dari guru pembimbing ruhani kita. Tidak setiap orang yang berilmu bisa menjadi pembimbing ruhani. Ada beberapa persyaratan untuk menjadi guru pembimbing ruhani yang menurut Al Ghazali dalam buku O, ANAK adalah sebagai berikut : Dia benar-benar berilmu dan matang, dia telah melepaskan diri dari masalah keduniawian, pelajaran yang dia peroleh mempunyai silsilah yang jelas dari guru ke guru ruhani sebelumnya sampai ke Rosulullah sendiri. Di dalam kehidupan sehari-harinya dia bersahaja, sabar, shalat, syukur, tawakal, yakin, tak pernah mengeluh, berhati tenang, berdada lapang, rendah hati, berlaku benar, bermalu, menepati janji, tetap hati, tidak tergesa-gesa dsb. Guru pembimbing ruhani yang memenuhi kriteria Al Ghazali tersebut sungguh sulit dicari, apalagi di abad globalisasi ini. Kriteria nya mungkin bisa kita tambah mungkin bisa kita kurangi. Misalnya : Dia harus seorang sarjana agar daya analisa dan wawasan berpikirnya menjadi lebih luas. Dia mempunyai pengalaman bathin pernah bertemu dengan Rosulullah, sehingga kita harapkan dia bisa membimbing kita, secara minimal bisa mempertemukan kita dengan Rosulullah. Dalam hal ini Iblis pun tidak bisa merubah bentuk dirinya seperti Rosulullah. Yang menjadi pertanyaan adalah bagaimana jadinya seandainya kita tidak sempat berjumpa dan berguru kepada guru pembimbing ruhani yang seperti itu ??? Untuk itu kita tak perlu khawatir, karena sesungguhnya Guru Sejati ada di dalam diri… di dalam SIR ada AKU, tempat AKU menyimpan rahasia… Berarti pintu ijtihad masih tetap terbuka… Jangan percaya kepada orang-orang yang sangat mengkultuskan gurunya bahwa kalau tanpa bimbingan guru maka pembimbingnya adalah syaetan. Apakah murid harus di bai’at…??? Kata Rosulullah tidak ada kewajiban bai’at bagi kaum muslimin…Kuncinya adalah yakin dan tetap berpegang teguh kepada Al Qur’an dan Sunah Rosulullah, bukan berpegang pada guru mursid, insya Allah kita pasti selamat. Sekali lagi, Guru Sejati ada di dalam diri… Bacalah dan Tuhanmulah Yang MahaPemurah, yang mengajarkan manusia melalui kalam. Dia mengajarkan manusia apa-apa yang tidak diketahuinya ( Al Allaq 96 : 1-5 ) … Allah Guru Sejati Bertakwalah kalian kepada Allah dan Allah akan mengajari kalian … ( Al Baqarah 2 : 282 )… Allah Guru Sejati…

Allah akan membimbing dengan Cahaya-nya kepada Cahaya-Nya bagi yang dikehendaki-Nya ( An Nuur 24 : 35 )… Allah Guru Sejati… Dia akan memberi petunjuk kepada Hatinya ( AT-TAGABUN 64 : 11 ) Tidak wajar bagi seorang manusia yang Allah berikan kepadanya Al Kitab, hikmah dan kenabian, lalu berkata kepada manusia : Hendaklah kamu menjadi penyembah-penyembahku, bukan penyembah Allah … ( ALI IMRAN 3 : 79 ) Orang-orang yang berjuang di jalan Allah, tentu Kami bimbing mereka ke jalan-jalan Kami ( AL ANKABUT 29 : 69 ) Tuhan akan membimbing dengan Cahayanya kepada Cahayanya bagi siapa yang Dia kehendaki ( AN-NUUR 24 : 35 ) Cahaya itu menerangi rumah-rumah, di dalamnya Allah telah berkenan untuk dihormati dan disebut Namanya serta bertasbih di waktu pagi dan petang ( AN NUUR 24 : 36 ) Jangan mempersekutukkan-KU … Sucikanlah rumahku … ( AL HAJJ 22 : 26 ) Rumah yang mana … ??? Silahkan renungkan sendiri … Bila hamba-Ku mencintai Ku, maka Akupun akan mencintainya. Bila hamba-Ku mendekati Ku sejengkal maka Aku akan mendekati dia sedepa, bila dia mendekati Ku dengan berjalan maka Aku akan mendekat kepadanya dengan berlari ( Hadits ). Tidaklah ada satu cara untuk mendekatkan diri kepada-Ku, yang lebih Aku sukai dari pada mengerjakan apa yang Aku perintahkan dan tidaklah berhenti hamba-Ku mendekatkan diri kepada Ku dengan melakukan pekerjaan-pekerjaan yang nawafil (sunah), sehingga Aku pun mencintai dia. Dan bila Aku mencintainya maka Aku-lah yang menjadi penglihatannya ketika ia melihat, Akulah yang menjadi tangannya ketika ia memukul, Akulah yang menjadi kakinya ketika ia berjalan. Akulah yang menjadi hatinya ketika ia berkehendak. Dan bila ia memohon kepada-Ku, Aku kabulkan dia. Bila dia berlindung kepada-Ku, Aku lindungi dia ( HADITS ). Walaupun Dzikir Asma Allah merupakan amalan sunah ( bukan amalan wajib ), akan tetapi Dzikir dalam arti kata yang luas merupakan jalan terdekat menuju kepada Allah. Sebetulnya arti harfiahnya dzikir dan meditasi adalah sama, yaitu mengosongkan pikiran sambil mengulangngulang nama Tuhan, dengan nama Tuhan apapun yang kita sebut, asalkan Nama Yang Baik-baik. Bila kita dekat kepada Allah, maka kita akan diberi kemudahan, kekuatan Daya Ketuhanan dan perlindungan Allah bahkan Allah berkenan membuka tabir bagi para sufi untuk belajar ilmu langsung dari Lauh Mahfudz . Itulah keistimewaan dzikir-meditasi.

Itulah karunia Allah yang sangat luar biasa bagi umat Muhammad. Siapapun yang mengerjakannya, apapun agamanya, hasil akhirnya akan sama, baik secara fisik maupun secara spiritual. Seperti kata Jalaluddin Rumi : Apapun agamanya buah dari keimanan tidak pernah berubah, keadaannya, tempatnya dalam kehidupan serta efek-efek yang dihasilkannya adalah sama dimana-mana. Dari segi fisik kita buktikan berdasarkan hasil hasil pemeriksaan laboratorium, pemeriksaan rekaman gelombang otak dan rekaman cahaya aura. Otaknya menjadi cerdas, sehat serta hidupnya sukses. Dari segi spiritual : jiwanya tenang, perilakunya terkendali, ahlaknya baik, intuisinya tajam dan akhirnya mencapai pencerahan spiritual. Oleh karena itu metode dzikir qolbi bisa kita bagi sebagai berikut : 1. Dzikir setelah berdo’a agar jalan kita terang dan hidup kita lapang 2. Dzikir pembuka dan pembersih 3. Dzikir untuk menghimpun daya ketuhanan 4. Dzikir pelepasan ruh atau mi’raj, Out Of Body Expereance.

DZIKIR SETELAH BERDO’A Bila kita hendak melakukan latihan dzikir, sebaiknya kita lakukan shalat sunah terlebih dahulu agar suasana religius, suasana sakral, khusyuk, hening dan hidmat bisa kita bina tahap demi tahap memasuki gelombang Alfa dan Teta. Biasanya dilakukan setelah shalat Isa dan dianjurkan pada jam ganjil, misalnya pkl 21.00, bisa juga pkl 23.00 atau pkl 01.00 setelah lewat tengah malam. Menurut para sesepuh untuk pengisian pribadi sebaiknya dimulai pkl 01.00 yang merupakan angka Alif, dimana pada saat itu suasananya sudah cukup sepi dan juga memasuki sepertiga malam. Pada saat tersebut Allah juga berkenan mengutus malaikat-malaikatnya bagi hamba-hamba yang sedang mendekatkan diri kepada Nya. Adapun shalat sunah yang dianjurkan adalah shalat Taubat, shalat Hajat dan istikharoh, tergantung dari kebutuhan pribadi masing-masing. Sebelum shalat Sunah, terlebih dahulu kita berdo’a dengan apa yang disebut do’a kunci, sebagai do’a pembukaan dan sebagai do’a penutup, adalah sbb : (1 s/d 4). 1. A’udzubillaahiminasy syaethonnirrojiim

1 kali

2. Basmalah

3 kali

3. Dua kalimah syahadat

1 kali

4. Innalillahi wa inna ilahi roojiuun

1 kali

5. bisa di isi do’a lain sesuai dengan kebutuhan. Misalnya : membaca haoqollah Laa haola wala kuwwata ilaa bilaahil aliyil adhim 1 kali untuk penyerahan diri secara total kepada Allah. (Ya Allah, Ya Abdal Jabar) 3 kali untuk menambah kekuatan dan menggetarkan generator (AKU) dalam diri kita. Masing-masing shalat sunah dikerjakan 2 raka’at yang diakhiri dengan salam. Bisa juga pada saat niat, ketiga shalat sunah tersebut kita gabung dan dikerjakan cukup dengan 4 raka’at saja, setiap selesai 2 raka’at diakhiri dengan salam dengan niat sbb : Usholi sunatan li istiharoti ma’a taobati li qodo’il hajati … dst … Pada raka’at ke 1, setelah membaca surat Al Fatihah, baca surat Al Ikhlas 10 kali. Pada raka’at ke 2, setelah membaca surat Al Fatihah, baca surat Al Ikhlas 20 kali. Kemudian diakhiri dengan salam. Pada raka’at ke 3, setelah membaca Al Fatihah, baca surat Al Ikhlas 30 kali. Pada raka’at ke 4, setelah membaca Al Fatihah, baca surat Al Ikhlas 41 kali. Kemudian diakhiri dengan salam. Setelah selesai shalat sunah kemudian membaca AL Fatihah yang dihadiahkan kepada Rosulullah, membaca Al Fatihah untuk para nabi dan para wali Allah, untuk para sahabat, para Tabiin, para Malaikat, untuk para suhada, para guru, para sesepuh kita khususnya untuk kedua orang tua kita, diri kita sendiri serta untuk anak-istri, keluarga kita. Membaca Surat Al Ikhlas 3 kali, Al Falaq 1 kali dan An Nas 1 kali, Al Baqarah 2 : 1-5 dan 163, Ayat Qursyi dan Al Kafirun 1 kali. Membaca tahlil : Laa ilaaha ilallah (minimal 19 kali atau 41 kali ) Membaca salawat nabi (minimal 19 kali atau 41 kali ). Membaca istigfar 14 kali atau 41 kali (7 kali untuk mohon ampunan dosa lahir dan 7 kali berikutnya untuk dosa bathin). Bila ingin lebih lengkap, silahkan membaca tasbih, hamdallah, tahlil, takbir, tahmid. Angka 19 dan angka 41 adalah angka angka istimewa di dalam Al Quran. Kemudian membaca do’a khusus, yang sesuai dengan maksud dan tujuan kita (hajat kita) secara pribadi atau yang sesuai dengan petunjuk guru pembimbing ruhani kita, misalnya : Untuk mengenal jati diri (diri yang sejati) yang dibaca adalah sbb : Surat Al Kahfi 107 s/d 110 sebanyak 101 kali (minimal 41 kali), Surat An Nur 24 : 35 (minimal 41 kali), diakhiri Surat Al Qaf 50 : 22 ( minimal 41 kali ) yaitu : Fakasyafnaa anka gito aka fabashorukal yaoma hadid. Kami singkapkan tabir yang menutupi matamu, maka pandangan matamu menjadi tajam. Bagi mereka yang sedang menuntut ilmu, yang dibaca cukup : Surat An Nur 24 : 35 dan surat Al Qaf 50 : 22 saja. Bagi pasangan suami istri yang ingin mempunyai anak : Surat Yaassiin 36 : 82.

Bagi mereka yang ingin mendapatkan jodoh yang hak, yang maslahat lahir dan bathin, bacalah Surat Al Anbiya 21 : 89, Surat At Taubah 9 : 128129 dan Yasin 36 : 82. Sesungguhnya masih banyak lagi do’a-do’a lain dengan makna yang tersurat dan yang tersirat sesuai dengan maksud dan tujuan kita pribadi. Silahkan pilih dan cari sendiri dalam Al Qur’an. Baca do’a kunci 1 kali… dilanjut dengan membaca ( Yaa Allah yaa abdal jabar ) 3 kali

Selanjutnya munajat dalam hati : Ya Allah … Engkaulah yang maha mendengar dan maha mengetahui apa yang aku ucapkan dan apa yang ada di dalam hatiku. Oleh karena itu Ya Allah… limpahkanlah ampunan Mu dan Kasih Sayang Mu kepada diriku. Ya Allah … aku bersyukur atas segala nikmat dan karuniaMu, rahmat dan barokahMu yang telah Engkau limpahkan kepadaku, baik pada masa lalu, masa kini maupun pada masa yang akan datang. Ya Allah .. Hamba mohon izin dan keridhoan Mu … (sebutkan satu persatu apa-apa permasalahan yang sedang kita hadapi, misalnya ingin melihat jati diri). Ya Allah .. aku serahkan segala urusanku kepada Mu, Engkaulah Yang Maha Kuasa atas segalanya ( pasrah total ). Boleh dilanjut dengan membaca haoqollah. Kita tidak boleh memaksa Allah, setiap permohonan harus diserahkan kembali kepada Allah Yang Maha Kuasa dan Yang Maha Mengetahui yang terbaik bagi hambaNYA. Kemudian kita berdzikir, biarkan “Tangan” Tuhan yang bekerja. Duduklah dengan santai diatas kursi atau duduk bersila diatas lantai dengan alas yang empuk. Duduk setegak mungkin, tapi jangan dipaksakan. Usahakan agar posisi kepala dan tulang ekor membentuk satu garis lurus. Pandangan lurus kedepan, mata dipejamkan. Santai, senyum dan pasrah. Kedua telapak tangan berada di atas paha, menghadap ke bawah. Bila duduk bersila, kaki kanan di atas, kaki kiri dibagian bawah, kedua telapak kaki menghadap ke atas. Kedua lengan bersilangan, lengan kanan menyilang di atas lengan kiri, seolah-olah membentuk huruf Lam Alif. Telapak tangan kanan berada di atas telapak kaki kanan, dan telapak tangan kiri menempel pada betis kaki kanan, seolah-olah menutupi telapak kaki kiri, sehingga energi bio-elektrik atau gelombang elektro-magnetik yang terpancar baik dari telapak kaki maupun dari telapak tangan tidak ada yang terbuang, masuk kembali ke dalam tubuh. Selanjutnya : 1. Baca do’a kunci 1 kali 2. Untuk menggerakkan generator baca : (Ya Allah, Ya Abdal Jabar) 3 kali.

3. Untuk penyerahan total baca : laa haola walaa kuwata ilaa bilahil aliyil adhim 1 kali 4. Baca : Kodimul hajati wal hajatu goibus siri masya Allah walaa haola walaa kuwata ila billaahil aliyil adzim. 5. Baca : Illaahi antal makshudi wa ridhoka mathlubi. Kaf Ha Ya Ain Shod Kifayatuna. Ha Mim Ain Sin Qof Himayatuna. 6. Ya Allah, kumohon mencintaiMu…

cinta-Mu

dan

cinta

orang-orang

yang

7. Baca : Illahi antal makshudi wa ridhoka mathlubi, A’thini mahabbataka wa makrifataka. Ya Allah Engkaulah tujuanku, keridhoan Mu yang aku cari, aku mengharapkan kasih sayang Mu serta perjumpaan dengan Mu … 8. Membentengi diri dan seluruh penghuni rumah. 9. Niat dzikir. Berserah diri kepada Allah merupakan benteng keikhlasan yang tidak bisa ditembus oleh apapun yang bersifat bathil. Berarti tanpa kita membentengi diri secara khususpun sesungguhnya pada saat kita melakukan dzikrullah dengan hati yang pasrah, maka dengan sendirinya kita sudah mendapat perlindungan dari Allah SWT. Namun bila kita ingin lebih mantap lagi, maka buatlah benteng perlindungan secara khusus sebelum kita melakukan dzikir dan meditasi tersebut.

