Modul 1.4 Budaya Positif – Elaborasi Pemahaman Angk.3 1

Modul 1.4 Budaya Positif - Elaborasi Pemahaman Angk.3 1
  • Modul 1.4 Budaya Positif – Elaborasi Pemahaman Angk.3 1

  • Views 16

  • Downloads 1

  • File size 1MB
  • Author/Uploader: BAHASA INDONESIA MENYENANGKAN

SALAM & BAHAGIA Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, Shalom, Damai Sejahtera, Om Swastyastu, Namo Buddhaya, Salam Kebajikan, Rahayu untuk kita semua di ruang virtual ini”

Modul 1.4 Budaya Positif Angkatan 3

Agenda: ▪ Pembukaan ▪ Capaian Umum Modul 1.4 ▪ Eksplorasi Konsep

Tanya Jawab ▪ Refleksi

Capaian Umum Modul 1.4 ●

Memahami konsep pendidikan menurut Ki Hajar Dewantara dihubungkan dengan konsep budaya dan lingkungan positif di sekolah yang berpihak pada

murid.

Melakukan evaluasi dan refleksi tentang praktik disiplin dalam pendidikan

Indonesia secara umum untuk mendapatkan pemahaman baru mengenai konsep disiplin positif untuk menciptakan murid dengan profil pelajar Pancasila.

Memahami peran sebagai guru untuk membangun budaya positif menerapkan konsep disiplin positif dalam berinteraksi dengan murid.

dengan

Capaian Khusus Modul 1.4 ●

Mendemonstrasikan pemahaman CGP mengenai konsep Budaya Positif yang di dalamnya terdapat konsep perubahan paradigma stimulus respons dan teori kontrol, 3 teori motivasi

perilaku

manusia,

motivasi

internal

dan eksternal,

keyakinan

kelas,

hukuman

dan

penghargaan, 5 kebutuhan dasar Manusia, 5 posisi kontrol guru dan segitiga restitusi.

Menerapkan strategi disiplin positif yang memerdekaan murid untuk menciptakan ekosistem sekolah aman dan berpihak pada anak.

Menyusun langkah-langkah dan strategi aksi nyata yang efektif dalam mewujudkan kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan sekolah agar tercipta budaya positif yang dapat mengembangkan karakter murid.

Bersikap reflektif dan kritis terhadap budaya di sekolah dan senantiasa mengembangkannya sesuai kebutuhan sosial dan emosional murid.

Budaya Positif atau Ekosistem Positif “…kita ambil contoh perbandingannya dengan hidup tumbuh-tumbuhan seorang petani (dalam hakikatnya sama kewajibannya dengan seorang pendidik) yang menanam padi misalnya, hanya dapat menuntun tumbuhnya padi, ia dapat memperbaiki kondisi tanah, memelihara tanaman padi, memberi pupuk dan air, membasmi ulat-ulat atau jamur-jamur yang mengganggu hidup tanaman padi dan lain sebagainya.” (Ki Hadjar Dewantara, Lampiran 1. Dasar-Dasar Pendidikan. Keluarga, Th. I No.1,2,3,4., Nov, Des 1936., Jan, Febr. 1937

Eksplorasi Konsep 1.Perubahan

Paradigma-Stimulus Respon lawan Teori Kontrol 2.Arti ‘Disiplin’ dan 3 Motivasi Perilaku Manusia 3.Keyakinan Kelas, Hukuman dan Penghargaan 4.Kebutuhan Dasar Manusia 5.Posisi Kontrol 6.Segitiga Restitusi

Perubahan Paradigma Kegiatan Kepalan Tangan Ada A dan B (Anda dan teman Anda). Sobeklah secarik kertas kecil, tuliskan benda atau sesuatu yang sangat berharga untuk Anda. Letakkan di salah satu tangan Anda dan genggam benda/sesuatu tersebut dengan segala daya. Buatlah sebuah kepalan. Teman Anda (B) akan mencoba dengan sekuat tenaga, dengan berbagai cara untuk meminta Anda memberikan benda tersebut. Apa yang terjadi?

Perubahan Paradigma Teori Kontrol (Ilusi Kontrol)

● Ilusi guru mengontrol murid. ● Ilusi bahwa kritik dan membuat

orang merasa bersalah dapat menguatkan karakter. ● Ilusi bahwa semua penguatan positif efektif dan bermanfaat ● Ilusi bahwa orang dewasa memiliki hak untuk memaksa.

