Kelompok 13 (Sap KB Iud)

Kelompok 13 (Sap KB Iud)
  • Kelompok 13 (Sap KB Iud)

  • Views 17

  • Downloads 0

  • File size 225KB
  • Author/Uploader: Ainun Azizaa

SATUAN ACARA PENYULUHAN KB IUD

Dibimbing Oleh : Heny Ekawati, S.Kep., Ns. M.Kes Disusun Oleh: Kelompok 13 1. Ainun Ajizah (2102032085) 2. Aji Taufik Febrianto (2102032104) 3. Ani Ainun Nashirotus S. (2102032021) 4. Dinda Wahyu Nurhikmah (2102032023) 5. Dwi Putri Rahayu (2102031993) 6. Era Marantika (2102032088)

PROGRAM STUDI PROFESI NERS FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH LAMONGAN 2021

SATUAN ACARA PENYULUHAN KB IUD

Pokok Bahasan

: Keluarga Berencana (KB)

Sub Bahasan

: KB IUD

Penyuluh

: Kelompok 13

Tempat

: Whatsapp Group

Sasaran

: Ibu-ibu KB

Waktu

: 09.00-09.30 WIB

A. Tujuan Umum Setelah diberikan penyuluhan, Ibu diharapan dapat mengetahui macam-macam metode kontrasepsi yang dapat digunakan pasangan usia subur. B. Tujuan Khusus Setelah diberikan penyuluhan diharapkan: 1. Ibu mengetahui pengertian KB IUD 2. Ibu mengetahui penggunaan KB IUD 3. Ibu mengetahui keuntungan dan kerugian menggunakan KB IUD 4. Ibu mengetahu indikasi dan konraindikasi KB IUD 5. Ibu mengetahui efek samping dari KB IUD C. Materi Terlampir D. Metode 1. Ceramah 2. Tanya Jawab E. Media 1. Whatsapp Group

2. Poster F. Pengorganisasian 1. Moderator, uraian tugas: – Memulai dan menutup acara – Memperkenalkan diri – Mengatur proses bertanya dan lamanya diskusi penyuluhan – Menetapkan tata tertib acara penyuluhan – Menjaga kelancaran acara – Memimpin diskusi 2. Penyaji, uraian tugas: – Menjelaskan materi penyuluhan dengan jelas dan dengan bahasa yang mudah dipahami oleh peserta – Bersama fasilitator menjalin kerjasama dalam acara penyuluhan 3. Fasilitator, uraian tugas: – Memotivasi peserta untuk tetap aktif dan memperhatikan proses penyuluhan. – Memotivasi peserta untuk bertanya – Membagikan leaflet 4. Observer, uraian tugas: – Mempersiapkan alat tulis dan lembar kosong untuk mencatat bagian kejadian yang penting dalam pelaksanaan penyuluhan – Mengamati jalannya kegiatan – Mengevaluasi kegiatan 5. Dokumentasi, uraian tugas: Melakukan dokumentasi jalannya kegiatan. G. Pelaksanaan Kegiatan No 1.

Kegiatan Penyuluh Pembukaan: –

2.

Kegiatan Audien

Mengucapkan salam. Memperkenalkan diri. Menyampaikan tujuan pokok bahasan. Menyampaikan pokok pembahasan. Kontrak waktu.

5 menit –

Menjawab salam. Mendengarkan dan memperhatikan. Bertanya mengenai tujuan pokok bahasan. Mendengarkan dan memperhatikan. Menyetujui kontrak waktu.

Pelaksanaan: a. Penyampaian materi – Ibu mengetahui pengertian KB IUD – Ibu mengetahui penggunaan

Waktu

20 menit a. Mendengarkan dan memperhatikan penjelasan. b. Bertanya mengenai hal-hal yang belum jelas dan belum

KB IUD – Ibu mengetahui keuntungan

dimengerti. c. Mendengarkan.

dan kerugian menggunakan KB IUD – Ibu dapat mengetahui indikasi dan kontraindikasi KB IUD – Ibu mengetahui efek samping dari KB IUD b.

3.