CARA MEMBENTENGI DIRI : Kita mohon izin dan keridhoan Allah, niat membentengi diri sendiri serta seluruh penghuni rumah ini dari segala sesuatu yang bersifat negatif yang berasal dari mahluk kasar maupun makhluk halus, saat kita sadar maupun saat tidak sadar. Mata dipejamkan, ujung lidah dilipat ke atas. Tarik nafas perlahan-lahan sambil dalam hati mengucapkan HU atau asma Allah berulang-ulang, seolah-olah Dzat Allah memasuki tubuh kita melalui pusar atau ubunubun, sampai rongga dada terasa penuh. Kemudian keluarkan nafas perlahan-lahan sambil dalam hati mengucapkan Asma Allah… Allah .. allah .. Allah … Bayangkan seolah-olah Dzat Allah ( Asma Allah ) keluar melalui pusar atau melalui lubang hidung berderet-deret untuk membentengi diri kita searah jarum jam, membuat lingkaran pagar imaginer dari Asma Allah lapisan pertama. Kemudian kita buat benteng

lingkaran spiral imaginer Dzat Allah kearah vertikal (ke atas) seperti selubung silinder, dengan alas seluas lingkaran yang kita buat. Seberapa tingginya, ini juga terserah kita, bisa 1 meter atau lebih. Kemudian benteng silinder tersebut bagian atasnya kita tutup dengan membentuk tutup seperti lingkaran spiral obat nyamuk yang semakin ke tengah semakin mengecil atau seperti bentuk kerucut. Sampai di titik tengah, di puncak kerucut, kemudian kita membuat poros ke bawah ke arah ubunubun kita, terus ke arah bawah, menembus bumi. Dengan tata cara seperti di atas, kita bisa membuat benteng keikhlasan lapisan kedua, ketiga dan seterusnya sampai seluas pekarangan rumah, untuk melindungi seluruh penghuninya, itu terserah kita. Setelah selesai membentengi diri sendiri serta seluruh penghuni rumah, selanjutnya kita mulai melakukan dzikir-meditasi dengan penuh keheningan dan keikhlasan. NIAT DZIKIR : Nawaitu dzikullaahi ta’ala. Al jasadu kiblatul qolbi Wa qolbi kiblatur ruuhi Wa ruuhi kiblatullaahi Allahu Akbar

Hamba niat dzikrullah Jasad saya menghadap ke hati Hati saya menghadap ke ruh Ruuh saya menghadap ke Allah Allahu Akbar

Selanjutnya : Mata dipejamkan, ujung lidah dilipat ke atas menyentuh langit-langit. Berarti kita telah menghubungkan kabel generator bio-elektrik, Energi Kundalini yang ada di dalam tubuh kita, serta menutup seluruh panca indera dan menutup seluruh tubuh kita, menutup sembilan pintu. Dengan perkataan lain kita telah mematikan seluruh jasmani kita. Kita menutup kitab diri. Kita mulai hening, kosongkan hati dan pikiran, jangan mengingat apapun selain mengingat Allah, dalam hati hanya ada Allah. Bagi para pemula, agar hati dan pikirannya tidak menerawang kemanamana, dengan cara membayangkan lafad Allah atau membayangkan wajah ibu kita atau wajah kita sendiri. Bisa juga dengan cara membayangkan titik jauh di cakrawala atau kita bayangkan diri kita sedang bersimpuh di depan Ka’bah. Energi Kundalini akan naik dari arah perineum ke tulang ekor menyusuri tulang belakang, naik ke atas kepala terus ke depan, turun kebawah melalui perineum dan seterusnya berputar mengelilingi tubuh kita. Bila ujung lidah terlepas dari langit-langit, maka putaran energi tersebut akan terhenti. Putaran bio-elektrik tersebut semakin lama akan semakin cepat dan semakin luas serta semakin tinggi mencapai Arasy. Pada saat kita mencapai puncak meditasi, terjadilah trans mistik atau terjadi ekstase. Kita larut atau lebur atau fana menurut istilah Al Gazali atau samadi menurut orang Hindu. Bila otak kita direkam saat ekstase gelombangnya adalah gelombang Theta dengan frekuensi rendah sekitar 4 – 7 Hz, getaran medan energinya besar, terjadi saat antara terjaga dan tidur. Pada saat tidur gelombangnya adalah Delta, frekuensinya antara 0 – 3 Hz, getaran medan energinya rendah.

Dari segi medis ujung lidah yang menempel pada langit-langit akan merangsang ujung sarap di daerah dasar tenggkorak ( sela tursika ). Rangsangan tersebut akan merangsang kelenjar-kelenjar hormonal Hypofisis, Hypothalamus, Thalamus dan Pineal untuk bersekresi. Dari Hypofisis sekresi HGH ( Hormon pertumbuhan ) akan meningkat, sehingga tampak wajah mereka menjadi lebih segar, lebih bercahaya. Daya kekebalan tubuh dan sel T ( sel anti kanker ) juga akan meningkat. Dari Hypofisis juga dikeluarkan Endomorphin dan dari kelenjar Pineal akan dikeluarkan Melatonin, sehingga terjadilah relaksasi yang dalam serta

ektase. Dengan menempelkan ujung lidah ke langit-langit berarti seolah-olah kita menyebut Asma Allah secara berkesinambungan tanpa terputus. Selain itu, dengan ujung lidah tersebut, kita mengukir Asma Allah pada langit-langit, sehingga bila saatnya tiba dimana kita tidak sanggup lagi mengucapkan Asma Allah, maka cukup dengan menempelkan ujung lidah kita pada ukiran tersebut berarti kita eling, ingat kepada Allah dan bila kemudian kita meninggal, kita meninggal dalam keadaan muslim. Meninggal dalam keadaan berserah diri kepada Allah. Oleh karena itu dzikir lebih utama… ( AL ANKABUT 29 : 45 ). Jadi apapun agamanya dzikir–meditasi adalah jalan yang terdekat menuju Tuhan, terserah kita menyeru Tuhan dengan Nama apa saja yang baikbaik. Mulailah dengan menarik nafas perlahan-lahan dan keluarkan pula dengan perlahan-lahan, santai, senyum dan pasrah tanpa beban apapun. Ulangi cara pernafasan tersebut 3-4 kali, tergantung keinginan kita, sambil merasakan semua otot-otot dari mulai ujung kaki sampai seluruh tubuh, menjadi rileks, kemudian rasakan pikiran kitapun menjadi rileks, selanjutnya kita rasakan seluruh tubuh dan pikiran menjadi rileks. Jangan mengingat apa-apa lagi selain mengingat Allah. Ucapkan dalam hati laa ilaha ilallah 165 kali dengan cara sebagai berikut : Laaa…dari pusar ke kepala menembus 7 petala langit … semuanya tiada kecuali Allah, kemudian : ilaha ke dada kanan dan ilallaah ke dada kiri , ditutup dengan Sayyidina Muhammadurosulullah s.a.w. 1 kali. Selanjutnya pernafasan tetap seperti biasa diatur dengan tenang, setiap menarik dan mengeluarkan nafas, di dalam hati hanya mengucapkan Asma Allah … Allah … Allah … berulang-ulang tanpa batas hitungan. Yang diperhatikan hanya keluar masuknya nafas dan Asma Allah agar pikiran kita tidak mengembara kemana-mana. Tarik nafas perlahan-lahan tanpa terlihat adanya gerakan pernafasan, santai, rileks, sambil dalam hati mengucapkan Asma Allah … Allah … Allah seolah-olah Dzat Allah masuk melalui pusar sampai rongga dada terasa penuh. Turunkan diapragma dengan cara mengempiskan rongga dada dan mengembangkan rongga perut. Tahan napas sebentar kemudian hembuskan perlahan-lahan. Demikian seterusnya, sampai semampu kita. Yang kita perhatikan hanya sekedar keluar masuknya nafas, serta dzikrullah yang berkesinambungan agar otak tidak memikirkan hal lain, otak bisa santai dan beristirahat dari segala keruwetan hidup, maka

pasrahlah kepada Allah … bukan berkonsentrasi. Semakin kita berusaha berkonsentrasi, otak kita akan bekerja semakin keras. Biarkan segalanya terjadi secara alami, bagaikan air yang mengalir. Santai, senyum dan pasrah kepada Allah. Dzikir dengan cara seperti di atas dilakukan tanpa batas hitungan, sebagai patokan awal lakukanlah secara bertahap selama 10 menit, kemudian 20 menit sampai 30 menit, bahkan sampai 150 menit, semampu dan seikhlas kita. Karena yang dinilai bukan sekedar jumlah dan lamanya akan tetapi keikhlasan mengerjakannya, sampai dunia sekitarnya (Wahidiiyyah) lambat laun tidak dirasakan lagi keberadaannya. Daya konsentrasi secara alami dengan sendirinya mulai meningkat, karena keseluruhan otot dan pikiran menjadi rileks. Selanjutnya secara bertahap kita mulai memasuki alam bawah sadar, mulai masuk kedalam SIR atau masuk ke dalam kesadaran kosmis, memasuki suasana samadi, suasana fana, suasana dimana kita dan alam sekitarnya terasa sangat hening. Kita merasa lebur dan larut dengan alam. Pada tahapan ini mulai tampak Alam Wahdah, dunia dan sekitarnya tidak tampak lagi, di dalam qolbu (hati) hanya ada Allah … Allah … Allah … tidak ada yang lain. Naumi aini wa laa naumi qolbi, matanya tertutup tapi hatinya melek. Pada tahapan ini tidak ada perbedaan lagi antara terjaga dan tidur, tak ada perbedaan lagi antara hidup dan mati. Dalam kekosongan ada isi. Tuhan akan memperlihatkan keindahanNya (sifat Jamal Nya). Itulah kasyaf menurut Al Gazali. Sekali lagi jangan memaksa Allah, setiap kali kita memohon kepada Allah, harus selalu kita serahkan kembali kepada Allah Yang Maha Kuasa serta Maha Mengetahui yang terbaik untuk hambaNya. Setelah berserah diri, kemudian kita akhiri dengan dzikir – meditasi, jangan fikirkan apa-apa lagi. Pasrahkan hati kita sepenuhnya kepada Allah, biarkan “Tangan” Allah yang bekerja, maka Allah akan berkenan memberikan petunjuk Nya, memberikan pertolongannya kepada kita. Tata cara di atas adalah merupakan etika atau sopan santun kita pada saat kita melakukan permohonan langsung kepada Allah tanpa perantara. Setelah kita selesai mengerjakan dzikir – meditasi maka sebagai penutup : 1. Baca do’a kunci (1 s/d 4) 1 kali 2. Baca Surat Al Fatihah 1 kali. 3. Shodaqollahul adzim. Maha Benar Tuhan dengan segala FirmanNya. SELANJUTNYA.. BUKA : DZIKIR PEMBUKA DAN PEMBERSIH…

DZIKRULLAH ( MENGINGAT ALLAH ) 2

Menurut Master CHING HAI yang beragama Budha : Walaupun pada awalnya berbeda-beda namun untuk mencapai puncak pencerahan Ruhani hanya ada satu jalan yaitu melalui kontemplasi pada Cahaya dan Shabda yaitu Getaran di dalam . Sehingga kita bisa melakukan kontak dengan Ruh, dimana Ruh ini merupakan manifestasi dari Cahaya dan Getaran Suci. Inilah yang disebut metode KUAN YIN. Metode ini adalah metode pendengaran dan penglihatan ruhani, metode transendental ( tak terjangkau akal ) yang tidak dapat diuraikan melalui bahasa manusia. Semua ditransmisikan dalam keheningan. Shabda, Firman atau Logos tersebut merupakan musik surgawi, merupakan bahasa dari Cinta Kasih Universal dan Kecerdasan Agung. Semua ajaran berasal dari Suara Hening ini, semua bahasa berasal dari bahasa Universal ini. Melodi surgawi ini dapat menyembuhkan semua luka, serta dapat memenuhi dan memuaskan semua dahaga duniawi. Suara inipun dapat membersihkan kita dari semua dosa-dosa dan membawa kita ke Sumber Asalnya. Menurut Maharaj CHARAN SINGH yang beragama Hindu : Tidak ada cara lain untuk mengendalikan pikiran agar mulai menanggalkan kecintaannya dan keterikatannya kepada duniawi kecuali menghubungkan pikiran dengan kekuatan dalam yang disebut Nam atau Shabda. Nam ( Nama Tuhan ) yang bisa diucapkan dan dituliskan ada banyak sekali. Bagi Orang Hindu : Ram Nam, Ram Dhun, Nirmal Nad, Divya Dhun dll. Bagi orang Islam : Ism-u- Azom, Kalam-Ilahi, Sultan-ul-Azkar ( Raja segala mantra ). Menurut Guru beliau, Nam Sejati tidak bisa diucapkan, tidak dapat dituliskan ataupun dibaca. Dialah yang kekal dan abadi, tidak dilahirkan dan tidak mati. Pikiran bila sudah terikat pada Nam Sejati, ia akan memperoleh sifat-sifat Kebenaran. Segala sakit dan penderitaan akan terusir keluar pada saat Kebenaran mulai tumbuh di dalam. Dari Shabda ( Nam Sejati ) seluruh ciptaan dilahirkan dan kedalam Shabda ia menghilang. Pada saat kiamat kemudian sekali lagi dari Shabda Ia akan muncul kembali. Untuk bertemu dengan Tuhan, kita harus bisa mati selagi hidup, melalui meditasi, yaitu : menghampakan pikiran sambil dalam hati mengulang-ngulang nama Tuhan. Jiwa atau Ruh akan mengalir ke suatu titik di antara dan dibelakang mata, yang disebut mata ke tiga, Dengan meditasi kita menyatukan Jiwa atau Ruh dengan kekuatan Cahaya dan Suara di dalam. Hanya dengan memusatkan perhatian kita ke mata ketiga itu sajalah kita bisa mendengar Suara di dalam. Suara di dalam itulah yang akan menarik kita naik ke dalam Cahaya. Yang dimaksud dengan mata ketiga adalah pusat pikiran dan Jiwa atau Ruh dalam keadaan sadar, terletak di tengah-tengah dahi di antara kedua alis mata, lebih tepatnya lagi, kira-kira satu setengah inci dari pusat itu ke arah dalam. Selama kita belum menarik kesadaran kita ke pusat mata ke tiga dan menghubungkannya dengan Ruh, dengan Sumber Suara, Sumber Firman di dalam, kita tidak dapat mati selagi

hidup. Proses kematianpun seperti itu, Ruh kita akan tertarik naik mulai dari telapak kaki ke pusat mata ke tiga. Perbedaan penting adalah pada mati selagi hidup, hubungan Ruh dengan tubuh tidak terputus. Setelah mencapai mata ke tiga maka perjalanan Ruh yang sesungguhnya akan dimulai. Bila seluruh kesadaran telah meninggalkan tubuh bagian bawah dan telah melewati mata ke tiga, maka Ruh kita akan keluar dari jasmani dan memasuki alam Astral, yang disebut OOBE, Out Of Body Experience, mati sebelum mati, mati selagi hidup. Tanpa mati selagi hidup, tanpa meditasi kita tidak bisa masuk ke dalam untuk berjumpa dengan Tuhan, Guru Sejati kita. Meditasi adalah do’a tanpa kata-kata. Do’a dengan kata-kata adalah sarana menuju meditasi. Dengan meditasi kita berserah diri sepenuhnya kepada Tuhan tanpa pamrih, berserah diri secara sempurna. Meditasi adalah do’a yang sesungguhnya, do’a terbaik yang amat sangat disenangi Tuhan dan akan diterima Tuhan, karena Ruh kita ingin kembali bersatu dengan-NYA. Menurut KRISHNAMURTI, seperti kata Al Ghazali bahwa pikiran harus diistirahatkan. Krishnamurti pun mengatakan bahwa : Essensi meditasi adalah berakhirnya pikiran. Otak berhenti berpikir sepenuhnya dari segala permasalahan yang terjadi. Bathin yang meditatif adalah hening, suasana bathin yang sangat religius. Pada saat itu muncul letupan gelora kasih sayang yang luar biasa, kasih sayang universal tanpa syarat, penyerahan total kepada Tuhan. Kondisi seperti itulah yang disebut samadhi. Menurut Al Qur’an : Bagi mereka yang beriman dan beramal saleh, Allah akan memasukkan rasa kasih sayang ke dalam hatinya ( MARYAM 19 : 96 ) Dan Allah menjadikan iman itu indah ( AL HUJURAT 49 : 7 ) Didalam rasa kasih sayang universal ini tidak ada lagi pengkotakkan dan pemisahan duniawi, semua pengkotakkan dan pemisahan duniawi berakhir, terbebas dari ruang dan waktu. Otak tidak terbelenggu lagi oleh pikiran mesjid, gereja, kuil, pagoda, do’a-do’a maupun lagu-lagu pujian lainnya. Otak tidak lagi terbelenggu oleh perbedaan warna kulit hitamputih, coklat-kuning, mata belo-mata sipit. Di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya adalah penciptaan langit dan bumi, adanya aneka bahasa dan warna kulitmu ( AR-RUM 30 : 22 ) Tidak ada lagi kebencian di hati, karena apapun yang kita benci di dalamnya ada rahasia Allah. Sekalipun itu air comberan, di dalamnya ada kehidupan, ada rahasia Allah. Bila kita memelihara kebencian, memelihara hawa nafsu, berarti memelihara syetan dan iblis, berarti memelihara dosa sirik tersembunyi. Oleh karena itu ada seorang syufi yang mengatakan : “Aku tidak menyisakan ruang kebencian di hatiku, sekalipun terhadap iblis”. Barang siapa yang mengikuti hawa nafsunya, dia jauh dari Tuhan, dia dekat dengan iblis. Barang siapa yang mencampakkan