Perubahan Paradigma-Stimulus Respon

Teori Kontrol

Bisakah kita mengontrol seseorang? Stimulus Respon

Teori Kontrol

Kita mencoba mengubah orang agar berpandangan sama dengan kita.

Kita berusaha memahami pandangan orang lain tentang dunia.

Perilaku buruk dilihat sebagai suatu kesalahan

Semua perilaku memiliki tujuan.

Orang lain bisa mengontrol saya.

Hanya Anda yang bisa mengontrol diri Anda.

Saya bisa mengontrol orang lain.

Anda tidak bisa mengontrol orang lain.

Pemaksaan ada pada saat bujukan gagal.

Kolaborasi dan konsensus menciptakan pilihan-pilihan baru.

Model Berpikir Menang/Kalah

Model Berpikir Menang-menang.

Apakah makna ‘Disiplin’? • Berasal dari bahasa Latin, ‘disciplina’, yang artinya belajar. • Makna asal dari kata ini berkonotasi dengan disiplin diri dari

murid-murid Socrates dan Plato. • Disiplin diri membuat orang menggali potensinya menuju sebuah tujuan, apa yang dia hargai. • Namun dalam budaya kita, makna kata disiplin telah berubah menjadi sesuatu yang dilakukan seseorang pada orang lain untuk mendapatkan kepatuhan. Kecenderungan umum adalah menghubungkan kata disiplin dengan ketidaknyamanan, bukan dengan apa yang kita hargai, atau pencapaian suatu tujuan mulia. Hak Cipta @ 2005 Yayasan Pendidikan Luhur DIIZINKAN UNTUK DIPERBANYAK OLEH PELATIH BERSERTIFIKAT

Teori Motivasi Perilaku Manusia 1. Untuk

menghindari ketidaknyamanan/hukuman

“Apa yang akan terjadi apabila saya tidak

Motivasi Eksternal

melakukannya?”

2. Untuk mendapatkan imbalan dari orang lain/institusi “Apa yang akan saya dapatkan apabila saya melakukannya?”

3.

Untuk menghargai diri sendiri, menjadi insan sesuai harapan kita.

“Saya akan menjadi orang yang seperti apa bila saya melakukannya?”

Motivasi Eksternal

Motivasi Internal Tujuan Disiplin Positif

“Merdeka”

menurut

Ki

Hajar

Dewantara

“…merdeka itu artinya; tidak hanya terlepas dari perintah; akan tetapi juga cakap buat memerintah diri sendiri.” (Ki Hajar Dewantara, pemikiran, Konsepsi, Keteladanan, Sikap Merdeka, Cetakan Kelima, 2013, Halaman 469)

Budaya Positif Lingkungan Positif Keyakinan Kelas

Peraturan Kelas

Keyakinan Kelas, Hukuman, dan Penghargaan Mengapa tidak peraturan saja, mengapa harus Keyakinan Kelas?

● ● ●

Mengapa kita memiliki peraturan harus menggunakan helm bila mengendarai kendaraan roda dua? Mengapa kita memiliki peraturan 3M, menggunakan masker, mencuci tangan dan menjaga jarak 1.5 meter? Mengapa kita memiliki peraturan harus datang tepat waktu pada saat mengikuti pelatihan?

Untuk mendukung motivasi intrinsik, kembali ke nilai-nilai/keyakinan-keyakinan lebih menggerakkan seseorang dibandingkan mengikuti serangkaian peraturan-peraturan.

Kegiatan Pendalaman Keyakinan Kelas – Tabel T & Y HORMAT

Tampak Seperti

Terdengar

HORMAT Kami meyakini bahwa sangat penting untuk menghormati semua orang dan barang milik orang lain

Terlihat

DITERIMA DAN DIMILIKI Kami meyakini bahwa sangat penting untuk merasa diterima pada suatu kelompok dan saling peduli satu dengan yang lain.

Tidak Tampak Seperti

Berperilaku Tampak Seperti

BEKERJA Kami meyakini bahwa sangat penting untuk mengerjakan segala pekerjaan atau mengikuti kegiatan yang telah ditugaskan.

