Kacang Merah THD PH

Kacang Merah THD PH
  • Kacang Merah THD PH

  • Views 61

  • Downloads 0

  • File size 3MB
  • Author/Uploader: Ghina Kholidaturizqi

Penelitian Pengaruh pH terhadap Pertumbuhan Kecambah Kacang Merah

Disusun Oleh : Fa’iza Hanif Ghina Kholidaturizqi Intan Martika Fatimah Irga Nugraha Mia Mauri lla

Rumusan Masalah 1) Adakah pengaruh pH terhadap pertumbuhan kacang merah? 2) Bagaimana perbedaan pertumbuhan yang terjadi pada tanaman kacang merah yang telah diberi pengaruh pH yang berbeda pula? 3) Mengapa perbedaan pertumbuhan tanaman kacang merah yang telah dipengaruhi pH dapat terjadi?

  Tujuan 1)Mengetahui pengaruh pH sebagai faktor eksternal dari pertumbuhan tanaman kacang merah. 2)Mengetahui perbedaan pertumbuhan tanaman kacang merah yang terjadi dikarenakan pengaruh pH yang diberikan. 3)Mengetahui sebab perbedaan yang diterjadi dari pengaruh pH yang diberikan.

Manfaat 1) Mengoptimalkan pertumbuhan kacang merah. 2) Mengetahui pH yang baik untuk pertumbuhan kacang merah.

Hipotesis  Ada perbedaan kecepatan pertumbuhan tanaman kacang

merah pada tanah yang disiram air perasan jeruk nipis, air sabun dan air biasa.  Tanaman akan tumbuh lebih cepat apabila pH air yang kita

siramkan tinggi, sedangkan tanaman akan semakin sulit tumbuh apabila pH air yang kita siramkan rendah.

Klasifikasi Kacang Merah (Vigna angularis) Nama umum Indonesia : Kacang merah Inggris : Azuki bean Klasifikasi Kingdom : Plantae (Tumbuhan) Subkingdom : Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh) Super Divisi : Spermatophyta (Menghasilkan biji) Divisi : Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga) Kelas : Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil) Sub Kelas : Rosidae Ordo : Fabales Famili : Fabaceae (suku polong-polongan) Genus : Vigna Spesies : Vigna angularis (Willd.) Ohwi & H.Ohashi  

pH Tanah Pada umumnya reaksi tanah menunjukkan sifat kemasaman atau alkalinitas tanah yang dinyatakan dengan nilai pH. Nilai pH menunjukkan banyaknya konsentrasi ion Hidrogen (H +) di dalam tanah. Makin tinggi kadar ion H + di dalam tanah, semakin asam tanah tersebut. Di dalam tanah selain H + dan ion‑ion lain ditemukan pula ion OH-, yang jumlahnya sebanding dengan banyaknya H +. Pada tanah‑tanah asam jumlah ion H + lebih tinggi daripada OH-. Sedangkan pada tanah basa kandungan OH – lebih banyak daripada H +. Bila kandungan H+ sama dengan OH- maka tanah bereaksi netral yaitu mempunyai pH 7. pH tanah sangat menentukan pertumbuhan. Tanaman akan tumbuh dengan baik apabila ditanam pada tanah yang tidak terlalu asam atau basa. Karena, apabila tanah yang digunakan sebagai media tanam terlalu asam atau basa, tanaman akan tumbuh kurang sempurna dan akan berdampak pada kerusakan fisik tanaman tersebut.

METODE PERCOBAAN  

Waktu Penelitian Tanggal 20 Agustus 2013 – 26 Agustus 2013

Alat

Bahan

 3 buah gelas plastik  Penggaris  Sendok bat/Penakar air

 Media tanam (tanah)

 Sendok plastik

 9 biji kacang merah

 1 buah baskom  1 buah baki  Sekop kecil  Lidi  Kertas Label  Alat tulis  Kamera

 Air ber-pH netral/Air mineral  Air ber-pH rendah/Air perasan

jeruk nipis/Cuka  Air ber-pH tinggi/Air sabun

Variabel Percobaan 1)Variabel Bebas : Cairan dengan pH rendah Cairan dengan pH tinggi Cairan dengan pH netral 2) Variabel Terikat : Pertumbuhan kecambah kacang merah   3) Variabel Kontrol : Media tanam, Cahaya : -Pada pukul 08.00-16.00 ditempatkan di luar ruangan -Pada malam hari ditempatkan di dalam ruangan Kedalaman tanah (±4,3 cm) Frekuensi penyiraman : – Tanggal 20-21 Agustus 2013 sebanyak 2,5 mL – Tanggal 22-26 Agustus 2013 sebanyak 5 mL Jumlah biji pada masing-masing gelas plastik, 3 biji