hawa nafsunya maka dia dekat dengan Tuhan. Kata Musasi jago samurai dari Jepang : musuh adalah guru yang sedang menyamar. Berarti syetan dan iblis adalah guru yang sedang menyamar, pelajarilah jurusjurusnya. Jurus iblis adalah hawa nafsu. Bila kita memusuhi iblis dengan hawa nafsu berarti kita sudah terjebak oleh jurusnya. Nafsu adalah dosa sirik tersembunyi. Iblis bukan untuk dimusuhi dengan hawa nafsu tapi harus dihindari dengan kebersihan hati melalui kasih sayang, kesabaran dan keikhlasan. Kata Rumi : Hanya cinta yang dapat membunuh ular nafsu yang telah membeku, lewat air mata do’a dan nyala rindu… Harus kita sadari pula bahwa pada hakikatnya iblis dan malaikat merupakan manifestasi dari sifat Jalal dan sifat Jamal Allah, oleh karena itu kita harus mengimani kedua sifat Allah tersebut secara seimbang disertai hati yang bersih. Allah telah menciptakan manusia berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar saling bersilaturahmi, bukan untuk saling bermusuhan. Namun setiap umat juga diuji kadar keimanan dan ketakwaannya, kesabaran dan keikhlasannya, kasih sayangnya serta rasa syukurnya. …dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal ( AL HUJURAT 49 : 13 ) Mereka akan mendapat kehinaan dimanapun mereka berada, kecuali mereka menjaga hubungan ( silaturahmi ) dengan Allah dan hubungan dengan manusia ( ALI IMRAN 3 : 112 ). Kasih Sayang adalah Allah. Dengan adanya kasih sayang universal ini juga akan muncul kesadaran universal, bahwa Rumah Tuhan tidak dibuat dari batu bata tapi dari keimanan, ketaqwaan, kesucian, kedamaian, keselamatan serta kasih sayang yang tulus dan murni, kesabaraan dan keikhlasan serta berserah diri kepada Allah Tuhan Semesta Alam… HADITS QUDSI : 

Di dalam setiap rongga anak Adam Aku ciptakan suatu mahligai yang disebut dada, dalam dada ada kolbu, dalam kolbu ada fuad, dalam fuad ada syagofa, di dalam syagofa ada Sir, di dalam Sir ada AKU ….

Aku tidak berada di bumi, Aku tidak berada di langit, tapi Aku berada dalam hati orang-orang yang beriman…

Wajar bila ada sesepuh yang mengatakan bahwa Qolbu mukmin baitullah. Itulah baitullah yang hakiki, yang harus dibersihkan, buatan Allah sendiri, bukan Ka’bah di Mekah. Ada sesepuh yang mengatakan : Bila Rumah Allah dibuat dari batu bata seperti Ka’bah lalu

Allah-nya seperti apa ??? Apakah kita tidak musrik ??? Apakah kita tidak tersesat ??? Jangan mempersekutukan-KU sucikanlah Rumah-Ku ( AL HAJJ 22 : 26 ) Di Rumah-rumah, di dalamnya Allah berkenan untuk dihormatidimuliakan dan disebut Namanya serta bertasbih di waktu pagi dan petang ( AN-NUUR 24 : 36 ) Mari kita simak Surat AT TAUBAH 9 : 107-108 : Dan ada yang mendirikan mesjid untuk menimbulkan bencana, untuk kekafiran dan untuk memecah belah diantara orang-orang yang beriman, serta untuk menunggu kedatangan orang-orang yang telah memerangi Allah dan Rosulnya sejak dahulu. Mereka dengan pasti bersumpah : “Kami hanya menghendaki kebaikan”. Dan Allah menjadi saksi bahwa mereka itu pendusta. Jangan engkau melaksanakan sholat dalam mesjid itu untuk selama-lamanya. Sesungguhnya mesjid yang didirikan atas dasar takwa, sejak hari pertama adalah lebih pantas engkau melaksanakan sholat di dalamnya. Di dalamnya ada orang-orang yang ingin membersihkan diri. Allah menyukai orang-orang yang bersih . Sucikanlah Rumah-Ku…??? Apakah Masjidil Harom…??? Qolbu mukmin itulah baitullah yang harus disucikan agar syaetan, iblis tidak bersarang di dalamnya…!!! Itulah MesjidNya, itulah RumahNya yang hakiki, tidak dibangun dari batu bata, tapi dibangun melalui keimanan, ketakwaan, kesucian, kedamaian, keselamatan, serta kasih sayang yang tulus dan murni, kesabaran dan keikhlasan serta berserah diri kepada Allah. Didalamnya Allah berkenan untuk dimuliakan dan disebut NamaNya, bertasbih pagi dan petang ( AN NUR 24 : 36 ) Di dalamnya Ruh bersujud sejak dalam kandungan ibu, di dalamnya Ruh sudah bertakwa sejak hari pertama kita dilahirkan… Sejak di alam arwah semua Ruh sudah bertakwa kepada Allah, semua Ruh sudah bersyahadat, semua Ruh sudah berserah diri kepada Allah… Bukankah Aku Tuhan-mu…??? Kemudian para Ruh menjawab : Benar kami bersaksi ( AL A’RAF 7 : 172 )… Kemudian Allah meniupkan Ruh ke dalam jasmani… ( ASH SHAAD 38 : 72 dan AL HIJR 15 : 29 ), sambil mengemban amanah Allah, karena Allah Maha Mengetahui bahwa manusia itu bersifat dzolim dan bodoh ( AL AHZAB 33 : 72 ). Di dalam qolbu mukmin Ruh senantiasa mengingat Allah tanpa dibatasi ruang dan waktu. Ingat ya…!!! Allah adalah Al Bathin… Jadi RumahNya, MesjidNya berada di dalam bathin. Sholatnya adalah sholat bathin. Itulah sholat da’im, itulah sholat yang kekal itulah dzikrullah. Melalui

dzikirullah kita belajar mati sebelum mati, agar kesadaran Ruhnya bangkit untuk berkomunikasi dengan Allah. Karena hanya Ruh yang bisa berkomunikasi dengan Allah melalui dzikir. Kata Al Qur’an : dzikir lebih utama (AL ANKABUT 29 : 45)… Rosululloh saw pun bersabda bahwa dzikir adalah pembersih kolbu dan dzikir adalah jalan terdekat menuju kepada Allah… Mungkin itulah sebabnya kenapa Siti Jenar konon kabarnya lebih menekankan dzikir, sholat bathin serta Siti Jenar juga tidak mengharuskan berhaji ke Mekah… Apakah ini ada kaitannya dengan Surat At Taubah 9 : 107– 108…??? Apakah Syeikh Siti Jenar sesat…??? Menurut lo gimana Bro…??? Bila seseorang bathinnya baik maka perilakunya pasti baik… Perjalanan menuju kepada Allah adalah perjalanan dari alam lahiriyah ke alam bathiniah, bukan naik pesawat ke Mekah. Perjalanan menuju kepada Allah adalah perjalanan yang transendental, perjalanan yang tidak terjangkau akal dan pikiran… Lalu apakah benar Allah melarang sholat di Masjidil Harom…??? Wowww…!!! Gue bingung bro…!!!??? Sama dong, gue juga bingung…!!!??? Terserah lo aje…!!! Kalo ngga ada yang ke Mekah maka Arab akan kehilangan devisa dan DEPAG RI akan kehilangan dana dari Tabungan Haji sebesar 100 milyar per bulan…. Wajar bila Arab dan DEPAG RI tidak mau membahas Surat At Taubah ini… Kata Rosulullah : Mintalah fatwa pada hatimu sendiri setelah orang lain memberimu fatwa, setelah orang lain memberimua fatwa, setelah orang lain memberimu fatwa… Yang terbaik adalah yang menentramkan ruhani… Allah memberikan petunjukNya ke hati ( AT-TAGABUN 64 : 11 )… bukan ke otak. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat pelajaran bagi orang-orang yang mempunyai mata hati ( ALI IMRAN 3 : 13 ). Mata hati adalah hati nurani…dari kata Nur-aini…Nur-Cahaya, ainimelihat… Di dalamnya ada Cahaya Yang Maha Melihat ( AL QIYAMAH 75 : 14 )… Kata Junaed Al Bagdady : Syareat tanpa hakekat fasik, hakekat tanpa syareat zindik. Bila seseorang melakukan keduanya, maka sempurnalah kebenaran orang itu. Syareat jangan ditinggalin supaye ga jadi fitnah…!!!

Semoga kita semua mendapatkan hidayah Allah, sehingga terungkaplah pengetahuan yang tidak ada di sekolah… Begitu kate Rumi, sufi dari Persia, bukan kate gue…gitu lo… Allah menciptakan bermacam-macam umat dan tata cara penyembahan justru agar kita berlomba-lomba berbuat kebaikan ( AL MAIDAH 5 : 48 ). Di dalam Surat AL BAQARAH 2 : 62 : Allahpun tidak membeda-bedakan umat-Nya. Tatkala bayi dilahirkan kedunia, Ruhnya sudah membawa amanah ( AL AHZAB 33 : 72 ). Di dalam Al Qur’an tidak dikatakan amanah itu apa…??? Apakah tugas hidup di dunia sebagai khalifah yang memberi rahmat bagi seluruh alam semesta, menjadi penjahat yang kemudian bertaubat, menjadi ulama yang kemudian berbuat maksiat ataukah amanah itu agama…??? Bila amanah itu agama, tidak dijelaskan agamanya apa, jadi manusia diberi kebebasan untuk memilih apa agamanya. Essensi dari amanah agama tersebut adalah agar Ruh tidak membuat kekacauan tatkala dia hidup di dunia, agar dunia ini menjadi damai. Dengan demikian kita tidak perlu berselisih pendapat tentang masalah agama. Semua umat sama di mata Tuhan apapun agamanya. Yang berbeda di mata Tuhan adalah kadar keimanan dan ketaqwaannya… Pada zaman modern ini aktifitas otak bisa direkam dengan memakai alat Elektro Encefalogram ( EEG ). Pada saat otak beraktifitas atau dalam keadaan kondisi terjaga gelombang yang dipancarkan otak dan direkam oleh alat EEG adalah gelombang Beta, frekuensi berkisar antara 14 – 30 Hz. Pada fase Beta otak yang aktif didominasi oleh otak kiri dan hormon yang dikeluarkan adalah cortisol dan norepineprin (adrenalin ). Pada saat memasuki fase meditasi, yang terekam adalah gelombang Alfa, frekuensinya sekitar 8 – 13 Hz. Otak mulai mengeluarkan serotonin dan endomorphin dan melatonin secara bertahap. Hati dan pikiran mulai tenang, denyut jantung, frekuensi pernafasan pun mulai stabil, cenderung melambat. Selanjutnya masuk ke fase meditasi yang lebih dalam lagi, muncul gelombang Theta frekuensinya sekitar 4 – 7 Hz. Hormon endomorphin dan melatonin cukup tinggi untuk menimbulkan efek ekstase, perasaan rileks, bebas dari rasa sakit, lega, nyaman, bahagia … Muncul kesadaran dan rasa kasih sayang universal .. Pada fase Theta ini medan energi yang dihasilkannya paling besar. Pada saat tidur muncul gelombang Delta, frekuensinya 0 – 3 Hz, medan energinya rendah. Keadaan khusyuk berada pada fase antara gelombang Alfa dan Theta. Pada saat sholat sulit bahkan mungkin tidak bisa khusyuk apalagi untuk bisa mencapai out of body ( OOBE ), karena ada gerakan perubahan adegan sholat, sekalipun kita ikut kursus… Kalo mau ikut kursus silahkan…, tapi bayar meennn…!!! Adanya pengaruh endomorphin dan melatonin yang menimbulkan efek ektase dan relaksasi, maka ketegangan ototpun berkurang, kendur, pembuluh darah juga melebar, dengan sendirinya sirkulasi darah ke otak meningkat sehingga oksigenisasi dan nutrisi ke otak juga meningkat maka wajar bila gen-gen yang tidurpun bangkit, sel-sel otak yang aktifpun meningkat dan kemampuannya meningkat menjadi 20 persen. Sungguh luar biasa !!! Melebihi jenius !!! Kemampuan jenius hanya 15 persen. Melalui dzikir-meditasi terjadi keselarasan dan keseimbangan kerja antara

otak kiri dan otak kanan, sehingga tidak hanya sekedar kecerdasan intelektualnya saja namun kecerdasan emosional dan kecerdasan spiritualnya juga meningkat. Aku buka tabir yang menutupi matamu, maka matamu akan menjadi tajam ( AL QAAF 50 : 22 ).

pandangan

Manusia itu dalam keadaan tidur, ketika mati barulah mereka terbangun. Kita harus bisa mati sebelum mati ( HADITS ) Dari penelitian Agus Mustofa mengenai rekaman aura orang-orang yang sedang bermeditasi tampak adanya perubahan warna yang sangat jelas, mulai dari merah menjadi kuning, hijau, biru kemudian ungu dan pada puncak meditasi warna auranya menjadi cahaya putih seperti cahaya lampu neon. Orang yang paling mulia di sisi Allah adalah dia yang paling takwa diantara kalian ( AL HUJURAT 49 : 13 ). Bila kita perhatikan ternyata ada persamaan cara untuk mencapai pencerahan, untuk mencapai Cahaya Ilahi, baik bagi yang beragama Islam maupun bagi yang bukan Islam, yaitu melalui kontemplasi, melalui dzikrullah atau meditasi, tidak ada cara lain… Dzikir lebih utama (AL ANKABUT 29 : 45) Dengan adanya data-data ilmiah, jelas bahwa dengan berdzikrullah atau bermeditasi apapun agamanya ternyata hasil akhir dari aktifitas otak serta efek-efek yang terjadi pada tubuh fisik dan non fisik serta perkembangan spiritualnya sama … Kata Rumi : Apapun agamanya, hasil akhir dari keimanan akan tetap sama. Semua umat sama dimata Allah, kecuali kadar keimanan dan ketaqwaannya yang berbeda. Jadi untuk apa kita bertengkar tentang masalah agama. MENGAPA HASIL AKHIRNYA SAMA … ??? Karena semua agama mengajarkan perihal yang sama, yaitu tentang keimanan, ketakwaan, kesucian, keselamatan, kedamaian, kasih sayang, kesabaran dan keikhlasan dan… berserah diri kepada Allah… Itulah yang disebut fitrah, itulah Islam sejati yang dianut semua umat manusia. Semua agama essensinya sama. Semua agama tujuannya sama, menuju kepada Tuhan Yang Maha Esa. Tata cara untuk mencapai puncak spiritual juga sama, melalui proses dzikir- meditasi. Oleh karena itu wajar bila hasil akhir dari keimanan adalah sama, apapun agamanya. Walaupun demikian ada yang berpendapat bahwa ajaran tasawuf para sufi Abu Yazid al Busthami, Al Hallaj termasuk Al Ghazali dan Jalaluddin Rumi bukan ajaran Islam, bahkan sudah menyimpang dari Islam. Terutama masalah terciptanya Nur Muhammad melalui teori Emanasi ( Pancaran Tuhan, Big Bang ) dan Wahdatul Wujud ( manunggaling kaula gusti ) dianggap bukan ajaran Islam tapi berasal dari filsafat Panteisme ( wahdatul wujud ) dan filsafat Neoplatonisme yang merupakan perpaduan teori Emanasi dan Panteisme. Semua teori itu

berasal dari Yunani yang kemudian berkembang di Arab. Panteisme atau Neoplatonisme ini konon kabarnya berasal dari filsafat Monisme ajaran Hindu. Filsafat Monisme itu apa…??? Menurut filsafat Monisme, Tuhan Yang Maha Esa adalah sumber dari segala yang ada dan yang tiada. Tuhan bisa menjelma menjadi bentuk apa saja yang ada di alam semesta ini termasuk pada diri manusia. Ruh manusia merupakan bagian dari Ruh Alam Semesta atau Tuhan sebagai Radha Swami, Ruh Yang Maha Tinggi. Tuhan dan alam semesta adalah tunggal. Tuhan bisa berada dimana saja, kapan saja dalam keadaan gaib maupun tidak gaib. Mari kita bandingkan dengan Hadits-Hadits Rosulullah dan Hadits qudsi 1. Aku berasal dari Cahaya Allah, seluruh alam semesta berasal dari cahayaku. 2. Yang mula-mula dijadikan Allah adalah Nur Nabimu ya Jabir. Allah jadikan dari nur itu segala sesuatu dan engkau wahai Jabir termasuk sesuatu itu 3. Barang siapa mengenal dirinya maka dia mengenal Tuhannya 4. Barang siapa mencari Tuhan keluar dari dirinya maka dia akan tersesat semakin jauh. 5. Aku Ahmad tanpa mim … Aku Ahad … 6. Aku tidak berada di bumi, Aku tidak berada di langit, namun Aku berada di dalam hati orang yang beriman ( Hadits Qudsi )

1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9.

