Contoh Kos Trimurti Senior High School 06042021

Contoh Kos Trimurti Senior High School 06042021
  • Contoh Kos Trimurti Senior High School 06042021

  • Views 16

  • Downloads 0

  • File size 727KB
  • Author/Uploader: Eko Widodo

KURIKULUM OPERASIONAL TRIMURTI SENIOR HIGH SCHOOL

KURIKULUM OPERASIONAL TRIMURTI SENIOR HIGH SCHOOL TAHUN PELAJARAN 2021/2022

Penyusun: Syarif Andri Setiawan Yunita Shintania

JL. GUBERNUR SURYO NO. 3 SURABAYA NSS : 30 3 0560 09 014 ; NDS : E. 30094006 ; NPSN : 20532118 Telp. (031) 5315608 – 5345608 FAX (031) 5466521; Kode Pos (60271) Website: www.smatrimurti.sch.id; EMAIL: [email protected]

1

KURIKULUM OPERASIONAL TRIMURTI SENIOR HIGH SCHOOL

DAFTAR ISI Halaman Judul …………………………………………………………………………………………

1

Daftar Isi …………………………………………………………………………………………………..

2

BAB I PENDAHULUAN ……………………………………….………………………….…

4

A. Latar Belakang ……………………………………………………….……………….…..

4

B. Profil Sekolah …………………………………………………………………………..

5

BAB II. VISI, MISI dan TUJUAN TRIMURTI SENIOR HIGH SCHOOL……………

7

A. Visi Trimurti Senior High School …………………………………………………..…..

7

B. Misi Trimurti Senior High School ……………………………………………………….

7

C. Tujuan Trimurti Senior High School………………………………….………..……

9

D. Profil Pembelajar Trimurti Senior High School………………………………………

11

BAB III STRUKTUR KURIKULUM TRIMURTI SENIOR HIGH SCHOOL ………..

12

A. Intrakurikuler …………………………………………………………………………………….

13

B. Ekstrakurikuler …………………………………………………………………………………..

20

C. Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila ……………………………………………..

21

D. Program Pendukung ………………………………………………………………………….

24

E. Strategi Pembelajaran ……………………………………………………………………….

24

F. Penilaian Hasil Belajar ……………………………………………………………………….

27

G. Layanan Inklusi ……………………………………………………….…….

28

H. Kalender Pendidikan …….…………………………………………………

29

I. Supervisi 30

dan

Pembinaan

……………………………………………………

BAB IV PENUTUP …………………………………………………………………………

33

A. Evaluasi Kurikulum ………………………………………………………………..….

33

B. Kesimpulan………………………………………………..……………………………..

35

2

KURIKULUM OPERASIONAL TRIMURTI SENIOR HIGH SCHOOL

LAMPIRAN, antara lain: 1. Hasil Analisis Konteks 2. Profil Pelajar 3. Pengembangan Diri 4. Jenis Ektrakurikuler 5. Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila 6. Program Pendukung 7. Penilaian 8. Landasan Hukum 9. Contoh Alur Capaian Biologi 10. Contoh RPP Biologi 11. Contoh Pembelajaran Berbasis Proyek 12. Contoh RPP Integrasi Mata Pelajaran

3

KURIKULUM OPERASIONAL TRIMURTI SENIOR HIGH SCHOOL

BAB 1 – PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG  Berdasarkan Undang-Undang Dasar 1945, sistem pendidikan yang dianut oleh Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) adalah sistem pendidikan nasional yang meningkatkan keimanan dan ketakwaan serta akhlak mulia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. Hal ini lebih lanjut dijabarkan pada Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, dimana yang dimaksud dengan Pendidikan Nasional adalah “Pendidikan yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 yang berakar pada nilai-nilai agama, kebudayaan nasional Indonesia dan tanggap terhadap tuntutan perubahan zaman, dan tujuan Sistem Pendidikan Nasional adalah “untuk mengembangkan potensi pelajar agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab”. Dalam mewujudkan tujuan tersebut maka perlu disusun “seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu” atau dapat juga disebut sebagai “kurikulum”. Kurikulum yang dikembangkan disesuaikan dengan kondisi sekolah, potensi / karakteristik daerah, sosial budaya masyarakat setempat, dan pelajar. Berdasar hal diatas maka proses pengembangan dan penyusunan Kurikulum Trimurti Senior High School Tahun Ajaran 2021-2022 dilakukan dengan melaksanakan proses analisa kondisi lingkungan lokal dan global. Dari proses ini dapat jabarkan bahwa Kurikulum Trimurti Senior High School Tahun Ajaran 20212022 dikembangkan dan disusun dengan memperhatikan hal-hal berikut : 1. Standar Nasional Pendidikan yang sudah diatur dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 beserta Peraturan Pemerintah (PP) dan Peraturan Menteri (Permen) turunannya. 2. Rencana Strategis (Renstra) Kementerian Pendidikan Dan Kebudayaan yang tercantum pada Permendikbud Nomor 22 Tahun 2020 tentang Rencana Strategis Kementerian Pendidikan Dan Kebudayaan Tahun 20202024. 3. Kebijakan Pemerintah Provinsi dan Peraturan Gubernur (Pergub) terkait pendidikan. 4. Kebijakan Pemerintah Kota dan Peraturan Walikota (Perwali) terkait 4

KURIKULUM OPERASIONAL TRIMURTI SENIOR HIGH SCHOOL

pendidikan. 5. Karakteristik dan keunikan lingkungan sosial budaya masyarakat sekitar. 6. Karakteristik dan keunikan pelajar. 7. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi terbaru. 8. Perkembangan teori-teori pendidikan terbaru. 9. Kondisi Trimurti Senior High School saat ini (Tahun Ajaran 2020-2021).

Sedangkan hal-hal pokok yang dijadikan fokus dalam pengembangan dan penyusunan Kurikulum Trimurti Senior High School Tahun Ajaran 2021-2022 adalah: 1. Pengembangan pelajar berdasarkan potensi diri dan minat yang dimilikinya. 2. Integrasi dan implementasi pengembangan kecakapan abad 21 (karakter, literasi, dan kompetensi) pelajar pada proses belajar mengajar. 3. Integrasi dan implementasi pendidikan karakter berdasar Profil Pelajar Pancasila pada proses belajar mengajar. 4. Pengembangan pendidikan kecakapan hidup untuk pelajar. 5. Integrasi dan penerapan teknologi pada proses belajar mengajar. 6. Penerapan prinsip-prinsip kebijakan merdeka belajar yang sudah ditetapkan  Kementerian Pendidikan Dan Kebudayaan. 