Langkah Kerja Siapkan alat dan bahan Rendam biji kacang merah sampai mengembang Siapkan 3 buah gelas plastik yang sudah diberi lubang bagian

bawahnya dan beri label A,B dan C pada masing-masing gelas. Masukan tanah dengan jumlah yang sama pada masing-masing gelas, kemudian tanam 3 biji kacang merah pada masing-masing gelas dengan kedalaman yang sama. Siram air perasan jeruk nipis kedalam gelas yang belabel A, air sabun kedalam gelas yang berlabel B, dan air ber-pH netral kedalam gelas yang berlabel C. Ulangi penyiraman sesuai waktu yang telah ditentukan. Amati perubahan yang terjadi selama 7 hari. Catat perubahan ketinggian tanaman setiap sebelum penyiraman. Setelah dicatat perubahan ketinggiannya selama 7 hari, analisa pertumbuhannya dan buat kesimpulan.

Data percobaan

 Tabel Pengamatan Pertumbuhan Kecambah Kacang Merah 1.Akar No.

Tempat

Hari 1

2

3

4

5

6

7

1.

Basa

1,5c m

4c m

4,2c m

4,4c m

8,3c m

8,6cm

2.

Asam

0,6c m

2c m

2,9c m

3,9c m

6,5c m

7cm

3.

Netral

0,3c m

2c m

3,6c m

3,8c m

10,2c m

12,1c m

2.Batang Hari No .

Tempa t

1

2

3

4

5

6

7

1.

Basa

1,5c m

2,5c m

6cm

12,6c m

20,9c m

2.

Asam

1,3c m

1,5c m

2cm

8,2c m

18,8c m

3.

Netral

1,6c m

1,8c m

7,1c m

16,5c m

23,9c m

3.Daun Hari No .

Temp at

1

2

3

4

1.

Basa

2cm

2,8c m

3,6c m

2.

Asam

1,9c m

2cm

3,3c m

3.

Netral

1,8c m

3cm

3,7c m

5

6

7

• Analisa Data Dari tabel diatas, dapat diketahui bahwa biji kacang merah menunjukan respon pertumbuhan yang berbeda-beda akibat perbedaan pH cairan yang disiramkan. Pada pengamatan hari pertama belum terlihat adanya pertumbuhan. Pertumbuhan kecambah mulai terlihat pada pengamatan hari kedua, ditunjukan dengan adanya pertumbuhan akar. Pada mulanya, biji kacang merah yang disiram dengan air basa menunjukan pertumbuhan lebih cepat dibandingkan dengan biji yang disiram dengan air asam atau air netral. Tapi setelah beberapa hari dilakukan pengamatan, biji yang disiram air netral justru tumbuh lebih cepat dibandingkan dengan yang lain.

Adakah pengaruh pH terhadap pertumbuhan kacang merah? Ada. Karena pH menentukan ketersediaan unsur makro dan mikro didalam tanah yang menjadi media tanam kecambah kacang merah.

Bagaimana perbedaan pertumbuhan yang terjadi pada tanaman kacang merah yang telah diberi pengaruh pH yang berbeda pula? Biji yang ditanam pada tanah basa

-Daun berwarna hijau segar -Kotiledon yang sudah terbelah berkerut tetapi masih segar -Batang tanamannya kuat (lebih padat) -Pertumbuhan sangat cepat (kecepatannya stabil) -Akar dan batang berdiri tegak dan kokoh

Biji yang ditanam pada tanah asam

Daun berwarna hijau pucat Kotiledon yang sudah terbelah berkerut berwarna pucat dan layu Batang tanamannya rapuh (tidak berdiri dengan tegak dan kokoh) Pertumbuhannya lambat Akar dan batang tidak berdiri dengan tegak dan kokoh sehingga perlu disangga oleh lidi

Biji yang ditanam pada tanah netral

– Daun berwarna hijau segar – Kotiledon yang sudah terbelah berkerut tetapi masih segar dan berwarna hijau – Batang tanaman kuat tetapi tidak sekuat/sekokoh kecambah basa – Pertumbuhan dari awal biji sampai sekarang stabil lalu semakin cepat tumbuh – Akar dan batang berdiri kokoh tetapi tidak sekokoh kecambah basa  