Kita bandingkan dengan firman-firman Allah Allah adalah Cahaya langit dan bumi … Tuhan akan membimbing kepada Cahaya-Nya bagi yang Dia kehendaki ( NA NUUR 24 : 35 ) Katakanlah bahwa aku dekat ( AL BAQARAH 2 : 186 ) Lebih dekat Aku dari pada urat leher ( AL QAF 50 : 16 ) Tanda-tanda kami di segenap penjuru dan pada diri mereka, Dzat Allah meliputi segala sesuatu ( FUSHSHILAT 41 : 53-54 ) Dia bersamamu dimanapun kamu berada ( AL HADID 57 : 4 ) Kami telah mengutus seorang utusan di dalam dirimu ( AT TAUBAH 9 : 128 ) Di dalam dirimu apakah engkau tidak memperhatikan ( ADZ-DZAARIYAAT 51 : 21 ) Tuhan menempatkan diri antara manusia dengan kolbunya ( AL ANFAAL 8 : 24 ) Setelah Aku sempurnakan kejadiannya, Aku hembuskan Ruh-Ku kepadanya ( AL HIJR 15 : 29 )

Wajar bila ada yang berpendapat bahwa ajaran Tasawuf dari para sufi termasuk Al Ghazali dan Jalaluddin Rumi bukan ajaran Islam, bahkan menyimpang dari Islam ajaran Muhammad karena ada kemiripan dengan monismenya Hindu. Dari firman-firman tersebut jelas bahwa essensi Dzat Ilahiah berada di dalam setiap mahluk ciptaannya, termasuk didalam diri setiap manusia sebagai sumber kekuatan yang tersembunyi. Mirip ajaran Monisme bahwa Tuhan dan alam semesta adalah Tunggal. Tuhan dan alam semesta merupakan suatu kesatuan. Setelah anda perbandingkan filsafat Monisme Hindu dengan hadits-hadits serta firman-firman Allah silahkan anda pikirkan sendiri apakah ajaran para sufi menyimpang atau tidak dari Islam ajaran Muhammad. Kata para sesepuh, agama itu harus menggunakan akal, memakai logika. Kata Tuhan : Apakah engkau tidak berpikir … Maha benar Tuhan dengan segala firmannya. Matahari terbit dari timur, kehidupan mulai dari timur. Di timur sudah tandur di wilayah barat masih tertidur. Di Paparan Sundaland Indonesia sudah ada peradaban, sudah ada budaya, sudah ada agama dan sudah ada Borobudur, di wilayah Arab masih mendengkur. Semua mahluk adalah ciptaan Allah. Umat manusia adalah ciptaan Allah yang paling sempurna. Umat manusia tidak bisa hidup menyendiri, soliter. Setiap manusia selalu memerlukan manusia lainnya. Setiap kelompok manusia memerlukan kelompok lainnya. Kemudian di dalam perkembangannya tercipta arus perdagangan, teknologi dan komunikasi. Oleh karena itu wajar bila budaya timur diadopsi barat. Wajar bila filsafat monisme ajaran hindu diadopsi Yunani kemudian berkembang sampai ke Arab. Wajar bila tata cara keberagamaan pun berkembang. Wajar bila ada persamaan-persamaan dan ada keterkaitan antara agama HinduBudha-Nasrani dan Islam. Karena semua agama berasal dari Allah. Semua nabi baik yang tercatat maupun yang tidak tercatat di dalam Al Qur’an sudah Islam, dalam pengertian para nabi itu telah berserah diri kepada Tuhan. Sedangkan semua hukum-hukum syariat berasal dari hukum-hukum Allah yang diwahyukan melalui nabi sebelumnya ke nabi berikutnya pun berkembang, berkesinambungan, saling melengkapi, ada revisi dan koreksi serta ada penyempurnaan, sesuai situasi dan kondisi zaman dan peradaban manusia itu sendiri. Al Qur’an merupakan himpunan pelajaran tentang Fitrah yang telah disempurnakan dari sejak zaman Nabi Adam sampai dengan Nabi Muhammad. Yang dimaksud disempurnakan adalah tidak dihilangkan namun diganti dengan yang lebih baik atau yang sepadan… Jadi wajar bila ada persamaan dan ada keterkaitan antara agama yang satu dengan agama lainnya…karena semuanya juga berasal dari Allah… Allah Maha Mengetahui atas segalanya dan Allah tidak pernah menyusahkan umat manusia. Perhatikan Firman-firman Allah : 1. Untuk setiap umat ada Rosul-Nya

2. Tuhan mengirimkan budayanya.

seorang

Rosul

dalam

bahasa

kaumnya-

3. Untuk setiap masa ada Kitab… 4. Kita harus percaya kepada para nabi serta Kitab-Kitab yang diturunkan sebelumnya. 5. Para nabi itu ada yang kisahnya tercatat di dalam Al Qur’an dan ada yang tidak tercatat. Para nabi yang tidak tercatat di dalam Al Qur’an ini mungkin saja bukan golongan Arab, bukan bani Israil dan juga tidak berbahasa Arab. Sampai saat kini kita meyakini bahwa nabi Adam adalah manusia pertama di dunia, karena sumbernya dari Al qur’an. Bukan suatu hal yang mustahil bila manusia pertama, manusia purba ada di Cina atau di Pulau Jawa !!!??? Karena menurut penelitian para ahli, pada jaman es daratan hanya ada di daerah hatulistiwa yaitu Paparan Sundaland Indonesia, sedangkan wilayah Afrika tandus, tidak memungkinkan untuk kehidupan manusia. Benua lain masih tertutup es. Mungkin hal ini ada pada kitab “Qur’an”mereka..??? Al Qur’an sungguh luar biasa !!! Mari kita simak firman-firman Allah ini : Bagi tiap-tiap masa ada kitab ( AR-RAD 13 : 38 ) Sesungguhnya Al Qur’an benar-benar berada dalam kitab-kitab orang-orang terdahulu ( ASY-SYUARA 26 : 196 ) Dan bila Al Qur’an itu kami turunkan kepada salah seorang dari golongan bukan Arab, lalu dibacakan kepada mereka, niscaya mereka tidak akan percaya ( ASY-SYUARA 26 :198-199 ) Hal ini merupakan bukti kebenaran Al Qur’an serta merupakan bukti bahwa syariat Islam ajaran Muhammad merupakan revisi dan penyempurnaan dari ajaran-ajaran sebelumnya, terutama mengenai akidah-akidah dari moral jahiliyah bangsa Arab dalam kehidupan seharihari menjadi perilaku yang lebih bermartabat. Selanjutnya Syariat Islam ajaran Muhammad pun berkembang ke luar dari wilayah Arab yang kulturnya berbeda. Di abad baru ini, tantangan bagi umat Islam adalah peradaban IPTEK … Di dunia kedokteran ada bayi tabung, ada transplantasi organ, ada kloning dll yang harus kita sikapi secara bijak… Bagaimana menghadapi pornografi melalui hologram dan kejahatan lain melalui internet… Dengan adanya internet dunia terasa sempit, tidak ada jarak lagi untuk berkomunikasi dan bertatap muka dengan siapapun di benua manapun. Apa yang tejadi di negara lain, bisa langsung kita akses lewat internet. Rahasia Arab berkolaborasi dengan Israel, sekarang sudah bocor lewat internet.

Bila saja Teknologi Informasi ini sudah ada sejak jaman dahulu, mungkin kita bisa internetan, bisa facebookkan dengan para nabi dan para Rosul diseluruh dunia. Mungkin kita tidak akan heboh soal agama, karena ternyata para Rosul itu mengajarkan hal yang sama… Yang satu bilang papaya, orang Sunda bilang gedang dan orang Jawa menyebutnya kates, setelah dikupas isinya sama, setelah dimakan rasanya sama dan hasil akhirnya juga sama…jadi tinja Bro…hehehe… Ngga usah ngerasa jadi pepaya yang paling mateng, nantinya busuk jadi ngga bisa dimakan… Ngga usahngerasa diri paling islami Bro… Ketika Islam berkembang keluar dari wilayah Arab, muncul masalah dengan peradaban dan budaya setempat. Rosulullah adalah nabi yang sangat bijaksana, suri tauladan bagi kita semua. Untuk mengantisipasi masalah urusan dunia, maka Rosulullah pun bersabda : Masalah urusan dunia engkau lebih tahu namun masalah tata cara beribadah ikutilah cara ku. Islam adalah agama fitrah. Umat Islam pasti mampu menghadapi tantangan zaman bila bijaksana seperti Rosulullah. Tidak kaku dan tidak takut disebut bid’ah untuk membuat hukum-hukum sekunder disesuaikan dengan perkembangan zaman. Penyempurnaan bukan berarti dihilangkan sama sekali, namun ada bagian yang diganti dengan yang lebih baik atau yang sepadan dengan itu. Firman Allah : … Kami ganti dengan yang lebih baik atau yang sepadan dengan itu ( AL BAQARAH 2 : 106 ). Sesungguhnya agama kamu ini satu agama saja (AL ANBIYA 21:92) Sesungguhnya agama di sisi Allah adalah Islam-Fitrah ( ALI IMRAN 3 : 19 ) Aku Ridhoi Islam-Fitrah sebagai agama bagimu ( AL MAIDAH 5 : 3) Tuhan kami dan Tuhan-mu adalah satu dan hanya kepada-Nya kami berserah diri ( AL ANKABUT 29 : 46 ) Allah adalah Al Alim Yang Maha Memiliki Ilmu. Semua Ilmu berasal dari Allah. Semua Agama berasal dari Allah yang diturunkan kepada umat manusia melalui utusannya disesuaikan dengan situasi dan kondisi yang ada, termasuk budaya dan peradabannya. Allah memberikan jalan kemudahan melalui keberagamaan bagi kehidupan kita di dunia. Allah mah ngga pernah nyusahin manusia, yang bikin susah adalah manusianya sendiri, dengan aturan yang kaku, karena egonya yang kelewat gede… Madu itu manis, kita yakin setelah mencicipinya. Demikian juga dengan ajaran para sufi, kita yakin setelah mendapatkan pengalamanpengalaman spiritual. Belajar sesuatu jangan hanya cangkangnya saja, galilah maknanya. Itu kata Rumi.

Bila kita diberi sebutir kelapa, kupas sabutnya, belah batoknya, ambil kelapanya, peras santannya diolah sampai keluar minyaknya. Minyak kelapa bekas pakai kata orang Sunda disebutnya Jalan-tah … Itulah jalan-nya …!!! Yang telah ditempuh oleh Rosulullah Muhammad dan para sufi melalui dzikir-meditasi. Itulah yang dilakukan Rosulullah di guha Hiro, pada awalnya sebelum beliau menjadi nabi… Kata Al Ghazali, pengalaman-pengalaman spiritual itu tidak boleh dibicarakan kepada orang lain yang bukan haq !!! Karena mungkin bisa menimbulkan salah penafsiran , bisa menimbulkan fitnah. Firman Allah : Janganlah sekali-sekali menceritakan halmu kepada seorangpun (AL KAHFI 18 : 19) Ayat dari surat Al Kahfi ini disebut ayat tengah, karena berada di pertengahan Al Qur’an dan biasanya diberi warna merah. Bersambung Dzikrullah 3

DZIKRULLAH ( update 02-07-2014

MENGINGAT

ALLAH

)

Wudu, shalat dan dzikrullah adalah merupakan suatu kesatuan yang tidak bisa dipisah-pisahkan satu sama lain, ketiga-tiganya saling berkaitan. Tak mungkin kita melakukan shalat tanpa bersuci terlebih dahulu, tak mungkin kita mendekatkan diri kepada Allah dalam keadaan kotor lahir bathin. Bila Shalat hanya sekedar shalat, tanpa mencurahkan segenap hati dan pikiran untuk mengingat Allah adalah hampa, tidak akan menghasilkan apa-apa. Agar bisa khusyuk dan bisa berserah diri dengan segala kerendahan hati kepada Allah, anggaplah bahwa ini adalah shalat kita yang terakhir di dunia. Essensinya sholat adalah mengingat Allah atau dzikrullah. Sesungguhnya dzikrullah adalah sholat yang kekal, karena tidak dibatasi oleh ruang dan waktu, dimana saja dan kapan saja. Mengingat Allah bisa sambil berdiri, sambil berjalan, sambil duduk dan sambil berbaring. Jadi tidak ada aturan khusus tentang cara duduk menurut Al Qur’an. Bila berdzikir sambil duduk, menurut Al Gazali, duduklah senyaman mungkin sambil mengucapkan asma Allah. Dengan cara berdzikir setiap saat maka perilaku kitapun menjadi terkendali. Hati menjadi jernih, tenang dan tentram. Oleh karena itulah dzikir lebih utama dalam kehidupan. Ingatlah kepada-Ku niscaya Akupun akan ingat kepadamu, bersyukurlah kepada-Ku dan jangan mengingkari ( AL BAQARAH 2 : 152 ) Apabila kamu telah menyelesaikan ibadah hajimu, maka berdzikirlah ( dengan menyebut ) Allah, sebagaimana kamu

menyebut-nyebut nenek moyang kamu atau berdzikirlah lebih banyak dari itu ( AL BAQARAH 2 : 200 ) Apabila kamu telah selesai sholat, ingatlah Allah disaat berdiri, disaat duduk dan ketika berbaring ( AN-NISA 4 : 103 ) Sesungguhnya sholat itu menjauhkan perbuatan keji dan munkar, namun dzikir lebih utama dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan (AL ANKABUT 29 : 45) Hai orang-orang yang beriman berdzikirlah ( menyebut nama Allah ), berdzikirlah sebanyak-banyaknya dan bertasbihlah kepada-Nya diwaktu pagi dan petang … Dia akan mengeluarkan kamu dari kegelapan kepada Cahaya yang terang, dan Dia Maha Penyayang kepada orang-orang yang beriman ( AL AHZAB 33 : 41-42-43 ) Selesai sholat, maka bertebaranlah kamu dimuka bumi, carilah karunia Allah, berdzikirlah sebanyak-banyaknya agar kamu sukses ( AL JUMU’AH 62 : 10 ). Allah akan memudahkan segala urusan, diberi kecukupan, diberi rizki yang tak terduga, diampuni segala kesalahan, pahalanya berlipat ganda… ( At Tholak 65 : 2-3-4-5 ). Dan sebutlah nama Tuhan-mu dalam hatimu dengan merendahkan diri dan rasa takut, dan tidak mengeraskan suara, di waktu pagi dan petang dan janganlah kamu termasuk orangorang yang lalai ( AL A’RAF 7 : 205 ) Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tentram ( AR-RA’D 13 : 28 ) Janganlah kamu seperti orang yang lupa kepada Allah, maka Allahpun akan membuat mereka lupa pada dirinya ( AL HASYR 59 : 19 ) Barang siapa mengenal dirinya, maka dia mengenal akan Tuhannya … Barang siapa mencari Tuhan keluar dari dirinya, maka dia akan tersesat semakin jauh ( HADITS ) Menurut Rosulullah ketika ditanya oleh Ali bin Abithalib : Ya Rosulullah jalan manakah yang terdekat untuk menuju kepada Allah??? Kemudian Rosulullah menjawab : Tidak lain adalah Dzikir