Hormat

BekerjaTidak Tampak Seperti

BEKERJA Tampak Diterima Seperti Terdengar

Terlihat

Berperilaku

dan dimiliki Tidak Tampak Seperti

Peraturan Selalu kembalikan buku ke tempatnya Dilarang Mengganggu Orang Lain

Hadir di sekolah 15 menit sebelum pembelajaran dimulai Dilarang Melakukan Kekerasan Dilarang Menggunakan Narkoba Bergantian atau menunggu giliran Gunakan masker Jangan berlari di kelas atau koridor

Keyakinan kelas/nilai kebajikan yang dituju

Peraturan Selalu kembalikan buku ke tempatnya Dilarang Mengganggu Orang Lain

Hadir di sekolah 15 menit sebelum pembelajaran dimulai Dilarang Melakukan Kekerasan Dilarang Menggunakan Narkoba

Keyakinan kelas/nilai kebajikan yang dituju Tanggung jawab

Menghormati Orang Lain dan Diri Sendiri Menghormati Orang Lain, Komitmen pada Tujuan (Berkomitmen) Keselamatan, Menghormati Orang Lain. Kesehatan

Bergantian atau menunggu giliran

Menghormati orang lain, Kesabaran

Gunakan masker

Kesehatan, Keselamatan

Jangan berlari di kelas atau koridor

Keselamatan, Keamanan

DIHUKUM OLEH PENGHARGAAN Pengaruh Jangka Pendek dan Jangka Panjang Penghargaan menghukum Penghargaan mengurangi ketepatan Penghargaan tidak efektif Penghargaan merusak hubungan

TINDAKAN GURU Mencatat 100 kali di dalam buku kalimat, “Saya tidak akan terlambat lagi”, karena terlambat ke sekolah. Lari mengelilingi lapangan basket 2 kali karena terlambat hadir di sekolah. Murid diminta untuk ‘push up’ 15 kali karena tidak menggunakan masker ke sekola Menggantikan kertas tugas teman yang telah dicoret-coret.

Membersihkan tumpahan air di meja tulis karena tersenggol pada saat belajar. Meminta murid tidak mengenakan sepatu seharian di sekolah karena tidak mengenakan sepatu hitam. Lari mengelilingi lapangan basket 2 kali karena terlambat 10 menit untuk pelajaran PJOK.

HUKUMAN ATAU SANKSI/KONSEKUENSI

TINDAKAN GURU Mencatat 100 kali di dalam buku kalimat, “Saya tidak akan terlambat lagi”, karena terlambat ke sekolah.

HUKUMAN ATAU SANKSI/KONSEKUENSI

Hukuman

Lari mengelilingi lapangan basket 2 kali karena terlambat hadir di sekolah.

Hukuman

Murid diminta untuk ‘push up’ 15 kali karena tidak menggunakan masker ke sekolah.

Hukuman

Menggantikan kertas tugas teman yang telah dicoret-coret. Membersihkan tumpahan air di meja tulis karena tersenggol pada saat belajar. Murid disuruh untuk mengenakan sepatu seharian di sekolah, karena tidak mengenakan sepatu hitam. Lari mengelilingi lapangan basket 2 kali karena terlambat 10 menit untuk pelajaran PJOK.

Sanksi/Konsekuensi Sanksi/Konsekuensi

Hukuman Sanksi/Konsekuensi

Perbedaan Hukuman dan Sanksi/Konsekuensi Hukuman

Sanksi/Konsekuensi

Sesuatu yang menyakitkan harus terjadi

Sesuatu harus terjadi

Membuat anak sakit (fisik maupun hati) untuk jangka waktu lama

Membuat anak merasa tidak nyaman dalam jangka waktu pendek

Anak membenci kedisiplinan

Anak menghargai disiplin

Paksaan

Stimulus-tanggapan

Mendorong anak menyakiti diri sendiri

Mendorong anak agar mudah menyesuaikan diri

Konsep diri yang buruk

Konsep diri yang baik

Anak belajar untuk menyembunyikan kesalahan

Anak belajar untuk mematuhi peraturan

Marah, rasa bersalah, dipermalukan, merasa tak dihargai

Kehilangan hak, dibuat tidak nyaman, diasingkan untuk sementara (time out)

Disadur dari Restitution, Diane Gossen, The Five Positions of Control, Yayasan Pendidikan Luhur, 2005

5 POSISI KONTROL MOTIVASI:

IDENTITAS GAGAL (Kontrol dari Luar)

IDENTITAS BERHASIL/SUKSES (Kontrol dari Luar)

IDENTITAS BERHASIL/SUKSES (Kontrol Diri)

Menghindari Hukuman

Mengharapkan Imbalan atau Ketergantungan pada Orang Lain

Menghargai Diri Sendiri

PENGHUKUM

PEMBUAT ORANG MERASA BERSALAH

TEMAN

PEMANTAU

MANAJER

Guru Berbuat:

Menghardik Menunjuk-nunjuk Menyakiti Menyindir

Berceramah dan mengatakan, “Seharusnya…” “Ibu kecewa…”

Membuatkan alasan-alasan untuk muridnya.