B. PROFIL SEKOLAH Untuk mendapatkan gambaran umum mengenai kondisi dan karakteristik Trimurti Senior High School maka disampaikan hasil analisis konteks Trimurti Senior High School pada tahun ajaran 2020-2021. Trimurti Senior High School berdiri mulai tahun 1954 dan berlokasi di pusat kota, dikelilingi oleh pusat komersial, fasilitas umum dan kantor pemerintahan. Untuk sarana dan prasarana secara umum, Trimurti Senior High School memiliki fasilitas cukup lengkap dalam mendukung proses belajar mengajar. Trimurti Senior High School memiliki Tenaga Pendidik sebanyak 36 orang yang cukup kompeten dalam pembelajaran dan dalam penggunaan teknologi. Untuk jumlah pelajar tahun pelajaran 2020/2021 ada sebanyak 590 orang. Dalam pelaksanaan pembelajaran Trimurti Senior High School memberi 3 kelompok minat dalam mata pelajaran peminatan yang disediakan yaitu Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) dan

5

KURIKULUM OPERASIONAL TRIMURTI SENIOR HIGH SCHOOL

Bahasa. Terdapat juga program-program unggulan yang dipergunakan untuk menambah layanan pendidikan kepada pelajar. Untuk karakteristik Sosial dan Budaya Lingkungan Sekolah adalah Mayoritas pelajar berlatar belakang ekonomi mampu ke atas dan berasal dari lingkungan masyarakat perkotaan. Mayoritas tenaga pendidik dan tenaga kependidikan juga berasal atau sudah lama tinggal di daerah kota dan sekitarnya. Trimurti Senior High School memiliki dan membiasakan budaya displin waku, tertib ibadah, 5S (Senyum, Salam, Sapa, Sopan dan Santun) dan kepedulian sosial pada seluruh warga sekolah. Secara detail tentang hasil analisis konteks Trimurti Senior High School dapat dilihat pada lampiran 1.

6

KURIKULUM OPERASIONAL TRIMURTI SENIOR HIGH SCHOOL

BAB 2 – VISI, MISI, TUJUAN, PROFIL PELAJAR A. VISI TRIMURTI SENIOR HIGH SCHOOL  Visi yang dimiliki Trimurti Senior High School diturunkan dari tujuan nasional pendidikan di Indonesia yang tercantum pada Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003. Adapun visi Trimurti Senior High School adalah sebagai berikut : “Terbentuknya Manusia Susila, Cakap dan Bertanggung Jawab”.

C. MISI TRIMURTI SENIOR HIGH SCHOOL Misi Trimurti Senior High School ditetapkan sebagai representasi dari elemen visi Trimurti dan elemen Profil Pelajar Pancasila. Elemen visi Trimurti tersebut yaitu susila, cakap dan bertanggung jawab. Tujuh misi Trimurti Senior High School adalah sebagai berikut: 1. Membangun kebiasaan tertib beribadah, kajian keagamaan rutin dan 5S (Senyum, Sapa, Salam, Santun dan Sopan) pada pelajar. Representasi dari: o Visi “Susila”. o Elemen Profil Pelajar Pancasila “Beriman, bertakwa kepada Tuhan yang Maha Esa, berakhlak mulia”. 2. Mengembangkan rasa kepedulian, nasionalisme, patriotisme, dan bangga atas budaya lokal melalui aktivitas sosial, lingkungan, kebangsaan dan eksplorasi. Representasi dari: o Visi “Susila” dan “Bertanggung Jawab”. o Elemen Profil Pelajar Pancasila “Beriman, bertakwa kepada Tuhan yang Maha Esa, berakhlak mulia” dan “Bergotong royong”. 7

KURIKULUM OPERASIONAL TRIMURTI SENIOR HIGH SCHOOL

3. Membekali pelajar dengan pengalaman lintas budaya baik nasional maupun internasional. Representasi dari: o Visi “Susila”. o Elemen Profil Pelajar Pancasila “Berkebinekaan global”.

4. Mengidentifikasi, mengembangkan, dan memfasilitasi pencapaian prestasi minat dan bakat pelajar. Representasi dari: o Visi “Cakap”. o Elemen Profil Pelajar Pancasila “Mandiri”.

5. Mengembangkan dan menerapkan pembelajaran berbasis HOTS yang terintegrasi teknologi digital berlandaskan prinsip kejujuran dan kemandirian dengan memperhatikan bakat dan minat pelajar. Representasi dari: o Visi “Cakap” dan “Bertanggung Jawab” o Elemen Profil Pelajar Pancasila “Mandiri”, “Kreatif” dan “Bernalar kritis”

6. Memfasilitasi terlampauinya capaian kompetensi minimal tingkat SMA oleh peserta pelajar melalui matrikulasi, pemantauan perkembangan belajar, identifikasi permasalahan belajar, perbaikan, pendampingan, pengembangan dan kerjasama dengan orang tua. Representasi dari: o Visi “Cakap” o Elemen Profil Pelajar Pancasila “Mandiri”

7. Membimbing pelajar menghasilkan suatu karya ilmiah yang orisinil, dapat dipertanggungjawabkan dan tepat guna. Representasi dari: 8

KURIKULUM OPERASIONAL TRIMURTI SENIOR HIGH SCHOOL

o Visi “Cakap” dan “Bertanggung Jawab” o Elemen Profil Pelajar Pancasila “Kreatif” dan “Bernalar kritis”