kepada Allah. Sekarang yang harus kita renungkan dan yang harus kita kaji ulang adalah : Apakah yang dilakukan Muhammad di guha Hiro sebelum

beliau diangkat menjadi Nabi, sebelum beliau dinobatkan menjadi Rosulullah ??? Pada saat itu belum ada perintah sholat, belum ada Al Qur’an dan Hadits sebagai pedoman hidup bagi umat Islam, namun beliau sangat berhasil mendekatkan diri dan berkomunikasi dengan Tuhan secara efektif. Bagaimana caranya agar kita pun bisa dekat dengan Tuhan seperti beliau ???. Selain dzikrullah Rosulullah pun pernah bersabda bahwa manusia itu dalam keadaan tidur, ketika mati barulah mereka terbangun, kita harus bisa mati sebelum mati. jasmaninya dimatikan dan Ruh kita yang harus keluar dari jasmani untuk berkomunikasi dengan Allah. Karena Ruh berasal dari Dzat Ilahiah. Ruh berasal dari Cahaya Allah. Mengenal Tuhan harus melalui Tuhan ( Hadits ). Berarti Cahaya dengan Cahaya saling berkomunikasi. Hanya Ruh yang bisa berkomunikasi dengan Allah, bukan jasmaninya, sesuai dengan Firman Allah : Bukankah Aku Tuhan-mu ??? Semua Ruh menjawab : benar kami bersaksi ( AL A’RAFF 7 ; 172 ). Pada saat pertama kali Rosulullah menerima firman Allah, beliau menggigil ketakutan karena mendengar suara-suara yang menakutkan, bumipun terasa berguncang. Ketika menerima Firman-Firman Allah berikutnya, beliau sudah terbiasa, suara yang terdengarpun bervariasi, suatu ketika berdengung seperti suara lebah, seperti suara lonceng yang berdentang, seperti suara seruling atau suara musik surgawi yang merdu, kemudian Rosulullahpun merasa bahwa Firman itu sudah berada di dalam qolbunya. Agaknya jenis suara-suara surgawi tersebut sesuai dengan tingkatan-tingkatan perkembangan spiritual beliau. Setelah Rosulullah dan para sahabat wafat, maka generasi berikutnya banyak para sufi ahli tasawuf yang mengikuti jejak Rosulullah untuk belajar mati sebelum mati melalui proses berdzikirullah. Diantaranya : Al Hallaj, Al Ghazli dan Jalaluddin Rumi dan lain-lainnya. Walaupun dzikir hanya merupakan ibadah yang dianjurkan namun bagi para sufi dzikir itu wajib !!!! Dzikir merupakan penjabaran, penerapan dan penghayatan dari Rukun Islam yang pertama. Seperti halnya sholat, di dalam Al Qur’an tata cara dzikir pun tidak ada rinciannya… Oleh karena itu tata caranya beraneka ragam tergantung guru pembimbing. Tuhan tidak pernah menyusahkan umatnya, Tuhan pun menciptakan manusia dengan kemampuan yang berbeda. Oleh karena itu kita bebas memilih metode dzikir yang cocok dan pas menurut hati kita serta sesuai dengan kemampuan kita. Seperti halnya kita belajar menulis, bila kita tidak mampu memiliki laptop, kita bisa belajar menulis dengan memakai arang, yang penting kita bisa menulis….

Menurut Al Ghazali bagaimana??? Menurut Al Ghazali tiada jalan lain kecuali melalui jalan yang telah ditempuh para sufi, yaitu orang-orang yang telah mendapat hidayah Allah serta telah mencapai pencerahan sempurna. Jalan yang dimaksud adalah Tasawuf yaitu jalan untuk

mencapai makna hakiki ajaran Islam, demikian menurut Hadi. Menurut Simuh : Tasawuf adalah ajaran atau kepercayaan tentang Tuhan yang bisa didapatkan melalui tanggapan kejiwaan yang terlepas dari tanggapan akal, pikiran dan panca indera ( transenden ). Ciri khas tasawuf adalah fana dan kasyaf. Tanpa fana dan kasyaf itu bukan Tasawuf. Rahasia Tasawuf berada dalam kandungan Al Qur’an dan Sunah Rosulullah. Secara garis besarnya, tasawuf adalah tata cara mensucikan jasmani dan ruhani agar bisa menjadi Insan Kamil yang mendapat keridoan Allah melalui proses fana dan kasyaf. Oleh karena melalui proses fana dan kasyaf maka Tasawuf disebut juga sebagai mistikisme Islam. Kata mistik berasal dari kata myen dalam bahasa Yunani, ada kaitannya dengan kata misteri yang artinya “menutup mata” atau terlindung di dalam rahasia. Tersirat di dalamnya ada suasana kekudusan dan kekhusyuan dalam upaya menangkap Rahasia Tuhan melalui disiplin spiritual yang ketat dan sungguh-sungguh, demikian menurut Schimmel. Menurut AL Ghazali untuk bisa makripat kepada Allah harus melalui tiga tahap : 1. Bersihkan hati, karena hati merupakan pintu masuk ke alam ghoib. Pintu hati akan terbuka bila hati bersih. Pembersih hati adalah dzikrullah sambil mohon ampunan dan Kasih Sayang Allah, tawakal,sabar, ikhlas dan pasrah. 2. Istirahatkan pikiran, dengan cara berkontemplasi, tidak memikirkan apapun kecuali Allah, berarti berdzikirullah. 3. Mencapai fana dan kasyaf, melalui proses iluminasi. Pada tahap fana ego kita lebur, larut, menyatu dengan alam, terbebas dari ruang dan waktu, terbebas dari pengkotakkan duniawi, baqo dalam Tuhan, akhirnya mencapai kasyaf, terbukanya hijab … Adapun tata caranya menurut AL Ghazali adalah sebagai berikut : Duduklah dengan santai dan nyaman, kemudian sebutlah kata Allah … Allah … terus-menerus disertai hati yang khusuk. Lambat-laun gerak lisan terhenti namun gemanya masih tetap tertinggal di dalam qolbu. Hanya sampai disitulah upaya manusia, selanjutnya pasrah, ikhlas dan sabar dengan hati suci dan bening tidak terguncang kenikmatan duniawi insya Allah tabir antara engkau dan Dia akan dibukaNYA sebagaimana telah dibukakan Allah bagi para Nabi dan Wali-NYA. Cahaya Allah akan datang … musyahadah, berhadap-hadapan antara Ruh dan Cahaya Allah… Betapa Indahnya, betapa bahagianya. Itulah harta yang tidak ternilai. …. Iman itu indah ( AL HUJURAT 49 : 7 ) .… Allah-lah seindah-indahnya tempat untuk kembali ( ALI IMRAN 3 : 14 ) …. Kami singkapkan tabir yang menutupi matamu, maka pandangan matamu menjadi tajam ( AL QAAF 50 : 22 )

Mengenai kasyaf, terbukanya tabir adalah semata-mata hak Allah. Kapan terjadinya, setelah berapa kali mencapai fana, itu bukan kita yang menentukan. Pada saat mencapai fana terjadilah suatu kondisi “trance” mistik. Terjadi ekstase, kenikmatan dimana kesadaran akan dunia materi hilang. Kondisi seperti itulah yang disebut samadhi. Ruh kita mulai memasuki alam ghoib. Menurut Al Ghazali Cahaya Yang Sejati adalah Allah, yang lainnya hanya sekedar mayaz ( kiasan, bayangan ), sekedar pinjaman dari Cahaya-NYA. Melalui Cahaya Sejati inilah orang-orang Arif “mi’raj”, melakukan pendakian dari mayaz ke puncak hakikat, sehingga mereka melihat dengan musyahadah, penyaksian secara langsung. Kami tunjukkan kepadanya dua jalan, namun dia tidak mau menempuh jalan yang mendaki lagi sukar. Tahukah kamu jalan yang mendaki ??? ( AL BALAD 90 : 10-11 ) Sesungguhnya kamu melalui tingkat demi tingkat ( AL INSYIQAAQ 84 : 19 ) Cahaya di atas Cahaya, Tuhan akan membimbing dengan CahayaNya kepada Cahaya-Nya kepada yang Dia kehendaki ( AN-NUUR 24 : 35 ) Selanjutnya berpulang kepada diri kita masing-masing, apakah ingin naik tingkat atau tidak. Bila ingin naik tingkat … Ya kita harus mengikuti jejak Rosulullah Muhammad sewaktu di guha Hiro atau mengikuti jejak para Sufi serta mempraktekkan ajarannya. Bila tidak ingin naik tingkat … Ya tidak ada paksaan dalam ajaran Islam.

Menurut Al Hallaj : keadaan fana bagaikan anggur bercampur air murni, betul-betul lebur dan larut sehingga sulit dipisahkan dan dibedakan mana air dan mana anggur. Al Hallaj yang terkenal dan dihukum mati karena kata-katanya, Akulah Al Haq, menulis sebagai berikut : Aku cinta Dia Dia yang kucinta adalah Aku Kami dua jiwa dalam satu tubuh Bila kau memandangku, kau memandang-Nya Bila kau memandang-Nya, kau memandang kami berdua Ruh-Mu bercampur di dalam Ruhku Seperti anggur bercampur air murni Bila sesuatu menyentuh-Mu, ia menyentuhku pula Demikianlah didalam setiap perkara Kau adalah Aku Di dalam kemuliaan, Tiada Aku atau Engkau atau kita Aku, Kita, Engkau dan Dia, Semuanya luruh menyatu

Menurut Jalaluddin Rumi : Bila makrifat kepada Dzat ingin kau dapat, lepas aksara, galilah makna. Bila kau bijak ambilah mutiara dari cangkangnya. Katupkan bibirmu, tutup matamu dan sumbat telingamu. Tertawakan aku manakala engkau tidak melihat rahasia Yang Maha Benar. Rumi, adalah Sufi Besar dari Parsia yang hidup pada abad ke 6-7 Hijriyah. Tulisannya yang terkenal terangkum dalam MATSNAWI dan FIHI MA FIHI. Beliau juga menulis sebagai berikut : Salib dan orang-orang Kristen, dari ujung ke ujung kuperiksa ; Dia tidak ada di salib Aku pergi ke rumah berhala, ke pagoda tua ; tidak ada tanda apapun disana Aku pergi ke bukit Herat dan Kandahar, kupandang : Dia tidak ada di bukit maupun dilembahnya Dengan niat kuat ku beranikan diri ke puncak gunung Qaf; Ditempat itu hanya ada tempat tinggal burung “Anqa” Akupun mengubah pencarianku ke Ka’bah ; Dia tidak berada di tempat kaum tua dan muda. Aku bertanya kepada Ibnu Sina tentang-NYA ; Dia ternyata diluar jangkauannya. Ku beranikan diri menuju ke “jarak dua busur”; Dia pun tidak ada di ruang agung itu. Aku menatap hatiku sendiri ; disana kulihat Dia … Dia tidak berada di tempat lain … Secara tidak langsung sesungguhnya Rumi mengajak kita untuk bertafakur, mengajak kita untuk bermeditasi, untuk berdzikrullah. Rumi mengajak kita untuk menyelam lebih dalam lagi sampai ke dasar samudera makrifat, untuk mencari mutiaranya, mencari Dia Yang Sejati. Dia yang berdiri dengan sendirinya tanpa penolong. Tidak ada apa-apa disamping-NYA. Tidak ada suara , tidak ada nada, tidak ada aksara. Tidak ada kitab apapun disana. Zabur, Taurat, Injil, Qur’an dan Hadits tidak ada disana. Dia adalah Perbendaharaan yang tersembunyi. Dia berada dalam kekosongan, kehampaan, kasunyatan, keheningan. Oleh karena itu tutup semua aksara, tutup semua kitab, tutup semua panca indera, karena jasmani juga adalah ayat-ayat Allah. Hening, jangan memikirkan apapun, jangan dipaksakan, biarkan bagaikan air yang mengalir dengan sendirinya. Dalam keheningan rasakan kehadiran-NYA, rasakan keberadaan-NYA dengan Nurani Yang bening… Dalam keheningan … dengarkan melalui telinga bathin… dengan penuh kelembutan Dia menyapa hambanya… dan Dia menampakkan Cahaya-NYA … melalui mata bashiroh … Ohh… betapa kecil dan betapa kerdilnya diri ini …Hambapun tersungkur … menangis … terharu … tersedu-sedu … air mata rindu … lepas bebas … ada rasa lega … ada rasa damai di dalam dada …

Ohh …Betapa indahnya … ternyata iman itu indah… ( AL HUJURAT 49 : 7 ) Itu semua sebagai tanda bangkitnya inner power kita, setelah Tuhan berkenan datang kemudian menyapa hambanya dengan lembut …. Wahai hamba-hambaku yang telah melampaui batas terhadap diri sendiri, janganlah kamu berputus asa atas Rahmat Allah yang akan mengampuni semua dosa, sesungguhnya Dia Maha Pengampun lagi Maha Penyayang ( AZ-ZUMAR 39 : 53 ) Wahai jiwa yang tenang datanglah kepada Tuhan-mu dengan rasa suka cita dan diridhoi-NYA, masuklah ke dalam golongan hambahamba-KU dan masuklah ke dalam surga-KU ( AL FAJR 89 : 27 30 ) Sesungguhnya orang-orang yang beriman, apabila disebut nama Allah akan bergetar hatinya … ( AL ANFAL 8 : 2 ) Mereka menyungkur, bersujud dan menangis ( MARYAM 19 : 58 ) Merinding kulit orang-orang yang takut kepada Tuhan-nya ( AZZUMAR 39 : 23 ) Rumi mengisyaratkan agar kita tidak terpaku kepada aksara., tapi galilah maknanya. Kitab apapun ibarat perahu yang membawa kita ke tengah Samudera Ahadiyah, Samudera Ketuhanan, bila kita ingin mendapatkan mutiaranya, maka mau tidak mau kita harus menyelam, tidak sekedar duduk diatas perahu. Kita harus menyelam kedasar qolbu… memasuki Rumah-NYA, mencari Dia Yang Sejati. Dia berada dalam hati orang-orang yang beriman ( Hadits ). Qolbu mukmin baitullah. Pada bagian lain Rumi menulis sebagai berikut : Jauh di dalam qolbu ada Cahaya Surga marak menerangi paras lautan tanpa suara yang tiada batas Oh, bahagialah mereka yang menemukannya dalam tawakal, Rupa segala yang dipuja setiap insan …dst Sia-sialah kita mencari dengan nafsu tak terjinakan Untuk sampai pada visi Satu Jiwa Abadi Cinta, hanya cinta yang dapat membunuh apa Yang tampaknya telah mati, ular nafsu yang telah membeku

Hanya cinta, lewat air mata doa dan nyala rindu Terungkaplah pengetahuan yang tak pernah dapat di sekolah Pada bagian akhir dari puisi ini Rumi menulis : Ketika kebenaran bersinar, tiada kata dan cerita yang dapat terucap Kini dengarkanlah suara didalam hatimu … Selamat berpisah …