Menghitung dan mengukur

Mengajukan pertanyaan-pertanyaan

Guru Berkata:

“Kalau kamu tidak melakukannya, awas ya! Rasakan!”

“Apa peraturannya?”

“Apa yang kita yakini? Apa yang bisa kau kerjakan untuk memperbaiki masalah ini?”

Hasil:

Memberontak Menyalahkan orang lain Berbohong

Menguatkan pribadi

Kaitan dengan Murid meletakkan guru di luar Dunia Berkualitas Dunia Berkualitas

Murid Berkata: “Ah, biarkan saja. Nanti juga marah-marah lagi.”

Dampak pada Murid:

Mengulangi kesalahan

“Kamu seharusnya kamu “Ayolah, lakukan demi Ibu…” sudah tahu. Ibu lelah “Masa kamu tidak mau, ingat sekali mengatakannya. tidak Ibu pernah bantu…” Ibu stress…” Menyembunyikan Menyangkal Berbohong

Ketergantungan

Menyesuaikan diri, bila diawasi

Murid meletakkan guru di dalam Dunia Berkualitas

Murid meletakkan guru di sebagai orang yang sangat penting di Dunia Berkualitas

Murid meletakkan guru peraturan dan hukum di dunia Berkualitas

“Maafkan saya.”

“Saya pikir Bapak/Ibu teman saya. Ternyata begitu.”

“Berapa banyak bintang yang saya harus peroleh?” “Berapa halaman yang harus saya tulis?”

“Bagaimana caranya saya bisa memperbaiki keadaan?”

Merasa rendah diri

Lemah, tidak mandiri, tergantung

Menitikberatkan pada sanksi atau hadiah untuk dirinya.

Mengevaluasi diri, bagaimana cara memperbaiki diri?

Murid meletakkan dirinya sebagai individu yang positif dalam Dunia Berkualitas

Bergerak antara

Peraturan

Nilai-nilai

Pemantau

Manajer

Konsekuensi/Hadiah

Memperbaikinya

Kalau kamu tidak…… Saya akan _______________

Apa yang kamu yakini? Bagaimana memperbaiki masalah ini? _______________

(Diberi hukuman untuk membuat tidak nyaman)

(Memperbaikinya. Kiat berdua mendapatkan apa yang kita butuhkan )

Nada Suara Apa yang tersampaikan dari sebuah pesan?

❖Kata-kata ❖Nada Suara ❖Non verbal/bahasa tubuh

Hak Cipta @ 2007 Yayasan Pendidikan Luhur DIIZINKAN UNTUK DIPERBANYAK OLEH PELATIH BERSERTIFIKAT

10% 35% 55%

Apa yang kamu mau?

Hak Cipta @ 2007 Yayasan Pendidikan Luhur DIIZINKAN UNTUK DIPERBANYAK OLEH PELATIH BERSERTIFIKAT

Kegiatan Nada Suara Simulasi: Mempraktikkan nada suara kelima posisi kontrol, yaitu: ❖Penghukum ❖Pembuat Orang Lain Merasa Bersalah ❖Teman ❖Pemantau/Manajer

Hak Cipta @ 2007 Yayasan Pendidikan Luhur DIIZINKAN UNTUK DIPERBANYAK OLEH PELATIH BERSERTIFIKAT

Apa yang sedang kamu kerjakan?

Kapan saya bisa harapkan ini selesai?

Di mana Anda sewaktu kami mengadakan lokakarya pada hari Selasa lalu?

Berapa banyak uang yang kau gunakan untuk kegiatan itu?