Memberi kesempatan untuk bertanya. c. Menjawab pertanyaan peserta. Penutup: –

5 menit

Menutup pertemuan dengan

Mendengarkan

menyimpulkan materi yang

Menjawab salam

telah dibahas –

Memberikan salam penutup

H. Evaluasi 1. Ibu dapat menjelaskan pengertian KB IUD 2. Ibu dapat menyebutkan penggunaan KB IUD 3. Ibu dapat menyebutkan keuntungan dan kerugian menggunakan KB IUD 4. Ibu dapat menyebutkan indikasi dan kontraindikasi KB IUD 5. Ibu dapat menjelaskan efek samping dari KB IUD

Lampiran

MATERI KB IUD

A. Pengertian KB Keluarga berencana adalah salah satu usaha untuk mencapai kesejahteraan dengan jalan memberikan nasehat perkawinan, pengobatan kemandulan dan penjarangan kehamilan, atau salah satu usaha untuk membantu keluarga termasuk individu merencanakan kehidupan berkeluarga dengan baik sehingga dapat mencapai keluargaberkualitas. B. Manfaat KB –

Perbaikan kesehatan badan ibu

Adanya waktu yang cukup untuk mengasuh anak-anaak, beristirahat, dan menikmati waktu luang serta melakukan kegiatan-kegiatanlain

Perkembangan fisik, mental dan sosial anak lebih sempurna

Perencanan kesempatan pendidikan yang lebih baik

C. Jenis KB –

Kontrasepsi Sederhana: Kondom, Coitus Interuptus, KB Alami, Diafragma, Spermicida

Kontrasepsi Hormonal: Pil, Suntik, Implan, AKDR (Alat Kontrasepsi Dalam Rahim)/ IUD

D. Pengertian KB IUD

Kontrasepsi Dalam Rahim (AKDR) / IUD AKDR adalah alat kontrasepsi yang dimasukkan kedalam rahim yang bentuknya bermacam-macam, terdiri dari plastik (polyethyline), ada yang dililit tembaga (Cu), dililit tembaga bercampur perak (Ag) dan ada pula yang batangnya hanya berisi hormon progesteron. Cara kerjanya, meninggikan getaran saluran telur sehingga pada waktu blastokista sampai ke rahim endometrium

belum siap menerima nidasi, menimbulkan reaksi mikro infeksi sehingga terjadi penumpukan sel darah putih yang melarutkan blastokista, dan lilitan logam menyebabkan reaksi anti fertilitas. Efektifitasnya tinggi, angka kegagalannya 1%. E. Penggunaan KB IUD  Setiap waktu selama siklus haid, di pastikan ibu tidak hamil  Sesudah melahirkan dalam waktu 48 jam pertama pascapersalinan, 6-8 mgg atau sesudah melahirkan  Segera setelah haid, pasca keguguran spontan atau keguguran buatan dengan syarat tidak terbukti adanya suatu infeksi F. Keuntungan & Kerugian KB IUD Keuntungan:  Protektif dengan perlindungan jangka panjang (1 tahun)  Tidak mengganggu hubungan suami istri  Tidak berpengaruh terhadap ASI  Kesuburan segera kembali setelah AKDR di angkat Kerugian/ keterbatasan:  Di perlukan PD sebelum pemasangan AKDR  Di perlukan tenaga terlatih untuk pemasangan dan pencabutan AKDR  Penggunaan jangka panjang dapat terjadi amenorea  Mahal  Progestin dapat memicu pertumbuhan miom uterus. G. Indikasi & Kontraindikasi KB IUD Indikasi:  Telah memiliki anak, ataupun yang belum memiliki anak yang sudah maupun yang belum memiliki anak dapat menggunakanimplan, karena pengunaan implant cepat mengembalikan kesuburan seteleh pemakaian dihentikan  Menginginkan suatu metode kontrasepsi yang sangat efektif selama periode menyusui karena implan efektiftas cukup tinggi dan progestin tidak mengganggu kwantitas maupun kwalitas ASI  Mempunyai TD tinggi
 Tidak boleh menggunakan estrogen atau lebih senang tidak menggunakan estrogen  Menyusui dan membutuhkan kontrasepsi, impaln tidak mengganggu kualitas dan kwantitas ASI  Tidak menginginkan anak lagi tapi menolak sterilisasi, merupakan metode jangka panjang yang memnyerupai sterilisasi Kontraindikasi:  Hamil atau di duga hamil seorang wanita yang merasa dirinya hamil jangan menggunakan IUD karena mungkin akan membuat cacat bayi yang dikandung  Perdarahan pervaginam yang belum jelas penyebabnya karena pada perdarahan pervaginam yang belum diketahui penyebabnya, mungkin saja perdarahan itu dapat disebabkan karena adanya penyakit yang akan bertambah parah jika menggunakan IUD (Ca Serviks dll)  Kanker payudara atau riwayat kanker payudara karenapenggunaan IUD menyebabkan perkembangan jaringan stroma payudara  Tidak dapat menerima gangguan haid terutama amenorea, suntikan progestin menyebabkan amenorea atau tidak dating haid  Menderita vaginitis, salvingitis, endometritis, dengan memakai KB IUD dapat memperparah keadaan H. Efek Samping KB IUD Efek samping dari KB IUD adalah:  Amenorea Penanganan: pastikan pasien tersebut hamil atau tidak. Bila klien tidak hamik AKDR tidak perlu di cabut, cukup konseling saja. Jika tetap saja klien menganggap amenorea yang terjadi sebagai masalah, maka di rujuk. Jika terjadi kehamilan 13 mggdan benang AKDR terlihat, cabut AKDRanjurkan klien kembali jika terjadi perdarahan, cram, cairan berbau atau demam. Jangan cabut AKDR jika benang tidak kelihatan dan kehamilan > 13 mgg. Jika klien hamil dan ingin meneruskan kehamilannya tanpa mencabut AKDRnya jelaskan kepadanya tentang meningkatnya resiko keguguran, kehamilan preterm, infeksi, dan kehamilan harus di awasi ketat  Kram Penanganan: pikirkan kemungkinan terjadiinfeksi dan berikan pengobatab yang sesuai. Jika kram tidak parah dan tidak di temukan penyebabnya cukup di berikan analgetik saja. Jika penyebabnya tidak di temukan dan menderita kram berat cabut AKDR kemudian ganti AKDR baru atau cari metode yang lain.