Rumi dalam perjalanan spiritualnya telah mencapai pencerahan. Terungkapnya pengetahuan, terbukanya hijab, itu melalui cinta dan do’a, bukan melalui nafsu. Rumi telah melihat Cahaya-NYA dan juga telah mendengar Shabdanya .. kemudian Ruhnya lepas landas, ruhnya berpisah dari jasad,”mi’raj”… Rumi sudah bisa mati sebelum mati. Rumi memberikan ucapan selamat berpisah bagi mereka yang berhasil memisahkan ruh dari jasadnya melalui Meditasi Cahaya dan Shabda. Meditasi untuk melihat Cahaya dan mendengarkan Shabda Tuhan di dalam qolbu. Di dalam Qolbu ada Aku sebagai Sumber Shabda, sebagai Sumber Firman.. Komunikasi hanya bisa melalui Qolbu, Karena di dalam qolbu ada Sir, di dalam Sir ada Aku. Qolbu adalah kitab yang terpelihara, Kitab Mulia Tanpa Tulis yang tidak tersentuh kecuali oleh mereka yang disucikan. ( Perhatikan Surat AL WAQI’AH 56 : 77 – 78 ). Dialah Jibril yang menurunkan Al Qur’an ke dalam hatimu dengan seizin Allah ( AL BAQARAH 2 : 97 ). ( Al Qur’an ) adalah ayat-ayat yang nyata di dalam hati orangorang yang diberi ilmu dan hanyalah orang-orang durjana yang mengingkari ayat-ayat kami ( AL ANKABUT 29 : 49 ). Sesungguhnya telah datang kepadamu dari Allah Cahaya dan Kitab yang terang ( AL MAIDAH 5 : 15 ). Mari kita perhatikan Surat YASIN ayat 82 : Bila Tuhan menghendaki maka Dia bershabda : Kun ( jadilah )… Fayakun ( maka jadi ) … Berarti semua kejadian, seluruh keberadaan alam semesta ini diawali dengan Shabda : Kun … Jadilah … Mari kita bandingkan dengan yang tertulis di dalam Al KITAB : Pada mulanya adalah Shabda, Shabda adalah Tuhan, kemudian Shabda bersama Tuhan. Bisa kita ibaratkan : Awalnya adalah pohon, biji berasal dari pohon, kemudian pohon berada dalam biji. Didalam biji ada benih, di dalam benih ada potensi dan ada energi-Nur untuk tumbuh menjadi pohon, karena di dalamnya ada essensi Ilahi, di dalamnya ada Shabda : Kun … Jadilah … Maka Jadi. Bersambung dzikrullah 2-3 Diposkan oleh Spiritual di 19.41 10 komentar: Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi FacebookBagikan ke Pinterest

ke

TwitterBerbagi

ke

CATATAN KHUSUS MENAFKAHKAN SEBAGIAN HARTA ATAU RIZKI

CATATAN KHUSUS MENAFKAHKAN update

SEBAGIAN HARTA 02-07-2014

ATAU

RIZKI

Inilah Al Kitab yang tiada diragukan, suatu petunjuk bagi mereka yang takwa, mereka yang beriman kepada yang ghoib, mendirikan sholat dan menafkahkan sebagian rizki yang Kami berikan kepadanya ( AL BAQARAH 2 : 2-3 ) Menafkahkan sebagian harta atau rizki adalah merupakan proses pemutihan agar harta atau rizki yang kita terima menjadi suci, bersih, terbebas dari pada hak orang lain yang terkandung di dalamnya, sesuai dengan ajaran syare’at Islam. Mengenai pengertian kata sebagian, di dalam permasalahan ini, besar nominalnya tergantung dari keikhlasan pribadi masing-masing. Sesungguhnya Allah tidak pernah menyusahkan umat manusia. Allah hanya ingin menilai hati umat Nya. Siapa-siapa diantara kita yang sungguh-sungguh beriman, sungguh-sungguh mencintai Allah dan Rosul Nya, serta siapa-siapa yang lebih mencintai harta bendanya. Siapa-siapa diantara kita yang lebih berserah diri kepada Allah, serta siapa-siapa yang lebih memper-Tuhan-kan hawa nafsunya, siapapun yang melakukan dosa syirik tersembunyi, pasti Allah mengetahui akan segalanya. Hai orang-orang yang beriman, maukah kamu Aku tunjukkan semacam perniagaan yang dapat menyelamatkan kamu dari azab yang amat pedih ??? Perniagaan itu adalah : kamu tetap beriman kepada Allah dan Rosulnya, serta berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwamu. Iman dan berjihad itulah yang lebih baik bagimu jika kamu mengetahuinya ( ASH-SHAFF 61 : 10-11 ) Katakanlah : Sesungguhnya Tuhan-ku melapangkan rizki bagi siapa yang Dia kehendaki di antara hamba-hamba-Nya dan menyempitkan bagi siapa yang dikehendaki-Nya, dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya dan Dialah pemberi rizki yang sebaik-baiknya ( AS-SABA 34 : 39 ) Bila kita menyadari dan menghayati Wahyu Islami dengan sepenuh hati, sesungguhnya kita ini tidak memiliki apa-apa, semuanya adalah milik Allah. Jangankan harta benda, nyawa kita, hidup kita pun milik Allah. Kita hanya sekedar makhluk ciptaannya yang harus mengabdi kepada Nya. Kenapa kita harus kikir kepada Allah, sedangkan Dia menjanjikan akan menggantinya. Allah tidak akan menyalahi janji Nya, Dia yang maha taat, Dia yang maha kaya, Dia pemberi rizki yang sebaik-baiknya. Bila kita kikir maka Tuhan akan mengganti kita dengan kaum yang lain dan mereka lebih berjaya. Ingatlah, kamu ini orang-orang yang diajak untuk menafkahkan hartamu di jalan Allah, maka di antara kamu ada orang yang kikir,

dan siapa yang kikir, sesungguhnya dia kikir terhadap dirinya sendiri, Allahlah yang Maha Kaya, sedangkan kamulah yang membutuhkan-Nya, dan jika kamu berpaling ( kikir ), niscaya Allah akan mengganti kamu dengan kaum yang lain dan mereka tidak akan seperti kamu ( MUHAMMAD 47 : 38 ) Maha benar Tuhan dengan segala firman Nya. Tidak usah heran bila pada saat sekarang ini Umat Islam “kedodoran” bila dibandingkan dengan umat lain yang non Islam. Ini adalah bukti yang nyata atas kebenaran Surat Muhammad 47 : 38. Karena umat yang non Islam menafkahkan harta, menafkahkan rizki yang di perolehnya sebesar 10 persen, sedangkan umat Islam hanya dianjurkan 2,5 persen. Hal ini tidak sesuai dengan ajaran Al Qur’an dan Hadits, oleh karena 2,5 persen tersebut tidak tercantum dalam Al Qur’an dan Hadits sebagai sumber hukumnya. Ketahuilah, sesungguhnya apa yang kamu peroleh sebagai rampasan perang, maka sesungguhnya 1/5 adalah untuk Allah dan Rosulnya, untuk kerabat dan anak yatim, orang miskin, orang dalam perjalanan. Ta’atilah ketentuan itu jika kamu beriman kepada Allah dan apa yang Kami turunkan kepada hamba Kami di hari pembedaan, di hari bertemu dua pasukan, Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu ( AL ANFAL 8 : 41 ) Menurut Rosulullah : Jihad Akbar adalah perang melawan hawa nafsu. Oleh sebab itu, bila umat islam tidak ingin “kedodoran”, tidak ingin jadi umat yang “kuntet”, tidak ingin ditertawakan, tidak ingin diganti Allah dengan kaum lain, maka Umat Islam seharusnya menafkahkan baik harta maupun rizki yang diperoleh dari Allah sekurang-kurangnya adalah 20 persen ( seperlima bagian ) sesuai Surat Al Anfal 8 : 41. Hal ini mungkin sebagai dasar acuan dari salah seorang tokoh agama, yang menganjurkan zakat mal 20 persen …??? Karena sampai kapanpun kita harus terus berperang melawan hawa nafsu. Dalam hal ini pemerintah pun seharusnya mengatur serta menyesuaikan antara zakat dan pajak bagi umat Islam agar tidak terasa memberatkan. Semoga kita tidak kena laknat Allah, semoga kita tidak diganti dengan kaum lain. Silahkan atur sendiri, sesuai dengan ke ihklasan diri masingmasing. Sesungguhnya perkataan nafkah, Infak, yunfiqun, shodaqoh, jariyah dan zakat, semuanya itu berkaitan dengan proses pemutihan baik terhadap harta maupun terhadap rizki yang kita peroleh. Kata nafkah, infaq dan yunfiqun secara harfiah artinya adalah perintah. Kata shodaqoh dari kata shidiq secara harfiah artinya adalah benar. Berarti barang siapa yang melaksanakan perintah Allah pasti benar. Kata jariah arti harfiahnya adalah mengalir. Misalnya kita mendapat uang atau bonus katakanlah hadiah lebaran dari Bos, kemudian kita memberikan sebagian bonus yang kita peroleh kepada

ibu – bapak, kerabat kita, kepada pembantu dsb. Pembantu pulang kampung, dikampungnya si pembantu inipun menafkahkan sebagian yang ia peroleh kepada kerabatnya. Itulah yang disebut mengalir dari atas sampai ke strata yang paling bawah. Pahalanya pun mengalir pula tanpa terputus, dari strata yang paling bawah ke strata yang paling atas. Itulah pengertian jariah. Kata zakat pengertiannya adalah : yang memberi menjadi bersih, suci dan yang menerima menjadi senang. Apa yang kita berikan tidak harus materi. Mereka akan bertanya kepadamu tentang apa-apa yang akan mereka nafkahkan, jawablah : apapun yang kamu nafkahkan dari harta yang baik, maka utamakanlah kepada kedua ibu bapak, kaum kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin dan orangorang dalam perjalanan dan apapun kebaikan yang kamu perbuat, sesungguhnya Allah Maha Mengetahuinya ( AL BAQARAH 2 : 115 ) Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan Allah dengan apapun, dan berbaktilah kepada kedua orang ibu bapakmu, kaum kerabat, anak-anak yatim, orang-orang dalam perjalanan dan hamba sahayamu, sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membanggakan diri ( AN-NISA 4 : 36 ) Perintah menafkahkan harta dijalan Allah berdasarkan ajaran Islam, bisa diterima oleh seluruh umat manusia, karena sangat jelas dan sangat masuk di akal. Berdasarkan kedua ayat tersebut di atas : Prioritas pertama ditujukan untuk menyantuni lingkungan dalam keluarga sendiri, kemudian prioritas selanjutnya ditujukan untuk tetangga dekat dan yang terakhir adalah untuk tetangga jauh. Di dalam lingkungan keluarga sendiri pun ada urutannya, yang pertama dan yang terutama sekali santunan diberikan kepada kedua orang ibubapak (termasuk ibu-bapak mertua), yang kedua kepada kaum kerabat dekat dan ketiga kepada hamba sahaya dalam hal ini adalah pembantu rumah tangga kita. Dengan demikian siapapun orangnya bila sudah dewasa dan telah berpenghasilan cukup tentu akan lebih rela, akan lebih ikhlas bila diwajibkan untuk menyantuni lingkungan dalam keluarganya sendiri dari pada lingkungan keluarga orang lain, apalagi untuk kepentingan kedua orang tua-nya apapun akan dia berikan, bahkan nyawanya sendiri, kecuali bagi anak durhaka, yang lupa kacang akan kulitnya. Berdasarkan beberapa ayat di dalam Al Qur’an ada 22 golongan (mustahik) yang berhak atas santunan tersebut : 1. Kedua orang ibubapak, 2. Kerabat, 3. Hamba sahaya, 4. Anak-anak yatim (yatim – piatu), 5. Orang-orang fakir, 6. Orang-orang miskin, 7. Pengurus zakat, 8. Mualaf, 9. Orang-orang yang berhutang yang disebut Gorimin, 10. Orang-orang

yang dalam perjalanan, 11. untuk memerdekakan budak, 12. Untuk berjihad di jalan Allah, 13. Untuk Allah, 14. Untuk Rosulullah, 15. Untuk kerabat Rosul, 16. Ibnu Sabil, 17. Untuk mesjid, 18. Tetangga dekat, 19. Tetangga jauh, 20. Teman sejawat, 21. Fuqoro (Orang-orang yang terusir, tergusur), 22. Yang meminta-minta. Pelajari Surat-Surat : AL BAQARAH 2 : 177 & 215, AT-TAUBAH 9 : 18 & 60, AL ANFAL 8 : 41, AN-NISSA 4 : 36, AL HASYR 59 : 7-8..

CATATAN KHUSUS : MENGENAI SURAT AL AN’AM 6 : 79 dan 163. Innii wajjahtu wajhiya lilladzii fatharas-samaawaati wal ardha haniifaw-wamaa ana minal musyrikiin (AL AN’AM 6 : 79) … Berubah menjadi : Innii wajjahtu wajhiya lilladzii fatharassamaawaati wal ardha haniifam-muslimaw-wamaa ana minal musyrikiin … Walaupun secara harfiyah tidak terlalu mengubah makna, namun secara prinsip telah merubah naskah asli Al Qur’an. Laa syariikalahu wa bidzaalika umirtu wa ana awwalul muslimin ( AL AN’AM 6 : 163 ). BERUBAH MENJADI : Laa syariikalahu wa bidzaalika umirtu wa ana minal muslimiin. Sampai saat ini penulis belum mengetahui dasar hukum dari perubahan ayat tersebut. Apakah boleh kita merubah ayat Al Qur’an semau gue…??? Seandainya ada Hadits yang mendasari perubahan tersebut, namun secara pribadi penulis tetap berpegang pada sumber aslinya, yaitu Al Qur’an. Wa ana minal muslimin arti harfiyahnya adalah : Mulai saat ini aku berserah diri, berarti sebelumnya ( tadi, kemarin ) aku belum muslim. Wa ana awalul muslimin : Sejak awal aku sudah berserah diri. Sejak dahulu kala aku sudah berserah diri, sejak aku masih di Alam Arwah. Hal ini sesuai dengan SURAT AL A’RAF 7 : 172 : Bukankah Aku Tuhan-mu ??? Semua Ruh menjawab : benar kami bersaksi … Kepada Allah bersujud apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi ( AN NAHL 16 : 49 ). Aku menciptakan kamu jauh sebelumnya, padahal kamu belum lagi berwujud apa-apa ( MARYAM 19 : 9 ) Maka siapakah yang lebih jahat dari orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Allah dan berpaling dari Pada-Nya ??? Akan Kami beri ganjaran mereka yang berpaling dari ayat-ayat Kami dengan seburuk-buruknya siksaan ( AL AN’AM 6 : 157 ).

Bila kita sebagai ustad mengajarkan hal yang salah… kemudian kesalahan ini terus berlanjut dari generasi ke generasi berikutnya… lalu dosanya kita bagaimana…??? Oleh karena itu untuk surat Al An’am 6 : 79 dan terutama Al An’am 6 : 163, secara pribadi penulis tetap berpegang pada Al Qur’an sebagai sumber aslinya. Karena penulis khawatir dan tidak ingin mendapat azab yang pedih dari Allah …

KIBLAT Merupakan simbol perwujudan dari kemanunggalan arah yang menuju kepada suatu kemanunggalan pemujaan dan pengabdian, yaitu kepada Allah semata-mata, sehingga di negara manapun kita berada, ada keseragaman di dalam tata cara beribadah kepada Allah menurut syariat Islam. Dan bagi setiap umat ada kiblatnya ( sendiri ) yang ia menghadap kepada-Nya. Maka berlomba-lombalah kamu ( dalam berbuat ) kebaikan ( AL BAQARAH 2 : 148 ) Dan dari mana saja kamu keluar, maka palingkanlah wajahmu ke Masjidil Haram, dan di mana saja kamu ( sekalian ) berada, palingkanlah wajahmu kearahnya ( AL BAQARAH 2 : 150 ) Seandainya masalah kiblat itu belum di syariatkan, maka sesungguhnya setiap orang boleh saja menganggap seluruh ciptaan Allah ini sebagai kiblatnya. Mengapa demikian ??? Oleh karena Dzat Allah adalah Dzat mutlak tanpa bentuk dan tanpa keterbatasan ruang dan waktu. Dzat Allah meliputi segala sesuatu, berarti kita berada dalam Tuhan. Kemanapun engkau menghadap disanalah Allah. Di dalam dirimu, apakah engkau tidak memperhatikan ??? Tanda-tanda kami disegenap penjuru dan pada diri mereka. Dzat Allah bersatu dengan engkau sekalian dimanapun engkau berada. Katakanlah bahwa AKU dekat. Lebih dekat AKU dari pada urat leher. Tuhan menempatkan diri antara manusia dengan qolbunya. Barang siapa mengenal dirinya, maka dia mengenal Tuhannya. Allah adalah bathinnya manusia dan manusia adalah kenyataan dari pada Allah. Rahasia kalian adalah rahasia KU. Di dalam dada ada qolbu, di dalam qolbu ada fuad, di dalam fuad ada sir, di dalam sir ada Aku. Alkisah ketika Al Halaj akan dihukum pancung, salah seorang petugas berkata : Jangan biarkan wajahnya menghadap ke kiblat. Kemudian Al Halaj berkata : Kemanapun kau hadapkan wajahku disanalah Allah. Dengan demikian kita tidak perlu bersusah payah mencari Tuhan ke tempat yang jauh-jauh, karena dalam Ke-Esa-an Nya, Dia tidak dimanamana dan tidak ke mana-mana. Tuhan adalah dekat, bahkan teramat dekat. Di dalam dirimu …

Aku hadapkan wajahku kepada (Tuhan) yang menciptakan langit dan bumi. Secara haqiqi : Hadapkan dirimu kepada dirimu sendiri, disanalah Allah. Tak ada yang lain. Di dalam dirimu, apakah engkau tidak memperhatikan. Di dalam sir ada Aku. Aku berada di dalam hati seorang mukmin yang benar. Barang siapa yang mencari Tuhan keluar dari dirinya sendiri, maka ia akan tersesat semakin jauh. Dengan demikian, bila kita perhatikan dengan seksama, maka akan tampak adanya beberapa pegertian Kiblat : Kiblat Mekah ( ka’bah ), Kiblat diri ( jasad ), Kiblat hati ( qolbi ), Kiblat Haqq ( di dalam sir ada Aku ). Berdasarkan firman-firman Allah serta Hadits-Hadits tersebut di atas, maka bila kita tidak melihat dan tidak menyadari adanya unsur-unsur KeIlahian yang tersembunyi di dalam setiap ciptaan Nya, berarti kita termasuk kedalam golongan Islam metaforikal atau Islam semu, bukan Islam tulen. Al Ghazali mengatakan bahwa Tauhid murni adalah penglihatan atas Tuhan dalam semua benda. Ada juga yang mengatakan : Fa inna’l’aarif man yaraul haqq fi kulli syai’in. Seorang arif adalah dia yang melihat Tuhan dalam semua benda. Dia tidak hanya melihat Tuhan semua benda (semua makhluk) tapi juga melihat setiap benda ( semua mahluk ) sebagai realitas dari pada Tuhan. As Syibli berkata : Aku tidak melihat segala sesuatu kecuali Allah. Sedangkan Muhammad bin Wasi berkata : Aku tidak melihat segala sesuatu tanpa melihat Allah di dalamnya. Setelah Aku sempurnakan kejadiannya, Aku hembuskan Ruh-Ku ke dalamnya. Allahu bathinul insan, al insanu dzahirullaah. Allah adalah bathinnya manusia dan manusia adalah realitas Allah. Kemanapun engkau menghadap di sanalah Allah. Di dalam dirimu, apakah engkau tidak memperhatikan. Di dalam Sir ada Aku.