Mengapa perbedaan pertumbuhan tanaman kacang merah yang telah dipengaruhi pH dapat terjadi? Pada umumnya reaksi tanah baik tanah gambut maupun tanah mineral menunjukkan sifat kemasaman atau alkalinitas tanah yang dinyatakan dengan nilai pH.Nilai pH menunjukkan banyaknya konsentrasi ion Hidrogen (H+) di dalam tanah. Makin tinggi kadar ion H+ di dalam tanah, semakin masam tanah tersebut. Di dalam tanah selain H+ dan ion‑ion lain ditemukan pula ion OH-, yang jumlahnya sebanding dengan banyaknya H+. Pada tanah‑tanah masam jumlah ion H+ lebih tinggi daripada OH-.Sedangkan pada tanah alkalis kandungan OH- lebih banyak daripada H+. Bila kandungan H+ sama dengan OH- maka tanah bereaksi netral yaitu mempunyai pH 7. pH tanah sangat menentukan pertumbuhan. Pada tanah pH lebih rendah dari 5.6 pada umumnya pertumbuhan tanaman menjadi terhambat akibat rendahnya ketersediaan unsur hara penting seperti fosfor dan nitrogen. Bila pH lebih rendah dari 4.0 pada umumnya terjadi kenaikan Al 3+ dalam larutan tanah yang berdampak secara fisik merusak sistem perakaran, terutama akarakar muda, sehingga pertumbuhan tanaman menjadi terhambat.

Konsentrasi Alumunium dan besi (Fe) yang tinggi pada tanah memungkinkan terjadinya ikatan terhadap fosfor dalam bentuk alumunium fosfat atau Fe-fosfat. P yang terikat oleh alumunium tidak dapat digunakan oleh tanaman. Tanaman yang ditanam pada tanah yang memiliki pH rendah biasanya juga menunjukkan klorosis (peleburan klorofil sehingga daun berwarna pucat) akibat kekurangan nitrogen atau kekurangan magnesium. Selain itu pH tanah rendah memungkinkan terjadinya hambatan terhadap pertumbuhan mikroorganisme yang bermanfaat bagi proses mineralisasi unsur hara seperti N dan P dan mikroorganisme yang berpengaruh pada pertumbuhan tanaman, misalnya bakteri tanah yang dapat bersimbiosis degan leguminosa seperti Rhizobium atau bersimbiosis dengan tanaman non leguminosa seperti Frankia sehingga sering dijumpai daun-daun tanaman pada tanah asam mengalami chlorosis akibat kekurangan N. Bakteri tanah yang lain seperti azotobakter (A. Chroococcum ) yang dapat berasosiasi dengan akar tanaman hanya dapat hidup apabila suasana larutan tanah netral hingga basa. Mikroorganisme tanah lain yang bermanfaat bagi tanaman, yang dapat terpengaruh pertumbuhannya bila berada pada suasana asam adalah mikoriza. Mikoriza adalah jamur yang dapat melarutkan fosfor organik menjadi fosfor inorganik yang tersedia bagi tanaman.

Sebaliknya bila tanah bersuasana basa (pH>7.0) biasanya tanah tersebut kandungan kalsiumnya tinggi, sehingga terjadi fiksasi terhadap fosfat dan tanaman pada tanah basa seringkali mengalami defisiesi P. Bila tanah terlalu asam atau terlalu basa maka tanaman akan tumbuh kurang sempurna sekalipun masih bisa tumbuh dan menghasilkan buah. Memang ada beberapa tanaman tertentu yang senang di tanah asam ataupun basa. Ketersediaan unsur hara makro di dalam tanah ini sedikit sedangkan hara mikro seperti besi dan aluminium tinggi. Hal ini mengakibatkan tanaman kekurangan hara dan keracunan. Salah satu upaya yang ditempuh dalam upaya meningkatkan dan memperbaiki lahan masam adalah dengan menurunkan keasaman dan meningkatkan kejenuhan basa yang diperoleh dengan pemberian kapur serta pemupukan. Dengan adanya peningkatan kejenuhan basa, maka pH tanah naik dan unsur hara relatif lebih mudah tersedia.

Kesimpulan Dari hasil percobaan dan mengkaji beberapa sumber, dapat kami simpulkan bahwa pH merupakan salah satu faktor eksternal yang sangat mempengaruhi pertumbuhan dan pH netral merupakan pH yang paling baik dan optimal untuk pertumbuhan dan perkembangan kecambah kacang merah.

Saran Kepada para pembaca untuk melakukan kajian ulang agar memperkuat hasil penelitan tentang pengaruh pH tanah terhadap pertumbuhan.