 Perdarahan yang tidak teratur dan banyak Penanganan: sering di temukan pada 3-6 bulan pertama. Apabila klien menderita infeksi panggul/ KET rujuk bila perlu. Bilatidak di temukan kelainan patologik dan perdarahan masih terjadi dapat d beri obat: 3x800mg untuk 1 mgg, atau pil kombinasi 1 siklus saja. Bila perdarahan banyak beri 2 pil kombinasi untuk 3-7 hari, atau boleh juga di beri 1,25mg estrogen equin konyugasi selama 14-21 hari, bila perdarahan terus berlanjut sampai klien anemia, cabut AKDR bantu klien utk memilih metode lain.  Benang hilang Penanganan : periksa apakah klien hami. Bila klien tidak hamil dan AKDR masih di tempat, tidak ada tindakan yang perlu di lakukan, bila tidak yakin AKDR masih di dalam klien itdak hamil, maka klien di rujuk untuk di lakukan px rontagen/USG. Bila tidak di temukan pasang kembali AKDR sewaktu datang haid. Jika di temukan kehamilan dan benag AKDR tidak kelihatan lihat penanganan amenorea  Cairan vagina/ dugaan radang panggul Penanganan : bila penyebab kuman gonokokus atau klamidia, cabut AKDR dan berikan penanganana yang sesuai. Penykit radang ini cukup di obati dan AKDR tidak perlu di cabut. Apabila klien dengan penyakit radang panggul dan tidak ingin memakai AKDR lagi beri antibiotika selama 2 hari kemudian AKDR di cabut dan bantu klien utk memilih metode kontrasepsi lain.

DAFTAR PUSTAKA

Manuaba, 2010, Buku Acuan Pelayanan Maternal Neonatal dan Keluarga Berencana. Balai Saifuddin, AB, 2010, Buku Panduan Praktis Pelayanan Konmtrasepsi YBP. Sarwono Prawirohardjo, Jakarta. Hartanto H, 2014, Keluarga Berencana Dan Kontrasepsi, Pustaka Sinar Harapan, Jakarta Saifudin BA, dkk, 2006, Buku Panduan Praktis Pelayanan Kontrasepsi, Yayasan Bina Pustaka Sarwono prawirohardjo, Jakarta Setya Arum dkk, 2010, Panduan lengkap Pelayanan KB Terkini, Nuha Medika, Jogjakarta Pendit, Bram U, 2010, Ragam Metode Kontrasepsi, EGC, Jakarta