MASALAH UPDATE

02-07-2014

RUH

Qull ruuhi min amri robbi : Ruh adalah urusan Tuhan (AL ISRA 17 : 85). Ruh manusia serta segala macam ruh lainnya adalah merupakan rahasia daripada Allah. Ketika di Alam Arwah, ruh manusia bersama para ruh lainnya termasuk ruh para malaikat bisa berkomunikasi langsung kepada Tuhan … dan telah berikrar kepada Tuhan tatkala Tuhan bertanya kepada para ruh tersebut : Bukankah Aku adalah Tuhan-mu …??? Kemudian para Ruh menjawab : Benar kami bersaksi ( AL A’RAF 7 : 172 ) Ayat tersebut merupakan syahadat awal dan juga merupakan penjelasan bahwa Ruh bisa berkomunikasi dengan Tuhan, bukan jasmaninya yang berkomunikasi.

Selanjutnya Allah berfirman : Kutiupkan Ruh-Ku kepadanya ( ASH SHAAD 38 : 72, AL HIJR 15 : 29 ). Kemudian Ruh masuk ke dalam jasmani sambil membawa amanah ( agama??? ). Apakah amanah itu berupa tugas kita hidup di dunia sebagai apa…??? Seandainya amanah itu agama, namun tidak dikatakan agamanya apa… Semua agama mengajarkan tentang Fitrah… Agama fitrah…Ya itulah agama Islam sejati… yang dianut semua umat…!!! Sesungguhnya telah kami tawarkan amanah ( agama ??? ) kepada langit, bumi dan gunung-gunung, akan tetapi mereka semua enggan memikulnya, karena takut menghianatinya, namun manusia bersedia memikulnya, karena manusia sungguh Zalim dan bodoh ( AL AHZAB 33 : 72 ) Karena dunia merupakan tempat pembelajaran bagi para Ruh, maka ruh sudah diberi tugas dan peran apa sebagai manusia dikehidupan yang akan datang. Apapun agamanya tetap sesuai dengan fitrah Allah. Ini semua mungkin yang disebut amanah sebelum ruh dilahirkan kembali kedunia… Reinkarnasi… Hal ini juga sebagai bukti Tuhan Maha Adil serta Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Manakala datang kematian pada sesorang dari mereka, dia menyesal dan berkata : Ya Tuhan-ku, hidupkanlah aku kembali, agar aku dapat beramal saleh dalam perkara yang aku lalaikan. Tidak !!! Itu hanya alasan belaka, dibelakang mereka ada tabir yang menghalangi mereka, sampai hari mereka dibangkitkan ( AL MU’MINUN 23 : 99-100 ) Sekiranya kami dapat kembali kedunia, niscaya kami akan menjadi orang-orang yang beriman. Sesungguhnya hal ini menjadi keterangan yang nyata, tetapi kebanyakan mereka tidak mau percaya ( ASY-SYU’ARA 26 : 102-103 ) Kepada-Nya lah kamu semua akan kembali, janji Allah Maha Benar, Dia-lah yang memulai penciptaan, kemudian mengulanginya, supaya Dia dapat memberi pahala kepada mereka yang beriman dan melakukan kebaikan secara adil, sedangkan bagi mereka yang tidak percaya ( disediakan ) minuman air mendidih dan siksaan yang pedih dan menyakitkan, karena mereka tidak percaya ( YUNUS : 10 : 4 ) Barang siapa berbuat baik, laki-laki atau perempuan, dan ia beriman, maka pasti akan kami hidupkan ( dilahirkan kembali ) dengan kehidupan yang baik dan kami akan memberinya pahala sesuai dengan apa yang telah mereka lakukan ( AN NAHL 16 : 97 )

Ternyata memang benar, jasmani kemudian menghianati amanah karena ada nafsu, maka tertutuplah pintu komunikasi (hijab) dengan Allah. Oleh karena itu manusia disebut insan yang artinya adalah lalai (lupa). Seperti halnya Nabi Adam dan Hawa. Turunlah kamu semua dari surga itu, kemudian jika datang petunjuk-Ku kepadamu, maka barang siapa yang mengikuti petunjuk-Ku niscaya tiada kehawatiran dan tidak pula mereka bersedih hati ( AL BAQARAH 2 : 38 ) Dalam dada ada qolbu, dalam qolbu fuad, di dalam fuad ada sir, di dalam sir ada Aku. Berarti Ruh Allah, Essensi Dzat Allah berada di dasar qolbu setiap manusia, di dalam hati Nurani setiap manusia. Hati Nurani selalu menyuarakan kebenaran karena di dalamnya ada Al Haqq. Ruh di dalam jasmani manusia merasa terbelenggu dan dia senantiasa ingin kembali kepada Sumber Asalnya. Oleh karena itu setiap manusia memiliki naluri dalam dirinya untuk mencari dan mengenal Allah sebagai suatu kebutuhan bathiniah agar hatinya menjadi tenang dan tentram, agar Ruhnya bisa kembali kepada Cahaya semula. Walaupun Ruhani dan nafsu tidak berwujud seperti jasmani, akan tetapi kita bisa merasakan keberadaannya, misalnya : Pada orang mati, hanya ada jasmaninya. Pada orang pingsan, tidur, ada jasmaninya dan ruhaninya. Pada orang sadar, bangun, ada jasmaninya, ruhaninya dan nafsunya. Setelah kita mati, apakah ruh kita ditanya agamanya apa..?? Tidak ada ayat yang menjelaskan hal ini… Allah hanya bertanya : “Bukankah Aku Tuhan-mu??” Para ruh menjawab : “Benar kami bersaksi”. Kemudian Ruh dihembuskan kedalam jasmani dengan membawa amanah, tidak dikatakan amanahnya apa… Seandainya amanah itu agama, di dalam Al Qur’an tidak dikatakan agamanya apa… Agama berasal dari kata A artinya tidak dan Gama artinya kacau. Jadi agama artinya aturan agar tidak kacau. Semua Ruh membawa amanah Allah agar mereka tidak membuat kekacauan di dunia ini. Manusia ditugaskan sebagai khalifah dan sebagai wali Allah di muka bumi, inipun amanah… Sesungguhnya semua Ruh termasuk Ruh manusia, hewan dan tumbuhtumbuhan adalah berasal dari Nuur Muhammad. Aku berasal dari Cahaya Tuhan (Allah) dan semua yang ada di alam semesta ini berasal dari cahaya ku ( hadits ). Aku adalah bapak dari segala ruh ( hadits ). Ruh merupakan pembatas dari pada AL HAQQ, seperti halnya jasmani yang merupakan pembatas dari pada ruh. Pada kenyataannya seluruh dunia ini adalah pakaian dari pada ruh yang tidak diragukan lagi adalah satu ( Ruh Idhofi, Nur Muhammad ). Seperti halnya cahaya matahari, mataharinya tetap satu, akan tetapi cahayanya memasuki setiap jendela serta menerangi setiap rumah. Ruh tidak masuk ke dalam jasmani, akan tetapi seperti penunggang dan tubuh adalah seperti kuda. Gerakan Ruh dan Jasmani adalah seperti gerakan dari tangan dan anak kunci, terjadi serempak. Di dalam sir ada Aku… berarti Aku (Nur-Energi) menggerakkan

Sir, kemudian Sir menggerakkan Ruh dan Ruh menggerakkan Qolbu, Qolbu menggerakkan budi, budi menggerakkan akal dan akal menggerakan tubuh. Jadi urut-urutannya adalah : Nur-Sir-Ruh-Qolbu-Budi-Akal-CiptaRasa-Karsa-Pangawasa. Para sufi mengatakan bahwa fungsi nafs untuk mengabdi, qolbu untuk mencintai, Ruh untuk berkomunikasi dengan Allah dan Sir untuk memfanakan diri dalam pandangan Allah, baqo dalam Allah. Tangan Tuhan berada di atas tangan mereka ( AL FATH 48 : 10 ) Dan bukanlah engkau yang melempar ketika engkau melempar, akan tetapi Allah yang melempar ( AL ANFAAL 8 : 17 ) Tidak ada yang bergerak kecuali atas perintah Tuhan ( HADITS ) Diposkan oleh Spiritual di 19.37 7 komentar: Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi FacebookBagikan ke Pinterest

ke

TwitterBerbagi

ke

MENCARI DAN MENGENAL ALLAH 4

DZAT update

WAJIBUL 02-07-2014

WUJUD

GAMBAR PENAMPANG JANTUNG MANUSIA TAMPAK SEPERTI LAFAD ALLAH JANTUNG BERDENYUT SENDIRI TANPA PERINTAH SIAPAPUN ( SIFAT HAYUN DAN QOYUM )

DZAT WAJIBUL WUJUD Maha suci Allah dari segala macam perumpamaan. Walaupun demikian di dalam Al Qur’an, keberadaan wujud Allah merupakan keberadaan wujud yang paling dimanifestasikan. Setiap yang berwujud akan mempunyai nama dan sifat. Tuhan adalah Cahaya langit dan bumi. Perumpamaan Cahaya Allah adalah seperti rongga dalam dinding. Dalam rongga itu ada pelita. pelita itu dalam bola kaca. Kaca itu laksana bintang

berkilau. Dinyalakan dengan minyak zaitun yang diberkati, yang tumbuhnya bukan di timur dan bukan di barat, yang minyaknya saja hampir-hampir berkilau dengan sendirinya, walaupun api tidak menyentuhnya. Cahaya di atas Cahaya. Allah menuntun dengan Cahayanya kepada Cahayanya bagi siapa saja yang dia kehendaki dan Allah membuat perumpamaan bagi manusia. Allah Maha Mengetahui segalanya ( AN NUR 24 : 35 ). ( Cahaya itu menerangi ) rumah-rumah di dalamnya Allah berkenan untuk dihormati dan disebut Namanya dan bertasbih di waktu pagi dan petang ( AN NUR 24 : 36 ). Keberadaan (eksistensi, kehadiran) Dzat yang dimanifestasikan disebut wujud idhopi, dinamakan juga bayangan. Sesuai firman Allah : Apakah kamu tidak memperhatikan bayang-bayang-Nya ( AL FURQAAN 25 : 45 ).

Tuhan

memanjangkan

Agar DIA bisa merefleksikan bayangan Dirinya Sendiri, maka Dia telah membuat cermin-cermin yang beraneka ragam dari Dirinya Sendiri. Segala sesuatu yang ada di alam semesta ini adalah merupakan cermincermin tersebut. Cermin yang baik adalah cermin yang mempunyai dua sisi, yaitu sisi terang dan sisi gelap (sifat Jamal dan sifat Jalal). Dalam hal ini ternyata manusia mempunyai sifat seperti cermin tersebut, karena manusiapun mempunyai dua sisi, yaitu qolbu sebagai sisi terang dan jasmani sebagai sisi gelap. Semakin terang qolbu, semakin jelas pula qolbu merefleksikan Tuhan, sesuai dengan Hadits Qudsi : Aku tidak bisa berada di bumi ataupun di langit, tapi aku bisa berada dalam hati seorang mukmin yang benar ( HADITS ). Di dalam setiap rongga anak Adam, Aku ciptakan suatu mahligai yang disebut dada, di dalam dada ada kolbu, di dalam kolbu ada fuad, di dalam fuad ada syagofa, di dalam syagofa ada sir, di dalam sir ada Aku tempat Aku menyimpan rahasia … ( HADITS ) Setiap cermin tidak ambil bagian dalam pengamatan, cahaya yang terang benderang dan kegelapan cermin merupakan alat pengamatan. Walaupun cerminnya beraneka ragam, namun Wajah Sang Pengamat Tetap Satu. Bila kemudian cerminnya hancur luluh, Wajah Sang Pengamat Tetap Abadi ….

SIFAT-SIFAT DZAT Sifat Dzat adalah merupakan manifestasi dari Asma dan Asma merupakan manifestasi daripada Dzat. Berarti Sifat juga merupakan manifestasi daripada Dzat. Di dalam setiap Sifat Dzat terkandung suatu potensi untuk

bertindak dan berbuat yang akan menimbulkan akibat-akibat. Sebagai akibat penciptaan maka muncul kehidupan. Adanya kehidupan mengakibatkan munculnya kesadaran akan adanya Dzat. Bila tak ada kehidupan maka tidak akan ada yang menyebut Asma Allah. Yang pertama kali mengajukan konsep sifat dua puluh dari Dzat adalah Abu Hasan Al Ashary, ulama besar pendiri mahzab Ahlussunnah Wal Jamaah yang ahli dalam Ilmu Kalam (ilmu Usuluddin). Konsep sifat dua puluh tersebut sampai saat ini telah dikenal dan diyakini oleh masyarakat Islam secara luas. Pada waktu itu konsep Al Ahsary ini banyak mendapat tantangan dari para ulama lainya, diantaranya adalah Hambali dan Al Ghazali yang berpendapat bahwa masalah Ketuhanan tidak bisa dijangkau hanya atas dasar konsepsi akal manusia, Ilmu Kalam ajaran Al Ashary dianggap sebagai penyebab timbulnya silang pendapat diantara sesama Umat Islam. Adanya perselisihan pendapat diantara para ahli Ilmu Kalam, para ahli filsafat Islam dan para ahli Ilmu Fiqih mengakibatkan umat Islam terpecah belah menjadi bermacam-macam aliran (mazhab), antara lain adalah Mazhab Hanafi, Mazhab Hambali, Mazhab Maliki dan Mazhab Safi’i. Al Ghazali berhasil mempersatukan pola fikir para ahli syari’at Ilmu Kalam dan pola pikir ahli syari’at Ilmu Fiqih dan juga pola pikir mereka dengan para sufi ahli Tasawwuf. Menurut Al Ghazali : Pendekatan diri dan ma’rifat kepada Allah tidak bisa dilakukan melalui Ilmu Kalam maupun melalui Ilmu Fiqih, akan tetapi harus melalui jalan yang ditempuh oleh para sufi ahli tasawwuf yaitu : Bersihkan hati, istirahatkan pikiran melalui dzikrullah untuk mencapai fana dan kasyaf. Jalan tersebut penuh dengan bermacam-macam tantangan dan ujian dari Allah yang harus diatasi dengan tetap berpegang pada Tali Allah, bersih hati, rasa kasih-sayang, ketawakalan, kesabaran dan keihklasan serta dzikrullah, mengingat Allah. Oleh karena dengan dzikrullah itulah hati akan menjadi tenang dan tentram, tidak akan ada perselisihan lagi, karena sadar bahwa Allah-lah Yang Maha Benar. Akhirnya mi’raj melalui proses fana dan kasyaf. Kesempurnaan keberagamaan seorang adalah bila dia telah mencapai tahapan iman, islam dan ihsan. Iman bisa dipelajari melalui ilmu Usuluddin. Islam dipelajari melalui ilmu Fiqih. Ihsan hanya bisa dicapai melalui tasawwuf. Al Kisah : Ada seorang yang bertanya kepada Rosulullah : Ya Rosulullah apakah Ihsan itu? Kemudian Rosulullah menjawab : Ihsan ialah keadaan ketika engkau menyembah Allah, seakan-akan engkau melihat NYA, bila sekiranya engkau tidak melihat NYA, maka Allah akan melihat engkau. Para ulama Tasawuf mengatakan bahwa Syare’at tanpa Haqekat adalah hampa, sedangkan Haqekat tanpa Syare’at adalah batal… Junaed Al Bagdady mengatakan : Syare’at tanpa Haqeqat adalah fasik, sedangkan haqekat tanpa Syare’at adalah zindik, bila seseorang melakukan keduanya maka sempurnalah kebenaran orang itu. Seorang sufi, dia fana dalam dirinya dan baqa dalam Tuhannya. Menurut

