Kenakalan Remaja Bocell

Kenakalan Remaja Bocell
  • Kenakalan Remaja Bocell

  • Views 31

  • Downloads 0

  • File size 123KB
  • Author/Uploader: ardhana mahardika

Kenakalan Remaja

A. Pengertian Kenakalan Remaja Kenakalan remaja adalah perilaku-perilaku yang dilakukan remaja di luar dengan tujuan untuk bersenang-senang bersama teman-temannya. Kenakalan remaja meliputi semua perilaku yang menyimpang dari norma-norma hukum pidana yang dilakukan oleh remaja. Perilaku tersebut akan merugikan dirinya sendiri dan orang-orang di sekitarnya. Beberapa kenakalan yang sering dilakukan remaja di Indonesia : 

Bolos Sekolah

Suka Terlambat

berbohong kepada ortu

berkelahi dengan teman

tidak menurut dengan guru

Nonton majalah atau video porno

Main game berlebihan

Judi kecil-kecilan

B. Faktor Penyebab Kenakalan Remaja 1.

Kurangnya Kasih Sayang Orang Tua.

2.

Pergaulan Dengan Teman Yang Tidak Sebaya.

3.

Peran Dari Perkembangan Iptek Yang Berdampak Negatif

4.

Tidak Adanya Bimbingan Kepribadian Dari Sekolah.

5.

Dasar-Dasar Agama Yang Kurang

6.

Tidak Adanya Media Penyalur Bakat Dan Hobinya

7.

Kebebasan Yang Berlebihan

8.

Masalah Yang Dipendam

C. Dampat Negatif Kenakalan Remaja Dampak negatif kenakalan remaja adalah mereka menjadi, bodoh karena mereka tidak mau belajar, tidak pernah belajar dan tidak mau memikirkan pelajaran, tidak dapat mengatur waktu dengan baik. Remaja tidak pernah mempergunakan waktunya dengan baik. Karena waktunya habis terbuang untuk bermain-main dan bersenang-senang tidak pernah memikirkan pelajaran sekolah. Dan juga dapat merusak masa depan dan citra positif dan tidak pernah melakukan ibadah akibatnya remaja menjadi nakal dan melakukan perbuatan yang tidak baik. Masa depan mereka menjadi suram dan tidak jelas arah tujuan hidupnya.

D. Tips untuk mengatasi dan mencegah kenakalan remaja – Perlunya kasih sayang dan perhatian dari orang tua dalam hal apapun. – Adanya pengawasan dari orang tua yang tidak mengekang. contohnya: kita boleh saja membiarkan dia melakukan apa saja yang masih sewajarnya, dan apabila menurut pengawasan kita dia telah melewati batas yang sewajarnya, kita sebagai orangtua perlu memberitahu dia dampak dan akibat yang harus ditanggungnya bila dia terus melakukan hal yang sudah melewati batas tersebut. – Membiarkan mereka bergaul dengan teman yang sebaya, yang hanya beda umur 2 atau 3 tahun baik lebih tua darinya. Karena apabila kita membiarkan dia bergaul dengan teman main yang sangat tidak sebaya dengannya, yang gaya hidupnya sudah pasti berbeda, maka dia pun bisa terbawa gaya hidup yang mungkin seharusnya belum perlu dia jalani. – Pengawasan yang perlu dan intensif terhadap media komunikasi seperti tv, internet, radio, handphone, dll. – Perlunya bimbingan kepribadian di sekolah, karena disanalah tempat anak lebih banyak menghabiskan waktunya selain di rumah. – Perlunya pembelajaran agama yang dilakukan sejak dini, seperti beribadah dan mengunjungi tempat ibadah sesuai dengan iman kepercayaannya. – Perlunya mendukung hobi yang diinginkan selama itu masih positif untuk anak tersebut.. Jangan pernah kita mencegah hobinya maupun kesempatan dia mengembangkan bakat yang dia

sukai selama bersifat Positif. Karena dengan melarangnya dapat menggangu kepribadian dan kepercayaan dirinya. E.Pandangan Gereja Katolik terhadap Kenakalan Remaja Masa remaja adalah masa di mana seorang individu mampu menunjukkan bakat dan potensi secara gemilang. Namun di situ juga remaja masih ,belum dapat mengarahkan hidupnya secara matang. Mereka masih dengan mudahnya terbawa arus kehidupan yang mereka jalani. Hal ini ditunjukkan dengan banyaknya terjadi kenakalan remaja. Sebagai umat Katolik ,kita tahu bahwa hal itu akan merusak citra remaja sendiri dalam perkembangan Gereja. Remaja adalah masa depan Gereja. Untuk menanggapi hal tersebut, Gereja membentuk dan menetapkan organisasi kaum muda sebagai wadah penyaluran dan pengembangan bakat kaum muda. Hal ini ditujukan agar remaja Katolik saat ini tidak terjerumus hal-hal negatifdalam hidupnya . Contoh-contoh organisasi kaum muda /remaja Katolik sebagai berikut: -OMK (organisasi Muda Katolik) -Mudika (muda-mudi katolik) -KKMK (Kelompok Karyawan Muda Katolik) -PIR (Pendamping Iman Remaja) Dengan ikut berpartisipasi kegiatan-kegiatan tersebut,Gereja mengharapkan kaum muda saat ini lebih terkontrol dalam menjalani kehidupan,dan mampu mempersiapkan diri sebagai masa depan Gereja. Alkitab mengajarkan bahwa sebagai remaja Kristen, tubuh kita adalah bait Allah yang hidup. Paulus amat memperhatikan perbuatan dan tingkah laku orang Kristen. Ia berkata kepada orang-orang Kristen di Korintus demikian: “Tidak tahukah kamu bahwa kamu adalah bait Allah dan bahwa Roh Allah diam di dalam kamu?” (1Kor. 3:16). Kemudian ia berkata lebih lanjut: ”Tidak tahukah kamu bahwa tubuhmu adalah bait Roh Kudus yang diam di dalam kamu. . . ?” (1Kor. 6:19). Paulus menulis kepada umat Tuhan di Korintus dengan memakai gaya bahasa retoris “tidak tahukah kamu” yang mempunyai pengertian bahwa mereka sesungguhnya sudah harus tahu bahwa sebagai orang-orang percaya, tubuh mereka adalah bait Allah yang hidup di mana Roh Kudus diam di dalam mereka. Bagi remaja dunia, tubuh adalah alat untuk melampiaskan nafsu tetapi bagi remaja Kristen, tubuh ialah bait Allah yang kudus sehingga remaja Kristen sepatutnya hidup dalam kekudusan. Ketika kita percaya Tuhan Yesus sebagai Juruselamat, kita dimeteraikan oleh Roh Kudus. Karena itu kalau kita tetap hidup menuruti hawa nafsu berarti kita mendukakan Roh Kudus. Kita dipanggil untuk