D. TUJUAN TRIMURTI SENIOR HIGH SCHOOL Tujuan akhir yang diharapkan oleh Trimurti Senior High School dalam pelaksanaan program-program sekolah untuk mewujudkan misi sekolah ditetapkan dalam bentuk 3 bagian, yaitu tujuan jangka panjang, tujuan jangka menengah dan tujuan jangka pendek. Tujuan Jangka Panjang 1. Menghasilkan lulusan pembelajar sepanjang hayat yang beriman, bertakwa, berakhlak mulia, mandiri, peduli, cinta tanah air, bangga pada budaya bangsanya dan tenggang rasa. 2. Menghasilkan lulusan yang mampu melanjutkan pendidikannya ke jenjang lebih tinggi pada lembaga akademik / vokasi / kedinasan terkemuka sesuai minat dan bakat yang dimilikinya. 3. Menghasilkan lulusan yang terampil dalam berpikir kritis, berkreatifitas, menghasilkan karya, memanfaatkan teknologi digital, dan mengembangkan minat serta bakatnya untuk menghasilkan prestasi. Tujuan Jangka Menengah 1. Membentuk karakter pembelajar sepanjang hayat serta memiliki profil sesuai dengan Profil Pelajar Pancasila. 2. Menyusun beban belajar pelajar yang manageable namun tetap berkualitas serta dengan proses belajar mengajar yang menyenangkan dan kontekstual. 3. Membekali pelajar dengan penguasaan sesuai dengan 6 literasi dasar (literasi baca dan tulis, literasi numerasi, literasi sains, literasi digital, literasi budaya kewarganegaraan dan literasi finansial). 4. Memfasilitasi pelajar dapat melampaui kompetensi pengetahuan (akademik dan non akademik) dan keterampilan minimal tingkat SMA. 5. Memfasilitasi pelajar mampu menyusun karya tulis yang orisinil. 6. Membekali

pelajar

dengan

keahlian

kecakapan

hidup

untuk 9

KURIKULUM OPERASIONAL TRIMURTI SENIOR HIGH SCHOOL

pengembangan bakat dan minat pelajar.

Tujuan Jangka Pendek 1. Basis Profil Pelajar Pancasila a. Melaksanakan pembiasaan sikap berbasis Profil Pelajar Pancasila secara terintegrasi pada 100% mata pelajaran yang diselenggarakan baik dalam bentuk tatap muka atau dalam bentuk kegiatan proyek. b. Melaksanakan 100% penilaian sikap berbasis Profil Pelajar Pancasila. c. Mendorong 100% pelajar mencapai minimal predikat BAIK pada penilaian sikap berbasis Profil Pelajar Pancasila. 2. Proses belajar mengajar terintegrasi a. Mendorong agar tingkat keterlibatan pelajar dalam proses belajar mengajar mencapai minimal 95%. b. Mengelola proses belajar mengajar agar tingkat kepuasan pelajar mencapai minimal 90%. c. Mengintegrasikan project based learning pada 100% mata pelajaran. d. Memfasilitasi 100% pelajar menghasilkan minimal 1 produk kreatif per tahun dari project based learning. 3. Evaluasi dan asesmen dengan HOTS a. Memfasilitasi 100% pelajar mampu mencapai rata-rata nilai akhir tahun ajaran minimal 75 pada aspek pengetahuan dan keterampilan. b. Melaksanakan 100% proses penilaian yang mengandung minimal 25% soal bertipe HOTS. c. Membekali agar 100% pelajar mampu menjawab minimal 70% soal bertipe HOTS dengan dengan benar. d. Membekali agar 100% pelajar mampu menjawab minimal 100% soal AKM (Asesmen Kompetensi Minimal) dengan tingkat level kognitif 1 dengan benar. e. Membekali agar 100% pelajar mampu menjawab minimal 80% soal AKM (Asesmen Kompetensi Minimal) dengan tingkat level kognitif 2 dengan benar. 10

KURIKULUM OPERASIONAL TRIMURTI SENIOR HIGH SCHOOL

f. Membekali agar 100% pelajar mampu menjawab minimal 60% soal AKM (Asesmen Kompetensi Minimal) dengan tingkat level kognitif 3 dengan benar.

4. Student center sesuai dengan bakat dan minat a. Memfasilitasi 100% pelajar menghasilkan minimal 1 karya tulis ilmiah sesuai dengan minatnya dengan maksimal 20% pada plagiarism score (menggunakan turnitin checker). b. Mendorong 100% pelajar memilih kelas peminatan berdasar bakat dan minatnya. c. Mengikutkan 100% pelajar pada minimal 1 ekstrakurikuler pilihan sesuai bakat dan minatnya. d. Mengikutkan 100% pelajar pada minimal 1 program life skill sesuai bakat dan minatnya. e. Mengikutkan 100% pelajar pada minimal 1 lomba/kompetisi akademik

dan non akademik per tahun atau minimal 1 kali program magang sesuai bakat dan minatnya

E. PROFIL PELAJAR TRIMURTI SENIOR HIGH SCHOOL Bentuk hasil akhir layanan pendidikan yang diberikan oleh sekolah adalah kualitas lulusannya. Kualitas lulusan menjadi tolok ukur tingkat keberhasilan program pendidikan yang dijalankan oleh sekolah. Kualitas lulusan yang diharapkan oleh Trimurti Senior High School secara umum tergambar dalam Visi, Misi dan Tujuan Trimurti Senior High School. Lulusan Trimurti Senior High School diharap juga dapat menjadi seorang pembelajar sepanjang hayat. Untuk memberi penggambaran lebih jelas kualitas lulusan tersebut maka berikut dijabarkan dalam bentuk profil pelajar dari Trimurti Senior High School. Profil Pelajar Trimurti Senior High School adalah : 1. 2. 3. 4. 5.

Generasi pembelajar sepanjang hayat Berkarakter sesuai dengan Profil Pelajar Pancasila Memiliki kemampuan Akademik sesuai dengan Profil Pelajar Pancasila Memiliki kemampuan Non Akademik sesuai dengan profil Pelajar Pancasila Senantiasa mengembangkan diri sesuai dengan Profil Pelajar Pancasila

Secara detail tentang profil pelajar Trimurti Senior High School dapat dilihat pada lampiran 2. 11

KURIKULUM OPERASIONAL TRIMURTI SENIOR HIGH SCHOOL

BAB 3 – STRUKTUR KURIKULUM TRIMURTI SENIOR HIGH SCHOOL

12

KURIKULUM OPERASIONAL TRIMURTI SENIOR HIGH SCHOOL

A. INTRAKURIKULER 1. Model Pembelajaran Terintegrasi Pembelajaran di Trimurti Senior High School menggunakan sistem integrasi antar mata pelajaran. Guru-guru pengampu mata pelajaran berkolaborasi untuk menentukan alur pembelajaran. Berikut adalah kelompok integrasi di Trimurti Senior Highshcool.