Apa itu ‘Restitusi’? Restitusi adalah proses menciptakan kondisi bagi murid untuk memperbaiki kesalahan mereka, sehingga mereka bisa kembali pada kelompok mereka, dengan karakter yang lebih kuat (Gossen; 2004)

9 Ciri-ciri Restitusi 1. Bukan untuk menebus kesalahan, namun untuk belajar dari kesalahan. 2. Memperbaiki hubungan. 3. Tawaran, bukan paksaan. 4. Restitusi menuntun untuk melihat ke dalam diri. 5. Restitusi mencari kebutuhan dasar yang mendasari tindakan. 6. Restitusi diri adalah cara yang paling baik. 7. Restitusi fokus pada karakter bukan tindakan. 8. Restitusi fokus pada solusi. 9. Restitusi mengembalikan murid yang berbuat salah pada kelompoknya.

Segitiga Restitusi

Untuk membuat anak yang merasa gagal karena berbuat salah menjadi positif terhadap dirinya

Menstabilkan Identitas

Guru Berkata: Berbuat salah itu hal yang manusiawi Tidak ada manusia yang sempurna Bapak/Ibu juga buat salah Kita pasti bisa menyelesaikan permasalahan ini Bapak/Ibu tidak tertarik untuk mencari tahu siapa yang benar, siapa yang salah, Bapak/Ibu lebih tertarik untuk menyelesaikan masalah. Kalau kamu menyalahkan dirimu sendiri terus menerus, apakah kamu bersikap baik pada dirimu sendiri?

Membantu siswa mengenali basic need/kebutuhan yang ingin dipenuhinya ketika melakukan kesalahan itu. Pada dasarnya setiap tindakan manusia tujuannya adalah memenuhi basic needs, apakah itu power, freedom, love and belonging, fun atau survival….

Validasi Tindakan Yang Salah

Guru Berkata: • Kamu bisa saja kan melakukan hal yang lebih buruk, tapi kamu tidak melakukannya

• • • • •

kan? Kamu pasti punya alasan mengapa melakukannya Apa yang penting bagi kamu? Kamu boleh tetap berusaha menjaga sikap itu, tapi tambahkan sikap yang lain, yang baru, Maukah kamu belajar cara lain untuk mendapat yang kamu butuhkan tanpa harus memukul? Apakah kamu bisa melakukan dengan lebih baik besok lagi?

Kebutuhan Dasar Manusia

CINTA KASIH/ RASA MEMILIKI DAN DIMILIKI

PENGUASAAN

BERTAHAN HIDUP KESENANGAN

KEBEBASAN

Anak melihat kesalahannya dihubungkan dengan norma sosial dan nilai-nilai yang mendasari manusia berinteraksi dengan orang lain.

Menanyakan Keyakinan

Guru Berkata Apa nilai yang kita percaya di kelas/sekolah kita? Nilai-nilai universal apa yang telah kita sepakati? Kelas yang ideal itu seperti apa sih? Kamu ingin jadi anak seperti apa?,.. Apa yang kamu rasakan? Ketika kamu melakukan itu, kamu menjadi orang yang seperti apa?

Intervensi 30 detik Intervensi ini bisa membantu murid kembali ke tujuan semula, dengan cukup singkat dan dengan cara non-konfrontatif.

● ● ● ● ● ● ● ● ● ● ● ● ● ●

Apakah kamu ingin berbuat lebih baik? Apakah saat ini kamu sedang menjadi orang yang sedang kamu inginkan? Apakah kamu bisa mengubah kegiatan/perilaku kamu saat ini menjadi sikap yang lebih membantu? Apakah wajar membuat kesalahan? Bisakah kita memperbaikinya? Apa yang kamu lakukan saat ini sesuai (ok)? Kapan kamu siap untuk mulai? kesepakatannya apa? Sepertinya kamu punya masalah, saya bisa bantu apa? Saat ini kamu seharusnya berbuat apa? Apa yang bisa saya bantu agar kamu bisa melakukannya? Apakah saya bisa bantu kamu agar dapat segera mulai? Apakah tugas kamu saat ini? Bagaimana kamu ingin diperlakukan pada kegiatan ini? Bisakah kamu melakukannya? Apa yang kamu inginkan, kesepakatannya apa?

Tanya Jawab

Refleksi 1.Hal baru apa yg mengubah paradigma saya, yang saya dapatkan? 2.Perasaan apa yang muncul selama mengikuti sesi ini khususnya mengenai makna disiplin dan motivasi intrinsik? 3.Peran among seperti apakah yang saya telah lakukan selama modul ini? 4.Saya akan menjadi among yang seperti apakah setelah mengikuti modul ini? https://padlet.com/lukman6/modul14_3

Terima Kasih