beliau tasawuf adalah mengambil setiap sifat mulia dan meninggalkan setiap sifat tercela. Menurut Asy-Syadzili tasawuf adalah praktik dan latihan diri melalui cinta yang dalam dan ibadah untuk mengembalikan diri kepada jalan Tuhan. Ada juga yang mengatakan bahwa tasawuf adalah membina kebiasaan baik serta menjaga hati dari berbagai keinginan dan hasrat hawa nafsu. Tasawuf adalah ilmu untuk memperbaiki hati dan menjadikannya memasrahkan diri semata-mata kepada Allah. Jalan tasawuf dimulai sebagai ilmu, ditengahnya adalah amal dan pada akhirnya adalah karunia Allah. Abu Bakar Aceh mengatakan bahwa Al Qur’an adalah sumber pokok, Hadits-Sunnah Rosul petunjuk pelaksanaan yang penting, sedangkan Tassawuf adalah urat nadi pelaksanaan ajaran tersebut. Tasawuf adalah suatu seni perjalanan spiritual yang transendental, bukan merupakan pekerjaan intelektual melalui kajian ilmiah, bahkan menurut para sufi ilmu pengetahuan merupakan tabir yang sangat pekat. Mengenai masalah mistik atau tasawuf ini Simuh cenderung memilih definisi dari kamus Inggris yang disusun oleh Hornby dkk yaitu : Ajaran atau kepercayaan tentang haqekat (kebenaran sejati) atau Tuhan bisa didapatkan melalui meditasi atau tanggapan kejiwaan yang bebas dari tanggapan akal pikiran dan pancaindera. Ciri khusus tassawuf adalah proses fana dan kasyaf. Tasawwuf sesuai dengan ajaran Al Ghazali secara garis besarnya adalah pelajaran tentang tata cara memurnikan atau mensucikan jasmani dan ruhani, mensucikan lahir dan batin agar bisa menjadi insan kamil yang mendapatkan keridhoan Allah… disertai dzikrullaah sehingga mencapai proses fana dalam dirinya, baqa dalam Tuhannya, musnah ke-aku-annya, tenggelam dalam Tuhannya. Akhirnya kasyaf terbukanya hijab. Dari tulisan-tulisan tentang tasawuf ini, jelas bahwa basis dari tasawuf adalah kesucian hati serta cara menjaganya dari segala hal yang bisa mengotorinya kemudian hasil akhirnya adalah hubungan yang benarbenar harmonis antara manusia dengan Penciptanya. Dzat Allah merupakan sumber kehidupan. Akibat adanya sifat-sifat kehidupan muncul kesadaran akan adanya (keberadaan) Dzat. Bila tidak ada kehidupan (insan) maka tidak akan ada yang menyebut Asma Dzat (Allah), tak ada yang bersyahadat : Laa ilaaha ilallaah Muhammadarosulullaah… Pernyataan pertama Laa ilaaha ilallaah memberi nafas kehidupan kepada pernyataan kedua Muhammadarosulullah sedangkan pernyataan kedua menyatakan adanya Dzat Allah. Dengan demikian pernyataan pertama dan kedua sangat erat kaitannya, kedua-duanya tidak bisa dipisahkan satu sama lain, merupakan suatu kesatuan dua kalimah Syahadat, dwi tunggal yang menurut istilah para sesepuh adalah loroloroning tunggal, tunggal-tunggaling wisesa. Artinya kurang lebih adalah : dua dalam kemanunggalan, manunggal dalam keEsaan Dzat Yang Maha Kuasa. Dalam KeEsaanNya Dzat mempunyai bermacam-macam Asma dan bermacam-macam Sifat. Keberagaman Asma dan Sifat tidak

menyebabkan Dzat bertambah menjadi lebih dari satu. Dalam ke Esaan Nya, Dzat tidak menjadi berjenis-jenis. Sifat yang beragam, pasangan dan juga kebalikkannya adalah satu didalam aspek keEsaan Dzat. Misalnya Sifat Jamal-Terang dan Jalal-Gelap, Asma Hadi ( Yang Memberikan Petunjuk ) dan Asma Mudzil ( Yang Menyesatkan ), dimana Asma yang satu tidak mengganggu Asma yang lain. Dengan demikian : Siapapun yang telah diberi petunjuk Allah, maka tak ada sesuatu apapun yang bisa menyesatkannya, dan siapapun yang telah disesatkan Allah, Rosulullahpun tidak bisa meluruskannya. Barang siapa yang diberi petunjuk oleh Allah, maka dialah yang dapat petunjuk dan barang siapa yang disesatkan-Nya, maka kamu tidak akan mendapat seorang pemimpinpun yang dapat memberi petunjuk kepada-Nya ( AL KAHFI 18 : 17 ) Siapa-siapa yang dikehendaki Allah dibiarkan-Nya sesat, siapasiapa yang dikehendaki Allah ditempatkan-Nya di jalan yang lurus ( AL AN’AM 6 : 39 ). Sesungguhnya Dzat tidak mempunyai manifestasi apapun tanpa manifestasi dari Asma dan Sifat. Apapun yang ada, sifat baik maupun sifat jahat adalah merupakan akibat dari manifestasi Asma dan Sifat, bukan manifestasi dari Dzat. Dalam hal ini harus kita ingat bahwa semua kebaikan berasal dari Allah. Dibalik ujian dari Tuhan yang terjadi pada diri kita itulah yang terbaik, karena selalu ada hikmah. Semua keburukan yang terjadi pada diri kita, itu karena ulah kita sendiri yang melenceng dari sunnatullah. Apapun kebaikan yang kamu terima, datangnya dari Allah. Apapun bencana yang menimpa dirimu, karena kesalahanmu ( AN-NISAA 4 : 79 ) Bersabarlah menunggu keputusan Tuhan-mu, sesungguhnya engkau berada dalam pengawasan Kami dan bertasbihlah dengan memuji Tuhan-mu sewaktu kau bangkit berdiri dan bertasbihlah kepada-Nya pada waktu malam dan tatkala bintang-bintang tenggelam saat fajar ( ATH-THUR 52 : 48-49 ) Setelah kita menggali dan mempelajari kerangka teoritis atau hipotesa tentang Dzat serta penurunan martabat Dzat sampai kepada rincian Wahidiyyah maka secara garis besarnya akan tampak empat kerangka dasar dari hipotesa tersebut : 1. WUJUD (KEBERADAAN, ESENSI, EKSISTENSI). Adalah merupakan manifestasi dari sesuatu yang sebelumnya tidak ada, menjadi ada. Dari bentuk imaginer (a’yan-I-tsabiita) dalam pengetahuan

Tuhan, kemudian Tuhan yang menjadikan mereka wujud. Dari esensi Dzat, muncul eksistensi Dzat kemudian muncul kehidupan dalam tahapan Wahidiiyyah. 2. ILMU (PENGETAHUAN). Adalah suatu konsepsi (ide) serta aktualisasi atau pembuktian dan perwujudan dari objek-objek yang diketahui. Hanya Tuhan yang memiliki semua ilmu. Dia Yang maha mengetahui segala sesuatu. Dari pengetahuan diri, menjadi pengetahuan akan kemampuan diri yang maha mendengar, maha melihat … kemudian terealisir menjadi panca indera.

3. NUR ( CAHAYA, KEPRIBADIAN, EGO ). Adalah manifesatasi Diri Nya sendiri sehingga Dia tampak sebagai yang lain. Dia membimbing dengan Cahaya Nya kepada siapa yang Dia kehendaki. Dia adalah Cahaya langit dan bumi. Dia sebagai Nurul Ilman, Nurul Iman, Nurul Islam dan Nurul Ihsan. 4. SYUHUUD ( KETAATAN, KEKUASAAN, KEHENDAK ). Kesadaran akan potensi diri akan menimbulkan ketaatan, kekuasaan dan kehendak. Dia sendiri yang maha taat akan janji Nya. Dia yang ditaati dan Dia adalah ketaatan itu sendiri. Dia membuktikan Ketaatan Dirinya sendiri melalui proses-proses Tanuzzulaat secara bertahap, merupakan suatu proses keluarnya yang ghoib (yang tidak tampak) dan internal (bathin) menjadi tampak (eksternal), merupakan proses penyaksian dari Dirinya Sendiri melalui Cerminnya sendiri.

HAQIQAT MUHAMMAD Dzat (Allah) memanifestasikan (menyatakan) Dirinya sebagai Nur, UtusanNya sebagai Nur, Kitabnya (Al Quran) sebagai Nur, Agama-Nya (Islam) sebagai Nur, Ilmu-Nya sebagai Nur, Iman dan Ihsan sebagai Nur. Oleh karena itu adalah wajar bila Al Hallaj mengajukan konsep tentang Nur Muhammad sebagai penciptaan awal dari segala macam ciptaan Allah, jauh sebelum teori Big bang muncul. Seperti halnya Al Ashary, maka Al Hallaj pun mendapat banyak tantangan dari para ulama lainnya, sehingga Al Hallaj mengalami nasib yang sangat tragis. Sebaiknya kita tidak terlalu terpaku untuk memperdebatkan kedua konsepsi tersebut, masalah keyakinan tidak bisa dipaksakan, tergantung kepada diri kita masing-masing. Kedua konsep tersebut hanyalah sekedar kerangka teoritis untuk memudahkan pemahaman kita akan keberadaan

Dzat laesa kamitslihi syai’un, tidak serupa dengan apapun. Sesungguhnya Maha Suci Allah dari segala macam perumpamaan… Nur Muhammad dianggap sebagai kesadaran kosmik (SIR)… Di dalam SIR ada AKU.. merupakan sumber asli dari semua pernyataan Diri dalam rinciannya mulai dari Wahdah sampai ke Wahidiiyyah, Haqiiqati Insani, Insan Kamil sampai menjadi debu. Hadits Rosulullah : 1. Aku berasal dari Cahaya Allah dan seluruh alam semesta berasal dari cahayaku 2. Aku adalah bapak dari segala Ruh dan Adam adalah bapak dari segala jasad Sebagai Berkah Suci yang memberi Rahmat kepada seluruh alam semesta, maka Haqiiqat Muhammad adalah lebih berhak untuk mendapat gelar Juru Selamat dari pada Nabi-Nabi lainnya yang hanya sekadar diutus untuk satu Kaum saja, yaitu Bani Israil, bukan untuk Bangsa Indonesia ataupun untuk bangsa-bangsa lain. Setiap firman Allah yang disampaikan oleh Rosulullah tidak ditujukan hanya untuk satu kaum namun berlaku umum dengan seruan sebagai berikut : Hai Manusia atau Hai orang-orang yang beriman atau Hai Bani Adam, Hai orang-orang kafir, Hai ahlul kitab …. Berarti Wahyu Islami atau Firman Allah yang disampaikan oleh Rosulullah tidak hanya bagi yang muslim saja, namun sesungguhnya ditujukan untuk seluruh umat manusia di dunia. Kemudian Wahyu Islami juga tidak pernah mengajarkan masalah dosa waris dan tidak pernah mengajarkan bahwa dosa seseorang bisa ditanggung orang lain. Setiap orang hanya menanggung dosanya masing-masing. Katakanlah : Bagiku amalku dan bagimu amalmu. Kamu tiada bertanggung jawab atas apa yang aku lakukan dan aku tiada bertanggung jawab atas apa yang kamu lakukan ( YUNUS 10 : 41 ) Barang siapa mengerjakan kebaikan sebesar debu, niscaya akan dilihatnya balasan dari kebaikan itu dan barang siapa mengerjakan kejahatan niscaya akan dilihatnya balasan dari kejahatan itu ( AZ-ZILZAL 99 : 7-8 ) Sebagai berkah suci maka Haqiiqat Muhammad mencakup semua Asma Dzat, kecuali Asma Hadi ( Yang Memberi Petunjuk ), sedangkan Asma kebalikan dan pertentangannya dicakup oleh Iblis kecuali Asma Mudzil ( Yang menyesatkan ). Semua mahluk sangat tergantung kepada Allah Yang Maha Meliputi segala sesuatu.

Bila seseorang telah diberi petunjuk Allah maka iblis pun tak akan bisa menyesatkannya demikian pula sebaliknya, bila seseorang telah disesatkan Allah, Rosulullah pun tidak akan bisa meluruskannya, kehendak Allah juga yang berlaku. HAQIIQATI MUHAMMAD MEMPUNYAI 2 ASPEK : 1. Aspek Internal (Bathin). Sebagai Nur merupakan realisasi ( manifestasi ) Diri Dzat yang menerangi benda-benda lain ( Sifat Jamal ). Mula-mula Allah menjadikan alam semesta ini dalam kegelapan ( Sifat Jalal ) : Inna’llaaha kholaqol kholaqo fizhzhulumaatin, kemudian diterangi oleh Nur Muhammad : Minazhzhulumaati ilan nuuri. Dari gelap menjadi terang. Tuhan akan membimbing dengan Cahaya Nya kepada CahayaNya. Dalam kehidupan sehari-hari yang pertama kali kita rasakan adalah adanya cahaya, kemudian benda-benda, bentuk-bentuk dhohir, semua yang ada di dunia ini bisa terlihat dengan jelas. 2. Aspek Eksternal (Zhohir). a. Adalah Muhammad yang diciptakan sebagai Insan, sebagai hamba dan Utusan Allah ( Abduhu wa Rosulluhu ). Sebagai Insan, Jasmani Muhammad adalah Realitas Kemanusiaan ( Haqiiqati insaniah ). b. Kemudian sebagai Ruuhi Azzaam, yaitu Ruh Muhammad yang diciptakan dari Nuur Muhammad sampai ke Insan Kamil. Sabda Rosulullah : Yang pertama kali diciptakaan Allah adalah akal dan cahayaku.

TAJALLIYAAT ( PEMUNCULAN ). Laa ilaaha illallaah : Tiada Tuhan selain Allah. Laa (tiada, nafi) adalah merupakan pemusnahan diri dan dunia (fana) kemudian menjadi kekal (baqa) dalam Tuhan, hanya Ahadiiyyah ( Allah ) yang ada ( isbat ), Yang Maha Luas tanpa keterbatasan pengetahuan, tanpa keterbatasan ruang dan waktu atau apapun juga. Pemusnahan diri berarti mengosongkan hati dan pikiran dari segala macam permasalahan. Hati dan pikiran tercurah semata-mata hanya kepada Allah, hilangkan ke aku an ( ego ) kita. Itulah yang disebut dzikir atau meditasi. Pada saat ke-aku-an kita sirna, fana menurut Al Ghazali atau samadi menurut orang Hindu, maka Ke-Aku-an Dzat akan

muncul untuk memperlihatkan sifat Jamal Nya ( Keindahan Nya ) dan masuk ke dalam kekosongan kita. Itulah yang disebut kasyaf. Aku dengan Aku yang ada di dalam diri kita saling berhadapan. Aku mengenal Tuhan melalui Tuhan (Hadits). Aku mempunyai waktu khusus dengan Tuhan, di dalamnya tidak ada lagi malaikat dan rosulnya ( Hadits ). Haqq (Kebenaran) tersembunyi di dalam Ruh, Ruh tersembunyi di dalam Qolbu dan Qolbu (bathin) tersembunyi di dalam Qaalib (tubuh). Penggerak tubuh adalah Ruh, penggerak Ruh adalah Al Haqq (Al Bathin). Haqiiqati Muhammad adalah merupakan titik pertama dalam mana Dzat mengetahui Dirinya sendiri. Mengenal Dzat harus melalui Dzat. Dalam tahapan ini ruh kita menjadi Ruhul Kudus, karena telah terbebas dari masalah keduniawian