No

Kelompok Mata Pelajaran

Mata Pelajaran

1.

Pancasila Character

Pendidikan Pancasila Dan Kewarganegaraan, Pendidkan Agama Dan Budi Pekerti, Sejarah

2.

Culture

Seni Budaya – Prakarya dan Kewirausahaan, Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan, Bahasa Daerah

3.

Foreign Language

Bahasa Inggris (Conversation), Bahasa Jepang

4.

Chemistry

Kimia, Bahasa Inggris,

5.

Biology

Biologi, Bahasa Indonesia

6.

Physics

Fisika, Informatika

7.

Economic

Ekonomi, Bahasa Inggris

8.

Kelompok sosiologi

Sosiologi, Bahasa Indonesia

9.

Kelompok geographi

Geografi, Informatika

10.

Mathematic

Matematiika – Informatika

2. Sistem Pembagian Waktu Pembelajaran: Longitudinal dan Block Penerapan waktu pembelajaran di dalam struktur kurikulum intrakurikuler Trimurti Senior High School terbagi menjadi dua sistem, yaitu sistim longitudinal dan sistim block.

a. Sistem Longitudinal Pelaksanaan sistem reguler yang dimaksud adalah pelaksanaan pembelajaran terjadi rutin setiap minggu dengan alokasi waktu tertentu dengan memenuhi alokasi waktu per tahun yang tersedia. b. Sistem block 13

KURIKULUM OPERASIONAL TRIMURTI SENIOR HIGH SCHOOL

Pelaksanaan sistem block yang dimaksud adalah pelaksanaan pembelajaran terjadi pada alokasi waktu dan bulan tertentu, dengan tetap memenuhi alokasi waktu pembelajaran per tahun.

3. Struktur Kurikulum Intrakurikuler a. Struktur Kurikulum Trimurti Senior High School untuk Fase E 1. Sistem penerapan masing-masing mata pelajaran dalam pembelajaran terbagi menjadi dua sistem yaitu sistem regular dan system block. 2. Semua mata pelajaran pada fase E diitegrasikan dengan proyek penguatan profil pelajar Pancasila dengan prosentasi proyek 25% masing-masing mapel. 3. Penerapan proyek profil Pancasila bersifat integrasi dengan lebih dari dua mapel sesuai dengan tema yang ditetapkan di Trimurti Senior High School. 4. Total alokasi waktu satu minggu 48 JP untuk intrakurikuler dan project penguatan profil Pancasila. Namun, dengan adanya sistem blok, maka alokasi waktu untuk setiap bulan bisa berbeda. 5. Untuk pengembangan diri pelajar dilaksanakan pada sisa alokasi waktu yang tersedia, dalam hal ini berupa Ekstarkulikuler, Kecakapan Hidup Fantastik, Matrikulasi, Komunitas Belajar Hebat, dan Layanan BK.

14

TABEL STRUKTUR KURIKULUM FASE E

15

b. Struktur Kurikulum Trimurti Senior High School Fase F

1. Fase F diberlakukan untuk pelajar jenjang kelas XI dan XII 2. Sistem penerapan masing-masing mata pelajaran dalam pembelajaran terbagi menjadi dua sistem longitudinal dan sistem blok. 3. Penerapan proyek profil Pancasila bersifat integrasi dengan lebih dari dua mapel sesuai dengan tema yang diambil oleh sekolah. 4. Pada Fase F kelas XI dan XII, mata pelajaran terbagi menjadi mata pelajaran umum dan mata pelajaran pilihan. 5. Setiap pelajar hanya bisa mengambil mata pelajaran pilihan minimal 22 jam pelajaran yang terdiri dari pilihan mata pelajaran berbedabeda dari kelompok IPA, IPS, Bahasa dan Budaya. Pelajar mengambil minimal satu mata pelajaran dari masing-masing mata pelajaran pilihan.

Berikut beberapa contoh formasi kemungkinan pelajar mengambil pilihan jurusan. No

Kemungkinan Dominasi (JP/ Tahun) MIPA IPS Bahasa

Kelompok Mapel Pilihan 1

1.

2

1

2

1

2

MIPA Biologi

252

Kimia

252

252

252 252

Fisika

252

Informatika

144

144

144

216

216

Matematika Tingkat Lanjut 2.

IPS Sosiologi

216

Ekonomi

252

216

216

252

252

Geografi 3.

144

Bahasa Bahasa Jepang

144

Bahasa Mandarin Total

144 144

864

792

864

144

144

144

144

144

864

900

792

Min JP/ Tahun = 792 ; Maks JP/ tahun= 936

16

TABEL STRUKTUR KURIKULUM FASE F KELAS XI

17

TABEL STRUKTUR KURIKULUM FASE F KELAS XII

18

4. Pengembangan Diri Pengembangan diri merupakan program yang diusung Trimurti Senior High School untuk memberi kesempatan pelajar mengembangkan dan mengekspresikan diri sesuai dengan kebutuhan, bakat, dan minat. Untuk pengembangan diri pelajar dilaksanakan sistem blok dengan alokasi waktu yang tersedia, dalam hal ini kegiatan pengembangan diri berupa : a) Pramuka Pramuka di Trimurti Senior High School dilterapkan pada fase E. b) Kecakapan Hidup Fantastikdan Komunitas Belajar Hebat Kecakapan Hidup Fantastik dan Komunitas Belajar Hebat, kedua program ini bertujuan mengembangkan kemampuan dasar pelajar. Pelajar dapat memilih salah satu dari program tersebut. Kedua program tersebut wajib diambil oleh pelajar di fase E, dan menjadi pilihan ketika berada di fase F. Keterangan lebih lanjut untuk Kecakapan Hidup Fantastikdan Komunitas Belajar Hebat dapat dilihat pada lampiran 3. c) Matrikulasi Matrikulasi adalah sebuah program penyetaraan ilmu, dalam hal ini khusus diterapkan untuk mata pelajaran matematika. Mengingat kemampuan dasar matematika dibutuhkan untuk menunjang pemahaman mata pelajaran lainnya, program tersebut di berlakukan untuk pelajar dijenjang awal (fase E) dengan rentang waktu tertentu. Keterangan lebih lanjut untuk Matrikulasi dapat dilihat pada lampiran 3. d) Layanan Bimbingan dan Konseling / self development (SD) Bidang layanan Bimbingan dan Konseling mencakup 4 aspek, yaitu: 1. Pengembangan kehidupan pribadi 2. Pengembangan kehidupan sosial 3. Pengembangan kegiatan belajar 4. Pengembangan karir Tentang layanan Bimbingan dan Konseling di Trimurti Senior High School dapat dilihat pada lampiran 3.