FOTO – FOTO HASIL PENELITIAN TANAH DAN SENDOK TEMBOK

CUP AIR MINERAL (DISEDIAKAN UNTUK TEMPAT AIR, LARUTAN JERUK NIPIS, LARUTAN DETERGEN)

  GELAS UKUR PLASTIK (BERFUNGSI MENGUKUR TINGGI PELARUT (AIR) SEBAGAI BAHAN PEMBUAT LARUTAN)

  1 BUAH JERUK NIPIS DAN DETERGEN YANG TELAH DI DIUKUR DALAM SENDOK PLASTIK SEPERTI DALAM FOTO.

PEMBUATAN LARUTAN DETERGEN PEMBUATAN LARUTAN JERUK NIPIS

KACANG MERAH YANG TELAH DIRENDAM SELAMA 2,5 JAM 9 BIJI KACANG MERAH YANG TELAH DIRENDAM

3 BUAH CUP AIR MINERAL YANG SUDAH BERISI TANAH SETINGGI 4,3

CM

3 BUAH CUP AIR MINERAL YANG SUDAH DIBERI LABEL, BERISI TANAH DAN DITANAMKAN 3 BUAH KACANG MERAH DI SETIAP MASING-MASING CUP AIR MINERALNYA

FOTO TAMPAK ATAS DARI MASINGMASING CUP AIR MINERAL YANG SUDAH DITANAMKAN KACANG MERAH

TANGGAL 21 AGUSTUS 2013 : PH BASA, DIHARI KEDUA SETELAH DITANAM. BIJI MULAI BERKECAMBAH

PH ASAM, DIHARI KEDUA SETELAH DITANAM. BIJI MULAI BERKECAMBAH

PH NETRAL, DIHARI KEDUA SETELAH DITANAM. BIJI BELUM BERKECAMBAH

TANGGAL 22 AGUSTUS 2013 : PH BASA, DIHARI KETIGA SETELAH DITANAM.

PH ASAM, DIHARI KETIGA SETELAH DITANAM.

PH NETRAL, DIHARI KETIGA SETELAH DITANAM. BIJI YANG SEBELAH KIRI MULAI BERKECAMBAH

TANGGAL 23 AGUSTUS 2013 : PH BASA, DIHARI KEEMPAT SETELAH DITANAM

PH ASAM, DIHARI KEEMPAT SETELAH DITANAM

PH NETRAL, DIHARI KEEMPAT SETELAH DITANAM

TANGGAL 24 AGUSTUS 2013 : PH BASA, DIHARI KELIMA SETELAH DITANAM. BATANG SEMAKIN BERTAMBAH TINGGI DAN DAUN PUN SUDAH MULAI TERLIHAT

PH ASAM, DIHARI KELIMA SETELAH DITANAM. BATANG SEMAKIN BERTAMBAH TINGGI DAN DAUN PUN SUDAH MULAI TERLIHAT

PH NETRAL, DIHARI KELIMA SETELAH DITANAM. BATANG SEMAKIN BERTAMBAH TINGGI DAN DAUN PUN SUDAH MULAI TERLIHAT

TANGGAL 25 AGUSTUS 2013 : DIHARI KEENAM SEMUA PERTUMBUHAN KECAMBAH SEMAKIN TERLIHAT DAN CEPAT

PH BASA, TUMBUH DENGAN CEPAT DAN STABIL. DAUN BERWARNA HIJAU SEGAR, AKAR DAN BATANG KOKOH, BIJI YANG TERBELAH BERKERUT DAN MASIH SEGAR

PH ASAM, TUMBUH DENGAN TERHAMBAT. DAUN BERWARNA HIJAU PUCAT, AKAR DAN BATANG LAYU, BIJI YANG TERBELAH BERKERUT DAN BERWARNA HIJAU PUCAT

PH NETRAL, TUMBUH DENGAN KONSTAN. DAUN BERWARNA HIJAU, AKAR DAN BATANG KOKOH, BIJI YANG TERBELAH BERKERUT DAN BERWARNA HIJAU

TANGGAL 26 AGUSTUS 2013 : DIHARI KETUJUH, PERKECAMBAHAN SEMAKIN TUMBUH

PH BASA , TUMBUH DENGAN STABIL DAN SEMAKIN KOKOH

PH ASAM , TUMBUH DENGAN TERHAMBAT DAN LAYU

PH NETRAL , TUMBUH DENGAN CEPAT DAN KOKOH

TERIMAKASIH