meninggalkan semua kebiasaan yang dapat memperhamba kita tetap hidup dalam dosa supaya kita dapat hidup dalam kekudusan. Apakah ada dosa-dosa yang membelenggu kita seperti pesta-pora, mabuk, judi, narkoba? Kita perlu memohon kepada Tuhan agar kuasa Roh Kudus memampukan kita untuk lepas dari perbuatanperbuatan dosa yang memperhamba kita. Menurut remaja dunia, pesta-pora, mabuk, judi dan narkoba adalah hal yang normal. Tetapi menurut Alkitab semua itu memperbudak kehidupan kita sehingga kita hidup dalam belenggu dosa. Gereja sebagai organisasi keagamaan harus juga berperan aktif dalam pembinaan terhadap remaja, karena remaja dan pemuda/i merupakan tulang punggung gereja, mereka adalah masa depan gereja, jika mereka tidak hidup berdasarkan dasar-dasar ajaran agama itu sendiri, bagaimana gereja akan bertumbuh? dan disini peran jemaat sangat bisa mendukung remaja untuk bisa bertumbuh dalam iman dan kepercayaannya kepada Tuhan, gereja harus lebih bisa memperhatikan dan mengontrol kegiatan pemuda/I gereja,dan membawa mereka untuk lebih dekat kepada Tuhan. Seperti yang tahu bahwa masa remaja adalah masa emas, dimana mereka akan menonjolkon segala potensi yang ada pada mereka, namun jika kita tidak peka dengan hal itu,dan membiarkan mereka begitu saja pasti mereka akan melampiaskan segala aktivitas mereka kearah yang tidak baik. Dalam hal ini orang tua, sekolah, dan gereja harus bisa bekerja sama dalam hal, pengembangan bakat dan minta remaja, kita bisa membuat event-event yang mereka senangi sehingga mereka akan merasa kalau kita mempedulikan mereka dan dengan begitu mereka akan meresponi hal itu dengan baik, karena salah satu faktor penyebab kenakalan remaja adalah tidak adanya wadah untuk menyalurkan bakat mereka. Banyak kegiatan yang bisa kita lakukan, contohnya membuat pertandingan bola, bible champ, parade musik, melukis, dan masih banyak lagi kegiatan yang bisa kita buat agar mereka dapat meyalurkan bakat mereka, dan dalam kegiatan-kegiatan yang lakukan itu kita bisa langsung mengkampanyekan tentang bahaya narkoba, miras,merokok,AIDS, dan pergaulan bebas.

F.

KESIMPULAN

Remaja adalah masa transisi/ peralihan dari masa kanak-kanak menuju dewasa yang ditandai dengan adanya perubahan aspek fisik dan psikis. Masa remaja, dianggap sebagai masa labil, karena telah memiliki keinginan bebas untuk menentukan nasib diri sendiri. Disinilah peran penting keluarga dalam membimbing & mengarahkan remaja menuju masa depan yang cerah.dan menurut penulis hal utama yang perlu diperhatikan adalah polah asuh yang baik sejak dini sehingga ketika anak memasuki masa remaja mereka tidak salah jalan, dan untuk menanggulangi masalah ini, banyak hal perlu diperhatikan. Penyebab atau faktorfaktor yang mempengaruhi kenakalan itu yang perlu diperhatikan dan jika belum

sesuai dengan apa yang salama ini dilakukan, inilah saatnya untuk merubah semua itu, tidak ada kata terlambat untuk suatu hal yang akan mendatangkan kebaikan. Gereja juga sangat bertanggung jawab terhadap perkembangan iman remaja. Karena remaja merupakan tulang punggung Gereja. Jadi Gereja harus turut berperan aktif dalam pembinan terhadap remaja.

Sumber-sumber: http://www.canboyz.co.cc http://psikonseling.blogspot.com/ http://subandowo.blogspot.com/2008/08/kenakalan-remaja.html Oleh: Antonius Sigit Sulistya / 7A Nicolaus Yudi Ardhana/7A