19

F. EKSTRAKURIKULER Berdasarkan pelaksanaanya, ekstrakurikuler terbagi menjadi dua macam, yaitu ektrakurikuler wajib dan ektrakurikuler pilihan. Ekstrakurikuler wajib merupakan sebuah bentuk program kegiatan yang diwajibkan bagi seluruh pelajar, dalam hal ini pelajar fase E. Ektrakurikuler pilihan merupakan sebuah bentuk kegiatan yang menjadi pilihan pelajar, sebagai wadah penyaluran dan pengembangan potensi bakat dan minat pelajar dibidang non akademis, yang dapat medukung kompetensi akademis pada umumnya, dan mendukung proses aktualisasi diri pelajar pada khsususnya. Jenis ekstrakurikuler di Trimurti High School terdiri dari kelompok olah raga, kelompok seni, dan kelompok akademis, dapat dilihat pada tabel berikut ini:

Kelompok Ekstrakurikuler

Nama Ekstrakurikule r

Olahraga

Basket

1. Bergotong royong 2. Mandiri

Futsal

1. Bergotong royong 2. Mandiri

Ju-jitsu

1. Bergotong royong 2. Mandiri

Pencak Silat

1. Bergotong royong 2. Mandiri

Paspatria

1. Bergotong royong 2. Mandiri 3. Kreatif

Cheerleader

1. 2. 3. 1. 2. 3. 1. 2. 3. 1. 2. 3.

Bergotong royong Mandiri Kreatif Bergotong royong Mandiri Kreatif Bergotong royong Mandiri Kreatif Bergotong royong Mandiri Kreatif

1. 2. 3. 4.

Bergotong royong Mandiri Kritis Kreatif

Seni

Moderndance

Band

Paduan Suara

Akademik

Trimurti Nihonggo Club

Profil Pelajar Pancasila

20

Kelompok Ekstrakurikuler

Nama Ekstrakurikule r

Profil Pelajar Pancasila

English Conversation Club

1. 2. 3. 4.

Bergotong royong Mandiri Kritis Kreatif

Fostrim

1. Bergotong royong 2. Mandiri 3. Kritis 4. Kreatif

Bentuk kegiatan dan integrasi profil pelajar Pancasila, dengan detail pembagian alokasi waktunya dapat dilihat pada lampiran 4.

G. PROYEK PENGUATAN PROFIL PELAJAR PANCASILA Penerapan profil pelajar Pancasila pada intrakurikuler terintegrasi pada semua mata pelajaran pada fase E, dan mata pelajaran umum pada fase F. Profil pelajar Pancasila terintegrasi pada mata pelajaran dalam bentuk kegiatan proyek. Proyek Profil Pelajar Pancasila implementasinya dilakukan secara lintas mata pelajaran dengan tema tertentu yang sudah ditentukan oleh sekolah. Tema yang dipilih sebagai proyek profil pelajar Pancasila di Trimurti High School adalah sebagai berikut: (Detail tentang Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dapat dilihat pada lampiran 5)

21

Kelas X

XI

Tema

Mata Pelajaran yang terintegrasi

Proyek

Profil Pelajar Pancasila

Bhineka Tunggal Ika

PPKN, Pendidikan Agama dan Budi Pekerti, Seni Budaya, Sejarah, PJOK

Pagelaran seni drama 1. Beriman, bertaqwa kapada keberagaman dan nasionalisme di Tuhan Yang Maha Esa, masyarakat berakhlak mulia. 2. Berkebhinekaan global 3. Bergotong – royong 4. Kreatif 5. Bernalar Kritis 6. Mandiri

Kewirausahaan

Ekonomi, Bahasa Inggris, Kimia, Pembuatan Business plan beserta 1. Kreatif aplikasinya untuk membangun 2. Mandiri Matematika jiwa kewirausahaan 3. Bergotong-royong

Perubahan Iklim Global

Biologi, Sosiologi, Geografi, Aksi dan kampanye penyelamatan 1. Kreatif iklim global Informatika, Bahasa Indonesia 4. Mandiri 5. Bergotong-royong

Suara Demokrasi

PKn, Bahasa Inggris, Sejarah

Simulasi Pemilihan Ketua OSIS 1. Berkebhinekaan global Sekolah 2. Bergotong-royong

3. Kreatif 4. Bernalar Kritis Bangunlah Jiwanya

Berekayasa

PJOK, Seni Budaya,

dan Matematika, Bahasa Indonesia, PAG

Senam Kreasi

Analisis dampak teknologi untuk

1. 2. 3. 4.

Kreatif Bernalar Kritis Mandiri Bergotong-royong

1. Berkebhinekaan global

22

Kelas

Tema

Mata Pelajaran yang terintegrasi

Berteknologi untuk Membangun NKRI XII

Proyek

Profil Pelajar Pancasila

pembangunan karakter

2. Kreatif 3. Bergotong-royong 4. Bernalar kritis

Cerlang Budaya Daerah

Sejarah, Bahasa Indonesia, PKn

Analisis sejarah beserta kearifan lokal suatu daerah

1. 2. 3. 4. 5.

Kewirausahaan

Matematika, Seni Budaya, PAG

Potensi lokal yang dapat dikembangkan menjadi produk kewirausahaan

1. Beriman, bertaqwa kepada Tuhan yang Maha Esa, berakhlak mulia 2. Berkebhinekaan global 3. Bernalar kritis 4. Kreatif 5. Mandiri

Perubahan Iklim Global

Bahasa Inggris, PJOK

Kampanye Gaya Hidup ‘Back To Nature’

1. 2. 3. 4. 5.

Berkebhinekaan global Bergotong-royong Kreatif Bernalar kritis Mandiri

Berkebhinekaan global Bernalar kritis Mandiri Kreatif Gotong-royong

23

H. PROGRAM PENDUKUNG Program pendukung adalah kegiatan yang menguatkan kegiatan intrakurikuler, maka sekolah mengadakan serangkaian kegiatan dalam rangka menguatkan intrakurikuler sekolah (baik mata pelajaran maupun proyek penguatan profil pelajar Pancasila. Macam program pendukung di Trimurti High School adalah sebagai berikut (secara detail diuraikan pada lampiran 6) : 1. Literasi 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9.

10. Peringatan hari besar nasional 11. Kegiatan tengah semester TOEFL 12. Peringatan Hari Besar Psikhotes Keagamaan Pengembangan karir 13. Pondok Romadhon Foreign Language Skill 14. Bakti sosial Native Speaker 15. Pembiasaan Sholat Dhuhur Berjama’ah Kunjungan Universitas 16. Pembiasaan doa awal dan akhir Perkemahan Pramuka dipimpin pelajar: 17. Kelas fiqih untuk siswi yang Kegiatan Persiapan Lomba Rutin berhalangan shalat jumat: (lomba akademik dan nonakademik) 18. Jum’at BBS (Bersih, beriman, Sehat)

I. STRATEGI PEMBELAJARAN Dalam melaksanakan pembelajaran kepada pelajar, Trimurti Senior High School menetapkan suatu standar strategi pembelajaran untuk diterapkan oleh guru dalam masing-masing mata pelajaran. Standar strategi pembelajaran yang ditetapkan disusun berdasarkan prinsip untuk memberikan pengalaman belajar yang bermakna dengan melibatkan pemahaman semua bagian konsep yang dipelajari dan berkaitan satu sama lain. Strategi ini diharapkan membuat pembelajaran bersifat aktif, konstruktif, dan melibatkan pelajar dalam proses pembelajaran. Adapun standar strategi pembelajaran yang ditetapkan oleh Trimurti Senior High School adalah sebagai berikut: 1. Koordinasi Persiapan Pembelajaran Persiapan pembelajaran perlu dilakukan oleh guru mata pelajaran, baik yang mata pelajarannya terintegrasi secara materi maupun yang terintegrasi dalam bentuk 24

proyek penguatan profil pelajar Pancasila. Kegiatan ini dilakukan untuk membuat kesepakatan terhadap jalan nya proses pembelajaran, agar berjalan secara efektif dan sesuai dengan silabus. 2. Prosedur Untuk prosedur pelaksanaan pembelajaran dalam 1 kali pertemuan standarnya adalah terdiri dari kegiatan Pembuka, Inti dan Penutup. Setiap kegiatan memiliki komponen minimal yang harus dilaksanakan oleh guru namun guru diperbolehkan untuk menambah variasi agar pembelajaran dapat berjalan lebih efektif dan menarik selama tetap memperhatikan ketercukupan waktu pertemuan. Komponen minimal dari setiap kegiatan dapat dilihat pada tabel berikut : No

Kegiatan

Komponen Minimal

1

Pembuka

1. Menyiapkan kondisi fisik dan psikis pelajar 2. Menyampaikan tujuan pembelajaran 3. Memberikan apersepsi

2

Inti

1. Melaksanakan pembelajaran sesuai model pembelajaran yang dipilih 2. Melakukan integrasi keterampilan Literasi, 4C (Communication, Collaboration, Critical Thinking & Creativity) dan HOTS (High Order Thinking Skill) dalam pembelajaran

3

Penutup

1. Melakukan refleksi 4. Menyampaikan rencana tindak lanjut

3. Model Pembelajaran Standar model pembelajaran yang dipergunakan oleh Trimurti Senior High School dipilih berdasar kebutuhan untuk memberikan pembelajaran yang bersifat inkuiri dan kontekstual dalam kegiatan inti pembelajaran yang diberikan pada pelajar. Standar model pembelajaran Trimurti Senior High School tersebut adalah: 1. Problem Based Learning 2. Project Based Learning 3. Cooperative Learning 4. Discovery Learning 4. Media Pembelajaran Sebagai alat bantu proses pembelajaran, Trimurti Senior High School menetapkan standar media pembelajaran yang akan digunakan. Standar media pembelajaran yang ditetapkan mengacu pada prinsip mengintegrasikan teknologi pada pembelajaran dan memberi pengalaman belajar yang kaya pada pelajar. 25

Jenis standar media pembelajaran Trimurti Senior High School dibedakan menjadi 2, yaitu media wajib dan media pilihan. Media wajib adalah media pembelajaran yang harus dipergunakan dalam setiap pembelajaran dan media pilihan adalah media pembelajaran yang boleh dipergunakan dalam pembelajaran jika diperlukan. Guru diperbolehkan menambah media pembelajaran lain jika dirasa perlu dengan tetap memperhatikan tujuan dan efektifitas pembelajaran. Standar media pembelajaran Trimurti Senior High School baik yang wajib atau yang pilihan dapat dilihat di tabel berikut : No 1

2

Jenis

Media

Keterangan

Wajib

1. LMS Google Classroom 2. Konten belajar digital Ruang Guru 3. Gadget / Gawai / Laptop 4.

Pembelajaran dilaksanakan secara digital dan paperless

Pilihan

1. 2. 3. 4. 5. 6.

Disesuaikan pembelajaran

Alat peraga LCD Projector / TV Plasma Papan Tulis Laboratorium Aplikasi Video Conference Zoom Internet

kebutuhan

26

J. PENILAIAN HASIL BELAJAR 1. Jenis dan Format Penialian Trimurti Senior High School menggunakan dua macam penilaian, yaitu penilaian formatif dan peniilaian sumatif, yang dapat digambarkan sebagai berikut: Detail tentang penilaian dituliskan pada lampiran 7.

Sikap

Ketrampilan

Pengetahuan

observasi

praktik

tertulis

penilaian diri

projek

tidak tertulis

penilaian antar teman

produk

SUMATIF FORMATIF

portofolio

2. Standar Ketuntasan Setiap pelajar harus memenuhi standar ketuntasan untuk setiap mata pelajaran sesuai dengan jenis penialaian pada setiap fase. Berikut standar ketuntasan minimal yang harus dipenuhuhi pelajar untuk bisa melanjutkan pada fase berikutnya. No

Jenis Penilaian

Fase E

Sikap (berlaku untuk setiap dimensi profil pelajar Pancasila) Pengetahuan pelajaran)

(berlaku

untuk

semua

Kategori Baik

Fase F Kategori Baik

mata

75

78

Keterampilan (berlaku untuk semua mata pelajaran)

75

78

27

K. LAYANAN INKLUSI Berdasar Peraturan Gubernur Provinsi Jawa Timur Nomor 30 Tahun 2018 tentang Penyelenggaraan Pendidikan Inklusif, Trimurti Senior High School menyediakan pelayanan untuk pelajar dengan keterbatasan yang memilih menempuh pendidikannya di sekolah umum, dalam hal ini Trimurti Senior High School. Adapun pelayanan yang disediakan oleh Trimurti Senior High School adalah : No 1

Nama Program

Pembelajaran dengan penyesuaian kecepatan dan proses belajar melalui penyesuaian kedalaman materi pembelajaran, bentuk penugasan dan bentuk evaluasi berdasarkan tingkat kesulitan belajar akibat keterbatasan yang dimiliki Pendamping khusus pemantau perkembangan belajar

 

Guru mata pelajaran 1 guru pendamping

Program pendampingan sebaya 

3

Pelaksana

Program Individual learning 

2

Bentuk Pelaksanaan

Piket pendamping yang bertugas memberi bantuan terhadap kesulitan berlajar serta dukungan moril dengan tetap menjunjung tinggi prinsip kemandirian dari pelajar dengan keterbatasan. Pelajar yang terlibat mendapat penghargaan berupa tambahan nilai dan sertifikat.

Pelajar telah diseleksi melalui tes penyaringan psikologi dan akademik.

Program bantuan belajar Penyediaan alat bantu belajar sesuai keterbatasan yang dimiliki pelajar dengan keterbatasan

Sekolah

28

L. KALENDER PENDIDIKAN

29

M. SUPERVISI DAN PEMBINAAN 1. Supervisi a. Supervisi Kegiatan Intrakurikuler Kegiatan yang disupervisi

a. Pelaksanaan pembelajaran b. Penilaian hasil belajar c. Strategi Pembelajaran

Pihak yang terlibat

Sasaran: Semua guru Supervisor: Kepala sekolah, wakil kepala sekolah bidang akademik, rekan sejawat.

Waktu pelaksanaan

Supervisi dilaksanakan minimal satu kali dalam satu semester. Supervisi dilaksanakan melalui dua tahap: Tahap 1: Diadakan untuk melihat kondisi awal proses pembelajaran yang telah dilaksanakan. Tahap 2: Diadakan untuk melihat progress dari proses pembelajaran yang telah dilaksanakan, setelah mendapat masukan dan sharing informasi dengan supervisor. Supervisi dilaksanakan melalui teknik observasi dan pengumpulan data hasil capaian pembelajaran dan pengumpulan data hasil capaian proyek penguatan profil pelajar Pancasila.

Kategori / Level 1 =
b. Supervisi Kegiatan Ekstrakurikuler Kegiatan yang disupervisi

a. Keterlaksanaan program kegiatan b. Capaian program kegaitan (capaian profil pelajar Pancasila dan capaian presatasi)

Pihak yang Sasaran: terlibat Semua pengajar ekstrakurikuler Supervisor: Kepala sekolah, wakil kepala sekolah bidang kesiswaan 30

Waktu pelaksanaan

Supervisi dilaksanakan minimal satu kali dalam satu semester, melalui teknik observasi pengumpulan data hasil capaian proyek profil pelajar Pancasila,dan melalui serta pengumpulan data hasil capaian prestasi.

Kategori / Level 1 =
c. Supervisi Kegiatan Penguatan Proyek Profil Pelajar Pancasila Kegiatan yang disupervisi

a. Keterlaksanaan program kegiatan b. Capaian penguatan proyek profil pelajar Pancasila

Pihak yang Sasaran: terlibat Semua guru Supervisor: Kepala sekolah, wakil kepala sekolah bidang akademik, Waktu pelaksanaan

Supervisi dilaksanakan minimal satu kali dalam satu semester, melalui teknik observasi dan melalui pengumpulan data hasil capaian proyek profil pelajar Pancasila.

Kategori / Level 1 =
d. Supervisi Kegiatan Program Pendukung Kegiatan yang disupervisi

a. Keterlaksanaan program kegiatan b. Capaian program kegaitan.

Pihak yang Sasaran: terlibat Semua tim pelaksana program Supervisor: Kepala sekolah, wakil kepala sekolah bidang akademik, wakil kepala sekolah bidang kesiswaaan. 31

Waktu pelaksanaan

Supervisi dilaksanakan minimal satu kali dalam satu semester, melalui teknik observasi dan melalui pengumpulan data hasil capaian proyek profil pelajar Pancasila.

Kategori / Level 1 =
2. Pembinaan/ Professional Development Program pembinaan dilakukan bertujuan untuk membantu guru atau pelaksana program dalam mengembangkan kemampuan belajar mengajar atau melaksanakan program dengan baik. Program pembinaan dilakukan untuk menindaklanjuti hasil supervisi dengan cara sebagai berikut: a) Memberikan Feeback Memberikan feedback bisa dilakukan dari hasil supervisi dan analisis kekuatan dan kelemahan yang ditemukan saat pelaksanaan supervise. Sekolah melakukan pembinaan atas kekuatan dan kelemahan yang ditemukan dari guru dan pelaksana program dengan cara melakukan pendekatan klinis yang dilanjutkan dengan program pengembangan dalam rangka sebagai bentuk upaya meningkatkan mutu sekolah dari Supervisi Klinis ke supervisi Pengembangan. Tahapan dalam pelaksanaan feedback adalah sebagai berikut:

Pengantar Opening Control emosi Jenis pertanyaan: nama, lama mengajar, kesan selama mengajar atau melaksanakan program

Isi Asserting Asking Probing Confirming Teaching Afirming

Solusi Menyepakati solusi aplikatif yang akan diterapkan Solusi harus jelas Dicatat Diklarifikasi Dipastikan targetnya

Konfirmasi Konfirmasi apakah guru atau pelaksana program telah memahami apa yang telah dimaksudkan

Konsolidasi menyimpulkan apa yang telah dibicarakan dan rencana follow up

b) Memberikan Pembinaan Lanjutan Pembinaan lanjutan dapat diberikan sekolah berdasarkan kebutuhan guru atau pelaksana program untuk meningkatkan kualitas mengajar atau keterlaksanaan program secara efektif dan produktif. c) Memberi reward (rangsangan untuk perbaikan). 32

Sekolah memberikan apresiasi atas kekuatan yang ditemukan dari guru atau pelaksana program.

BAB 4 – PENUTUP A. EVALUASI KURIKULUM Kegiatan monitoring dan evaluasi merupakan upaya menjamin pelaksanaan kurikulum Trimurti Senior High School agar berjalan lancar dan tepat sasaran. Kegiatan ini dirancang berdasar kebutuhan sekolah untuk mencapai tujuan dan Profil Pelajar Trimurti Senior High School yang telah ditetapkan sekolah. Komponen yang dimonitor dan dievaluasi, antara lain: 1. Visi, Misi dan Tujuan Trimurti Senior High School 2. Profil Pelajar Trimurti Senior High School 3. Struktur Kurikulum Trimurti Senior High School Bentuk pelaksanaan monitoring dan evaluasi kurikulum Trimurti Senior High School melibatkan stake holder internal maupun eksternal dengan tujuan agar hasil evaluasi yang dapat bisa lebih lengkap melihat pelaksanaan kurikulum dari berbagai sisi. Evaluasi yang lengkap akan mempermudah proses penyempurnaan dan proses tindak-lanjut pengembangan kurikulum di tahun ajaran berikutnya. Bentuk pelaksanaan monitoring dan evaluasi kurikulum Trimurti Senior High Schoold dapat dilihat pada tabel berikut :

No 1

Waktu & Bentuk Pelaksanaan

Sumber Data

Pelaksana

Hasil

Harian Observasi

Respons peserta didik Guru dalam KBM Pengawasan Pelaksanaan KBM

Penilaian

 

Catatan anekdotal KBM

Kepala Catatan anekdotal Sekolah pengawasan Tim KBM Monitoring & Evaluasi

Penilaian sumatif & Guru

Kumpulan

nilai 33

No

Waktu & Bentuk Pelaksanaan

Sumber Data

Pelaksana

formatif harian pada peserta didik

2

Hasil harian

Per-bulan Pemetaan

Kumpulan nilai harian

Guru

Laporan perkembangan belajar

Rencana tindak lanjut Tim Monitoring & Laporan hasil bulan sebelumnya Evaluasi tindak lanjut Focus Discussion 1. Catatan anekdotal  Group (FDG) KBM 2. Catatan anekdotal pengawasan KBM   3. Laporan perkembangan belajar 4. Laporan hasil tindak lanjut 3

Tim 1. Monitoring & Evaluasi Guru Walikelas 2.

Laporan Monitoring & Evaluasi bulanan Rencana tidak lanjut bulanan

Per-semester Penilaian

Penilaian sumatif & Guru formatif semester pada peserta didik

Nilai semester

Kuisioner

Peserta didik

Rekap hasil kuisioner peserta didik

Pemetaan

1. Kumpulan

nilai Guru

harian 2. Nilai semester

akhir

Walikelas

akhir

Laporan belajar

hasil

Rencana tindak lanjut Tim Monitoring Laporan semester sebelumnya & Evaluasi tindak semester

hasil lanjut

34

No

Waktu & Bentuk Pelaksanaan Supervisi

Sumber Data

1. KBM 2. Dokumen Administrasi

Focus Discussion 1. Rekap hasil Group (FDG) kuisioner peserta didik 2. Laporan Monitoring & Evaluasi bulanan 3. Laporan hasil belajar 4. Laporan hasil supervisi semester 5. Laporan hasil tindak lanjut semester 4

Pelaksana    

  

Kepala Sekolah Tim Supervisi

Hasil Laporan hasil supervisi semester

Kepala 1. Laporan Sekolah Monitoring & Tim Evaluasi Monitoring & semester Evaluasi 2. Rencana tidak Guru lanjut Walikelas semester Komite

Per-tahun Kuisioner

Orangtua / wali peserta didik

Walikelas

Rekap hasil kuisioner orangtua / wali

Pemetaan

Tujuan kurikulum Tim Monitoring Laporan hasil Trimurti Senior High & Evaluasi capaian School kurikulum Trimurti Senior High School Focus Discussion 1. Rekap hasil  Kepala 1. Laporan Sekolah Group (FDG) kuisioner orangtua Monitoring &  Tim / wali Evaluasi 1 Monitoring & tahun 2. Laporan Evaluasi 2. Rencana Monitoring & Evaluasi semester  Guru kurikulum  Walikelas Trimurti 3. Laporan hasil  Komite Senior High capaian kurikulum School tahun Trimurti Senior  Ahli berikutnya  Perwakilan High School Dinas Pendidikan

B. KESIMPULAN 35

Dalam proses pengembangan dan penyusunan Kurikulum Operasional Trimurti Senior High SchoolTahun Ajaran 2021-2022, Trimurti Senior High School dapat menarik beberapa kesimpulan. Kesimpulan-kesimpulan tersebut, antara lain: 1. Penggunaan sistem blok dalam alokasi waktu pembelajaran harus diatur sedemikian rupa agar beban tugas guru mata pelajaran merata (tidak timpang). 2. Pada proses peminatan pada saat fase F (jenjang kelas XI dan XII) harus disisipkan program pengayaan belajar atau program pengembangan diri untuk memenuhi selisih jam belajar dari setiap peserta didik akibat perbedaan kombinasi mata pelajaran peminatan yang mereka pilih dimana masingmasing mata pelajaran dapat memiliki beban belajar berbeda. 3. Integrasi proyek Profil Pelajar Pancasila perlu dilaksanakan proyek terpadu lintas mata pelajaran karena apabila dilaksanakan secara mandiri oleh masing-masing mata pelajaran dapat menambah beban belajar peserta didik. 4. Untuk membentuk pembelajaran yang holistik kepada peserta didik tidak dapat dibebankan sepenuhnya pada mata pelajaran saja, oleh karena itu perlu dibuat program-program kegiatan peserta didik (kokurikuler) untuk memperkaya pengalaman belajar peserta didik. 5. Walau sudah dirancang secara mendetail pada dokumen ini, dalam penerapannya Kurikulum Opersional Trimurti Senior High School ini tetap harus terbuka untuk penyesuaian berdasar hasil pendampingan, pemantauan dan evaluasi secara berkala.

36